• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Religiositas Sebagai Moderator Pembentukan Preferensi Kosmetik Halal di Wardah Cosmetics

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Peranan Religiositas Sebagai Moderator Pembentukan Preferensi Kosmetik Halal di Wardah Cosmetics"

Copied!
158
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Saat ini konsumen mulai memperhatikan produk halal sebagai salah satu produk pilihan untuk memenuhi kebutuhan konsumen (Rezai, Mohamed, Shamsudin, & C, 2009). Proses produksi yang ketat memastikan produk halal diakui sebagai produk yang bersih, aman dan berkualitas tinggi (Mohezar, Zailani, & Zainuddin, 2016).

Tabel 1.1 Islmaic Population
Tabel 1.1 Islmaic Population

Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa karakteristik produk berpengaruh positif terhadap preferensi Kosmetik Halal terhadap produk Kosmetik Wardah. Penelitian ini membuktikan bahwa pengaruh sosial berpengaruh positif terhadap preferensi Kosmetik Halal terhadap produk Kosmetik Wardah.

Rumusan Permasalahan

Maksud dan Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini berkaitan dengan Halal Cosmetics Preference yang bertujuan untuk menilai preferensi konsumen terhadap produk kosmetik halal, dimana observasi dilakukan pada Wardah Cosmetics. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa atribut produk berpengaruh positif terhadap preferensi konsumen dari Wardah Cosmetics.

LANDASAN TEORI

Tinjauan Pustaka

  • Islamic Marketing
  • Kosmetik Halal
  • Karakteristik Produk
  • Pengaruh Sosial
  • Difusi Inovasi
  • Konsumen Inovatif
  • Religiusitas
  • Islam dan Perilaku Konsumen Muslim
  • Preferensi Konsumen

Produk kecantikan halal juga dikenal sebagai produk yang murni, aman (tidak berbahaya) dan berkualitas tinggi (Mohezar et al., 2016). Menurut (Ali et al., 2016), produk yang dianggap produk halal harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.

Penelitian Terdahulu

Sikap Terhadap Halal, Norma Subyektif, Agama Interpersonal dan Religiusitas Intrapersonal berpengaruh positif terhadap Niat Membeli Produk Halal di Pakistan. Label Halal mempunyai pengaruh positif terhadap citra merek, namun citra merek tidak mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian.

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Rerangka Konseptual

  • Pengaruh Product Characteristics terhadap Halal Cosmetics
  • Pengaruh Social Influence terhadap Halal Cosmetics
  • Pengaruh Consumer Innovativeness terhadap Halal Cosmetics
  • Pengaruh Religiosity yang Memoderasi Product Characteristics,

Selain itu, produk kosmetik halal juga tidak boleh mengandung produk yang berasal dari babi, kolagen (dari hewan haram), keratin, albumin, dan plasenta (dari bagian tubuh manusia) karena haram. Jaminan bahan yang aman merupakan salah satu ciri produk halal yang menunjukkan kualitas produk kosmetik halal. Hasil penelitian (Mohezar et al., 2016) membuktikan bahwa atribut produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi kosmetik halal, dimana atribut kosmetik halal kini dicirikan sebagai simbol kebersihan, keamanan dan kualitas yang tinggi sehingga menarik konsumen. untuk menggunakan produk kosmetik halal.

Penelitian (Mohezar et al., 2016) membuktikan bahwa konsumen inovatif mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi mengadopsi kosmetik halal. Penelitian (Mohezar et al., 2016) membuktikan bahwa religiusitas menjadi faktor pendukung yang mempengaruhi preferensi kosmetik halal.

Model Penelitian

Dari gambaran model penelitian terlihat bahwa variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga bagian, antara lain variabel terikat, variabel bebas, dan variabel moderasi. Variabel terikat yang digunakan dalam model penelitian ini adalah Halal Cosmetics Preference (HCP). Variabel bebas atau bisa disebut juga prediktor adalah variabel yang menjelaskan dan mempengaruhi variabel terikat.

Variabel terikat yang digunakan dalam model penelitian ini adalah Product Features (PC), Social Influence (SI), Consumer Innovation (AI). Merupakan variabel yang berperan memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variabel independen dan variabel dependen.

Hipotesis

Ho4a: Religiusitas tidak mempunyai pengaruh moderasi yang signifikan terhadap hubungan karakteristik produk dengan preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek. Ha4a: Religiusitas secara signifikan memoderasi hubungan karakteristik produk dengan preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek. Ho4b: Religiusitas tidak memoderasi secara signifikan hubungan antara pengaruh sosial dan preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek.

Ho4c: Religiusitas tidak mempunyai pengaruh moderasi yang signifikan terhadap hubungan inovasi konsumen dengan preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek. Ha4c: Religiusitas secara signifikan memoderasi hubungan antara inovasi konsumen dan preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek.

METODE PENELITIAN

  • Objek Penelitian
  • Desain Penelitian
  • Metode Penghimpunan Data
    • Data Primer
    • Data Sekunder
    • Populasi dan Sampel
  • Operasionalisasi Variabel
  • Metode Analisis Data
    • Uji Reabilitas dan Validitas
    • Uji Asumsi Klasik
    • Analisis Regresi

Penelitian kali ini bertujuan untuk melihat preferensi konsumen terhadap kosmetik Wardah di wilayah Jabodetabek. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sekitar konsumen Wardah mempunyai pengaruh langsung terhadap preferensi konsumen dalam memilih produk dari Wardah Cosmetics. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Social Influence mempengaruhi preferensi konsumen Wardah ketika memutuskan menggunakan produk dari Wardah Cosmetics.

Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan rendahnya tingkat inovasi di kalangan konsumen Wardah, sehingga konsumen tersebut akan semakin memilih menggunakan produk dari Wardah Cosmetics. Selain menguji pengaruh moderasi religiusitas terhadap hubungan atribut produk, pengaruh sosial dan inovasi konsumen dengan preferensi Kosmetik Halal, dilakukan observasi terhadap produk Kosmetik Wardah.

ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Wardah Cosmetics merupakan merek kosmetik yang dikenal sebagai pionir produk kosmetik halal di Indonesia dengan sertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Didirikan pada tahun 1985, brand kosmetik Wardah terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan muslimah di Indonesia. Di bawah naungan PT Paragon Technology & Innovation (PTI), merek kosmetik Wardah terus berkembang menjadi pemimpin pasar kosmetik wanita muslim di Indonesia.

Seiring dengan semakin meningkatnya tren gaya hidup halal dan fashion muslim di Indonesia, hal ini menciptakan peluang besar bagi merek kosmetik Wardah untuk menjangkau pangsa pasarnya. Saat ini Wardah Cosmetics juga mulai memposisikan diri sebagai kosmetik premium, diiringi dengan pertumbuhan ekonomi yang positif di kalangan umat Islam kelas menengah dan atas.

Profil Responden

  • Usia
  • Domisili
  • Pendidikan Terakhir
  • Jenis Pekerjaan
  • Penghasilan
  • Intensitas Pembelian
  • Preferensi Brand Cosmetics
  • Karakteristik Sampel

Responden dalam penelitian ini berasal dari latar belakang, usia, pendidikan dan tingkat pendapatan yang berbeda-beda, dan kami berharap dengan menyajikan data yang menunjukkan profil konsumen kosmetik Wardah dapat menggambarkan segmentasi pasar kosmetik Wardah dan mempermudah. proses analisis dalam penelitian saat ini. . Dari data yang diambil dari 150 responden yang semuanya memiliki tingkat pendapatan yang sangat berbeda-beda, melihat tingkat pendapatan para responden tersebut tentunya dapat menggambarkan pula daya beli konsumen kosmetik Wardah. Untuk mengetahui seberapa intensif konsumen dalam membeli dan memilih produk Wardah Cosmetics, penelitian ini juga mengkaji data responden yang pernah membeli Wardah Cosmetics dalam 3 bulan terakhir.

Untuk menganalisis sejauh mana sebenarnya konsumen memiliki preferensi terhadap produk dari Wardah Cosmetics dibandingkan. Setidaknya (73%) atau 109 konsumen dari 150 responden menyatakan Ya bahwa mereka menggunakan produk kosmetik lain selain produk Kosmetik Wardah, sedangkan sekitar 41 responden (27%) menyatakan tidak menggunakan kosmetik lain kecuali Kosmetik Wardah.

Gambar 4.5 Penghasilan
Gambar 4.5 Penghasilan

Analisis Hasil Pre-Test (Uji Validitas & Realibilitas)

  • Uji Validitas Pre-Test
  • Uji Realibilitas Pre-Test

Suatu pengukuran dapat dinyatakan valid apabila memenuhi syarat nilai MSA idealnya > 0,5 dan loading faktor ≥ 0,7. Untuk melihat konsistensi data pada saat pengukuran kembali responden, maka dilakukan uji reliabilitas pada pretest survei ini. Dari hasil uji reliabilitas data pada data Pre-Test diketahui bahwa variabel pengaruh sosial mempunyai nilai Cronbach’s alpha kurang dari standar minimal yaitu (SI = 0,466 < 0,7), oleh karena itu dinyatakan tidak reliabel.

Tabel 4.3.1.2    Hasil Uji Validitas Pre-Test
Tabel 4.3.1.2 Hasil Uji Validitas Pre-Test

Analisis Hasil Full Test

  • Uji Validitas
  • Uji Realibilitas
  • Uji Asumsi Klasik
    • Uji Normalitas Data
    • Uji Autokorelasi
    • Uji Multikolonieritas
    • Uji Heteroskedastisitas
  • Uji Regresi dan Analisis Hipotesis
  • Regresi Linear Berganda (Multiple Regression
    • Koefisien Determinasi (Adjusted R 2 )
    • Uji Koefisien Regresi Simultan (Uji Statistik
    • Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji
  • Moderated Regression Analysis (MRA)
    • Religiosity memoderasi hubungan antara Product
    • Religiosity memoderasi hubungan antara Social
    • Religiosity memoderasi hubungan antara Consumer
  • Analisis Tambahan

Uji F pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen yang terdiri dari atribut produk, pengaruh sosial, inovasi konsumen berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen yaitu preferensi kosmetik halal. Ho ditolak dan Ha diterima atau dapat dikatakan terdapat pengaruh signifikan secara bersama-sama antara variabel independen Atribut Produk, Pengaruh Sosial, Inovatif Konsumen terhadap variabel dependen Preferensi Kosmetik Halal. Uji statistik t pada dasarnya dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel independen dalam model regresi (Fitur Produk, Dampak Sosial, Inovatif Konsumen) dapat diketahui berpengaruh dan signifikan secara parsial terhadap variabel dependen (Preferensi Kosmetik Halal).

Nilai signifikansi ditentukan berdasarkan (α = 0,05) yaitu jika dinyatakan suatu variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat jika Sig. Dinyatakan bahwa penentuan variabel independen mempengaruhi diterima atau ditolaknya Ho dan Ha berdasarkan tingkat signifikansi (α = 0,05).

Tabel 4.4.2.1 Hasil Uji Realibilitas Main-Test
Tabel 4.4.2.1 Hasil Uji Realibilitas Main-Test

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Hasil Uji Pengaruh Product Characteristics terhadap Halal
  • Hasil Uji Pengaruh Social Influence terhadap Halal Cosmetics
  • Hasil Uji Pengaruh Consumer Innovativeness terhadap Halal
  • Hasil Uji Pengaruh Religiosity yang memoderasi hubungan

Dapat diketahui bahwa Karakteristik Produk mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan preferensi konsumen Wardah dalam memilih Wardah Cosmetics sebagai produk kosmetiknya. Konsumen Wardah pada penelitian ini cenderung setuju bahwa Wardah Cosemtics merupakan produk yang berkualitas, mereka merasa aman dan nyaman ketika menggunakan produk tersebut sehingga persepsi baik terhadap kinerja produk tersebut meningkatkan preferensi konsumen dalam menggunakan Wardah Cosmetics. Hal ini menunjukkan perlunya konsumen Wardah untuk menunjukkan legitimasi atau pengakuan sosial ketika ingin menggunakan produk dari Wardah Cosmetics.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hanya sebagian kecil konsumen Wardah yang teridentifikasi memiliki tingkat inovasi tinggi dan sebagian besar konsumen Wardah memiliki tingkat inovasi rendah. Untuk itu dalam penelitian ini religiusitas terbukti sangat kuat perannya sebagai variabel independen yaitu sebagai prediktor yang berdampak langsung terhadap terbentuknya Preferensi Kosmetik Halal pada konsumen Wardah Jabodetabek.

Implikasi Managerial

Berdasarkan hasil nyata perhitungan nilai rata-rata karakteristik produk menunjukkan hal positif bahwa konsumen Wardah memberikan persetujuannya jika produk dari Wardah Cosmetics mempunyai performa dan kualitas yang baik ketika digunakan oleh konsumen dengan nilai rata-rata (5,392). Faktor Pengaruh Sosial Berdasarkan hasil perhitungan nilai rata-rata yang nyata mempunyai nilai rata-rata sebesar (4,930) yang berarti bahwa orang-orang disekitar konsumen mempunyai pengaruh terhadap preferensi konsumen dalam memilih produk dari Wardah Cosmetics. Hal ini didukung dengan hasil pernyataan pengukuran yang meminta konsumen mempertimbangkan saran orang disekitarnya. Analisis akan dilakukan berdasarkan hasil nilai rata-rata yang mencakup tanggapan nyata konsumen berdasarkan preferensi mereka terhadap penggunaan sebenarnya produk kosmetik Wardah.

Kelompok usia (26 – 35 tahun) diketahui mempunyai mean real value in social effect yang paling tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya, artinya pada segmentasi ini konsumen cenderung mempertimbangkan rekomendasi orang disekitarnya dalam memilih produk dari Wardah Cosmetics. . . Wardah Cosmetics disarankan untuk mengevaluasi kembali apakah setiap lini produknya dapat menjangkau segmen konsumen Wardah yang berbeda saat ini.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Penelitian ini berkaitan dengan preferensi konsumen, dimana studi empiris ini dilakukan dengan menguji pengaruh Fitur Produk, Pengaruh Sosial dan Inovatif Konsumen terhadap Preferensi Kosmetik Halal. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis yang dilakukan pada bab sebelumnya, peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut. Religiusitas tidak memoderasi pengaruh positif hubungan atribut produk dengan preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek.

Religiusitas tidak memoderasi pengaruh positif hubungan pengaruh sosial dengan preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek. Religiusitas tidak memoderasi pengaruh positif hubungan antara inovasi konsumen dengan preferensi konsumen Kosmetik Wardah di Jabodetabek.

Saran

Peneliti selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan faktor religiusitas sebagai prediktor atau variabel independen dalam pembentukan Preferensi Kosmetik Halal. Pada dasarnya penelitian ini telah membuktikan bahwa religiusitas bukanlah sebuah moderator namun berperan sebagai faktor independen yang berhubungan langsung dengan Preferensi Kosmetik Halal. Peneliti selanjutnya perlu menambahkan lebih banyak indikator pada variabel Karakteristik Produk, karena pada penelitian saat ini indikator-indikator tersebut dirasakan masih terbatas dan sangat sederhana, sehingga perlu menambahkan lebih banyak indikator yang dapat mencakup variansi dalam konteks kualitas produk yang lebih luas dalam penilaian. preferensi konsumen dalam penelitian Preferensi Kosmetik Halal.

Berdasarkan hal tersebut, diharapkan penelitian Preferensi Kosmetik Halal kedepannya mampu mengukur dan menganalisis studi empiris dengan menghasilkan penelitian yang lebih baik dan bermanfaat. Kekhawatiran tentang kehalalan produk makanan berlabel halal di kalangan konsumen Muslim di Malaysia: Evaluasi faktor demografi terpilih, 65-73.

Gambar

Tabel 1.1 Islmaic Population
Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1  Model Penelitian
Gambar 4.5 Penghasilan
+7

Referensi

Dokumen terkait