• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENUTUP

B. Saran

Penelitian ini memiliki saran-saran yang ditujukan kepada:

1. Pemerintah untuk lebih berperan aktif dan bekerjasama memberikan komoditas dan bimbingan kepada para muallaf yang terdapat di kabupaten Jember khususnya.

2. Ustadz untuk memilih sumber rujukan yang lebih relevan dengan kebutuhan muallaf.

3. Muallaf untuk lebih semangat menjalankan perintah agama sehingga dapat menjadi muslim sejati.

129

Bahri, Syaiful Djamarah. 2010. Guru & Anak didik dalam interaksi Edukatif, (Jakarta: PT Rineka Cipta).

Bowers, J.L. and Hatch, P.A.. 2002. The National Model for School Counseling Programs, (ASCA) American School Counselor Association).

Creswell, John W.. 2010. Research Design. (Yogyakarta: Pustaka Belajar).

Daradjat, Zakiyah, dkk.. 1995. Metodik Khusus Pengajaran Ajaran Islam, (Jakarta: Bumi Aksara).

Darajat, Zakiyah. 1995. Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Sekolah (Jakarta:

Ruhama).

Darajat, Zakiyah. 2003. Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta: Bulan Bintang).

Daud, Muhammad Ali. 2018 Pendidikan Agama Islam, (Depok: Rajawali).

Departemen Agama RI. 2009. Al Qur’an dan Terjemhannya. (Bandung:

Diponegoro).

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka).

Iqbal, Zamir. Mirakho, Abbas. An Introduction to Islamic Finance, (Singapore:

Wiley & Sons).

Kuntowijoyo. 2007. Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika.

(Yogyakarta: Tiara Wacana).

Latipah, Eva. 2021. Psikologi Pendidikan. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar).

Lexy J. Moloeng. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. (Surabaya: Greisinda Press).

Lubis, Ramadan. 2019. Psikologi Agama. (Medan: Perdana).

Marno dan Idris, M.. 2008 Strategi dan Metode Pengajaran, (Jogjakarta: Ar-ruzz Media).

Moleong, Lexy J. 2010. Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya).

Mudzakkir, Jusuf. 2008. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta, Kencana).

Muhtadi, Ahmad Ansor. 2006. Strategi dan Perkembangan Agama Islam, DINAMIKA, Vol 7, No 1, (STAIN Tulungagung)

Mujtahid. 2009. Pengembangan Profesi Guru. (Malang: UIN-MALIKI Press).

Mulyana, Rahasia Menjadi Guru Hebat, (Jakarta: Grasindo), 36.

N.A.M, Tan. F.M, Sham. 2009. Keperluan memahami psikologi saudara muslim, (Jurnal Hadhari Bil.2).

Narbuko, Cholid dan Achmadi, Abu. 2003. Metodologi Penelitian (Jakarta: Bumi Aksara).

Nilsen, Trude., Gustafsson, Jan Eric. 2016. Teacher Quality (Intructional Quality andStudent Outcomes), (Switzerland: Springer).

Nurdin, Muhammad. 2004. Kiat Menjadi Guru Profesional (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media).

Pullias, Earl V,. Young, James D,. 1967. A Teacher is Many Things. (Green Wich conn: Faweet Publications, Inc., t.t.).

Qardawi, Yusuf. 2002. Hukum Zakat, Terj., (Bogor : Pustaka Litera Antar Nusa).

Rafi, in Atman. 2020. Let Go Of Your Ego and You Will Find God. (Bangalore:

AiR Institute of Realization).

Ramayulis. 2002. Pengantar Psikologi Agama, (Jakarta: Kalam Mulia).

Ramayulis. 2002. Psikologi Agama, (Jakarta: Kalam Mulia).

Sabiq, Sayyid. 2009. Fiqhus Sunnah, Terj. Fiqih Sunnah, (Jakarta : PT. Pena Pundi Aksara).

Saifuddin Anshari, Endang. 2014. Wawasan Islam, Pokok-pokok Pikiran tentang Paradigma dan Sistem Islam (Jakarta: Prenadamedia).

Satori, Djam’an dan Komariah, Aan. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta).

Soekanto, Soerjono. 2017. Sosiologi Suatu Pengantar. (Jakarta:Rawali Press).

Stark, Rodney. Glock, Charle. 1968. American Piety: The Nature of Religious Commitment. (London: University of California Press).

Stark, Rodney. Glock, Charle. 1968. American Piety: The Nature of Religious Commitment. (London: University of California Press).

Sudirman. 2012. Pilar-pilar Islam: Menuju Kesempurnaan Sumber Daya Muslim (Malang: UIN MALIKI PRESS).

Sudiyono, M.. 2009. Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta: Rineka Cipta).

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D (Bandung:

Alfabeta).

Sugiyono. 2021. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.

(Bandung:Alfabeta).

Sukardjo. Komarudin, Ukim. 2015. Landasan Pendidikan, Konsep dan Aplikasinya. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada).

Sukarno. 2012. Metodologi Pendidikan Agama Islam (Surabaya: Elkaf).

Suparlan. 2005. Menjadi Guru Efektif, (Yogyakarta: Hikayat Publishing).

Surawan. Mazrur. 2020. Psikologi Perkembangan Agama. (Yogyakarta: K- Media).

Tim Penyusun. 2012. Materi Bimbingan Agama bagi Muslim Pemula (Muallaf).

(Jakarta: KEMENAG RI).

Tim penyusun. 2018. Pedoman Penelisan Karya Ilmiah Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Jember, (Jember: IAIN Jember Press).

Tukiran, dkk. 2014. Model-model Pembelajaran Inovatif dan Efektif (Bandung:

Alfabeta).

UU RI No. 20 Tahun 2003, SISDIKNAS. 2009. (Bandung:Rhusty Publisher).

Warson, Ahmad Munawwir. 1997. Kamus al-Munawwir, (Surabaya: Pustaka Progresif).

Widiasworo, Erwin. 2017. Strategi dan Metode Mengajar siswa di Luar Kelas.

(Yogyakarta: Ar-Ruzz Media).

Zakariya, Yahya, Abi, Muhyiddin bin Sayaraf An-Nawawi. 2009. Arba’in Nawawiyah. (Lebanon: Darul Minhaj).

2. Bagaimana peran ustadz sebagai pembimbing bagi muallaf ? 3. Bagaimana peran ustadz sebagai inspirator bagi muallaf ? B. Muallaf

1. Bagaimana peran ustadz sebagai pendidik bagi muallaf ? 2. Bagaimana peran ustadz sebagai pembimbing bagi muallaf ? 3. Bagaimana peran ustadz sebagai inspirator bagi muallaf ? C. Marbot

1. Bagaimana peran ustadz sebagai pendidik bagi muallaf ? 2. Bagaimana peran ustadz sebagai pembimbing bagi muallaf ? 3. Bagaimana peran ustadz sebagai inspirator bagi muallaf ?

1. Peran ustadz sebagai pendidik bagi muallaf 2. Peran ustadz sebagai pembimbing bagi muallaf 3. Peran ustadz sebagai inspirator bagi muallaf 4. Kegiatan Peran Ustadz

Islam saya lakukan dengan pengajian kitab yang jadwalnya sering berubah-ubah karena menyesuaikan waktu, dan sekarang dilaksanakan setiap selasa malam. Saya menggunakan kitab nasooihul ibad untuk lebih memantapkan akidah para muallaf dan memberikan motivasi untuk menjadi hamba yang baik melalui nasihat-nasihat yang terdapat dalam kitab tersebut karena sebelum saya yang mengajar juga ada yang menggunakan kitab fiqh Bulugul Maroom. Pemikiran muallaf menurut saya masih sebatas yang penting ibadah, belum ibadah itu penting, sehingga saya memberikan nasihat dengan yang ada dalam kitab tersebut supaya lebih mantap akidahnya dulu, selain itu aspek akhlak juga terkandung di dalam kitab. Prosesnya saya lakukan dengan cara saya membaca kemudian saya menjelaskan kepada mereka, sekaligus mempersilahkan untuk langsung bertanya tanpa harus menunggu diakhir kajian. Karena waktu diakhir saya gunakan untuk mereview dan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang telah dijelaskan. Maksudnya pertanyaan tersebut bukan berarti mereka menulis jawaban di buku kemudian saya memberikan penilaian

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai pembimbing bagi muallaf ? Ustadz Holili : Membimbing ini bagi saya lebih dalam maknanya mbak, karena

membimbing tidak hanya mengajarkan ilmu saja, namun punya tanggung jawab menjadikan muallaf manusia yang baik kepada Allah SWT dan baik hubungan kepada sesama manusia. Tidak hanya di dalam kelas istilahnya, bahkan di luar kelaspun. Saya membimbing seperti saudara sendiri perlahan-lahan karena mereka sangat perlu dan merasa awam dengan itu semua. sehingga sebagai pembimbing harus memiliki kesabaran dan keuletan. Karena saya menggunakan kitab yang basisnya tasawuf bukan fiqh, jadi bentuk bimbingannya saya lakukan sperti jalan-jalan yang bermanfaat istilahnya wisata religi, jadi saya ajak mereka sowan ke para kiai, orang alim, pondok pesantren dll, atau kalau ada calon muallaf yang menuntun ikrar sekarang itu saya yang dipasrahi, setelah itu saya arahkan untuk gabung kegiatan-kegiatan.

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai inspirator bagi muallaf ?

mengamalkan ataupun tidak semuanya adalah kehendak dari Allah SWT. Namun saya sebagai yang ditunjuk di masjid Cheng Hoo untuk mewujudkan itu semua saya menginspirasi para muallaf untuk gemar sholat berjamaah di masjid. Hal tersebut memiliki manfaat yang pertama sebagai pemula agar kualitas sholatnya bertambah bagus dengan mengikuti imam. Kedua sebagai penyemangat bagi muallaf dalam menjalankan ajaran Islam, ketiga memperkuat persaudaraan dan keempat sebagai latihan disiplin untuk diri masing-masing.

Nama : Izad Alfandikry

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai pendidik bagi muallaf ?

Izad : Iya Iya mbak benar disini memang ada kajian ustadz Holili, M.Pd, beliau yang termasuk pendidik bagi muallaf. Beliau mengajarkan kitab Nasooihul Ibad, sedangkan saya juga mendengarkan mbak, karena selain kajian tersebut dilakukan di masjid ini, kegiatan tersebut juga dilakukan dengan live streaming instagram akun masjid yang bertujuan untuk memberikan pemahaman secara umum dan bagi yang berhalanagn hadir bisa mengakses link tersebut. Saya yang bertugas mempersiapkan publikasi tersebut.

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai pembimbing bagi muallaf ? Izad : Yang saya amati kalau bimbingan yang beliau lakukan kepada

muallaf adalah lebih kearah mengayomi supaya mereka tetap kuat iman dan Islam. Lebih cenderung di luar kajian, contohnya ada wisata religi, dimana beliau mengajak siapapun untuk sowan istilahnya ke para kiai, mengenalkan budaya pesantren kepada muallaf, tata-cara bertamu dan bersosial. Karena kalau kajian kan bukan banyak prakteknya juga, kalau sebelumnya itu ada ustadnya yang membahas tentang ibadah dan caranya.

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai inspirator bagi muallaf ?

Izad : Saya pribadi yang ada di masjid menyaksikan bagaimana beliau sering datang ke masjid walaupun bukan jadwal kajian dan hanya untuk sholat berjamaah. Hal tersebut memotivasi diri saya pribadi.

Selain itu beliau sebagai inspirator saya yang keilmuannya begitu luas apalagi tentang sejarah yang biasanya disebutkan dengan secara rinci seperti nasab atau sanad keilmuan.

pertanyaan yang masuk dari muallaf, karena merasa sudah bebas bertanya dan waktunya juga luwes. Sehingga yang biasa saya amati dapat memberikan masuka-masukan spiritual kepada muallaf.

Maksudnya menambah keimanan mereka

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai pembimbing bagi muallaf ? Arifandi : Bimbingan yang beliau lakukan itu biasanya condong kepada rasa

kebersamaan yang saling mengayomi, artinya tidak membedakan mana muallaf dan yang tidak, semua saling belajar bersama, seperti itu yang biasa beliau ucapkan. Dan biasanya kalau bimbingan tidak hanya di masjid saja, beliau juga mengajak para muallaf dalam wisata religi, artinya berkunjung ke para tokoh dan lembaga pendidikan seperti pesantren dalm rangka penguatan tauhid dan silaturrahmi.

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai inspirator bagi muallaf ?

Arifandi : Saya pribadi terinspirasi dari beliau dengan keilmuan tentang sejarah pada khususnya. Karena jika bicara tentang sejarah beliau sampaikan dengan runtut dan terperinci. Hal yang luar biasa karena kita dapat memahami penyampaian secara detail tentang suatu hal.

Selain itu beliau adalah orang yang bersemangat dan istiqomah, misalnya dalam kajian rutin meskipun yang datang kajian sedikit beliau tetap memulai dan menjelaskan.

Nama : Hong Jai

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai pendidik bagi muallaf ?

Hong Jai : Saya sering terlambat kalau kajian ustadz Holili, M.Pd, akan tetapi saya tetap mengikuti dan mendengarkan dan menyempatkan bertanya kalau setelah kajian, karena waktunya sudah santai. Bagi saya beliau sebagai pendidik enak diikuti. Karena materinya ringan dan nasihat-nasihat untuk tambah keimanan. Saya sebagai muallaf memang butuh nasihat-nasihat agama, karena merasa awam. Jadi bagi saya kalau butuh ceramah agama atau persoalan tentang hukum-hukum saya larinya ke ustadz Holili, M.Pd.

kesabaran beliau saya lebih terbuka. Karena sebagai muallaf banyak yang saya tidak paham dan mengerti, sehingga saya perlu bertanya biasanya tentang tata-cara. Kalau doanya bisa sedikit- sedikit hafalan. Yang lebih suka juga saat berkunjung ke pondok pesantren dan kyai-kyai. Saya merasa bahwa persaudaraan lebih terkesan. Dari kegiatan itu saya merasa bahwa Islam ternyata agama yang sopan atau tidak pandang bulu kepada siapapun dan menghormati siapapun. Setidaknya saya merasa juga kesopanan itu penting untuk bersosial.

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai inspirator bagi muallaf ?

Hong Jai : Beliau orang yang istiqomah, misalnya dalam kajian rutin meskipun siapapun dan berapapun yang datang tetap beliau lanjutkan. Selain itu kalau mengaji beliau itu hurufnya tepat menurut saya. Karena yang saya dengarkan tidak seperti biasanya orang mengaji pada umumnya. Saya terinspirasi dari keistiqomahannya beliau, sehingga hal itu menambah saya yakin bahwa terlihat nikmat dan tenang orang yang dekat dengan Allah SWT.

Nama : Edy Darmawan

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai pendidik bagi muallaf ?

Edy : Sebagai pengurus kami banyak dan perlu belajar tentang Islam.

Oleh karena itu Ustadz atau guru juga perlu diperhatikan latar belakangnya. Ustadz Holili, M.Pd termasuk pengurus Nahdlatul Ulama, oleh karenanya kami harapkan beliau sebagai pendidik akidah muallaf supaya keyakinan muallaf sesuai dengan mayoritas, karena kamijuga hawatir salah guru. Dalam pendidikan beliau biasanya ceramah kemudian ada tanya jawab seoutar materi saat pembelajaran berlangsung. Akan tetapi jika selesai pengajian pertanyaan-pertanyaan itu bersifat bebas dan luwes, artinya di luar materi dapat kita ajukian pertanyaan. Dan saya termasuk menyukai model yang seperti itu karena tidak membosankan

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai pembimbing bagi muallaf ? Edy : Sebelumnya perlu disampaikan bahwa beliau merupakan penerus

sebagai pembimbing bagi kami muallaf. Sebelumnya memang ada, namunm karena jarak tidak dapat dilanjutkan. Kalau ustadz holili,

santun yang bagus, termasuk ada istilah mencari keberkahan kepada orang alim. Berkahnya memang tidak terlihat secara kasat mata, tapi dihati merasa mantap, dan secara tidak langsung saya juga dikenal, karena kebutulan punya usaha pabrik beras alhamdulillah rejeki lancar karena banyak kenalan juga. Kami bersama teman-teman PITI juga mengadakan berbagai kegiatan sosial di masjid seperti tiap bulan puasa bagi-bagi takjil, santunan anak yatim biasanya muharram, dan setiap jumat ada nasi bungkus untuk jamaah.

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai inspirator bagi muallaf ?

Edy : Bagi saya beliau sangat menginspirasi terutama dalam hal keilmuan dan keistiqomahan ibadah. Beberapa tahun yang sudah dilakukan dimasjid Cheng Hoo ini termasuk beliau yang sanggup dan tetap setia berada di sini, walaupun di masjid uangnya sedikit semoga barokahnya banyak. Beliau tetap ngopeni kami para muallaf. Oleh karena itu saya dapat ambil hikmah dari itu semua bahwa istiqomah dan lebih rajin ibadah kepada Allah SWT.

Ternyata dalam agama Islam terdapat nikmat yang dirasakan hati meskipun istilahnya bukan membeli barang ataupun apa saja dengan uang yang dimiliki. Jadi dengan adanya beliau banyak kegiatan yang dipelopori beliau seperti belajar mengaji anak-anak.

Nama : Gunawan Wibisono

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai pendidik bagi muallaf ?

Gunawan : Yang saya tau tentang pendidik itu tidak hanya bisa berceramah akan tetapi bagaimana bisa ditiru dan baik perilakunya. Ustadz Holili, M.Pd kalau mengajari itu kata-katanya ringan dan dapat dipahami, artinya penyampaian mudah diterima. Beliau termasuk lembut dan dapat menyesuaikan kondisi keimaman muallaf.

Maksudnya dengan nasihat-nasihat yang beliau sampaikan saya merasa tidak ada ucapan atau perkataan yang terkesan memaksakan kehendak dan harus diikuti. Beliau selalu bertahap dalam menjelaskan. Dan beliau patut dicintoh karena kepribadiannya yang sesuai dengan yang dikatakan saat pengajian.

beliau tidak segan-segan jika kami merasa menurun keimanannya, bentuk bimbingan beliau sering mengingatkan dalam kebaikan baik secara lisan maupun tulisan yang biasanya dishare melalui whatsapp. Dengan seperti saya pribadi merasa diperhatikan, merasa dibimbing oleh beliau. Beliau termasuk kreatif dalam membimbing kami, tidak hanya memberi ceramah tapi kreatifitas dakwah beliau sering dikemas dengan hal-hal yang tidak membosankan, seperti safari dakwah, tanya jawab langsung, dan beliau tidak membedakan antara muallaf apalagi keturunan cina dengan muslim yang sejak lahir.

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai inspirator bagi muallaf ?

Gunawan : Alhamdulillah beliau termasuk istiqomah dalam membimbing kami khususnya yang termasuk muallaf. Dalam membimbing beliau tidak segan-segan jika kami merasa menurun keimanannya, bentuk bimbingan beliau sering mengingatkan dalam kebaikan baik secara lisan maupun tulisan yang biasanya dishare melalui whatsapp. Dengan seperti itu saya pribadi merasa diperhatikan, merasa dibimbing oleh beliau. Beliau termasuk kreatif dalam membimbing kami, sering dikemas dengan hal-hal yang tidak membosankan, seperti wisata religi, dan beliau tidak membedakan antara muallaf apalagi keturunan cina dengan muslim yang sejak lahir. Yang pastinya saya merasa bahwa adanya kegiatan wisata religi itu menemukan sopan santun atau adab itu perlu untuk hidup dengan masyarakat, selain itu mengajarkan saya lebih peduli terhadap orang lain apalagi yang membutuhkan seperti khitanan massal setahun sekali biasanya kerjasama dengan pihak luar.

Nama : Teguh Kartiasa

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai pendidik bagi muallaf?

Teguh : Sebelumnya ada ustadz dari Bondowoso yang biasa memberikan pengajian di masjid, akan tetapi karena terlalu jauh perlahan mencari pengganti yang cocok bagi muallaf. Ustadz Holili, M.Pd sebagai pendidik beliau selalu membawa kitab dalam pembelajaran, artinya punya pedoman kan mbak, saat prosesnya beliau menjelaskan bertahap dan biasanya ada pertanyaan yang muncul dari peserta. Sebelum ditutup beliau biasanya mengetest kita dengan pertanyaan sekaligus menguatkan supaya tidak lupa.

dengan cara-cara seperti wisata religi. Itu biasanya teman-teman muallaf lebih menyukainya. Dan itu untuk umum beliau tidak membeda-bedakan. Selain itu beliau yang mengikrarkan orang yang hendak masuk Islam. Biasanya orang yang mau masuk Islam datang ke sekretariat masjid kemudian mengisi biodata diri dan diatur jadwal dan petugas yang menuntun ikra adalah ustadz Holili, M.Pd. kemudian muallaf baru dihimpun sehingga dapat bergabung dan mendapatkan pendidikan dan bimbingan tentang Islam.

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai inspirator bagi muallaf ?

Teguh : Alhamdulillah Dari beberapa ustadz yang pernah mengajari dan ngopeni muallaf di masjid Cheng Hoo, beliau termasuk yang paling lama hingga sekarang. Mungkin karena jarak dekat, beliau juga istiqomah, tapi disisi lain beliau termasuk orang yang sabar dan ikhlas beramal di sini, selain itu beliau jika ceramah sering memberikan semangat dalam ibadah, berkat semangat dan motivasi yang beliau sering berikan kami bertambah yakin bahwa ketidakpahaman kami kepada agama Islam dapat perlahan kami selesaikan asalkan gurunya jelas dan tidak menyimpang terlebih guru akidah untuk iman kita, sebagaimana yang beliau katakan.

Diantara yang menginspirasi dari beliau adalah kegiatan sholat subuh berjamaah walaupun tidak setiap hari, yang awalnya dari kalangan pesantren dan akhirnya anggota muallaf juga mengikuti.

Nama : Hj. Titin

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai pendidik bagi muallaf ?

Titin : Sebenarnya kajian itu tidak hanya diperuntukkan untuk kita yang muallaf, seiring bergulirnya waktu pengajian itu untuk semua atau umum, siapapun boleh ikut supaya kami juga banyak saudara muslim, ustadz Holili, M.Pd sebagai pendidik beliau dapat ditiru atau dapat dijadikan guru spiritual kami para muallaf, karena beliau mengajar dengan jelas, yaitu ada kitab pedomannya, penyampaian mudah dipahami, dan nasihat-nasihat beliau perlahan kami amalkan karena kami Islam bukan sejak lahir, karenanya kami banyak belajar.

selalu membuat cara bagaimana para muallaf hususnya dapat aktif dan istiqomah datang ke masjid, selama ini ada beberapa muallaf yang apabila ada kegiatan malah malu atau mereka sembunyi di balik panggung. Padahal ustadz Holili, M.Pd tidak pernah membedakan bahkan yang diharapkan adalah muallaf. Bimbingan beliau sering dikemas dengan hal-hal yang kreatif seperti wisata religi. Bagi saya itu pendidikan untuk lebih mengenal lingkungan sekitar. Dan pengurus akhirnya berbagi dengan melalui kegiatan- kegiatan untuk masyarakat seperti bagi takjil puasa, tiap jumatan ada nasinya. Dan biasanya juga ini program kami ada paket atau bingkisan untuk orang yang baru muallaf, katakan kenang- kenangan lah supaya betah juga dan merasa diperhatikan.

Peneliti : Bagaimana peran Ustadz sebagai inspirator bagi muallaf ?

Titin : Selain pengajar beliau juga termasuk ustadz yang inspiratif bagi saya khususnya, beliau tidak pernah mengucapkan dan menunjukkan sikap arogansi atau sombong kepada para muallaf.

Karena pada dasarnya yang dilihat Tuhan adalah ibadahnya. Selain itu beliau juga mengajar cara mengaji yang benar, sehingga saat ini ada anggota muslimat yang belajar mengaji setiap minggu siang dan beliau carikan ustadzah yang mahir di bidangnya.

Wawancara dengan Ustadz Holili, M.Pd Wawancara dengan Marbot masjid

Wawancara dengan Muallaf Wawancara dengan Muallaf