• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyediaan Obat, Perbekalan Kesehatan dan Vaksin

Dalam dokumen Tim Perumus Kementerian Kesehatan (Halaman 30-39)

BAB II PENCAPAIAN PROGRAM KEFARMASIAN

A. Peningkatan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan

2. Penyediaan Obat, Perbekalan Kesehatan dan Vaksin

Obat dan vaksin merupakan komoditi kesehatan yang menjadi salah satu kebutuhan dasar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang perlu dijamin ketersediaannya dalam upaya pemenuhan pelayanan kesehatan.

Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan mengalokasikan anggaran untuk pembiayaan pengadaan obat, perbekalan kesehatan dan vaksin program kesehatan berdasarkan penyusunan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) dengan mekanisme perhitungan secara bottom-up. Rencana Kebutuhan Obat (RKO) disusun untuk mendapatkan data kebutuhan obat mulai dari tingkat kabupaten/kota yang direkapitulasi di tingkat provinsi dan diteruskan ke tingkat

Sistem/

Prosedur 21%

Penyediaan Obat

79%

14 Profil Kefarmasian dan Alat Kesehatan Tahun 2020

pusat. Hal diatas diperlihatkan dengan grafik alokasi dan realisasi pengadaan obat, perbekalan kesehatan dan vaksin dalam kurun waktu lima tahun terakhir seperti dibawah ini.

Gambar 4. Grafik Alokasi dan Realisasi Anggaran Pengadaan Obat, Vaksin dan Perbekkes Tahun 2016-2020

Sumber: Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekkes

Dari gambar di atas diketahui bahwa alokasi anggaran pengadaan obat dan vaksin dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Alokasi anggaran pengadaan obat, vaksin dan perbekalan kesehatan tertinggi ada di tahun 2018, dimana alokasi anggaran untuk penyediaan vaksin regular meningkat tajam. Hal ini disebabkan karena Adanya Kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) sebagai upaya pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri dan kampanye Imuninasi MR untuk penanggulangan Virus Campak dan Rubella (MR) oleh Kementerian Kesehatan menyebabkan penyediaan vaksin reguler yang meningkat. Penyediaan obat dan vaksin didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan obat program di 34 provinsi seluruh Indonesia, sedangkan penyediaan reagen screening darah untuk RS dan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI. Data alokasi dan realisasi anggaran pengadaan obat, vaksin dan perbekalan kesehatan tiga tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 2.

2016 2017 2018 2019 2020

Alokasi 2.924.351 3.131.493 4.779.218 2.543.787 4.032.289 Realisasi 2.463.373 3.122.567 3.925.907 1.692.244 3.910.202

Persentase 84,24 99,71 82,15 66,52 96,97

84,24

99,71

82,15 66,52

96,97

0 20 40 60 80 100 120

- 1.000.000 2.000.000 3.000.000 4.000.000 5.000.000 6.000.000

(%)

dalam juta rupiah

Tabel 2. Data Alokasi dan Realisasi Anggaran Pengadaan Obat, Perbekkes dan Vaksin Tahun 2018 -2020

NO. PAKET PENYEDIAAN

TAHUN 2018 TAHUN 2019 TAHUN 2020

ALOKASI (Rp.)

REALISASI (Rp.)

ALOKASI (Rp.)

REALISASI (Rp.)

ALOKASI (Rp.)

REALISASI (Rp.) 1 Penyediaan Vaksin Reguler 2.184.172.000.000 2.030.372.805.272 1.236.326.935.000 934.325.272.056 894.026.311.000 894.026.310.749 2 Penyediaan Obat Buffer Stok Provinsi 15.298.172.000 13.322.139.750 12.550.000.000 11.478.556.530 12.877.520.000 12.585.728.222 3 Penyediaan Obat Buffer Stok Pusat 6.821.815.000 5.565.018.866 4.703.997.000 2.850.612.504 2.626.611.000 2.395.807.201 4 Penyediaan Obat Buffer Bencana/KLB 11.155.399.000 7.313.892.650 19.405.399.000 12.202.675.193 19.982.519.000 6.420.568.641 5 Penyediaan Obat Penyakit Menular 18.554.053.000 17.397.793.600 16.050.000.000 15.810.847.200 15.658.688.000 15.618.053.300 6 Penyediaan Obat Filariasis 54.597.000.000 54.582.801.610 69.000.000.000 49.050.728.750 50.902.395.000 40.430.151.040 7 Penyediaan Obat AIDS dan PMS 796.890.653.000 531.915.583.940 363.900.000.000 75.458.009.640 844.851.368.000 844.723.317.560 8 Penyediaan Obat Malaria 30.869.649.000 24.516.920.760 26.185.000.000 15.079.363.962 10.412.438.000 10.394.000.320 9 Penyediaan Obat TB Paru 321.019.000.000 314.058.967.940 372.145.000.000 274.577.849.510 212.491.040.000 212.223.841.143 10 Penyediaan Reagen Screening Darah 100.000.000.000 58.292.272.070 100.000.000.000 54.484.836.729 85.927.905.000 85.927.905.996 11

Penyediaan Obat dan Perbekes Haji ditambah Obat Perbekes Emergency Haji

51.531.450.000 47.583.915.305 48.350.000.000 47.657.378.182 3.880.000 3.879.609 12 Penyediaan Obat Kesehatan Ibu 27.660.675.000 11.392.470.304 335.000.000 271.381.316 378.816.000 378.815.652 13 Penyediaan Obat Kesehatan Anak 38.935.828.000 20.067.863.905 160.000.000 137.102.960 878.554.000 878.553.190 14 Penyediaan Obat Gizi 366.448.279.000 252.589.891.790 28.155.000.000 25.676.062.820 158.490.060.000 158.490.059.310 15 Penyediaan Obat Poliklinik Depkes

Pusat 1.426.428.000 252.170.662 1.150.000.000 195.461.633 357.567.000 357.566.994

16 Penyediaan Vaksin Haji dan Umrah 222.321.852.000 93.453.075.000 29.260.000.000 2.925.5310.000 28.879.875.000 28.879.875.000 17 Operasi Surya Baskara Jaya 1.953.530.000 1.632.131.442 1.250.000.000 1.043.748.894 468.414.000 468.413.100

18 Penyediaan Vaksin Influenza 440.000.000 154.989.450 440.000.000 - 82.000 -

16 Profil Kefarmasian dan Alat Kesehatan Tahun 2020

NO. PAKET PENYEDIAAN

TAHUN 2018 TAHUN 2019 TAHUN 2020

ALOKASI (Rp.)

REALISASI (Rp.)

ALOKASI (Rp.)

REALISASI (Rp.)

ALOKASI (Rp.)

REALISASI (Rp.) 19 Penyediaan Vaksin Yellow Fever 5.389.000.000 2.869.720.000 10.120.240.000 10.120.240.000 82.000 -

20 Penyediaan Vaksin Baru - - - - 6.224.616.000 6.224.615.100

21 Penyediaan Vaksin Lainnya - - - - 158.001.493.000 88.424.906.000

22 Penyediaan Auto Disable Syringe

(ADS) dan Safety Box 251.402.000.000 225.234.453.694 117.000.000.000 86.805.079.700 43.248.501.000 43.248.500.700

23 Penyediaan VAR & SAR 24.714.154.000 24.709.097.127

24 Penyediaan Obat Anti Psikosis /

Kesehatan Jiwa 24.708.300.000 18.040.226.860 20.443.246.000 17.804.271.860 19.704.472.000 19.704.472.000 25

Pengadaan Reagant Campak ADS dan Bahan Laboratorium Eliminasi Campak / Difteri

10.509.000.000 8.559.255.650 8.757.285.000 - 6.079.260.000 6.079.260.000 26 Penyediaan Obat dan Vaksin Hepatitis 90.000.000.000 39.647.983.200 58.100.000.000 27.959.400.000 42.250.139.000 42.250.138.560 27

Penyediaan Obat dan Perbekkes dalam rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19

- - - - 335.851.412.000 308.387.917.789

28 Penyediaan Vaksin dalam rangka

Penanggulangan Pandemi COVID-19 - - - - 633.846.000.000 633.846.000.000

29 Penyediaan Logistik Vaksinasi COVID-

19 - - - - 209.086.961.000 209.086.960.600

30 Penyediaan Vaksin IPV (Hibah GAVI) - - - - 214.067.376.000 214.037.619.200

31

Penyediaan Vaksin JE, Vaksin MR, Vaksin IPV, ADS & Safety Box (Hibah GAVI)

146.009.530.000 146.003.284.752 - - - -

Jumlah Total: 4.779.218.260.000 3.925.907.023.732 2.543.787.102.000 1.692.244.189.439 4.032.288.509.000 3.910.202.334.123 Sumber: Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekkes

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pada tahun 2020 terdapat 30 paket penyediaan obat dan vaksin dengan persentase realisasi anggaran sebesar 96,97%. Paket penyediaan obat dan vaksin tersebut terdiri dari Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan Program Kesehatan Ibu dan Anak (2 paket pengadaan) dengan realisasi anggaran sebesar 100%, Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan Program Penyakit Tropis Terabaikan (2 paket pengadaan) dengan realisasi anggaran sebesar 84,21%, Penyediaan Vaksin Imunisasi Pilihan (5 paket pengadaan) dengan realisasi anggaran sebesar 99,99%, Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan Program Pencegahan dan Pengendalian TB (1 paket pengadaan) dengan realisasi anggaran sebesar 99,87%, Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan Program Pengendalian Malaria (1 paket pengadaan) dengan realisasi anggaran sebesar 99,82%, Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan Program Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS (1 paket pengadaan) dengan realisasi anggaran sebesar 99,98%, Penyediaan Buffer Obat dan Perbekalan Kesehatan Program Pelayanan Kesehatan Dasar termasuk di dalamnya penyediaan obat, vaksin dan logistik dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19 (13 paket pengadaan) dengan realisasi anggaran sebesar 96,97%, Penyediaan Vaksin Imunisasi Rutin (1 paket pengadaan) dengan realisasi anggaran sebesar 100%, Penyediaan Vaksin Baru termasuk di dalamnya penyediaan melalui dana hibah GAVI (2 paket pengadaan) dengan realisasi anggaran sebesar 99,99%, Penyediaan Vaksin Lainnya (1 paket pengadaan) dengan realisasi anggaran sebesar 55,96%, dan Penyediaan Obat Gizi (1 paket pengadaan) dengan realisasi anggaran sebesar 100%.

Dalam Rencana Strategis (Renstra) 2020-2024 disebutkan bahwa sasaran program kefarmasian dan alat kesehatan adalah meningkatnya akses dan mutu sediaan farmasi, alat kesehatan, dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT).

Untuk mengukur sasaran tersebut, maka indikator strategis Kementerian Kesehatan adalah persentase puskesmas dengan ketersediaan obat esensial.

Indikator lain yang dipantau adalah indikator penurunan kematian ibu dan bayi dan pengendalian penyakit menular.

Untuk periode 2020-2024 pemantauan indikator dilakukan terhadap 40 item obat. Sedangkan indikator terkait pemantauan vaksin IDL dilakukan terpisah dari 40 item obat. Pada tahun 2020, Puskesmas yang melapor sebanyak 9.514 Puskesmas atau sebesar 93,84% dari jumlah Puskesmas di Indonesia. Obat yang dipantau ketersediaannya merupakan obat indikator yang mendukung pelaksanaan program Kesehatan antara lain tuberkulosis, malaria, kesehatan

18 Profil Kefarmasian dan Alat Kesehatan Tahun 2020

keluarga, gizi, obat pelayanan kesehatan dasar dan terdapat di dalam Formularium Nasional (Fornas) atau Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN).

Jumlah item obat dan vaksin yang dipantau sebanyak 40 item, dapat dilihat pada Tabel 3.

Persentase Puskesmas dengan ketersediaan obat esensial didapatkan dengan cara menghitung menggunakan rumus:

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑢𝑠𝑘𝑒𝑠𝑚𝑎𝑠 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑎𝑙 80% 𝑜𝑏𝑎𝑡 𝑒𝑠𝑒𝑛𝑠𝑖𝑎𝑙

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑢𝑠𝑘𝑒𝑠𝑚𝑎𝑠 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟 × 100%

Tabel 3. Daftar Obat Indikator Tahun 2020 -2024

NO NAMA OBAT BENTUK

SEDIAAN

1 Albendazol/Pirantel Pamoat Tablet

2 Alopurinol Tablet

3 Amlodipin/Kaptopril Tablet

4 Amoksisilin 500 mg Tablet

5 Amoksisilin sirup Botol

6 Antasida tablet kunyah/antasida suspensi Tablet/Botol

7 Asam Askorbat (Vitamin C) Tablet

8 Asiklovir Tablet

9 Betametason salep Tube

10 Deksametason tablet/deksametason injeksi Tablet/Vial/Ampul

11 Diazepam injeksi 5 mg/ml Ampul

12 Diazepam Tablet

13 Dihidroartemsin+piperakuin (DHP) dan primaquin Tablet

14 Difenhidramin Inj. 10 mg/ml Ampul

15 Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1 % (sebagai HCI) Ampul

16 Fitomenadion (Vitamin K) injeksi Ampul

17 Furosemid 40 mg/Hidroklorotiazid (HCT) Tablet

18 Garam Oralit serbuk Kantong

19 Glibenklamid/Metformin Tablet

20 Hidrokortison krim/salep Tube

21 Kotrimoksazol (dewasa) kombinasi tablet/Kotrimoksazol

suspense Tablet/Botol

22 Lidokain inj Vial

23 Magnesium Sulfat injeksi Vial

24 Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg-1 ml Ampul

25 Natriurn Diklofenak Tablet

26 OAT FDC Kat 1 Paket

27 Oksitosin injeksi Ampul

28 Parasetamol sirup 120 mg /15 ml Botol

29 Parasetamol 500 mg Tablet

30 Prednison 5 mg Tablet

31 Ranitidin 150 mg Tablet

32 Retinol 100.000/200.000 IU Kapsul

33 Salbutamol Tablet

34 Salep Mata/Teles Mata Antibiotik Tube/Botol

35 Simvastatin Tablet

36 Siprofloksasin Tablet

37 Tablet Tambah Darah Tablet

38 Triheksifenidil Tablet

39 Vitamin B6 (Piridoksin) Tablet

40 Zinc 20 mg Tablet

Sumber: Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekkes

Persentase Puskesmas dengan ketersediaan obat esensial tahun 2020 sebesar 92,12%, melebihi target yang telah ditetapkan dalam Renstra Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024 yaitu sebesar 85% dengan capaian sebesar 108,38%.

Jumlah Puskesmas yang melapor mengalami peningkatan yang signifikan untuk tahun 2016, 2017 2018, 2019 dan 2020 yaitu sebanyak 1.133 Puskesmas, 8.472 Puskesmas, 9.227 Puskesmas, 9.480 Puskesmas dan 9.514 Puskesmas. Hal ini dikarenakan di tahun 2015 dan 2016 jumlah Puskesmas yang menjadi target merupakan sampel yang ditetapkan berdasarkan metode proportional random sampling berbasis provinsi sesuai jumlah Puskesmas dan rasio Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan. Sedangkan di tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020 jumlah Puskesmas yang menjadi target adalah seluruh Puskesmas di Indonesia.

20 Profil Kefarmasian dan Alat Kesehatan Tahun 2020 Gambar 5. Capaian Persentase Puskesmas dengan Ketersediaan Obat Esensial Tahun 2020

Sumber: Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekkes

Capaian tertinggi persentase Puskesmas dengan ketersediaan obat esensial pada tahun 2020 yakni sebesar 100% dan dicapai oleh 5 (lima) provinsi, yaitu Kepulauan Bangka Belitung, D.I. Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Utara. Namun, Terdapat 9 (sembilan) provinsi dengan capaian persentase kabupaten/kota dengan ketersediaan obat esensial dibawah target nasional dimana 4 (empat) provinsi dengan capaian terendah pada tahun 2020 adalah Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Banten dan Lampung.

85 92,12

0 20 40 60 80 100

2020

%

Target Realisasi

Gambar 6. Persentase Puskesmas dengan Ketersediaan Obat Esensial di 34 Provinsi Tahun 2020

Sumber: Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekkes 77,35%

78,93%

82,41%

82,70%

85,00%

86,02%

87,00%

88,89%

89,39%

89,60%

89,82%

89,83%

89,93%

90,29%

90,83%

91,58%

91,67%

93,33%

93,78%

94,10%

94,24%

95,95%

96,00%

96,32%

96,63%

97,56%

97,75%

98,29%

98,93%

99,41%

100,00%

100,00%

100,00%

100,00%

100,00%

0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% 120,00%

LAMPUNG BANTEN SULAWESI TENGGARA SUMATERA SELATAN TARGET 2020 GORONTALO KALIMANTAN TENGAH MALUKU UTARA BENGKULU SUMATERA UTARA RIAU PAPUA PAPUA BARAT SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN JAMBI BALI JAWA BARAT MALUKU ACEH NUSA TENGGARA TIMUR JAWA TENGAH SUMATERA BARAT DKI JAKARTA JAWA TIMUR KALIMANTAN BARAT KEPULAUAN RIAU KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR NUSA TENGGARA BARAT KALIMANTAN UTARA SULAWESI BARAT SULAWESI UTARA D.I. YOGYAKARTA KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

22 Profil Kefarmasian dan Alat Kesehatan Tahun 2020

3. Penggunaan Dana Alokasi Khusus Sub bidang

Dalam dokumen Tim Perumus Kementerian Kesehatan (Halaman 30-39)

Dokumen terkait