• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGERTIAN BIAYA (COST)

Dalam dokumen Untitled - Repository UNUGHA Cilacap (Halaman 103-109)

AKUNTANSI MANAJERIAL

3.3 PENGERTIAN BIAYA (COST)

• Laba kotor penjualan adalah penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan

• Biaya operasi adalah berbagai barang atau jasa yang dikonsumsi dalam operasi perusahaan. Biaya operasi dibedakan menjadi dua yaitu biaya penjualan dan biaya administrasi umum.

• Laba bersih operasi adalah selisih antara laba kotor penjualan dengan jumlah biaya-biaya operasi.

• Pendapatan lain-lain adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan di luar penghasilan-penghasilan yang berasal dari operasi perusahaan yang utama, misalnya pendapatan dari bunga, dividen, sewa dan keuntungan dari penjualan aktiva tetap.

• Biaya lain-lain adalah biaya yang tidak dapat di hubungkan langsung maupun tidak langsung dengan operasi-operasi perusahaan, misalnya biaya bunga dan kerugian sebagai akibat penjualan aktiva tetap.

• Laba bersih adalah laba bersih operasi setelah ditambah atau dikurangi dengan selisih antara pendapatan lain-lain dengan biaya lain-lain.

Format atau bentuk laporan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk:

1. Single step. Disusun dengan mengelompokkan semua pendapatan/penghasian ke dalam satu kelompok yang disebut penghasilan.

2. Multiple step. Penghasilan bersih disusun secara bertahap, semua penghasilan dan beban disajikan sesuai urutan aktivitas yaitu kegiatan usaha, diluar usaha dan luar biasa.

Akuntansi Manajerial 85

satuan uang,yang telah terjadi atau yang kemungkinan terjadi untuk tujuan tertentu. Pengertian ke dua yaitu pengurangan aktiva bersih akibat digunakannya jasa-jasa ekonomis untuk menciptakan pendapatan pada saat ini atau masa mendatang. Dan yang terakhir adalah pengorbanan yang diukur dengan harga yang dibayar, untuk memperoleh,menghasilkan, atau mempertahankan barang- barang dan jasa. Ada 4 unsur pokok dalam defi nisi biaya dan dapat secara jelas dijelaskan dalam gambar 3.1.

Gambar 3.1 Unsur Pokok Dalam Defi nisi Biaya

Untuk membantu membuat keputusan, para manajer perlu mengetahui berapa biaya yang menyangkut suatu hal Sesuatu yang ada biayanya disebut sasaran biaya (cost objective), yang bisa dirumuskan sebagai suatu kegiatan yang memerlukan adanya suatu jumlah biaya tertentu. Sistem akuntansi biaya pada umumnya:

1. Mengakumulasikan biaya dengan beberapa klasifi kasi “ alamiah” seperti: bahan baku atau upah

2. Mengalokasikan biaya pada sasaran –sasaran biaya .

Istilah “biaya”(cost) sering digunakan dalam arti yang sama dengan istilah “beban” (expense). Beban mencakup:

1. Biaya yang telah habis dipakai (expired) yang dapat dikurangkan dari pendapatan.

2. Biaya dalam manfaat yang habis/berakhir. Expense yang tidak berkaitan dengan manfaat disebut:“ Loss”.

Dalam arti sempit, biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva. Untuk membedakan pengertian biaya dalam arti luas,pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva disebut dengan istilah Harga Pokok. Istilah harga pokok juga digunakan untuk menunjukan pengorbanan sumber ekonomi dalam pengolahan bahan baku menjadi produk. Harga pokok produksi akan berubah menjadi biaya dan dipertemukan dengan pendapatan penjualan pada saat produk terjadi.

Jika pengorbanan sumber ekonomi tidak menghasilkan manfaat, maka pengorbanan tersebut merupakan rugi. Jika seorang pengusaha telah mengeluarkan biaya, tetapi pengorbanannya tidak mendatangkan pendapatan (revenues), maka pengorbanan ini disebut rugi.

Akuntansi biaya berfungsi untuk mengukur pengorbanan nilai masukan guna menghasilkan informasi bagi manajemen yang salah satu manfaatnya adalah untuk mengukur apakah kegiatan usahanya menghasilkan laba atau sisa hasil usaha. Akuntansi biaya juga menghasilkan informasi biaya yang dapat dipakai oleh manajemen sebagai dasar untuk merencanakan alokasi sumber ekonomi yang dikorbankan untuk menghasilkan keluaran. Tanpa informasi biaya maka:

Akuntansi Manajerial 87

a. Manajemen tidak memiliki ukuran apakah masukan yang dikorbankan memiliki nilai ekonomi yang lebih rendah daripada nilai keluarannya, sehingga tidak memiliki informasi apakah kegiatan usahanya menghasilkan laba atau sisa hasil usaha sangat diperlukan untuk mengembangkan dan mempertahankan eksistensi perusahaan.

b. Manajemen tidak memiliki dasar untuk mengalokasikan berbagai sumber ekonomi yang dikorbankan dalam menghasilkan sumber ekonomi lain.

Jadi Akuntansi biaya menyediakan informasi biaya yang memungkinkan manajemen melakukan pengelolaan alokasi berbagai sumber ekonomi untuk menjamin dihasilkannya keluaran yang memiliki nilai ekonomis yang lebihtinggi dibandingkan dengan nilai masukan yang yang dikorbankan.

Untuk mengelola perusahaan, diperlukan informasi biaya yang sistematik dan komparatif serta data analisis biaya dan laba.

Informasi ini membantu manajemen untuk:

1. Menetapkan Sasaran laba perusahaan.

2. Menetapkan target departemen yang menjadi pedoman manajemen menengah dan operasi menuju pencapaian sasaran akhir.

3. Mengevaluasi keefektifan rencana

4. Mengungkapkan keberhasilan atau kegagalan dalam bentuk tanggung jawab yang spesifi k

5. Menganalisa serta memutuskan pengadaan penyesuaian dan perbaikan agar seluruh organisasi tetap bergerak maju secara seimbang menuju tujuan yang ditetapkan

Guna mencapai tujuan ini, system harus dirancang untuk memberikan informasi yang tepat waktu.Informasi harus dikomunikasikan secara efektif. Dalam merancang sistem informasi akuntansi biaya diperlukan pemahaman yang menyeluruh atas

struktur organisasi perusahaan dan jenis informasi biaya yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.

Sistem informasi akuntansi biaya harus terkait erat dengan pembagian wewenang, sehingga setiap manajer dapat dianggap bertanggung jawab atas biaya yang terjadi didepartemennnya.

Sistem tersebut harus dirancang untuk mengembangkan konsep manajemen berdasarkan penyimpangan (management by exep- tion) yaitu, yang dapat memberikan informasi bagi manajemen untuk segera mengambil tindakan perbaikan. Sistem tersebut juga harus mencerminkan prosedur pabrikasi dan administrasi bagi perusahaan yang menggunakannya. Sistem informasi tersebut ha- rus mengarahkan perhatian manajemen.Informasi yang disajikan kepada manajer haruslah bersifat tepat guna, dan keterbatasannya harus diungkapkan.Kegunaan system informasi harus dikembang- kan apabila memungkinkan.

3.3.1 Klasifi kasi Biaya

Biaya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan klasifi kasinya, berikut akan dijelaskan beberapa jenis biaya berdasarkan pada klasifi kasinya.

3.3.1.1 Klasifi kasi Biaya Produksi (Manufakturing):

Produksi atau manufacturing adalah proses transformasi (mengubah bentuk) memberikan nilai tambah bahan baku menjadi barang lain melalui penggunaan tenaga kerja dan fasilitas pabrik.

Berdasarkan pada klasifi kasi biaya produksi, biaya digolongkan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:

1. Bahan Baku Langsung (Direct Material)

Semua bahan baku yang secara fi sik bisa diidentifi kasi sebagai bagian dari barang jadi dan yang dapat ditelusuri pada barang jadi itu secara sederhana dan ekonomis atau yang dapat dimasukkan langsung dalam kalkulasi biaya produk. Contoh:

Akuntansi Manajerial 89

kayu untuk membuat peralatan mebel, minyak mentah untuk membuat bensin.

2. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour)

Seluruh tenaga kerja yang dapat ditelusuri secara fi sik pada barang jadi dengan cara yang ekonomis atau tenaga kerja yang dikerahkan untuk mengubah bahan langsung menjadi produk jadi. Contoh: upah operator mesin dan perakitan, gaji karyawan yang dikerahkan pada produk tertentu.

3. Overhead Pabrik (Factory Overhead)

Semua biaya selain bahan baku langsung atau upah langsung yang berkaitan dengan proses produksi. Istilah lain dari overhead pabrik adalah: beban pabrik,overhead produksi,pengeluaran- pengeluaran produksi dan biaya produksi tidak langsung. Ada 2 kategori dari overhead pabrik:

a. Overhead pabrik variable/bahan tidak langsung (indirect material), Bahan-bahan yang dibutuhkan guna menyele- saikan suatu produk,tetapi pemakaiannya sedemikian ke- cil, sehingga tidak dapat dianggap sebagai bahan langsung yang tak langsung mempengaruhi pembentukan barang jadi. Contoh: energi, perlengkapan, dan sebagian besar upah tidak langsung.

b. Overhead pabrik tetap/pekerja tidak langsung (indirect labour). Sebagai para karyawan yang dikerahkan dan tidak secara langsung mempengaruhi pembentukan barang jadi.

Contoh: gaji mandor,pajak kekeyaan,sewa,asuransi,dan penyusutan.

3.3.1.2 Klasifi kasi Biaya dalam Hubungannya dengan Produk

Selanjutnya jenis biaya yang diklasifi kasikan berdasarkan pada hubungannya dengan produk yang antara lain adalah sebagai berikut:

Dalam dokumen Untitled - Repository UNUGHA Cilacap (Halaman 103-109)