• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Pendidikan Islam

Dalam dokumen Full Text - Admin Digital Library (Halaman 36-42)

BAB I PENDAHULUAN

C. Pendidikan Islam

1. Pengertian Pendidikan Islam

Berikut ini, penulis akan memaparkan beberapa defenisi pendidikan Islam dalam pandangan para pakar, di antaranya:

a. As-Saibani, dalam Langgulung (1979 : 4) diartikan sebagai:

“usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan kemasyarakatannya dan kehidupan alam sekitarnya melalui proses pendidikan”.

b. Hasil rumusan seminar pendidikan Islam se-Indonesia tahun 1960 di Cipayung Bogor tanggal 7-11 Mei 1960 ditetapkan bahwa:

“Pendidikan Islam sebagai bimbingan terhadap pembentukan rohani dan jasmani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh dan mengawasi berlakunya semua ajaran Islam”.

c. Hasil rumusan Kongres se-dunia ke II pada pelaksanaan internasional seminar on Islamic concept and curriculum recommendation tanggal 15 Maret 1980, diputuskan bahwa:

“Pendidikan Islam ditujukan untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan dari pribadi manusia secara menyeluruh melalui latihan-latihan kejiwaan, akal, pikiran, kecerdasan, perasaan dan panca indra. Oleh karena itu, pendidikan Islam harus mengembangan seluruh kehidupan manusia, baik spiritual, intelektual, imajinasi (fantasi), jasmaniah, keilmiahannya, bahasanya, baik secara individual maupun secara kelompok, serta mendorong aspek-aspek itu ke arah kebaikan dan kesempurnaan hidup”.

d. Menurut Al-Attas (1984 : 10) bahwa:

“Pendidikan Islam merupakan usaha yang dilakukan terhadap anak didik untuk pengenalan dan penyaluran tempat-tempat yang benar dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sehingga membimbing ke arah pengenalan pengakuan akan tempat Tuhan yang tepat dalam tatanan wujud dan kebenaran”.

Sebagaimana dalam firman Allah SWT dalm QS. Luqman (31):13































Terjemahnya:

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (Kementrian Agama.

2013.412).

Ayat tersebut diatas menjelaskan bahwa pendidikan yang diberikan kepada seorang anak didik sangat penting dan menjadi hal yang utama, sehingga kepentingan pendidkan bagi seorang anak diharuskan lebih awal dididik secara tersistemamtis dari lingkungan keluarga sampai pada pendidikan formal. Prosespembelajaran yang diberikan kepada seorang anak agar bisa menjadi generasi yang diharapkan Agama, bangsa dan negara, maka pola pendidikan harus lebih diutamakan.

e. Menurut Mohammad Arifin al-Djamaly dalam Tohirin (2005 : 9) bahwa:

“Pendidikan Islam adalah proses yang mengarahkan manusia kepada kehidupan yang baik dan mengangkat derajat kemanusiaannya, sesuai dengan kemampuan dasar (fitrah) dan kemampuan ajarnya (pengaruh dari luar)”.

Sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam QS. Al- Mujadilah (58):11:































































Terjemahnya:

“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:

"Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan:

"Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Kementrian Agama. 2013. 543).

Dari ayat diatas maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa peran pendidikan bagi setiap generasi menjadi tanggung jawab setiap individu. Dalam hal ini seperti keluarga, setiap orangtua mendidik anak- anaknya ke lembaga pendidik formal yang siap membimbing ke arah kebenaran serta mendorong aspek-aspek itu ke arah kebaikan dan kesempurnaan, dengan pendidikan Islam mengarahkan manusia ke arah lebih baik dan dapat mengangkat derajat kemanusiaannya.

Secara akademik, manusia tumbuh dan berkembang sejak dalam kandungan sampai meninggal mengalami proses. Demikian pula kejadian alam semesta ini diciptakan Tuhan melalui proses bertahap. Pola perkembangan manusia dan kejadian alam semesta yang berproses

demikian berlangsung di atas hukum alam yang ditetapkan oleh Allah swt sebagai sunnatullah.

Pendidikan sebagai usaha membina dan mengembangkan pribadi manusia dari aspek-aspek rohaniah dan jasmaniah juga harus berlangsung secara bertahap, oleh karena itu kematangan yang bertitik akhir pada optimalisasi perkembangan dan pertumbuhan, baru dapat tercapai bilamana berlangsung melalui proses demi proses ke arah tujuan akhir perkembangan dan pertumbuhannya.

Akan tetapi suatu proses yang diinginkan dalam usaha kependidikan adalah proses yang terarah dan tujuan yaitu mengarahkan anak didik (manusia) kepada titik optimal kemampuanya, sedang tujuan yang ingin dicapai adalah terbentuknya kepribadian yang bulat dan utuh sebagai manusia individual dan sosial serta hamba Tuhan yang mengabdikan diri kepadanya.

Dengan demikian, pendidikan Islam diketahui lebih menekankan pada keseimbangan dan keseriusan perkembangan hidup manusia.

Selanjutnya, proses kependidikan merupakan rangkaian usaha membimbing, mengarahkan potensi hidup manusia berupa kemampuan- kemampuan dasar dan kemampuan belajar sehingga terjadilah perubahan di dalam kehidupan pribadinya dengan alam sekitar berdasar pada norma- norma syariah dan akhlak yang al-karimah.

Istilah membimbing mengarahkan dan mengasuh serta mengajarkan atau melatih mengandung pengertian usaha mempengaruhi

jiwa anak didik melalui proses setingkat demi setingkat menuju tujuan yang ditetapkan yaitu menanamkan takwa dan akhlak serta menegakkan kebenaran sehingga terbentuklah manusia yang berpribadi dan berbudi pekerti yang luhur sesuai ajaran Islam.

Tanpa melalui proses pendidikan, manusia dapat menjadi makhluk yang serba oleh dorongan-dorongan nafsu jahat, ingkar dan kafir terhadap Tuhannya hanya dengan melalui proses kependidikan manusia akan dapat dimanusiakan sebagai hamba Tuhan yang mampu menaati ajaran agamanya dengan penyerahan diri secara total kepada Allah swt.

Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW d sebutkan betapa diharuskannya pendidikan/menuntut ilmu:

ٍُْث َىِْْٛا َشْثِإ بَُْث َّذَح، ِٙهْجَحنا ٌَُرْؤًُْنا ُذًَْحَأ ٍِْث ُذًََّحُي ٍِْث ٍََضَحنإُثَا بَُْثَّذَح ُشَشَث بَُْث َّذَح، شُهْغًَنْا ٍِْث ْتَهٌّصنا ِْٙثَأ ٍُْث ٌذًَْحَأ بَُْث َّذَح، ّٚٔ َشًَُع ٍُْث ٌذًََّحُي ٍُْث ة ُْٕقْعَٚ بَُْث َّذَح، ذِْٛن َْٕنا ٍُْث ٍُْث ِشَََأ ُتْعًَِص ، خَفَُِْٛح ِْٙثَأ ٍَْع ، َىِْْٛا َشْثِإ

ُل ُْٕقَٚ َىَّهَص َٔ َِّْٛهَع ُالله َّٗهَص ِالله ُل ُْٕص َس ُتْعًَِص : ُل ُْٕقَٚ ، ِكِنبَي َىْهِعنْا ُتَهَط

ٍخًَِهْضُي َٔ ٍىِهْضُي ِّمُك َٗهَع ٌخ ِضْٚ ِشَف )شجنا ذجع ٍثإ ِأس )

Artinya:

“Telah berkata kepada kami Abu Hasan ibnu Muhammad ibnu Ahmad Al-mu‟zan Al-habli, Telah berkata kepada kami ibnu Muhammad ibnu Umriyah, Telah berkata kepada kami Ahmad ibnu Abi Shillat ibnu Al-maglis, Telah berkata kepada kami Basyir ibnu walid, Telah berkata kepada kami Yakub ibnu Ibrohim, dari abi Khonifah, saya telah mendengar Anas ibnu Malik berkata: saya telah mendengar Rasulullah Saw bersabda: Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat.”(HR. Ibnu Abdil Bari) Jadi melatih dan mengembangkan mengandung pengertian tentang usaha meningkatkan taraf kehidupan melalui aspek-aspeknya yang tidak mungkin dapat sampai ke tujuan yang telah ditetapkan tanpa melalui

proses tahap demi tahap, mengingat manusia dengan kelengkapan- kelengkapan dasar dalam dirinya baru mencapai kematangan hidup, setelah berkembang melalui tingkat hidup kejiwaan dan kejasmanian dengan pengarahan atau bimbingan dan pendidikan yang diperoleh.

Dalam dokumen Full Text - Admin Digital Library (Halaman 36-42)

Dokumen terkait