B. Penyajian dan Analisis Data
1. Peran Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Pengajar Dalam Menumbuhkan Gemar Membaca Al-Qur’an Pada Siswa Tuna Netra
Daftar Table 4.5
Sarana dan Prasarana Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan ( Tuna Netra )
NO GEDUNG/ RUANG JUMLAH KONDISI
1. RUANG KELAS 8 SEDANG
2. KAMAR MANDI/WC
Islam, beliau menambahkan kegiatan menumbuhkan gemar membaca Al- Qur’an.
Lebih jelasnya, oleh Vivin Kartika Sari, S. Pd sebagai salah satu guru Ketua Jurusan Tuna Netra di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember mengatakan sebagaimana dibawah ini:
“Jadi yang dilakukan kami di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan itu dalam kegiatan baca Al-Qur’an setiap dipagi hari, kegiatan itu untuk pendalaman dituangkan diluar jam pelajaran, karena melihat kondisi siswa tuna netra tidak sama dengan yang lain dan diberikan solusi yang berbeda antara siswa yang satu dengan yang lain dan memerlukan waktu yang tidak sebentar guna menumbuhkan gemar baca Al-Qur’an.”50
Dari wawancara di atas, tujuan adanya kegiatan membaca Al- Qur’an setiap hari diwaktu pagi hari agar siswa tuna netra mampu membaca Al-Qur’an secara bagus serta melihat kondisi siswa tuna netra yang memiliki keterbatasan dalam hal melihat maka untuk guru Pendidikan Agama Islam begitu berperan.
Kemudian penjabaran tersebut diperkuat oleh guru Pendidikan Agama Islam bernama Choirul Anwar, S. Pd, :
“Guru sangat berperan penting bagi kesuksesan siswa untuk menumbuhkan gemar baca Al-Qur’an, karena guru yang tepat akan memberikan kemudahan bagaimana cara mengajarkan yang baik dengan metode yang digunakan. Kehadiran beliau untuk siswa tuna netra diposisikan untuk menjadikan siswa tuna netra memiliki kepercayaan diri. Jadi, kegiatan membaca Al-Qur’an ini dilakukan dipagi hari agar siswa mampu mengingat memorinya.
Dimana adannya perkembangan teknologi mampu membantu dan mempermudah guru Pendidikan Agama Islam dalam mengajari siswa dalam menumbuhkan gemar membaca Al- Qur’an yaitu dengan adanya Al-Qur’an digital yaitu Al-Qur’an Braille.
50 Wawancara, Vivin Kartika Sari, S. Pd, selaku Ketua Jurusan tuna netra di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember ( Selasa, 25/01/2022 )
Mungkin dulu siswa tuna netra hanya bisa mendengarkan ayat- ayat Al- Qur’an dari orang lain, akan tetapi dengan perkembangan teknologi sekarang siswa tuna netra bisa belajar baca Al-Qur’an dan juga menghafal Al-Qur’an secara langsung dengan inderanya yang masih berfungsi.”51
Pernyataan guru Ketua Jurusan tuna netra dengan guru Pendidikan Agama Islam diperkuat juga tanggapan dari salah satu siswa tuna netra di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember yang bernama Aprilia Sintia Sari. Yang dimana siswa tersebut memperkuat pernyataan dari narasumber di atas. Aprilian mengatakan bahwa guru Pendidikan Agama Islam sebagai pengajar dalam menumbuhkan gemar membaca Al-Qur’an pada siswa tuna netra di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember. Sebagai kutipan data yang telah peneliti dapatkan dari narasumber sebagai berikut:
“Disekolah kami Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember terdapat program membaca Al-Qur’an sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Kami membaca Al-Qur’annya terbantu dengan adanya Al-Qur’an Braille audio dan lain sebagainya.
Kami juga diajarkan bagaimana cara membaca Al-Qur’an dengan benar oleh guru Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan Al-Qur’an Braille”52
Bisa disimpulkan yakni pelaksanaan kegiatan menumbuhkan gemar baca Al-Qur’an dilaksanaakan di luar jam pelajaran yang sudah ditetapkan oleh sekolah. Beliau mengatakan bahwa sebagai pengajar guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan
51 Wawancara, Choirul Anwar, S. Pd, selaku Guru PAI di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember ( Kamis, 03/02/2022 )
52 Wawancara,Aprilia Sintia Sari , selaku siswa tuna netra di Sekolah Luar Biasa Negeri
Branjangan Patrang Jember ( Kamis, 03/02/2022 )
untuk menumbuhkan gemar membaca Al-Qur’an pada siswa tuna netra sudah terlaksana dengan baik, untuk siswa SMPLB .
Keterangan Choirul Anwar, S. Pd, diperkuat oleh observasi peneliti yang hadir di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember pada tanggal 27 Januari 2022 yakni benar guru sebagai pengajar di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan dalam menumbuhkan gemar membaca Al- Qur’an pada siswa tuna netra.
Gambar 4.1
Kegiatan Membaca Al- Qur’an siswa tuna netra
Dari hasil pengamatan observasi peneliti tentang menumbuhkan gemar membaca Al-Qur’an pada siswa tuna netra tersebut bahwa para siswa Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember memang mayoritas bertempat di asrama milik Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember. Tujuan diadakannya program menumbuhkan gemar membaca Al-Qur’an adalah untuk membuat para siswa percaya diri mekipun mereka mempunyai keterbatasan tetapi mereka semangat untuk baca Al-Qur’an.
Adapun peranan guru Pendidikan Agama Islam sebagai pengajar guna menumbuhkan gemar membaca Al-Qur’an ialah:
a. Perencanaan
Perencanaan di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan dari hasil prosesnya. Peneliti mengamati bahwa sebelum memulai kegiatan program membaca Al-Qur’an guru terlebih dahulu menyiapkan bahan ajar, serta menyiapkan langkah- langkah serta alat- alat yang digunakan dalam proses kegiatan program membaca Al-Qur’an.53
Peneliti melakukan wawancara dengan kepala sekolah yaitu Arida Choirun Nisa S.pd, M.pd:
“Untuk mencapai tujuan guru menjadi pendidik sebelumnya guru membuat RPP dengan mengacu pada K-13 yang diperbaiki bisa dilihat dilampiran. Berdasarkan dokumentasi tersebut bahwa perencanaan pembelajaran mengacu pada kurikulum yang ada. Tetapi pada kegiatan program membaca Al-Qur’an tidak ada RPPnya dikarenakan itu diluar jam pelajaran.
Selanjutnya dapat dilihat pada pernyataan Choirul Anwar, S.
Pd, sebagai berikut:
“Dalam perencanaan pembelajaran kami biasanya lembaga menyediakan seperangkat mengajar dan terdapat rapat khusus kepada semua guru untuk menyiapkan seperangkat mengajar, yang menjadikan patokan untuk penyelenggaraannya yaitu mempersiapkan planning seperangkat mengajar mulai dari perencanaan sampai pada evaluasi dan terakhir laporan ke siswa. Maka dari itu, yang ada kaitannya satu dengan yang
53 Observasi Tanggal 07 Januari 2022, dikelas SMPLB Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember.
lainnya untuk mengevaluasi siswa. Jadi setiap awal sekolah kami ada rapat dengan lembaga sebagai bentuk pengembangan dari sekolah selain itu mempersiapkan seperangkat pembelajaran. Khususnya untuk siswa tuna netra kami mempersiapkan Al- Qur’an Braille sebagai media pembelajarannya.”54
Keterangan Choirul Anwar, S. Pd, diperkuat oleh Vivin Kartika Sari, S. Pd, Ketua Jurusan tuna netra bahwa :
“Setiap tahun pembelajaran baru, guru Pendidikan Agama Islam beserta guru lain dikumpulkan untuk membahas potensi sekolah dan rumusan terkait dengan perangkat pembelajaran. Setelah itu guru Pendidikan Agama Islam sebelum mengajar merumuskan media pembelajaran sebagai bentuk perencanaan sebelum masuk kelas. Dan kami mempunyai Al-Qur’an Braille sebagai alat bantu siswa umtuk baca Al-Qur’an dengan baik.”55
Dengan demikian pernyataan dari Choirul Anwar, S. Pd, sama dengan pernyataan Vivin Kartika Sari, S. Pd, sama, bahwa dalam hal perencanaan sebelum melakukan upaya untuk menumbuhkan gemar membaca Al- Qur’an pada siswa tuna netra.
54 Wawancara, Choirul Anwar, S. Pd, selaku Guru PAI di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember (Kamis, 03/02/2022).
55 Wawancara, Vivin Kartika Sari, S. Pd, selaku Ketua Jurusan tuna netra di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember (Selasa, 25/01/2022).
Gambar 4.2 Al- Qur’an Braille
Penelitian yang dilaksanakan menjelaskan yakni guru Pendidikan Agama Islam diketahui telah menyediakan untuk proses menumbuhkan gemar membaca Al- Qur’an dengan menjadi pedoman dalam melangsungkan pembelajaran yang diharapkan, sehingga prosesi menumbuhkan gemar membaca pada sisiwa tuna netra lancar dengan prosedural berpedoman pada rapat khusus yang dilaksanakan tiap pekan juga yang diharapkan guru Pendidikan Agama Islam sudah teraih pada setiap prosesi mengajar, sebelum proses mengajarkan membaca Al- Qur’an telah ditetapkan dan telah dirancang yaitu dengan adanya rapat khusus.56
b. Pelaksanan
Selanjutnya terdapat indikator kedua yaitu tentang guru sebagai pengajar yaitu melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran
56 Observasi Tanggal 07 Januari 2022, dikelas SMPLB Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember.
yang akan dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam didalam kelas tentunya harus sesuai dan sejalan dengan perencanaan yang telah dirumuskan. Berdasarkan wawancara dengan Choirul Anwar, S. Pd, didapatka yakni guru Pendidikan Agama Islam sebagai pengajar dalam melakukan pembelajaran yaitu mengaktualisasikan perangkat pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar KBM. Berikut pernyataan dari guru Choirul Anwar, S. Pd :
“Ketika seperangkat belajar itu sudah dibuat maka berikutnya yaitu pelaksanaan seperti KBM, yang dilaksanakan oleh pihak sekolah kemudian kewajiban seorang guru itu adalah mengajar dan mendampingi serta menjadi fasilitas buat siswa, terlebih siswa berkebutuhan khusus seperti ini, kita harus benar- benar menggunakan hati kehati, karena mereka tidak bisa disamakan dengan siswa pada umumnya, disini untuk mekasanakan kegiatan menumbuhkan gemar membaca Al- Qur’an perlu selaras dengan keinginan siswa, tanpa adanya pemaksaan yakni perlu ketelatenan dan kesabaran.”57 Seperti paparan diatas senada dengan yang disampaikan Vivin Kartika Sari, S. Pd, Ketua Jurusan tuna netra bahwa dalam hal pelaksanaan pembelajaran tidak terlepas dari perencanan yang telah disusun. Dengan demikian, guru tidak akan kesulitan dalam menyampaikan materi kepada siswanya, karena teknik dan metode yang disampaikan sudah ada didalam perangkat pembelajaran.
Berikut paparan dari Vivin Kartika Sari, S. Pd :
“Pelaksanaannya sesuai dengan rapat khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan ini kita memakai K13 bisa juga disesuaikan dengan rapat khusus yang sudah dibuat satu kali seminggu, satu kali dua jam, satu jamnya empat puluh lima menit.”58
57 Wawancara, Choirul Anwar, S. Pd, selaku Guru PAI di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember ( Kamis, 03/02/2022 )
58 Wawancara, Vivin Kartika Sari, S. Pd, selaku Ketua Jurusan tuna netra di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember ( Selasa, 25/01/2022 )
Keterangan Vivin Kartika Sari, S. Pd, Ketua Jurusan tuna netra diperkuat oleh observasi peneliti yang hadir di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember pada saat observasi hari senin 14 Febuari 2022 bahwa memang benar dalam pelaksanaan pembelajaran guru Pendidikan Agama Islam yang ada di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember setiap kali mengajar membawa hasil rapat setiap sepekan.59
Jadi, guru Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan pembelajaran sudah sesuai dengan perencanaan yang sudah tersusun dalam perangkat pembelajaran selama satu tahun. Dan perangkat pembelajaran disesuaikan dengan K13.
Gambar 4.3
Pelaksanaan Membaca Al- Qur’an Braille
Bisa diambil kesimpulan yakni pelaksanaan kegiatan menumbuhkan gemar membaca Al- Qur’an ialah salah satu bentuk
59 Observasi, Pelaksanaan Pembelajaran di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember ( Senin, 14/02/2022 )
mengembangkan potensi serta keterampilan siswa tuna netra pada ssesuatu yang diminati. Meskipun mempunyai kekurangan, namun didalam kondisinya masih bisa didapat hal yang luar biasa, semisal dalam bacaan Al- Qur’an.
c. Evaluasi
Adapun indikator yang ketiga dari peranan guru Pendidikan Agama Islam sebagai pengajar adalah bagaimana guru melakukan evaluasi pembelajaran dalam rangka membuat gemar membaca Al- Qur’an pada siswa tuna netra. Terdapat tiga aspek penilaian untuk melakukan evaluasi terhadap para siswa, diantaranya sebagaimana wawancara berikut ini Choirul Anwar, S. Pd,:
“Evaluasi yang jelas ini terdapat tiga aspek yaitu diantaranya pengetahuan, keterampilan dan sikap, jadi pengetahuan mengevaluasinya berdasarkan tes baca Al- Qur’an Braille sesuai cara menyebut huruf hijaiyah juga berharokat untuk pemula dalam membaca Al-Quran, bagi yang sudah lancar maka haru sesuai dengan mahkrajnya.”60
Berikutnya paparan diatas diperkuat oleh Vivin Kartika Sari, S. Pd, bahwa dalam mengevaluasi terdiri dari tiga aspek yaitu pengetahuan seperti ulangan berupa tes membaca Al-Qur’an Braille, keterampilan seperti praktek, dan sikap seperti mengucap salam ketika memasuki kelas. Berikut adalah paparan yang diberikan oleh Vivin Kartika Sari, S. Pd,:
“Untuk evaluasi buat siswa tuna netra terkadang ada yang tanya jawab dan ada juga mengerjakan ulangan kemudian
60 Wawancara, Choirul Anwar, S. Pd, selaku Guru PAI di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan Patrang Jember ( Kamis, 03/02/2022 )
untuk mengevaluasi melalui keterampilan seperti membaca Al- Qur’an setiap hari. Maka dari itu disini diambil semua pengetahuannya, sikap, dan keterampilan.”61
Gambar 4.4
Kegiatan evaluasi siswa tuna netra
Dengan demikian menumbuhkan gemar baca Al- Qur’an pada siswa tuna netra, yaitu seorang guru dengan siswa mempunyai sebuah hubungan yang baik yang harus dilandasi dengan sebuah nilai- nilai perhatian, keikhlasan, telaten seorang guru terhadap siswanya.
2. Peran Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Pembimbing Dalam