• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kesimpulan

Penerapan pembelajaran berbantuan media animasi pada materi tata cara pengurusan jenazah pada pembelajaran PAI secara berkelanjutan. Dilaksanakan dalam dua siklus terbukti dapat meningkatkan hasil belajar PAI siswa. Hal tersebut dibuktikan dari rata-rata pencapaian hasil belajar siswa pada materi tata cara pengurusan jenazah. Pada siklus I pencapaian nilai rata-rata hasil belajar siswa yaitu 79,81% dan pada siklus II meningkat menjadi 84,51 % dengan presentase nilai pencapaian KKM siswa siklus I yaitu 70,77% dan siklus II 88,8 %.

Peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PAI dengan menggunakan media animasi adalah sebesar 28,1%. Jadi , pembelajaran menggunakan media animasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA AL Muslim.

B. Saran

Setelah melakukan penelitian ini, peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut:

1. Bagi guru

Bagi para guru bidang studi PAI khususnya, dan guru-guru bidang studi lainnya pada umumnya dapat menjadi bahan acuan di dalam proses pembelajaran serta dalam rangka meingkatkan hasil belajar siswa diesuaikan dengan kebutuhan mata pelajaran.

2. Bagi sekolah

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukkan dalam upaya pembinaan dan pengembangan guru secara efektif, sehingga mendukung pencapaian tujuan program pendidikan.

3. Bagi siswa

Dengan menggunakan pembelajaran menggunakan media animasi, siswa diharapkan dapat lebih termotivasi dalam memahami materi pelajaran.

4. Bagi peneliti

Jika banyak kesalahan dalam penelitian ini, bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengembangkan lebih lanjut metode ini, agar bisa lebih memperbaikinya dari penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Asari, A. R. 2015. Mengupayakan Pembelajaran Yang Sesuai Tuntutan Kurikulum

2013. https://doi.org/10.13140/2.1.1389.2644

Chaharbaghi, K., & Cox, R. (1995). Problem-based Learning : Potential and

Implementation Issues, 6(April 1994), 249 256.

Diputra, K. S. 2016. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Tematik Integratif Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar, 5(2).

Gilakjani, A. . 2012. The significant role of multimedia in motivating EFL interest in English language learning. I.J.Modern Education and Computer Science, 4(4), 57 66.

Indarwati, D., Wahyudi, & Ratu, N. (2014). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Penerapan Problem Based Learninguntuk Siswa Kelas V SD. Satya Widya, 30(1), 17 27.

Lee, Y., & Keckley, K. 2006. Effects of a teacher-made multimedia program on teaching driver education: A case study. Teaching Exceptional Children Plus, 2(5), 2006.

Machali, I. 2014. Kebijakan Perubahan Kurikulum 2013 dalam Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045, IIII, 71 94.

https://doi.org/10.14421/jpi.2014.31.71-94

Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 200). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Moutinho, S., Torres, J., Fernandes, I., & Vasconcelos, C. 2015. Problem- Based Learning And Nature Of Science : A Study With Science Teachers. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 191, 1871 1875. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.04.324

Shah, I., & Khan, M. 2015. Impact of Multimedia-aided Teaching on Academic Achievement and Attitude at Elementary Level. US-China Education Review, 5(5), 349 360.

Vaughan, T. 2011. Multimedia: Making It Works, Eight Edition. New York:

McGraw-Hill Companies.

William, D. C., Pedersen, S., & Liu, M. (1998). An Evaluation of the Use of ProblemBased Learning Software By Middle School Students.

Journal of Universal Computer Science, 4(4), 466 483.

Abidin, Y. 2014. Desain Sistem Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum 2013.

Bandung: PT Refika Aditama.

Al-Tabany, T. 2017. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif dan Kontektual. Jakarta: Kencana.

Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik Dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Rusmono, R. 2014. Strategi Pembelajaran dengan Problem Based LearningItu Perlu Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru (Edisi Kedua). Bogor: Ghalia Indonesia.

Shoimin, A. 2017. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013.

Yogyakarta: Ar Ruzz Media.

Warsono & Hariyanto. 2013. Pembelajaran Aktif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

https://serupa.id/problem-based-learning/

Arsyad, A. 2005. Media Pembelajaran. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Aqib, Z. 2010. Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Surabaya : Penerbit Insan Cendekia

Djaali. 2008. Pengukuran dalm Bidang Pendidikan. Jakarta : PT Grasindo Dimyati,dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT Rineka

Cipta

Hamalik, O. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara

Kerlinger, F. N. 2006. Asas-Asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Kustandi, C. dan Bambang S. 2011. Media Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Purwanto, M. N. 1997. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Sadiman, A. S. (dkk). 2010. Media Pendidikan : Pengertian Pengembangan dan

Pemanfaatannya. Jakarta : Rajawali Pers.

LAMPIRAN 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMA AL-Muslim Tambun - Bekasi

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas/Semester : XI / Genap

Materi Pokok : Pelaksanaan tatacara penyelenggaraan jenazah Alokasi Waktu : 3 Jam Pelajaran @45 Menit (Pertemuan 1)

A. Kompetensi Inti

KI-1:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara,

KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator

1.7 Menerapkan

penyelenggaraan jenazah sesuai dengan ketentuan syariat Islam

1.7.1 Menerapkan penyelenggaraan jenazah sesuai dengan ketentuan syariat Islam

2.7 Menunjukkan sikap tanggung jawab dan kerja sama dalam penyelenggaraan jenazah di masyarakat

2.7.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab dalam penyelenggaraan jenazah di masyarakat

2.7.2 Menunjukkan sikap kerja sama dalam penyelenggaraan jenazah di

masyarakat

2.7.3 Memiliki kepedulian terhadap jenazah dalam kehidupan sehari-hari.

3.7 Menganalisis pelaksanaan penyelenggaraan jenazah

3.7.1 Menjelaskan kandungan dalil naqli tentang kepedulian terhadap jenazah.

3.7.2 Mengklasifikasikan syarat-syarat tata cara penyelenggaraan jenazah menurut hukum Islam.

3.7.3 Mendemonstrasikan tata cara penyelenggaraan jenazah

3.7.4 Menganalisis pelaksanaan penyelenggaraan jenazah

3.7.5 Menyimpulkan manfaat penyelenggaraan jenazah.

4.7 Menyajikan prosedur penyelenggaraan jenazah

4.7.1 Menyajikan paparan tentang penyelesaian kasus yang berkaitan dengan penyelenggaraan jenazah.

4.7.2 Menyajikan prosedur penyelenggaraan jenazah

C. Tujuan Pembelajaran

Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (C) :

1. Setelah melihat tayangan video interaktif/artikel (ICT/ Literasi digital) (C) pada proses pembelajaran siswa (A) dapat menerapkan (B, A5) penyelenggaraan jenazah sesuai dengan ketentuan syariat Islam dengan benar. (D)

2. Setelah melihat tayangan video interaktif/artikel (C) pada proses pembelajaran siswa (A) dapat memiliki kepedulian (B, A5) terhadap jenazah dalam kehidupan sehari-hari.

(D)

3. Setelah melihat tayangan video interaktif/artikel pada proses pembelajaran siswa dapat menjelaskan kandungan dalil naqli tentang kepedulian terhadap jenazah dengan benar.(C2)

4. Setelah melihat tayangan video interaktif/artikel pada proses pembelajaran siswa dapat mengklasifikasikan syarat-syarat tata cara penyelenggaraan jenazah menurut hukum Islam dengan benar.(C2)

5. Setelah melihat tayangan video interaktif/artikel pada proses pembelajaran siswa dapat mendemonstrasikan tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai dengan ajaran Islam dengan benar. (C3)

6. Setelah melihat tayangan video interaktif/artikel pada proses pembelajaran siswa dapat menganalisis pelaksanaan penyelenggaraan jenazah dengan benar. (C4) 7. Setelah melihat tayangan video interaktif/artikel pada proses pembelajaran siswa

dapat menyimpulkan manfaat penyelenggaraan jenazah dengan benar. (C5)

8. Setelah melihat tayangan video/artikel pada proses pembelajaran siswa dapat menyajikan paparan tentang penyelesaian kasus tata cara penyelenggaraan jenazah dengan benar(P3)

9. Setelah melihat tayangan video/artikel pada proses pembelajaran siswa dapat menyajikan prosedur tatacara penyelenggaraan jenazah dengan benar(P3)

Integrasi GE : Pilar VI Keterampilan Hidup Integrasi Leadership : Bersikap diri Positif yang baik

D. Materi Pembelajaran Faktual :

Kematian merupakan ketentuan Allah Swt. (sunatullah). Tidak ada seorang pun yang dapat menghindarinya. Kematian merupakan hal yang pasti, cepat atau lambat, pasti akan datang. Semua makhluk hidup akan merasakan mati. Tidak ada seorang pun, baik kaya miskin, berpangkat atau orang biasa, tua muda, maupun yang siap atau tidak siap, semuanya akan menjemput kematian.

Kematian menjemput seseorang dengan beragam sebab, dan beraneka ragam cara kematian itu. Di Indonesia, setiap hari 50 orang meninggal karena narkoba; 85% kematian di jalan raya didominasi anak muda, belum lagi yang dijemput kematian di rumah sakit, di atas ranjang tanpa penyebab yang pasti, dan beribu macam kematian yang menimpa anak manusia, bahkan ada yang baru berusia seminggu, sebulan, bahkan belum setahun sudah ditimpa kematian.

Kenapa harus ada kematian? Begitu juga kenapa ada kehidupan? Keduanya siklus hidup yang harus dilalui manusia. Hidup berarti pilihan, tergantung manusia, mau memilih di jalan kebenaran atau keburukan. Allah Swt. sudah memberikan segalanya, saat manusia berada di dunia diberinya panca indera, akal, qalbu (hati nurani), diturunkan para Nabi dan Rasul agar diteladani, dan di antaranya dibarengi dengan wahyu. Apalagi adanya hidup dan mati itu sebagai ujian bagi manusia, siapa yang paling baik amalnya

Konseptual :

Pelaksanaan tatacara penyelenggaraan jenazah

Dalil- dalil al-

Syarat syarat penyelenggaraan jenazah

Praktik penyelenggaraan jenazah

Hikmah penyelenggaraan jenazah

Prosedural

Menjelaskan kandungan dalil naqli tentang kepedulian terhadap jenazah.

Mengklasifikasikan syarat-syarat tata cara penyelenggaraan jenazah menurut hukum Islam

Mendemonstrasikan tata cara penyelenggaraan jenazah

Menganalisis pelaksanaan penyelenggaraan jenazah

Menyimpulkan manfaat penyelenggaraan jenazah.

Metakognitif:

Menyajikan paparan tentang penyelesaian kasus yang berkaitan dengan penyelenggaraan jenazah.

Menyajikan prosedur penyelenggaraan jenazah

E. Metode Pembelajaran

1) Pendekatan : Saintifik

2) Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)

3) Metode : ceramah, diskusi, Tanya jawab dan demonstrasi

F. Media Pembelajaran Media :

Worksheet atau lembar kerja (siswa)

Lembar penilaian

Al-Q

Ppt : terlampir

Video link : https://www.youtube.com/watch?v=KpTV-_wDUoQ

LKPD : terlampir

Artikel link : https://www.merdeka.com/peristiwa/ridwan-kamil-14-hari-yang-sangat- melelahkan-kematian-eril-kehilangan-dahsyat.html

Alat/Bahan :

Laptop & infocus

G. Sumber Belajar

Buku Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas XI, Kemendikbud,

Internet

Buku refensi yang relevan,

LCD Proyektor

Film kecelakaan dan Tawuran Pelajar

Tafsir al-

Kitab asbabunnuzul dan asbabul wurud

Lingkungan setempat

H. Langkah-Langkah Pembelajaran 1 . Pertemuan Pertama (3 x 45 Menit)

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit) Guru :

Orientasi

Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran

Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin

Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.

Aperpepsi

Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya

Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.

Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.

Motivasi

Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila materi tema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :

Tata cara pengurusan jenazah (memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkan)

Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung

Mengajukan pertanyaan Pemberian Acuan

Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.

1 . Pertemuan Pertama (3 x 45 Menit)

Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung

Pembagian kelompok belajar

Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah- langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti ( 105 Menit ) Sintak Model

Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran

Stimulation (stimullasi/

pemberian rangsangan)

KEGIATAN LITERASI

6. Peserta didik bersama guru saling memberi dan menjawab salam serta menyampaikan kabar serta berdoa (4 C/

Communication & Religius)

7. Guru menanyakan kabar, kerapihan pakaian, kebersihan (PPK/mandiri/disiplin)

8. Guru mengecek kesiapan belajar Peserta didik dan melakukan presensi pada Digislamic

9. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran (4C/

communication)

10. Guru menyampaikan apersepsi materi sebelumnya dan menunjukan dalil yang berkaitan dengan kematian

Orientasi Siswa pada Masalah

CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

Tahap 1:

4. Guru menyajikan sebuah permasalahn melalui sebuah gambar dan kasus pada PPT dan video (TPACK).

5. Siswa mengamati gambar dan kasus serta video untuk memusatkan perhatian pada topik tata cara pengurusan jenazah. (Saintifik Mengamati)

1 . Pertemuan Pertama (3 x 45 Menit)

6. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan atas masalah yang ada dalam gambar kasus dan video interaktif tersebut yang berhubungan dengan materi tata pengurusan jenazah. (4C/

Critical Thingking)

Orientasi peserta didik pada masalah

5. Guru membagi kelas dalam kelompok yang terdiri dari 4 5 orang siswa secara heterogen

6. Guru memberikan LKPD untuk didiskusikan dalam kelompok kasus-kasus yang berkaitan dengan pengurusan jenazah dan cara mengatasinya. (4C/Critical Thingking)

7. Guru memotivasi peserta didik untuk ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran dan pemecahan masalah 8. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan

dilaksanakan pada pertemuan pertama Mengorganisasi

Siswa untuk Belajar

2. Guru menginstruksikan peserta didik untuk membuka bahan ajar Tata cara pengurusan jenazah pada Digislamic, yaitu video pembelajaran, Modul pembelajaran, dan LKPD

Link digislamic

https://digislamic.id/#/login LKPD

Terlampir Link Video

https://www.youtube.com/watch?v=Uk8XC-TINxs Link pengumpulan tugas

Digislamic

Peserta didik diskusi kelompok mengenai kasus yang berkaitan dengan pengurusan jenazah dan cara mengatasinya yang harus didiskusikan serta pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab untuk

1 . Pertemuan Pertama (3 x 45 Menit)

memecahkan masalah pada LKPD (Critical thinking, kreatif, Mandiri, Bernalar Kritis).

Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok

COLLABORATION (KERJASAMA) dan CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

Peserta didik berdiskusi dalam kelompok mengumpulkan informasi melalui aplikasi Jamboard untuk menciptakan dan membangun ide mereka sendiri dalam merumuskan masalah terkait materi dalam LKPD (Collaboration, Communication, Mandiri, Bernalar Kritis).

Peserta didik mengidentifikasikan alternatif solusi terkait masalah yang dirumuskan dari hasil membaca modul pembelajaran, maupun pengalaman hidup. (Critical thinkin, kreatif, Mandiri, Bernalar Kritis).

Guru membimbing siswa dalam memecahkan masalah

Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya.

CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

8. Peserta didik dibimbing guru melakukan analisis terhadap pemecahan masalah yang telah ditemukan peserta didik.

Collaboration, Communication, Mandiri, Bernalar Kritis).

9. Mendiskusikan hasil pengamatan dengan memperhatikan pertanyaan-pertanyaan pada LKPD

10. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok dan ditanggapi oleh kelompok lain. (Colaboration, Critical Thinking, Bernalar Kritis, Kreatif)

11.

Setiap siswa melakukan presentasi dari laporan penyelesaian LKPD yang telah selesai dikerjakan oleh siswa.

(Keterampilan Abad 21: Communication)

12.

Guru memberikan penghargaan serta penguatan kepada siswa atas hasil presentasi siswa.

13.

Siswa lain memberikan apresiasi.

1 . Pertemuan Pertama (3 x 45 Menit)

14. Guru melakukan evaluasi hasil belajar mengenai materi yang telah dipelajari peserta didik dengan soal-soal yang telah dipersiapkan

Menganalisis dan Mengevaluasi Proses

Pemecahan Masalah.

COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)

Peserta didik membuat kesimpulan dengan bimbingan guru tentang poin/konsep penting (tata cara memandikan, mengkafani, menyolati, dan menguburkan jenazah) yang didapat dari kegiatan pembelajaran. (Critical thinkin, kreatif, Mandiri, Bernalar Kritis).

Guru memeriksa pekerjaan siswa untuk penilaian portofolio.

Peserta didik bersama guru melakukan evaluasi hasil belajar mengenai materi yang dipelajari tersebut. (Creatif Thinking, Collaboration, Bernalar Kritis).

Catatan : Selama pembelajaran tentang kepedulian terhadap jenazah

berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: nasionalisme, disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan

Kegiatan Penutup (15 Menit) Peserta didik :

Penutup (10 Menit)

Guru membimbing siswa membuat kesimpulan dan memberi penguatan dengan merangkum kembali tentang tata cara memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkan beserta dengan masalah dan cara menanganinya

Mengagendakan materi yang harus dipelajari terlebih dahulu pada pertemuan berikutnya tentang mendemonstrasikan masing-masing proses pengurusan jenazah

pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran.

1 . Pertemuan Pertama (3 x 45 Menit)

Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran

Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

I. Penilaian Hasil Pembelajaran 1. Penilaian Skala Sikap

pernyataan-pernyataan yang tersedia!

Lembar Pengamatan Sikap Spiritual Nama Peserta Didik :

Kelas :

Tanggal Pengamatan :

Materi Pokok :

No. Pernyataan

Pilihan Jawaban Skor

Sangat Setuju Setuju Ragu- Ragu Tidak Setuju

1. Meyakini bahwa kehidupan

di akhirat lebih kekal. 4

2. Meyakini bahwa setiap kehidupan akan

mengalami kematian.

4 3. Kita harus peduli

terhadap orangyang terkena musibah, karena ia sangat membutuhkan pertolongan dari orang lain.

4

4. Meyakini bahwa dengan membantu orang lain yang kesusahan, maka padat saat kita kesusahan akan banyak yang membantu.

4

5. Meyakini bahwa setiap perbuatan yang dilakukan di dunia akan dibalas kelak di akhirat.

4

JUMLAH SKOR 20 1. Lembar Pengamatan Sikap Sosial

IPK : Menunjukkan prilaku peduli terhadap jenazah dalam kehidupan sehari-hari

Nama Peserta Didik :

Kelas :

Tanggal Pengamatan :

Materi Pokok :

No Sikap yang diamati Melakukan

Ya Tidak 1 Menunjukkan sikap peduli terhadap sesama dalam

bentuk pengurusan jenazah

2 Menunjukkan sikap tanggung jawab dan kerja sama dalam penyelenggaraan jenazah di masyarakat

3 Menunjukkan sikap tolong menolong dalam menghadapi musibah kematian dengan mengurus jenazah

Jumlah Petunjuk Penskoran :

Jawaban YA diberi skor 1, dan jawaban TIDAK diberi skor 0 Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

D. Penilaian Pengetahuan

KISI-KISI SOAL TATA CARA PENGURUSAN JENAZAH

Materi Pokok : Tata Cara Pegurusan Jenazah

Kelas/Semester : XI/ 1 No

Soal

Indikator

Soal Soal Level

Kognitif

Bentuk Soal

Kunci jawaban 1 Disajikan Informasi

faktual siswa dapat

mengklasifikasikan tata cara

mengkafani dalam Islam

Perhatikan gambar dan pernyataan-pernyataan

berikut!

1) Seorang muslimah tidak boleh menyalatkan jenazah laki-laki muslim.

2) Bila jenazahnya laki-laki, letak imam alat jenazah sejajar dengan kepala jenazah.

3) Laki-laki muslim tidak boleh menyalatkan jenazah wanita muslimah.

4) Bila jenazahnya wanita, letak imam alat jenazah sejajar dengan bagian tengah badan jenazah.

5) alat jenazah gaib harus menghadap di mana jenazah itu dimakamkan.

Dari pernyataan- pernyataan tersebut, pernyataan yang termasuk ke dalam ketentuan syariat tentang alat jenazah

A. 1 dan 2 B. 2 dan 3 C. 3 dan 4 D. 2 dan 4 E. 1, 3, dan 5

C2 Level 2 (Aplikasi/

MOTS)

PG D

Kompetensi Dasar : 3.7 Menganalisis pelaksanaan penyelenggaraan jenazah

2 Disajikan

Informasi faktual siswa dapat mengklasifikasik an tata cara menguburkan jenazah

Perhatikan pernyataan berikut ini!

1) Dimulai dari kepala terlebih dahulu dan dilakukan lewat arah kaki.

2) Memasukkan jenazah ke dalam kubur hendaknya dimulai dari kaki.

3) Jenazah diletakkan dalam posisi telentang dengan memakai ganjalan.

4) Pipi dan kaki jenazah ditempelkan ke tanah dengan membuka kafan.

5) Terlebih dahulu membuka tali pengikat badan, kepala, dan kakinya.

Melalui pernyataan tersebut, yang termasuk kaifaiat menguburkan jenazah ditandai dengan nomor ... .

a. 1), 2) dan 3) b. 2), 3) dan 4) c. 1), 3) dan 5) d. 1), 4) dan 5) e. 2), 3) dan 5)

C2 Level 2 (Aplikasi/

MOTS)

PG D

3 Disajikan gambar

informasi faktual siswa dapat menganalisis tata cara mengkafani yang sesuai

Perhatikan gambar dan pernyataan-pernyataan

berikut.

1) Jenazah laki-laki sebaiknya dibungkus dengan tiga helai kain kafan, dan wanita dengan lima helai.

2) Jika jenazahnya laki- laki hendaknya orang yang mengafaninya juga laki-laki.

3) Tiap helai kain kafan dihamparkan di atas tikar dan diberi harum-haruman.

4) Jenazah diletakkan di atas kain kafan dengan posisi tangan diangkat seperti sedang takbir ihram.

5) Seluruh tubuh jenazah dibalut dengan kain kafan kecuali muka dibiarkan terbuka.

Dari pernyataan tersebut, pernyataan yang termasuk ketentuan syariat dalam mengafani jenazah ialah

A. 1, 2, dan 4 B. 2, 3, dan 5 C. 1, 2, 4, dan 5

C3 Level 3 (Penalara n/ HOTS)

PG D

D. 1, 2, dan 3 E. 3, 4, dan 5

4 Disajikan sebuah kasus tentang

dapat menganalisis tata cara

menyolatkan jenazah dalam kasus tersebut

Sebuah pesawat udara Sriwijaya Air SJ 182 mengalami kecelakaan pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan seluruh penumpangnya dinyatakan hilang dan tewas, sebagai salah satu keluarga korban, tata cara pelaksanakan shalat jenazah yang dilakukan Andi yaitu dengan ...

A. shalat ghaib B. shalat jarak jauh C. berdoa bersama D. tahlilan bersama E. shalat jenazah

biasa

C3 Level 3 (Penalara n/ HOTS)

PG A

5 Disajikan makna doa , siswa dapat menelaah doa atas takbir ketiga yang dibacakan dalam sholat

Terjemahan doa saat shalat jenazah sebagai berikut:

ampunilah ia, rahmatilah ia, selamatkanlah ia,

maafkanlah ia,

Level 3 (Penalara

n/

HOTS)

PG

4.7 Menyajikan prosedur penyelenggaraan jenazah

jenazah muliakanlah ia,

lapangkanlah tempatnya, jadikanlah surga sebagai Ini adalah doa yang dibaca ketika ... .

A. takbir kedua B. takbir ketiga C. takbir pertama D. takbir keempat

E. setelah shalat jenazah 6 Disajikan Informasi

faktual siswa dapat

mengklasifikasika n syarat jenazah yang bisa

dimandikan dalam Islam

Kebersihan lahir batin seharusnya menjadi sikap hidup setiap muslim. Hal ini bukan saja saat hidup, tetapi juga saat kematian.

Adapun syarat-syarat jenazah dimandikan adalah ... .

A. Islam, didapati bagian tubuhnya walaupun sedikit

B. Islam, harus diperoleh tubuhnya secara utuh C. baligh, berakal dan

dalam keadaan suci D. Jenazah yang mati

dalam kondisi wajar E. semua jenazah yang

beragama Islam

C2 PG A

7 Disajikan informasi faktual siswa dapat

menganalisis ketentuan Islam mengenai orang yang berhak memandikan jenazah jika jenazahnya laki- laki

Perhatikan pernyataan di bawah ini!

1) Bapak 2) Ibu 3) Kakek

4) Mahram pihak laki-laki 5) Perempuan

Orang-orang yang

disyariatkan untuk memandikan jenazah jika mayatnya seorang laki-laki adalah....

A. 1), 2), dan 3) B. 1), 3), dan 4) C. 2), 3), dan 4) D. 2), 3), dan 5) E. 3), 4), dan 5)

C3 PG B

8 Disajikan sebuah ayat QS AL-Imran

siswa dapat menentukan isi kandungan yang terdapat dalam ayat tersebut

Kehati-hatian menjalani kehidupan, harus menjadi prinsip setiap muslim. Hal ini, sejalan dengan Q.S. Ali Imran/3: 185) yang isi kandungannya menjelaskan tentang ... .

A. tata cara

menyelenggarakan jenazah

B. tata cara memandikan jenazah

C3 PG C

Dokumen terkait