• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Pengujian Karakteristik Agregat

Sebelum melakukan pembuatan sampel silinder dan balok maka dilakukan pengujian terhadap karakteristik agregat halus dan agregat kasar terlebih dahulu. Pengujian agregat halus dan kasar ini disesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia yang berlaku. Pengujian ini bertujuan untuk mendapatkan agregat yang baik untuk campuran beton.

1. Pengujian Karakteristik Agregat halus a. Pengujian Berat Isi Pasir

Pengujian berat isi pasir terdiri atas 2 yaitu berat isi pasir padat dan berat isi pasir gembur. Pengujian berat isi pasir didapatkan dari berat pasir dibagi dengan volume literan. Dari hasil pengujian, maka dapat dilihat pada table berikut.

Tabel 13 Berat isi Padat Agregat Halus

No Berat Isi Padat Pengujian (gram) Keterangan

I II III

1 Berat Liter + Pasir (b)

1660 1705 1733 2 Berat Literan (a) 245 245 245 3 Volume Liter 1000 1000 1000 4 Berat Isi 1,41 1,46 1,48

Rata - Rata 1,45

(Sumber : Hasil Pengujian)

Tabel 14 Berat Isi Gembur Agregat Halus

No Berat Isi Gembur Pengujian (gram) Keterangan

I II III

1 Berat Liter + Pasir (b)

1650 1655 1653 2 Berat Literan (a) 245 245 245 3 Volume Liter 1000 1000 1000 4 Berat Isi 1,40 1,41 1,40

Rata - Rata 1,40

(Sumber : Hasil Pengujian)

71

Dari hasil pengujian berat isi gembur dan padat agregat halus, didapatkan hasil untuk berat isi gembur 1,40 Kg/L dan untuk berat isi padat 1,45 Kg/L. Menurut SNI 03-4804-1998 bahwa syarat mutu berat isi untuk pembuatan campuran beton adalah 1,4 – 1,9 Kg/L.

Jadi untuk pengujian berat isi gembur dan padat untuk campuran beton telah memenuhi syarat yang ditetapkan dan dapat digunakan dalam pembuatan campuran beton.

b. Berat jenis dan Penyerapan Agregat Halus

Pengujian berat jenis dan penyerapan agregat halus dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 15 Berat Jenis Agregat Halus

No Berat Jenis Pengujian (gram)

Keterangan

I II III

1

Berat Pasir

SSD (S) 500 500 500

2

Berat Tabung

+ Air (B) 1965 1965 1965

3

Berat Tabung + Air + Pasir

(C)

2263 2264 2264

4 Berat Jenis 2,47 2,48 2,48

Rata - Rata 2,483457301

(Sumber : Hasil Pengujian)

Dari pengujian dan analisis data berat jenis agregat halus yang telah dilakukan, didapatkan hasil berat jenis agregat halus rata rata 2,48. Menurut SNI 1970:2008 bahwa syarat mutu berat jenis dalam campuran beton adalah 1,6 – 3,2. Maka dari pengujian dan analisis data yang telah dilakukan, berat jenis agregat halus telah memenuhi syarat dalam pembuatan campuran beton.

Tabel 16 Penyerapan Agregat Halus No Penyerapan

Agregat Halus

Pengujian (gram)

Keterangan

I II III

1

Berat Pasir

SSD (S) 500 500 500

2

Berat Pasir

Oven (A) 484 485 484

𝑆 βˆ’ 𝐴

𝐴 π‘₯ 100 3 Penyerapan 3,30 3,09 3,30

Rata - Rata 3,23

(Sumber : Hasil Pengujian)

Dari hasil pengujian didapatkan daya serap agregat halus 3,23%.

Menurut SNI 1969:2008 syarat mutu maksimal daya serap agregat halus adalah 5%. Maka dari hasil pengujian penyerapan agregat halus memenuhi syarat mutu dalam pembuatan campuran beton.

c. Kadar Air Agregat Halus

Pengujian kadar air agregat halus terdiri atas kadar air nyata dan kadar air ssd (kering permukaan). Hasil dari pengujian kadar air dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 17 Kadar Air Nyata Agregat Halus No Kadar Air

Nyata

Pengujian (gram)

Keterangan

I II III

1

Berat

Awal (w1) 100 100 100 2

Berat

Oven (w2) 93 94 95 𝑀1 βˆ’ 𝑀2

𝑀2 π‘₯ 100%

3 Kadar Air 7,52 6,38 5,26

Rata - Rata 6,39

(Sumber : Hasil Pengujian)

73

Tabel 18 Kadar Air SSD Agregat Halus No Kadar Air

SSD

Pengujian (gram)

Keterangan

I II III

1

Berat Awal

(w1) 100 100 100

2

Berat Oven

(W2) 98 97 97

𝑀1 βˆ’ 𝑀2

𝑀2 π‘₯ 100%

3 Kadar Air 2,04 3,09 3,09

Rata - Rata 2,74

(Sumber : Hasil Pengujian)

Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, didapatkan hasil kadar air nyata agregat halus 6,39 % dan untuk kadar air agregat halus dalam kondisi SSD 2,74 %. Menurut SNI 1971:2011 syarat mutu untuk kadar air berkisar antara 2% - 8%. Maka dari itu pengujian kadar air yang telah dilakukan sudah memenuhi syarat mutu dalam pembuatan campuran beton.

d. Kadar Lumpur Agregat Halus

Pengujian kadar lumpur dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 19 Hasil Pengujian Kadar Lumpur Agregat Halus

No Kadar Lumpur Agregat Halus

Pengujian (gram)

Keterangan

I II III

1 Berat Awal 100 100 100

2 Berat Oven(p) 96 97 96 100 βˆ’ 𝑝

100 π‘₯ 100%

3 Kadar Lumpur 4,16 3,09 4,16

Rata - Rata 3,80

(Sumber : Hasil Pengujian)

Dari hasil pengujian agregat halus didapatkan kadar lumpur agregat halus 3,8 %. Menurut SNI 03-4142-1996 kadar lumpur yang terkandung dalam agregat halus maksimal adalah 5%. Maka dari hasil pengujian yang telah dilakukan, agregat halus ini telah memenuhi syarat mutu kadar lumpur agregat halus.

e. Analisis Ayakan Agregat Halus

Pengujian anaisis ayakan agregat halus didapatkan dari penimbangan berat agregat halus yang tertinggal pada tabel berikut.

Tabel 20 Hasil Analisis Ayakan Agregat Halus Ayakan

(mm)

Berat Tertahan (gr)

Jumlah Tertahan (%)

% kumulatif Tertahan

(%)

lolos (%)

4,75 38 3,8 3,8 96,2

2,36 120 12 15,8 84,2

1,18 122 12,2 28 72

0,6 267 26,7 54,7 45,3

0,3 184 18,4 73,1 26,9

0,15 230 23 96,1 3,9

pan 39 3,9 100 0

1000 100 271,5

Modulus Kehalusan 2,715

(Sumber : Hasil Pengujian)

Hasil analisis ayakan agregat halus di atas didapatkan dengan persamaan sebagai berikut.

Jumlah Tertahan (%) = π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘›

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘› π‘₯ 100 % (%) Kumulatif

Tertahan

= % Jumlah Tertahan + % Tertahan

(%) Kumulatif Lolos = 100% - Kumulatif Tertahan Modulus Kehalusan

(Fm)

= π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ πΎπ‘’π‘šπ‘’π‘™π‘Žπ‘‘π‘–π‘“ π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘› 100

Dari hasil pengujian diatas maka didapatkan gradasi agregat halus pada zona ke 3 berdasarkan tabel 13 yaitu batas gradasi butiran pasir. Modulus kehalusan yang didapatkan pada pengujian ini adalah 2,715. Menurut SNI 03-1968-1990 syarat mutu modulus kehalusan agregat halus berkisar antara 2,2-3,1. Maka analisis ayakan agregat halus ini sudah memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkaan dan dapat digunakan pada campuran pembuatan beton.

75

Gambar 23 Grafik Analisis Ayakan Agregat Halus (Sumber : Hasil Pengujian)

Dari hasil pengujian analisis ayakan agregat halus didapatkan batas gradasi pada zona 2 yang dapat dilihat pada gambar 23.

f. Zat Organik Agregat Halus

Pada hasil pengujian zat organik agregat halus ini dengan merendam agregat halus menggunakan larutan Natrium Oksida (NaOH) selama 24 jam dan membandingan warna larutan dengan alat tes standar warna. Dari hasil perbandingan agregat halus terhadap alat tes standar warna, diketahui agregat halus ini berada pada warna No.3. Menurut SNI 2816:2014 standar warna zat organik agregat halus adalah No.3. Maka zat organik agregat halus ini telah memenuhi standar mutu dan dapat digunakan sebagai bahan campuran pembuatan beton.

2. Pengujian Agregat Kasar a. Berat Isi Agregat Kasar

Pengujian berat isi agregat kasar ini terdiri atas berat isi agregat kasar SSD dan nyata. Hasil pengujian berat isi agregat kasar ini dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 21 Berat Isi Padat Agregat Kasar

No Berat Isi Padat Pengujian (gram)

Keterangan

I II III

1

Berat Liter +

Kerikil (b) 8065 7990 8085 2 Berat Literan (a) 766 766 766

𝑏 βˆ’ π‘Ž π‘‰π‘œπ‘™π‘’π‘šπ‘’ πΏπ‘–π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘›

3 Volume Liter 5000 5000 5000

4

Berat Isi

Gembur 1,45 1,44 1,46

Rata - Rata 1,45

(Sumber : Hasil Pengujian)

Tabel 22 Berat Isi Gembur Agregat Kasar No Berat Isi

Gembur

Pengujian (gram)

Keterangan

I II III

1

Berat Liter +

Kerikil (b) 7770 7775 7780 2

Berat Literan

(a) 766 766 766 𝑏 βˆ’ π‘Ž

π‘‰π‘œπ‘™π‘’π‘šπ‘’ πΏπ‘–π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘›

3 Volume Liter 5000 5000 5000 4 Berat Isi 1,40 1,40 1,40

Rata - Rata 1,40

(Sumber : Hasil Pengujian)

Dari hasil pengujian berat isi agregat kasar yaitu 1,45 Kg/L untuk berat isi SSD dan 1,40 Kg/L untuk berat isi gembut. Menurut SNI 03- 4804-1998 bahwa syarat mutu berat isi agregat kasar untuk pembuatan campuran beton adalah 1,4 – 1,9 Kg/L. Maka dari hasil pengujian, agregat kasar ini telah memenuhi syarat mutu berat isi dan dapat digunakan sebagai bahan campuran pembuatan beton.

b. Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Kasar

Hasil pengujian berat jenis dan penyerapan agregat kasar dapat dilihat pada tabel berikut ini.

77

Tabel 23 Berat Jenis Agregat Kasar

No Berat Jenis Pengujian (gram)

Keterangan

I II III

1

Berat Kerikil

SSD (B) 3000 3000 3000

2

Berat Keranjang + Agregat dalam Air (C)

1868 1869 1870 𝐡

𝐡 βˆ’ 𝐢 4 Berat Jenis 2,65 2,65 2,65

Rata - Rata 2,65

(Sumber : Hasil Pengujian)

Dari hasil pengujian pada tabel diatas, didapatkan berat jenis agregat kasar 2,65. Menurut SNI 1969:2008 syarat mutu berat jenis agregat kasar berkisar 1,6 – 3,2. Maka berat jenis agregat kasar telah memenuhi syarat mutu yang telah ditentukan.

Tabel 24 Penyerapan Agregat Kasar No

Penyerapan Agregat

Kasar

Pengujian (gram)

Keterangan

I II III

1

Berat Kerikil

SSD (A) 3000 3000 3000

2

Berat Kerikil

Oven (B) 2940 2950 2940 𝐴 βˆ’ 𝐡

𝐡 π‘₯ 100 %

3 Penyerapan 2,04 1,69 2,04

Rata - Rata 1,92

(Sumber : Hasil Pengujian)

Dari hasil pengujian pada tabel diatas, didapatkan daya serap agregat kasar 2,65. Menurut SNI 1969:2008 syarat mutu daya serap agregat kasar berkisar 1,6 – 3,2. Maka daya serap agregat kasar telah memenuhi syarat mutu yang telah ditentukan.

c. Kadar Air Agregat Kasar

Kadar air agregat kasar adalah perbandingan antara berat air yang terkandung di dalam agregat kasar dengan agregat kasar dalam keadaan kering oven yang dinyatakan dalam persen. Hasil pengujian

kadar air agregat kasar dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 25 Kadar Air SSD Agregat Kasar No

Kadar Air SSD Agregat

Kasar

Pengujian (gram)

Keterangan

I II III

1

Berat Awal

(W1) 250 250 250

2

Berat Oven

(W2) 245 244 245

𝐴 βˆ’ 𝐡

𝐡 π‘₯ 100 %

3 Kadar Air 2,04 2,45 2,04

Rata - Rata 2,18

(Sumber : Hasil Pengujian)

Dari tabel diatas dapat dilihat hasil pengujian kadar air agregat kasar 2,18 %. Menurut SNI 1971:2011 syarat mutu kadar air agregat kasar berkisar 2% - 8%. Maka agregat kasar ini telah memenuhi syarat mutu kadar air yang telah ditetapkan.

d. Kadar Lumpur Agregat Kasar

Hasil pengujian kadar lumpur dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 26 Kadar Lumpur Agregat Kasar No Kadar Lumpur

Agregat Kasar

Pengujian (gram)

Keterangan

I II III

1 Berat Awal 250 250 250

2 Berat Oven (p) 249 248 247

3 Kadar Lumpur 0,4 0,8 1,2

Rata - Rata 0,8

(Sumber : Hasil Pengujian)

Dari hasil pengujian kadar lumpur agregat kasar didapatkan 0,8 % kadar lumpur yang terkandung di dalam agregat kasar. Menurut SNI 03 – 4141:2008 syarat mutu kadar lumpur berkisar 0,2% - 1%. Maka agregat kasar ini telah memenuhi syarat mutu kadar lumpur yang telah ditetapkan.

79

e. Analisis Ayakan Agregat Kasar

Hasil pengujian analisis ayakan agregat kasar sebagai berikut.

Tabel 27 Analisis Ayakan Agregat Kasar ayakan (mm)

Berat Jumlah % Kumulatif

Tertahan Tertahan Tertahan Lolos

(gr) (%) (%) (%)

25 0 0 0 100

19,1 680 13,6 13,6 86,4

12,5 1623 32,46 46,06 53,94

9,5 2407 48,14 94,2 5,8

4,75 275 5,5 99,7 0,3

2,36 - 0 100 0

1,18 - 0 100 0

0,6 - 0 100 0

0,3 - 0 100 0

0,15 - 0 100 0

Pan 15 0 100 0

Total 5000 99,7 753,56

Modulus Kehalusan 7,5356

(Sumber : Hasil Pengujian)

Hasil analisis ayakan agregat halus di atas didapatkan dengan persamaan sebagai berikut.

Jumlah Tertahan (%) = π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘›

π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π΅π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘› π‘₯ 100 % (%) Kumulatif

Tertahan

= % Jumlah Tertahan + % Tertahan

(%) Kumulatif Lolos = 100% - Kumulatif Tertahan

Gambar 24 Grafik Pengujian Analisis Ayakan Agregat Kasar (Sumber : Hasil Pengujian)

Pada grafik analisis ayakan agregat kasar dapat dilihat bahwa agregat kasar pada pengujian ini tertahan pada ayakan No. 19,1.

Menurut SNI 03-1968-1990 modulus kehalusan agregat kasar berkisar 6,5 – 7,5. Dari hasil pengujian didapatkan modulus kehalusan agregat kasar adalah 7,5. Maka agregat kasar ini telah memenuhi standar analisis ayakan agregat kasar.

f. Kekerasan Agregat Kasar dengan Los Angeless

Pengujian kekerasan agregat ini didahului dengan analisis ayakan agregat kasar yang bertujuan untuk menentukan jumlah bola baja dan jumlah putaran pada mesin los angeless. Agregat kasar terbanyak tertahan pada ayakan 9,5 mm sehingga pengujian ini menggunakan bola baja yang berjumlah 11 buah. Hasil pengujian kekerasan agregat kasar dapat dilihat pada tabel berikut.

81

Tabel 28 Hasil Pengujian Kekerasan Agregat Kasar

Perlakuan Berat Ket.

Berat tetap (A) 5000 A-B

x 100%

Di los angeless (B) 3985 A

Keausan 20,3 %

(Sumber : Hasil Pengujian)

Tabel 29 Daftar Gradasi dan Berat Benda Uji

(Sumber : SNI 2417:2008)

Dari hasil pengujian kekerasan agregat kasar didapatkan angka keuasan 20,3 %. Menurut SNI 2417:2008 nilai keausan agregat maksimal adalah 40 %. Maka pengujian kekerasan agregat ini telah sesuai sengan syarat mutu yang telah di tetapkan dan dapat digunakan sebagai bahan campuran pembuatan beton.

B. Rekapitulasi Hasil Pengujian Karakteristik Agregat

Dokumen terkait