BAB II KONSEP PENYAKIT
BAB 3 STUDY KASUS
3.1 Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada 28 Februari 2021 pukul 09.00 WIB di rumah keluarga Tn. F desa Karang Pandan, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi keperawatan.
I. Data Umum
1. Kepala Keluarga (KK) : Tn. F
2. Alamat dan telepon : Desa Karang Pandan, kecamatan Rejoso,
Kabupaten Pasuruan.
3. Pekerjaan KK : Petani 4. Pendidikan KK : Tamat SD 5. Komposisi keluarga :
Tabel 3.1 Komposisi Keluarga dengan masalah ketidakpatuhan pada penderita TB Paru
No. Nama L/P Umur Pendidikan Pekerjaan
1. Tn. F L 43 tahun SD Petani
2. Ny. U P 38 tahun MTS Pedagang
3. An. L P 22 Tahun SMA Mahasiswi
4. An. J L 18 Tahun SMA Pelajar
Sumber keluarga Tn. F
6. Genogram
Gambar 3.1 Genogram Keluarga Tn. F 7. Tipe Keluarga :
The Nuclear Family (Keluarga Inti) terdiri dari Tn. F berusia 43 tahun, Ny.U berusia 38 tahun, dan kedua anaknya yaitu An. Lberusia 22 TahunTahun dan An. J berusia18 Tahun.
8. Suku bangsa :
Tn. F dan Ny. U beserta kedua anaknya berasal dari suku Jawa.
9. Agama :
Keluarga Tn. F beserta anggota keluarga menganut agama Islam. Tn. F dan keluarganya rutin beribadah setiap hari. Tn. F dan keluarga juga selalu mengikuti aturan serta anjuran dalam ajaran agama Islam .
10. Status sosial ekonomi keluarga : a. Jumlah pendapatan perbulan :
petani(Rp. 2.500.000/bulan) + dagang(Rp. 500.000/bulan) = Rp. 3.000.000 b. Sumber pendapatan perbulan : Bertani dan Berdagang
c. Jumlah pengeluaran perbulan : Rp. 2.000.000
Ket :
: perempuan : Laki-laki : meninggal : tinggal serumah :garis perkawinan
: garis keturunan : klien
NyU Tn
.R
NyS
Tn .M
NyH Tn
.S
Tn.
N
Ny R
NyA
An L
An .J
11. Aktivitas rekreasi keluarga :
Kegiatan yang dilakukan keluarga untuk rekreasi atau menghilangkan stress dengan menonton tv, olahraga, ke sawah dan memancing ikan di Tambak.
II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga 1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tugas perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga dengan anak dewasa dan remaja, pada anak pertama telah memasuki usia 22 tahun dan anak kedua usia 18 tahun. Untuk tugas tahap perkembangan keluarga yaitu memberikan kebebasan yang seimbang dengan tanggung jawab mengingat otonomi keluarga yang sudah meningkat, serta mempertahankan komunikasi terbuka antar anak dengan orang tua untuk menghindari kecurigaan, perdebatan, dan permusuhan.
2. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi pada keluarga Tn. F yaiu mendorong kemandirian anak dalam memperluas fungsi ekonomi secara mandiri.
3. Riwayat kesehatan keluarga inti
Tn. F menderita TB Paru yang bukan merupakan penyakit keturunan dari keluarga. Tn. F baru terdeteksi memiliki riwayat penyakit TB Paru ini pada bulan November 2020. Sebelumnya Tn. F maupun keluarga tidak mempunyai riwayat penyakit seriu dan belum pernah dirawat di rumah sakit.
4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
Dari hasil pengkajian didapatkan bahwa keluarga Tn. F tidak pernah
mengalami riwayat penyakit TB Paru. Sejak bulan September 2020, Tn. F mengeluh batuk kurang lebih 3 bulan,sesak nafas, nyeri dada sebelah kiri.
Kemudian pada bulan November 2020, Tn. F dibawa dan di rawat di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan untuk menjalani pengobatan. Dari hasil pemeriksaan Tn. F terinfeksi TB Paru. Tn. F mendapatkan terapi obat jalan selama 6 atau 8 bulan. Sampai sekarang Tn. F masih dalam tahap pengobatan awal. Selama 3 bulan (November-Januari) Tn. F masih teratur minum obat, tapi Sejak pertengahan bulan Januari Tn. F tidak teratur minum obat, karena setiap Tn. F sudah minum obat Tn. F mengeluh sakit kepala, merasa tiba-tiba detak jantunganya berdetak cepat, Tn. F juga mengeluh mual dan muntah. Sehingga Tn. F memutuskan untuk putus obat TB Paru.
Sejak Tn. F mengalami keluhan tersebut, Tn. F tidak melakukan kosultasi atau kontrol ke Puskesmas, melainkan periksa ke Bidan praktek mandiri yang ada di desanya, tetapi Tn. F tidak menceritakan riwayat penyakit sebelumnya, Tn. F hanya menceritakan keluhan yang dirasakan saat ini..
Seharusnya Tn. F melakukan konsultasi ke puskesmas dan menceritakan riwayat penyakit sebelumnya serta keluhan yang dialami saat ini. Supaya Tn. F mendapatkan solusi obat tambahan atau obat pengganti.
III. Data lingkungan 1. Karakteristik rumah
Keluarga Tn. F tinggal di rumah milik sendiri dengan luas bangunan rumah 6m x 11m (66 m 2 ) dan ada pekarangan seluas 66 m 2 . Jenis bangunan rumah permanen lantai semen kasar, terdapat 1 ruang tamu, 3 kamar tidur, 1 ruang keluarga, 1 dapur dan 1 kamar mandi + wc. Kondisi rumah kurang
bersih, Terdapat jendela disetiap ruangan dan rumah terdapat ventilasi dantetapi rumah belum di pasang flafon sehingga, dan berdebuh.Pencahayaan rumah di siang hari cukup dan pada malam hari penerangan memakai listik dengan bola lampu neon sebanyak 2 buah didalam rumah untuk penerangan. Mempunyai saluran pembuangan air limbah. Keluarga menggunakan air bersih dari PAM tertutup untuk kebutuhan sehari-hari, jamban keluarga memenuhi syarat berjenis kloset.
Keluarga tidak mempunyai tempat pembuangan sampah sehingga sampah langsung di bakar dibelakang rumah.
2. Karakteristik tetangga dan komunitasnya
Hubungan Tn. F dengan tetangga baik, keluarga juga ikut aktif dalam kegiatan rohani dan kegiatan RT dalam kelompok masyarakat, Tn, tetapi setiap berkumpul dengan tetangga Tn. F tidak memakai masker sehingga beresiko penularan TB Paru.
3. Mobilitas geografis keluarga
Tn. F menempati rumah tersebut sejak 24 tahun yang lalu.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dalam masyarakat
Tn. F aktif berinteraksi dengan masyarakat sekitar, aktif dalam ibadah kelompok, dan selalu ikut dalam kegiatan yang di laksanakan di RT/RW seperti kerja bakti.
5. Sistem pendukung keluarga
Anggota keluarga lain dalam keluarga saling mendukung bila ada masalah.
Keluarga tidak memiliki tabungan di Bank dan semua anggota keluarga memiliki kartu BPJS untuk keperluan kesehatan
IV. Struktur keluarga 1. Struktur peran
Tn. F melakukan peran keluarga dengan sangat baik, sebagai kepala keluarga, beliau selalu membantu dan mendukung anak dan istrinya.
2. Nilai atau norma keluarga
Dalam keluarga terdiri dari satu agama, dan tidak ada nilai-nilai tertentu dan nilai agama yang bertentangan dengan kesehatan karena menurut keluarga kesehatan merupakan hal yang penting.
3. Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi keluarga terutama Tn. F terhadap keluarga beliau tidak terbuka sepenuhnya. Menurut istrinya, Tn. F adalah karakter yang keras kepala. Sehingga Ny. U susah mengingatkan Tn. F untuk minum obat.
Dalam keadaan emosi keluarga Tn. F menggunakan kalimat positif, setiap masalah dalam keluarga selalu dirembukkan dan mencari jalan keluarnya dengan cara musyawarah keluarga.
4. Struktur kekuatan keluarga
Keluarga Tn. F bukan orang terpandang, beliau merupakan orang sederhana dengan perekonomian yang pas-pasan. Tn. F banyak dikenal suka menolong dan ramah terhadap tetangga maupun saudara.
V. Fungsi keluarga 1. Fungsi afektif
Keluarga telah menjalankan fungsi kasih sayang dengan baik, saling memperhatikan dan membantu satu sama lain. Keluarga tidak membedakan kasih sayang diantara anggota keluarga.
2. Fungsi pendidikan
Dalam keluarga Tn. F orang yang sangat tegas dalam mendidik anaknya.
Tn. F selalu menasehati anaknya, dan selalu memberikan ajaran yang positif Pada anaknya, Tn. F juga selalu menegur jika anaknya melakukan kesalahan. Tn. F juga selalu mengingatkan anaknya supaya tidak terjerumus pada pergaulan bebas.
3. Fungsi ekonomi
Yang mengatur keuangan dalam keluarga adalah istri Tn. F dengan penghasilan yang pas-pasan istrinya mampu mengatur keuangan supaya tercukupi kebutuhan pokok keluarga
4. Fungsi sosialisasi
Keluarga aktif bersosilisasi dengan tetangga disekitar rumah atau jika ada tetangga yang datang kerumah. Interaksi keluarga Tn. F dan Ny. U dengan anaknya terjalin sangat baik dan terlihat harmonis, namun Tn. F tidak sepenuhnya terbuka pada istrinya. Menurut istrinya Tn. F merupakan orang yang keras kepala, tetapi dalam mengambil keputusan Tn. F memiliki peran yang besar namun selalu adil kepada keluarganya. Tn. F dan Ny. U aktif dalam kegiatan kemasyarakatanseperti arisan, pengajian dan siskamling 5. Fungsi pemenuhan kesehatan
Keluarga Tn. F mengatakan tahu tentang penyakit TB tetapi tidak terlalu rinci hanya sekedar tahu. Keluarga mampu mengidentifikasi masalah kesehatan yang terjadi bila ada anggota keluarga yang sakit. Namun keluarga terutama Tn. F tidak mampu mengambil keputusan yang tepat jika mengalami masalah kesehatanya. Jika ada anggotakeluarga yang sakit
dengan membawanya ke bidan praktek mandiri yang ada di desanya.
Keluarga belum mampu memodifikasi lingkungan yang tepat untuk menunjang kesehatan keluarga. Keluarga juga belum mampu memanfaatkan layanan fasilitas kesehatan dengan tepat.
6. Fungsi rekreasi
Tn. F menjalankan fungsi rekreasi dengan cara rileks sambil menonton TV di rumah, sedangkan aktivitas rekreasi bersama di luar rumah jarang dilakukan karena alasan kesibukan masing-masing anggota keluarga biasannya hanya sesekali pergi bersilaturahmi ke rumah saudara.
7. Fungsi reproduksi
Istri Tn. F menggunakan pill KB Elzsayang mengandung 2 mgCyproterone Acetate (hormon progesteron) dan 0,035 mg Ethinylestradiol (hormon estrogen), untuk membatasi kehamilannya.
Menurut riset,Pil KB Elzsayang diproduksi mengandung kadar hormon yang jauh lebih rendah dibandingkan pil KB yang lain mengandung tingginya kadar hormon esterogen. Jadi pil KB Elzsaini tidak ada efek samping dan bagus untuk ibu sehat yang tidak mempunyai riwayat penyakit jantung, hipertensi, dan tidak merokok.
VI. Stress dan koping keluarga 1. Stressor jangka pendek dan panjang
Stressor jangka pendek : Keluarga Tn. F khawatir dengan penghasilannya yang paspasan sedangkan kebutuhan makin meningkat.
Jangka Panjang : Khawatir dengan biaya dan kebutuhan sekolah dan kuliah anaknya, takut nanti tidak mampu memenuhinya sehingga anaknya
tidak bisa sekolah nantinya.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor Jika ada masalah Tn. F diskusi dengan istrinya 3. Strategi koping yang dugunakan
Berdoa, diskusi bersama keluarga, dan meminta bantuan dari keluarga 4. Strategi adaptasi disfungsional
Tn. F mengatakan saat ia sedang dalam keadaan emosi yang biasa ia lakukan ialah bicara dengan suara keras.
VII. Pemeriksaan kesehatan tiap individu anggota keluarga Tabel 3.1 Pemeriksaan Fisik pada keluarga Tn. F
Komponen Tn. F Ny. U Nn. L An. J
Berat badan 65 Kg 60 Kg 43 kg 40 kg
Tinggi Badan 172 cm 157 cm 154 cm 150 cm
Tekanan Darah 130/90 mmHg 120/80 mmHg 110/80 mmHg 120/80 mmHg
Suhu Tubuh 36,80C 36,50C 370C 36,40C
Nadi 89x/menit 85x/menit 80x/menit 84x/menit
Pernafasan 19x/menit 20x/menit 18x/menit 18x/menit Kepala Rambut hitam,
ikal, bersih dan tidak ada pembengkan
Rambut hitam, lurus, tidak ada ketombe
Rambut bersih, tidak ada ketombe
Rambut bersih, tidak ada ketombe
Mata Sklera tidak
ikterus Konjungtiva tidak anemis Tidak ada peradangan
Sklera tidak ikterus Konjungtiva tidak anemis Tidak ada peradangan
Sklera tidak ikterus Konjungtiva tidak anemis Tidak ada peradangan
Sklera tidak ikterus
Konjungtiva tidak anemis Tidak ada peradangan Hidung Tidak ada sekret
Tidak ada kelainan
Tidak ada sekret Tidak ada kelainan
Tidak ada sekret Tidak ada kelainan
Tidak ada sekret Tidak ada kelainan Mulut Terdapat karang
gigi Graham kiri atas caries Graham kanan bawah tanggal
Terdapat karang gigi Graham kiri bawah tanggal
Tidak terdapat karang gigi, Gigi lengkap
Tidak terdapat karang gigi, Gigi lengkap
Telinga Bersih, tidak ada serumen, fungsi pendengaran baik
Tidak ada serumen Tidak ada luka, fungsi pendengaran baik
Tidak ada serumen Tidak ada luka, fungsi pendengaran baik
Tidak ada serumen Tidak ada luka, fungsi pendengaran baik Leher/
tenggorokan
Tidak ada benjolan, tidak ada bekas luka,
Tidak ada benjolan, tidak ada bekas luka,
Tidak ada benjolan, tidak ada bekas luka,
Tidak ada benjolan, tidak ada bekas luka,
tidak ada pelebaran vena jugularis, tidak ada
tidak ada pelebaran vena jugularis, tidak ada
tidak ada pelebaran vena jugularis, tidak ada
tidak ada pelebaran vena jugularis, tidak ada
Dada Pergerakan dada
simetris Suara nafas vesikuler Perkusi sonor Tidak ada ronkhi Tidak ada stridor Tidak ada wheezing Tidak ada suara tambahan
Pergerakan dada simetris Suara nafas vesikuler Perkusi sonor Tidak ada ronkhi Tidak ada stridor Tidak ada wheezing Tidak ada suara tambahan
Pergerakan dada simetris Suara nafas vesikuler Perkusi sonor Tidak ada ronkhi Tidak ada stridor Tidak ada wheezing Tidak ada suara tambahan
Pergerakan dada simetris Suara nafas vesikuler Perkusi sonor Tidak ada ronkhi Tidak ada stridor Tidak ada wheezing Tidak ada suara tambahan Jantung BJ 1 dan 2:
tunggal Intensitas kuat Tidak ada bunyi jantung
tambahan
BJ 1 dan 2:
tunggal Intensitas kuat Tidak ada bunyi jantung
tambahan
BJ 1 dan 2:
tunggal Intensitas kuat Tidak ada bunyi jantung
tambahan
BJ 1 dan 2:
tunggal Intensitas kuat Tidak ada bunyi jantung tambahan Abdomen Tidak ada nyeri
tekan, Tidak ada massa
Tidak ada nyeri tekan, Tidak ada massa
Tidak ada nyeri tekan, Tidak ada massa
Tidak ada nyeri tekan, Tidak ada massa
Ekstremitas Tidak ada kelainan Pergerakan bebas
Tidak ada kelainan Pergerakan bebas
Tidak ada kelainan Pergerakan bebas
Tidak ada kelainan
Pergerakan bebas
Kulit Warna kulit
sawo matang Turgor kulit baik Tidak ada lesi
Warna kulit sawo matang Turgor kulit baik Tidak ada lesi
Warna kulit sawo matang Turgor kulit baik Tidak ada lesi
Warna kulit sawo matang Turgor kulit baik Tidak ada lesi
Kuku Pendek dan
bersih CRT < 2 detik
Pendek dan bersih CRT < 2 detik
Pendek dan bersih CRT < 2 detik
Pendek dan bersih CRT < 2 detik VIII. Harapan keluarga
Keluarga Tn. F berharap dengan kedatangan mahasiswi Polteknik Kerta Cendekia ini, ada perkembangan perilaku pada Tn. F supaya tidak keras kepala, terbuka kepada istrinya dan bisa mengambil keputusan yang tepat mengenai maalah kesehatannya.