BAB 2 TINJAUAN TEORETIK
C. Tujuan Pengembangan Model
Pemecahan masalah belajar secara sistematis untuk menghasilkan program pembelajaran yang efektif dan efisien. merupakan. tujuan. utama. semua. pengembangan.
model pembelajaran. keragaman model pembelajaran bukan menunjukkan adanya perbedaan dalam tujuan pengembangan model, tetapi lebih pada adanya perbedaan dalam langkah dan desain untuk mewujudkan tujuan.
Dick dan Carey,30 melalui model desain system pembelajarannya menggambarkan pemecahan masalah belajar dilakukan dengan menggunakan desain pembelajaran yang komplit, utuh, dan detail yang meliputi sepuluh langkah pengembangan. Sharon E. Smaldino dkk, dengan model ASSURE menggambarkan bahwa pemecahan masalah belajar dapat dilakukan dengan menciptakan aktivitas pembelajaran yang efektif dan efisien. di. dalam. kelas.. Dimana. efektivitas. dan. efisiensi.
tersebut dimungkinkan terjadi apabila pembelajaran menggunakan media dan teknologi. Penggunaan media dan teknologi dalam pembelajaran yang diikuti dengan proses pembelajaran yang sistematik, penilaian hasil belajar, dan pemberian umpan balik tentang pencapaian hasil belajar secara berkelanjutan, dipandang dapat memicu semangat dan motivasi pebelajar untuk melakukan aktivitas belajar.
Kemp,dengan model desain pembelajaran yang berbentuk lingkaran menggambarkan bahwa pemecahan masalah belajar hanya bisa dilakukan melalui desain
30 Dick dan Carey, Op.cit.p.2.
sestem pembelajaran yang kontinyu, dimana perspektif pebelajar yang akan menempu proses pembelajaran mendapat perhatian yang prioritas. Kemp menggambarkan bahwa kesiapan pebelajar dalam mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran dan karakteristik pebelajar, media dan sumber belajar yang tepat, dukungan terhadap keberhasilan belajar pebelajar, menentukan keberhasilan pebelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran, dan revisi untuk membuat program pembelajaran.yang.efektif.dan.efisien.
Smith dan Ragan, menggambarkan bahwa pemecahan masalah belajar dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran yang berbasis teori-teori belajar kognitif, yang berbasis pada prosedur pokok sebagai berikut: analisis lingkungan belajar, analisis karakteristik pebelajar, analisis tugas pembelajaran, menulis butir tes, menentukan strategi pembelajaran, memproduksi program pembelajaran, melaksanakan evaluasi formatif, dan merevisi program pembelajaran.
Seel dan Richey, menggambarkan bahwa pemecahan masalah belajar merupakan pekerjaan yang melibatkan teori dan praktek dalam desain, pengembangan, penataan, pengelolaan, dan penilaian pembelajaran.
Desain pembelajaran Seel dan Richey sangat cocok untuk menghasilkan produk bahan pembelajaran, baik dalam tingkat makro (program dan kurikulum) maupun dalam tingkat mikro (pelajaran dan modul).
Uraian di atas menunjukkan bahwa model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman
bagi para perancang pembelajaran dan para pembelajar.
Model-model. tersebut. dapat. diklasifikasi. ke. dalam. tiga.
kategori, yaitu (1) Classrooms oriented models, (2) Product oriented models, dan (3) System oriented model.Model desain pembelajaran yang berorientasi kelas ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan dosen. Model desain pembelajaran berorientasi pada produk dengan asumsi adanya program pembelajaran yang dikembangkan dalam kurun waktu yang tertentu. Implementasi model desain berorientasi pada sistem pembelajaran didasarkan pada asumsi penggunaan perangkat teknologi untuk mewujudkan sasaran.
Kategorisasi model pembelajaran kedalam tiga model menunjukkan pemecahan masalah belajar sebagai sebuah persoalan yang sangat kompleks, yang membutuhkan ketepatan dosen dalam menentukan orientasi pembelajaran, apakah pembelajaran berorientasi proses, produk, ataukah system. Namun, pada saat yang sama, aktivitas pembelajaran sebenarnya tidak dapat dipandang sebagai aktivitas hitam putih yang bergerak antara proses, produk, atau system, melainkan aktivitas yang mengintegrasikan dan mensinergikan antara ketiganya dalam satu kesatuan yang utuh. Integrasi dan sinergi tersebut penting dilakukan untuk.menghasilkan.pembelajaran.yang.efektif,.efisien,.dan.
menarik dalam pembelajaran Filsafat Pendidikan Islam.
Pembelajaran merupakan upaya menfasilitasi mahasiswa belajar agar memiliki kompetensi kognitif, psikomotorik, afektif, dan spiritual yang ditetapkan sebagai tujuan.filsafat.pendidikan.Islam..Memfasilitasi.mahasiswa.
belajar bukanlah pekerjaan mudah yang dapat dilakukan secara spontan tanpa rencana yang jelas. Peristiwa belajar terjadi ketika seorang mahasiswa mampu memaksimalkan
fungsi-fungsi. organ. tubuh. fisik. (hardwere) seperti mata, telinga, dan instrumen pengindera lainnya, yang dipadukan secara sinergi dengan fungsi-fungsi psikis (softwere) berupa pikiran dan perasaan dalam merespon realitas objek belajar yang sangat kompleks secara cepat dan tepat. Istilah membelajarkan mengisyaratkan keharusan adanya sebuah desain pembelajaran yang perlu dipersiapkan secara matang oleh dosen.
Kegiatan berpikir secara mendalam (radikal), sistematis, dan universal merupakan aktivitas inti dari aktivitas. belajar. filsafat,. termasuk. filsafat. pendidikan.
Islam. Indikator keberhasilan aktivitas tersebut terletak pada kedalaman proses yang dilewati dan keluasan makna substansi pemikiran yang mampu diproduksi.
Untuk mewujudkan proses yang dalam dan produk yang luas seorang mahasiswa membutuhkan kosentrasi dan kebebasan untuk memikirkan apa saja yang menjadi objek yang dipelajari dengan memulainya dari sudut manapun ia inginkan. Proses belajar merupakan proses kerja mental internal pribadi mahasiswa yang tidak mungkin bisa dipaksakan oleh kekuatan eksternal apapun. Teori belajar kognitif dan konstruktivistik sebenarnya menjelaskan hakikat belajar dari dimensi proses internal kerja pikiran dan perasaan subjek belajar.
Belajar bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya.
Belajar merupakan fungsi kebutuhan internal dan eksternal. Motivasi pemenuhan kebutuhan internal dan eksternal menjadi faktor pendorong utama seseorang memilih aktivitas belajar. Pemenuhan kebutuhan akan terjadi manakala seseorang mampu membangun interaksi dan komunikasi yang harmonis dengan berbagai elemen kunci pemangku kepentingan. Teori pembelajaran
behaviristik yang menganggap bahwa perilaku seseorang bisa dikendalikan sesuai dengan realitas dorongan internal dan eksternal manusia.
Pengembangan. paket. pembelajaran. filsafat.
pendidikan Islam berbasis berpikir kritis mensinergikan teori belajar kognitif, konstruktivistik, dan behavioristik.
Teori belajar kognitif dan konstruktivistik diaplikasikan dalam proses belajar yang merupakan otoritas mutlak mahasiswa untuk belajar apa saja dengan memulainya dari mana saja, tanpa harus terikat dengan prosedur-prosedur tertentu. Sedangkan teori behavioristik diaplikasikan dalam aktivitas mendesain atau mengembangkan perencanaan pembelajaran sebagai acuan yang harus diikuti agar mahasiswa mencapai tujuan belajar yang diiinginkan secara tepat dan terukur. Pekerjaan mendesain merupakan pekerjaan yang menuntut kecermatan dan ketajaman analisis dalam menentukan aspek-aspek yang terkait dengan input, prose, dan hasil, sehingga harus dilakukan berdasarkan suatu prosedur yang jelas. Para ahli penelitian dan pengembangan seperti Gall dan Suparman menilai, dari sejumlah model pengembangan pembelajaran yang tersedia, model Dick and Carey merupakan model desain yang sangat sistematis dan mudah untuk diikuti. Keduanya menyarankan pengembangan pembelajaran dengan menggunakan model desain Dick and Carey.
Karakterisitik. mata. kuliah. filsafat. pendidikan. Islam.
yang menitik beratkan pada pemikiran mendalam, sistematis, dan universal memerlukan desain pembelajaran yang berbeda dengan mata kuliah lainnya. Kehadiran desain pembelajaran yang sesuai dengan ciri khas mata kuliah tersebut diperlukan untuk menciptakan efektivitas belajar dan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis terhadap teori-
teori pendukung pengembangan model yang dijelaskan terdahulu dan dengan memperhatikan saran dari Gall, tokoh penelitian dan pengembangan, serta saran Suparman, tokoh teknologi pendidikan dan ahli penelitian dan pengembangan di Indonesia, pengembangkan memutuskan untuk mengikuti langkah-langkah pengembangan Dick and Carey dalam dalam mengembangkan paket pembelajaran filsafat.pendidikan.Islam.berbasis.berpikir.kritis.ini..Prinsip.
kerja pengembangan Dick and Carey yang sistematis diharapkan berkontribusi posisitif dalam mewujudkan produk.pengembangan.filsafat.pendidikan.Islam.yang.efektif.
dan.efisien.dalam.membelajarkan.filsafat.pendidikan.Islam.
pada mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Mataram.