• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESENSI

B. Kriteria Penulisan Resensi

5. Penutup

Hal yang paling khas dari resensi dalam bagian penutup yaitu adanya kalimat persuasif untuk pembaca agar mau membaca atau jangan membaca buku tersebut, apakah buku tersebut baik untuk dibaca atau tidak. Paparkan juga bahwa buku tersebut baik dibaca dalam kalangan apa. Serta penulis resensi harus bisa menilai apa arti penting buku tersebut bagi masyarakat. Peresensi yang baik akan menyanjung atau mengkritik secara objektif dan proporsional, karena posisi peresensi dalam hal ini adalah sama dengan seorang ilmuwan yang tidak boleh subjektif dan distortif dalam menyampaikan ulasan. Di bawah ini kutipan resensi mengenai pandangan penulis tentang sasaran pembaca buku tersebut.13

Terbitnya buku ini diharapkan bisa memberikan referensi, khususnya bagi santri dan pelajar pada umumnya, tentang bagaimana seharusnya menjadi penimba ilmu, menghormati guru, menghormati ilmu dan hal-hal lain yang berhubungan dengan ilmu.

Adapun mengenai ajakan untuk pembaca agar membaca buku yang telah diresensi, dapat dilihat pada contoh di bawah ini:14

Buku yang terkesan ‘sakral’ ini, sangatlah bersahabat. Bahasanya simpel, ringan, layaknya omongan sehari-hari. Dengan isinya yang berusaha menerapkan agama dan filosofi dalam menyambut motif keuntungan materi. Pembaca takkan dibuat pusing, membacanya ringan seperti diajak ngobrol dan diskusi santai. Dilengkapi dengan berbagai macam motivasi, serta semua isi berasal dari sumber yang original, Al-Qur’an.

Unsur-unsur resensi di atas, dirasa cukup sederhana memudahkan peresensi untuk menulis resensi secara sistematis, unsur-unsur di atas dijadikan sebagai kriteria penting dan sebagai dasar dalam penulisan

13https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/38886/1/

SUYATNO%20at%20al%20-%20FITK.pdf.

14Ibid.

resensi karena seorang peresensi harus mengetahui sepenuhnya karakteristik penulisan yang baik.15

Menjadi seorang peresensi memang tak mudah. Banyak tahapan yang harus perlahan-lahan dipelajari untuk dapat memperoleh sebuah tulisan resensi yang baik. Sebelum memulai menulis, alangkah baiknya dapat membuat perencanaan dalam menulis. Cara terbaik untuk mulai menulis ialah memulai perencanaan. Penulis berpengalaman cenderung berpikir bahwa perencanaan pada dasarnya adalah kegiatan berpikir (Mc Crimmon, 1984: 35). Dalam membuat perencanaan itu tidak mudah, ada beberapa tahapan yang harus didahului. Tahapan dalam menulis resensi dianggap perlu diterapkan bagi seorang peresensi agar tulisan menjadi teratur dan enak untuk dibaca. Langkah-langkah praktis menurut Soewandi yang dapat digunakan untuk membuat resensi sebuah buku ialah seperti melakukan penjajakan terhadap isi buku, membuat peta permasalahan isi buku, menentukan sikap terhadap buku yang dibaca, dan merevisi hasil tulisan resensi yang telah dibuat (Soewandi, 1997: 72):16

1. Penjajakan atau Pengenalan Buku Terhadap Identitas Buku yang Akan Diresensi

Hal yang pertama dilakukan dalam meresensi buku adalah melakukan penjajakan atau pengenalan buku terhadap identitas buku yang akan diresensi. Hal ini untuk mengetahui seperti: tema buku yang diresensi, siapa pengarang buku tersebut (nama, latar belakang pendidikan, reputasi, dan presentasi buku atau karya apa saja yang ditulis sampai alasan mengapa ia menulis buku itu), siapa penerbit yang menerbitkan buku itu, kapan dan di mana diterbitkan, tebal (jumlah bab dan halaman), format hingga harga.

Serta mengetahui penggolongan/ bidang kajian buku itu (ekonomi, teknik, politik, pendidikan, psikologi, sosiologi, filsafat, bahasa, sastra, atau lainnya).17

2. Pengembangan Peta Permasalahan dalam Buku dengan Tepat dan Akurat

15Ibid.

16https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/38886/1/

SUYATNO%20at%20al%20-%20FITK.pdf.

Peta permasalahan dalam buku itu perlu dipahami dengan tepat dan akurat agar isi resensi menjadi tulisan yang terstruktur sesuai dengan isi yang ada dalam buku yang akan diresensi. Hal itu dilakukan dengan terlebih dahulu membaca buku yang akan diresensi dilakukan secara komprehensif, menyeluruh, cermat, dan teliti. Serta jangan lupa menandai bagian-bagian buku yang memerlukan perhatian khusus yang penting untuk dibahas di dalam resensi dan menentukan bagian-bagian yang akan dikutip sebagai data acuan agar pendapat atau apa yang dibahas terlihat sebagai data yang benar ada dalam buku. Hal tersebut baiknya langsung dikembangkan menjadi sebuah ringkasan atau inti sari dari buku resensi, agar apa yang sudah dilakukan di atas tidak terbuang percuma. Dalam meresensi novel biasanya ringkasan tersebut berupa sinopsis, yang tentunya dalam sinopsis tidak terlepas dari alur cerita yang ada dalam novel.18

3. Menentukan Sikap atau Penilaian Buku

Dalam menentukan sikap atau penilaian terhadap buku, maka harus diperhatikan hal-hal seperti: organisasi atau kerangka penulisan (bagaimana hubungan antarbagian satu dengan lainnya, bagaimana sistematika penulisan yang ada dalam buku), isi pernyataan (bagaimana bobot idenya, seberapa kuat analisisnya, bagaimana kelengkapan penyajian datanya, dan bagaimana kreativitas pemikirannya), bahasa (bagaimana ejaan yang disempurnakan diterapkan, bagaimana penggunaan kalimat dan ketepatan pilihan kata di dalamnya), aspek teknis (bagaimana tata letak, bagaimana tata wajah, bagaimana kerapian dan kebersihan, dan kualitas cetakannya).19

4. Merevisi atau Mengoreksi Resensi

Terakhir, peresensi menulis resensi dan hendaknya mengoreksi atau merevisi hasil resensi dengan menggunakan dasar-dasar dan kriteria- kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Sebuah tulisan atau karangan setelah selesai ditulis harus dikoreksi kembali untuk mengetahui kesalahan-kesalahan dalam karangan tersebut dan selanjutnya diperbaiki. Menurut Frederick, merevisi karangan harus memperhatikan

18https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/38886/1/

SUYATNO%20at%20al%20-%20FITK.pdf.

unsur-unsur, seperti: sentence and word length, verbs, spelling, layout, edit by another person (Frederick, 2011: 112). Selain itu, revisi karangan bisa meliputi ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan kalimat, keterpaduan paragraf, serta kebulatan wacana. Kemampuan menyunting sangat penting untuk dikuasai agar dapat menghasilkan sebuah resensi yang baik. Tahapan menulis resensi di atas sangat baik digunakan guna memudahkan peresensi dalam menulis sehingga resensi menjadi lebih baik dan enak untuk dibaca. Menulis resensi dapatlah dipandang sebagai usaha membukakan mata pembaca akan kemenarikkan sebuah buku.20

Rangkuman

Resensi adalah mengulas, menelaah, atau membedah buku kemudian memberikan tanggapan dengan mengungkapkan keunggulan dan kelemahan isi buku. Adapun kriteria dalam meresensi buku yaitu:

judul resensi, identitas buku, pendahuluan resensi, isi pernyataan, dan penutup. Menurut Soewandi langkah-langkah praktis yang dapat digunakan untuk membuat resensi buku ialah seperti melakukan penjajakan terhadap isi buku, membuat peta permasalahan isi buku, menentukan sikap terhadap buku yang dibaca, dan merevisi hasil tulisan resensi yang telah dibuat (Soewandi, 1997: 72).

Soal-soal Latihan

1. Jelakan yang dimaksud dengan resensi buku!

2. Apa saja yang harus diperhatikan ketika kita meresensi buku?

3. Apa tujuan meresensi buku?

4. Sebut dan jelaskan kriteria dalam meresensi buku!