• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Model Pembelajaran

BAB 2 TINJAUAN TEORETIK

D. Pengembangan Model Pembelajaran

teori pendukung pengembangan model yang dijelaskan terdahulu dan dengan memperhatikan saran dari Gall, tokoh penelitian dan pengembangan, serta saran Suparman, tokoh teknologi pendidikan dan ahli penelitian dan pengembangan di Indonesia, pengembangkan memutuskan untuk mengikuti langkah-langkah pengembangan Dick and Carey dalam dalam mengembangkan paket pembelajaran filsafat.pendidikan.Islam.berbasis.berpikir.kritis.ini..Prinsip.

kerja pengembangan Dick and Carey yang sistematis diharapkan berkontribusi posisitif dalam mewujudkan produk.pengembangan.filsafat.pendidikan.Islam.yang.efektif.

dan.efisien.dalam.membelajarkan.filsafat.pendidikan.Islam.

pada mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Mataram.

yang lengkap dan berhubungan langsung dengan aktivitas

“revisi”. Pengembangan perangkat pembelajaran dapat dimulai dari titik manapun dalam siklus. Namun menurut Ibrahim32, kurikulum yang berlaku secara nasional di Indonesia berorientasi pada tujuan, maka seyogianya proses pengembangan pembelajaran itu mulai dari tujuan.

Fausner33 berpandangan bahwa seorang pengembang program pembelajaran tidak dapat menciptakan program pembelajaran yang efektif jika hanya mengenal satu model desain. Untuk itu diperlukan adanya pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang model-model desain sistem pembelajaran dan cara mengimplementasinya.

Model desain sistem pembelajaran Menurut Gusftasfon dan Branch.34. . Diklasifikaksikan. menjadi. tiga.

kelompok,. pembagian. klasifikaksi. ini. didasarkan. pada.

orientasi penggunaan model yaitu (1) Classrooms oriented model; (2) Product oriented model; dan (3) System oriented model. Implementasi model desain sistem pembelajaran yang berorientasi pada sistem memerlukan pendukung sumber yang besar dan tenaga ahli yang berpengalaman.

Model ini didasarkan pada asumsi penggunaan perangkat teknologi untuk mewujudkan sasaran. Oleh karena itu langkah analisis kebutuhan dan front end analysis secara intensif perlu dilakukan. Sama seperti model desain yang beorientasi pada produk, model yang tergolong berorintasi sistem senantiasa menerapkan proses.

Selain itu banyak bermunculan pandangan yang lebih baru tentang pengembangan pembelajaran.

32 Ibid, p. 177

33 Benny A Pribadi, Model Desain Sistem Pembelajaran ( Jakarta : Dian Rakyat 2009) p. 87

34 Benny A Pribadi, Op Cit., p. 87

Namun secara umum sampai sekarang tidak pernah melepaskan dari pandangan klasik buah pemikiran dari Tyler35, bahwa pengembangan pembelajaran didasari oleh 4 (empat) pertanyaan mendasar, yaitu:

(1). tujuan pendidikan apa yang harus dicapai; (2).

pengalaman pendidikan apakah yang dapat disediakan untuk mencapai tujuan pendidikan; (3). bagaimana pengalaman pendidikan dapat di kelola secara efektif;

dan (4). bagaimana dapat menentukan bahwa tujuan pendidikan telah dicapai.

Pemecahan masalah belajar secara sistematis untuk menghasilkan program pembelajaran yang efektif dan efisien. merupakan. tujuan. utama. semua. pengembangan.

model pembelajaran. Keragaman model pembelajaran bukan menunjukkan adanya perbedaan dalam tujuan pengembangan model, tetapi lebih pada adanya perbedaan dalam langkah dan desain untuk mewujudkan tujuan. Dick dan Carey, melalui model desain system pembelajarannya menggambarkan pemecahan masalah belajar dilakukan dengan menggunakan desain pembelajaran yang komplit, utuh, dan detail yang meliputi sepuluh langkah pengembangan,.yaitu:.(1).identifikasi.tujuan.pembelajaran.

dan menulis tujuan pembelajaran umum, (2) Melakukan analisis. instruksional,. (3). Mengidentifikasi. perilaku.

dan karakteristik awal mahasiswa, (4) Menulis Tujuan Instruksional Khusus, (5) Mengembangkan instrumen penilaian, (6) Mengembangkan strategi instruksional, (7) Mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, (8) Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, (9)

35http://cari-pdf.com/download/index.php?name=teori%20 model-model%20 pengembangan %20 kurikulum file=eprints. undip. ac.

id/891/2/KSB_Entrepreneur_ Untuk_UNDIP

memperbaiki model pembelajaran berdasarkan hasil evaluasi formatif, dan (10) merancang pelaksanaan evaluasi sumatif. Sharon E. Smaldino dkk, dengan model ASSURE menggambarkan bahwa pemecahan masalah belajar dapat dilakukan dengan menciptakan aktivitas pembelajaran yang.efektif.dan.efisien.di.dalam.kelas..Dimana.efektivitas.

dan. efisiensi. tersebut. dimungkinkan. terjadi. apabila.

pembelajaran menggunakan media dan teknologi.

Penggunaan media dan teknologi dalam pembelajaran yang diikuti dengan proses pembelajaran yang sistematik, penilaian hasil belajar, dan pemberian umpan balik tentang pencapaian hasil belajar secara berkelanjutan, dipandang dapat memicu semangat dan motivasi mahasiswa untuk melakukan aktivitas belajar.

Jerold E. Kemp dkk, dengan model desain pembelajaran yang berbentuk lingkaran menggambarkan bahwa pemecahan masalah belajar hanya bisa dilakukan melalui desain sestem pembelajaran yang kontinyu, dimana perspektif mahasiswa yang akan menempuh proses pembelajaran mendapat perhatian yang prioritas.

Kemp, menggambarkan bahwa kesiapan mahasiswa dalam mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran dan karakteristik mahasiswa, media dan sumber belajar yang tepat, dukungan terhadap keberhasilan belajar mahasiswa, menentukan keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, dan revisi untuk membuat.program.pembelajaran.yang.efektif.dan.efisien.36

Patricia L. Smith dan Tillman J. Ragan menggambarkan bahwa pemecahan masalah belajar dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran yang berbasis teori-teori belajar kognitif, yang berbasis pada prosedur pokok sebagai

36 Pribadi, loc.cit. h.120.

berikut: analisis lingkungan belajar, analisis karakteristik mahasiswa, analisis tugas pembelajaran, menulis butir tes, menentukan strategi pembelajaran, memproduksi program pembelajaran, melaksanakan evaluasi formatif, dan merevisi program pembelajaran.

Seel dan Richey menggambarkan bahwa pemecahan masalah belajar merupakan pekerjaan yang melibatkan teori dan praktek dalam desain , pengembangan, penataan, pengelolaan, dan penilaian pembelajaran.

Desain pembelajaran Seel dan Richey sangat cocok untuk menghasilkan produk bahan pembelajaran, baik dalam tingkat makro (program dan kurikulum) maupun dalam tingkat mikro (pelajaran dan modul).

Uraian di atas menunjukkan bahwa model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pembelajar. Model- model.tersebut.dapat.diklasifikasi.ke.dalam.tiga.kategori,.

yaitu (1) Classrooms oriented models, (2) Product oriented models, dan (3) System oriented model.37 . Model desain pembelajaran yang berorientasi kelas ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembelajar dan mahasiswa. Model desain pembelajaran berorientasi pada produk dengan asumsi adanya program pembelajaran yang dikembangkan dalam kurun waktu yang tertentu. Implementasi model desain berorientasi pada sistem pembelajaran didasarkan

37 Branch, Gustafson , K.L. & Branch, R.M. Survey of Instructional Design Models, (New York: Eric Clearinghouse on IT, Syracuse Univercity, 2002), h. 62.

pada asumsi penggunaan perangkat teknologi untuk mewujudkan sasaran.

Kategorisasi model pembelajaran kedalam tiga model menunjukkan pemecahan masalah belajar sebagai sebuah persoalan yang sangat kompleks, yang membutuhkan ketepatan pembelajar dalam menentukan orientasi pembelajaran, apakah pembelajaran berorientasi proses, produk, ataukah system. Namun, pada saat yang sama, aktivitas pembelajaran sebenarnya tidak dapat dipandang sebagai aktivitas hitam putih yang bergerak antara proses, produk, atau system, melainkan aktivitas yang mengintegrasikan dan mensinergikan antara ketiganya dalam satu kesatuan yang utuh. Integrasi dan sinergi tersebut penting dilakukan untuk menghasilkan pembelajaran. yang. efektif,. efisien,. dan. menarik. dalam.

pembelajaran Filsafat Pendidikan Islam.