i
Diajukan untuk memenuhi persyaratan Memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd)
Oleh :
Novinda Roudhotul Jannah NIM. 0849319076
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER
JUNI 2023
iv
Agama Islam bagi Muallaf di Masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember. Pembimbing I: Dr. H. Abd. Muhith, S.Ag, M.Pd.I. Pembimbing II:
Dr. Lailatul Usriyah, M.Pd.I.
Kata Kunci: Peran Ustadz, Pendidikan Agama Islam, Muallaf.
Dalam kehidupan sehari-hari, kata Muallaf menunjuk pada orang yang ke- Islamannya tidak sejak lahir. Artinya seseorang dikatakan Muallaf jika awalnya dia beragama tertentu kemudian memutuskan untuk masuk Islam. Maka menanamkan pendidikan agama Islam merupakan dakwah tauhid untuk memperkuat iman para Muallaf. Sebagaimana para muallaf yang terdapat di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember. Peranan seorang guru menjadi hal penting untuk menjaga akidah para muallaf agar mampu mengembangkan diri sebagai pribadi yang berkarakter kuat atas keyakinannya. Karena guru memiliki kesatuan peran dan fungsi yang tidak terpisahkan, antara kemampuan mendidik, membimbing, dan memberikan inspirasi.
Penelitian ini memiliki fokus yaitu 1) Bagaimana peran Ustadz sebagai pendidik dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember?, 2) Bagaimana peran Ustadz sebagai pembimbing dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember?, 3) Bagaimana peran Ustadz sebagai inspirator dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember?. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran Ustadz sebagai pendidik, sebagai pembimbing dan sebagai inspirator dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember, yang telah difokuskan dalam
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini meliputi Ustadz, Muallaf dan Marbot. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasif pasif, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan model interaktif yang berpedoman pada Miles Huberman dan Johny Saldana yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Adapun keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, tekhnik dan uji konfirmabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember. Pertama, sebagai pendidik beliau sebagai pemateri kegiatan rutin kitab Nasooihul Ibad. Kedua, sebagai pembimbing berperan sebagai pembimbing wisata religi dan pengikrar muallaf. Ketiga, sebagai inspirator beliau berperan sebagai pelopor gerakan subuh berjamaah dan pengajar Al Qur’an.
v
Keywords: The Role of Ustadz, Islamic Education, Muallaf.
In everyday life, the word muallaf refers to people who, from birth, are not Muslims. A person is said to be a muallaf if he initially believes in a particular religion and then decides to convert to Islam. So instilling Islamic education is tawhid da'wah to strengthen the faith of muallaf, like the muallafs found in the Muhammad Cheng Hoo mosque, Jember Regency. The role of a teacher is vital to maintain the creed of muallafs to develop themselves as individuals with strong character in their beliefs. Because teachers have an inseparable unity of roles and functions between the ability to educate, guide, and inspire.
This research aimed to analyze the role of Ustadz in instilling Islamic education for muallaf at Muhammad Cheng Hoo Mosque, Jember Regency. What had been focused on the focus of the research, 1) How is the role of Ustadz as an educator in instilling Islamic education for muallaf at the Muhammad Cheng Hoo mosque, Jember Regency? 2) How is the role of Ustadz as an advisor in instilling Islamic education for muallaf at the Muhammad Cheng Hoo mosque, Jember? 3) How is the role of Ustadz as an inspirer in instilling Islamic education for muallaf at the Muhammad Cheng Hoo mosque, Jember?
This research used a descriptive qualitative with the type of case study. The subjects of this research include Ustadz, muallaf, and mosque guard—information assortment strategies utilizing aloof participatory perception, semi-organized meetings and documentation. An interactive model based on Miles Huberman and Johny Saldana was used for the qualitative descriptive analysis of the data, which included data condensation, data presentation, and conclusion. Triangulation of techniques and sources ensures the data's validity.
The results showed that the role of Ustadz in instilling Islamic education for muallaf at Muhammad Cheng Hoo Mosque Jember. First, as an educator, he routine activities of the book Nasooihul Ibad with a combination lecture method of question and answer. The second is as an advisor to religious tours and as an advisor to pledge muallaf. As an inspirer, the third is a vanguard congregational fajr prayers activity and educator study of the Qur'an.
vi
،ةضور ادنفون ،ةنج 0202
. .برجم وه جنيج دممح دجسم في فلؤملل ةيملاسلإا ةيبترلا سرغ في ذاتسلأا رود
لا حمأ جاح يهايك ةعماج .ةيملاسلإا ةيبترلا مسقب ايلعلا تاساردلا جمانرب .يملعلا ثحب قيدص د
( :فارشلاا تتح .برجم ةيموكلحا ةيملاسلاا 1
(و ،يرتسجالما طيلمحا دبع جالحا روتكدلا ) 0
)
.يرتسجالما ةيرسلأا ةليل ةروتكدلا
:ةيسيئرلا تاملكلا ذاتسلأا رود
لاو ، ةيملاسلإا ةيبتر لما ،
ففلؤ .
نكي لم يذلا صخشلا ىلع لدي "فلؤلما " حلطصم ناك ،ةيمويلا ةايلحا في نإ .هتدلاو ذنم اًملسم
نيد في لوخدلل هسفن ررق ثم ةنيعم ةنايدب قنتعا هتايح ةيادب في ناك اذإ ملاسلإل اقنتعم اًصخش وأ افلؤم برتعُيو لالحا وه امك .ملاسلإاب نايملإا ةيوقتل ديحوتلا لىإ ةوعدلا وه ةيملاسلإا ةيبترلا سرغ نإف ،كلذلو .ملاسلإا ه جنيج دممح دجسم في ينفلؤلماب ريوطت نم اونكمتيل ينفلؤلما ةديقع ىلع ةظفالمحا في مهم رود هل ملعلماو .برجم و
ميلعتلا ىلع ةردقلا نيعي ،ةلماكتم ةفيظوو رود هيدل ملعلما نلأو .ةيوق ةديقع تاذ ةيوق تايصخشك مهسفنأ مالهلإاو داشرلإاو .
( :وه ثحبلا اذه رومح 1
يبترلا سرغ في املعم هتفصب ذاتسلأا رود فيك ) في فلؤملل ةيملاسلإا ة
(و ؟برجم وه جنيج دممح دجسم 0
في فلؤملل ةيملاسلإا ةيبترلا سرغ في افرشم هتفصب ذاتسلأا رود فيك )
(و ؟برجم وه جنيج دممح دجسم 2
في فلؤملل ةيملاسلإا ةيبترلا سرغ في امهلم هتفصب ذاتسلأا رود فيك )
ود فيك لىإ ثحبلا اذه فدبهو ؟برجم وه جنيج دممح دجسم سرغ في امهلم و افرشمو املعم هتفصب ذاتسلأا ر
برجم وه جنيج دممح دجسم في فلؤملل ةيملاسلإا ةيبترلا .
نم ثحبلا تانيع لمتشيو .ةلالحا ةسارد عم ةيفيكلا ثحبلا ةقيرط ثحبلا اذه في ةثحابلا تمدختسا
شلما ةظحلالما نم تانايبلا عجم ةقيرط نمضتتو .دجسلما سراحو فلؤلماو ذاتسلأا ،ةلكيهلما هبش ةلباقلماو ،ةكرا
،"انادلاس نيوجو نامربوه زليام" ـل ةقيرطلا مادختساب يفيكلا يفصولا ليلحتلا للاخ نم تانايبلا ليلتح .قيثوتلاو رداصم ةثلاث مادختساب تانايبلا ةحص نم ققحتلا تمو .جاتنتسلااو ،تانايبلا ضرعو ،تانايبلا ضيفتخ يهو لا ةيلباقو ةيتبثت تاينقتو ديكأت
.
في فلؤملل ةيملاسلإا ةيبترلا سرغ في املعم هتفصب ذاتسلأا رود نأ يهف ةثحابلا اهيلع تلصح تيلا جئاتنلا امأ ( وه برجم جنيج دممح دجسم 1
ردلا في املعم نوكي املعم ذاتسلأا رود ،) دابعلا حءاصن باتكب ةمظتنلما ةسا
عم
(و . باولجاو لاؤسلا و ةرضالمحا ةقيرط ينب عملجا 0
) افرشم ذاتسلأا رود ، ب
نارود نانثإ ،
ي نوك ةلحر في افرشم
(و .فلؤلما دهشتلا في انقلمو ةوعدلا 2
املعم و ةعاجم حبصلا ةلاص في ةمدقم نوكي امهلم ذاتسلأا رود ، )
.نآرقلا
ix
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
ABSTRAK ... iv
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL... xi
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Konteks Penelitian ... 1
B. Fokus Penelitian ... 7
C. Tujuan Penelitian ... 8
D. Manfaat Penelitian ... 8
E. Definisi Istilah ... 9
F. Sistematika Penulisan... 10
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 12
A. Penelitian Terdahulu ... 12
B. Kajian Teori ... 31
1. Pengertian Guru ... 31
2. Pendidikan Agama Islam ... 52
x
BAB III METODE PENELITIAN ... 78
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 78
B. Lokasi Penelitian ... 79
C. Kehadiran Peneliti ... 79
D. Subyek Penelitian ... 80
E. Sumber Data ... 80
F. Teknik Pengumpulan Data ... 81
G. Analisis Data... 84
H. Keabsahan Data ... 86
I. Tahap-tahap Penelitian ... 87
BAB IV PAPARAN DAN ANALISIS DATA ... 89
A. Paparan Penelitian ... 89
B. Temuan Penelitian ... 98
BAB V PEMBAHASAN ... 115
A. Peran Ustadz sebagai Pendidik bagi Muallaf di Masjid Muhammad Cheng Hoo ... 115
B. Peran Ustadz sebagai Pembimbing bagi Muallaf di Masjid Muhammad Cheng Hoo... 119
C. Peran Ustadz sebagai Inspirator bagi Muallaf di Masjid Muhammad Cheng Hoo ... 123
xi LAMPIRAN-LAMPIRAN
xii
NO Uraian Halaman
1.1 Orisinalitas Penelitian... 21 1.2 Temuan Penelitian... 114
xiii
1.2 Susunan Pengurus Takmir... 93
1.3 Pengajian Rutin live streaming instagram... 95
1.4 Rangkaian Kegiatan Masjid... 97
1.5 Daftar Hadir... 97
1.6 Wisata Religi di Kediaman Kyai Hamid Hasbullah... 100
1.7 Berbagi Takjil Gratis... 101
1.8 Khitan Massal... 102
1.9 Prosesi Ikrar Muallaf... 103
1.10 Penyerahan Bingkisan Muallaf... 104
1.11 Wisata Religi di Kediaman Kyai Sadid Jauhari... 105
1.12 Piagam Muallaf... 105
1.13 Pembelajaran Al Qur’an... 109
1.14 Kunjungan Mahasiswa UNEJ... 110
1.15 Sarapan setelah Subuh Berjamaah... 111
1.16 Pembelajaran Al Qur’an Muslimat... 112
1.17 Khotmil Qur’an... 112
1.18 Pembagian Juz Al Qur’an... 113
xiv Lampiran 1 Pernyataan Keaslian
Lampiran 2 Surat Permohonan Izin Penelitian Lampiran 3 Surat Keterangan Selesai Penelitian Lampiran 4 Pedoman Wawancara
Lampiran 5 Pedoman Observasi Lampiran 6 Jurnal Kegiatan Penelitian Lampiran 7 Transkip Interview
Lampiran 8 Surat Keterangan Plagiasi Lampiran 9 Foto Kegiatan Wawancara Lampiran 10 Biodata
1
Islam adalah agama Allah SWT yang diperintahkan untuk mengajarkan isi pokok dan peraturan-peraturannya kepada Nabi Muhammad SAW dan menugaskan untuk menyampaikan ajaran agama tersebut kepada manusia dan mengajak untuk memeluknya.1 Nilai-nilai ke-Islaman semakin memudar dipicu oleh gaya kehidupan zaman yang semakin berkembang sehingga diperlukan kekuatan untuk merekonstruksi kembali menjadi suatu komitmen bersama, bahwa nilai-nilai ini tidak begitu saja dapat tumbuh dalam diri tanpa suatu tekad yang kuat untuk ditata dan dilihat kembali agar menjadi cerminan ditengah kemajemukan terutama keberagaman agama, dari keberagaman agama di dunia ini menghasilkan suatu fenomena yang unik yaitu konversi agama atau perpindahan pemeluk agama. Max Heirich sebagaimana yang dikutip oleh Ramayulis mengatakan bahwa konversi agama adalah suatu tindakan dimana seseorang masuk atau berpindah ke suatu sistem kepercayaan atau perilaku yang berlawanan dengan kepercayaan sebelumnya.2
Dalam konteks kehidupan sehari-hari di masyarakat, kata muallaf menunjuk pada orang yang ke-Islamannya tidak sejak lahir. Artinya seseorang dikatakan muallaf jika awalnya dia beragama tertentu kemudian
1 Endang Saifuddin Anshari, Wawasan Islam, Pokok-pokok Pikiran tentang Paradigma dan Sistem
Islam, (Jakarta: Prenadamedia, 2014), 40.
2 Ramayulis, Psikologi Agama, (Jakarta: Kalam Mulia, 2016), 67.
memutuskan untuk masuk Islam. Oleh karena itu tidak jarang kita melihat bahwa banyak orang-orang yang sudah bertahun-tahun menyatakan diri memeluk agama Islam tetapi masih tetap dikatakan Muallaf.
Dasar filosofis tentang fenomena perpindahan agama dari agama yang satu ke agama yang lain bukanlah hal yang baru namun di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa konversi agama telah terjadi sejak zaman Nabi Ibrahim A.S, sebagaimana Firman Allah dalam QS. Al-An’am: 76-78:
Artinya: Ketika malam telah gelap, Dia melihat sebuah bintang (lalu) Dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam Dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam, Kemudian tatkala Dia melihat bulan terbit Dia berkata: "Inilah Tuhanku". tetapi setelah bulan itu terbenam, Dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaKu, pastilah aku Termasuk orang yang sesat, Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, Dia berkata:
"Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, Dia berkata: "Hai kaumku, Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.3
Berdasarkan ayat tersebut di atas merupakan sebuah gambaran bagaimana proses pencarian tauhid yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim A.S melalui tahapan-tahapan yang kemudian diberikan petunjuk oleh Allah SWT.
Proses konversi menurut Carrier, melalui tahapan-tahapan berikut:
pertama, terjadinya disintegrasi sintesis kognitif dan motivasi sebagai akibat
3 Departemen Agama RI, Al Qur’an dan Terjemhannya, (Bandung: Diponegoro, 2009), 76.
baru yang berlawanan dengan struktur lama. Ketiga, tumbuh sikap menerima konsepsi agama baru serta peranan yang dituntut oleh ajarannya. Empat, timbul kesadaran bahwa keadaan yang baru itu merupakan panggilan suci petunjuk Tuhan.4
Menanamkan pendidikan agama Islam merupakan dakwah tauhid sebagai misi kerasulan yang mesti dilanjutkan untuk memperkuat iman para Muallaf. Oleh karena itu, perlu dijaga akidah para Muallaf agar mampu mengembangkan ketajaman intelektual dan integritas diri sebagai pribadi yang memiliki karakter kuat atas keyakinannya.
Mengingat bahwa pemberian pendidikan sangat penting maka kedudukan pendidikan disini sejalan dengan yang termaktub dalam UU No.
20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 1, yaitu:
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif membangun potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”5
Hal itu menjadi tugas dan kewajiban berbagai pihak khususnya aktivis agama untuk bersemangat membantu dan memberikan bimbingan keagamaan sesuai dengan peraturan menteri agama republik Indonesia (PMA) nomor 13
4 J.L. Bowers and P.A. Hatch, The National Model for School Counseling Programs, (ASCA) American School Counselor Association, 2002), 265.
5 Undang-undang SISDIKNAS Tahun 2003.
tahun 2014 tentang pendidikan keagamaan Islam, pasal 1 ayat 1 yang berbunyi:
“Pendidikan keagamaan Islam adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama Islam dan/atau menjadi ahli ilmu agama Islam dan mengamalkan ajaran agama Islam.”6
Oleh karena itu jika pendidikan ditinjau dalam sudut pandang sosiologis maka pendidikan merupakan pewarisan kebudayaan yang bertujuan agar masyarakat memiliki nilai-nilai yang dapat menjaga kehidupan sosial tetap berlanjut sesuai dengan menjunjung tinggi norma yang ada.7
Sebutan guru memiliki beberapa istilah, seperti “Ustadz”, ”muallim”,
“muaddib”, dan “murabbi”. Beberapa istilah untuk sebutan “ guru” yaitu Istilah mu’allim lebih menekankan guru sebagai pengajar dan penyampai pengetahuan (knowledge) dan ilmu (science); istilah muaddib lebih menekankan guru sebagai pembina moralitas dan akhlak peserta didik dengan keteladanan; sedangkan istilah murabbi lebih menekankan pengembangan dan pemeliharaan baik aspek jasmaniah maupun ruhaniah. Sedangkan istilah yang umum dipakai dan memiliki cakupan makna yang luas dan netral adalah ustad yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai guru.8
Peran guru atau ustadz sebagai pendidik berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan, pengawasan dan pembinaan. Menurut Suparlan, pengertian tugas adalah sesuatu yang wajib dikerjakan atau sesuatu
6 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia, (Nomor 13 Tahun 2014), 2.
7 Amka, Filsafat Pendidikan, (Sidoarjo: Nizamia Learning Center, 2019), 3.
8 Marno dan M. Idris, Strategi, Metode dan Teknik Mengajar, (Jogjakarta: Ar-ruzz Media, 2014), 15.
fungsi masing-masing. Guru memiliki kesatuan peran dan fungsi yang tidak terpisahkan, antara kemampuan mendidik, membimbing, mengajar dan melatih.9
Pandangan psikologis menganggap bahwa siswa adalah individu yang unik dengan beragam latar belakang dan karakteristiknya.10 Begitupun dengan kondisi para muallaf yang memutuskan pindah agama yang kemudian memerlukan bantuan dan bimbingan. Oleh karenanya peran guru menjadi sangat penting dalam memberikan pendidikan dan bimbingan untuk menuntun dan mengarahkan.
Berdasarkan beberapa konsep tersebut di atas bahwa pergerakan untuk memberikan bimbingan tentang nilai-nilai keislaman pada muallaf sangat tepat dan perlu. Sebab muallaf adalah orang yang masuk ke dalam agama Islam, yang pada awalnya dia beragama lain karena suatu hidayah atau petunjuk atau alasan lain dia memutuskan untuk meyakini Islam dan berpindah keyakinan ke agama Islam.
Jumlah muallaf di Kabupaten Jember yang terwadah di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember dalam organisasi persatuan Islam Tionghoa indonesia (PITI) cukup besar, yaitu mencapai 60 orang. Data ini tidak menunjukkan jumlah real muallaf yang ada di Kota Jember, karena masih banyak muallaf yang belum masuk dalam data tersebut. Terdapat
9 Suparlan, Menjadi Guru Efektif, (Yogyakarta: Hikayat Publishing, 2005), 25.
10 Eva Latipah, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2021), 19.
beberapa alasan mereka memeluk agama Islam diantaranya ketertarikan terhadap lantunan ayat suci Al Qur’an, kesopanan dalam bertutur kata dan berperilaku, kepedulian sosial dan solidaritas yang kuat, termasuk diperbolehkannya menikah lebih dari satu. Hal ini di perkuat dengan pernyataan dari ketua dewan perwakilan daerah (DPD PITI) Jember bahwa jumlah muallaf di Kota Jember mencapai sekitar 200 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah dari etnis Tionghoa. Sebagaimana dalam kutipan wawancara sebagai berikut:
Muallaf yang terdata di masjid Cheng Hoo sekitar 60 orang, sebenarnya di luar itu masih banyak saudara kita, tapi kami masih belum menemukan secara jelas identitas dan domisilinya. Kami bertujuan untuk menampung dan sebagai wadah khususnya dalam membimbing untuk lebih mantap beragama Islam. Motivasi memeluk agama Islam kalau saya pribadi karena kesopanan yang ditampilkan orang Islam. kalau teman-teman yang lain macam-macam alasannya karena lantunan ayat Al Qur’an, kompak, dan biasanya orang yang masuk Islam yang terjadi di masjid ini karena untuk mencari piagam sebagai syarat menikah, oleh karena itu pengurus juga lebih selektif juga dalam menyikapi hal tersebut. karena sebelum-sebelumnya terjadi sudah dapat piagam tiba-tiba menghilang.11
Keberadaan mereka baru terlihat setelah tanggal 13 November 2015 dengan ditandai berdirinya Yayasan atau Masjid Muhammad Cheng Hoo yang beralamat di Jl. Hayam Wuruk, Kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur, Indonesia. Setelah peresmian itu hingga sekarang keberadaan muslim China di Jember banyak dikenal dalam sosial masyarakat. Dalam memahami Islam, Masjid Muhammad Cheng Hoo khususnya para muallaf mencari kebenaran agama Islam yang condong kepada Nahdatul Ulama’ namun, mereka tetap
11 Edy Darmawan, Wawancara , Jember, 01 Juni 2022.
Karena memang di masjid ini semua pembimbingnya atau orang yang aktif adalah dari golongan nahdliyin, dan disini juga mengikuti mayoritas aliran. Jadi anggapan orang masjid Cheng Hoo adalah masjidnya orang China, sebenarnya tidak begitu. Disini semua bisa bergabung dan dipersilahkan untuk ibadah. Tapi untuk golongan memang nahdlatul ulama.12
Mencermati paparan data di atas menunjukkan bahwa jumlah Muallaf di Kota Jember khususnya yang aktif di masjid Muhammad Cheng Hoo Jember menunjukkan sesuatu yang positif, yaitu indikasi bahwa keinginan orang untuk masuk Islam cukup besar. Akan tetapi, hal ini bukan tanpa masalah, dibutuhkan penanganan yang serius dan terencana, agar para Muallaf tersebut benar-benar betah beragama Islam.
Berdasarkan uraian dan konteks penelitian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang peran ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi para muallaf dan membahasnya ke dalam tesis dengan judul “Peran Ustadz Dalam Menanamkan Pendidikan Agama Islam Bagi Muallaf Di Masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember.”
B. Fokus Penelitian
Adapun fokus dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana peran ustadz sebagai pendidik dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember?
12 Ahmad, Wawancara , Jember, 01 Juni 2022.
2. Bagaimana peran ustadz sebagai pembimbing dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember?
3. Bagaimana peran ustadz sebagai inspirator dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini, yaitu:
1. Untuk mendeskripsikan peran ustadz sebagai pendidik dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember
2. Untuk mendeskripsikan peran ustadz sebagai pembimbing dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember
3. Untuk mendeskripsikan peran ustadz sebagai inspirator dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan, khususnya tentang peran ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember serta dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya.
Penelitian ini digunakan untuk melengkapi syarat memperoleh gelar magister (SII) di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
b. Bagi Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember
Sebagai referensi dan pedoman dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember.
c. Bagi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Penelitian ini diharapkan menambah literatur perpustakaan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, khususnya bagi prodi pendidikan agama Islam. Secara umum bagi jurusan dan prodi di lingkungan fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan bagi masyarakat.
E. Definisi Istilah 1. Peran Ustadz
Peran ustadz yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ustadz Holili, M.Pd yang berperan aktif untuk melaksanakan tugas serta tanggungjawab sebagai pendidik, pembimbing dan inspirator dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf yang berada di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember.
2. Penanaman Pendidikan Agama Islam
Penanaman pendidikan agama Islam dalam penelitian ini adalah proses menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terdiri dari nilai aqidah, nilai syariat dan nilai akhlak melalui kegiatan keagamaan dan sosial.
3. Muallaf Masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember
Muallaf dalam penelitian ini adalah orang yang perlu perhatian dan bimbingan dalam menjalankan ajaran agama Islam yang berada dalam naungan masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember.
Berdasarkan definisi istilah di atas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud peran Ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi Muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo kabupaten Jember adalah Ustadz yang memiliki kedudukan dan tugas serta tanggung jawab sebagai pendidik, pembimbing dan inspirator dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam yaitu nilai akidah, nilai syariat dan nilai akhlak.
F. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan tesis ini adalah sebagai berikut:
Bab satu adalah pendahuluan, yang berisi konteks penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah dan sistematika penulisan.
sebagai pendukung karya ilmiah.
Bab tiga berisi metode penelitian menguraikan tentang pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, kehadiran peneliti, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data dengan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, kemudian keabsahan data menggunakan trianggulasi metode dan terakhir tahap-tahap penelitian
Bab empat merupakan paparan data dan analisis, pembahasan empiris yang diperoleh dari hasil penelitian, latar belakang obyek penelitian.
Penyajian data dan temuan data penelitian yang diperoleh dengan menggunakan metode. Uraian ini terdiri atas deskripsi data yang disajikan dengan topik sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian.
Bab lima adalah pembahasan. Pada bab ini membahas temuan yang dikaji dengan teori.
Bab enam adalah penutup, yang membahas tentang kesimpulan dan saran.
12 A. Penelitian Terdahulu
Beberapa kajian pustaka yang memiliki relevansi dengan kajian ini antara lain:
1. Erfan Sumantri, 2021, yang berjudul Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengembangkan Karakter Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Bondowoso. Tesis Institut Agama Islam Negeri Jember.
Hasil penelitian ini adalah: pertama, sebagai pengajar a) menyusun kegiatan keagamaan, b) dipimpin langsung guru pendidikan agama Islam, c) membagi peran dan tugas, berkolaborasi dengan guru agama non muslim. Kedua sebagai pembimbing, a) disampaikan pada saat proses belajar mengajar, b) hasil evaluasi kegiatan keagamaan dan membentuk forum belajar dengan menggunakan pendekatan kebiasaan, pendekatan personal dan mendoakan, c) membuat daftar hadir, bekerjasama dengan guru agama non muslim. Ketiga sebagai pendidik, a) melaksanakan kebiasaan yang baik, melibatkan peserta didik non muslim, b) memberikan bimbingan dan arahan, memberikan motivasi perubahan, c) memberikan peluang menjadi imam sholat.29
Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: 1) Menggunakan penelitian kualitatif, 2) Teknik
29 Erfan Sumantri, Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengembangkan Karakter
Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Bondowoso, 2021, Tesis, institut agama Islam Negeri Jember.
Sedangkan perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: 1) Penelitian terdahulu memfokuskan pada peran guru pendidikan agama Islam dalam mengembangkan karakter, sedangkan penelitian yang akan dilakukan adalah peran ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam, 2) Subjek penelitian terdahulu adalah siswa, sedangkan penelitian yang akan dilakukan adalah muallaf.
2. Dedi Hidayatulloh, 2021, yang berjudul “Strategi pembinaan dalam menanamkan nilai-nilai religius pada Muallaf etnis tionghoa di organisasi persatuan Islam Tionghoa indonesia (PITI) Surabaya.” Tesis universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran umum mengenai langkah-langkah pembinaan Muallaf etnis Tionghoa di organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya meliputi: pengajaran, pembiasaan, keteladanan, motivasi, dan peraturan. Sedangkan prosesnya terbagi menjadi tiga program, yaitu:
pertama, program mingguan; kedua, program bulanan; ketiga, program tahunan. Adapun yang terakhir ialah implikasi dari pembinaan di PITI Surabaya mencakup tiga aspek, yaitu: bertambah dan berkembangnya ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.30
Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: 1) Menggunakan penelitian kualitatif, 2) Teknik
30 Dedi Hidayatullah, Strategi pembinaan dalam menanamkan nilai-nilai religius pada Muallaf etnis tionghoa di organisasi persatuan Islam Tionghoa indonesia (PITI) surabaya, 2021, Tesis, universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, 3) Subyek penelitian adalah muallaf.
Sedangkan perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: Penelitian terdahulu memfokuskan pada strategi pembinaan, sedangkan penelitian yang akan dilakukan adalah peran ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam.
3. Topan Hidayat, 2021, yang berjudul Peran Muallaf Center dalam Pembinaan Keagamaan Muallaf di Yogyakarta. Jurnal Ilmu Pendidikan, volume 1, nomor 2, E-ISSN 2827-8844, P-ISSN 2827-8836, Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua. Hasil penelitian bahwa pembinaan keagamaan dilakukan dengan cara mengajak muallaf untuk mempelajari kisah para nabi dan rasul, memperdalam ayat tentang tauhid, berdzikir, dan mengikuti majelis taklim, di muallaf center dilaksanakan mentoring, atau kajian rutin, mabit dan pemberdayaan ekonomi.31
Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: 1) Menggunakan penelitian kualitatif, 2) Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, 3) Subyek penelitian adalah muallaf.
Sedangkan perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: Penelitian terdahulu memfokuskan pada peran muallaf center, sedangkan penelitian yang akan dilakukan adalah peran ustadz.
31Topan Hidayat, Peran Muallaf Center dalam Pembinaan Keagamaan Muallaf di Yogyakarta, 2021, Jurnal Ilmu Pendidikan, volume 1, nomor 2, E-ISSN 2827-8844, P-ISSN 2827-8836, Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua.
keagamaan terhadap Muallaf di kabupaten Jember.” Tesis, institut agama Islam Negeri Jember. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa model komunikasi dakwah PITI Jember dalam menyampaikan pesan keagamaan terhadap Muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Jember dengan cara merencanakan dan melaksanakan beberapa kegiatan yang berpusat di masjid Muhammad Cheng Hoo Jember. Sedangkan pesan keagamaan yang disampaikan berupa akidah, akhlak dan syariat disesuaikan dengan kondisi yang relevan terhadap Muallaf tentang tauhid, sholat, akhlak, doa- doa ringan, belajar membaca Al-Qur‟an, ibadah puasa dan lain-lain.
Muallaf menerima dan memberikan tanggapan yang positif terhadap semua kegiatan atau penyampaian pesan keagamaan PITI Jember.32
Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: 1) Menggunakan penelitian kualitatif, 2) Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, 3) Subyek penelitian adalah muallaf di Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember.
Sedangkan perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: Penelitian terdahulu memfokuskan pada model komunikasi dakwah, sedangkan penelitian yang akan dilakukan adalah peran ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam.
32 Yulis Sri Wahyuningsih, Model komunikasi dakwah persatuan Islam Tionghoa indonesia (PITI)
dalam menyampaikan pesan keagamaan terhadap Muallaf di kabupaten Jember, 2020, Tesis, institut agama Islam Negeri Jember.
5. Karliana Indrawari, Azwar Hadi, Madi Apriadi, 2020, yang berjudul Peran Ustadz dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Islam terhadap Muallaf di Markaz Dakwah. Jurnal kajian keislaman dan kemasyarakatan, volume 5, nomor 1, P-ISSN 2548-334X, E-ISSN 2548-3358, LPPM Institut Agama Islam Negeri Bengkulu. Hasil penelitian ini bahwa nilai pendidikan yang diberikan berupa akidah, akhlak, fiqih ibadah, siroh nabawi, dan pembelajaran Al-Qur‟an. Adapun metode yang digunakan yaitu ceramah, pemberian tugas dan tanya jawab.33
Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: 1) Menggunakan penelitian kualitatif, 2) Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, 3) Subyek penelitian adalah muallaf.
Sedangkan perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: 1) Penelitian terdahulu memfokuskan pada peran ustadz dalam peningkatan pemahaman agama, sedangkan penelitian yang akan dilakukan adalah peran ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam.
6. Lina Indah Purwati, 2019, yang berjudul ”Pendidikan agama pada keluarga Muallaf Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya kota Palangka Raya.” Tesis Institut agama Islam Negeri Palangka Raya. Hasil penelitian ini adalah: 1). Persepsi orang tua Muallaf dalam pendidikan
33 Karliana Indrawari, Azwar Hadi, Madi Apriadi, Peran Ustadz dalam Meningkatkan Pemahaman
Agama Islam terhadap Muallaf di Markaz Dakwah, 2020, Jurnal kajian keislaman dan kemasyarakatan, volume 5, nomor 1, P-ISSN 2548-334X, E-ISSN 2548-3358, LPPM Institut Agama Islam Negeri Bengkulu.
Pelaksanan pendidikan agama pada keluarga Muallaf di kelurahan Bukit Tunggal yaitu mengajarkan anaknya dengan ilmu yang mereka miliki, mendatangkan guru mengaji ke rumah, mengajikan anak-anak ke TKA/TPA, serta menyekolahkan anak ke sekolah yang berbasis Islam. 3).
Probelm orang tua mualaf dalam mendidik agama anak di kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya yaitu kurangnya waktu berkumpul dengan anak, pendidikan orang tua yang rendah, dan ekonomi yang berada pada tingkatan menengah ke bawah.34
Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: 1) Menggunakan penelitian kualitatif, 2) Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, 3) Subyek penelitian adalah muallaf di Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember.
Sedangkan perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: Penelitian terdahulu memfokuskan pada model komunikasi dakwah, sedangkan penelitian yang akan dilakukan adalah peran ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam.
7. Ita Umin, Umi Aisyah, Rini Setiawati, 2019, yang berjudul Bimbingan Agama Islam Bagi Mullaf di Muallaf Center Indonesia. Jurnal Bina Al- Ummah, volume 4, nomor 2, Universitas Islam Negeri Raden Intan
34 Lina Indah Purwati, Pendidikan agama pada keluarga Muallaf Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya kota Palangka Raya, 2019, Tesis, Institut agama Islam Negeri Palangka Raya.
Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima tahap yaitu, identifikasi kasus, diagnosa, prognosa, terapi dan evaluasi. Tahap terapi terdapat tiga langkah yaitu pembukaan, kegiatan menyampaikan materi, praktik sholat, bimbingan mengaji, ceramah. Evaluasi dilakukan seminggu kedepan.35
Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: 1) Menggunakan penelitian kualitatif, 2) Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, 3) Subyek penelitian adalah muallaf.
Sedangkan perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: Penelitian terdahulu memfokuskan pada bimbingan, sedangkan penelitian yang akan dilakukan adalah peran ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam
8. Anisatun Ni‟mah, 2018, yang berjudul Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa. Tesis Institut Agama Islam Negeri Jember. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sebagai pembimbing merumuskan tujuan dalam perangkat pembelajaran, menggunakan teknik berkeliling, observasi dan kelompok ketika diberikan tugas, melakukan penilaian spiritual dan sosial dengan observasi dan jurnal, penilaian diri dan teman sejawat, penilaian pengetahuan denga tes tulis, lisan, penugasan. Sedangkan guru sebagai teladan ditunjukkan adanya rasa kepedulian terhadap siswa dan guru, bertutur baik, berpakaian
35Ita Umin, Umi Aisyah, Rini Setiawati, Bimbingan Agama Islam Bagi Mullaf di Muallaf Center Indonesia, 2019, Jurnal Bina Al-Ummah, volume 4, nomor 2, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: 1) Menggunakan penelitian kualitatif, 2) Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, 3) Memfokuskan pada peran guru.
Sedangkan perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: 1) Penelitian terdahulu memfokuskan pada peran guru dalam membentuk karakter, sedangkan penelitian yang akan dilakukan adalah peran ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam, 2) Subyek penelitian adalah siswa, sedangkan penelitian yang akan dilakukan adalah muallaf.
9. Hidayatus Syarifah, 2017, yang berjudul Pendidikan Agama Islam bagi Muallaf di Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An-Naba Center Indonesia. Tesis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan berupa pembiayaan santri untuk menempuh pendidikan formal di luar dan non formal di pesantren.
Perubahan yang dihasilkan adalah perubahan karakter, militansi islam, gemar mengaji bahkan hafal. Problematika yang ada yaitu perlu penambahan materi pengetahuan dan pengembangan diri, perlu ada tenaga
36Anisatun Ni‟mah, Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa, 2018, Tesis, Institut Agama Islam Negeri Jember.
relawan untuk mendampingi ustadz dalam pelaksanaan pembelajaran dan perlu donatur tetap serta pendirian unit usaha mandiri.37
Adapun persamaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: 1) Menggunakan penelitian kualitatif, 2) Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, 3) Subyek penelitian adalah muallaf.
Sedangkan perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: Penelitian terdahulu memfokuskan pada model pendidikan agama Islam, sedangkan penelitian yang akan dilakukan adalah peran ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam.
10. Andi Fitriyani, Baiti Renel, Darma dan Subair, 2019, yang berjudul Pendampingan dan Pembinaan Komunitas Muallaf Melalui Pembibitan Perangkat Syara‟ di Desa Wamana Baru Kecamatan Fena Leisela Kabupaten Buru Maluku. Jurnal pemikiran Islam dan ilmu sosial, volume 12, nomor 1, institut agama Islam negeri Ambon. Hasil penelitian menunjukkan program pendampingan dan pembinaan dilakukan melalui empat kegiatan, pertama pembinaan akidah, kedua pelatihan dasar ibadah seperti bersuci hadast kecil dan besar, sholat wajib dan mengurus jenazah, ketiga pelatihan guru mengaji, keempat pembentukan majlis taklim.38
37 Hidayatus Syarifah, Pendidikan Agama Islam bagi Muallaf di Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An-Naba Center Indonesia, 2017, Tesis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
38 Andi Fitriyani, Baiti Renel, Darma dan Subair, Pendampingan dan Pembinaan Komunitas Muallaf Melalui Pembibitan Perangkat Syara‟ di Desa Wamana Baru Kecamatan Fena Leisela Kabupaten Buru Maluku. Jurnal pemikiran Islam dan ilmu sosial, volume 12, nomor 1, tahun 2019, institut agama Islam negeri Ambon.
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, 3) Subyek penelitian adalah muallaf.
Sedangkan perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah: Penelitian terdahulu memfokuskan pada pendampingan dan pembinaan bagi muallaf, sedangkan penelitian sekarang peran ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam.
Kesepuluh penelitian terdahulu tersebut di atas dapat dianalisis pada tabel di bawah ini:
Tabel 1.1 Orisinalitas Penelitian No Nama, Tahun,
Judul
Hasil
Penelitian Persamaan Perbedaan Orisinalitas Penelitian
1 2 3 4 5 6
1. Erfan Sumantri, 2021, Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam
Mengembangkan Karakter Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Bondowoso
Hasil penelitian ini adalah:
pertama, sebagai pengajar a) menyusun kegiatan keagamaan, b) dipimpin langsung guru pendidikan agama Islam, ) membagi peran dan tugas, berkolaborasi , Kedua sebagai pembimbing, a) disampaikan pada saat proses belajar mengajar, b) hasil evaluasi
a. Penelitian kualitatif deskriptif b. Pengumpulan
data
menggunakan teknik
wawancara, interview dan dokumentasi c. Fokus
bahasan tentang peran guru
a. Fokus pada peran guru dalam mengembang kan karakter, sedangkan penelitian sekarang peran ustadz dalam
menanamkan pendidikan agama Islam b. Subjek
penelitian terdahulu adalah siswa, sedangkan penelitian sekarang muallaf
Dari kesepuluh penelitian terdahulu maka tidak ada satupun yang sama dengan penelitian ini
No Nama, Tahun, Judul
Hasil
Penelitian Persamaan Perbedaan Orisinalitas Penelitian
1 2 3 4 5 6
kegiatan keagamaan dan membentuk forum belajar dengan menggunakan pendekatan kebiasaan, pendekatan personal dan mendoakan, c) membuat daftar hadir,
bekerjasama dengan guru agama non muslim. Ketiga sebagai
pendidik, a) melaksanakan kebiasaan yang baik,
melibatkan peserta didik non muslim, b) memberikan bimbingan dan arahan,
memberikan motivasi perubahan, c) memberikan peluang menjadi imam sholat
2 Dedi
Hidayatulloh, 2021, Strategi pembinaan dalam
menanamkan nilai-nilai religius pada
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
gambaran umum mengenai langkah- langkah
a. Penelitian kualitatif deskriptif b. Pengumpulan
data
menggunakan teknik
wawancara,
a. Memfokuskan pada strategi pembinaan, sedangkan penelitian sekarang adalah peran ustadz dalam
Muallaf etnis tionghoa di organisasi persatuan Islam Tionghoa indonesia (PITI) Surabaya
pembinaan Muallaf etnis Tionghoa di organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya meliputi:
pengajaran, pembiasaan, keteladanan, motivasi, dan peraturan.
Sedangkan prosesnya terbagi menjadi tiga program, yaitu: pertama, program mingguan;
kedua, program bulanan;
ketiga, program tahunan.
Adapun yang terakhir ialah implikasi dari pembinaan di PITI Surabaya mencakup tiga aspek, yaitu:
bertambah dan berkembangny a ranah kognitif, afektif dan psikomotorik
interview dan dokumentasi c. Subyek
penelitian muallaf
menanamkan pendidikan agama Islam
No Nama, Tahun, Judul
Hasil
Penelitian Persamaan Perbedaan Orisinalitas Penelitian
1 2 3 4 5 6
3 Topan Hidayat, 2021, Peran Muallaf Center dalam
Pembinaan Keagamaan Muallaf di Yogyakarta.
Jurnal Ilmu Pendidikan, volume 1, nomor 2, E-ISSN 2827- 8844, P-ISSN 2827-8836
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pembinaan keagamaan dilakukan dengan cara mengajak muallaf untuk mempelajari kisah para nabi dan rasul, memperdalam ayat Al-Qur‟an tentang tauhid, berdzikir, dan mengikuti majelis taklim, di muallaf center dilaksanakan mentoring, pelaksanaan kajian rutin mingguan, mabit dan pemberdayaan ekonomi
a. Penelitian kualitatif deskriptif b. Pengumpulan
data
menggunaka n teknik wawancara, interview dan dokumentasi c. Subyek
penelitian muallaf
a. Penelitian terdahulu memfokuska n pada peran muallaf center, sedangkan penelitian sekarang peran ustadz dalam
menanamkan pendidikan agama Islam
4 Yulis Sri Wahyuningsih, 2020, “Model komunikasi dakwah
persatuan Islam Tionghoa indonesia (PITI) dalam
menyampaikan terhadap Muallaf di kabupaten Jember pesan keagamaan
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa model komunikasi dakwah PITI Jember dalam menyampaikan pesan
keagamaan terhadap Muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Jember dengan
a. Penelitian kualitatif deskriptif b. Pengumpula
n data menggunaka n teknik wawancara, interview dan
dokumentasi c. Subyek
penelitian muallaf
a. Fokus penelitian terdahulu adalah model komunikasi dakwah, sedangkan penelitian sekarang adalah peran ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam
cara
merencanakan dan
melaksanakan beberapa kegiatan yang berpusat di masjid Muhammad Cheng Hoo Jember.
Sedangkan pesan keagamaan yang
disampaikan berupa akidah, akhlak dan syariat disesuaikan dengan kondisi yang relevan terhadap Muallaf tentang tauhid, sholat, akhlak, doa-doa ringan, belajar
membaca Al- Qur‟an, ibadah puasa dan lain- lain. Muallaf menerima dan memberikan tanggapan yang positif terhadap semua kegiatan atau
penyampaian pesan
keagamaan PITI Jember
No Nama, Tahun, Judul
Hasil
Penelitian Persamaan Perbedaan Orisinalitas Penelitian
1 2 3 4 5 6
5 Karliana
Indrawari, Azwar Hadi, Madi Apriadi, 2020, Peran Ustadz dalam
Meningkatkan Pemahaman Agama Islam terhadap Muallaf di Markaz Dakwah. Jurnal kajian keislaman dan
kemasyarakatan, volume 5, nomor 1, P-ISSN 2548- 334X, E-ISSN 2548-3358,
Hasil penelitian ini bahwa nilai pendidikan yang diberikan berupa akidah, akhlak, fiqih ibadah, siroh nabawi, dan pembelajaran Al-Qur‟an.
Adapun metode yang digunakan yaitu ceramah, pemberian tugas dan tanya jawab
a. Penelitian kualitatif deskriptif b. Fokus
penelitian adalah peran ustadz
c. Pengumpulan data
menggunakan teknik
wawancara, interview dan dokumentasi
a. Penelitian terdahulu memfokuska n peran ustadz dalam meningkatka n
pemahaman agam, sedangkan penelitian sekarang memfokuska n peran ustadz dalam menanamka n
pendidikan agama Islam 6 Lina Indah
Purwati, 2019,
”Pendidikan agama pada keluarga Muallaf Kelurahan Bukit Tunggal
Kecamatan Jekan Raya kota
Palangka Raya.”
Tesis Institut agama Islam Negeri Palangka Raya
Hasil penelitian ini adalah: 1).
Persepsi orang tua Muallaf dalam pendidikan anak di Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya dari ke 4 subjek penelitian menyadari pentingnya pendidikan agama pada anaknya. 2).
Pelaksanan pendidikan agama pada
a. Penelitian kualitatif deskriptif b. Pengumpulan
data
menggunakan teknik
wawancara, interview dan dokumentasi c. Membahas
tentang pendidikan agama muallaf
a. Penelitian terdahulu menggamba rkan
pendidikan agama keluarga muallaf, sedangkan penelitian sekarang peran ustadz dalam menanamka n
pendidikan agama Islam pada
muallaf
keluarga Muallaf di kelurahan Bukit Tunggal yaitu
mengajarkan anaknya dengan ilmu yang mereka miliki,
mendatangkan guru mengaji ke rumah, mengajikan anak-anak ke TKA/TPA, dan menyekolahka n anak ke sekolah yang berbasis Islam.
3). Problemnya yaitu orang tua mualaf dalam mendidik agama anak di kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya yaitu
kurangnya waktu untuk berkumpul dengan anak, pendidikan orang tua yang rendah, dan ekonomi yang berada pada menengah 7 Ita Umin, Umi
Aisyah, Rini Setiawati, 2019,
Hasil penelitian terdapat lima tahap yaitu,
a. Penelitian kualitatif deskriptif
a. Penelitian terdahulu membahas
No Nama, Tahun, Judul
Hasil
Penelitian Persamaan Perbedaan Orisinalitas Penelitian
1 2 3 4 5 6
Bimbingan Agama Islam Bagi Mullaf di Muallaf Center Indonesia. Jurnal Bina Al-Ummah, volume 4, nomor 2
identifikasi kasus, diagnosa, prognosa, terapi dan evaluasi. Tahap terapi terdapat tiga langkah yaitu
pembukaan, kegiatan menyampaikan materi, praktik sholat,
bimbingan mengaji, ceramah.
Evaluasi dilakukan seminggu kedepan
b. Pengumpula n data menggunaka n teknik wawancara, interview dan
dokumentasi c. Subyek
penelitian muallaf
tentang bimbingan keagamaan pada muallaf, sedangkan penelitian sekarang fokus peran ustadz dalam menanamk an
pendidikan agama Islam
8 Anisatun Ni‟mah, 2018, Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam
Membentuk Karakter Disiplin Siswa.
Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa peran guru sebagai pembimbing merumuskan tujuan dalam perangkat pembelajaran, menggunakan teknik
berkeliling, observasi dan kelompok ketika diberikan tugas, melakukan penilaian
a. Penelitian kualitatif deskriptif b. Pengumpulan
data
menggunakan teknik
wawancara, interview dan dokumentasi c. Memfokuskan
pada peran guru
a. Penelitian terdahulu memfokuska n peran guru dalam membentuk karakter, sedangkan penelitian sekarang peran ustadz dalam
menanamkan pendidikan agama Islam
spiritual dan sosial dengan
observasi dan jurnal,
penilaian diri dan teman sejawat, penilaian pengetahuan denga tes tulis, lisan,
penugasan.
Sedangkan guru sebagai teladan ditunjukkan adanya rasa kepedulian terhadap siswa dan guru, bertutur baik, berpakaian rapi, sholat berjamaah.
Sedangkan guru sebagai penasehat ditunjukkan dengan memberikan contoh dan teguran secara intensif dan disiplin 9 Hidayatus
Syarifah, 2017, Pendidikan Agama Islam bagi Muallaf di Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An-Naba Center Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pembinaan berupa pembiayaan santri untuk menempuh pendidikan formal di luar
a. Penelitian kualitatif deskriptif b. Pengumpula
n data menggunaka n teknik wawancara, interview dan
a. Penelitian terdahulu menggamba rkan
pendidikan agama Islam bagi
muallaf, sedangkan penelitian
No Nama, Tahun, Judul
Hasil
Penelitian Persamaan Perbedaan Orisinalitas Penelitian
1 2 3 4 5 6
dan non formal di pesantren.
Perubahan yang dihasilkan adalah perubahan karakter, militansi islam, gemar mengaji bahkan hafal.
Problematika yang ada yaitu perlu
penambahan materi pengetahuan dan
pengembangan diri, perlu ada tenaga relawan untuk
mendampingi ustadz dalam pelaksanaan pembelajaran dan perlu donatur tetap serta pendirian unit usaha mandiri
dokumentasi c. Memfokuska
n pada pendidikan agama bagi muallaf
sekarang peran ustadz dalam menanamka n pendidikan agama Islam
10 Andi Fitriyani, Baiti Renel, Darma dan Subair, 2019, Pendampingan dan Pembinaan Komunitas Muallaf Melalui Pembibitan Perangkat Syara‟
di Desa Wamana
Hasil penelitian menunjukkan program pendampingan dan pembinaan dilakukan melalui empat kegiatan, pertama pembinaan akidah, kedua
a. Penelitian kualitatif deskriptif b. Pengumpula
n data menggunaka n teknik wawancara, interview dan
dokumentasi
a. Penelitian terdahulu memfokuska n pada pendamping an dan pembinaan bagi muallaf, sedangkan penelitian
Baru Kecamatan Fena Leisela Kabupaten Buru Maluku. Jurnal pemikiran Islam dan ilmu sosial, volume 12, nomor 1, institut agama Islam negeri Ambon
pelatihan dasar ibadah seperti bersuci hadast kecil dan besar, sholat wajib dan mengurus jenazah, ketiga pelatihan guru mengaji, keempat pembentukan majlis taklim
c. Subyek penelitian adalah muallaf
sekarang peran ustadz dalam menanamka n pendidikan agama Islam
Berdasarkan uraian data dan tabel tersebut di atas, posisi peneliti dengan kesepuluh penelitian terdahulu terdapat hal yang membedakan yaitu, penelitian ini memfokuskan terhadap peran ustadz dalam menanamkan pendidikan agama Islam bagi muallaf di masjid Muhammad Cheng Hoo Kabupaten Jember.
B. Kajian Teori 1. Guru
a. Pengertian Guru
Menurut Poerwadarminta dalam bukunya Muhammad Nurdin, guru adalah orang yang kerjanya mengajar. Di lihat dari pengertian tersebut mengajar merupakan tugas pokok seorang guru dalam mendidik muridnya. Sehubungan dengan hal itu, Menurut Muhibbin Syah dalam bukunya Muhammad Nurdin mengemukakan bahwa guru dalam bahasa Arab disebut mu‟alim dan dalam bahasa Inggris disebut teacher, yakni seorang yang pekerjaannya mengajar.
Guru menurut UU RI No.14 Bab I Pasal 1 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen adalah: Pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan dasar dan pendidikan menengah.39
Guru dalam Islam adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan seluruh potensinya, baik profesi afektif, potensi kognitif, maupun potensi psikomotorik. Guru juga berarti orang dewasa yang bertanggung jawab memberikan pertolongan pada anak didik dalam perkembangan jasmani dan ruhaninya agar mencapai tingkat kedewasaan, serta mampu berdiri sendiri dalam memenuhi tugasnya sebagai hamba Allah. Di samping itu, ia mampu sebagai makhluk sosial dan makhluk individu yang mandiri.40
Allah berfirman dalam (QS. Ali „Imran 164) yang berbunyi:
Artinya: Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab dan
39 UU RI No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, (Jakarta : PT. Asa Mandiri, 2006), 1.
40 Muhammad Nurdin, Kiat Menjadi Guru Profesional (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2017), 155- 156.
Dari ayat diatas, dapat ditarik kesimpulan yang utama bahwa Rasulallah selain sebagai Nabi, juga sebagai pendidik (guru). Oleh karena itu, tugas utama seorang guru menurut ayat tersebut adalah sebagai berikut:
a) Penyucian, yakni pengembangan, pembersihan dan pengangkatan jiwa kepada pencipta-Nya, menjauhkan diri dari kejahatan dan menjaga diri agat tetap berada pada fitrah.
b) Pengajaran, yakni pengalihan berbagai pengetahuan dan aqidah kepada akal dan hati kaum Muslimin agar mereka merealisasikannya dalam tingkah laku kehidupan.
Jadi jelas bahwa tugas seorang guru dalam Islam tidak hanya mengajar dalam kelas, tetapi juga sebagai norm dragger (pembawa norma) agama di tengah-tengah masyarakat.
Istilah guru memiliki beberapa istilah, seperti “Ustadz”,
”muallim”, “muaddib”, dan “murabbi”. Beberapa istilah untuk sebutan “ guru” yaitu Istilah mu‟allim lebih menekankan guru sebagai pengajar dan penyampai pengetahuan (knowledge) dan ilmu (science);
istilah muaddib lebih menekankan guru sebagai pembina moralitas dan akhlak peserta didik dengan keteladanan; sedangkan istilah murabbi lebih menekankan pengembangan dan pemeliharaan baik aspek jasmaniah maupun ruhaniah. Sedangkan istilah yang umum
41 Departemen Agama RI, Al Qur‟an dan Terjemhannya, (Bandung: Diponegoro, 2009), 81.
dipakai dan memiliki cakupan makna yang luas dan netral adalah ustad yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai guru.42
Dalam pengertian yang sederhana, guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru dalam pandangan masyarakat adalah seseorang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi bisa juga di masjid, di surau/mushola, di rumah, dan sebagainya.
Earl V. Pullias dan James D. Young mengungkapkan bahwa guru adalah:
The teacher teaches in the centuries-old sense of teaching. He helps the developing student to learn things he does not know and to understand what he learns.43
Maksudnya adalah guru mengajar sebagai sentral proses belajar mengajar dia membantu perkembangan peserta didik untuk mempelajari sesuatu yang belum ia ketahui dan untuk memahami apa yang dipahami.
Dengan kepercayaan yang diberikan masyarakat, maka di pundak guru diberikan tugas dan tanggung jawab yang berat.
Mengemban tugas memang berat. Sebab tanggung jawab guru tidak hanya sebatas dinding sekolah, tetapi juga di luar sekolah. Pembinaan
42 Marno dan M. Idris, Strategi, Metode dan Teknik Mengajar, (Jogjakarta: Ar-ruzz Media, 2014), 15.43
Earl V. Pullias and James D. Young, A Teacher is Many Things, (Green Wich conn: Faweet Publications, 1968), 40.
agar selalu memperhatikan sikap, tingkah laku, dan perbuatan anak didiknya, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi di luar sekolah sekalipun.44
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab untuk membimbing dan membina anak didik, baik secara individual maupun klasikal, di sekolah maupun di luar sekolah.
b. Tanggungjawab dan Tugas Guru
Tanggung jawab guru adalah mencerdaskan kehidupan anak didik. Pribadi susila yang cakap adalah yang diharapkan ada pada diri setiap anak didik. Menjadi tanggung jawab guru untuk memberikan sejumlah norma itu kepada anak didik agar tahu bagaimana perbuatan yang susila dan asusila. Mana perbuatan yang bermoral dan amoral.
Semua norma itu tidak mesti harus guru berikan ketika di kelas, di luar kelaspun sebaiknya guru contohkan melalui sikap, tingkah laku dan perbuatan.45
Sebagai pendidik, guru menerima tanggung jawab dalam mendidik anak pada tiga pihak yaitu orang tua, masyarakat dan negara. Tanggung jawab dari orang tua diterima guru atas dasar
44 Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: PT Rineka
Cipta, 2014), 31-32.
45Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2014), 36.
kepercayaan bahwa guru mampu memberikan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan perkembangan peserta didik dan diharapkan pula dari pihak guru memancar sikap-sikap dan sifat-sifat yang normatif baik sebagai kelanjutan dari sikap dan sifat orang tua pada umumnya, antara lain: kasih sayang kepada peserta didik dan tanggung jawab kepada tugas mendidik.46
Guru adalah figur seorang pemimpin, arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak peserta didik. Dengan demikian, guru memiliki kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian peserta didik menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Dengan kata lain guru bertugas mempersiapkan manusia susila yang cakap dan dapat diharapkan membangun dirinya, bangsa dan negaranya.
Guru memiliki banyak tugas, baik yang terkait oleh dinas maupun diluar dinas, dalam bentuk pengabdian. Secara umum tugas guru meliputi empat hal yaitu: tugas profesi, tugas keagamaan, tugas kemanusiaan dan tugas kemasyarakatan.47
Tugas guru sebagai profesi adalah mendidik, mengajar, melatih dan menilai atau mengevaluasi proses dan hasil belajar-mengajar.
Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup.
Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan
46 Kunaryo Hadikusumo, dkk., Pengantar Pendidikan, (Semarang: IKIP Semarang Press, 2019),
41. 47
Abdul Latief, Perencanaan Sistem: Pengajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung: Pustaka
Bani Quraisy, 2006), 89.