• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Profitabilitas

Dalam dokumen pengaruh pembiayaan mudarabah terhadap (Halaman 30-34)

BAB II TINJAUAN TEORITIS

F. Pengertian Profitabilitas

Profitabilitas (keuntungan) merupakan hasil dari kebijaksanaan yang diambil dari manajemen. Rasio keuntungan untuk mengukur seberapa besar tingkat keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan. Semakin besar tingkat keuntungan menunjukkan semakin baik manajemen dalam pengelolaan perusahaan.14

Pengukuran profitabilitas adalah return on aset (ROA) yang merupakan indikator untuk mengukur kemampuan manajemen dalam mengelola modal yang tersedia untuk mendapatkan keuntungan tersisih. Semakin tinggi rasio ini semakin baik perusahaan dalam menghasilkan profitabilitas. Jadi informasi ROA yaitu mengidentifikasi tingkat kemampuan perusahaan menggunakan modalnya untuk memperoleh pendapatan bersih, akan direspon oleh investor, baik secara negatif maupun secara positif.15

14 Sutrisno, Op, cit, h. 238

15 Nur Amalia, “Struktur Pembiayaan dan Pengaruhnya Terhadap Profitabilitas Bank Muamalat Indonesia dan Bank Syariah Mandiri,” Jurnal dan Ilmu Riset Akuntansi, Vol. 5 no.5, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, (STIE-SIA) SURABAYA

Profitabilitas adalah kemampuan manajemen untuk memperoleh laba.

Laba terdiri dari laba kotor, laba operasi, dan laba bersih. Untuk memperoleh laba diatas rata-rata, manajemen harus mampu meningkatkan pendapatan dan mampu mengurangi semua beban atas pendapatan. Itu berarti manajemen harus memperluas pangsa pasar dengan tingkat harga yang menguntungkan dan menghapuskan aktifitas yang tidak bernilai tambah.16

Rasio Profitabilitas terdiri atas dua, yaitu:

a. Margin Laba (profit margin)

Profit Margin = Pendapatan Bersih x 100%

Penjualan

Angka ini menunjukkan beberapa persentase pendapatan bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik, karena dianggap kemampuan perusahaan dalam menjalankan laba cukup tinggi.

b. Return On Invesment (ROI)

Return On Invesment = Laba Bersih x 100%

Rata-Rata Modal

Rasio ini menunjukkan berapa persen diperoleh laba bersih bila diukur dari modal pemilik. Semakin besar rasio ini maka akan semakin baik.

c. Return On Asset (ROA)

Return On Asset = Laba Bersih x 100%

Total Aktiva

16 Darsono, Manajemen Keuangan Pendekatan Praktis Kajian Pengambilan Keputusan Bisnis Berbasis Keuangan, (Jakarta: Penerbit DIANDIT Media, 2006), h. 55

17

Rasio ini menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjualan.

Semakin besar aktiva rasio ini semakin baik. Hal ini berarti bahwa aktiva dapat lebih cepat berputar dan memperoleh laba.

G. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Profitabilitas

Manajemen adalah faktor yang mempengaruhi profitabilitas bank, besar kecilnya bank dan lokasi bank bukan merupakan faktor yang paling menentukan. Manajemen yang baik dan ditunjang oleh faktor modal dan kombinasi ideal untuk keberhasilan bank.

H. Kerangka Pikir

I. Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka hipotesis yang diajukan adalah diduga bahwa ada pengaruh pembiayaan mudharabah terhadap profitabilitas pada PT. Bank BNI Syariah Cabang Makassar.

PT. Bank BNI Syari’ah Cabang Makassar

Pembiayaan Mudharbah

Laporan Keuangan

Profitabilitas/ROA (Return Of Assets)

Analisis Data:

Analisis Deskriptif

Uji Hipotesis a. Uji T

b. Uji Determinasi (R2)

Hasil Penelitian

Rekomendasi

19 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat untuk menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui.17

Jenis penelitian yang digunakan peneliti yaitu jenis penelitian asosiatif.

Penelitian asosiatif adalah penelitian yang berusaha mencari hubungan antara satu variable dengan variable lain. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala. Bentuk hubungan dalam penelitian ini adalah hubungan klausal, yaitu hubungan sebab akibat yang ditimbulkan dari variabel bebas (X) terhadap terikat (Y).

Tujuan dilakukannya penelitian kuantitatif ini yaitu untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara kedua variabel tersebut yaitu pembiayaan mudharabah sebagai variabel bebas dan profitabilitas sebagai variabel terikat.

B. Lokasi dan Objek Penelitian

Penelitian dilaksanakan di PT. Bank BNI Syariah Cabang Makassar yang terletak di Jalan Dr.Ratulangi, Parang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90125.

17 Deni Darmawan, Metode Penelitian Kuantitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset, cetakan kedua, 2014), hal. 37

C. Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Variabel bebas (X)

Variabel bebas adalah variable yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variable independent (variable terikat), jadi variable independent adalah variable yang mempengaruhinya. Adapun variabel bebas pada penelitian ini adalah mudharabah.

b. Variabel terikat (Y)

Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Adapun variabel terikat pada penelitian ini adalah profitabilitas.

D. Metode Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data sebagai bahan dalam penelitian digunakan beberapa metode, antara lain:

1. Observasi, adalah cara dan teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang ada pada objek penelitian. Observasi dapat dibagi menjadi dua yaitu observasi langsung dan observasi tidak langsung.18 Dalam penelitian ini dilakukan observasi tidak langsung, yakni dengan mengambil data dari sumber resmi statistic yakni perbankan, sehingga dapat diperoleh laporan keuangan yang akan diteliti, gambaran umum bank serta perkembangannya.

18 Moh. Pabundu Tika, Metode Penelitian Geografi, (Jakarta: PT. Bumi Aksara 2005), hal.

44

21

2. Dokumentasi, yaitu usaha untuk memperoleh data melalui pencatatan dari sejumlah dokumen atau bukti-bukti tertulis yang resmi dan dapat dipertanggung jawabkan, yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.

E. Data dan Sumber Data a. Data Sekunder

Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Sekunder, yaitu data yang diperoleh berupa informasi tertulis dan dokumentasi serta laporan-laporan PT. Bank BNI Syari’ah Cabang Makassar.

Adapun data-data yang ingin diperoleh pada penelitian ini yaitu:

1) Data profit atau laba dari pembiayaan mudharabah pada Bank BNI Syariah Cabang Makassar.

2) Data keseluruhan profitabilitas Bank BNI Syariah Cabang Makassar.

b. Sumber Data

Adapun sumber data yang diambil dari penelitian ini yaitu laporan keuangan bulanan dari PT. Bank BNI Syariah Cabang Makassar selama dua tahun, dari Januari 2018 sampai dengan Desember 2019.

F. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan prosedur statistik untuk menguji generalisasi hasil penelitian yang didasarkan atas satu variabel. Uji ini bergantung pada jenis data (nominal-ordinal-interval/rasio). Jenis teknik

statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif harus sesuai dengan jenis data atau variabel berdasarkan skala pengukurannya.

Analisis deskriptif mengacu pada transformasi dari data-data mentah ke dalam suatu bentuk yang mudah dimengerti dan diterjemahkan.

Pendeskripsian respon atau hasil observasi merupakan ciri khas dari bentuk pertama analisis. Perhitungan rata-rata, distribusi frekuensi dan distribusi presentase atau diagram adalah bentuk yang paling umum dari peringkasan data.

Jenis analisis deskriptif yang dapat dilakukan memiliki kaitan yang erat dengan bentuk data atau jenis pengukuran yang dilakukan dalam riset tersebut. Secara ringkas keterkaitan antara tipe analisis deskripttif dengan bentuk-bentuk pengukuran data yang diambil.19

2. Uji Hipotesis

Pembuktian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji statsisik yang didukung oleh uji ekonomtrika, yakni sebagai berikut::

a. Uji T (T-test)

Untuk mengetahui keterandalan serta kemaknaan dari nilai koefisien regresi, sehingga dapat diketahui apakah pengaruh variabel pembiayaan mudharabah signifikan atau tidak. Kriteria pengujian yang digunakan sebagai berikut:

19 http://cahayalaili.blogspot.com/2011/05/teknik-pengolahan-data-deskriptif.html?m=1

23

1) Apabila thitung < ttabel maka H0 diterima, artinya variabel pembiayaan mudharabah tidak berpengaruh signifikan terhadap laba pada Bank BNI Syariah.

2) Apabila thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya variabel pembiayaan mudharabah berpengaruh signifikan terhadap laba pada Bank BNI Syariah.

b. Uji Determinasi (R2)

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa berpengaruh variabel bebas atau independen dalam penelitian ini yaitu pembiayaan mudharabah terhadap variabel terikat atau dependen yaitu profitabilitas (ROA).

24 BAB IV

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Tentang Bank BNI Syariah

1. Sejarah Bank BNI Syariah

Bank BNI Syariah sejak berdiri pada tahun 1946, Bank Negara Indonesia (BNI), merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Bank Negara Indonesia mulai menegedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia, yakni ORI dan Obligasi Ritel Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946.

Pada tahun 2004, identitas peprusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan “Bank BNI”

dipersingkat menjada “BNI”, sedangkan tahun pendirian yaitu “46” digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertatama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia. BNI membuka layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah dengan konsep dua system banking, yakni meneyediakan layanan perbankan umum dan syariah sekaligus. Hal ini sesuai dengan UU No. 10 Tahun 1998 yang memungkinkan bank-bank untuk membuka layanan syariah. Diawali dengan pembentukan Tim Bank Syariah di Tahun 1999, Bank Indonesia kemudian menegeluarkan ijin prinsip dan usaha untuk beroperasinya unit usaha syariah BNI. Setelah BNI Stariah menetapkan starategi pengembangan jaringan cabang.

25

Selanjutnya UUS BNI terus berkembang Kantor Cabang dan 31 Kantor menjadi 28 kantor Cabang dan 31 Kantor Cabang Pembantu. Disamping itu nasabah juga dapat menikmati layanan syariah di Kantor Cabang BNI Konvensional (office channeling) dengan kurang lebih 750 outlet yang tersebar di seluruh wilayah indonesia. Di dalam pelaksanaan operasional perbankan, BNI syariah tetap memperhatikan kepatuhan terhadap aspek syariah. Dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang saat ini diketahui oleh Dr. Hasanuddin, M.Ag yang sebelumnya diketahui oleh KH Ma’ruf Amin, semua produk BNI Syariah telah melalui penguji dari DPS sehingga telah memenuhi aturan syariah. Berdasarkan surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 12/41/KEP.GBI/2010, maka telah diperoleh izin usaha bank umum syariah (BUS) PT Bank BNI Syariah atau BNI Syariah.

BNI Syariah merupakan anak perusahaan dari BNI dengan komposisi kepemilikan saham 99,99% dimiliki oleh BNI dan sisanya dimiliki oleh BNI dan sisanya dimiliki oleh PT. BNI life. Hingga akhir Mei 2010, Unit Usaha Syariah BNI memiliki aset sebesar Rp 5,2 triliun , total dana masyarakat sebesar 4,2 triliun, total pembiayaan Rp 3,2 triliun, modal sebesar Rp. 1 triliun, dengan costumer based lebih dari 420 ribu nasabah. Srtartegi jangka menengah-panjang setelah spin off, BNI akan menjajaki kemungkinan menjalin kemitraan startegis dengan berbagai pihak, baik institusi di dalam maupun di luar negri dalam mengembangkan PT. Bank BNI Syariah, termasuk mengandung investor strategis guna memperkuat pemodalan, keahlian dan jaringan global. BNI Syariah akan menjadi elemen penting

dalam bisnis BNI secara holding melalui konsep BNI incorporated. Sementara itu, nasabah tetap dapat menikmati layanan yang ada selama ini, seperti layanan e-channel BNI (BNI ATM, BNI SMS Banking, BNI Internet Banking), tarik setor di selurh kantor BNI, seta masih dapat melakukan pembukaan rekening BNI Syariah di lebih dari 750 kantor cabang BNI yang telah menjadi Syariah Chanelling Outlet (SCO). Demikian juga dengan fitur produk tidak mengalami perubahan, bahkan ke depan akan lebih bervariasi.20 2. Visi dan Misi Bank BNI Syariah

1) Visi PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Makassar

Menajdi Bank Syariah pilihan masyarakat yang unggul dalam layanan kinerja

2) Misi PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Makassar

a) Memberikan konstribusi positif kepada masyarakat dan peduli pada kelestarian lingkungan.

b) Memberikan solusi bagi masyarakat untuk kebutuhan jasa perbankan syariah.

c) Memberikan nilai investasi yang optimal bagi investor.

d) Menciptakan wahana terbaik sebagai tempat kebanggan untuk berkarya dan berprestasi bagi pegawai sebagai perwujudan ibadah.

e) Menjadi acuan tata kelola perusahaan yang amanah.

20 Batara Indra Gunawan, sejarah berdirinya Bank Negara Indonesia Syariah.

http://blogspot.com/2015/03/sejarah-berdirinya-bank-negara-indonesia-syariah.html diakses pada tanggal 05 juli 2020 (14.51)

27

3. Budaya Kerja PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Makassar 1) Amanah

a) Jujur dan menepati janji b) Bertanggung jawab

c) Bersemangat untuk menghasilkan karya terbaik d) Bekerja ikhlas dan mengutamakan niat ibadah e) Melayani melebihi harapan

2) Jamaah

a) Peduli dan berani memberikan maupun menerima umpan balik yang konstruktif

b) Membangun sinergi secara profesional c) Membagi pengetahuan yang bermanfaat d) Memahami ketertarikan proses kerja e) Memperkuat kepemimpinan yang efektif 4. Kegiatan Operasional Perusahaan

a. Penghimpun Dana (Funding) a. Produk Tabungan

Tabungan merupakan simpanan dalam bentuk mata uang rupiah yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan akad Mutlaqah atau akad Wadiah. Bank sebagai pihak yang bebas tanpa pembatasan dari pemilik dan menyalurkan dana nasabah tersebut dalam bentuk pembiayaan kepada usaha-usaha yang menguntungkan dan tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Atas keuntungan yang didapat dari penyaluran dana,

bank memberikan bagi hasil sesuai dengan nisbah yang telah disepakati.

Jenis tabungan yang ada di BNI syariah yaitu:

1) Tabungan iB Hasanah

Yaitu tabungan dengan akad mudharabah atau wadiah yang memberikan berbagai fasilitas serta kemudahan dalam mta uang rupiah.

2) Tabungan iB Bisnis Hasanah

Yaitu tabungan dengan akad Mudharabah yang dilengkapi dengan detil mutasi debet dan kredit pada buku tabungan dan bagi hasil yang lebih kompetitif dalam mata uang rupiah

3) Tabungan iB Tunas Hasanah

Yaitu tabungan dengan akad Wadiah yang diperuntukkan bagi anak-anak dan pelajar yang berusia dibawah 17 tahun.

b. Produk Transaksi

Produk transaksi di BNI Syariah yaitu Giro iB Hasanah merupakan produk penyimpanan danayang menggunakan prinsip wadiah yad addhamanah (titipan murni). Pada produk ini nasabah menitipkan dana dan bank akan mempergunakan dana tersebut sesuai dengan prinsip syariah dan menjamin akan mengembalikan titipan tersebut secara utuh apabila sewaktu-waktu nasabah membutuhkannya.

29

c. Produk Investasi

1) Deposito iB Hasanah

Deposito iB Hasanah adalah simpanan yang berjangka yang ditujukan untuk berivenstasi bagi nasabah perorangan dan perusahaan dengan menggunakan prinsip mudharabah mutlaqah.

Dana nasabah dikelola dengan cara disalurkan melalaui pembiayaan usaha produktif yang sesuai dengan prinsip syariah dan menghasilkan bagi hasil yang kompetitif bagi nasabah.

2) Tabungan iB Baitullah Hasanah

Tabungan dengan akad mudharabah atau wadiah yang dipergunakan sebagai sarana untuk mendapatkan kepastian porsi berangkat menunaikan ibdah haji (regular/khusus) dan merencanakan ibadah umrah sesuai dengan keinginan penabung dengan sistem setoran bebas atau bulanan dalam mata uang rupiah dan USD.

3) Tabungan iB Tepenas Hasanah

Tabungan iB Tepenas Hasanah untuk yaitu tabungan dengan akad mudharabah perencanaan masa depan yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan sistem setoran bulanan yang bermanfaat untuk membantu menyiapkan rencana masa depan seperti rencana liburan, ibadah, umrah, pendidikan ataupun rencana pendidikan masa depan lainnya.

2. Penyaluran Dana (lending)

Penyaluran dana (pembiayaan) di BNI Syariah yaitu:21 a. Produktif

1) Tunas Usaha iB Hasanah

Tunas Usaha iB Hasanah (TUS) adalah pembiayaan modal kerja atau investasi yang diberikan untuk usaha produktif yang flexible namun belum sesuai dengan prinsip syariah dalam rangka mendukung pelaksanaan Intruksi Presiden No. 6 Tahun 2007.

2) Wirausaha iB Hasanah

Wirausaha iB Hasanah (WUS) adalah fasilitas pembiayaan produktif yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan usaha-usaha produktif (modal kerja dan investasi) yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3) Usaha Kecil iB Hasanah

Usaha kecil iB Hasanah yaitu fasilitas pembiayaan produktif yang diberikan untuk pengembangan usaha yang yang flexible guna memenuhi kebutuhan modal kerja atau investasi

4) Umrah Keluarga Hasanah

21 Sri Ekawati 2003. Penglaman Kerja Praktek Mahasiswa(PKPM) di PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Utama Makassar.h 60-61

31

b. Konsumtif

Berikut merupakan pembiayaan konsumtif yang disalurkan oleh BNI Syariah22

1) Griya iB Hasanah

Pembiayaan Griya iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif yang diberikan kepada anggota masyrakat untuk membeli membangun, merenovasi rumah (termasuk ruko, rusun, rukan, apartemen dan jenisnya), dan membeli tana kavling yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan pembayaran kembali masing-masing calon nasabah.

2) Oto iB Hasanah

Oto iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif murabahah yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk pembelian kendaraan bermotor yang dibiayai dengan pembiayaan ini.

3) Multiguna iB Hasanah

Multiguna iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif dengan akad murabahah (jual beli) yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk pembeliaan barang kebutuhan konsumtif atau jasa sesuai prinsip syariah dengan disertai agunan berupa fixed asset sepertitanah dan bangunan yang ditinggali berstatus SHM atau SHGB dan bukan barang yang dibiayai.

22 BPP (Buku Panduan Perusahaan), BNI Syariah KCU Makassar.h.27

4) Fleksi iB Hasanah

Fleksi iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif bagi pegawai/karyawan suatu perusahaan/lembaga untuk pembelian barang dan penggunaan jasa sesuai Syariat Islam.

5) Fleksi Umrah iB Hasanah

Fleksi Umrah iB Hasanah adalah pembiayaan konsumtif untuk memenuhi kebutuhan pembelian manfaat jasa paket perjalanan Ibadah Umrah bekerja sama dengan Biro Perjalanan Umrah.

6) Pembiayaan Emas iB Hasanah

Pembiayaan Emas iB Hasanah (BNI Syariah Kepemilikan Emas) merupakan fasilitas pembiayaan dengan akad murābaḥah (jual beli) yangdiberikan untuk membeli emas logam mulia dalam bentuk batangan yang diangsur secara pokok setiap bulannya.

5. Struktur Organisasi Perusahaan dan Deskripsi Tugas

Struktur organisasi merupakan salah satu hal penting dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi yang secara langsung membuat skema wewenang dan tanggung jawab tiap-tiap anggota organisasi pada setiap pekerjaan demi terwujudnya tujuan organisasi tersebut. Selain itu struktur organisasi sering disebut bagan atau skema organisasi dengan cara memberikan gambaran secara skematis tentang hubungan pekerjaan antara orang yang satu dengan lainnya yang terdapat dalam satu organsasi untuk mencapai tujuan bersama.

Demikian pula halnya dengan PT. BNI Syariah, personilnya

33

melakukan pekerjaan sesuai dengan tanggu jawab dan wewenangnya masing-masing, dan satu sama lainnya saling berhubungan dalam usaha menciptakan tujuan perusahaan yang akan dicapai.Untuk lebih jelasnya, akan digambarkan struktur organisasi PT. BNI Syariah Kantor Cabang Makassar, sebagai berikut:

Gambar 4.1

Struktur Organisasi PT. Bank BNI Syariah (Persero) Tbk.

Kantor Cabang Makassar .

Sumber : PT. Bank BNI Syariah (Persero) Tbk. Kantor Cabang Makassar

35

Berikut ini akan di jelaskan secara singkat mengenai tugas setiap bagian pada PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Makassar:23

a. Kepala Cabang (Branch Manager)

1) Mengelola secara optimal sumber daya cabang agar dapat mendukung kelancaran operasi cabang.

2) Mengkordinir rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahunan cabang

3) Menetapkan dan melaksanakan strategi pemasaran produk bank guna mencapai tingkat volume atau sasaran yang telah ditetapkan baik pendanaan maupun jasa-jasa.

b. Pemimpin Bidang Operasional (Operasional Manager)

1) Membantu Pemimpin Cabang terhadap pelaksanaan fungsi pokok unit pelayanan nasabah dan unit operasional.

2) Mengontrol pelaksanaan fungsi pokok unit pelayanan nasabah dan unit operasional.

c. Manager Bisnis (Bussiness Manager)

1) Bertanggung jawab pada pelaksanaan fungsi bisnis.

2) Mengontrol pelaksanaan fungsi bisnis unit pelayanan nasabah dan unit operasional.

23 Dokumen BNI Syariah KCU Makassar Tahun 2013, Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan BNI Syariah KCU Makassar, hlm.2.

d. OSH (Operasional Service Head)

1) Menyelenggarakan pelayanan dan pengadministrasian atas transaksi-transaksi jasa perbankan serta pemupukan dana di kantor cabang.

2) Menyelenggarakan pembukuan accounting atas transaksi keuangan di kantor cabang.

3) Menyelenggarakan pengadministrasian dan pemantauan atas transaksi pembiayaan di kantor cabang.

4) Menyelenggarakan pelaporan transaksi kegiatan jasa-jasa perbankan, pemupukan dana, posisi likuiditas dan pembiayaan di kantor cabang sesuai pedoman atau ketentuan yang berlaku.

e. Processing

1) Memastikan bahwa semua pembiayaan, penambahan pembiayaan telah mendapatkan persetujuan pejabat yang berwenang sesuai dengan limit.

2) Memastikan kebenaran administrasi atas pembiayaan yang diberikan.

3) Memeriksa kelengkapan dan keabsahan nota admnistrasi pembiayaan.

4) Memastikan bahwa fisik jaminan sesuai dengan nilai dan lokasinya.

37

f. Unit Branch Internal Control

Dimana unit tersebut merupakan unit yang berdiri sendiri/

independent dan tidak dibawahi lagi oleh pemimpin cabang melainkan langsung dibawahi Devisi Kepatuhan. Unit tersebut sebelumnya disebut Control Internal, tugas-tugas pokoknya adalah:

1) Melakukan pengawasan dengan cara melaksanakan pemeriksaan terhadap aktivitas unit sehari-hari.

2) Melakukan pemeriksaan atas aktivitas unit secara harian, berkala atau mendadak.

3) Menindaklanjuti temuan SPI/ Audit, baik internal maupun eksternal.

g. Unit Pemasaran Bisnis (Marketing)

1) Memasaran produk jasa perbankan kepada nasabah/ calon nasabah.

2) Memperbanyak penjualan silang (Cross Selling) kepada nasabah/ calon nasabah.

3) Mengelola permohonan pembiayaan.

4) Melakukan pemantauan nasabah/ kolektibilitas pinjaman.

5) Melakukan penyelamatan/penyelesaian pembiayaan bermasalah.

6) Membantu kantor besar atau cabang lain di bidang pemasaran bisnis.

7) Melayani dan mengembangkan hubungan dengan nasabah wholesale dan middle.

8) Mencari nasabah-nasabah baru dan memperkenalkan dan menawarkan produk perbankan.

9) Melakukan penelitiian potensi ekonomi daerah maupun kegiatan usaha setempat.

h. Unit Operasional

1) Mengelola administrasi pembiayaan.

2) Mengelola administrasi keuangan.

3) Mengelola administrasi Dalam Negeri dan Luar Negeri.

4) Mengelola administrasi umum, logistik, dan kepegawaian.

i. Customer Service

1) Mengerjakan dan menyelesaikan semua operasional baik berupa tabungan, deposito, inkaso secara umum ataupun operasional pembayaran dan pembukuannya.

2) Memberikan pelayanan kepada nasabah dengan pedoman pada sistem pedoman operasional yang benar sehingga kedua pihak merasa puas.

3) Memberikan informasi dan penjelasan kepada nasabah mengenai produk yang ditawarkan oleh Bank atau yang ditanyakan oleh nasabah.

j. Teller

1) Memberikan pelayanan kepada nasabah yang berhubungan dengan penermaan dan penarikan uang.

2) Mencatat semua transaksi yang terjad setiap hari.

Dalam dokumen pengaruh pembiayaan mudarabah terhadap (Halaman 30-34)

Dokumen terkait