BAB II KAJIAN TEORI
A. Pengertian Nilai Sosial
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nilai adalah 1) harga (dalam arti tafsiran harga); 2) harga uang (dibandingkan dengan harga uang yang lain); 3) angka kepandaian; biji; ponten; 4) banyak sedikitnya isi; kadar; mutu; 5) sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan; 6) sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya.1
Kata nilai dalam bahasa Inggris disebut value, sedangkan dalam Bahasa latin disebut valere.2 Kata valere artinya berguna, mampu akan, berdaya, berlaku, sehingga nilai diartikan sebagai sesuatu yang dipandang baik, bermanfaat dan paling benar menurut keyakinan seseorang atau sekolompok orang. Nilai adalah kualitas suatu hal yang menjadikan hal itu disukai, diinginkan, dikejar, dihargai, berguna, dan dapat membuat orang yang menghayatinya menjadi bermartabat.3
Pengertian Nilai menurut para ahli dalam jurnal Aceng Kosasih yang membahas tentang “Konsep Pendidikan Nilai”, yakni:4
1. Menurut Sumantri, nilai yaitu suatu ide/konsep yang seseorang pikirkan merupakan hal penting dalam hidupnya:
2. M. Rokeach membagi nilai menjadi dua, yaitu (1) nilai sebagai sesuatu yang dimiliki oleh seseorang (A person has a value), dan (2)
1 Susianti Aisah, Nilai-nilai Sosial Yang Terkandung Dalam Cerita Rakyat Ence Sulaiman Pada Masyarakat Tomia, dalam Jurnal Humanika, Vol. 3, No. 15, Desember 2015, h. 5.
2 Zona referensi, https://www.zonareferensi.com/pengertian-nilai/, diakses tanggal 15 Juni, 2020.
3 Sutarjo Adisusilo, Pembelajaran Nilai Karakter, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012.
4 Aceng Kosasih, Konsep Pendidikan Nilai, dalam Jurnal Pendidikan UPI, Vol. 10 No.
1 April 2015, h. 5.
nilai sebagai sesuatu yang berkaitan dengan objek (An object has a value);
3. Definisi nilai menurut Robin Williams yaitu kriteria atau standar yang dibuat untuk melakukan penilaian;
4. Clyde Kluckhon mendeskripsikan nilai adalah suatu konsepsi yang jelas, untuk tersurat atau tersirat dari seseorang atau kelompok tertentu mengenai apa yang diingini yang mempengaruhi pemilihan sarana dan tujuan tindakan;
5. Nilai dalam sudut pandang George England yakni suatu kerangka kerja perseptual yang secara relative bersifat permanen, kerangka kerja tersebut membentuk dan mempengaruhi hakikat dari watak perilaku perorangan umumnya;
6. Nilai menurut Dalton E Mc Farland yakni sesuatu kombinasi ide dan sikap mencerminkan suatu pilihan atas prioritas, motif atau orang;
7. Nilai menurut Allport yaitu keyakinan yang menjadi dasar orang bertindak sesuai dengan preferensi nya.
Berikut ini akan dikemukakan empat definisi nilai yang masing- masing mempunyai tekanan yang berbeda, yaitu:5
1. Menurut Gordon Allport, seorang ahli psikolog (1964), nilai adalah keyakinan yang membuat seseorang bertindak atas dasar pilihannya.
Nilai terjadi pada wilayah psikologis yang membuat keyakinan seperti hasrat, motif, sikap, keinginan dan kebutuhan. Karena itu, keputusan benar-salah,baik-buruk, indah-tak indah pada wilayah ini merupakan hasil dari serentetan proses psikologis yang kemudian mengarahkan individu pada tindakan dan perbuatan yang sesuai dengan nilai pilihannya;
5 Aceng Kosasih, Konsep Pendidikan Nilai, dalam Jurnal Pendidikan UPI, Vol. 10, No.
1 April 2015, h. 5.
17 2. Menurut Kupperman, seorang ahli sosiolog (1983), nilai adalah sebuah patokan normatif yang mempengaruhi manusia dalam menentukan pilihannya diantara cara-cara tindakan alternative.
Definisi ini mempunyai tekanan utama pada Norma sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku manusia. Oleh sebab itu, salah satu bagian terpenting dalam proses pertimbangan nilai (Value Judgment) adalah pelibatan nilai-nilai normatif yang berlaku di masyarakat;
3. Menurut Kluckhohn (Brameld, 1957), nilai sebagai konsepsi (tersirat atau tersurat, yang sifatnya membedakan individu atau ciri-ciri kelompok) dari apa yang diinginkan, yang mempengaruhi pilihan terhadap cara, tujuan antara dan tujuan akhir tindakan. Definisi nilai ini menurut Brameld mempunyai banyak implikasi, yaitu:
a. Nilai Rasional dan proses katektik (ketertarikan atau penolakan menurut kata hati);
b. Nilai selalu berfungsi secara potensial, tetapi selalu tidak bermakna apabila divervalisasi;
c. Apabila hal itu berkenaan dengan budaya, nilai diungkapkan dengan cara unik oleh individu atau kelompok.
d. Karena kehendak tertentu dapat bernilai atau tidak, maka perlu diyakini bahwa nilai pada dasarnya disamakan (equated) daripada dinginkan;
e. Pilihan diantara nilai-nilai alternatif dibuat dalam konteks ketersediaan tujuan antara (means) dan tujuan akhir (ends);
f. Nilai itu ada, ia merupakan fakta alam, manusia, budaya, dan pada saat yang sama ia adalah norma-norma yang telah disadari.
Nilai mengacu pada apa atau sesuatu yang oleh manusia dan masyarakat dipandang sebagai sesuatu yang paling berharga. Dengan perkataan lain, nilai itu berasal dari pandangan hidup suatu masyarakat.
Pandangan hidup itu berasal dari sikap manusia terhadap Tuhan, terhadap alam semesta, dan terhadap sesamanya. Sikap ini dibentuk melalui berbagai pengalaman yang menandai sejarah kehidupan masyarakat yang bersangkutan.6
Dari pemaparan di atas dapat penulis simpulkan bahwasanya nilai merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam hidup seseorang dan juga dapat mempengaruhi pandangan hidup dan kualitas hidup seseorang. Seperti seorang siswa kelas 9 SMP yang memiliki nilai raport tertinggi seangkatannya, sehingga saat ia ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi ia bebas memilih sekolah favorit yang ingin dituju dikarenakan nilainya yang mencukupi.
Kata sosial berasal dari Bahasa latin yaitu societas, yang artinya masyarakat. Sosial berarti hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain dan bentuknya berbeda.7 Menurut Emile Durkheim (1858- 1917), masyarakat itu terdiri atas kelompok-kelompok yang hidup secara kolektif, kehidupan selalu memerlukan interaksi antara satu dengan yang lain, baik secara individu maupun kelompok. Pada umumnya, interaksi dilakukan oleh manusia atau lebih untuk melaksanakan tugas kehidupan.
Tugas kehidupan melalui proses panjang yang harus dijalankan oleh manusia berdasarkan tujuan dan kebutuhan. Sebenarnya terjadinya interaksi sosial di dorong oleh kebutuhan manusia dalam hidupnya.
6 Rafael Raga Maran, Manusia & Kebudayaan Dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), h. 40.
7 Abu Ahmadi, Psikologi Umum, (Jakarta: Rineka Cipta), h. 243.
19 Sejauh mana manusia akan melakukan interaksi komunikasi, tergantung kepada besar kecilnya kebutuhan hidup manusia.8
Berikut ini penulis mengemukakan pengertian nilai sosial menurut para ahli:
1. Kimball Young, nilai sosial adalah asumsi-asumsi abstrak dan sering tidak disadari mengenai apa yang benar dan apa yang penting.
2. Woods, nilai sosial adalah petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama mengarahkan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
3. Robert M. Z. Lawang, nilai sosial adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan yang pantas, berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial orang yang memiliki nilai itu.
4. Pepper, nilai sosial adalah segala sesuatu mengenai yang baik atau yang buruk.
5. W. Green, nilai sosial adalah kesadaran yang secara efektif berlangsung disertai emosi terhadap obyek, ide, dan individu
6. Anthony Giddens, nilai sosial adalah gagasan-gagasan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok tentang apa yang dikehendaki, apa yang layak, dan apa yang baik atau buruk.
7. Horton dan Hunt, nilai sosial adalah gagasan-gagasan tentang apakah suatu tindakan itu penting atau tidak penting.
8. Richard T. Schaefer dan Robert P. Lamm, nilai sosial adalah gagasan kolektif (bersama-sama) tentang apa yang dianggap baik, penting, diinginkan, dan dianggap layak, serta kebalikannya.
8 Moh. Padil dan Triyo Suprayitno, Sosiologi Pendidikan, (Malang: Uin Maliki Press, 2010), h.2-3.
9. Theodorson, nilai sosial adalah sesuatu yang abstrak dan dijadikan pedoman serta prinsip-prinsip umum dalam bertindak atau bertingkah laku.
10. Koentjoroningrat, nilai sosial adalah konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai hal- hal yang dianggap amat mulia
11. Cylde Kluckhohn, nilai sosial adalah konsensi umum yang terorganisasi, mempengaruhi perilaku yang berhubungan dengan alam, kedudukan manusia dalam alam, hubungan orang dengan orang, dan hal-hal yang diingini dan tidak diingini yang mungkin bertalian dengan hubungan antara orang dengan lingkungan dan sesama manusia
12. J. S. Purwadarminta, nilai sosial adalah sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan.
Jadi definisi dari nilai sosial yakni penghargaan yang diberikan masyarakat terhadap sesuatu yang dianggap baik, luhur, pantas, dan mempunyai daya guna fungsional bagi masyarakat. Misal: kegiatan menolong orang lain dianggap pantas dan berguna, maka kegiatan tersebut diterima sebagai sesuatu yang bernilai/berharga.