• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengoperasian Mesin Rice Milling Unit Two Phase

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Pengoperasian Mesin Rice Milling Unit Two Phase

Proses penggilingan gabah menjadi beras dimulai dari pengupasan kulit gabah sampai dengan menjadi beras sosoh siap konsumsi. Proses pengoperasian Mesin Rice Milling Unit Two Phase adalah sebagai berikut:

1. Pengecekan Air, Solar, Oli mesin, Rubber roll dan Ban penggerak mesin.

a. Pengecekan terhadap air mesin diesel Rice Milling Unit adalah agar ketika mesin disel beroperasi mesin tetap dalam keadaan dingin dan tidak overheat.

Gambar 11. Pengecekan Air

b. Pengecekan terhadap Solar dilakukan untuk memastikan keadaan bahan bakar mencukupi dalam proses pengoperasian mesin.

Gambar 12. Pengecekan Solar

27

c. Pengecekan terhadap oli mesin dilakukan untuk memastikan keadaan mesin sebagai fungsi dari oli yaitu melumasi, mendinginkan dan membersihkan agar komponen-komponen mesin yang bergerak supaya tetap berfungsi sesuai dengan tugas masing-masing.

Gambar 13. Pengecekan Oli.

d. Pengecekan terhadap rubber roll dilakukan untuk memastikan keadaan karet dari rubber roll masih memadai atau masih tebal untuk dilakukannya proses penggilingan padi.

Gambar 14. Pengecekan rubber roll

28

e. Pengecekan terhadap Ban penggerak mesin dilakukan untuk memastikan ban tidak akan terselip saat dilakukannya proses pengoperasian mesin, dimana proses pengecekan ini dilakukan dengan memberi pelumas pada ban.

Gambar 15. Pengecekan ban penggerak mesin 2. Menghidupkan mesin

Proses menghidupkan mesin yang dilakukan pada industri penggilingan padi skala kecil ini dilakukan dengan cara menstarter kunci start layaknya menghidupkan mobil. Mesin RMU yang digunakan dalam praktik mengoperasikan mesin RMU merupakan mesin yang sudah dimodifikasi sehingga dalam proses menghidupkan mesin tidak perlu lagi di engkol. Sebelum mesin digunakan untuk menggiling padi mesin dipanaskan terlebih dahulu agar mesin bekerja secara optimal serta untuk mengecek bunyi mesin, getaran mesin apakah normal atau tidak.

Gambar 16. Menghidupkan mesin

29 3. Menimbang padi

Kegiatan penimbangan padi yang dilakukan berfungsi untuk mengetahui bahan yang masuk lalu dibandingnkan dengan hasil dari penggilingan padi yang nantinya akan dihitung rendemen hasil gilingan.

Gambar 17. Menimbang padi 4. Memasukan padi ke input husker

Proses memasukkan padi kedalam input mesin agar padi dapat tergiling pada mesin RMU skala kecil ini dilakukan dengan memasukan padi kelubang yang tersedia dibagian bawah, sehingga padi tidak perlu lagi di panggul untuk dimasukkan kedalam hopper mesin husker. Padi yang sudah masuk kedalam lubang input akan menuju keatas melalui lift mesin yang nantinya akan masuk kedalam hopper mesin husker.

Gambar 18. Memasukkan padi ke input mesin husker

30 5. Mengatur kerapatan rubber roll

Ketika padi yang sudah masuk mesin husker, padi akan tergiling untuk mengupas kulit padi. Pengupasan kulit padi dimesin dengan cara menggerus padi diantara dua rubber roll. Untuk menentukan tingkat banyak sedikitnya padi yang terkelupas dilakukan pengaturan kerapatan rubber roll. Semakin rapat rubber roll semakin banyak kulit padi yang terkelupas tetapi dapat mengakibatkan mesin selip dan padi patah. Sedangkan semakin renggang kerapatan rubber roll maka semakin sedikit padi yang terkelupas kulitnya.

Maka dari itu pengaturan rubber roll yang seimbang kerapatannya agar mendapatkan hasil beras pecah kulit yang baik dan berkualitas. Pengaturan dilakukan dengan menarik opening lever ke arah kiri dengan hati-hati sehingga kedua rubbel roll mendekat, jarak yang tepat antara kedua rubber roll dapat diatur dengan memutar roll adjusting wheel ke kiri dan ke kanan hingga terasa pas dan keluaran padi menghasilkan beras pecah kulit yang baik dan berkualitas. Hasil keluaran mesin husker ini akan masuk kearah ayakan.

Gambar 19. Pengaturan kerapatan rubber roll 6. Mengatur ayakan

Ayakan berfungsi untuk memisahkan antara beras pecah kulit dengan padi yang masih utuh hasil keluaran mesin husker. Pengaturan ayakan bertujuan agar terpisahnya beras pecah kulit dengan padi yang masih utuh sesuai dengan outputnya dan padi yang masih utuh tidak tertahan diayakan dan turun kearah outputnya. Pengaturan dilakukan dengan cara memukul bagian ayakan dengan menggunakan kayu dan menggoyang kerangka

31

ayakan. Untuk beras pecah kulit akan turun melakui output dibagian belakang ayakan, dimana nantinya beras pecah kulit akan masuk mesin polisher. Untuk padi yang yang tidak terkelupas akan keluar melalui outputnya dibagian depan mesin, padi yang masih utuh ini akan masuk kembali ke mesin husker.

Gambar 20. Pengaturan ayakan 7. Mengatur ulir mesin polisher atau handel penekan

Beras pecah kulit hasil keluaran husker yang sudah terayak akan masuk kedalam mesin polisher untuk dijadikan beras poles yang siap dikonsumsi.

Beras yang dikonsumsi umumnya berwarna putih dan berukuran besar, untuk mendapatkan beras dengan hasil seperti itu dilakukan penyetelan pada ulir mesin polisher atau handel penekan. Fungsi dari handel penekan adalah untuk menekan piringan penahan agar beras tertahan dan tergiling dirumah polisher. Semakin kencanng penekanan handel maka beras akan semakin putih tetapi beresiko beras akan remuk. Semakin longgar handel penekan maka beras akan berwarna coklat dan beras tidak remuk sehingga mendapatkan hasil beras kepala. Maka dari itu untuk mendapatkan beras kepala dan berwarna putih perlu dilakukan pengaturan handel penekan dengan benar.

32

Gambar 21. Pengaturan handel penekan 8. Mempacking beras hasil gilingan kedalam karung

Beras hasil gilingan akan diwadahi karung dan ditimbang dengan bobot 50 kg. sesuai dengan pesanan berasnya. Karung yang digunakan adalah karung berbahan benang Polyprophylene (PP) dengan kekuatan tarik yang tinggi tetapi ringan.

Gambar 22. Mewadahi beras kedalam karung

Karung yang sudah berisi beras dengan bobot yang sudah tepat kemudian dijahit menggunakan mesin jahit karung.

33

Gambar 23. Menjahit karung beras

Dokumen terkait