• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Game Online terhadap budaya Belajar Siswa

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Pengaruh Game Online terhadap budaya Belajar Siswa

Dalam pembahasan berikut ini penulis akan membahas tentang pengaruh game online terhadap budaya belajar siswa di SMP Negeri 4 Bontonompo Kabupaten Gowa. Kemajuan media teknologi dan informasi yang sangat pesat dan sudah dirasakan oleh hampir seluruh kalangan baik itu di kalangan anak muda maupun orang tua. Begitu juga pada siswa di SMP Negeri 4 Bontonompo secara keseluruhan sudah menggunakan hendphone.

Berdasarkan hasil observasi, peneliti mendapati 10 (sepuluh) siswa yang menjadi responden pada penelitian ini menggunakan handphone, bahkan seluruh siswa menggunakan handphone untuk belajar secara daring. Hal ini akibat terjadinya pandemic virus corona-19 yang mengharuskan siswa untuk belajar dari rumah, sehingga sudah menjadi keharusan para siswa di haruskan menggunakan handphone sebagai sarana pembelajaran.

Peneliti mendapati perilaku siswa saat belajar dengan menggunakan handphone lebih cenderung membuka aplikasi game online dari pada mendengarkan guru menerangkan pada saat kegiatan belajar mengajar. Padahal seorang siswa harus fokus memperhatikan pelajaran apalagi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sehingga di ketahui bahwa terdapat pengaruh negative game online terhadap budaya belajar siswa.

47

Akibat perkembangan teknologi sangat banyak membantu dan membuat kemajuan dalam berbagai bidang penjuru. Namun pemakaian yang tidak bijak akan menimbulkan banyaknya dampak negatif dan positif.

Pengaruh game online terhadap budaya belajar siswa dapat dilihat pada keterangan yang diberikan oleh Bapak AR (48 Tahun) selaku kepala sekolah SMP Negeri 4 Bontonompo saat diwawancarai bahwa :

“Game online yang menjadi tren bagi anak anak sekarang memang memberikan pengaruh terhadap budaya belajar siswa, karena game online sudah menjadi budaya baru dikalangan anak anak terutama generasi yang lahir tahun 2000 an ke atas, dari kecil mereka sudah mengenal teknologi yang membuatnya sudah terbiasa dengan internet termaasuk game yang berbasis online”.

(Hasil wawancara, 21 Oktober 2020).

Game online sangat berkembang pesat akhir-akhir ini, semakin lama, permainanaya semakin banyak jenisnya yang mudah didapat siswa di internet.

Pada dasarnya permainan modern ini diperuntuhkan untuk menghilangkan kepenatan atau sekedar melakukan penyegaran otak setelah melakukan aktivitas sehari-hari. Namun kenyataanya game online saat ini justru membuat kecanduan khususnya bagi kalangan pelajar. Seiring berjalannya waktu pelajar saat ini sudah banyak yang kecanduan game inline ini, sehingga sangat berpengaruh terhadap budaya belajar siswa. karena saat peserta didik sudah bermain game atau kecanduan game online, maka peserta didik yang bersangkutan menjadi malas belajar.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Bapak Ids (37 Tahun) selaku guru PPKN di SMP Negeri 4 Bontonompo saat diwawancarai bahwa :

Semenjak adanya game online ini, peserta didik cenderung budaya belajarnya berkurang. Saya tidak melarang game online karena anaknya saya yang bahkan lebih muda daripada siswa SMP bisa dikatakan sudah kecanduan game online. Sebagai guru saya hanya khawatir tentang budaya belajar siswa akhir akhir ini karena mereka lebih mengutamakan game online daripada belajar”.

(Hasil wawancara, 21 Oktober 2020).

Pandangan Bapak Ids juga disetujui oleh Ibu Hms (40 Tahun) selaku guru IPS yang mengatakan bahwa

Adanya game online yang dengan mudah didapat peserta didik di handphone menjadikannya kecanduan game online, kebiasaan ini membuat budaya belajar peserta didik mulai diabaikan, maka dari itu, sebagai tenaga pendidik di sekolah ini, kami selalu memberikan nasehat dan pandangan tentang pengaruh buruk game online jika iu sampai pada tahap kecanduan

(Hasil wawancara, 21 Oktober 2020).

Pelajar sendiri mudah terpengaruh adanya hal-hal yang baru, umumnya mereka terpengaruh dari pergaulan, teman-teman dari pergaulan tersebut yang mencoba mempengaruhi pelajar tersebut untuk bermain game. Pada situasi seperti ini, peran orang tua sangat diperlukan dan berperan penting dalam mengatur tingkah laku dan kepribadian pelajar tersebut. Peneliti mendapatkan informan seorang orang tua siswa yang tinggal tidak jauh dari sekolah SMP 4 Bontonompo.

Dalam wawancara bersama ibu In (35 tahun) selaku orang tua siswa yang mengatakan bahwa:

Anak saya yang sekolah di SMP Negeri 4 Bontonompo sejak mengenal yang namanya game online kalau pulang sekolah lebih sering bermain game onlinenya daripada belajar. Saya biasa memarahinya karena game online ini biasa membuatnya lupa segalanya, bahkan jika dipanggil pun biasa diabaikannya. Game online ini sangat berpengaruh terhadap lingkungan sosial anak saya”.

(Hasil wawancara, 23 Oktober 2020).

Berdasarkan wawancara berbagai informan dan obeservasi, terlihat bahwa game online di kalangan pelajar SMP Negeri 4 Bontonompo sangat berpengaruh terhadap budaya belajat siswa dan pergaulannya di lingkungan sosial masyarakat.

peristiwa tersebut memberikan tantangan terhadap guru di sekolah agar siswanya jika pulang ke rumah tidak langsung bermain game. Sebagai guru harus bisa membuat siswa menjadi penasaran terhadap pelajaran yang diberikan guru. Oleh karen yaitu, guru harus pintar membuat pembelajaran yang menarik, lebih menarik daripada game online.

Bermain game boleh asalkan tau tempat dan waktu, apabila waktu belajar atau sekolah ya sekolah jangan bermain game online apalagi pada saat mata pelajaran sudah mulai karena itu mengganggu aktifitas belajar mengajar dan mengganggu konsentrasi. Bermain game boleh asalkan setelah atau sesudah pulang dari sekolah supaya apa yang di ajarkan di sekolah bisa di serap tanpa terganggu konsentrasi ke game online. Hal ini dijelaskan oleh Bapak AR (48 Tahun), selaku kepala sekolah SMP Negeri 4 Bontonompo yang memaparkan bahwa:

Bermain game boleh-boleh saja asalkan tidak harus selalu bermain game setiap saat, seperti Ketika saat waktu belajar di ruang kelas, Ketika guru menerangkan di depan kelas juga bermain game, Ketika di perpustakaan juga bermain game. Bagi saya bermain game online tidaklah masalah asalkan tepat pada waktunya, jangan waktu belajarpun di ambil buat bermain game kapan waktu belajarnya jangan sampai karena game online membuat anak- anak jadi malas belajar sehingga membuat budaya belajarpun menjadi menurung ini menjadi masalah bagi anak-anak”.

(Hasil wawancara, 23 Oktober 2020).

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tersebut, terdapat pengaruh game online terhadap budaya belajar siswa di SMP Negeri 4 Bontonompo yakni penurunan budaya belajar siswa atau pengaruh negative.

2.

Dampak Game Online terhadap Budaya Belajar Siswa di SMP Negeri 4 Bontonompo

Permainan game online banyak disukai oleh semua kalangan baik anak- anak, remaja maupun dewasa. Game online itu sendiri tidak akan pernah habis dimakan waktu, selalu ada muncul teknologi untuk memperbaharui tren game itu sendiri, baik jenis game maupun update game baru. game online dari waktu ke waktu semakin berkembang dengan pesat.

Di sisi lain, perkembangan tersebut menunjukkan adanya perkembangan teknologi yang semakin maju, tetapi pada sisi lain tentunya juga berdampak negative, karena bermain game online yang berlebihan akan menyebabkan berbagai aktivitas belajar siswa terganggu. Selain itu juga menyebabkan semangat siswa dalam mengikuti proses belajar dikelas menurun yang ditandai dengan siswa jarang mengerjakan pekerjaan rumah, sering datang terlambat bahkan terlihat tidak semangat dalam mendengarkan penjelasan guru dikelas.

Setiap sesuatu pasti mempunyai dampak negative dan positif termasuk game online. Dalam hal ini peneliti terlebih dahulu memaparkan dampak negatif dari game online

Berdasarkan hasil observasi terhadap 10 siswa yang menjadi responden dalam penelitian in, peneliti menemukan adanya dampak game online terhadap budaya belejar siswa. Dampak tersebut berupa terjadinya perubahan kebiasaan

anak yang selama ini membaca melalui buku pelajaran kini beralih ke handphone itupun lebih cenderung di gunakan untuk bermain game online, sehingga peneliti menyimpulkan bahwa game online berdampak negatif terhadap budaya belajar siswa.

Sedangkan hasil wawancara terhadap guru, dampak negatif dari game online dapat dilihat dari keterangan Ibu Hms (40 Tahun) selaku guru IPS di SMP Negeri 4 Bontonompo mengatakan bahwa :

siswa disini sejak adanya game online itu mereka seperti lebih mementingkan game online daripada pendidikannya, ini membuktikan bahwa dampak yang diterima dari game online lebih mengarah kepada dampak negative dari pada dampak positifnya, siswa seperti tidak mendengarkan nasehat kami disini sebagai gurunya

(Hasil wawancara, 21 Oktober 2020).

Bapak AR (48 Tahun) selaku kepala sekolah juga memberikan pandangan tentang dampak negative dari game online ini yang mengatakan bahwa:

Dampak negatif dari game online lebih besar daripada positifnya karena bisa membuat siswa jadi kecanduan terhadap game online. Siswa bisa lupa akan belajar yang membuat kemalasan. Bahwa menurut saya game online ini berdampak terhadap Kesehatan siswa khususnya pada kesehatan mata”.

(Hasil wawancara, 21 Oktober 2020).

Hal senada di kemukakan Ds (43 Tahun) selaku orang tua siswa menyatakan bahwa:

Anak saya ketika disuruh belajar hanya mengatakan, saya sudah belajar di sekolah jadi dia menganggap tidak perlu lagi belajar di rumah. Kadang saya khawatir jika nilai rapor anak saya nanti menurun gara gara dia lebih sering bermain game online di rumah sedangkan belajarnya diabaikan, saya juga khawater dengan Kesehatan matanya karena radiasi dari cahaya handphone bisa sangat berbahaya bagi anak saya”.

(Hasil wawancara, 23 Oktober 2020).

Lebih lanjut ibu In (35Tahun) melanjutkan bahwa:

Semenjak anak saya mengenal game online ini, dia boros dalam menghabiskan uang jajannya, dia lebih memilih menggunakan uang jajannya

untuk membeli kuota internet dari pada membeli makanan, karena itu, dia lebih sering minta uang jajan”.

(Hasil wawancara, 21 Oktober 2020).

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tersebut, bahwa terdapat dampak negatif game online terhadap siswa yaitu kecanduan yang membuat siswa malas belajar.

Membahas dampak negative dari game online, peneliti juga tidak mengasampingkan untuk membahas dampak positif dari game online. Meskipun game online mempunyai banyak dampak negatif, di sisi lain game online ini juga punya dampak positifnya.

Game online merupakan sebuah hobi baru bagi kalangan muda mudi dan kalangan dewasa pada jaman modern saat ini. Hobi adalah kegiatan rutin atau kepentingan yang dilakukan untuk kesenangan, biasanya dilakukan selama waktu luang.

Dampak positif game online yang terjadi pada diri siswa diantaranya dapat menambah teman. Seperti yang kita ketahui di era modernisasi ini tentunya banyak yang menggunakan game online terutama usia remaja, sehingga game online bisa menjadi media dalam mencari dan mendapatkan teman.

B. Pemnbahasan

1. Pengaruh Game Online terhadap Budaya B elajar Siswa di SMP Negeri 4 Bontonompo Desa Katangka Kabupaten Gowa

Pada pembahasan kali ini penulis akan menjelaskan hasil pengaruh game online terhadap budaya belajar siswa di SMP Negeri 4 Bontonompo Desa

Katangka Kabupaten Gowa. Seperti yang kita ketahui kemajuan teknologi dan informasi yang sangat pesat dan sudah dirasakan oleh hampir seluruh kalangan anak muda maupun orang tua. Begitu juga pada siswa di SMP Negeri 4 Bontonompo secara keseluruhan sudah menggunakan handphone.

Berdasarkan hasil observasi, seluruh siswa menggunakan handphone untuk belajar secara daring. Hal ini di akibat terjadinya pendemic virus corona-19 yang mengharuskan siswa belajar dari rumah.

Peneliti mendapati perilaku siswa saat belajar dengan menggunakan handphone lebih cenderung membuka aplikasi game online dari pada mendengarkan guru menerangkan pada saat kegiatan belajar mengajar.

Pada dasarnya permainan modern ini diperuntuhkan untuk menghilangkan kepenatan atau sekedar melakukan penyegaran otak setelah melakukan aktifitas sehari-hari. Namun keyataannya game online saat ini justru membuat kecanduaan khusus pada kalangan pelajar.

Dalam teori interaksi sosial sebagaimana yang di gagas oleh Partowisastro menegaskan bahwa, relasi sosial yang berfungsi menjalani berbagai jenis relasi sosial yang dinamis, baik itu relasi berbentuk antar individu, kelompok dangan kelompok, atau individu dengan kelompok. Ini artinya kurangnya relasi sosial antar guru dan siswa, dimana game online diperuntuhkan untuk menghilangkan kepenatan atau sekedar melakukan penyegaran otak setelah melakukan aktifitas sehari-hari.

Permainan game online ini dapat mengganggu budaya belajar siswa. Hal ini dikarenakan permainan game online memiliki sifat adiktif atau membawa

candu. Akibatnya siswa yang sudah mengenal game online akan cenderung terpengaruh, baik secara langsung maupun tidak.

Sesuai dengan hasil penemuan di atas serta pembahasan teori yang digunakan sesuai dengan pengaruh game online terhadap budaya belajar siswa di mana interaksi dengan game online sesuai dengan yang dijelaskan oleh Partowisastro dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antara satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama. Dalam hal ini siswa diharapkan tidak terpengaruh terhadap game online sehingga diharapkan siswa tidak terjadi penurunan budaya belajar atau pengaruh negatif. Berdasarkan penemuan diatas pengaruh game online terhadap budaya belajar siswa terjadi penurunan budaya belajar siswa atau pengaruh negatif.

2.

Dampak Game Online terhadap Budaya Belajar Siswa di SMP Negeri 4 Bontonompo

Dampak dari game online terhadap budaya belajar siswa terdiri dari dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dari game online itu dapat menambah teman. Sedangkan dampak negatif dari game online dampak negatif game online terhadap siswa yaitu kecanduan yang membuat siswa malas belajar.

Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan adanya dampak game online terhadap budaya belajar siswa. Dampak tersebut berupa terjadinya perubahan kebiasaan anak yang selamaini membaca melalui buku pelajaran kini teralih ke handphone itupun cenderung di gunakan untuk bermain game online.

Padahal game online di harapkan meningkatkan budaya belajar belajar siswa. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimilikan bersama sebuah kelompok orang, dan di wariskan dari generasi ke generasi. Sedangkan belajar adalah perubahan relative permanen dalam perilakua atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.

Di tinjau dari penyebab atau dampak dari anak-anak khususnya pelajar dalam bermain game online memberikan berbagai dampak negatif. Adapun dampak negatif dari bermain game online, antara lain :

a. Membuat kecanduan berlebihan dan lupa dalam segala hal, dalam bermain game online seorang gamer dapat menjadi kecanduan karena dituntut untuk bermain secara terus menerus agar tidak tertinggal. Ketika gamer sudah kecanduan game online maka akan menyita waktu para gamer.

b. Sulit berkonsentrasi saat proses belajar mengajar, saat proses pembelajaran seorang gamer yang sudah kecanduan akan lebih memikirkan tentang game maka konsentrasi dalam pembelajaran pun akan terganggu.

c. Menurunnya motivasi belajar, seorang gamer akan menjadi malas belajar atau mengerjakan tugas sekolah.

Tidak selalu dalam bermain game online berdampak negatif. Ada juga dampak positif dari bermain game online, diantaranya dapat menambah teman.

Seperti yang kita ketahui di era modernisasi ini tentunya banyak yang menggunakan game online terutama usia remaja, sehingga game online bisa menjadi media dalam mencari dan mendapatkan teman.

Menurut Kingsley Davis perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian ini yakni menunjukkan salah satu faktor yang mempengaruhi budaya belajar siswa yakni adanya perubahan kebudayaan yang kurang baik.

C. Kendala Penelitian

Dokumen terkait