Abdullah Arief Cholil
III. PENUTUP
Hukum Islam sebagai buku hukum bagi Pengadilan Agama, karena ada indikasi bahwa hukum Islam yang ditegakkan dan diterapkan seolah-olah tidak lagi berdasar hukum tetapi sudah menjurus ke arah penerapan kitab-kitab fikih. Inilah sebabnya penyusunan Kompilasi Hukum Islam tidak dapat lepas dari pengaruh kajian kitab- kitab fikih; ada 38 buah kitab fikih yang dikaji oleh tujuh IAIN yang ditunjuk dan diminta pendapatnya, beserta argumentasi dan dalil-dalilnya.
Adapun rincian pelaksanaan pengkajian kitab-kitab fikih oleh masing- masing IAIN adalah sebagai berikut:
a. IAIN Arraniri Banda Aceh: a). Al-Bajuri; b). Fath al-Mu’in; c). Syarqawi ‘ala al-Tahrir; d). Mughni al-Muhtaj; e). Nihayah al-Muhtaj; f). Al-Syarqawy.
b. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta: a). I’anat al-Thalibin; b). Tuhfah; c).
Targhib al-Musytaq; d). Bulghah al-Salik; e). Syamsuri fi al-Faraid; f). Al- Mudawanah.
c. IAIN Antasari Banjarmasin: a). Qalyubi/Mahalli; b). Fath al-Wahhab dan Syarahnya; c). Bidayah al-Mujtahid; d). Al-Umm; e). Bughyah al- Mustarsyidin; f). Al-Aqidah wa al-Syari’ah.
d. IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: a). Al-Muhalla; b). Al-Wajiz; c). Fath al- Qadir; d). Kitab al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah; e). Fiqh al-Sunnah.
e. IAIN Sunan Ampel Surabaya: a). Kasyf al-Ghina; b). Majmu’at Fatawa al- Kubra li Ibn Taimiyah; c). Qawanin al-Syari’ah li al-Sayyid Utsman ibn Yahya; d). Al-Mughni; e). Al-Hidayah Syarh al-Bidayah.
f. IAIN Alauddin Ujung Pandang: a). Qawanin al-Syari’ah li al-Sayyid Sadaqah Dahlan; b). Nawab al-Jalil; c). Syarah ibn Abidin; d). Al-Muwaththa; e).
Hasyiyah al-Dasuqi.
g. IAIN Imam Bonjol Padang: a). Badai’ al-Sanai’; b). Tabyin al-Haqaiq; c). Al- Fatawa al-Hindiyah; d). Fath al-Qadir; e). Al-Nihayah (Direktorat, 1991/1992: 166-168).
Melihat kenyataan sejarah yang ada ini jelaslah bahwa Kompilasi Hukum Islam adalah Fikih Indonesia, karena ia disusun dengan memperhatikan kondisi kebutuhan hukum umat Islam Indonesia. Fikih Indonesia sebagaimana telah dicetuskan oleh Prof. Dr. TM. Hasbi Ash Shiddieqy dan Prof. Hazairin, SH. dan sebelumnya mempunyai tipe fikih lokal semacam Fikih Hijazy, Fikih Misry, fikih lain-lain yang sangat memperhatikan kebutuhan dan kesadaran hukum masyarakat setempat, yang bukan berupa madzhab baru tetapi ia mempersatukan berbagai fikih dalam menjawab satu persoalan fikih. Kompilasi Hukum Islam mengarah kepada unifikasi madzhab dalam hukum Islam. Di dalam sistem hukum Indonesia, ini merupakan bentuk terdekat dengan kodifikasi hukum yang menjadi arah pembangunan hukum nasional Indonesia.
memiliki respon positif dari masyarakat khususnya umat muslim. Hal ini dikarenakan terdapat perbedaan pemahaman mendasar terhadap bagaimana meletakan hukum dalam bingkai kenegaraan. Diantaranya adalah perbedaan mereka ahli ra’yi dan ahl hadist, yang mana memiliki perbedaan dalam bagaimana memaknai dinamika hukum sesuai dengan perkembangan waktu dan problematika yang terjadi. Perbedaan antara keduanya menyebabkan juga kepada pemaknaan hasil ijtihad tersebut. Sebagian memaknai bahwa adanya urgensi legislasi suatu hasil ijtihad/hukum fiqh dengan maksud kemaslahatan sebagai salah satu wujud dari kehadiran negara dalam mengatur setiap hak warga negaranya. Namun demikian, sisi lain, memaknai bahwa hukum yang terdapat dalam fiqh adalah hukum Islam dan nilainya final, sehingga tidak mungkin terjadi legislasi fiqh. KHI salah satu contoh dari hasil legislasi tersebut. Tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak lagi kebutuhan hasil ijtihad yang dilegislasikan sebagai bentuk kewajiban negara dalam memastikan hak warga negaranya bukan saja dalam masalah ahwal syakhsihyah, tetapi dalam hal politik, ekonomi, dan lainnya.
Sehingga dalam mengahdapi masalah ini, butuh kecermatan dalam memaknai dan menempatkan sesuatu argumen demi tetap mengutamakan toleransi dan kesatuan dalam berkehidupan negara sehingga fiqh tidak lagi dipandang sebagai produk yang kaku, tetapi sebaliknya fiqh dasarnya bersifat fleksible sesuai kebutuhan zaman dan arus perkembangan tekonologi di era modern.
IV. DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Abdul Gani, Pengantar Kompilasi Hukum Islam dalam Tata Hukum Abdurrahman, Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: Akademika
Pressindo, 1992.
Adams, Wahiduddin, Legislasi Hukum Islam dalam Perspektif Fiqh, Jakarta:
Pesantren, No. 2/vol VII/1990.
Ahmad, Noor, Dkk, Epistemologi Syara’ –Mencari Format Baru Fiqh Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.
Ali al-Sayis, Muhammad, Nasy’at al-Fiqh al-Ijtihad wa Atwaaruhu, Terjemah Indonesia oleh Muhammad Ali Hasan, Pertumbuhan dan Perkembangan Hukum Fiqh -Hasil Refleksi Ijtihad-, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995.
Anderson, J.N.D., Hukum Islam di Dunia Modern, alih bahasa Machnun Husein, Surabaya: Amar Press, 1991.
Antara, Berita, RUUPA Bukan Usaha Terselubung Menuju Piagam Jakarta, 19 Juni 1989.
Arifin, Busthanul, Transformasi Hukum Islam ke Hukum Nasional, Jakarta: Al- Hikmah, 2001.
Asshiddiqie, Jimli, Hukum Islam di Indonesia: Dilema Legislasi Hukum Agama di Negara Pancasila, Jakarta: Pesantren, No. 2/Vol. VII/1990.
Azhar Basyir, Ahmad, Legislasi: Tidak Keluar dari Fiqh, Jakarta: Pesantren, No.
2/Vol. VII/1990.
Azizy, Ahmad Qodri, Ikhtilaf in Islamic Law with Special Reference to the Syafi’i School, Pakistan Islamic Study Jaournal, 1995, Vol. 34/4.
---, Eklektisisme Hukum Nasional, Yogyakarta: Gama Media, 2002.
Baidi, Yasin, Paradigma Hubungan Agama dan Negara: Studi Tentang Formasi dan Konstruksi Institusi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional:
Kasus Indonesia, Yogyakarta: Sosio-Religio, Vol. 1, No.1, November 2001.
Chalil, Zaki Fuad, Tinjauan Batas Minimal Usia Kawin, Studi Perbandingan antara Kitab Fiqh dan UU Perkawinan di Negara-negara Muslim, Jakarta:
Mimbar Hukum, No. 26 Tahun VII 1996, Mei – Juni, Hal. 72-73.
Coulson, Noel J, Conflicts and Tension in Islamic Law, Chicago: The University of Chicago Press, 1969.
---, The History of Islamic Law, Terjemah Indonesia oleh Hamid Ahmad: Islam dalam Perspektif Sejarah, Jakarta: LP3ES, 1987.
Daud Ali, M., Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: Rajawali Press, 1993.
---, Hukum Islam dan Peradilan Agama, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1977.
---, Hukum Islam dan Masalahnya di Indonesia, Jakarta: Mimbar Hukum, No. 31 tahun VIII, 1997.
Denny J.A., Legislasi Hukum Islam dan Integrasi Nasional, Jakarta: Pesantren, No.
2/Vol VII/1990.
Imarah, Muhammad, Islam dan Pluralitas: Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan, Terjemah Indonesia oleh : Abdul Hayyie Al-Kattanie, Judul Asli : Al-Islam wa al-Ta’addudiyah: Al-Ikhtilaf wa al-Tanawwu fi Itari al-Wihdah, Jakarta : Gema Insani Press, 1999, Hal. 103-104.
Lev, Daniel S., Islamic Court in Indonesia, terjemahan Z.A. Noeh, Peradilan Agama Islam di Indonesia, Jakarta: Internusa, 1990.
Lubis, Nur A Fadhil, Sistematisasi Hukum Perkawinan di Indonesia, Makalah dalam Pertemuan Pakar Hukum, diselenggarakan Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama, Ditjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Departemen Agama, Jakarta: 19 September 2002.
Mahmassani, Shub’hi, Filsafat al-Tasyri’ fi al-Islam, Terjemah Indonesia oleh Ahmad Sudjono: Filsafat Hukum dalam Islam, Bandung: Al-Ma’arif, 1977.
Martin, James A., Perspectives on Conflict of Laws : Choice of Law, Boston : Little Brown and Company, 1980.
Mimbar Hukum, No. 1 Tahun 1990, Jakarta: Al-Hikmah.
Minhaji, Akhmad, Ushul Fiqh dalam Perubahan Sosial dalam Perspektif Sejarah, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2001.
---, Kontroversi Pembentukan Hukum Islam -Kontribusi Joseph Schacht, Yogyakarta: UII Press, 2001.
Mudzhar, M. Atho, Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberalisasi, Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1998.
Nata, Abuddin, Peta Keragaman Pemikiran Islam di Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001.
Qurtubi, Sumanto al-, KH. MA. Sahal Mahfudz – Era Baru Fiqh Indonesia, Yogyakarta: Cermin, 1999.
Ramulyo, Mohd. Idris, Hukum Perkawinan Islam, Suatu Analisis dari UU No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, Jakarta: Bumi Aksara,1999.
Rofiq, Ahmad, Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia, Yogyakarta: Gama Media, 2001.
Saayis, Muhammad Ali al, Nasy’at al-Fiqh al-Ijtihad wa At-Waaruhu, Terjemah Indonesia oleh Muhammad Ali Hasan, Pertumbuhan dan Perkembangan Hukum Fiqh -Hasil Refleksi Ijtihad-, Cet. 1, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1995.
Sirry, Mun’im A, Sejarah Fiqih Islam; Sebuah Pengantar, Surabaya: Risalah Gusti, 1995.
Suara Merdeka, Gejala Pernikahan di Abad Modern, Semarang: edisi 17 September 2001.
Supadie, Didiek Ahmad, Efektifitas Hukum Perkawinan dalam Upaya Mencegah Perkawinan di Bawah Umur (Studi Kasus Dispensasi Perkawinan di Bawah Umur di Pengadilan Agama Demak), Laporan Penelitian, Semarang : Unissula, 2003.
Supeno, Ilyas & M. Fauzi, Dekonstruksi dan Rekonstruksi Hukum Islam, Yogyakarta: Gama Media, 2002.
Syaz, Umar Sulaiman al, Tarikh al-Fiqh al-Islami, Kuwait: Maktabah al-Kalali, 1982.
Syarifuddin, Amir, Ushul Fiqih, Jakarta: Logos, 2000.
---, Pembaharuan Pemikiran dalam Hukum Islam, Padang: Angkasa Raya, 1993.
Thalib, Sayuti, Receptio A Contrario, Jakarta: Academika, 1980.
Uways, Abdul Halim, Al-Fiqh al-Islami Bayn al-Tatawwur wa al-Tsabit, Terjemah Indonesia: Fiqih Statis Dinamis, oleh A. Zarkasyi Chumaidy, Bandung:
Pustaka Hidayah, 1998.
Wahid, Marzuki & Rumadi, Fiqh Madzhab Negara, Kritik atas politik Hukum Islam di Indonesia, Yogyakarta: LKIS, 2001.
Widiana, Wahyu, Upaya Peningkatan Kompilasi Hukum Islam menjadi Undang- undang, Makalah pada Seminar Transformasi Hukum Islam ke dalam Hukum Positif di Indonesia, Hotel Dharma Deli, Medan: 30-31 Agustus 2002.
Yusuf Musa, Muhammad, Al-Madkhal li Dirasah al-Fiqh al-Islami, Kairo : Dar al-Kitab al-Arabi, tt.
Zubeir, Maemun, Fiqh itu Luwes, Jakarta : Pesantren, No. 2/Vol. VII/1990.