V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan
5.2. Saran
V. KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Alibasyah MR. 2016. Pengaruh Beberapa Sifat Fisik dan Kimia Ultisol Akibat Pemberian Pupuk Kompos dan Kapur Dolomit Pada Lahan Berteras.
Floratek 11(1):75-87
Aprilia W, Arsyad AR, A Saad. 2018. Pemanfaatan Kompos Kotoran Sapi dan Janjang Kelapa Sawit untuk Memperbaiki Sifat Fisik Ultisol dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merril). Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Jambi.
Asdak, C. 2010. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Buku. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 630 p.
Adrinal, Gusmini, Agustian, Nurfadilla H. dan Elsa L. Putri. 2021. Pengaruh Pemberian Amelioran terhadap Laju Infiltrasi pada Tanah Psamment dan Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Jagung (Zea mays). Skripsi Jurusan Tanah,Fakultas Peratanian Universitas Andalas.
Arsyad, Sitanala. 2006. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press, Bogor hal : 49-54.
Bacthiar B dan AH Ahmad. 2019. Analisis Kandungan Hara Kompos Johar Cassia siamea dengan Penambahan Aktivator Promi. Jurnal Biologi Makassar 4(1):68-76.
Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Kelapa 2020. Direktorat Jendral Perkebunan. Jakarta.
Badan Pusat Statistik. 2016. Statistik Produksi Tanaman jagung 2015. Direktorat Jendral Pangan. Jakarta.
Baiamonte G, CD Pasquale, V Marsala, G Cimo, G Alonzo, G Crecimanno and P Conte. 2015. Structure Alteration of a Sandyclay Soil by Biochar Amendment. Jurnal Soils Sediments 15: 816-824.
Beck, D.A.,. Johnson, G.R. and Spolek, G.A. 2011. Amending greenroof soil with biochar to affect runoff water quantity and quality. Environmental Pollution 159, 2111–2118
Rahayu Subekti, et al. 2009. Monitoring Air di Daerah Aliran Sungai. World Agroforestry Center-Southeast Asia Regional Office, Bogor-Indonesia.
104.p.
Cardoso, E.J.B.N., Vasconcellos, R.L.F., Bini, D., Miyauchi, M.Y.H., dos Santos, C.A., Alves, P.R.L., de Paula, A.M., Nakatani, A.S., Pereira, J.M. and Nogueira, M.A. 2013. Soil Health: looking for suitable indicator. What should be considered to assess the effects of use and management on soil health? Scientia Agricola 70:274-298
Citra RW. 2019. Aplikasi Beberapa Jenis Biochar Terhadap Perbaikan Agregasi pada Lahan Kering Masam dan Hasil Kedelai. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Jambi. 71 hal.
Fiqriansyah MW, SA Putri, R Syam, AS Ramadhani, TN Frianie, S Anugrah, YI Sari, AN Adhayani, Nurdiana, Fauzan, NA Bachok, AM Manggabarani dan YD Utami. 2021. Teknologi Budidaya Tanaman Jagung (Zea mays) dan Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench). Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar.
Elisabet FS, Endriani, Refliaty.2021. Pemanfaatan Kompos Tithonia dan Biochar u ntuk Memperbaiki Kepadatan Ultisol dan Hasil Jagung. Jurnal Fakultas Pertanian, Universitas Jambi. Jambi.
Gusmailina, Pari G, Komaryati S. 2000. Pengelolaan limbah melalui teknik pemanfaaran arang untuk kesuburan lahan. Bulletin Penelitian Hasil Hutan 23:249-258.
Holilullah, Afandi dan H Novpriansyah. 2015. Karakteristik Sifat Fisik Tanah pada Lahan Produksi Rendah dan Tinggi di PT Great Giant Pineapple. Jurnal Agrotek Tropika 3(2): 278-282.
Hartatik, W., H. Wibowo dan J. Purwani. 2015. Aplikasi Biochar dan Tithoganic dalam Peningkatan Produktivitas Kedelai (Glycine max L.) pada Typic Kanhapludults Di Lampung Timur. Jurnal Tanah dan Iklim 39(1): 51-62.
Ichsan, C.N., Syafruddin & N. Bugis. 2001. Konservasi lahan dengan Sumber daya lahan yang tersedia. Penuntun Praktikum Konservasi Lahan. Bidang Studi agronomi Jurusan BDP Fakultas Pertanian Unsyiah, Banda Aceh.
Ikhsan, M.N. 2007. Kombinasi Pupuk Granular Kompos Daun Lamtoro dan Urea pada Budidaya Sawi (Brassica juncea L.). Skripsi. Agroekoteknologi.
Fakultas Pertanian Yogyakarta.
Putu IWB, Afandi, D Wiharso, K Manik. 2018. Daya Menahan Air dan Infiltrasi pada Pertanaman Kedelai (Glycine max (L.) merr) di Lahan BPTP Tagineng, lampung.
Laird, D.A. 2008. The charcoal vision: a win–win–win scenario for simultaneously producing bioenergy, permanently sequestering carbon, while improving soil and water quality. Agronomy Journal 100: 178-181.
Lumbanraja, P. 2012. Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Jenis Mulsa Terhadap kapasitas Pegang Air Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Kedelai Pada Tanah Ultisol Simalingkar. JURIDIKTI 5(2):58-78.
Maftu’ah Eni dan Dedi Nursyamsi. 2015. Potensi Berbagai Bahan Organik Rawa sebagai Sumber Biochar. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indo. 1 (4): Juli 2015. p776-781. http://biodiversitas.mipa.uns.ac.id/M/M0104
Mawardiana, Supardi dan E Husein. 2013. Pengaruh Residu Biochar dan Pemupukan NPK Terhadap Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Padi Musim Tanam Ketiga. Konservasi Sumber Daya Lahan, 1(1): 16-23.
Maguire dan Aglevor, 2010. Pemberian Beberapa Jenis Biochar untuk Memperbaiki sifat Kimia Tanah Ultisol dan Pertumbuhan Tanaman Jagung. Jurnal Agroekoteknologi FP USU No. 2337- 6597 Vol.5.No.4, (107): 824- 828
Melo LCA, AR Coscione, CA Abreu, AP Puga and OA Camargo. 2013. Influence of Pyrolysis Temperature on Cadmium and Zinc Sorption Capacity of Sugar Cane Straw-derived Biochar. Bio Resources 8(4): 4992-5004.
Muhammad, Darusman dan Chairunnas. 2015. Aplikasi Biochar, Kompos Dan Urea Terhadap Beberapa Sifat Fisika Tanah, Pertumbuhan, Dan Hasil Tanaman Kaylan (Brassica oleraceae). Jurnal Ilmu Kebencanaan (JIKA).
2(4): 217 – 226.
Munir M. 1996. Tanah-tanah Utama Indonesia. Roduktivitas Tanah, Klasifikasi dan Pemanfaatannya. Pustaka Jaya. Jakarta.
Nasution SH. 2019. Respon Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea Mays L.) terhadap Pemberian Pupuk Organik Kandang Ayam dan Limbah Cair Kelapa Sawit. Skripsi Universitas Medan Area. Universitas Medan Area.
98 hal.
Nisa, M.C. 2021. Pengaruh pemberian Biochar Terhadap Air Tersedia Tanah dan Pertumbuhan Jagung pada Tanah Bekas Tambang Emas di Dharmasraya.
Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Andalas.
Nurida NL. 2014. Potensi Pemanfaatan Biochar untuk Rehabilitasi Lahan Kering di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan 8:57-68.
Nurida NL, A Dariah, A Rachman. 2013. Peningkatan Kualitas Tanah dan Pembenah Tanah Biochar Limbah Pertanian. JurnalTanah Dan Iklim 37(2):69-78.
Prasetyo BH dan DA Suridiakarta. 2006. Karakteristik, Potensi, dan Teknologi Pengelolaan Tanah Tanah Ultisol Untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian 25(2):39-47.
Prasetyowati.S.E , Y. Sunaryo, I. E. Suyanto. 2019. Pengaruh Macam ameliorant Lokal dan Biofertilizer Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil tanaman Koro Pedang di Lahan marjinal Tanah Grumusol. Jurnal Pertanian Agros Vol.
21 No.1, Januari 2019: 129 – 135
Rachman, A., Dahria, A., Santoso, J. 2006. PupukHijau. p.41-58. Dalam:R.D.M.
Simanungkalit, D.A. Suriadikarta, R. Saraswati, D. Setyorinidan W.
Hartatik (eds.). Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Refliaty dan Wiskandar. 2003. Kontribusi Pemberian Mulsa Jerani Padi dan Serbuk Gergaji Terhadap Produktivitas Ultisol. Laporan Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Jambi.
Riwandi M Handajaningsih dan Hasanudin. 2014. Teknik Budidaya Jagung dengan Sistem Organik di Lahan Marjinal. UNIB Press. Bengkulu.
Rona Y, Widowati dan Sutoyo. 2014. Penggunaan Kompos dan Biochar untuk Pembibitan, Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit (Capsicum frutenscen L.). Universitas Tribuwana Thunggadewi Malang.
Safitri IN, T Setiawati, C Bowo. 2018. Biochar dan Kompos untuk Peningkatan Sifat Fisika Tanah dan Efisiensi Penggunaan Air. Techno 7(1):116-127.
Setiadi D. 2017. Pengaruh Biokompos dalam Meningkatkan Agregasi Tanah
Ultisol dan Hasil Kedelai. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Jambi.
Satriawan dan Handyanto, 2015. Pemberian Beberapa Jenis Biochar Untuk Memperbaiki Sifat Kimia Tanah Ultisol dan Pertumbuhan Tanaman Jagung. Jurnal Agroekoteknologi FP USU E-ISSN No. 2337- 6597 Vol.5.No.4, Oktober 2017 (107): 824- 828
Schoenholtz, S.H, Vam Miegroet H. and Burger, JA. 200 0. A review of chemicaland physical properties as indicators of forest soil quality:
challenges and opportunities. Forest Ecology and Management 138: 335- 356.
Sudarman, 2007. Model Infltrasi Pada Berbagai Penggunaan Lahan di Desa Tulu Kecamatan Tulo, Kabupaten sigi. e-J. Agrotekbis 5 (3) : 315 – 323.
Soerodjotanoso. 1993. Pengembangan Tanaman Lamtoro pada TanahTanah Kritis.
PT. Penebar Swadaya. Jakarta.
Suryatmojo, H.,2006. Konsep Dasar Hidrologi Hutan. Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan, Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta.
Sukartono dan W. H. Utomo. 2012. Peranan Biochar Sebagai Pembenah Tanah Pada Pertanaman Jagung Di Tanah Lempung Berpasir (Sandy Loam) Semiarid Tropis Lombok Utara. Jurnal Buana Sains 12(1):91-98.
Sulham dan R. Wulandari. 2019. Pengaruh Kompos Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) Terhadap Pertumbuhan Semai Cempaka Kuning (Michelia champaca L). Jurnal Warta Rimba volume 7 no 3
Syaikhu A, H Budi dan S Didik. 2016. Uji Kemanfaatan Biochar dan Bahan Pemebenah Tanah untuk Perbaikan Beberapa Sifat Fisik Tanah Berpasir Serta Dampaknya terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tebu. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan. 3(2): 345-357.
Ulfia F. 2016. Usaha Perbaikan Kesuburan Tanah Sawah Tradisional melalui Pemberian Biochar Sekam di Nagari Tanjung Betung Kab. Pasaman.
Skripsi. Universitas Andalas. 53 hal.
Widowati dan Sutoyo. 2013. Kombinasi Jenis Biochar dan Perimbangan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Pada Tanah Terdegradasi.
Prosiding Seminar Nasional dan FGD Pendidikan dan Riset
Agroekoteknologi 7(1):1-10.
Wisana, IPW, Afandi, D wiharso, K.E.S Manik. 2018. Daya Menahan Air dan Infiltrasi pada Pertanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr.) di Lahan BPTP Tagineng, lampung.
Yosephin, IO, Sakiah, EAL Siahaan. 2020. Pemberian Beberapa Jenis Biochar Terhadap C-Organik dan N-Total Pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit.
Yulnafatmawita. 2013. Buku Pegangan Mahasiswa untuk Praktikum Fisika Tanah. Padang: Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. 39 hal.
Prasetyo, B. H. dan Suriadikarta, D. A., 2006. Karakteristik, Potensi, Dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol Untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering Di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian. Vol 25 (2): 39-47 hal.
Utomo, B. 2008. Perbaikan Sifat Tanah Ultisol untuk Meningkatkan Pertumbuhan Eucalyptus urphylla pada Ketinggian 0-400 meter. Medan: Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. 28 hal.
Rona, Y., Widowati dan Sutoyo. 2014. Penggunaan Kompos dan Biochar Untuk Pembibitan Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit (Capsicum frutenscen L).
Fakultas Pertanian. Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
Endriani, Sunarti dan Ajidirman. 2013. Pemanfaatan Biochar Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Soil Amandement Ultisol Sungai Bahar Jambi. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains 15(1): 39-46.
Sukartono dan W.H Utomo. 2012. Peranan Biochar Sebagai Pembenah Tanah Pada Pertanaman Jagung Di Tanah Lempung Berpasir (Sandy Loam) Semiarid Tropis Lombok Utara. Jurnal Buana Sains 12(1): 91-98.
LAMPIRAN Lampiran 1.Denah Petak Percobaan
45,5 m
Keterangan :
I – III : Kelompok ulangan
a0 = biokompos 0 ton/ha + biochar 0 ton/ha + pupuk anorganik sesuai rekom a1 = biokompos 5 ton/ha + biochar 10 ton/ha + pupuk anorganik ½ rekom a2 = biokompos 10 ton/ha + biochar 5 ton/ha + pupuk anorganik ½ rekom a3 = biokompos 10 ton/ha + biochar 0 ton/ha + pupuk anorganik ½ rekom a4 = biokompos 0 ton/ha + biochar 10 ton/ha + pupuk anorganik ½ rekom a5 = biokompos 5 ton/ha + biochar 5 ton/ha + pupuk anorganik ½ rekom a6 = biokompos 5 ton/ha + biochar 5 ton/ha + pupuk anorganik sesuai rekom a7 =biokompos 10 ton/ha + biochar 0 ton/ha + pupuk anorganik sesuai rekom a8 =biokompos 0 ton/ha + biochar 10 ton/ha + pupuk anorganik sesuai rekom a9 = biokompos 10 ton/ha + biochar 10 ton/ha + pupuk anorganik ½ rekom
A = Jarak antar petak (50 cm)
B = Jarak antar kelompok ulangan (100cm) X = Panjang petakan 4 m
Y = Lebar petakan 3 m III
I
Y X
a6
a0 a3 a7 a1 a5 a8 a6 a2 a9 a4
a4 a1 a9 a3 a6 a4 a5 a8 a3 a7
a8 a5 a4 a0 a3 a7 a9 a1 a2
B
A
II 13 m
Lampiran 2. Tata Letak Tanaman Dalam Petakan
Keterangan :
X = Tanaman jagung
A = Jarak antar baris tanaman (40 cm) B = Jarak tanaman (75 cm)
C = Jarak dari pinggir petak (20 cm) D = Jarak dari pinggir petak (38 cm
= Petak ubinan Populasi = 40 tanaman
.
D
X C
X X X X X X X X X
X X X X X X X X X X
X X X X X X X X X X
B
X X X X X X X X
A X X
Lampiran 3.Pembuatan Kompos Lamtoro
Proses pembuatan kompos lamtoro adalah sebagai berikut :
1. Siapkan biomassa lamtoro berupa daun dan batang yang masih lunak.
2. Bahan tersebut kemudiam dicacah hingga kecil agar mempercepat proses pengomposan.
3. Siapkan juga bahan lain sebagai campuran seperti pupuk kandang ayam, pupuk Rock Phosphate dan dekomposer (Trichoderma), Em4.
4. Masukkan lamtoro dan pupuk kandang ayam dengan perbandingan 3:1 untuk menghasilkan kompos 100 kg bahan kompos ke dalam bak kemudian berikan Trichoderma, dan Rock phosphat secara merata.
5. Bahan kemudian disusun berlapis di dalam bak pengomposan, lapisan pertama merupakan cacahan lamtoro selanjutnya pupuk kandang ayam, lalu pupuk RP. Bahan disusun ± 10 cm berlapis, terakhir siram dengan dekomposer yang sudah dilarutkan dengan air terlebih dahulu.
6. Pelapisan dilakukan 4 kali ulangan.
7. Kompos kemudian ditutup dengan terpal dan diaduk sebanyak 3 kali dalam seminggu selama pengomposan, jika kompos terlalu kering siram dengan air saat mengaduk dan jika kompos basah tidak perlu lagi disiram air.
8. Kompos siap digunakan saat kompos sudah menunjukkan kriteria matang dengan ciri-ciri berwarna hitam, tidak berbau, tidak dikenali bentuk aslinya, berstruktur remah atau ± 3 minggu.
9. Kompos yang sudah matang kemudian dikering anginkan lalu diayak agar bahan kompos memiliki ukuran relatif seragam.
10. Ukur kadar air kompos setara bobot kering dengan rumus :
Berat basah − berat kering
Kadar Air lamtoro = Berat basah x 100%
Lampiran 4.Pembuatan Biochar
Proses pembuatan biochar dari bahan baku tempurung kelapa adalah sebagai berikut :
1. Bahan baku biochar dipersiapkan terlebih dahulu, usahakan dalam keadaan kering.
2. Bahan bakar yang sudah kering dipersiapkan di dalam drum pembakaran, lalu dibakar.
3. Bahan baku biochar dimasukkan ke dalam drum tersebut.
4. Setelah proses pembakaran berlangsung selama 2 x 24 jam atau bahan baku berubah menjadi arang hitam, api di dalam drum dipadamkan dengan cara menyiramnya dan dibiarkan dingin secara alami.
5. Setelah dingin, biochar diambil kemudian di jemur diatas terpal atau seng.
6. Proses pyrolisis tersebut diulangi dengan cara yang sama hingga semua bahan baku menjadi biochar.
7. Biochar yang sudah kering kemudian digiling dan diayak menggunakan ayakan 80 mesh (50% lolos ayakan) dan 50 mesh (100% lolos ayakan).
8. Sebelum diaplikasikan, kadar air biochar diukur terlebih dahulu. Kadar air biochar dapat dihitung menggunakan rumus :
kadar biochar=berat basah−berat kering
berat basah ×100 %
Lampiran 5.Perhitungan Dosis Kompos Lamtoro dan Biochar pada Petak Percobaan
Diketahui : Luas tanah 1 ha = 100 m x 100 m = 10.000 m2 Luas tanah 1 petak = 3 m x 4 m = 12 m2
Perhitungan dosis kompos lamtoro dan biochar tempurung kelapa untuk satu petak percobaan :
Biochar :
5ton/ha= 12m2
10.000m2x5.000 ¿6kg/petak 10ton/ha= 12m2
10.000m2x10.000 ¿12kg/petak Kompos
5ton/ha= 12m2
10.000m2x5.000 ¿6kg/petak 10ton/ha= 12m2
10.000m2x10.000 ¿12kg/petak
Missal kadar air kompos lamtoro 40%
kompos5ton/ha=100+40
100 x6kg/petak
¿8,4kg/petak
Maka jumlah kompos lamtoro dalam satu petakan yang dibutuhkan yaitu sebanyak 8,4 kg
kompos10ton/ha=100+40
100 x12kg/petak ¿16,8kg/petak
Maka jumlah kompos lamtoro dalam satu petakan yang dibutuhkan yaitu sebanyak 16,8 kg
Lampiran 6.Perhitungan Dosis Pupuk Dasar pada Petak Percobaan Dosis kebutuhan pupuk dasar berupa pupuk Urea, TSP dan KCl
Luas tanah 1 ha = 100 m x 100 m = 10.000 m2 Luas tanah 1 petak = 3 m x 4 m = 12 m2 Urea = 300 kg/ha
=10.000m2
12m2 ×300kg
= 0,36 kg/petakan
= 360 g/petak
= 36 g/larikan TSP = 150 kg/ha
=10.000m2
12m2 ×150kg
= 0,18 kg/petak
= 180 g/petak
= 8 g/larikan KCL = 150 kg/ha
=10.000m2
12m2 ×150kg
= 0,18 kg/petak
= 180 g/petak
= 8 g/larikan
Lampiran 7.Deskripsi Jagung Hibrida Varietas BISI 1 Tahun dilepas 1995
Asal : Merupakan hibrida silang tiga galur antara silang tunggal FSE 504 (FS 25 x FS 5) dengan galur FS 57.CS.9087.
Mulamula dikembangkan di Thailand oleh Charoen Seed Co., Ltd.
Umur : 50% keluar rambut ± 52 hari
Panen : ± 92 hari
Batang : Tegap
Tinggi Tanaman : ± 184 cm
Daun : Panjang, lebar dan terkulai
Warna daun : Hijau
Keragaman Tanaman : Seragam
Perakaran : Baik
Kerebahan : Tahan
Tongkol : Sedang, silindris
Kedudukan Tongkol : Sedikit dibawah pertengahan batang Klobot : Menutup tongkol dengan baik Tipe Biji : Semi Mutiara (semi flint) Warna Biji : Kuning oranye
Jumlah Baris/tongkol :14-16 baris Bobot 1000 Biji : ± 280 g
Rata-rata Hasil : 7 ton/ha pipilan
Kering Potensi Hasil : 8,3 ton/ha pipilan kering
Ketahanan : Tahan terhadap penyakit karat daun dan agak tahan terhadap penyakit bulai
Keterangan : Baik ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl.
Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Badan Penelitian Pengembangan Pertanian, 2012
Lampiran 8.Pengukuran Infiltrasi di Lapangan
Proses pengukuran infiltrasi dilapangan adalah sebagai berikut :
1. Ring bagian dalam dipasang dengan cara memendakan kedalam tanah dengan balok kayu dan palu sedalam 10 cm.
2. Kemudian ring bagian luar dipasang secara konsentris dengan silinder dalam dengan kedalaman 10 cm. Kendudukan kedua ring diusahakan tegak lurus.
3. Penggaris diletakkan vertikal didalam ring tegak lurus dengan permukaan tanah, tepat menempel didinding ring bagian dalam.
4. Untuk menghindari kerusakan struktur tanah dalam ring, permukaan tanah ditutupi dengan plastik.
5. Selanjutnya air dituangkan pada kedua ring secara bersamaan diatas plastik dengan ketinggian yang sama.
6. Setelah diisi air dengan cepat plastik ditarik dan dilakukan pencatatan penurunan volume air pada selang waktu yang telah ditentukan.
Pengamatan ini dilanjutkan sampai penurunan muka air telah mencapai konstan menurut perhitungan dilapangan.
Lampiran 9.Kriteria/Kelas Penilaian Beberapa Sifat Fisik Tanah 1. Laju Infiltrasi dan Kapasitas Infiltrasi Tanah
Kriteria 1Laju Infiltrasi (cm/jam)
Tekstur Tanah 2Kapasitas Infiltrasi (cm/jam)
Sangat Cepat >25.0 Pasir Berlempung 2.5-5
Cepat 12.5-25.0 Lempung 1.25-2.5
Agak Cepat 6.5-12.5 Lempung Berdebu 0.75-1.25
Sedang 2.0-6.5 Lempung Berliat 0.05-0.25
Agak Lambat 0.5-2.0 Liat <0.05
Lambat 0.1-0.5
Sangat Lambat <0.1
2. Bahan Organik Tanah (%)
Sumber : Pusat Penelitian Tanah Bogor (1994) 3. Bobot Volume Tanah (gr/cm3)
Bobot Volume Tanah ( gr/ cm 3) Kelas
< 0 ,66 Rendah
0,66 – 1,44 Sedang
>1, 44 Tinggi
Sumber : Pusat Penelitian Tanah Bogor (1994)
Bahan Organik Tanah (%) Kelas
< 2 Sangat Rendah
2 – 3,9 Rendah
4 – 9,9 Sedang
10 – 20 Tinggi
>20 Sangat Tinggi
4. Total Ruang Pori (%)
Total Ruang Pori (%) Kelas
< 57 Rendah
57 – 75 Sedang
>75 Tinggi
Sumber : Pusat Penelitian Tanah Bogor (1994)
Lampiran 10. Syarat Mutu Kompos
No. Parameter Satuan Minimum Maksimum
1 Kadar Air % - 50
2 Temperatur °C Suhu air tanah
3 Warna Kehitaman
4 Bau Berbau tanah
5 Ukuran Partikel Mm 0,55 25
6 Kemampuan Ikat Air % 58 -
7 pH 6,80 7,49
8 Bahan Asing % * 1,5
Unsur Makro
9 Bahan Organik % 27 58
10 Nitrogen % 0,40 -
11 Karbon % 9,80 32
12 Phosfor (P2O5) % 0,10 -
13 C/N Rasio 10 20
14 Kalium (K2O) % 0,20 *
Unsur Mikro
15 Arsen mg/kg * 13
16 Kadmiun (Cd) mg/kg * 3
17 Kobal (Co) mg/kg * 34
18 Kromium (Cr) mg/kg * 210
19 Tembaga (Cu) mg/kg * 100
20 Merkuri (Hg) mg/kg * 0,8
21 Nikel (NI) mg/kg * 62
22 Timbal (Pb) mg/kg * 150
23 Selenium (Se) mg/kg * 2
24 Seng (Zn) mg/kg * 500
Unsur Lain
25 Kalsium % * 25.5
0
26 Magnesium (Mg) % * 0,60
27 Besi (Fe) % * 2,00
28 Aliminium (Al) % * 2,20
29 Mangan (Mn) % * 0,10
Bakteri
30 Fecal Coli MPN/gr 1000
31 Salmonella sp. MPN/4 gr 3
keterangan : * Nilainya lebih besar dari minimum atau lebih kecil dari maksimum
Lampiran 11. Standar Internasional Biochar Inisiativei (IBI)
Parameter Criteria Unit
Moisture Declaration % of total mass, dry basis
Organic Carbon (Corg) 10% minimum Class 1: ≥60%
Class 2: ≥30% and
<60%
Class 3: ≥10% and
<30%
% of total mass, dry basis
H:Corg 0,7 Maximum Molar ratio
Total Ash Declaration % of total mass, dry basis
Total Nitrogen Declaration % of total mass, dry basis
pH Declaration pH
Electrical Conductivity Declaration dS/m Liming (if pH is above
7)
Declaration %CaCO3
Particle size distribution Declaration % <0.5 mm;
% 0.5-1 mm;
% 1-2 mm;
% 2-4 mm;
% 4-8 mm;
% 8-16 mm;
% 16-25 mm;
% 25-50 mm;
% >50 mm
Lampiran 13. Analisis Laju Infiltrasi Tanah
Perlakuan 1 2 3 Jumlah Rata-Rata
A0 24.53 25.96 25.02 75.51 25.17
A1 10.17 51.94 6.29 68.41 22.80
A2 24.78 5.34 24.06 54.19 18.06
A3 3.25 10.16 37.22 50.63 16.88
A4 11.86 35.07 17.38 64.30 21.43
A5 20.48 12.80 17.79 51.07 17.02
A6 31.96 5.61 17.34 54.91 18.30
A7 32.66 12.80 14.01 59.47 19.82
A8 6.08 32.89 38.90 77.86 25.95
A9 21.39 31.02 28.14 80.55 26.85
Jumlah
Kelompok 187.17 223.59 226.14 636.90
Rata-Rata 18.72 22.36 22.61 21.23
ANNOVA Sumber Keragaman
Derajat Bebas
Jumlah Kuadarat
Kuadrat Tengah
F Hitung
F Tabel
Kelompok 2.00 95.03 47.52 0.10* 3.55
Perlakuan 9.00 387.41 43.05 0.09* 2.46
Jumlah 18.00 8291.89 460.66 Total 29.00
Keterangan:
*:Tidak berpengaruh nyata
**: Berpengaruh nyata KK: 101.09694
SY: 12.39167176 Uji Lanjut BNJ Sd: 12.39167176 Table bnj 5% : 4.96 Bnj hitung: 61.46269193
Perlakuan Rata-Rata Notasi
A3 16.88 a
A5 17.02 a
A2 18.06 a
A6 18.30 a
A7 19.82 a
A4 21.43 a
A1 22.80 a
A0 25.17 a
A8 25.95 a
A9 26.85 a
Lampiran 14. Analisis Kadar Air lapang
Perlakuan 1 2 3 Jumlah Rata-Rata
A0 24.26 19.76 22.20 66.22 22.07
A1 22.56 49.69 32.80 105.05 35.02
A2 26.86 52.35 30.12 109.33 36.44
A3 27.19 28.16 28.88 84.24 28.08
A4 26.23 25.42 22.18 73.83 24.61
A5 21.07 30.01 28.25 79.33 26.44
A6 29.04 26.87 28.55 84.47 28.16
A7 24.89 25.75 35.22 85.86 28.62
A8 24.16 20.00 27.15 71.31 23.77
A9 18.72 18.78 27.44 64.94 21.65
Jumlah 244.99 296.79 282.78 824.56
Rata-Rata 24.50 29.68 28.28 27.49
ANNOVA Sumber Keragaman
Deraja t Bebas
Jumlah Kuadrat
Kuadrat Tengah
F Hitung F Tabel
Kelompok 2.00 143.59 71.80 0.95* 3.55
Perlakuan 9.00 676.87 75.21 1.64* 2.46
Galat 18.00 826.42 45.91 Total 29.00
Keterangan:
*:Tidak berpengaruh nyata
**: Berpengaruh nyata KK: 24.65260166 SY: 3.912051127 Uji Lanjut BNJ Sd: 3.873950419 Table bnj 5% : 4.96 Bnj hitung: 19.21479408
Perlakuan Rata-Rata Notasi
A9 21.65 a
A0 22.07 a
A8 23.77 ab
A4 24.61 b
A5 26.44 bc
A3 28.08 cd
A6 28.16 cd
A7 28.62 d
A1 35.02 e
A2 36.44 e
Lampiran 15. Analisis Bobot Volume
Perlakuan 1 2 3 Jumlah Rata-rata
A0 1.65 1.67 1.47 4.79 1.60
A1 1.20 1.41 1.52 4.13 1.37
A2 1.55 1.50 1.68 4.73 1.58
A3 1.59 1.58 1.64 4.81 1.60
A4 1.56 1.55 1.69 4.80 1.60
A5 1.66 1.48 1.40 4.54 1.51
A6 1.52 1.62 1.63 4.76 1.59
A7 1.71 1.56 1.67 4.94 1.65
A8 1.80 1.69 1.71 5.20 1.73
A9 1.65 1.71 1.71 5.06 1.69
Jumlah 15.89 15.77 16.10 47.76
Rata-Rata 1.59 1.58 1.61 1.59
ANNOVA Sumber Keragaman
Derajat Bebas
Jumlah Kuadrat
Kuadrat Tengah
F Hitung 5%
F Tabel 5%
Kelompok 2.00 0.01 0.00 0.30* 3.55
Perlakuan 9.00 0.26 0.03 3.06** 2.46
Galat 18.00 0.17 0.01
Total 29.00
Keterangan:
*:Tidak berpengaruh nyata
**: Berpengaruh nyata KK: 6.058850107 SY: 0.055693283 Uji Lanjut BNJ Sd: 0.005173248 Table bnj 5% : 4.96 Bnj hitung: 0.025659308
Perlakuan Rata-Rata Notasi
A1 1.38 a
A5 1.51 b
A2 1.58 bc
A6 1.59 bc
A0 1.60 bc
A4 1.60 bc
A3 1.60 bc
A7 1.65 c
A9 1.69 c
A8 1.73 d
Lampiran 16. Analisis Total Ruang Pori
Perlakuan 1 2 3 Jumlah Rata-Rata
A0 37.62 37.02 44.37 119.02 39.67
A1 54.78 46.58 42.59 143.95 47.98
A2 41.66 43.26 36.67 121.59 40.53
A3 39.99 40.29 38.09 118.38 39.46
A4 41.01 41.44 36.28 118.74 39.58
A5 37.20 44.29 47.29 128.78 42.93
A6 42.68 38.99 38.60 120.27 40.09
A7 35.41 41.10 37.11 113.62 37.87
A8 31.98 36.02 35.51 103.51 34.50
A9 37.64 35.59 35.60 108.82 36.27
Jumlah 399.98 404.57 392.11 1196.66
Rata-Rata 40.00 40.46 39.21 39.89
ANNOVA Sumber Keragaman
Derajat Bebas
Jumlah Kuadrat
Kuadrat
Tengah F Hitung
F Tabel 5%
Kelompok 2.00 611.52 5.94 0.02* 3.55
Perlakuan 9.00 364.92 355.92 1.61* 2.46
Galat 18.00 220.65 220.65
Total 29.00
Keterangan:
*:Tidak berpengaruh nyata
**: Berpengaruh nyata KK: 37.23941
SY: 8.57616 Uji Lanjut BNJ Sd: 126.7690456 Table bnj 5% : 4.96 Bnj hitung: 628.774466
Perlakuan Rata-Rata Notasi
A8 34.50 a
A9 36.27 a
A7 37.87 a
A3 39.46 ab
A4 39.58 b
A0 39.67 b
A6 40.09 b
A2 40.53 b
A5 42.93 c
A1 47.98 d
Lampiran 17. Analisis Total Bahan Organik
Perlakuan 1 2 3 Jumlah Rata-Rata
A0 7.0 7.0 5.0 19.0 6.3
A1 9.0 7.0 7.0 23.0 7.7
A2 7.0 7.0 6.0 20.0 6.7
A3 7.0 7.0 5.0 19.0 6.3
A4 7.0 6.0 5.0 18.0 6.0
A5 6.0 8.0 7.0 21.0 7.0
A6 8.0 8.0 6.0 22.0 7.3
A7 8.0 6.0 6.0 20.0 6.7
A8 9.0 8.0 9.0 26.0 8.7
A9 7.0 6.0 8.0 21.0 7.0
Jumlah 75.0 70.0 64.0 209.0
Rata-Rata 7.5 7.0 6.4 7.0
ANNOVA
Keterangan:
*:Tidak berpengaruh nyata
**: Berpengaruh nyata KK: 12.92751779 SY: 0.519971509 Uji Lanjut BNJ Sd: 0.27037037 Table bnj 5% : 4.96 Bnj hitung: 1.341037037
Perlakuan Rata-Rata Notasi
A4 6.00 a
A3 6.33 a
A0 6.33 a
A2 6.67 a
A7 6.67 a
A5 7.00 a
A9 7.00 a
A6 7.33 a
A1 7.67 ab
A8 8.67 b
Derajat Bebas
Jumlah Kuadrat
Kuadrat Tengah
F Hitung
F Tabel
2.00 6.07 3.03 1.67* 3.55
9.00 16.30 1.81 2.23* 2.46
18.00 14.60 0.81
29.00
Lampiran 18. Analisis Tinggi Tanaman
Perlakuan 1 2 3 Jumlah Rata-rata
A0 242 255 218 715 238.33
A1 230.25 233 253.25 716.5 238.83
A2 242.5 244 253.5 740 246.67
A3 214 150 230.75 594.75 198.25
A4 214 204.75 242.5 661.25 220.42
A5 214 204.75 242.5 661.25 220.42
A6 247.5 236.25 231.5 715.25 238.42
A7 250.5 259.5 258.75 768.75 256.25
A8 251.25 233.75 248.75 733.75 244.58
A9 229.25 231.5 235.5 696.25 232.08
Jumlah 2335.2 5
2252.5 2415 7002.75 Rata-rata 233.52
5
225.25 241.5 233.43
ANNOVA Sumber
Keragaman Derajat
Bebas Jumlah
Kuadrat Kuadrat
Tengah F Hitung F Tabel
Kelompok 2.00 0.05 0.03 0.06* 3.55
Perlakuan 9.00 36.41 4.05 10.23** 2.46
Galat 18.00 7.12 0.40
Total 29.00 43.58
Keterangan:
*:Tidak berpengaruh nyata
**: Berpengaruh nyata KK: 7.376054566 SY: 9.940560228 Uji Lanjut BNJ Sd: 0.131790123 Table bnj 5% : 4.96 Bnj hitung: 0.653679012
Perlakuan Rata-Rata Notasi
A9 256.25 e
A2 246.67 d
A8 244.58 d
A1 238.83 cd
A6 238.42 cd
A0 238.33 cd
A9 232.08 c
A4 220.42 b
A5 220.42 b
A3 198.25 a
Lampiran 19. Analisis Hasil Tanaman
Perlakuan Kelompok Jumlah Rata-
1 2 3 rata
A0 6.1 6.1 6.1 18.4 6.13
A1 10.3 7.7 8.5 26.4 8.81
A2 11.6 9.0 9.2 29.8 9.94
A3 8.8 9.9 10.5 29.2 9.75
A4 8.4 6.1 11.3 25.8 8.59
A5 7.7 8.5 9.9 26.1 8.71
A6 8.8 9.6 8.9 27.3 9.09
A7 10.8 8.2 9.0 27.9 9.30
A8 9.6 8.2 10.0 27.8 9.28
A9 11.1 11.5 11.6 34.2 11.40
Jumlah 93.19 84.79 95.00 272.97
Rata-rata 9.32 8.48 9.50 9.10
ANOVA Sumber Keragaman
Derajat Bebas
Jumlah Kuadrat
Kuadrat Tengah
F Hitung F- Tabel F 5%
Kelompok 2 5.94 2.97 2.11 ** 3.55
Perlakuan 9 47.43 5.27 3.74** 2.46
Galat 18 25.37 1.41
Total 29
Keterangan:
*:Tidak berpengaruh nyata
**: Berpengaruh nyata KK: 13.04765
SY: 0.685443
Lampiran 20. Contoh Infiltrasi Model Horton A0U1
t H F dF f f-fc ln f
horton Sf F SF
0
5 16.3 16.3 16.3 3.26 1.22 0.198850859 2.12 -1.29848 12.99182 168.7874 10 15.1 31.4 15.1 3.02 0.98 -0.020202707 2.04 -0.95345 23.31512 49.21193 15 14.1 45.5 14.1 2.82 0.78 -0.248461359 2.04 -0.60816 33.52057 4.496805 20 13.4 58.9 13.4 2.68 0.64 -0.446287103 2.04 -0.40959 43.72081 3.165525 25 12.3 71.2 12.3 2.46 0.42 -0.867500568 2.04 -0.1764 53.92082 24.79225 30 12 83.2 12 2.4 0.36 -1.021651248 2.04 -0.1296 64.12082 50.11481 35 11.7 94.9 11.7 2.34 0.3 -1.203972804 2.04 -0.09 74.32082 78.83986 40 11.4 106.
3
11.4 2.28 0.24 -1.427116356 2.04 -0.0576 84.52082 107.7274 45 11.1 117.
4
11.1 2.22 0.18 -1.714798428 2.04 -0.0324 94.72082 134.0774 50 10.9 128.
3
10.9 2.18 0.14 -1.966112856 2.04 -0.0196 104.9208 155.73 55 10.7 139 10.7 2.14 0.1 -2.302585093 2.04 -0.01 115.1208 173.6908 60 10.6 149.
6
10.6 2.12 0.08 -2.525728644 2.04 -0.0064 125.3208 187.12 65 10.5 160.
1
10.5 2.1 0.06 -2.813410717 2.04 -0.0036 135.5208 198.2233 70 10.4 170.
5
10.4 2.08 0.04 -3.218875825 2.04 -0.0016 145.7208 206.7609 75 10.3 180.
8 10.3 2.06 0.02 -3.912023005 2.04 -0.0004 155.9208 212.5525
80 10.2 191 10.2 2.04 0 2.04 0 166.1208 215.4784
85 10.2 201.
2
10.2 2.04 0 2.04 0 176.3208 215.4784
90 10.2 211.
4
10.2 2.04 0 2.04 0 186.5208 215.4784
95 10.2 221.
6 10.2 2.04 0 2.04 0 196.7208 215.4784
38.84
Laju 24.53
0 2 4 6 8 10 12 0
2 4 6 8 10 12
f(x) = NaN x + NaN
R² = 0
Chart Title
Parameter model Horton
Parameter Nilai Satuan Keterangan
fc 2.04 cm/menit
k 0.623963 dari grafik
ln(fo-fc) 0.6002 1.822483261
fo 3.862483 cm/menit fo= EXP(0,829)+fc
Exp 2.718282
C 2.920819
tc 1.58 jam
Ftc 196.7208 cm
Kapasitas 124.2447 cm/jam
ftc 95
Laju infiltrasi
A0U1
t h F dF f f-fc ln f horton Sf F SF
0
5 16.3 16.3 16.3 3.26 1.22 0.198850859 2.12 -1.29848 12.99182 168.7874
10 15.1 31.4 15.1 3.02 0.98 -0.020202707 2.04 -0.95345 23.31512 49.21193
15 14.1 45.5 14.1 2.82 0.78 -0.248461359 2.04 -0.60816 33.52057 4.496805
20 13.4 58.9 13.4 2.68 0.64 -0.446287103 2.04 -0.40959 43.72081 3.165525
25 12.3 71.2 12.3 2.46 0.42 -0.867500568 2.04 -0.1764 53.92082 24.79225
30 12 83.2 12 2.4 0.36 -1.021651248 2.04 -0.1296 64.12082 50.11481
35 11.7 94.9 11.7 2.34 0.3 -1.203972804 2.04 -0.09 74.32082 78.83986
40 11.4 106.3 11.4 2.28 0.24 -1.427116356 2.04 -0.0576 84.52082 107.7274
45 11.1 117.4 11.1 2.22 0.18 -1.714798428 2.04 -0.0324 94.72082 134.0774
50 10.9 128.3 10.9 2.18 0.14 -1.966112856 2.04 -0.0196 104.9208 155.73
55 10.7 139 10.7 2.14 0.1 -2.302585093 2.04 -0.01 115.1208 173.6908
60 10.6 149.6 10.6 2.12 0.08 -2.525728644 2.04 -0.0064 125.3208 187.12
65 10.5 160.1 10.5 2.1 0.06 -2.813410717 2.04 -0.0036 135.5208 198.2233
70 10.4 170.5 10.4 2.08 0.04 -3.218875825 2.04 -0.0016 145.7208 206.7609
75 10.3 180.8 10.3 2.06 0.02 -3.912023005 2.04 -0.0004 155.9208 212.5525
80 10.2 191 10.2 2.04 0 2.04 0 166.1208 215.4784
85 10.2 201.2 10.2 2.04 0 2.04 0 176.3208 215.4784
90 10.2 211.4 10.2 2.04 0 2.04 0 186.5208 215.4784
95 10.2 221.6 10.2 2.04 0 2.04 0 196.7208 215.4784
38.84
laju 24.53
parameter model horton
Parameter Nilai Satuan Keterangan
fc 2.04 cm/menit
k 0.623963 dari grafik
ln(fo-fc) 0.6002 1.822483261
fo 3.862483 cm/menit fo= EXP(0,829)+fc
Exp 2.718282
C 2.920819
tc 1.58 jam
Ftc 196.7208 cm
Kapasitas 124.2447 cm/jam
ftc 95
A0U2
t h F dF f f-fc ln f horton Sf F SF
0
5 16.7 16.7 16.7 3.34 1.18 0.165514438 2.210749012 -1.27521 13.45266 180.9741 10 15.4 32.1 15.4 3.08 0.92 -0.083381609 2.161287792 -0.84403 24.31998 58.06402 15 14.5 46.6 14.5 2.9 0.74 -0.301105093 2.160032679 -0.54755 35.12168 9.130571
20 13.8 60.4 13.8 2.76 0.6 -0.510825624 2.160000829 -0.36 45.92173 0.460054
25 12.7 73.1 12.7 2.54 0.38 -0.967584026 2.160000021 -0.1444 56.72173 13.52969 30 12.4 85.5 12.4 2.48 0.32 -1.139434283 2.160000001 -0.1024 67.52173 31.11712
35 12.1 97.6 12.1 2.42 0.26 -1.347073648 2.16 -0.0676 78.32173 51.52759
40 11.8 109.4 11.8 2.36 0.2 -1.609437912 2.16 -0.04 89.12173 71.8811
45 11.5 120.9 11.5 2.3 0.14 -1.966112856 2.16 -0.0196 99.92173 89.83764
50 11.3 132.2 11.3 2.26 0.1 -2.302585093 2.16 -0.01 110.7217 103.5972
55 11.1 143.3 11.1 2.22 0.06 -2.813410717 2.16 -0.0036 121.5217 114.0255
60 11 154.3 11 2.2 0.04 -3.218875825 2.16 -0.0016 132.3217 120.5225
65 10.9 165.2 10.9 2.18 0.02 -3.912023005 2.16 -0.0004 143.1217 124.9538
70 10.8 176 10.8 2.16 0 2.16 0 153.9217 127.1994
75 10.8 186.8 10.8 2.16 0 2.16 0 164.7217 127.1994
80 10.8 197.6 10.8 2.16 0 2.16 0 175.5217 127.1994
85 10.8 208.4 10.8 2.16 0 2.16 0 186.3217 127.1994
90 36.77207033
95 laju 25.95675553
Parameter Nilai Satuan Keterangan
fc 2.16 cm/menit
k 0.734793 dari grafik
ln(fo-fc) 0.6931 1.999905641
fo 4.159906 cm/menit fo= EXP(0,829)+fc
Exp 2.718282
C 2.721728
tc 1.42 jam
Ftc 186.3217 cm
Kapasitas 131.5212 cm/jam
ftc 85
0 2 4 6 8 10 12
0 2 4 6 8 10 12
f(x) = NaN x + NaN
R² = 0
Chart Title
Kadar air
Sampel BTB BTK+BR+BA BA BR BTB BK Cm cm3 g/cm3 %
A0U1 249.7 228.1 5.8 63 186.7 159.3 5.21 4.84 2.42 95.81 1.66 17.20
A0U2 238.2 217.5 4.8 69.4 168.8 143.3 5.14 4.71 2.36 89.51 1.60 17.79
A0U3 230.3 215.9 8.5 69.2 161.1 138.2 5.38 4.88 2.44 100.58 1.37 16.57
rata-rata 0 0 0.00 0.00 1.55 17.19
A1U1 215.8 185.8 11.5 62.5 153.3 111.8 5.23 4.82 2.41 95.38 1.17 37.12
A1U2 224.62 195.3 11.5 69.7 154.92 114.1 5.2 4.72 2.36 90.94 1.25 35.78
A1U3 217.4 188.9 5.4 61.8 155.6 121.7 5.17 4.83 2.42 94.68 1.29 27.86
rata-rata 0 0 0.00 0.00 1.24 33.58
A2U1 226.7 194.3 9.8 63 163.7 121.5 5.27 4.8 2.40 95.32 1.27 34.73
A2U2 221.9 195.3 11.2 69.2 152.7 114.9 5.13 4.77 2.39 91.63 1.25 32.90
A2U3 209.5 187.4 11.6 74.5 135 101.3 5.08 4.81 2.41 92.26 1.10 33.27
rata-rata 0 0 0.00 0.00 1.21 33.63
A3U1 229.3 195.7 4.2 68.3 161 123.2 5.37 4.94 2.47 102.87 1.20 30.68
A3U2 233.8 198.5 12.3 61.2 172.6 125 5.08 4.8 2.40 91.88 1.36 38.08
A3U3 227.2 203 11.6 62.6 164.6 128.8 5.15 4.92 2.46 97.86 1.32 27.80
rata-rata 0 0 0.00 0.00 1.29 32.19
A4U1 219.1 196.6 9.7 61.6 157.5 125.3 5.12 4.88 2.44 95.71 1.31 25.70
A4U2 218.2 196.2 12.2 60.3 157.9 123.7 5.13 4.86 2.43 95.12 1.30 27.65
A4U3 231.2 188.8 9.6 44.6 186.6 134.6 5.37 4.9 2.45 101.21 1.33 38.63
rata-rata 0 0 0.00 0.00 1.31 30.66
A5U1 215.7 195.1 10.5 61.6 154.1 123 5.19 4.93 2.47 99.02 1.24 25.28
A5U2 218.2 181.4 4.6 40.4 177.8 136.4 5.06 4.78 2.39 90.76 1.50 30.35
A5U3 219.6 197.8 12.1 63.3 156.3 122.4 4.9 4.86 2.43 90.85 1.35 27.70
rata-rata 0 0 0.00 0.00 1.36 27.78
A6U1 212.6 194.6 11.6 62 150.6 121 5.17 4.88 2.44 96.65 1.25 24.46
A6U2 218.8 196.4 5 64.3 154.5 127.1 5.2 4.82 2.41 94.83 1.34 21.56
A6U3 221.5 192.2 4.9 63.1 158.4 124.2 5.18 4.74 2.37 91.36 1.36 27.54
rata-rata 0 0 0.00 0.00 1.32 24.52
A7U1 231.1 197.1 9.9 60.9 170.2 126.3 5.16 4.81 2.41 93.72 1.35 34.76
A7U2 225.41 198.1 13.1 74.5 150.91 110.5 5.1 4.81 2.41 92.63 1.19 36.57
A7U3 214.7 199.3 12.2 64.9 149.8 122.2 5.18 4.74 2.37 91.36 1.34 22.59
rata-rata 0 0 0.00 0.00 1.29 31.30
A8U1 243.6 207.6 6 65.5 178.1 136.1 5.15 4.97 2.49 99.86 1.36 30.86
A8U2 239.1 201.3 10.2 63.5 175.6 127.6 5.25 4.91 2.46 99.36 1.28 37.62
A8U3 240.8 208.5 10.4 62.4 178.4 135.7 5.18 5.22 2.61 110.80 1.22 31.47
rata-rata 0 0 0.00 0.00 1.29 33.31
A9U1 201 163.5 8.5 63.7 137.3 91.3 5.16 4.91 2.46 97.65 0.93 50.38
A9U2 219.93 177.1 6.8 62.5 157.43 107.8 5.2 4.76 2.38 92.49 1.17 46.04
A9U3 228.2 181.8 11.5 64.3 163.9 106 5.08 4.85 2.43 93.80 1.13 54.62
rata-rata 1.08 50.35
perlakuan
1 2 3 jumlah rata-rata
A0 17.20 17.79 16.57 51.57 17.19
A1 37.12 35.78 27.86 100.75 33.58
A2 34.73 32.90 33.27 100.90 33.63
A3 30.68 38.08 27.80 96.56 32.19
A4 25.70 27.65 38.63 91.98 30.66
A5 25.28 30.35 27.70 83.33 27.78
A6 24.46 21.56 27.54 73.56 24.52
A7 34.76 36.57 22.59 93.91 31.30
A8 30.86 37.62 31.47 99.94 33.31
A9 50.38 46.04 54.62 151.04 50.35
Jumlah 311.18 324.33 308.03 943.54
rata-rata 31.12 32.43 30.80 31.45
ulangan
r(ulangan) 3 analisis bnj
t(perlakuan) 10
db total 29 sd 2.730271159
db perlakuan 9 bnj tabel 4.96
db kelompok 2 bnj hitung 13.54214495
db Galat 18
FK 29675.76 perlakuan rata-rata
JK Total 2325.63 A9 50.35
JK Kelompok 14.96 A6 33.81
JK Perlakuan 1908.14 A8 33.58
JK Galat 402.54 A1 33.50
KT Kelompok 7.48 A4 32.52
KT Perlakuan 212.02 A3 31.33
KT Galat 22.36 A2 30.77
F Hitung Kelompok 0.33 A7 27.82
F Hitung Perlakuan 9.48 A5 22.77
KK 15.04 A0 17.19
SY 2.73
Bobot volume
ulangan
Perlakuan 1 2 3 Jumlah Perlakuan Rata-
rata
A0 1.66 1.60 1.37 4.64 1.55
A1 1.17 1.25 1.29 3.71 1.24
A2 1.27 1.25 1.10 3.63 1.21
A3 1.20 1.36 1.32 3.87 1.29
A4 1.31 1.30 1.33 3.94 1.31
A5 1.24 1.50 1.35 4.09 1.36
A6 1.25 1.34 1.36 3.95 1.32
A7 1.35 1.19 1.34 3.88 1.29
A8 1.36 1.28 1.22 3.87 1.29
A9 0.93 1.17 1.13 3.23 1.08
Jumlah kelompok 12.76 13.26 12.80 38.81
Rata-Rata 1.28 1.33 1.28 1.29
r(ulangan) 3
t(perlakuan) 10
db total 29
db perlakuan 9
db kelompok 2
db Galat 18
FK 50.22001753
JK Total 0.56
JK Kelompok 0.015298247 JK Perlakuan 0.380710908 JK Galat 0.167493808 KT Kelompok 0.007649123 KT Perlakuan 0.042301212 KT Galat 0.009305212 F Hitung
Kelompok 0.822025735
F Hitung
Perlakuan 4.54596993
KK 7.455646756
SY 0.055693242
sd 0.055693242
bnj tabel 4.96 bnj hitung 0.27623848 perlakuan rata-rata
A0 1.55
A2 1.36
A4 1.32
A6 1.31
A7 1.29
A1 1.29
A5 1.29
A8 1.24
A3 1.21
A9 1.08
analisis bnj
Total ruang pori