BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Peran Da`i Dalam Membina Akhlak Masyarakat Islam Desa
dakwahnya. Seorang da`i juga harus mampu mengambil hati dan bergaul dengan masyarakat dari semua kalangan, yang mana bertujuan untuk memudahkan dirinya agar di terima dengan baik di tengah masyarakat.
C. Peran Da`i Dalam Membina Akhlak Masyarakat Islam Desa Kolai
kelak generasi muda tumbuh dalam balutan akhlak yang mulia. Serta memiliki pondasi iman yang kuat dalam menghadapi perkembangan zaman sekarang ini yang semakin mengikis moral generasi bangsa.
Tabel 4.2 Nama da`i dan pekerjaannya:
NO NAMA DA`I PEKERJAAN
1. Syukur, S. Ip Kepala Desa Kolai/Muballigh
2. Salbi Muballigh
Upaya pembinaan akhlak dalam masyarakat tentunya harus senantiasa ditingkatkan untuk mencapai hasil yang maksimal. Inilah yang menjadi tugas para da`i dalam menjalankan perannya yaitu membina akhlak dalam masyarakat agar tetap sesuai dengan tuntunan islam yang telah di ajarkan oleh Rasulullah saw. Diantara peran da`i dalam membina akhlak masyarakat islam sesuai dengan hasil wawancara penulis ialah sebagai berikut:
1. Membina akhlak masyarakat di Desa Kolai dengan keteladanan.
Keteladanan merupakan senjata yang sangat ampuh dalam berdakwah, masyarakat pada umumnya akan melihat dan memperhatikan tingkah laku maupun gerak gerik seorang da`i lalu kemudian dijadikan dasar dalam melakukan suatu hal. Menurut bapak Syukur, S.IP selaku Kepala Desa Kolai sekaligus seorang muballigh dalam wawancara beliau menyebutkan bahwasanya:
“Peran seorang da`i disini adalah memberikan contoh teladan yang baik terlebih dahulu, kemudian memberikan nasehat-nasehat yang baik pula.
Selanjutnya memberikan motivasi terhadap terhadap masyarakat berupa kisah teladan dari orang-orang yang shaleh dan baik akhlaknya dan istiqamah. Karena Allah menyukai orang-orang yang senantiasa istiqamah dengan akhlak dan amalannya.”65
Itulah pentingnya keteladanan dari seorang da`i dari segi kacamata masyarakat Desa Kolai. Tidak hanya memberikan ceramah-ceramah agama di dalam masjid, tapi memberikan contoh perilaku yang baik dan dapat di teladani di tengah masyarakat Desa Kolai.
2. Memberikan motivasi terhadap orang tua
Adapun ketika beliau ditanya tentang hal apa saja yang dapat dilakukan kepada sang anak ataupun orang tua dalam rangka pendidikan akhlaknya, beliau menjawab bahwa:
“Memberikan motivasi terhadap orang tua tentang pentingnya pembinaan akhlak, dan bagaimana kiranya agar anak menjadi aset masa depan bukan hanya untuk di dunia tapi juga di kehidupan akhirat. Karena jika disampaikan dalam bentuk ceramah itu dari segi keilmuannya sangat luas dan kita punya keterbatasan. Sehingga dalam hal ini, hanya memposisikan diri sebagai motivator”.66
Itulah pendapat beliau terkait dengan pertanyaan seputar bagaiman peran seorang da`i dalam membina akhlak masyarakat islam di Desa Kolai.
Motivasi adalah salah satu faktor yang membangkitkan jiwa semangat setiap orang. Tidak dipungkiri dari kalangan anak-anak, remaja, bahkan dewasa. Setiap orang membutuhkan motivasi dalam menjadikan diri pribadi yang lebih baik lagi.
Menurut hasil lapangan, hal yang paling berpengaruh bagi kesuksesan dan
65 Syukur, S.IP (45 Tahun), Kepala Desa Kolai, Wawancara, Enrekang, 26 Desember 2021
66 Syukur, S.IP (45 Tahun), Kepala Desa Kolai, Wawancara, Enrekang, 26 Desember 2021
kebahagiaan hidup setiap orang salah satunya juga berawal dari motivasi.
Seorang da`i harus bisa lebih bersabar dalam menghadapi ujian di medan dakwah. Karena setiap da`i akan di uji dengan ujian dan tantangan yang brbeda. Komitmen dalam berdakwah sangatlah dibutuhkan sebagai bentuk pengabdian ke masyarakat, sehingga kepercayaan tetap terjalin dengan baik.
Salah satu cara agar masyarakat menerima dakwah kita dengan baik adalah dengan istiqamah dan tidak meninggalkan medan dakwah sebelum masa pengabdian itu berakhir. Dengan begitu, seorang da`i akan disenangi di kalangan masyarakat.
3. Memberikan metode tentang cara mendidik anak terhadap orang tua
Metode merupakan suatu hal yang sangat penting untuk kita pahami sebelum memulai strategi dakwah. Hal ini sesuai dengan apa yang di ungkapkan oleh bapak ustadz Salbi, selaku Muballigh Desa Kolai ketika beliau di wawancarai, yaitu:
“Berusaha memberikan pemahaman terhadap orang tuanya dengan cara yang baik dan sopan. Bahwasanya, orang tua merupakan kunci keteladanan dan kesuksesan yang dicontoh oleh seorang anak. Maka dari itu, untuk mendidik anak dari segi akhlaknya sangatlah diperlukan keteladanan dari orang tua terlebih dahulu. Lambat laun sang anak pun akan ikut. Dimulai dari hal kecil, seperti tidak malu untuk meminta maaf kepada sang anak jika memang kita sebagai orang tua pernah khilaf dan bersalah. Kemudian membiasakan berkata-kata baik dan sopan kepada anak, karena hal sederhana itulah yang akan mendidiknya seiring dengan bertambahnya usia anak. Dan tidak mengucapkan kata-kata yang kasar kepada anak karena itu dapat mengganggu mental sang anak yang akhirnya akan membuatnya menjadi kurang percaya diri.”67
Disinilah pentingnya orang tua sebagai panutan untuk anak agar terus belajar dan berusaha memahami tentang metode yang baik dan cocok untuk sang
67 Salbi, (53 Tahun), Muballigh, Wawancara, Enrekang, 24 Desember 2021
anak. Juga dibutuhkan diskusi dengan para Muballigh di Desa Kolai apa saja tugas-tugas dan amanah sebagai orang tua dalam mendidik anak. Ustadz Sulbi juga memberikan saran terhadap para orang tua Desa Kolai ketika beliau diwawancarai yakni:
“Memberikan saran kepada orang tua agar anaknya di sekolahkan di tempat yang memiliki lingkungan yang baik dan berbasis islam. Karena dari lingkungan itulah, yang sangat mempengaruhi kepribadian anak.
Sebagai orang tua harus terus memantau perkembangan pendidikan anak agar tidak ada perilaku yang buruk atau hal-hal aneh yang dilakukan oleh anak. Begitupun dengan teman-teman di sekitarnya, karena salah satu faktor sebab kenakalan anak adalah pergaulannya yang bebas disebabkan karena tidak diawasi atau lepas kontrol dari orang tua.”68
Lingkungan merupakan faktor utama yang paling berpengaruh dalam proses tumbuh kembang sang anak. Oleh karenanya sebagai orang tua maupun calon orang tua kedepannya, agar lebih teliti dan berhati-hati dalam memilihkan sekolah untuk sang anak. Begitupun cara bersikap dan beretika yang baik terhadap sesama, hal ini sangatlah penting mengingat manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri karena saling membutuhkan terhadap yang lainnya. Maka dari itu, sikap dan etika yang baik itu harus di terapkan dalam masyarakat, hal ini senada dengan apa yang diucapkan oleh ustadz Sulbi ketika wawancara dengan beliau bahwasanya:
“Mengajarkan anak cara beretika yang baik dalam masyarakat dan ikut serta membantu masyarakat dalam bergotong royong.”69
Adapun respon masyarakat terhadap kehadiran da`i di Desa Kolai disambut dengan sangat baik oleh masyarakat setempat. Bahkan beberapa dari mereka mengeluarkan tanggapan positif ketika mereka ditanya tentang apa
68 Ibid
69 Salbi, (53 Tahun), Muballigh, Wawancara, Enrekang, 24 Desember 2021
pandangan mereka dengan kehadiran seorang da`i di Desa mereka. Adapun menurut bapak Sudirman selaku masyarakat Desa Kolai ketika beliau diwawancarai:
“Dengan adanya da`i, kami selaku masyarakat awam mampu memahami sedikit demi sedikit tentang akhlak. Terutama buat bekal pendidikan anak- anak kami.”70
Hal ini membuktikan bahwasanya masyarakat pada umumnya masih sangat butuh terhadap dakwah dan kehadiran para da`i di Desa Kolai. Bahkan, mereka sangat bersyukur dengan kehadiran para da`i di Desa mereka. Hal ini membuat mereka sangat bersemangat dalam menyambut dakwah para da`i di tengah-tengah mereka. Hal ini juga diungkapkan oleh bapak Suharding ketika wawancara dengan beliau:
“Kami selaku masyarakat yang masih kurang tau tentang pendidikan akhlak sangat bersyukur dengan hadirnya Da`i di Desa kami.”71
Hal ini juga diungkapkan oleh bapak Zainal selaku masyarakat Desa Kolai dalam wawancara ketika beliau ditanya apa pendapat beliau tentang kehadiran para da`i di Desa mereka yakni:
“Alhamdulillah suatu kesyukuran bagi kami selaku masyarakat Desa Kolai dengan adanya da`i yang selalu menyampaikan hal-hal yang berkaitan tentang akhlak di dalam kajiannya. Sehingga kami dapat mengambil ilmunya yang akan kami aplikasikan dalam keseharian kami, terutama dalam mendidik anak-anak kami.”72
Masyarakat Desa Kolai juga sangat bersyukur karena mereka mendapatkan pencerahan pada saat mendengarkan khutbah jumat dari para da`i, yang mana hal
70 Sudirman, (49 Tahun), Masyarakat, Wawancara, Enrekang, 30 Desember 2021
71 Suharding, (47 Tahun), Masyarakat, Wawancara, Enrekang, 30 Desember 2021
72 Zainal Abidin, (52 Tahun), Muadzin, Wawancara, Enrekang, 30 Desember 2021
ini menambah pengetahuan mereka. Sebagaimana yang disampaikan oleh bapak Ibnu Hajar ketika wawancara lanjutan dengan beliau:
“Sangat baik, karena kami selalu mendapatkan pencerahan. Baik itu lewat ceramah, khutbah, maupun kesehariannya. Dan kami sangat mengapresiasi kepada Kepala Desa kami yang mana beliau jugalah selaku muballigh kami.”73
Mereka juga menyambut dakwah para da`i dengan sangat positif dan masih sangat membutuhkan pencerahan para Muballigh untuk membimbing mereka mereka menjadi figur orang tua yang lebih baik lagi. Sebagaimana juga diungkapkan oleh bapak Dammar dalam wawancara bersama beliau bahwasanya:
“Tanggapan kami tentu sangat positif, apalagi kami masih sangat kurang ilmu pengetahuan khususnya tentang akhlak.”74
Itulah beberapa tanggapan dari perwakilan masyarakat yang mana mereka menyambutnya dengan sangat baik dan positif dan merupakan suatu kesyukuran yang luar biasa bagi masyarakat Desa Kolai tersendiri. Mereka juga berharap agar pengiriman da`i ke Desa mereka terus berlanjut mengingat mereka masih membutuhkan dakwah dan pencerahan dari para Muballigh.
Semoga Allah senantiasa melindungi para da`i ataupun Muballigh dan menguatkan perjuangan mereka dalam berdakwah dalam menghadapi segala bentuk tantangannya. Begitupun dengan masyarakat setempat, semoga mereka dibukakan hatinya untuk senantiasa menerima ilmu dan memahaminya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
73 Ibnu Hajar, (55 Tahun), Masyarakat, Wawancara, Enrekang, 30 Desember 2021
74 Dammar, (53 Tahun), Masyarakat, Wawancara, Enrekang, 30 Desember 2021
D. Faktor Pendukung Dan Penghambat Peran Da`i Dalam Membina Akhlak