BAB III BAB III
G. Analisis Model Persamaan Struktural
7. Pengujian hipotesis penelitian
Untuk menguji hipotesis mengenai kausalitas yang dikembangkan dalam model ini, perlu diuji hipotesis nol yang menyatakan bahwa koefisien regresi antara hubungan adalah sama dengan nol melalui pengamatan terhadap nilai Standardized Regression Weights pada kolom Critical Ratio (C.R) yang dihasilkan oleh Program AMOS 22.
Nilai C.R dibandingkan dengan nilai krisisnya yaitu ± 2,56 dengan tingkat signifikansi 0,05. Apabila nilai Critical Ratio (C.R) pada hubungan kausalitas variabel menunjukkan lebih besar dari nilai kritisnya yaitu ± 2,56 atau nilai probabilitas (P) lebih kecil dari 0.05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil Standardized Regression Weights dapat dilihat pada tabel dibawah sebagai berikut:
Tabel 4.26 Regression Weights: (Group number 1 - Default model)
No. Estimate S.E. C.R. P Label
1. Motivasi <--- Pengetahuan 0.767 0.368 2.084 0.037 par_21 2. Motivasi <--- Kearifan lokal 1.840 2.628 0.700 0.484 par_23 3. Motivasi <--- Kebijakan 0.255 0.139 1.835 0.065 par_24
4. Sikap <--- Pengetahuan 1.794 0.412 4.354 *** par_1
5. Sikap <--- Motivasi 0.137 0.065 2.108 0.036 par_3
6. Sikap <--- Kebijakan 0.135 0.109 1.239 0.214 par_4
7. Sikap <--- Kearifan lokal 22.682 14.613 1.552 0.121 par_5
8. Perilaku <--- Sikap 0.052 0.073 0.712 0.471 par_2
9. Perilaku <--- Pengetahuan 0.757 0.307 2.466 0.014 par_6 10. Perilaku <--- Kebijakan 0.081 0.099 0.818 0.413 par_7 11. Perilaku <--- Kearifan lokal 0.831 2.803 0.296 0.767 par_22 12. Perilaku <--- Motivasi 0.194 0.062 3.129 0.002 par_29
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2015
Tabel 4.27 Standardized Regression Weights: (Group number 1- Default model)
No. Estimate
1. Motivasi <--- Pengetahuan 0.163 2. Motivasi <--- Kearifan lokal 0.072 3. Motivasi <--- Kebijakan 0.135 4. Sikap <--- Pengetahuan 0.787
5. Sikap <--- Motivasi 0.103
6. Sikap <--- Kebijakan 0.054
7. Sikap <--- Kearifan lokal 0.669
8. Perilaku <--- Sikap 0.093
9. Perilaku <--- Pengetahuan 0.714 10. Perilaku <--- Kebijakan 0.057 11. Perilaku <--- Kearifan lokal 0.043 12. Perilaku <--- Motivasi 0.258 Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2015
Dari hasil analisis SEM dengan menggunakan Program AMOS 22 dapat diuraikan hipotesis sebagai berikut:
a. Pengetahuan Lingkungan Terhadap Motivasi Masyarakat Hipotesis :
H0 : Pengetahuan Lingkungan Berpengaruh Terhadap Motivasi Masyarakat.
H1 : Pengetahuan Lingkungan Tidak Berpengaruh Terhadap Motivasi Masyarakat.
Dasar Pengambilan Keputusan :
1. Jika Nilai Probabilitas (p) < 0.05 Maka H0 diterima 2. Jika Nilai Probabilitas (p) > 0.05 Maka H0 ditolak
Berdasarkan hasil analisis SEM dengan menggunakan Program AMOS 22, besarnya pengaruh pengetahuan lingkungan terhadap motivasi masyarakat sebesar positif 0.163 dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0.037. Dengan nilai probabilitas (p) <
0.05, sehingga dinyatakan bahwa Hipotesis H0 Diterima dan Signifikan. Berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan lingkungan terhadap motivasi masyarakat.
b. Kearifan lokal terhadap motivasi masyarakat Hipotesis :
H0 : Kearifan Lokal Berpengaruh Terhadap Motivasi Masyarakat.
H1 : Kearifan Lokal Tidak Berpengaruh Terhadap Motivasi Masyarakat.
Dasar Pengambilan Keputusan :
1. Jika Nilai Probabilitas (p) < 0.05 Maka H0 diterima 2. Jika Nilai Probabilitas (p) > 0.05 Maka H0 ditolak
Berdasarkan hasil analisis SEM dengan menggunakan Program AMOS 22, besarnya pengaruh kearifan lokal terhadap motivasi masyarakat sebesar positif 0.072 dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0.484. Dengan nilai probabilitas (p) >
0.05, sehingga dinyatakan bahwa Hipotesis H0 Ditolak. Berarti tidak terdapat pengaruh antara kearifan lokal terhadap motivasi masyarakat.
c. Kebijakan pemerintah terhadap motivasi masyarakat Hipotesis :
H0 : Kebijakan Pemerintah Berpengaruh Terhadap Motivasi Masyarakat
H1 : Kebijakan Pemerintah Tidak Berpengaruh Terhadap Motivasi Masyarakat.
Dasar Pengambilan Keputusan :
1. Jika Nilai Probabilitas (p) < 0.05 Maka H0 diterima 2. Jika Nilai Probabilitas (p) > 0.05 Maka H0 ditolak
Berdasarkan hasil analisis SEM dengan menggunakan Program AMOS 22, besarnya pengaruh motivasi masyarakat terhadap sikap masyarakat sebesar positif 0.135dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0.065. Dengan nilai probabilitas (p) >
0.05, sehingga dinyatakan bahwa Hipotesis H0 Ditolak. Berarti
tidak terdapat pengaruh antara kebijakan pemerintah terhadap motivasi masyarakat.
d. Pengetahuan lingkungan terhadap sikap masyarakat.
Hipotesis :
H0 : Pengetahuan lingkungan berpengaruh terhadap sikap masyarakat.
H1 : Pengetahuan lingkungan tidak berpengaruh terhadap sikap masyarakat.
Dasar Pengambilan Keputusan :
1. Jika Nilai Probabilitas (p) < 0.05 Maka H0 diterima 2. Jika Nilai Probabilitas (p) > 0.05 Maka H0 ditolak
Berdasarkan hasil analisis SEM dengan menggunakan Program AMOS 22, besarnya pengaruh pengetahuan lingkungan terhadap sikap masyarakat sebesar positif 0.787 dengan nilai probabilitas (p) sebesar ***. Dengan nilai probabilitas (p) <
0.05, sehingga dinyatakan bahwa Hipotesis H0 Diterima dan Signifikan. Berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan lingkungan terhadap sikap masyarakat.
e. Motivasi masyarakat terhadap sikap masyarakat.
Hipotesis :
H0 : Motivasi Masyarakat Berpengaruh Terhadap Sikap Masyarakat.
H1 : Motivasi Masyarakat Tidak Berpengaruh Terhadap Sikap Masyarakat.
Dasar Pengambilan Keputusan :
1. Jika Nilai Probabilitas (p) < 0.05 Maka H0 diterima 2. Jika Nilai Probabilitas (p) > 0.05 Maka H0 ditolak
Berdasarkan hasil analisis SEM dengan menggunakan Program AMOS 22, besarnya pengaruh motivasi masyarakat terhadap sikap masyarakat sebesar positif 0.103dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0.036. Dengan nilai probabilitas (p) <
0.05, sehingga dinyatakan bahwa Hipotesis H0 Diterima. Berarti terdapat pengaruh antara motivasi masyarakat terhadap sikap
masyrakat. Koefisien pengaruh tersebut bertanda positif yang dapat mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat motivasi masyarakat maka semakin tinggi pula sikap masyarakat atau sebaliknya.
f. Kebijakan Pemerintah Terhadap Sikap Masyarakat Hipotesis :
H0 : Kebijakan Pemerintah Berpengaruh Terhadap Sikap Masyarakat.
H1 : Kebijakan Pemerintah Tidak Berpengaruh Terhadap Sikap Masyarakat.
Dasar Pengambilan Keputusan :
1. Jika Nilai Probabilitas (p) < 0.05 Maka H0 diterima 2. Jika Nilai Probabilitas (p) > 0.05 Maka H0 ditolak
Berdasarkan hasil analisis SEM dengan menggunakan Program AMOS 22, besarnya pengaruh kebijakan pemerintah terhadap sikap masyarakat sebesar positif 0.054dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0.214. Dengan nilai probabilitas (p) >
0.05, sehingga dinyatakan bahwa Hipotesis H0 Ditolak. Berarti tidak terdapat pengaruh antara kebijakan pemerintah terhadap motivasi masyarakat.
g. Kearifan lokal terhadap sikap masyarakat.
Hipotesis :
H0 : Kearifan Lokal Berpengaruh Terhadap Sikap Masyarakat.
H1 : Kearifan Lokal Tidak Berpengaruh Terhadap Sikap Masyarakat.
Dasar Pengambilan Keputusan :
1. Jika Nilai Probabilitas (p) < 0.05 Maka H0 diterima 2. Jika Nilai Probabilitas (p) > 0.05 Maka H0 ditolak
Berdasarkan hasil analisis SEM dengan menggunakan Program AMOS 22, besarnya pengaruh kearifan lokal terhadap sikap masyarakat sebesar positif 0.669dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0.121. Dengan nilai probabilitas (p) > 0.05, sehingga
dinyatakan bahwa Hipotesis H0 Ditolak. Berarti tidak terdapat pengaruh antara kearifan lokal terhadap sikap masyarakat.
h. Sikap masyarakat terhadap perilaku masyarakat.
Hipotesis :
H0 : Sikap Masyarakat Berpengaruh Terhadap Perilaku Masyarakat.
H1 : Sikap Masyarakat Tidak Berpengaruh Terhadap Perilaku Masyarakat.
Dasar Pengambilan Keputusan :
1. Jika Nilai Probabilitas (p) < 0.05 Maka H0 diterima 2. Jika Nilai Probabilitas (p) > 0.05 Maka H0 ditolak
Berdasarkan hasil analisis SEM dengan menggunakan Program AMOS 22, besarnya pengaruh sikap masyarakat terhadap perilaku masyarakat sebesar positif 0.093dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0.471. Dengan nilai probabilitas (p) >
0.05, sehingga dinyatakan bahwa Hipotesis H0 Ditolak. Berarti tidak terdapat pengaruh antara sikap masyarakat terhadap perilaku masyarakat.
i. Pengetahuan lingkungan terhadap perilaku masyarakat.
Hipotesis :
H0 : Pengetahuan Lingkungan Berpengaruh Terhadap Perilaku Masyarakat.
H1 : Pengetahuan Lingkungan Tidak Berpengaruh Terhadap Perilaku Masyarakat.
Dasar Pengambilan Keputusan :
1. Jika Nilai Probabilitas (p) < 0.05 Maka H0 diterima 2. Jika Nilai Probabilitas (p) > 0.05 Maka H0 ditolak
Berdasarkan hasil analisis SEM dengan menggunakan Program AMOS 22, besarnya pengaruh pengetahuan lingkungan terhadap perilaku masyarakat sebesar positif 0.714dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0.014. Dengan nilai probabilitas (p) <
0.05, sehingga dinyatakan bahwa Hipotesis H0 Diterima dan
Signifikan. Berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan lingkungan terhadap perilaku masyarakat.
j. Kebijakan pemerintah terhadap perilaku masyarakat Hipotesis :
H0 : Kebijakan Pemerintah Berpengaruh Terhadap Perilaku Masyarakat.
H1 : Kebijakan Pemerintah Tidak Berpengaruh Terhadap Perilaku Masyarakat.
Dasar Pengambilan Keputusan :
1. Jika Nilai Probabilitas (p) < 0.05 Maka H0 diterima 2. Jika Nilai Probabilitas (p) > 0.05 Maka H0 ditolak
Berdasarkan hasil analisis SEM dengan menggunakan Program AMOS 22, besarnya pengaruh kebijakan pemerintah terhadap perilaku masyarakat sebesar positif 0.057dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0.413. Dengan nilai probabilitas (p) > 0.05, sehingga dinyatakan bahwa Hipotesis H0 Ditolak. Berarti bahwa tidak terdapat pengaruh antara kebijakan pemerintah terhadap perilaku masyarakat.
k. Kearifan lokal terhadap perilaku masyarakat Hipotesis :
H0 : Kearifan Lokal Berpengaruh Terhadap Perilaku Masyarakat.
H1 : Kearifan Lokal Tidak Berpengaruh Terhadap Perilaku Masyarakat.
Dasar Pengambilan Keputusan :
1. Jika Nilai Probabilitas (p) < 0.05 Maka H0 diterima 2. Jika Nilai Probabilitas (p) > 0.05 Maka H0 ditolak
Berdasarkan hasil analisis SEM dengan menggunakan Program AMOS 22, besarnya pengaruh kearifan lokal terhadap perilaku masyarakat diperoleh sebesar positif 0.043dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0.767. Dengan nilai probabilitas (p) > 0.05, sehingga dinyatakan bahwa Hipotesis H0 Ditolak.
Berarti tidak terdapat pengaruh antara kearifan lokal terhadap perilaku masyarakat.
l. Motivasi masyarakat terhadap perilaku masyarakat Hipotesis :
H0 : Motivasi Masyarakat Berpengaruh Terhadap Perilaku Masyarakat.
H1: Motivasi Masyarakat Tidak Berpengaruh Terhadap Perilaku Masyarakat.
Dasar Pengambilan Keputusan :
1. Jika Nilai Probabilitas (p) < 0.05 Maka H0 diterima 2. Jika Nilai Probabilitas (p) > 0.05 Maka H0 ditolak
Berdasarkan hasil analisis SEM dengan menggunakan Program AMOS 22, besarnya pengaruh motivasi masyarakat terhadap perilaku masyarakat sebesar positif 0.258 dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0.002. Dengan nilai probabilitas (p) < 0.05, sehingga dinyatakan bahwa Hipotesis H0 Diterima.
Berarti terdapat pengaruh antara motivasi masyarakat terhadap perilaku masyarakat.
H. Pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh