• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kompos Lamtoro dan Biochar Tempurung Kelapa terhadap Bobot Volume Tanah, Total Ruang Pori Tanah dan Kadar Air Lapang

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 . Sifat Fisika Tanah Sebelum Pemberian Perlakuan

4.4. Pengaruh Kompos Lamtoro dan Biochar Tempurung Kelapa terhadap Bobot Volume Tanah, Total Ruang Pori Tanah dan Kadar Air Lapang

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian kompos Tithonia dan Biochar cangkang kelapa sawit berpengaruh sangat nyata terhadap bobot volume tanah (BV) dan total ruang pori tanah (TRP) namun tidak berpengaruh terhadap kadar air tanah (Lampiran 13,14,15). Nilai rata-rata bobot volume tanah total ruang pori tanah dari hasil uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) disajikan pada Tabel 5.

Tabel 5. Pengaruh Pemberian Kompos Tithonia dan Biochar Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Bobot Volume, Total Ruang Pori dan Kadar Air Lapang.

Perlakuan BV

(gr/

cm3)

TRP (%)

KA (%) a0 (tanpa perlakuan + pupuk anorganik sesuai

rekomendasi) 1.38 bc 34.50 b 21.67 e

a1 (5 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi)

1.51 a 36.27 d 22.08 e a2 (10 ton/ha biokompos+5ton/ha biochar+pupuk

anorganik ½ rekomendasi)

1.58 bc 37.87 b 23.77 e a3 (10 ton/ha biokompos+0 ton/ha biochar+pupuk

anorganik ½ rekomendasi)

1.59 bc 39.46ab 24.61 cd a4(0 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk

anorganik ½ rekomendasi)

1.60 bc 39.58 b 26.44 b a5 (5 ton/ha biokompos+5 ton/ha biochar+pupuk

anorganik ½ rekomendasi) 1.60b 39.67 c 28.08 bc

a6 (5 ton/ha biokompos+5 ton/ha biochar+pupuk anorganik sesuai rekomendasi)

1.60 bc 40.09 b 28.16 cd a7 (10 ton/ha biokompos+0 ton/ha biochar+pupuk

anorganik sesuai rekomendasi)

1.65 c 40.53a 28.62 d a8 (0 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk

anorganik sesuai rekomendasi)

1.69 d 42.93a 35.02 ab a9 (10 ton/ha biokompos+10 ton/ha

biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi)

1.73 c 47.98a 36.44 a Keterangan : Angka – angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama

tidak berbeda nyata menurut uji BNJ pada taraf α 5%.

a) Bobot Volume (BV) Tanah

Tabel 5 menunjukkan bahwa pada perlakuan a0 (tanpa perlakuan + pupuk anorganik sesuai rekomendasi) tidak berbeda nyata dengan perlakuan a2 (10 ton/ha biokompos+5ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi), a3 (10 ton/ha biokompos+0 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi), a4(0 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi), a6 (5 ton/ha biokompos+5 ton/ha biochar+pupuk anorganik sesuai rekomendasi),tetapi

memberikan pengaruh nyata terhadap a1 (5 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi), a5 (5 ton/ha biokompos+5 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi), a7 (10 ton/ha biokompos+0 ton/ha biochar+pupuk anorganik sesuai rekomendasi), a8 (0 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk anorganik sesuai rekomendasi), a9 (10 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi)

Pemberian kompos lamtoro ke dalam tanah memiliki manfaat dalam penambahan bahan organik tanah. Bahan organik akan terdekomposisi menjadi asam-asam organik yang dapat mengikat partikel-partikel tanah sehingga agregat tanah menjadi mantap. Demikian juga dengan pemberian Biochar ke dalam tanah akan berdampak pada peningkatan mikroorganisme di dalam tanah sehingga memiliki potensi peningkatan bahan organik di dalam tanah. Agregat yang mantap memiliki kepekaan yang rendah terhadap erosi dan tidak mudah hancur apabila terkena pukulan butiran-butiran hujan sehingga tanah tidak mudah padat. Hal ini sejalan dengan Arsyad (2012) bahan organik tanah yang terdekomposisi mampu mengikat butir-butir tanah sehingga menyebabkan tanah menjadi relatif gembur, keadaan tanah menjadi longgar dan bergranulasi yang mengakibatkan menurunnya nilai bobot volume tanah.

Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi kompos Lamtoro dan Biochar ke dalam tanah memberikan penurunan bobot volume tanah yang lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Kompos lamtoro yang mengandung bahan organik mampu memperbaiki sifat-sifat tanah namun mudah terdekomposisi oleh mikroorganisme. Kombinasi dengan Biochar menjadi alternatif karena biochar sebagai pembenah tanah memiliki sifat yang lebih stabil dan sukar teroksidasi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Barus (2016) yang menunjukkan aplikasi kompos 10 ton/ha dan Biochar 10 ton/ha mampu menurunkan bobot volume tanah hingga 7,5%.

b) Total Ruang Pori (TRP)

Tabel 5 menujukkan bahwa pada perlakuan p0 (tanpa perlakuan) tidak berbeda nyata dengan perlakuan a2 (10 ton/ha biokompos+5ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi), a3 (10 ton/ha biokompos+0 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi), a4(0 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk

anorganik ½ rekomendasi), a6 (5 ton/ha biokompos+5 ton/ha biochar+pupuk anorganik sesuai rekomendasi), tetapi berpengaruh nyata terhadap a1 (5 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi), a1 (5 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi),a5 (5 ton/ha biokompos+5 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi), a7 (10 ton/ha biokompos+0 ton/ha biochar+pupuk anorganik sesuai rekomendasi), a8 (0 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk anorganik sesuai rekomendasi), a9 (10 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi).

Pemberian kombinasi biokompos lamtoro dan biochar tempurung kelapa perlakuan a5 (5 ton/ha biokompos+ 5 ton/ha biochar+ pupuk anorganik ½ rekomendasi) dan a6 (5 ton/ha biokompos+ 5 ton/ha biochar+ pupuk anorganik rekomendasi) sudah memberikan pengaruh yang nyata dengan a0 (tanpa perlakuan). Pemberian biokompos dan biochar dengan dosis 5 ton/ha berpengaruh dalam meningkatkan total ruang pori (TRP) tanah dibandingkan tanpa perlakuan (dari 34,50% menjadi 39,67% dan 47,98%). Pemberian biokompos 10 ton/ha dan bi ochar 10 ton/ha memberikan kontribusi tertinggi dalam meningkatkan TRP tanah.

Penambahan biokompos dan biochar ke dalam tanah dapat menurunkan BV tanah sehingga otomatis dapat meningkatkan TRP tanah. Nilai BV tanah berbanding terbalik dengan nilai TRP tanah. Tanah yang mempunyai nilai BV tinggi maka mempunyai nilai TRP rendah dan sebaliknya.

Peningkatan total ruang pori tanah dipengaruhi oleh bahan organik tanah, kelembaban tanah dan pemadatan tanah. Bahan organik tanah sangat berperan dalam mempengaruhi agregasi tanah melalui proses humifikasi. Tingginya kandungan bahan organik yang ada pada tanah serta penambahan bahan organik yang diberikan kedalam tanah berperan sebagai pengikat partikel-partikel tanah sehingga agregasi tanah menjadi baik, ruang pori tanah meningkat dikarenakan bahan organik bersifat poros, sehingga dapat menurunkan BV tanah. Hal ini sesuai dengan Holilullah et al. (2015) yang menyatakan bahwa dengan tingginya kandungan bahan organik maka akan mempengaruhi ruang pori. Semakin tinggi bahan organik didalam tanah maka akan semakin besar nilai ruang pori tanah.

Total ruang pori tertinggi terdapat pada perlakuan a9(10on/ha kompos lamtoro + 10ton/ha Biochar cangkang kelapa sawit) sebesar 47,98%. Hal ini diduga

karena pemberian kombinasi yang berimbang antara kompos dan Biochar. Bahan organik yang berasal dari kompos lamtoroberperan dalam mempengaruhi agregasi tanah melalui aktivitas mikroorganisme tanah. Peningkatan total ruang pori tanah pada setiap perlakuan disebabkan oleh kemampuan kompos lamtoro merangsang perkembangan mikroorganisme di dalam tanah yang mampu meningkatkan bahan organik tanah sehingga pori tanah juga meningkat. Hal ini sejalan dengan penelitian Mahfut et al., (2015) bahwa bahan organik yang tinggi akan mempengaruhi rendahnya bobot volume tanah dan dapat meningkatkan total ruang pori tanah dan begitu juga sebaliknya.

c) Kadar Air Lapang

Kadar air lapang mencirikan kemampuan tanah dalam mempertahankan air.

Sesuai dengan hasil uji lanjut (Tabel 5), menunjukkan bahwa perlakuan a0 (tanpa perlakuan + pupuk anorganik sesuai rekomendasi) tidak berbeda nyata dengan a1 (5 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi), a2 (10 ton/ha biokompos+5ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi), tetapi berbeda nyata dengan a3 (10 ton/ha biokompos+0 ton/ha biochar+pupuk anorganik

½ rekomendasi), a4(0 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi), a5 (5 ton/ha biokompos+5 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi), a6 (5 ton/ha biokompos+5 ton/ha biochar+pupuk anorganik sesuai rekomendasi), a7 (10 ton/ha biokompos+0 ton/ha biochar+pupuk anorganik sesuai rekomendasi), a8 (0 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk anorganik sesuai rekomendasi), a9 (10 ton/ha biokompos+10 ton/ha biochar+pupuk anorganik ½ rekomendasi).

Tidak berbeda nyata terhadap peningkatan kadar air tanah. Kadar air lapang tertinggi terdapat pada perlakuan p3 (5 ton/ha kompos + 5 ton/ha biochar) yaitu sebesar 38,65 %.Kadar air lapang dipengaruhi oleh bahan organik dan toal ruang pori. Tabel 5 menunjukkan korelasi positif antara total ruang pori tanah dengan kadar air lapang. Sejalan dengan penelitian Bachtiar (2019) total ruang pori tanah memiliki hubungan dimana semakin tinggi total ruang pori tanah maka kadar air tanah juga semakin tinggi dan sebaliknya. Kadar air lapang ini juga sejalan dengan peningkatan bahan organik tanah (Tabel 4). Kompos lamtoro yang diberikan mampu meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan porositas dalam tanah

sehingga membentuk agregat tanah yang mantap. Ketersediaan bahan organik yang tinggi sangat berperan dalam mengantisipasi proses penyumbatan pori makro tanah yang sangat menentukan laju infiltrasi.

Biochar tempurung kelapa yang diberikan ke dalam tanah juga memiliki kontibusi dalam mempengaruhi kadar air tanah. Hal ini dikarenakan Biochar memiliki ciri bersifat spons yang mampu menjerap air dengan baik. Air akan tertahan pada pori mikro sehingga penguapan air akan melambat. Kondisi tersebut memiliki manfaat yang baik bagi tanaman dan mendukung pertumbuhan yang optimal. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Suwardji (2012) dengan aplikasi bahan pembenah organik Biochar tempurung kelapa dan kompos kotoran sapi 10 ton/ha mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kadar air tanah kapasitas lapang sebesar 22-23 %.

4.5. Pengaruh Kompos Lamtoro dan Biochar Tempurung Kelapa terhadap