• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Ustadz sebagai pendidik dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi Muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo

ةَعاَّسلا

H. Keabsahan Data

I. Tahap-tahap Penelitian

1. Peran Ustadz sebagai pendidik dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi Muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo

Kabupaten Jember.

Berikut ini beberapa hasil wawancara tentang bagaimana peran ustadz sebagai pendidik dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember.

Sebagaimana yang disampaikan oleh ustadz holili, M.Pd selaku ustadz, beliau berpendapat bahwa sebagai pendidik dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi Muallaf berperan sebagai pemateri dalam majelis taklim. Sebelumnya beliau perlu mempersiapkan kitab atau sumber yang dijadikan rujukan. Dalam hal tersebut beliau menggunakan kitab Nasooihul Ibad. Lebih jelasnya dalam kutipan berikut ini:

Sebagai ustadz yang dipercayai dan diamanahi oleh mereka yang ada di masjid Cheng Hoo untuk memberikan pendidikan agama Islam saya lakukan dengan pengajian kitab yang jadwalnya sering

berubah-ubah karena menyesuaikan waktu, dan sekarang dilaksanakan setiap selasa malam. Saya menggunakan kitab nasooihul ibad untuk lebih memantapkan akidah para muallaf dan memberikan motivasi untuk menjadi hamba yang baik melalui nasihat-nasihat yang terdapat dalam kitab tersebut karena sebelum saya yang mengajar juga ada yang menggunakan kitab fiqh Bulugul Maroom. Pemikiran muallaf menurut saya masih sebatas yang penting ibadah, belum ibadah itu penting, sehingga saya memberikan nasihat dengan yang ada dalam kitab tersebut supaya lebih mantap akidahnya dulu, selain itu aspek akhlak juga terkandung di dalam kitab. Prosesnya saya lakukan dengan cara saya membaca kemudian saya menjelaskan kepada mereka, sekaligus mempersilahkan untuk langsung bertanya tanpa harus menunggu diakhir kajian. Karena waktu diakhir saya gunakan untuk mereview dan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang telah dijelaskan. Maksudnya pertanyaan tersebut bukan berarti mereka menulis jawaban di buku kemudian saya memberikan penilaian.101

Dari kutipan wawancara tersebut diatas dijelaskan bahwa ustadz Holili, M.Pd melakukan perannya sebagai pendidik dengan memberikan pembelajaran melalui forum pengajian dengan menggunakan kitab Nasooihul Ibad dan membuka kesempatan bertanya langsung bagi muallaf kemudian diakhiri dengan mereview materi dan pertanyaan sekaligus penguatan dari ustadz. Berikut dokumen kegiatan kajian di bawah ini:

Gambar 1.1 Kegiatan Kajian Rutin.102

101 Holili, Wawancara, Jember 09 Januari 2023.

102 Dokumentasi, Jember 09 Januari 2023.

dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf yaitu menanamkan tauhid dan memperbaiki tingkah laku, hal tersebut mencakup aspek akidah dan akhlak

Dari pernyataan tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa ustadz Holili, M.Pd sebagai pendidik dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember yaitu beliau berperan sebagai pemateri dalam kajian rutin, sumber rujukannya adalah kitab Nasooihul Ibad yang dilaksanakan setiap selasa malam. Dalam prosesnya beliau membaca kitab kemudian menerangkan secara bertahap dan memberikan kesempatan untuk bertanya secara langsung. Kemudian diakhir pembelajaran beliau meriview dan memberi pertanyaan sekaligus penguatan materi yang telah disampaikan. Tujuan beliau menggunakan kitab tersebut sebagai sarana penguatan tauhid dan akhlak bagi para muallaf.

Pernyataan tersebut diatas diperjelas oleh Izad selaku marbot. Ia mengungkapkan sebagai berikut.

Iya mbak benar disini memang ada kajian ustadz Holili, M.Pd, beliau yang termasuk pendidik bagi muallaf. Beliau mengajarkan kitab Nasooihul Ibad, sedangkan saya juga mendengarkan mbak, karena selain kajian tersebut dilakukan di masjid ini, kegiatan tersebut juga dilakukan dengan live streaming instagram akun masjid yang bertujuan untuk memberikan pemahaman secara umum dan bagi yang berhalanagn hadir bisa mengakses link tersebut. Saya yang bertugas mempersiapkan publikasi tersebut.103

103 Izad, Wawancara, Jember 19 Januari 2023.

Selanjutnya wawancara yang dilakukan kepada Arifandi selaku marbot, tentang peran ustadz Holili, M.Pd sebagai pendidik, ia mengatakan bahwa beliau berperan sebagai pemateri kajian yang mendidik muallaf melalui pengajian kitab dan selain itu beliau memberikan pemahaman di luar kegiatan taklim tersebut. Lebih jelasnya dalam kutipan berikut ini:

Saya selaku marbot di sini menyaksikan bahwa ustadz Holili, M.Pd termasuk yang sering dan banyak waktunya di masjid. Kalau kajian rutinnya selasa malam, belaiu menyampaikan dan membuka pertanyaan. Setelah kajian selesai biasanya sambil santai banyak pertanyaan yang masuk dari muallaf, kalau mengajari itu kata- katanya ringan dan dapat dipahami, artinya penyampaian mudah diterima. Beliau termasuk lembut dan dapat menyesuaikan kondisi keimaman muallaf. Maksudnya dengan nasihat-nasihat yang beliau sampaikan saya merasa tidak ada ucapan atau perkataan yang terkesan memaksakan kehendak karena merasa sudah bebas bertanya dan waktunya juga luwes. Sehingga yang biasa saya amati dapat memberikan masuka-masukan spiritual kepada muallaf. Maksudnya menambah keimanan mereka.104

Kemudian pernyataan yang sama disampaikan oleh Hong Jai sebagai muallaf. Ia menyampaikan sebagai berikut:

Saya sering terlambat kalau kajian ustadz Holili, M.Pd, akan tetapi saya tetap mengikuti dan mendengarkan dan menyempatkan bertanya kalau setelah kajian, supaya keyakinan muallaf sesuai dengan mayoritas, karena kamijuga hawatir salah guru. Dalam pendidikan beliau biasanya ceramah kemudian ada tanya jawab seputar materi saat pembelajaran berlangsung. Akan tetapi jika selesai pengajian pertanyaan-pertanyaan itu bersifat bebas dan luwes karena waktunya sudah santai. Bagi saya beliau sebagai pendidik enak diikuti. Karena materinya ringan dan nasihat-nasihat untuk tambah keimanan. Saya sebagai muallaf memang butuh nasihat-nasihat agama, karena merasa awam. Jadi bagi saya kalau butuh ceramah agama atau persoalan tentang hukum-hukum saya larinya ke ustadz Holili, M.Pd. Sebelumnya saya meskipun sudah muslim tapi belum bisa meninggalkan makan babi itu, karena

104 Arifandi, Wawancara, Jember 20 Januari 2023.

tidak, tapi enaknya di Islam ternyata bisa menikah lebih dari satu, tapi saya guyonan masalah nikah itu. Istrinya ya tetap satu saja.

Alhamdulillah juga saya termasuk dalam bagian pengurus karena saya juga perlu banyak belajar tentang Islam.105

Berikut dokumen susunan pengurus takmir di bawah ini:

Gambar 1.2 Susunan Pengurus Takmir.106

Dari beberapa pernyataan tersebut diatas dijelaskan bahwa peran Ustadz Holili, M.Pd sebagai pendidik yaitu beliau sebagai pemberi materi dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi Muallaf di masjid Cheng Hoo melalui kegiatan majelis taklim yang dirutinkan setiap selasa malam. Adapun kitab yang digunakann adalah kitab Nasooihul Ibad,

105 Hong Jai, Wawancara, Jember 23 Januari 2023.

106 Dokumentasi, Jember 21 Mei 2023.

proses pembelajarannya yaitu menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, dan diakhir kajian beliau meriview dan memberikan pertanyaan sekaligus penguatan terhadap materi yang telah disampaikan. Hal tersebut bertujuan supaya pembelajaran dapat lebih bermakna dan mudah diamalkan.

Pernyataan tersebut di atas diperkuat oleh H. Edy Darmawan melalui wawancara, ia mengungkapkan sebagai berikut:

Sebagai pengurus kami banyak dan perlu belajar tentang Islam.

Oleh karena itu Ustadz atau guru juga perlu diperhatikan latar belakangnya. Ustadz Holili, M.Pd termasuk pengurus Nahdlatul Ulama, oleh karenanya kami harapkan beliau sebagai pendidik akidah muallaf supaya keyakinan muallaf sesuai dengan mayoritas, karena kamijuga hawatir salah guru. Dalam pendidikan beliau biasanya ceramah kemudian ada tanya jawab seputar materi saat pembelajaran berlangsung. Akan tetapi jika selesai pengajian pertanyaan-pertanyaan itu bersifat bebas dan luwes, artinya di luar materi dapat kita ajukan pertanyaan. Dan saya termasuk menyukai model yang seperti itu karena tidak membosankan. Saya dalam keluarga hanya saya yang muslim lainnya belum. Tapi saya tunjukkan dengan tingkah laku, saya sering jamaah di masjid supaya keluarga saya tau kalau saya memang mantap memeluk Islam. Saya juga tunjukkan kalau Islam itu agama peduli terhadap sosial, jadi apa yang saya punya saya sisihkan untuk sedekahan. Alhamdulillah sekarang sudah normal dengan memeluk agama masing-masing dan yang sangat berkesan adalah bisa naik haji melihat kakbah secara langsung dan berangkatnya dari masjid ini tahun 2018 dulu.107

Selanjutnya untuk mencocokkan data hasil wawancara, peneliti melakukan observasi tentang kegiatan pengajian yang dilakukan setiap selasa malam dengan pemateri ustadz Holili, M.Pd dan menunjukkan bahwa kegiatan pengajian dilaksanakan secara tatap muka di Masjid

107 Edy Darmawan, Wawancara, Jember 27 Januari 2023.

instagram.108 Sebagaimana dokumen di bawah ini:

Gambar 1.3 Kegiatan kajian rutin live streaming instagram .109

Selanjutnya pendapat yang menguatkan tentang peran ustadz Holili, M.Pd sebagai pendidik, disampaikan melalui wawancara oleh Gunawan Wibisono selalu muallaf ia menyampaikan:

Yang saya tau tentang pendidik itu tidak hanya bisa berceramah akan tetapi bagaimana bisa ditiru dan baik perilakunya. Ustadz Holili, M.Pd kalau mengajari itu kata-katanya ringan dan dapat dipahami, artinya penyampaian mudah diterima. Beliau termasuk lembut dan dapat menyesuaikan kondisi keimaman muallaf.

Maksudnya dengan nasihat-nasihat yang beliau sampaikan saya merasa tidak ada ucapan atau perkataan yang terkesan memaksakan kehendak dan harus diikuti. Beliau selalu bertahap dalam menjelaskan. Dan beliau patut dicontoh karena kepribadiannya yang sesuai dengan yang dikatakan saat pengajian.

Alhamdulillah apa yang saya punya lebih saya ingin berbagi dalam bentuk apapun karena saya sungguh merasakan faedahnya sedekah. dulu masih awal awal meskipun datang ke masjid saya sering pakai celana pendek, tapi seiring waktu dengan pengetahuan yang didaptkan dan kesadaran diri yang pastinya

108 Observasi, Jember 06 Februari 2023.

109 Dokumentasi, Jember 06 Februari 2023.

bukan karen disuruh minimal saya sudah menutup aurat pakai celana panjang, pakai songkok kalau ada acara, tapi kalau sarungan saya belum bisa caranya pakai.110

Pernyataan yang sama disampaikan oleh Teguh Kartiasa, muallaf, Ia menyatakan sebagai berikut:

Sebelumnya ada ustadz dari Bondowoso yang biasa memberikan pengajian di masjid, akan tetapi karena terlalu jauh perlahan mencari pengganti yang cocok bagi muallaf. Ustadz Holili, M.Pd sebagai pendidik beliau selalu membawa kitab dalam pembelajaran, artinya punya pedoman kan mbak, saat prosesnya beliau menjelaskan bertahap dan biasanya ada pertanyaan yang muncul dari peserta. Sebelum ditutup beliau biasanya mengetest kita dengan pertanyaan sekaligus menguatkan supaya tidak lupa.

Setelah ditutup biasanya ngobrol santai dan banyak pertanyaan yang muncul dari muallaf. Saya kerjanya di proyek besar dan itu biasanya saya minum bir, tapi saya sadar ketika bir itu tidak ada saya bingung, kemudian saya mendapat hidayah untuk suruh bergabung di masjid cheng hoo ini, kemudian dijadikan pengurus juga, alhamdulillah sekarang sudah tidak konsumsi yang haram- haram.111

Berikutnya pernyataan yang disampaikan oleh Hj. Titin, Muallaf.

Beliau menyampaikan sebagai berikut:

Sebenarnya kajian itu tidak hanya diperuntukkan untuk kita yang muallaf, seiring bergulirnya waktu pengajian itu untuk semua atau umum, siapapun boleh ikut supaya kami juga banyak saudara muslim, ustadz Holili, M.Pd sebagai pendidik beliau dapat ditiru atau dapat dijadikan guru spiritual kami para muallaf, karena beliau mengajar dengan jelas, yaitu ada kitab pedomannya, penyampaian mudah dipahami, dan nasihat-nasihat beliau perlahan kami amalkan karena kami Islam bukan sejak lahir, karenanya kami banyak belajar. Alhamdulillah diberi kemampuan untuk melaksanakan ibadah Haji tahun 2020 lalu.112

Untuk memperkuat data peneliti juga mengumpulkan dokumen berupa daftar hadir dan rangkaian kegiatan keagamaan masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember, sebagaimana berikut:

110 Gunawan Wibisono, Wawancara, Jember 10 Februari 2023.

111 Teguh Kartiasa, Wawancara, Jember 18 Februai 2023.

112 Titin, Wawancara, Jember 06 Maret 2023.

Gambar 1.4 kegiatan masjid Muhammad Cheng Hoo.113

Gambar 1.5 Daftar hadir kajian rutin.114

Dari beberapa kutipan wawancara tersebut di atas dijelaskan bahwa peran ustadz Holili, M.Pd sebagai pendidik dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember yaitu beliau sebagai pemberi materi melalui kegiatan majelis taklim ataupun di luar kegiatan tersebut. Selanjutnya pendidikan

113 Dokumentasi, Jember 17 Maret 2023.

114 Dokumentasi, Jember 17 Maret 2023.

agama Islam bagi Muallaf melalui kegiatan tersebut mencakup ranah akidah, ranah syariat dan ranah akhlak.

Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa peran ustadz sebagai pendidik dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember yaitu ustadz Holili, M.Pd berperan sebagai pemateri melalui kegiatan majelis taklim rutin setiap hari Selasa malam, selain itu dilakukan di luar kegiatan tersebut. Beliau menggunakan kitab Nasooihul Ibad sebagai rujukan, dalam proses pembelajaran beliau membaca kitab kemudian beliau menjelaskan dan membuka pertanyaan secara langsung tentang materi yang sedang dijelaskan. Selanjutnya meriview materi dan memberikan pertanyaan Melalui kegiatan tersebut pendidikan agama Islam bagi Muallaf mengalami perubahan baik seperti keimanan meningkat, gemar bersedekah, menutup aurat, sudah tidak mengkonsumsi babi dan minuman keras.

2. Peran Ustadz sebagai pembimbing dalam menanamkan pendidikan