• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyajian Data Dan Analisis

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data Dan Analisis

55

5 Nama

Jenis kelamin

Tempat, tanggal lahir Jabatan

Pendidikan terakhir Tanggal mulai bekerja

Alfiah Laili M Perempuan

Jember, 16 Juni 1993 Guru kelas A

SMA

16 Juni 2018

56

Hasil penelitian memberikan gambaran tentang perkembangan bahasa anak. Untuk mengetahui perkembangan bahasa anak dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan perkembangan bahasa anak.

Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh ibu Tini Primamusti S. Pd, selaku kepala Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti, beliau mengatakan:58

“Perkembangan bahasa di kelompok A menurut saya masih kurang karna selain anak yang baru masuk kedunia pendidikan, anak-anak biasanya masih menggunakan bahasa sehari-hari seperti bahasa madura, bahasa jawa dan tak banyak juga yang sudah mulai menggunakan bahasa indonisia untuk berkomunikasi. Untuk pengenalan huruf dan cara membacanya, anak-anak masih banyak yang belum bisa dan itu perlu dikembangkan lagi.”

Peneliti juga mewawancarai ibu Alfiah Laili selaku guru kelas kelompok A di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-Panti. Beliau Mengungkapkan:59

“Untuk tahun ini kelompok A anaknya aktif-aktif mbak (sambil tertawa) mungkin karena mayoritas cowok dikelas jadi harus sabar. Jadi ya begitu, waktu pembelajaran sudah dimulai masih ada yang suka jalan-jalan di kelas, ada yang main sendiri, ada yang diam tapi asik dengan dunianya dan ada juga yang nurut. Jadi untuk bahasanya di kelompok A ini mesti harus dikembangkan lagi.”

Hal ini senada dengan hasil observasi yang peneliti lakukan di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti bahwa seharusnya pada anak usia 4-5 tahun atau bisa disebut anak kelompok A menurut standart pencapaian perkembangan anak (STTPA), anak sudah bisa mengerti dua perintah yang diberikan, mengulang kalimat sederhana, bertanya dengan kalimat yang benar,

58 Tini Primamusti, Diwawancara Oleh Penulis, Jember, 20 Agustus 2022

59 Alfiah Laili, Diwawancara Oleh Penulis, Jember, 22 Agustus 2022.

57

menjawab pertanyaan sesuai dengan pertanyaa, mengenal simbol dan meniru (menulis dan mengucapkan huruf). Akan tetapi di sekolah Raudhatul Athfal Al hamidi Serut-panti masih ada anak yang belum memenuhi standart pencapaian perkembangan anak (STTPA) tersebut. Karena dapat dilihat, ada beberapa anak yang masih belum mengerti perintah dari guru, menjawab pertanyaan dengan benar, menulis dan membaca huruf tetapi ada juga sebagian anak yang sudah paham dengan beberapa indikator tersebut.60

Dari hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa di sekolah Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti untuk imdikator menurut standart pencapaian perkembangan anak (STTPA) belum terlalu memenuhi karena masih ada beberapa peserta didik yang belum memenuhi indikator tersebut.

Perkembangan bahasa pada anak merupakan suatu kemampuan anak yang dapat mengungkapkan sesuatu hal yang baru. Cara guru dalam mengembangkan bahasa pada anak kelompok A di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti yaitu menggunakan media kartu huruf.

Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh ibu Tini Primamusti S. Pd, selaku kepala Raudhatul Athfal Al hamidi Serut-panti, beliau mengatakan:61

“sebenarnya banyak cara dalam mengembangkan bahasa anak, seperti metode bercerita, bercakap-cakap atau bisa menggunakan media seperti media boneka tangan, media papan flanel dan lain-lain tapi kami lebih memilih untuk menggunakan kartu huruf ini. Penggunaan media

60 Observasi Di Raudhatul AthfalAl Hamidi Serut-Panti, 25 Agustus 2022.

61 ibu Tini Primamusti, Diwawancara Oleh Penulis, Jember, 20 Agustus 2022.

58

kartu huruf pun disini sudah lumayan lama digunakan oleh kami. Kenapa kami memilih media tersebut? Ya, karna selain mudah didapatkan, media kartu huruf ini dapat menarik perhatian anak untuk memainkannya serta cara menggunakan itu juga cukup mudah.”

Kami juga mewawancarai guru kelas kelompok A di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti yaitu ibu Alfiah Laili, beliau menjelaskan:62

“Banyak sekali cara-cara yang dilakukan oleh guru agar perkembangan bahasa anak dapat berkembang dengan baik. kita biasanya menggunakan tiga media, ada media boneka tangan, media papan flanel dan media kartu huruf ini. Tetapi kami sering menggunakan media kartu huruf. Dengan menggunakan media kartu huruf, anak-anak akan tertarik dan tidak mudah bosan, dan cara mengenalkannya pun cukup mudah yaitu kenalkan anak-anak dengan huruf-huruf kecil terlebih dahulu. Dengan penggunaan media kartu huruf ini perkembangan bahasa anak lebih meningkat dari sebelumnya.”

Hal ini senada dengan observasi yang peneliti lakukan bahwa disekolah Raudhatul Athfal Al hamidi Serut-panti ada beberapa media yang diterapkan yaitu media boneka tangan, media papan flanel dan media kartu huruf. Akan tetapi yang lebih sering digunakan yaitu media kartu huruf. Alasannya karena penggunaan media kartu huruf mudah digunakan dan dapat menarik perhatian anak untuk memainkannya sehingga perkembangan bahasa anak lebih berkembang dari sebelumnya.63

Dari hasil wawancara dan observasi tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti ini dalam mengembangkan bahasa anak mempunyai cara atau metode yang cukup banyak, namun cara yang lebih efektif yaitu menggunakan media kartu huruf

62 Alfiah Laili, Diwawancara Oleh Penulis, Jember, 22 Agustus 2022.

63 Observasi di Raudhatul AthfalAl Hamidi Serut-Panti Kabupaten Jember, Tanggal 25 Agustus 2022.

59

karena anak lebih merasa tertarik dan tidak mudah bosan dalam melakukannya. Selain itu, cara bermainnya cukup mudah.

Dalam permainan kartu huruf untuk mengembangkan bahasa anak kelompok A di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti ini ada beberapa langkah-langkah yang harus dipatuhi oleh peserta didik. Seperti yang telah dijelaskan oleh ibu Alfiah Laili selaku guru kelas kelompok A di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti:64

“Dalam permainan kartu huruf dikelas ini ada beberapa langkah- langkah yang harus diperhatikan oleh anak supaya permainan ini dapat berjalan dengan lancar. Kangkah-langkah tersebut yang pertama menyiapkan bahan yaitu berupa media kartu huruf, yang kedua peserta didik membaca doa bersama, yang ketiga menjelaskan tema dan kegiatan yang akan dilakukan, yang keempat membentuk peserta didik dalam kelompok, selanjutnya akan dilakukan tanya jawab atau evaluasi dan yang terakhir doa penutup permainan.”

Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam melakukan kegiatan bermain kartu huruf ada beberapa langkah yang harus dipatuhi oleh peserta didik supaya kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Berikut langkah-langkah dalam permainan kartu huruf di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti diantaranya:

a. Menyiapkan bahan

64 Alfiah Laili, Diwawancara Oleh Penulis, Jember, 29 Agustus 2022

60

Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran di kelas, guru akan terlebih dahulu menyiapkan bahan yang akan diajarkan kepada peserta didik.

Berikut hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu guru kelas kelompok A di Raudhatul Athfal Al hamidi Serut-panti yaitu ibu Alfiah Laili menyatakan:65

“Kegiatan awal yang dilakukan oleh guru masing-masing kelas yaitu kami akan menyiapkan bahan ajar yang akan disampaikan ke anak nantinya, Karna kami menggunakan media kartu huruf maka yang perlu kami persiapkan yaitu media kartu huruf. Dimana media kartu huruf ini berisi huruf-huruf dari A-Z dan dibelakangnya ada gambar benda awalan huruf depannya itu. Misalnya huruf A maka dibalik gambar huruf A itu ada gambar hewan yang buruf awalannya A (ayam).”

Hal ini senada dengan hasil observasi yang peneliti lakukan di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti merupakan langkah awal sebelum proses belajar mengajar dilakukan guru akan menyiapkan bahan atau media yang akan diajarkan, media tersebut berupa media kartu huruf.

Selain itu guru juga akan menyiapkan meja dimana setiap meja sudah berisi media kartu huruf yang akan digunakan nantinya. Dimana setiap kartu berisi huruf-huruf dari A-Z dan dibaliknya berisi gambar sesuai dengan nama awalan huruf tersebut. Menyiapkan bahan ini bertujuan agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan dicapai secara optimal.66

65 Alfiah Laili, Diwawancara Oleh Penulis, Jember, 29 Agustus 2022.

66 Observasi di Raudhatul AthfalAl Hamidi Serut-Panti Kabupaten Jember, Tanggal 29 Agustus 2022.

61

Gambar 4.1

Dokumentasi Peserta Didik

SedangMembantu Menyiapkan Media Dan Bahan

Berdasarkan hasil wawancara, observasi serta dokumentasi yang tetera di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hal yang pertama sebelum proses belajar mengajar dilaksanakan guru akan menyiapkan bahan dan juga kebutuhan lainnya seperti meja dan media yang akan dipakai saat proses belajar mengajar berlangsung. Hal ini bertujuan agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan dicapai secara optimal.

b. Membaca doa bersama

Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai guru terlebih dahulu mengajak perserta didik untuk membaca doa bersama-sama. Doa bersama ini juga bertujuan supaya kegiatan belajar mengajar ini berjalan dengan lancar khususnya permainan kartu huruf tanpa ada hal-hal yang tidak diinginkan sampai proses belajar mengajar selesai.

62

Berikut hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu guru kelas kelompok A di Raudhatul Athfal Al hamidi Serut-panti yaitu ibu Alfiah Laili menyatakan:67

“Nah kalau sudah bahan-bahan disiapkan kami mengajak anak- anak untuk membaca doa bersama-sama. Selain untuk mengajarkan anak untuk tertib, berdoa bersama ini juga bertujuan untuk meminta kepada Allah SWT supaya proses belajar mengajar nantinya terhindar dari gangguan-gangguan yang tidak diinginkan selama proses belajar mengajar berlangsung.”

Hal ini senada dengan hasil observasi yang peneliti lakukan di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti bahwa langkah selanjutnya dalam permainan kartu huruf yaitu berdoa bersama-sama yang bertujuan untuk meminta kepada Allah SWT agar supaya proses belajar mengajar berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan-gangguan yang tidak diinginkan. Selain itu mengajak peserta didik untuk berdoa bersama-sama juga bertujuan agar anak-anak tertib dan terbiasa.68

Gambar 4.2

Dokumentasiguru Dan Peserta Didik Sedang Membaca Doa Bersama

67 Alfiah Laili, Diwawancara Oleh Penulis, Jember, 29 Agustus 2022.

68 Observasi di Raudhatul AthfalAl Hamidi Serut-Panti Kabupaten Jember, Tanggal 29 Agustus 2022.

63

Berdasarkan hasil wawancara, observasi serta dokumentasi yang tetera di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar, guru akan mengajak peserta didik untuk melakukan doa secara bersama-sama.

c. Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan

Setelah doa bersama selesai, guru akan menjalaskan kepada peserta didik kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh peserta didik.

Hal ini sangat penting agar dalam kegiatan nantinya peserta didik akan mengerti dan akan lebih terarah untuk melakukan kegiatan tersebut.

Dalam memberikan penjelasan, guru juga harus menggunakan kata-kata sederhana dan mudah dimengerti oleh anak.

Berikut hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu guru kelas kelompok A di Raudhatul Athfal Al hamidi Serut-panti yaitu ibu Alfiah Laili menyatakan:69

“Setelah doa bersama selesai, maka guru akan menjelaskan tema sekaligus kegiatan apa saja yang akan dilakukan nantinya. saat menjelaskan, penggunaan bahasa juga pasti mempengaruhi pemahaman anak. Maka dari itu, bahasa yang digunakan harus sederhana sehingga dimengerti oleh anak. Saat menjelaskan, guru juga harus memberi contoh cara bermain kartu huruf ini dan guru juga harus menjelaskan satu persatu huruf yang tercantum pada kartu huruf tersebut.”

69 Alfiah Laili, Diwawancara Oleh Penulis, Jember, 29 Agustus 2022.

64

Ibu Alfiah Laili juga menambahkan mengenai tanggapannya, beliau menambahkan:70

“Dalam menggunakan media kartu huruf, kami akan menjelaskan terlebih dahulu masing-masing huruf yang ada dikartu itu seperti huru a b c d e f dan seterusnya. anak akan mengikuti bunyi yang kami ucapkan. Dalam satu hari kami tidak mengajarkan sekaligus huruf A-Z ke anak-anak melainkan kami mengajarkannya secara bertahap. Misalnya pada hari ini mereka di ajarkan dari huruf a sampai d dan itu sampai perserta didik paham bentuk serta bunyi- bunyi huruf tersebut. Lalu di hari berikutnya kami akan melanjutkan ke huruf yang lainnya.”

Hal ini senada dengan hasil observasi yang peneliti lakukan di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti bahwa guru akan menjelaskan tema dan media yang akan digunakan pada hari itu. Tak lupa guru juga akan memberikan contoh terlebih dahulu bagaimana cara memainkan media kartu huruf ini. Dalam menggunakan media kartu huruf ini, guru akan terlebih dahulu menjelaskan masing-masing huruf yang ada di kartu tersebut. Dalam satu haru guru hanya mengajarkan 4-5 huruf saja untuk memudahkan peserta didik supaya paham. Penggunaan bahasa yang digunakan guru cukup sederhana sehingga anak lebih mudah memahami apa yang disampaikan guru.71

70 Wawancara Dengan Guru Kelas, Tanggal 29 Agustus 2022.

71 Observasi di Raudhatul AthfalAl Hamidi Serut-Panti Kabupaten Jember, Tanggal 29 Agustus 2022.

65

Gambar 4.3

Dokumtasi Guru Sedang Menjelaskan Kegiatan Bermain Kartu Huruf Kepada Peserta Didik

Berdasarkan hasil wawancara, observasi serta dokumentasi yang tetera di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pada tahap ketiga ini guru harus menjelaskan tema kegiatan serta memberikan contoh kegiatan yang akan dilakukan. Penggunaan bahasa harus sederhana supaya peserta didik paham apa yang guru sampaikan.

d. Membentuk kelompok

Pada tahap ini, bagi peserta didik dalam beberapa kelompok sesuai dan diawasi oleh guru. Hal ini sangat mempengaruhi kelancaran dalam permainan media kartu huruf ini. Dengan demikian, peserta didik akan saling bekerja sama dalam kegiatan. Pembagian kelompok ini juga bertujuan untuk memupuk rasa kerja sama bagi peserta didik.

66

Berikut hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu guru kelas kelompok A di Raudhatul Athfal Al hamidi Serut-panti yaitu ibu Alfiah Laili menyatakan:72

“Pembentukan kelompok ini penting, agar anak mau bekerja sama satu dengan lainnya sehingga komunikasi antar anak yang satu dengan yang lainnya terus berlanjut dan untuk membangun kerja sama antara satu dengan yang lainnya. Karena didalam kelas ini terdapat 17 peserta, maka kami bagi dalam bentuk tiga kelompok. Untuk dua kelompok berisi 6 orang sedangkan yang satu kelompok berisi 5 orang.”

Hal ini senada dengan hasil observasi yang peneliti lakukan di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti yaitu pembentukan kelompok sangat penting dilakukan supaya komunikasi antara satu dengan yang lainnya tetap berlanjut, hal ini sangat berpengaruh bagi perkembangan bahasa peserta didik itu sendiri. Selain itu, pembentukan kelompok juga bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya peserta didik itu sendiri.

Dalam pembentukan kelompok akan dibagi menjadi tiga kelompok, dimana dua kelompok berisi 6 orang dan satu kelompok lainnya berisi lima orang. Dikarenakan jumlah peserta didik di sekolah Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti itu ganjil.73

72 Alfiah Laili, Diwawancara Oleh Penulis, Jember, 29 Agustus 2022.

73 Observasi di Raudhatul AthfalAl Hamidi Serut-Panti Kabupaten Jember, Tanggal 29 Agustus 2022.

67

Gambar 4.4

Dokumentasi Guru Membagi Peserta Didik Menjadi Beberapa Kelompok

Berdasarkan hasil wawancara, observasi serta dokumentasi yang tetera di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan dibentuknya kelompok bermain itu supaya komunikasi peserta didik tetap berjalan, tetap menjaga kekompakan masing-masing kelompok sehingga proses belajar mengajar nantinya berjalan secara optimal.

e. Kegiatan bermain kartu huruf

Pada langkah selanjutnya yaitu peserta didik memulai permainan kartu huruf dengan masing-masing kelompok yang sudah ditentukan dan cara yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Berikut hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu guru kelas kelompok A di Raudhatul Athfal Al hamidi Serut-panti yaitu ibu Alfiah Laili menyatakan:74

“sebelum permainan kartu huruf ini dimulai, biasanya kami akan menanyakan lagi tugas apa saja yang harus dilakukan oleh anak.

selain untuk tetap membangun komunikasi antara guru dengan anak hal ini juga bertujuan untuk mengembangkan bahasa anak. setelah

74 Alfiah Laili, Diwawancara Oleh Penulis, Jember, 29 Agustus 2022.

68

semua paham, anak langsung disuruh mengerjakan tugasnya untuk menyusun kartu huruf sesuai perintah dari kami. anak akan diajarkan untuk bekerja sendiri dengan kelompok masing-masing tanpa dibantu oleh kami. Tugas kami hanya mengawasi serta memberi arahan sehingga nanti hasilnya dapat dilihat sesuai dengan perkembangan anak itu sendiri.”

Hal ini senada dengan hasil observasi yang peneliti lakukan di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti bahwa saat permainan kartu huruf ini dimulai, guru sebisa mungkin tidak membantu menyelesaikan tugas yang telah diberikan. Tugas guru hanya mengawasi serta memberi arahan jika peserta didik tidak paham. Peserta didik melakukan permainan kartu huruf dengan kelompok masing-masing tanpa bantuan dari guru kelas hal ini bertujuan supaya guru mengetahui perkembangan peserta didik akan sampai mana nantinya.75

75 Observasi di Raudhatul AthfalAl Hamidi Serut-Panti Kabupaten Jember, Tanggal 29 Agustus 2022.

69

Gambar 4.5

Dokumentasi Peserta Didik Mulai Memainkan Permainan Kartu Huruf

Berdasarkan hasil wawancara, observasi serta dokumentasi yang tetera di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kagiatan permainan kartu huruf di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti ini telah menyiapkan bahan ajar berupa media kartu huruf dan guru akan menanyakan kembali tugas apa saja yang harus dikerjakan lalu guru mempersilahkan peserta didik untuk melakukan tugas tersebut. Tugas guru disini hanya mengawasi serta memberi arahan sehingga hasilnya dapat dilihat sesuai dengan kemampuan anak itu sendiri.

f. Tanya jawab atau evaluasi

Pada langkah ini, setelah semua kegiatan bermain kartu huruf dilakukan oleh peserta didik. tugas guru selanjutnya yaitu mengoreksi serta menanyakan kembali hasil dari tugas yang diberikan.

70

Berikut hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu guru kelas kelompok A di Raudhatul Athfal Al hamidi Serut-panti yaitu ibu Alfiah Laili menyatakan:76

“Setelah anak-anak selesai dengan tugasnya, kami akan menanyakan anak-anak tugas yang sudah dikerjakan sebelumnya.

Kami akan memancing anak-anak dengan pertanyaan agar anak antusias dalam menjawan. Misalnya “tadi apa bisa mengerjakan semua?” anak-anak pasti akan menjawab “bisa bu guru” lalu kami akan tanya lagi “emang tadi disuruh apa sih?” anak pasti akan jawab

“menyusun huruf bu” setelah itu, kami akan terus memancing anak dengan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan tugas tersebut dan tak lupa kamu juga akan menanyakan sama anak yang cenderung diam atau yang tidak memperhatikan kami saat berbicara.

Hal ini bertujuan supaya bahasanya anak seamkin berkembang dengan baik. Setelah melakukan tanya jawab itu kami langsung mengajak anak untuk berdoa selesai belajar dan dilanjutkan dengan anak istirahat.”

Hal ini senada dengan hasil observasi yang peneliti lakukan di Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti bahwa setelah pesrta didik selesai dengan tugasnya, maka tugas guru akan memberikan pertanyaan- pertanyaan yang berhubungan dengan permainan kartu huruf tersebut.

Misalnya “tadi tugasnya apa ya?” anak-anak pasti akan menjawab

“menyusun huruf bu guru” dan itu berlanjut dengan pertanyan-pertanyaan lainnya. Selain itu guru akan mengajukan pertanyaan ke salah satu anak yang diam atau asik dengan dunianya sendiri. Lalu setelah semuanya

76 Alfiah Laili, Diwawancara Oleh Penulis, Jember, 29 Agustus 2022.

71

selesai peserta didik di ajak untuk doa penutup lalu istirahat. Hal ini bertujuan agar bahasanya anak bisa berkembang secara optimal.77

Gambar 4.6

Dokumentasi Guru Sedang Melakukan Tanya Jawab Kepada Peserta Didik Terkait Permainan Kartu Huruf

Berdasarkan hasil wawancara, observasi serta dokumentasi yang tetera di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa setelah tugas yang diberikan selesai, guru akan mengevaluasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan permainan kartu huruf tersebut. Hal ini bertujuan agar supaya perkembangan bahasa anak dapat berkembang secara optimal.

Selanjutnya, selain mengajar tugas guru juga memberikan penilaian.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti di Raudhatul Athfal Al hamidi Serut-panti dengan ibu Alfiah Laili selaku guru kelas, beliau mengungkapkan:78

77 Observasi di Raudhatul AthfalAl Hamidi Serut-Panti Kabupaten Jember, Tanggal 29 Agustus 2022.

78 Alfiah Laili, Diwawancara Oleh Penulis, Jember, 29 Agustus 2022

72

“biasanya setelah pembelajaran selesai sambil menunggu anak-anak istirahat, kami melakukan penilaian harian. Jadi biar nanti tidak lupa siapa saja anak yang bisa dan tidak bisa saat pembelajaran tadi berlangsung.

Lalu kami bisa menyimpulkan ada berapa anak yang masih belum berkembang, mulai berkembang atau yang sudah berkembang.”

Dari hasil wawancara dengan guru kelas serta observasi yang dilakukan oleh peneliti, jumlah anak dalam satu kelas terdapat 17 anak. Terdapat 4 anak yang belum berkembang (BB), 10 anak mulai berkembang (MB) dan 3 anak berkembang sesuai dengan harapan (BSH). Anak yang belum berkembang dikarenakan mereka tidak fokus dalam mendengarkan penjelasan guru sehinnga ssat diberikan tugas mereka bingung dan tidak paham. .

Proses pembelajaran yang dilakukan di Raudhatul Athfal Al Hamidi sudah berjalan cukup baik dan perkembangan bahasa pada anak kelompok A di Raudhatul AthfalAl Hamidi Serut-panti ini sudah berkembang dengan baik karena penggunaan media kartu huruf ini.

Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh ibu Tini Primamusti S.Pd, selaku kepala Raudhatul Athfal Al Hamidi Serut-panti. Beliau mengatakan:79

“Saat proses belajar mengajar biasanya guru itu menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin yang dapat dimengerti oleh anak, apalagi masih kelompok A. Cara menjelaskannya juga tidak hanya satu atau dua kali namun berkali-kali sampai anak itu paham apa yang kita maksud.

Dengan penggunaan media kartu huruf yang tepat dan cara menjelaskan juga bisa dipahami anak, maka dari situ perkembangan bahasa perserta didik bisa dilihat dan berkembang.”

79 Tini Primamusti S.Pd, Diwawancara Oleh Penulis, Jember, 25 Agustus 2022.

Dokumen terkait