• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN

4.4 Analisis Hasil Full Test

4.4.5 Regresi Linear Berganda (Multiple Regression

Uji Koefisien Determinasi ditujukan untuk menentukan proporsi atau presentase total variasi dalam variabel dependen yang diterangkan oleh variabel independen. Untuk mengetahui determinasi variabel yang diteliti dapat melihat tabel berikut ini :

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate

1 ,695a ,483 ,472 ,79975

a. Predictors : (Constant), CI,SI, PC b. Dependent Variable: HCP

Sumber : Hasil pengolahan data dilakukan oleh peneliti dengan SPSS 24

Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinasi ditemukan beberapa hal yang dapat diterangkan sebagai berikut :

1. Diketahui berdasarkan hasil pengujian yang tertera pada tabel diatas, R yang disebut juga sebagai koefisien korelasi memiliki nilai sebesar 0,695. Mengandung arti bahwa hubungan antara variabel Product Characteristics (X1), Social Influence (X2), Consumer Innovativeness (X3) terhadap Halal Cosmetics Preference (Y) adalah 0,695.

2. Adjusted Rsquare (R2) memiliki hasil nilai 0,472 sehingga dapat di interpretasikan kontribusi variabel Product Characteristics, Social Influence, Consumer Innovativeness dalam menjelaskan variabel Halal Cosmetics Preference sebesar 47,2%, sementara selisihnya sebesar 100% - 47,2% = 52,8% dijelaskan oleh sebab lain diluar variabel yang di uji.

3. Std. Error of The Estimate merupakan kesalahan standar dari penaksiran yang bernilai 0,79975.

4.4.5.2. Uji Koefisien Regresi Simultan (Uji Statistik F)

Uji F pada dasarnya ditujukan untuk mengetahui apakah variabel independen yang terdiri dari Product Characteristics, Social Influence, Consumer Innoavativeness berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen yang diwakili oleh Halal Cosmetics Preference. Penilaian dapat dilakukan dengan melihat nilai signifikansi pada tabel ANOVA, yaitu dengan ketentuan Apabila nilai siginifikansinya ≤ 0,05 berarti Ho ditolak, sedangkan jika nilai signifikansinya ≥ 0,05 berarti Ho diterima. Hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut :

a. Ho : bi = 0, artinya Product Characteristics, Social Influence, Consumer Innoavativeness tidak memiliki pengaruh terhadap Halal Cosmetics Preference.

b. Ha : bi ≠ 0, artinya Product Characteristics, Social Influence, Consumer Innoavativeness memiliki pengaruh terhadap Halal Cosmetics Preference.

ANOVAa

Model Sum of

Squares Df Mean

Square F Sig.

1 Regression 87,273 3 29,091 45,484 ,000b

Residual 93,381 146 ,640

Total 180,654 149

a. Dependent Variable: HCP b. Predictors: (Constant), CI, SI, PC

Sumber : Hasil pengolahan data dilakukan oleh peneliti dengan SPSS 24

Berdasarkan hasil pengujian yang tertera pada Tabel ANOVA diatas diketahui bahwa nilai sig. Dengan taraf sinifikansi (α) sebesar (0,000), untuk itu didapatkan perbandingan nilai sig ≤ α atau diintepretasikan (0,000 ≤ 0,05). Karena nilai sig. ≤ α mempunyai probabilitas yang lebih kecil dari 0,05 maka dapat dinyatakan Ha diterima dan Ho ditolak.

Lebih lajut Uji F ditujukan untuk menentukan apakah model penaksiran yang digunakan sudah tepat atau tidak dan varibel dependen berhubungan linear terhadap variabel independen. Untuk itu penilaian dilakukan dengan membandingkan antara Fhitung pada tabel Anova dengan Ftabel.

Diketahui :

Fhitung = 45,484 Ftabel :

- Taraf signifikansi 5%

- df1 = k – 1, (df1 = Jumlah variabel – 1)

df2 = n – k, (df2 = Jumlah data – jumlah variabel) - df1 = 4 – 1

= 3 - df2 = 150 – 4 = 146 Ftabel = 2,67

Oleh karena Fhitung > Ftabel (45,484 > 2,67), sehingga dapat disimpulkan bahwa model linear. Ho ditolak dan Ha diterima atau dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel independen Product Characteristics, Social Influence, Consumer Innovativeness terhadap variabel dependen Halal Cosmetics Preference.

4.4.5.3 Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t)

Uji t statistik pada dasarnya ditujukan untuk mengetahui suatu variabel independen pada model regresi (Product Characteristics, Social Influence, Consumer Innovativeness) dapat dinyatakan mempengaruhi dan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Halal Cosmetics Preference).

Penentuan nilai signifikansi ditentukan sesuai dengan (α = 0,05), yaitu jika suatu variabel independen dinyatakan mempengaruhi variabel dependen apabila nilai Sig.

≤ 0,05. Dasar pengambilan keputusan uji t akan dilakukan sebagaimana berikut ini:

1. Hipotesis (Ho) dan (Ha) akan diajukan dengan ketentuan berikut :

a. Ho : bi = 0, artinya suatu variabel independen tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen.

b. Ha : bi ≠ 0, artinya suatu variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen.

2. Penentuan variabel independen akan dinyatakan mempengaruhi atau Ho dan Ha akan diterima atau ditolak berdasarkan Taraf signifikan (α = 0,05)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1,699 ,439 3,871 ,000

PC ,664 ,067 ,621 9,850 ,000

SI ,117 ,066 ,112 1,784 ,076

CI -,109 ,044 -,149 -2,457 ,015

a. Dependent Variable : HCP

Sumber : Hasil pengolahan data dilakukan oleh peneliti dengan SPSS 24 Hasil :

1. Pengaruh Product Characteristics terhadap Halal Cosmetics Preference :

a. Ho1 : Product Characteristics tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek.

b. Ha1 : Product Characteristics berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek.

Berdasarkan tabel koefisien yang diperoleh, diketahui Product Characteristics memiliki nilai Sig. 0,000 < 0,05 artinya Ha1 diterima dan Ho1 ditolak untuk itu dapat dinyatakan bahwa variabel Product Characteristics berpengaruh signifikan terhadap terhadap preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek. Hasil hipotesis ini konsisten dengan penelitian sebelumnya (Mohezar et al., 2016) yang menyatakan bahwa karakteristik produk kosmetik halal erat dicirikan sebagai simbol kebersihan, keamanan, dan berkualitas tinggi sehingga menarik konsumen untuk menggunakan produk dari kosmetik halal.

2. Pengaruh Social Influence terhadap Halal Cosmetics Preference : a. Ho2 : Social Influence tidak berpengaruh signifikan terhadap

preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek.

b. Ha2 : Social Influence berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek.

Berdasarkan tabel koefisien yang diperoleh, diketahui Social Influence memiliki nilai Sig. 0,076 > 0,05 artinya Ho2 diterima dan Ha2 ditolak untuk itu dapat dinyatakan bahwa variabel Social Influence tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek. Hasil hipotesis ini tidak sesuai dengan penelitian sebelumnya (Mohezar et al., 2016) yang menyatakan preferensi konsumen terhadap kosmetik halal dibentuk dari adanya pengaruh sosial dan pendapat kelompok seperti refrensi dari keluarga dan teman.

Sementara pada penelitian ini ditemukan orang-orang disekitar konsumen wardah tidak memberikan pengaruh

secara langsung terhadap preferensi konsumen didalam memilih produk dari Wardah Cosmetics.

3. Pengaruh Consumer Innovativeness terhadap Halal Cosmetics Preference :

a. Ho3 : Consumer Innovativeness tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek.

b. Ha3 : Consumer Innovativeness berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek.

Berdasarkan tabel koefisien yang diperoleh, diketahui Consumer Innovativeness memiliki nilai Sig. 0,015 < 0,05 artinya Ha3 diterima dan Ho3 ditolak untuk itu dapat dinyatakan bahwa variabel Consumer Innovativeness berpengaruh signifikan terhadap Halal Cosmetics Preference. Koefisien regresi Consumer Innovativeness bernilai negatif (-109) yang artinya terjadi hubungan negatif antara CI dengan HCP, Apabila pada hipotesis sebelumnya dinyatakan bahwa menurut (Mohezar et al., 2016) Semakin tingginya tingkat inovasi didalam diri seorang muslim maka konsumen tersebut akan bereaksi secara proaktif terhadap inovasi produk baru dan terbuka terhadap produk-produk baru yang berasalkan dari produk halal. Maka pada hipotesis kali ini memiliki hubungan berkebalikan, yang dapat diinterpretasikan semakin tingginya tingkat Innovativeness pada konsumen maka konsumen tidak prefer untuk menggunakan Wardah Cosmentics.