BAB II TINJAUAN PUSTAKA
D. Pemasaran Jasa Perbankan
1. Pengertian bank
a. Kualitas produk, kualitas produk yang lebih baik secara langsung akan mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen, dan bila hal tersebut berlangsung secara terus menerus akan mengakibatkan konsumen selalu setia membeli atau menggunakan produk tersebut dan disebut loyalitas konsumen.
b. Kualitas pelayanan, selain kulaitas produk ada hal lain yang mempengaruhi loyalitas konsumen yaitu kualias pelayanan.
c. Emosional, emosional disini lebih diartikan sebagai keyakian penjual itu sendiri agar lebih maju dalam usahanya. Keykinan tersebut nantinya akan mendatangkan ide-ide yang dapat meningkatkan usahanya.
d. Harga, sudah pasti orang menginginkan menginginkan barang yang bagus dengan harga yang lebih murah atau bersaing. Jadi harga disini lebih di artikan sebagai akibat, atau kata lain harga yang tinggi adalah akibat dari kualitas produk tersebut yang bagus, atau harga yang tinggi sebagai akibat dari kualitas pelayanan yang bagus.
e. Biaya, orang berfikir bahwa perusahaan yang berani mengeluarkan biaya yang banyak dalam sebuah promosi atau produksi pasti produk yang akan dihasilkan akan bagus dan berkualitas, sehingga konsumen lebih loyal terhadap produk tersebut.
D. Pemasaran Jasa Perbankan
Bank adalah merupakan lembaga keuangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan, maupun transaksi lainnya.
Pengertian bank menurut undang-undang NO.7 Tahun 1992 adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat. Sedangkan bank menurut undang-undang NO. 10 tahun 1998 disebutkan bahwa bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat yang banyak.
Menurut Ismail (2010 : 8) bahwa :
Bank adalah sebagai lembaga perantara keuangan atau financial intermediary. Sebagai lembaga perantara keuangan, artinya bank menjembatani kebutuhan dua nasabah yang berbeda, satu pihak, merupakan nasabah yang memiliki dana dan pihak lainnya merupakan nasabah yang membutuhkan dana.
Menurut Kasmir Dasar-dasar perbankan :”(2012 : 3) bank diartikan lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut kemasyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya”.
Fungsi Utama Bank
Bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, jadi dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga fungsi utama yaitu :
a. Menghimpun Dana dari Masyarakat
Fungsi bank yang pertama adalah menghimpun dana dari masyarakat yang kelebihan dana. Masyarakat mempercayai bank sebagai tempat yang aman untuk melakukan investasi, dan menyimpan dana (uang).
b. Menyalurkan Dana Kepada Masyarakat
Fungsi bank yang kedua adalah menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan dana. Kebutuhan dana oleh masyarakat, akan lebih muda diberikan oleh bank apabila, masyarakat yang membutuhkan dana dapat memenuhi semua persyaratan yang diberikan oleh bank.
c. Pelayanan Jasa Perbankan
Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya, bank juga dapat memberikan beberapa pelayanan jasa.
Berbagai jenis produk pelayanan jasa yang dapat diberikan oleh bank antara lain jasa pengiriman uang (transfer) pemindabukuan, penagihan surat- berharga, kliring dan pelayanan jasa lainnya.
2. Produk- Produk Bank Sulselbar
Produk perbankan adalah instrument atau perangkat yang dibeli dan dijual oleh bank. Produk yang dibeli oleh bank sangat banyak jumlah, karena bank dapat menciptakan berbagi jenis produk sesuai dengan keinginan nasabah. Jasa bank yang diberikan hendaknya memperhatiakan kualitas dan kuantitas banker, kualitas yang di sajikan oleh para bangkir termasuk untuk
pelayanan, tehnologi atau peralatan yang digunakan untuk melayani nasabah.
Kemasan atau bentuk jasa yang diberikan, merek bagi setiap jasa yang ditawarkan dan adanya jaminan terhadap jasa yang diberikan.
Bank Sulselbar memiliki 6 (Enam) macam produk tabungan yaitu : a. Simpeda, yaitu simpanan pembangunan daerah (SIMPEDA). Bank
Sulselbar adalah salah satu dari beberapa tabungan yang ditawarkan oleh Bank Sulselbar yang memberikan keuntungan, keamanan dan kenyamanan bagi nasabah dan segala transaksi keuangan yang dilakukan oleh para nasabah.
b. Tampeda, tabungan pembangunan daerah (TAPEMDA) bank sulselbar adalah tabungan yang fasilitas simpanan yang di berikan jaminan keamanan dan kemudahan bagi anda. Tabungan tapemda memiliki jenis- jenis yaitu :
a) Tapemda Sayang Petani, adalah program tabungan untuk masyarakat atau petani dengan tujuan meningkatkan taraf hidup serta mempercepat program pembangunan
b) Tapemda Pelajar dan Mahasiswa, yaitu tabungan yang dikhususkan untuk para pelajar dan mahasiswa yang bertujuan untuk mengajarkan anak untuk menabung sedari dini.
c) Tabungan Pensiunan, yaitu tabungan yang disimpan untuk dana hari tua kelak. Sehingga dimasa tua atau pensiun nanti tidak akan
mengalami kesusahan terhadap keuangan nantinya.
d) Tabungan Haji, tabungan haji bank sulsel adalah tabungan yang dapat membantu anda menuju baitullah. Dengan berbagai manfaat dari tabungan haji bank sulsel akan memudahkan niat ibadah haji anda.
e) Tabungan Masa Depan (TAMPAN), tabungan masa depan yang merupakan tabungan yang berjangka untuk mewujudkan nasabah seperti tabungan pendidikan anak sekolah, pernikahan, uang muka kendaraan dan investasi mata uang rupiah dalam setoran rutin bulanan tetap yang mana setoran disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan penabung.
E. Kerangka Pikir
Peningkatan pemasaran jasa dilakukan dengan memberikan pelayanan kepada nasabah sesuai dengan kebutuhannya. Masyarakat sekarang ini tidak hanya melihat produk atau jasa yang akan dibelinya, melainkan bagaimana mereka dilayani pada saat mereka mengkonsumsi produk atau jasa tersebut.
Pelayan yang baik akan menciptakan loyalitas nasabah. Loyalitas dapat terbentuk apabila nasabah merasa puas atas produk atau jasa yang dibelinya dimana nasabah yang merasa puas tersebut akan memutuskan membeli kembali produk atau jasa tersebut diwaktu yang akan mendatang.
Gambar 2.1 : Skema Kerangka Pikir Bauran Pemasaran Jasa
Loyalitas Nasabah PT.Bank Sulselbar Cabang
Utama Makassar
Pemasaran Jasa Perbankan
D. Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah pada bab I dan kajian teori pada bab II, maka dirumuskan hipotesis penelitian yaitu diduga bahwa bauran pemasaran jasa perbankan berpengaruh terhadap loyalitas nasabah pada PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar
BAB III
METODE PENELITIAN
A.Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada PT.Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar yang beralamat di Jalan Dr. Sam Ratulangi No. 16-Makassar. Adapun waktu yang digunakan selama melakukan penelitian adalah kurang lebih satu bulan.
B.Variabel dan Devenisi Operasional 1. Variabel
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antar satu variabel dengan variabel lainnya secara berurutan yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah bauran pemasaran jasa perbankan(X), dan variabel terikat adalah loyalitas nasabah (Y), dengan skema sebagai berikut:
(X) Bauran Pemasaran Jasa Perbankan
(Y) Loyalitas Nasabah
Produk
Harga
Promosi
Tempat
Orang
Proses
Bukti Fisik
Pembelian secara teratur
Membeli diluar lini produk/jasa
Merekomendasikan jasa lain
Kekebalan daya tarik Gambar 3.1 : Skema Hubungan Antar Variabel
2. Definisi Operasional
Definisi operasional Variabel digunakan agar tidak menimbulkan penafsiran ganda yaitu dengan memberikan batasan terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini :
a. Bauran pemasaran jasa (X), seperangkat alat pemasaran yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran, yang terdiri dari ; produk, harga, promosi, tempat, orang, proses, dan bukti fisik.
b. Loyalitas nasabah (Y), kesetiaan dan komitmen yang dimiliki oleh para nasabah untuk tetap menggunakan produk jasa yang di tawarkan oleh Pt. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar terdiri dari ; pembelian secara teratur, membeli diluar lini jasa/produk, merekomendasikan jasa lain, dan menunjukkan kekebalan dari daya tarik produk sejenis.
C. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dilakukan sebagai berikut
1. Dokumentasi, yaitu, suatu cara untuk mendapatkan data dengan jalan mengambil data yang ada dalam catatan perusahaan. Adapun data-data yang didapat antara lain adalah sejarah perkembangan perusahaan, struktur organisasi, pembagian tugas dan wewenang karyawan serta studi pustaka dan sumber dari internet.
2. Angket (kuesioner), yaitu daftar pertanyaan yang diberikan kepada nasabah yang terpilih sebagai nasabah sampel dan bersedia memberikan jawaban- jawaban yang tersedia di dalam angket, sesuai dengan pendapat, sikap, dan pengalamannya sebagai nasabah PT Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar.
3. Wawancara (interview), yaitu suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari karyawan PT.Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar.
4. Pengamatan (observation), yaitu melakukan pengamatan secara langsung pada kantor PT.Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar terutama pada bagian atau ruangan pelayanan nasabah, untuk melihat kegiatan dan aktivitas pelayanan kepada nasabah.
D. Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
1. Data primer, yaitu data yang diperoleh dengan cara mengedarkan kuesioner dari nasabah sampel berupa jawaban-jawaban darin responden yang berkaitan dengan variabel penelitian.
2. Data sekunder, adalah data dan informasi yang diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi dari kantor PT. Bank Sulselbar Cabang Utama.
E. Populasi dan Sampel
1. Hadi (1983 : 220) “Populasi adalah seluruh penduduk yang dimaksud untuk diselidiki, dibatasi sebagai jumlah penduduk atau individu yang paling sedikit yang mempunyai satu sifat yang sama”. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh nasabah pada PT.Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar yaitu sebanyak 7.548 nasabah. (data tahun 2013, wawancara tanggal ..Pebruari 2015).
2. Hadi (1983 : 221) “Sampel adalah sejumlah penduduk yang jumlahnya kurang dari jumlah populasi”. Sampel merupakan subset dari populasi, subset ini diambil karena banyak kasus yang tidak mungkin kita meneliti seluruh anggota populasi, oleh karena itu kita membentuk sebuah perwakilan populasi disebut sampel.
Sampel dari penelitian ini adalah sebagian nasabah PT. Bank sulselbar Cabang Utama Makassar yang dipilih secara random untuk menjadi responden.
Adapun besarnya sampel dengan menggunakan metode Slovin ( Husein Umar 2005 : 108) dengan formulasi rumus sebagai berikut:
𝑛 = n 1 + 𝑁𝑒2 Dimana :
n= Sampel
N= populasi yaitu jumlah total nasabah pada PT.Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar.
E= Nilai kritis (10%)
Dengan demikian maka besarnya sampel dalam penelitian ini dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
n = 7.548 1 + 7.548 (0,10)2
= 7.548 1 + 7.548 (0,01)
= 7.548 1 + 75,48
= 7.548 1.07548
= 70,18= 70 Sampel
Sehingga, penetapan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 70 responden.
F. Metode Analisis Data
Tahap-tahap yang dilakukan dalam menganalisis data yaitu sebagai berikut:
1. Analisis Deskriktif
Analisis ini digunakan untuk memberi gambaran tentang pengaruh bauran pemasaran terhadap loyalitas nasabah pada PT.Bank Bank Sulseslbar Cabang Utama Makassar.
2. Analisis Korelasi Product Moment
Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antara bauran pemasaran jasa (X), terhadap loyalitas nasabah pada PT.Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar (Y). Persamaan Korelasi Product Momen (Hadi 1983 : 193) dengan furmulasi sebagai berikut:
𝑟𝑥𝑦 = ∑ 𝑥𝑦
√(∑ ²𝑥 )(∑ ²𝑦 )
Dimana : rxy = Angka indeks korelasi r produk moment
∑𝑥2 = Jumlah deviasi skor X setelah terlebih dahulu dikuadratkan.
∑𝑦2 = jumlah deviasi skor Y setelah terlebih dahulu dikuadratkan.
3. Uji Kualitas Hubungan
Teknik analisa ini digunakan untuk mengetahui kualitas hubungan (kategori) antara variabel Bauran pemasaran jasa (X) dengan Loyalitas Nasabah (Y) dengan menggunakan table interpretasi indeks korelasi sebagai berikut:
Tabel Interpretasi Indeks Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
± 0,80 – 1,00
± 0,60 – 0,799
± 0,40 – 0,599
± 0,20 – 0,399
± 0,00 – 0,199
Sangat Kuat Kuat Cukup Kuat
Rendah Sangat Rendah Sumber: Riduwan, (2004 : 136)
4. Uji Hipotesis
Setelah koefisien korelasi (rxy) telah diketahui maka langkah selanjutnya yaitu melakukan uji hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan agar dapat diketahui apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak.
Untuk mengetahui hal tersebut teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan test signifikan yaitu membandingkan indeks
korelasi antara r tabel dengan r hitung. Untuk memperoleh r tabel maka dilakukan langkah berikut ini :
df = N - nr dimana :
Df = digree og freedom (derajat kebebasan) N = Jumlah sampel
Nr = banyaknya variabel yang dikorelasikan ( nr-2 )
Setelah digunakan teknik analisis korelasi product moment, maka untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bauran pemasaran jasa variabel (X) tehadap loyalitas nasabah variabel (Y), maka digunakan analisis korelasi determinasi (Riduwan 2014 : 136) dengan formulasi sebagai berikut:
KP = 𝐫𝟐× 𝟏𝟎𝟎%
Dimana :
KP = Nilai koefisien Determinan r = Nilai koefisien korelasi
BAB IV
GAMBARAN UMUM PT. BANK SULSELBAR MAKASSAR CABANG UTAMA MAKASSAR
A. Sejarah Perusahaan
Bank pembangunan Daerah Sulawesi Selatan didirikan di Makassar pada tanggal 13 januari 19961 dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara sesuai dengan Akta Notaris Raden Kadiman No.
67 tanggal 13 juli 1961 nama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara. Berdasarkan peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara No.002 tahun 1964 tanggal 12 februari 1964, nama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara dengan modal dasar Rp 250.000.000. Dengan pemisahan antara Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan dengan Propinsi tingkat I Sulawesi Tenggara, maka pada akhirnya Bank berganti nama menjadi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan.
Dengan lahirnya peraturan Daerah No. 01 tahun 1993 dan penetapan modal dasar menjadi Rp 25 Milyar, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dengan sebutan Bank BPD sulsel dan berstatus Perusahan Daerah (PD). Selanjutnya dalam rangka perubahan status dari perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) diatur dalam peraturan Daerah No. 13 tahun 2003 tentang perubahan Status Bentuk Badan Hukum Bank
Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dari perwakilan Daerah menjadi PT dengan Modal Dasar Rp. 650 Milyar. Akta pendirian PT telah mendapat pengesahan dari menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI berdasarkan Surat Keputusan No. C-31541.HT.01.01 tanggal 29 Desember 2004 tentang pengesahan Akta Pendirian Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan disingkat Bank Sulsel, dan telah diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 13 tanggal 15 Februari 2005, Tambahan No.
1655/2005.
Kemudian rencana masuknya pemerintah provinsi Sulawesi Barat dalam jajaran pemengang saham terbesar di bank pembangunan daerah ini yang didukung oleh keputusan para pemegang saham (RUPS). Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI serta keputusan Gubernur Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan (PT Bank SulSel) berubah nama menjadi PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat disingkat PT.
Bank SulSelBar pada tanggal 26 mei 2011. Sehingga setiap perjanjian atau kontrak baik dengan nasabah maupun mitra usaha tetap berlaku dan dipergunakan sampai dengan batas waktu yang disepakati. Perubahan status PT. Bank SulSelBar dilakukan melalui pelaksanaan peluncuran logo baru PT.
Bank SulSelBar ke public yang kemudian menandai dimulainya lembaran baru perjalanan Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang menampilkan wajah baru dengan panggilan PT. Bank SulSelBar dengan logo baru yang berupa layar berkembang yang sarat makna dan dinamis dalam mengiringi setiap langkah PT. Bank SulSelBar untuk
senantiasa menjadi Bank kebanggan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
PT. Bank SulSelBar yang dahulu dikenal dengan Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan atau disingkat dengan BPD SulSel merupakan salah satu perbankkan yang beroperasi diwilayah Provinsi Sulawesi Selatan dimana pemengang saham dari perseroan Terbatas ini adalah Provinsi Sulawesi Selatan , Sulawesi Barat (setelah pemekaran), dan kabupaten-kabupaten kedua provinsi tersebut. Selama ini kinerja PT. Bank SulSelBar sudah memenuhi harapan dari para pemengang saham. Sehingga bank tersebut merupakan salah satu bank terbaik Sulawesi Selatan bahkan pada tingkat nasional.
PT. Bank SulSelbar selalu diidentikkan dengan bank milik pegawai negeri karena gaji pegawai dan pension dibayarkan melalui PT. Bank SulSelbar. Sehingga pada awal dan pertengahan bulan PT. Bank Sulselbar selalu dipenuhi dengan pegawai negeri dan pensiunan.Selain itu,kontraktor yang mempunyai proyek pemerintah biasanya memperoleh bayaran atas pekerjaan melalui PT.Bank SulSelbar. Sehingga hal ini semua perlu diubah guna memperoleh corporate image yang baru selain yang lama serta tetap dipertahankan.
Seiring dengan perubahan bentuk usaha dari perusahaan daerah menjadi perseroan terbatas yang tunduk pada undang-undang perseroan UU No. I tahun 1995 dan hal ini dilanjutkan pula dengan mengubah corporate image tersebut serta diharapkan di masa yang akan datang bukan hanya
pegawai negeri, pensiunan, dan para kontraktor yang mengenal PT. Bank SulSelbar, akan tetapi semua golongan masyarakat hingga pelaku bisnis yang beroperasi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Guna mencapai semua harapan tersebut PT. Bank SulSelbar harus giat mempromosikan keunggulan PT. Bank SulSelbar dan mencari nasabah sebanyak-banyaknya.
1. Visi PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar
Menjadi Bank yang terbaik dikawasan Indonesia Timur dengan dukungan manajemen dan sumber daya manusia yang professional serta memberikan nilai tambah kepada pemda dan masyarakat.
2. Misi
a. Penggerak dan pendorong laju pembangunan ekonomi daerah
b. Pemegang Kas Daerah dan atau melaksanakan penyimpanan uang daerah
c. Salah satu sumber pendapatan asli daerah 3. Motto
Dalam rangka mengantisipasi perkembangan dunia perbankkan saat ini dan akan datang serta persaingan global, PT. Bank SulSelbar memiliki motto “maju bersama menuju sukses”. Artinya : PT.Bank SulSelbar memiliki tekad untuk secara terus menerus meningkatkan kinerja dan memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas yang diamanatkan stakeholder dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi dalam upaya mencapai keberhasilan secara bersama-sama.
4. Makna Logo
Gambar logo perusahaan
a. Makna logo secara keseluruhan
1) Perahu atau sompe diartikan sebagai berpergian mencari rejeki (bergerak luas mencari keuntungan), diangkat sebagai salah satu unsur budaya Sulawesi Selatan yang begitu kuat, kokoh, tapi stabil dalam kedinamisannya dalam bercerita modern, membuka segala peluang menuju kemajuan dan kemakmuran bagi daerahnya.
2) Tampil berkesan lembaga keuangan yang berfungsi sebagai wujud manajemen yang bersih dibawah kepemimpinan yang handal, mengerti perjalanan PT. Bank SulSelbar, dan berpijak pada nilai budaya Sulawesi Selatan dalam mengembangkan daerahnya, PT.Bank SulSelbar dengan semangat Good Corporate Govermance senantiasa dinamis mengembangkan visi dan misinya demi terwujudnya gerak perekonomian.
3) PT. Bank SulSelbar tampil penuh keyakinan dan rasa bangga terus bergerak membangun perekonomian Indonesia dan rasa bangga membawa nama wilayah Sulawesi Selatan.
b. Makna Warna
1) Biru : corporate, mature, elegant, stabil, constant, kokoh, handal, pengalaman, dapat diandalkan, wakil dari air dan langit (harapan) 2) Hijau : kemakmuran, kesuburan, kesejahteraan, penyegaran, alam,
symbol dari kehidupan.
B. Struktur Organisasi, Tugas dan Tanggung Jawab
Dengan berkembangan suatu perusahaan khususnya dalam bidang perbankan, maka ruang lingkup kegiatan perusahaan semakin luas dan semakin rumit, hal ini menyebabkan seseorang tidak mampu lagi melaksanakan sendiri seluruh kegiatan didalam perusahaan, maka itu diperlukan pembagian tugas dan wewenang dari anggota – anggota organisasi tersebut. Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keefektifan manajemen perusahaan, maka perusahaan sehat sangatlah diperlukan untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki serta mendorong pertumbuhan kerja kearah produktivitas yang tinggi.
Setiap perusahaan idealnya mempunyai struktur organisasi formal dimana didalamnya terlibat orang-orang serta sumber-sumber untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan secara keseluruhan. Untuk mencapai tujuan tersebut diatas maka Bank Sulselbar cabang utama Makassar dalam kegiatan operasionalnya memakai struktur organisasi yang berbentuk lini dan staf. Dapat dilihat pada halaman berikut :
Gambar 4.1 Struktur Organisasi
Untuk lebih lengkapnya penulis menguraikan gambaran umum dari bagian-bagian kerja pada PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar dan tugas-tugasnya adalah seperti berikut ini :
Uraian Tugas
1. Pemimpin Cabang
a. Memasarkan kredit, dana dan jasa bank kepada nasabah /calon nasabah b. Menjalin hubungan baik dengan PEMDA dan masyarakat.
c. Melakukan koordinasi dan surpersivise terhadap wakil pemimpin cabang
2. Wakil Pemimpin Cabang 1
a. Memasarkan kredit, dana dan jasa bank kepada nasabah/calon nasabah.
b. Mempergandakan penjualan produk kredit, dana dan jasa bank (cross selling) kepada nasabah/calon nasabah.
c. Memberikan kredit konsumtif dan komersial d. Mengelola kredit konsumtif dan komersial
e. Melaksanakan pembinaan nasabah dan penagihan f. Melayani transaksi-tansaksi giro, tabungan, deposito.
g. Melayani transaksi jasa dalam negeri
h. Menyediakan informasi dan servise kepada nasabah i. Melaksanakan manajemen penerbitan katu ATM j. Mengelola administrasi kredit
3. Wakil Pemimpin Cabang 2
a. Mengelola administrasi transaksi DN dan K.liring, transfer, inkaso, delegasi kredit.
b. Mengelola administrasi keuangan cabang
c. Mengelola administrasi umum dan personalia cabang
d. Melayani setoran dan pengambilan tunai termasuk setoran kegiatan eksternal payment point dan kantor kas.
4. Pemimpin Seksi Pemasaran
a. Memasarkan kredit, dana dan jasa bank kepada nasabah/calon nasabah b. Mempergandakan penjualan produk kredit, dana dan jasa bank (cross
selling) kepada nasabah/calon nasabah c. Memproses permohonan kredit komersial
d. Memproses permohonan kredit konsumtif kepada pegawai negeri dan swasta
e. Melaksanakan pembinaan nasabah dan penagihan f. Mengelola kredit konsumtif dan komersial
5. Pemimpin Seksi Pelayanan Nasabah
a. Melayani rekening giro, tabungan dan deposito yang lama dan baru b. Melayani permintaan fasilitas card (ATM)
c. Mengelola transaksi deposito on call, deposito berjangka, sertifikat deposito rupiah,valuta asing.
d. Memberikan informasi dan servise kepada nasabah e. Mengelola transaksi jasa dalam negeri
f. Melayani nasabah inti g. Membuat laporan
6. Pemimpin Seksi Administrasi Kredit
a. Memproses administrasi fasilitas kredit termasuk bank garansi dan perhitungan Bungan pinjaman
b. Melakukan pemantauan kolektibilitas pinjaman perdebitur (konsumtif dan komersial)
c. Membuat laporan perkreditan
d. Mengusahakan penyelesaian kredit macet serta kredit yang dihapus- bukuan
e. Membantu kantor pusat dalam upaya penyelesaian kredit macet melalui DJPLN/pengendalian Negeri dan tindakan pencairan agunan.
7. Pemimpin Seksi Akuntansi Dan Administrasi Transaksi
a. Mengendalikan/ mengawasi data entries (vouchers) dan data output computer atas transaksi harian
b. Menangani transaksi-transaksi yang dibutuhkan ke dalam rekening- rekening financial kantor cabang
c. Menganalisa dan melaporkan data informasi mengenai kondisi dan posisi financial kantor cabang maupun rekening nasabah
d. Menyiapkan data laporan financial
e. Mengendalikan dan memantau dana kantor cabang f. Membuat laporan kantor cabang
g. Melakukan rekonsiliasi rekening nostro, rekening sementara dan rekening penampungan
h. Mengelola kelancaran system komputerisasi kantor cabang.
Menangani penyelesaian administrasi transaksi kliring
i. Membuat surat peringatan kepada nasabah penarik cek kosong dan mengelola daftar hitam cek kosong dari BI