• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabulasi silangantara pendidikan dengan seluruh variabel a. Pendidikan Dengan Variabel Pengetahuan Lingkungan

BAB III BAB III

F. Analisis Deskriptif

14. Tabulasi silangantara pendidikan dengan seluruh variabel a. Pendidikan Dengan Variabel Pengetahuan Lingkungan

Dengan menggunakan Program SPSS 20 diperoleh hasil tabulasi silang sebagai berikut:

Tabel 4.10 Tabulasi Silang Pendidikan Terhadap Pengetahuan

Pengetahuan Total Rendah Tinggi

Pendidikan

Tidak Sekolah Count 0 2 2

% of Total 0.0% 1.0% 1.0%

Sekolah Dasar Count 4 22 26

% of Total 1.9% 10.5% 12.4%

SMP/Sederajat Count 8 48 56

% of Total 3.8% 22.9% 26.7%

SMA/Sederajat Count 6 46 52

% of Total 2.9% 21.9% 24.8%

Perguruan Tinggi Count 8 66 74

% of Total 3.8% 31.4% 35.2%

Total Count 26 184 210

% of Total 12.4% 87.6% 100.0%

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2015

Dari hasil tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan lingkungan diperoleh sebagai berikut:

Tidak sekolah dengan pengetahuan rendah diperoleh persentase sebesar 0.00% dan pengetahuan tinggi diperoleh persentase sebesar 1.00%. Sekolah dasar dengan pengetahuan rendah diperoleh persentase sebesar 1.90% dan pengetahuan tinggi diperoleh persentase sebesar 10.50%. SMP/sederajat dengan pengetahuan rendah diperoleh persentase sebesar 3.80% dan pengetahuan tinggi diperoleh persentase sebesar 22.90%. SMA/sederajat dengan pengetahuan rendah diperoleh persentase sebesar 2.90% dan pengetahuan tinggi diperoleh persentase sebesar 21.90%. Perguruan tinggi dengan pengetahuan rendah diperoleh persentase sebesar 3.80% dan pengetahuan tinggi diperoleh persentase sebesar 31.40%.

Dengan demikian tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan lingkungan dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan lingkungan kategori rendah diperoleh dari tingkat pendidikan SMP/sederajat dan perguruan tinggi dengan persentase 3.80% dan tingkat pengetahuan lingkungan kategori tinggi diperoleh dari tingkat pendidikan perguruan tinggi dengan persentase 31.40%.

b. Pendidikan dengan variabel kebijakan pemerintah

Dengan menggunakan Program SPSS 20 diperoleh hasil tabulasi silang sebagai berikut :

Tabel 4.11 Tabulasi Silang Pendidikan Terhadap Kebijakan Pemerintah

Kebijakan Pemerintah

Total

T.S K.S S S.S

Pendidikan

Tidak Sekolah Count 0 1 1 0 2

% of Total 0.0% 0.5% 0.5% 0.0% 1.0%

Sekolah Dasar Count 1 8 17 0 26

% of Total 0.5% 3.8% 8.1% 0.0% 12.4%

SMP/Sederajat Count 2 18 35 1 56

% of Total 1.0% 8.6% 16.7% 0.5% 26.7%

SMA/Sederajat Count 1 14 35 2 52

% of Total 0.5% 6.7% 16.7% 1.0% 24.8%

Perguruan Tinggi Count 2 15 50 7 74

% of Total 1.0% 7.1% 23.8% 3.3% 35.2%

Total Count 6 56 138 10 210

% of Total 2.9% 26.7% 65.7% 4.8% 100.0%

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2015

Dari hasil tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan kebijakan pemerintah diperoleh sebagai berikut:

Kategori tidak setuju, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan SMP/sederajat dan perguruan tinggi dengan 1.00% dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah dengan 0.00%. Kategori kurang setuju, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan SMP/sederajat dan perguruan tinggi dengan 8.60% dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah dengan 0.50%. Kategori setuju, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan perguruan

tinggi dengan 23.80% dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah dengan 0.50%. Kategori sangat setuju, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan SMP/

sederajat dan perguruan tinggi dengan 3.30% dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah dengan 0.00%.

Dengan demikian tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan kebijakan pemerintah dapat disimpulkan bahwa kebijakan pemerintah kategori tidak setuju dan setuju dengan persentase terendah diperoleh dari tidak sekolah dengan 0.00% dan kebijakan pemerintah kategori setuju dengan persentse tertinggi diperoleh dari tingkat pendidikan perguruan tinggi dengan 23.80%.

c. Pendidikan dengan variabel kearifan lokal

Dengan menggunakan Program SPSS 20 diperoleh hasil tabulasi silang sebagai berikut :

Tabel 4.12 Tabulasi Silang Pendidikan Terhadap Kearifan Lokal

Kearifan

Total Rendah Tinggi

Pendidikan

Tidak Sekolah Count 1 1 2

% of Total 0.5% 0.5% 1.0%

Sekolah Dasar Count 14 12 26

% of Total 6.7% 5.7% 12.4%

SMP/Sederajat Count 22 34 56

% of Total 10.5% 16.2% 26.7%

SMA/Sederajat Count 35 17 52

% of Total 16.7% 8.1% 24.8%

Perguruan

Tinggi Count 49 25 74

% of Total 23.3% 11.9% 35.2%

Total Count 121 89 210

% of Total 57.6% 42.4% 100.0%

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2015

Dari hasil tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan kearifan lokal diperoleh sebagai berikut:

Tidak sekolah dengan pengetahuan diperoleh sama dengan persentase sebesar 0.50%. Sekolah dasar dengan

pengetahuan rendah diperoleh persentase sebesar 6.70% dan pengetahuan tinggi diperoleh persentase sebesar 5.70%. SMP/

sederajat dengan pengetahuan rendah diperoleh persentase sebesar 10.50% dan pengetahuan tinggi diperoleh persentase sebesar 16.20%. SMA/sederajat dengan pengetahuan rendah diperoleh persentase sebesar 16.70% dan pengetahuan tinggi diperoleh persentase sebesar 8.10%. Perguruan tinggi dengan pengetahuan rendah diperoleh persentase sebesar 23.30% dan pengetahuan tinggi diperoleh persentase sebesar 11.90%.

Dengan demikian tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan kearifan lokal dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan lingkungan kategori kearifan lokal rendah diperoleh dari tingkat pendidikan perguruan tinggi dengan persentase 23.30% dan tingkat pengetahuan lingkungan kategori kearifan lokal tinggi diperoleh dari tingkat pendidikan SMP/sederajat dengan persentase 61.20%.

d. Pendidikan dengan variabel sikap lingkungan

Dengan menggunakan Program SPSS 20 diperoleh hasil tabulasi silang sebagai berikut:

Tabel 4.13 Tabulasi Silang Pendidikan Terhadap Sikap Lingkungan

Sikap Lingkungan Total

T.S K.S S S.S

Pendidikan

Tidak Sekolah Count 1 0 1 0 2

% of Total 0.5% 0.0% 0.5% 0.0% 1.0%

Sekolah Dasar Count 1 3 16 6 26

% of Total 0.5% 1.4% 7.6% 2.9% 12.4%

SMP/Sederajat Count 2 7 34 13 56

% of Total 1.0% 3.3% 16.2% 6.2% 26.7%

SMA/Sederajat Count 0 7 30 15 52

% of Total 0.0% 3.3% 14.3% 7.1% 24.8%

Perguruan Tinggi Count 2 21 34 17 74

% of Total 1.0% 10.0% 16.2% 8.1% 35.2%

Total Count 6 38 115 51 210

% of Total 2.9% 18.1% 54.8% 24.3% 100.0%

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2015

Dari hasil tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan sikap lingkungan diperoleh sebagai berikut:

Kategori tidak setuju, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan SMP/sederajat dan perguruan tinggi dengan 1.00% dan persentase terendah berada pada kategori SMA/sederajat dengan 0.00%. Kategori kurang setuju, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan perguruan tinggi dengan 10.00% dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah dengan 0.00%. Kategori setuju, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan SMP/sedarajat dan perguruan tinggi dengan 16.20% dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah dengan 0.50%. Kategori sangat setuju, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan perguruan tinggi dengan 8.10% dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah dengan 0.00%.

Dengan demikian tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan sikap lingkungan dapat disimpulkan bahwa sikap lingkungan dengan persentase terendah sebesar 0.00% diperoleh dari kategori kurang setuju dan setuju dari tidak sekolah serta kategori tidak setuju dari tingkat pendidikan SMA/sederajat.Sikap lingkungan dengan persentase tertinggi 16.20% diperolehdari kategori setuju dengan tingkat pendidikan SMP/sedarajat dan perguruan tinggi.

e. Pendidikan dengan variabel motivasi masyarakat

Dengan menggunakan Program SPSS 20 diperoleh hasil tabulasi silang sebagai berikut :

Tabel 4.14 Tabulasi Silang Pendidikan Terhadap Motivasi Masyarakat

Motivasi Masyarakat

Total

K.S S S.S

Pendidikan

Tidak Sekolah Count 0 2 0 2

% of Total 0.0% 1.0% 0.0% 1.0%

Sekolah Dasar Count 7 19 0 26

% of Total 3.3% 9.0% 0.0% 12.4%

SMP/Sederajat Count 26 30 0 56

% of Total 12.4% 14.3% 0.0% 26.7%

SMA/Sederajat Count 17 33 2 52

% of Total 8.1% 15.7% 1.0% 24.8%

Perguruan Tinggi Count 22 47 5 74

% of Total 10.5% 22.4% 2.4% 35.2%

Total Count 72 131 7 210

% of Total 34.3% 62.4% 3.3% 100.0%

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2015

Dari hasil tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan motivasi masyarakat diperoleh sebagai berikut:

Kategori kurang setuju, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan SMP/sederajat dengan 12.40% dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah dengan 0.00%. Kategori setuju, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan perguruan tinggi dengan 22.40% dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah dengan 1.00%.

Kategori sangat setuju, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan perguruan tinggi dengan 2.40% dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah, sekolah dasar dan SMP/sederajat dengan 0.00%.

Dengan demikian tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan motivasi masyarakat dapat disimpulkan bahwa motivasi masyarakat dengan persentase terendah sebesar 0.00% diperoleh dari kategori kurang setuju dan sangat setuju setuju dari tingkat pendidikan tidak sekolah, sekolah dasar dan SMP/sederajat. Motivasi masyarakat dengan persentase tertinggi 22.40% diperoleh dari kategori setuju dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi.

f. Pendidikan dengan variabel perilaku masyarakat

Dengan menggunakan Program SPSS 20 diperoleh hasil tabulasi silang sebagai berikut:

Tabel 4.15 Tabulasi SilangPendidikan Terhadap Perilaku Masyarakat

Perilaku Masyarakat

Total Pernah Kadang Sering Selalu

Pendidikan

Tidak Sekolah Count 0 0 2 0 2

% of Total 0.0% 0.0% 1.0% 0.0% 1.0%

Sekolah Dasar Count 5 6 12 3 26

% of Total 2.4% 2.9% 5.7% 1.4% 12.4%

SMP/Sederajat Count 16 16 20 4 56

% of Total 7.6% 7.6% 9.5% 1.9% 26.7%

SMA/Sederajat Count 8 28 11 5 52

% of Total 3.8% 13.3% 5.2% 2.4% 24.8%

Perguruan Tinggi Count 18 34 16 6 74

% of Total 8.6% 16.2% 7.6% 2.9% 35.2%

Total Count 47 84 61 18 210

% of Total 22.4% 40.0% 29.0% 8.6% 100.0%

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2015

Dari hasil tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan perilaku masyarakat diperoleh sebagai berikut :

Kategori pernah, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan perguruan tinggi dengan 8.60% dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah dengan 0.00%. Kategori kadang-kadang, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan perguruan tinggi dengan 16.20%

dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah dengan 0.00%. Kategori sering, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan SMP/sedarajat dengan 9.50% dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah dengan 1.00%. Kategori selalu, persentase tertinggi berada pada tingkat pendidikan perguruan tinggi dengan 2.90% dan persentase terendah berada pada kategori tidak sekolah dengan 0.00%.

Dengan demikian tabulasi silang antara tingkat pendidikan dengan perilaku masyarakat dapat disimpulkan bahwa perilaku

masyarakat dengan persentase terendah sebesar 0.00%

diperoleh dari kategori pernah, kadang-kadang dan selalu dari tingkat pendidikan tidak sekolah. Perilaku masyarakat dengan persentase tertinggi 16.20% diperoleh dari kategori kadang- kadang dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi.