• Tidak ada hasil yang ditemukan

Resiko Kerja Di Penggilingan Padi Rice Milling Unit Two Phase

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Resiko Kerja Di Penggilingan Padi Rice Milling Unit Two Phase

33

Gambar 23. Menjahit karung beras

34

Maka dari itu untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja tersebut, pengendalian resiko yang dapat dilakukan untuk bahu terkilir yaitu dengan cara tenaga kerja melakukan pemanasan sebelum memanggul padi, dan atau dapat memanggul padi dengan bobot yang tidak terlalu berat. sedangkan untuk tangan yang terkilir dapat di kendalikan dengan cara memakai sarung tangan agar saat mengangkat karung tidak licin dan kesat sehingga tidak terpeleset ditangan, sehingga tangan tidak terkilir.

2. Resiko jatuh dari tangga saat mengatur handle penekan dan ayakan

Pengaturan handle dan ayakan yang dilakukan di mesin Rice Milling Unit Two Phase pada pabrik penggilingan padi skala kecil ini dilakukan dengan menaiki tangga yang terbuat dari papan kayu. Resiko kecelakaan yang terjadi saat mengatur handle penekan dan ayakan adalah terjatuh dari tangga akibat tergelincir atau ketidak hati-hatian tenaga kerja, serta tidak adanya pegangan yang nyaman untuk pekerja berpegangan saat mengatur handle penekan dan ayakan. Resiko akibat jatuh dari ketinggian ada beberapa hal antara lain: tangan atau kaki patah, terkilir dan luka berdarah.

Penanganan pertama pada resiko jatuh dengan tangan tau kaki patah yaitu:

1. Bawa korban ke tempat yang lebih luas 2. Bidai bagian yang patah dengan papan kayu 3. Segera bawa ke rumah sakit

Penangan pertama pada resiko jatuh dengan kaki atau tangan terkilir yaitu:

1. Jangan menggerakkan bagian yang cedera 2. Tempel kompres dingin

3. Bebat bagian yang keseleo 4. Minum obat pereda nyeri 5. Bila perlu urut ke tukang pijat

Penanganan pertama pada resiko jatuh dengan luka berdarah yaitu:

1. Bersihkan luka

2. Tutup luka dengan perban atau kain kasa 3. Oleskan salep antibiotik

4. Bila perlu bawa segera periksa ke rumah sakit

Maka dari itu untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja tersebut, dapat diberikan pegangan yang terbuat dari kayu yang kuat di tangga, agar pekerja dengan aman saat akan mengatur ayakan dan mengatur handle penekan.

35

3. Resiko sesak nafas karena debu hasil aktivitas giling padi

Dalam proses menggiling padi terdapat residu berupa debu-debu yang berterbangan ataupun dedak yang keluar dari outputnya berterbangan didalam pabrik penggilingan padi. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya sesak nafas karena terhirup oleh pekerja. Resiko sesak nafas ini dapat terjadi pada pabrik penggilingan padi skala kecil karena dalam proses penggilingan padi pekerja tidak menggunakan pengaman pernafasan berupa masker.

Penanganan bagi pekerja yang mengalami sesak nafas dapat dilakukan dengan cara:

1. Menyuruh korban melakukan pursed lip breathing yaitu dengan mengambil nafa melalui hidung kemudian menghembuskan melalui bibir yang sempit 2. Melakukan pernafasan diafragma yaitu duduk di kursi dengan lutut

ditekuk, bahu kepala dan leher rileks. Letakan tangan diatas perut kemudian tarik napas perlahan melalui hidung. Jika merasakan perut bergerak dibawah tangan saat mengeluarkan nafas, kencangkan otot dan pastikan perut terasa jatuh kedalam. Jika merasakan gerakan perut artinya pernafasan diafragma berhasil.

3. Jika sesak nafas berat sebaiknya bawa ke rumah sakit

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan menjamin kesehatan pekerja maka dapat dilakukan dengan cara tenaga kerja memakai masker setiap kali berada diarea penggilingan padi, agar terhindar dari menghirup udara yang tidak sehat dan berdebu.

4. Resiko penurunan pendengaran (tuli)

Kegiatan pengoperasian mesin RMU two phase yang dilakukan di penggilingan padi sekala kecil ini dilakukan dengan bantuan motor penggerak berupa diesel. Penggunaan motor penggerak ini mengakibatkan suara yang yang sangat keras sehingga beresiko para tenaga kerja yang terus menerus bekerja dalam angka waktu yang lama dapat mengalami penurunan pendengaran atau bahkan tuli.

Maka dari itu untuk mencegah hal tersebut terjadi maka perlunya penggunaan earplug atau penyumbat telinga. Sehingga telinga aman dan terlindungi.

5. Resiko mata terkena debu (kelilipan)

36

Dalam proses menggiling padi terdapat residu berupa debu-debu yang berterbangan ataupun dedak yang keluar dari outputnya berterbangan didalam pabrik penggilingan padi. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya mata terkena debu (kelilipan).

Berikut penangan yang dapat dilakukan kepada pekerja yang mengalami kelilipan:

1. Jangan langsung mengucek mata 2. Cuci tangan terlebih dahulu

3. Cari keberadaan benda asing yang pada mata dengan bantuan cermin 4. Ambil benda asing dengan perlahan

5. Jika serius segera ke rumah sakit

Maka dari itu untuk mencegah terjadinya keselakaan kerja tersebut dapat dilakukan dengan cara para pekerja menggunakan kacamata kerja sebagi pelindung mata.

6. Resiko kaki memar tertimpa tembor (wadah beras)

Kegiatan proses packing beras kedalam karung merupakan kegiatan yang penting dimana beras yang awalnya berada diwadah tembor diangkat untuk dimasukkan beras kedalam karungnya. Dalam proses ini terdapat resiko tembor terjatuh dan mengenai kaki pekerja, yang dapat mengakibatkan kaki pekerja memar mengingat bahwa bahan pembuat tembor adalah besi, dan tembor memiliki bobot 2 kg.

Penangan kaki yang memar pada pekerja dapat dilakukan dengan cara:

1. Bawa korban ke tempat yang aman dan tetap tenang.

2. Kompres dengan air dingin pada bagian kaki yang memar.

3. Kompres bisa dilakukan selama 15-20 menit dan diulangi sebanyak 4-5 kali atau sesuai kebutuhan.

4. Jika mengeluh nyeri hebat, bisa memberikan anak obat parasetamol untuk mengurangi rasa sakit.

Maka dari itu untuk mencegah terjadinya keselakaan kerja tersebut dapat dilakukan dengan cara para pekerja menggunakan sepatu safeti agar kaki dapat terlindungi.

7. Resiko kepala memar tertimpa kayu ayakan.

Kegiatan pengoperasian mesin RMU yang dilakukan kepala tentu saja tetap harus dilindungi, waluapun memiliki resiko kecil terluka. Bisa saja

37

dalam proses pengoperasian mesin RMU kepala tertimpa suatu benda yang dapat membuat kepala memar semisal tertimpa pemukul ayakan saat turun dari tangga setelah mengatur ayakan dan handle penekan.

Penangan yang dapat dilakukan untuk kepala yang memar yaitu:

1. Bawa korban ke tempat yang aman dan tetap tenang.

2. Kompres dengan air dingin pada bagian kepala yang memar.

3. Kompres bisa dilakukan selama 15-20 menit dan diulangi sebanyak 4-5 kali atau sesuai kebutuhan.

4. Jika mengeluh nyeri hebat, bisa memberikan anak obat parasetamol untuk mengurangi rasa sakit.

Maka dari itu untuk mencegah terjadinya keselakaan kerja tersebut dapat dilakukan dengan cara para pekerja menggunakan pelindung kepala yaitu helm kerja proyek.

38 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

1. Sistem kerja mesin RMU two phase yaitu memasukkan bahan berupa gabah ke input mesin husker, hasil keluaran mesin husker yaitu beras pecah kulit yang akan diteruskan ke ayakan dimana ayakan memiliki dua hasil keluaran yaitu beras pecah kulit dan gabah yang masih ada kulitnya, gabah yang masih ada kulitnya akan masuk kembali ke mesin husker dan beras pecah kulit akan masuk ke mesin polisher untuk di poles dan menjadi beras siap konsumsi.

2. Kegiatan pengoperasian mesin RMU yang dilakukan secara praktikal dapat tercapai sehingga menambah pengetahuan.

3. Peroses pengoperasian mesin RMU two phase pada penggilingan padi skala kecil memiliki resiko kerja berupa; bahu terkilir saat memanggul padi dan tangan terkilir saat menuangkan padi ke input mesin, resiko terjatuh dari tangga saat mengatur handle penekan dan ayakan, resiko sesak nafas karena debu hasil aktivitas giling padi, resiko mata terkena debu (kelilipan), resiko penurunan pendengaran (tuli), Resiko kaki memar tertimpa tembor (wadah beras), resiko kepala memar terkena kayu pemukul ayakan.

4. Sistem kerja BPP Majenang yaitu melakukan penyuluhan kepada petani di setiap desa yang ada, satu penyuluh mendapatkan dua desa sebagai wilayah binaan

B. Saran

Kegiatan pengoperasian RMU two phase sebaiknya menggunakan alat pelindung diri berdasarkan standar operasional prosedur untuk meminimalisir kecelakaan kerja.

39

DAFTAR PUSTAKA

Aenunnisa, N. (2017). Pola Distribusi dan Margin Pemasaran Gabah di Kabupaten Karawang (Doctoral dissertation, PROGRAM STUDI S1 AGRIBISNIS, JURUSAN PERTANIAN).

Anonim. 2016. Mengoperasikan Mesin Penggilingan Padi (Rice Milling Unit).

Modul. Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku.

Anonim. ND. Pertolongan pertama saat terluka. Alodokter. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Ariani, H., Murad, M., & Abdullah, S. H. (2017). Analisis Teknis dan Ekonomi Rice Milling Unit One Phase (Studi Kasus di Ud. Beleke Maju Kabupaten Lombok Barat NTB). FLYWHEEL: Jurnal Teknik Mesin Untirta, 2(1).

BSN. 2020. SNI Beras 6128:2020.

Fitiriana, R. 2012. Kajian Risiko Keselamatan Kerja Pada Proses Overhaul Tanki Timbun L3 Di PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong Palembang Tahun 2011. Program Sarjana Reguler Kesehatan Masyarakat Skripsi, Universitas Indonesia

Herminiwati, H., & Yuniari, A. (1987). Penelitian untuk rol karet gilingan padi.

Majalah Kulit, Karet, dan Plastik, 2(5), 28-36.

Harahap, R. I. 2017. Penilaian Resiko Keselamatan Kerja Pada Pekerjaan Teknik Penggilingan Padi di PT. Belitang Panen Raya Kabupaten Oku Timur.

[Skripsi]. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sriwijaya.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep. 463/MEN/1993

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 1982. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 1982. Tahun Bejana Tekanan Jakarta:

Sekretariat Negara

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. No. 65. 1971. Peraturan perusahaan Penggilingan Padi

Wiratmaja, I. G. (2010). Analisa unjuk kerja motor bensin akibat pemakaian biogasoline. Jurnal Energi Dan Manufaktur.

40 Lampiran 1. Jurnal Harian PKL 1

No. Hari/

Tanggal Kegiatan Foto Kegiatan

Paraf Pembimbing

Eksternal

Ket.

1. Senin, 11 Juli 2022

Melakukan perkenalan diri kepada keluarga besar BPP

Majenang BPP

Majenang

Mengikuti kegiatan gerakan

pengendalian hama wereng di desa

padangsari Desa

Padangsari

Mengikuti kegiatan pendataan

bangunan irigasi

Desa Padangsari

Mengikuti kegiatan pengubinan panen padi

Desa Jenang

2. Selasa, 12 Juli 2022

Mengantar surat permohonan melakukan PKL 1 kepada kepala dinas pertanian Cilacap

Cilacap Kota

41 3. Rabu

13 Juli 2022

Mengikuti kegiatan pendataan

bangunan irigasi di desa Padangjaya

Desa Padangjaya

4. Kamis 14 Juli 2022

Mengikuti kegiatan pendataan

bangunan irigasi

Desa Mulyasari

5. Jum’at 15 Juli 2022

Mengikuti kegiatan bimtek yang diselengarakan BPP Majenang mengenai riview pelaksanaan penyuluhan BPP Majenang

BPP Majenang

Melakukan

pendataan saluran irigasi

Desa cibeunying

6. Sabtu 16 Juli 2022

Mengikuti kegitan penyuluhan yang dilakukan PT.

Crowde untuk kelompok wanita tani desa

padangsari mengenai

pembuatan pupuk kompos

Desa padangsari

42 7. Senin

18 Juli 2022

Mengikuti kegitan pengubinan panen desa boja

Desa Boja

Melakukan

bimbingan dengan dosen pembimbing Dr. Mardison S., S.TP., M.Si

Via Zoom meeting

8. Selasa 19 Juli 2022

Mengikuti kegiatan penyuluhan

kelompok wanita tani mengenai pembuatan kokedama

Desa Jenang

9. Rabu 20 Juli 2022

Mengikuti kegiatan pengendalian hama tanaman padi (wereng) di desa

Padangjaya Desa

Padangjaya

Mengikuti kegiatan penyuluhan

kelompok wanita tani oleh PT.

Crowde mengenai ecoprint

Desa Jenang

10. Kamis 22 Juli 2022

Mengikuti kegiatan pendataan saluran irigasi

Desa Padangjaya

43 11. Jumat

21 Juli 2022

Mengikuti kegiatan studi banding sekolah lapang bersama kelompok tani margomulyo dengan PT Athaya yang berbasis Tani Organik

Kecamatan Kampung

Laut

12. Senin 25 Juli 2022

Mengikuti kegiatan pengubinan panen padi organik

Desa Boja

Melakukan pendampingan Kepala dinas pertanian Cilacap

panen padi organik Desa Boja

13. Selasa 26 Juli 2022

Melakukan pendampingan petani yang akan

membuat kartu tani BPP

Majenang

14. Rabu 27 Juli 2022

Melakukan kegiatan panen Rosella

BPP Majenang

15. Kamis 28 Juli 2022

Melakukan pendampingan Dosen untuk

monitoring BPP BPP

Majenang

44 Melakukan

pendampingan dosen ke tempat penggilingan padi

RMU Desa

Padangsari

Melakukan Pendampingan dosen ke rumah

ketua Gapoktan Desa

Padangsari

16. Jumat 29 Juli 2022

Melakukan praktik pengoperasian mesin Rice milling

Unit two phase Desa

Padangsari

17. Sabtu 30 Juli 2022

Mengikuti kegiatan penyuluhan

bersama kelompok

tani Desa

Padangsari

18.

Senin 1 Agustus

2022

Mengikuti kegiatan apel pagi

BPP Majenang

Mengerjakan laporan PKL I

BPP Majenang

45 19.

Selasa 2 Agustus

2022

Membuat larutan pupuk organik SAMHUMAT

Desa Padangsari

20.

Rabu 3 Agustus

2022

Mengerjakan laporan PKL I

BPP Majenang

21.

Kamis 4 Agustus

2022

Melakukan kegiatan monitoring hama wereng

Desa Cibeunying

22.

Jumat 5 Agustus

2022

Mengerjakan laporan PKL I

BPP Majenang

Melakukan

perpisahan dengan keluarga besar BPP

BPP Majenang

5 Agustus 2022 Fiqi Uswatun Khasanah

(………)

46 Lampiran 2. Lembar konsultasi

LEMBAR KONSULTASI PKL I

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI MEKANISASI PERTANIAN/TATA AIR PERTANIAN/TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN

TAHUN AKADEMIK 2021/2022

Nama : Fiqi Uswatun Khasanah

NIM : 07.16.20.033

Program Studi : Teknologi Hasil Pertanian Lokasi PKL I : BPP Majenang

Pembimbing Internal : 1. Dr. Mardison S., S.TP., M.Si

2. Shaf Rijal Ahmad, S.TP., M. Agricomm.

Pembimbing Eksternal : Pratiwi Nur Larasati, S.P

No. Tanggal Materi Konsultasi Koreksi Pembimbing

Paraf Pembimbing

1. 4 Juli 2022 Konsultasi proposal PKL 2. 6 Juli 2022 Konsultasi proposal PKL 3. 18 Juli 2022Senin

Koonsultasi perubahan judul PKL dan monitoring

kegiatan PKL via zoom

5 Agustus 2022 Fiqi Uswatun Khasanah

(………)

Dokumen terkait