• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Product Characteristics terhadap Halal Cosmetics

BAB II LANDASAN TEORI

2.3 Rerangka Konseptual

2.3.1 Pengaruh Product Characteristics terhadap Halal Cosmetics

NO

Penelitian &

Tahun

Judul Penelitian Variabel Penelitian

Hasil Penelitian

8 (Prawitasari, 2016)

Pengaruh Brand Image Pada Sikap Terhadap Produk dan Minat Beli Brand Wardah di antara Konsumen Berhijab vs Non

Hijab dan

Religiusitas Tingg vs Religiusitas Rendah

Brand Image, Sikap Terhadap Produk,

Niat Beli

Konsumen, Karakteristik Konsumen.

Brand Image berpengaruh positif pada

sikap terhadap produk, sementara sikap terhadap produk berpengaruh positif pada minat beli. terdapat perbedaan pengaruh brand image pada sikap terhadap produk di antara konsumen religiusitas tinggi vs religiusitas rendah.

Sumber : pengolahan Informasi dilakukan oleh peneliti dengan MS. World 2016

konsumen yang berkaitan dengan informasi seputar jenis produk, diferensiasi produk, dan tangibilitas produk (Teck Weng & Cyril de Run, 2013). Lebih lanjut (Kotler & Amstrong, 2013) menyatakan bahwa karakteristik produk mewakili kualitas produk untuk memberikan kepuasan dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Kepuasan konsumen tentu timbul dikarenakan adanya benefit atau manfaat yang ditawarkan oleh produk tersebut, dalam konteks produk halal karakteristik produk hadir dengan nilai-nilai yang dijadikan dasar sebagai ciri dan identitas produk yang menurut (Ahmad, 2015) mencakup hal berikut ini:

1. Purity

Memiliki arti “kemurnian” atau kesucian. Didalam konsep produk halal, kata ini diartikan sebagai suatu sifat yang mengutamakan kualitas serta didukung dengan produk yang bersih, murni dan alami. Produk diproduksi dengan menjaga autentisitas dan tidak berkenaan dengan sesuatu yang dilarang. Produk halal ditawarkan dengan kualitas terbaik yang mencakup nilai etis dan kebajikan.

2. Safety

“keselamatan” yang memiliki arti bahwa produk bebas dari bahaya, resiko cedera, dan kerusakan. Hal ini dapat didefinisikan bahwa suatu produk harus aman dikonsumsi, tidak berbahaya dan beresiko untuk konsumen.

Akan menjadi suatu presepsi yang positif bagi konsumen, apabila produk juga memproyeksikan atribut keamanan.

3. Righteousness

“Kebenaran”, dalam prespektif islam suatu produk harus menjunjung nilai kebajikan dan moralitas. Dimana produk tersebut menghadirkan sesuatu yang baik bagi konsumen dan kemaslahatan untuk semua orang.

Merujuk kepada nilai-nilai tersebut karakteristik produk kosmetik halal diwakilkan dengan berbagai manfaat didalamnya, yaitu dengan mengedepankan nilai halal- ness maka proses produksi kosmetik halal dilakukan melalui prosedur sertifikasi, dimana kegiatan produksi mencakup semua aspek termasuk proses produksi yang dilakukan secara ketat dan higienis sesuai dengan Good Manufacturing Practice

(GMP) dan undang-undang kesehatan (Mohezar et al., 2016). Sertifikasi halal memastikan bahwa kosmetik halal bermutu tinggi dan merupakan produk etis, yaitu produk yang sesuai dengan hukum Islam, tetap berada dalam parameter yang dirancang untuk kesehatan dan keselamatan serta bermanfaat bagi setiap konsumen (Hashim & Mat Hashim, 2013).

Lebih lanjut faktor terpenting didalam pemilihan produk kosmetik adalah terkait dengan kandungan dan bahan dasar pembuatan produk, karena menyangkut apa yang akan dikonsumsi oleh konsumen. Dikutip dari penilitian (Hashim & Mat Hashim, 2013) dijelaskan bahwa bahan baku serta penggunaan kandungan pada produk kosmetik halal diatur dalam prosedur sertifikasi yang mengikuti standar syariah, diantaranya sumber bahan baku berasal dari hewan halal, tumbuhan, mikroorganisme, bahan kimia, tanah, dan air yang tidak berbahaya dan najs.

Sedangkan keberadaan kandungan alkohol, khususnya etanol dalam kosmetik yang menjadi perhatian tersendiri bagi konsumen muslim telah disampaikan oleh (Hashim & Mat Hashim, 2013) berdasarkan rujukan standar sertifikasi halal malaysia (DSM, 2008) penggunaan alkohol industri diizinkan untuk memproduksi obat-obatan dan kosmetika, namun penggunaan alkohol dilarang apabila sumber bahan baku berasal dari minuman beralkohol. Selain itu Produk kosmetik halal tidak diperbolehkan mengandung atau terkontaminasi dengan produk yang berasal dari babi, kolagen (berasal dari hewan haram), keratin, albumin, dan plasenta (berasal dari bagian manusia) dikarenakan bersifat haram. Jaminan akan kandungan yang aman merupakan salah satu karakteristik dari produk halal yang menunujukan kualitas produk kosmetik halal. Lebih lanjut kualitas produk merupakan salah satu pertimbangan terpenting didalam keputusan pembelian yang berpengaruh terhadap preferensi konsumen muslim. Sebelum konsumen menentukan pilihan akan suatu produk, mereka cenderung akan mencari tahu terlebih dahulu kualitas dari produk tersebut. Biasanya kualitas produk dapat dilihat dari komposisi produk yang tertera pada kemasan atau konsumen juga dapat melihat dari ulasan testimonialnya (Lutfie, 2015). Produk kosmetik halal yang diproduksi dengan menggunakan bahan alami yang baik bagi kulit, tentu produk ini tidak hanya baik digunakan untuk para muslim namun juga mereka yang non-muslim. Untuk itu konsumen muslim cenderung akan

melakuakan pembelian kembali apabila karakteristik produk seperti bahan, tekstur, dan aspek perfoma produk sesuai dengan apa yang konsumen harapkan (Khraim, 2011).

Hasil penellitian (Mohezar et al., 2016) telah membuktikan bahwa karakteristik produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi kosmetik halal, dimana karakteristik produk kosmetik halal erat dicirikan sebagai simbol kebersihan, keamanan, dan berkualitas tinggi sehingga menarik konsumen untuk menggunakan produk dari kosmetik halal. Faktanya adalah pola konsumen muslim juga sejalan dengan segmen pasar yang menuntut akan produk kosmetik yang sehat dan berkualitas serta juga memenuhi persyaratan syariah. Untuk itu dengan adanya label halal dapat memfasilitasi banyak muslim untuk dapat mengidentifikasi kosmetik halal dengan mudah. Sedangkan (Ali et al., 2016) menyampaikan bahwa produk kosmetik halal tidak hanya diminati oleh muslim namun juga konsumen non-muslim yang lebih memilih produk kosmetik halal dikarenakan produk kosmetik halal memiliki karakteristik : produk alami yang eco- ethical, ramah lingkungan, organik dan hijau, serta memberikan banyak manfaat dan aman untuk digunakan. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :

H1: Product characteristics berpengaruh positif terhadap Halal Cosmetics Preference

2.3.2 Pengaruh Social Influence terhadap Halal Cosmetics Preference