• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORITIS

B. Mutu pendidikan

1. Pengertian Mutu Pendidikan

Program mutu sebenarnya berasal dari dunia bisnis, mutu erat kaitannya dengan penilian seseroang terhadapa suatu produk barang ataupun jasa.

Program mutu adalah program utama sebab kemajuan suatu usaha sangat ditentukan oleh mutu sesuai dengan permintaan dan tuntutan penggunanya.

Permintaan dan tuntutan pengguna terhadap produk dan jasa layanan yang diberikan harus selalu ditingkatkan. Mutu bukan hanya sekadar menjadi masalah dan kepedulian dalam bidang bisnis melainkan juga dalam bidang- bidang lainnya, seperti permintaan, layanan sosial, pendidikan bahasa pada bidang keamanan dan keterteban sekalipun.26

Secara etimologis, mutu merupakan derajat (tingkat) atau keunggulan suatu produk (hasil kerja atau upaya) baik berupa barang maupun jasa; baik yang tangible maupun intangible. Merutu Juruan , mutu merupaka kesesuaian dengantujuan atau manfaatnya. Crosby berpendapat banhwa mutu merupakan kesesuai dengan kebutuhan yang meliputi availabiliti, delivery, realibility, dan maintainbility, serta cost effeciviness. Selain itu, Deming menyatakan bahwa mutu harus bertujuan memenuhi kebutuhan siswa sekarang dan dimasa yang akan datang, menurut Elliot kualitas atau mutu merupakan suatu yang berbeda untuk orang yang berbeda dan tergantung pada waktu dan tepat, atau dikatakan sesuai dengan tujuan. Menurut Goetch dan Gavis, “ kualiatas atau mutu merupakan suatu kondisi dinamis yang berkaitan dengan layanan, orang, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi apa yang diharapkan.27

Di dunia pendidikan mutu mengarah pada prestasi yang dicapai oleh sekolah, prestasi yang dicapai dari hasil pendidikan dapat berupa hasil tes

26 Nana Syaodih Sukmadinata. Dkk, Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah:

Konsep, Prinsip, Dan Instrumen, (Bandung: Refika Aditama, 2008), h. 8

27 Rusman, Manajemen Kurikulum (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2009), h. 554

33

kemampuan akademik dapat pula prestasi pada bidang lainnya seperti olahraga, seni atau keterampilan teretntu, bahkan prestasi sekolah berupa sebuah kondisi yang dirasakan dan dilihat langsung oleh penggunanya. Dalam hal ini kedisiplinan, keakraban, saling menghormati, dan kebersihan lingkungan sekolah.

Mutu merupakan sebuah gambar dan karakteristik meyeluruh yang menunjukkan kemampuan dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau tersirat. Oleh sebab itu penting proses manajemen dalam penyelenggaraan pendidikan agara proses pencapain mutu itu terencana dan terorganisasi dengan baik. Sebab pengertian mutu dalam konteks pendidikan berkaitan dengan input, proses dan output.28

Input pendidikan mrupakan segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya sebuah proses bisa berupa sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, dan harapan-harapan bagi pedoman berlangsungnya sebuah proses. Input sumber daya meliputi sumberdaya manusia yakni (kepala sekolah, guru termasuk guru BP, karyawan, siswa dan komite sekolah) dan sumber daya sarana dan prasarana( peralaatan, perlengkapan, uang, bahan, dan lainnya). Input perangkat lainnya meliputi struktur organisasi sekolah, peraturan perundang-undnagan, deskripsi tugas, rencana, program dan Input harapan-harapan bisa berupa visi, misi, tujuan, dan sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh sekolah maka sebuah kesiapan Input sangat diperlukan agar proses dapat berlangsung dengan secara baik.

Oleh sebab itu, tinggi rendahnya mutu Input, dapat diukur dari tingkat kesiapan input. Makin tinggi tingkat kesiapan input, maka makin tinggi pula mutu input tersebut.

28 Umeidi, Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, h. 25

34

Proses dari sebuah pendidikan merupakan berubahnya sesuati menjadi sesautu yang lebih baik dalam sebuah satuan pendidikan. Proses yang dimaksud bisa saja berupa proses pengambilan keputusan, proses pengeloaan kelembagaan, proses pengeloaan program, proses belajar mengajar, dan proses monitoring dan evalusi. Proses dapat dikaatakan bermutu jika pengkoordinasian input sekolah ( guru, siswa, kurikulum, dana, sarana dan prasarana dan sebagainya ) dilakukan secara harmonis dan optimal.29

Seperti yang dikatakan oleh Sudjana mutu pendidikan merujuk pada kegiatan penanganan dari sebuah input pendidikan menjadi keluaran atau hasil yang berasal dari masukan dan umpan balik atau respon dan evaluasi karena pendidikan merupakan sistem terbuka yang teridri dari masukan keluaran dan umpan balik secara internal dan eksternal sebagai bagian dari sistem dari sebuah proses mutu.30

Output pendidikan adalah hasil kinerja sekolah yang berkaitan dengan prestasi sekolah dari proses penyelenggaraan pendidikan. Mutu dari output sekolah dapat dilihat dari efektivitasnya, produktivitas, efisisensi, inovasi dan motivasi kerja selama proses penyelenggaraan pendidikan. Output sekolah juga dikatakan berkualitas atau bermutu jika prestasi belajar siswa menunjukkan pencapaian yang tinggi seperti hasil ulangan, lomba akademik atau ujian nasional, dan kegiatan ektrakulikuler.

Peningkatan mutu merupakan proses yang sistematis yang terus menerus untuk meningkatkan kualitas sekolah dan faktor yang berkaitan dengan

29 Isep djuanda, “peningkatan mutu pendidikan dalam perspektif manajemen berbasis sekolah”, jurnal kordinat 18, no 1, h. 6

30 Idhoci Anwar, Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Pendidikan, ( Jakarta, Raja Grafindo Persada, 2013) Cet I h. 16

35

kualitas sekolah dengan tujuan agar target sekolah dapat dicapai dengan efektif dan efisien.31

Tujuan dari peningkatan mutu pendidikan diharapakan dapat mewujudkan institusi yang bermutu dalam aspek akademik (kualitas pembelajaran, kualitas penelitian, kualitas pengabdian maysrakat), sarana dan prasarana, dan administrasi dalam menghasilkan lulusan yang dapat mengembangkan potensi individu secara utuh ( kecerdasan intelektual, emosional, dan motorik).

Oleh sebab itu peningkatan mutu harus berorientasi kepada kebutuhan pelanggan seperti peserta didik dan masyrakat, karena kepuasan dan kebanggan mereka sebagai penerima layanan harus menjadi acuan dalam proses peningkatan mutu, yang akan mematangkan kualitas peserta didik dengan cara membebaskan peserta didik dari ketidaktahuan, ketidakmampuan, buruknya akhlak dan keimanan.32

Disamping itu, pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas yaitu lulusan yang memiliki prestasi akademik yang mampu menjadi pelopor pembaharuan dan perubahan sehingga mampu menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapinya, baik itu di masa sekarang atau masa yang akan datang. Mutu pendidikan bukanlah suatu konsep yang berdiri sendiri akan tetapi terkait erat dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

Dokumen terkait