• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perangkat keselamatan dasar mesin 1 Katup pembebas

Mesin Pembakaran Dalam dan Kompressor Udara

F. Perangkat Keamanan

4. Perangkat keselamatan dasar mesin 1 Katup pembebas

Mesin dengan bore silinder > 300 mm harus memiliki setidaknya satu katup pengaman di dekat setiap sama lemparan engkol.

4.1.4 Setiap katup pengaman harus mempunyai area pelepasan bebas setidaknya 45 cm².

Total daerah pelepasan bebas dari semua katup pengaman yang dipasang ke mesin untuk menjaga terjadinya tekanan berlebih di dasar mesin harus tidak kurang dari 115 cm2 per m3 volume kotor dasar mesin.

Catatan yang berkaitan dengan 4.1.2 dan 4.1.3

a) Dalam memperkirakan volume kotor bak mesin, volume bagian tertutup tetap dapat dikurangkan.

b) Sebuah ruang yang berdampingan dengan bak mesin melalui total area penampang bebas > 115 cm2/m3 dari volume tidak perlu dianggap sebagai ruang yang terpisah.

c) Setiap katup pembebas diperlukan mungkin dapat digantikan dengan tidak lebih dari dua katup pembebas dengan daerah penampang yang lebih kecil asalkan luas penampang bebas atau setiap katup pembebas tidak kurang dari 45 cm2.

4.1.5 Perangkat keselamatan harus dapat bertindak cepat dan perangkat penutupan diri untuk melepaskan bak mesin dari tekanan pada saat terjadi ledakan bak mesin. Dalam pelayanan, mereka harus kedap minyak ketika ditutup dan harus mencegah arus udara masuk ke dalam bak mesin. Aliran gas yang disebabkan oleh respon dari perangkat keamanan harus dibelokkan, misalnya melalui pelat sekat, sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan orang yang berdiri di dekatnya. Harus ditunjukkan bahwa pelat sekat tidak mempunyai pengaruh yang merugikan efektivitas operasional perangkat.

Untuk katup pembebas cakram harus terbuat dari bahan liat yang mampu menahan beban kejut pada posisi katup terbuka penuh.

Katup pembebas harus sepenuhnya dibuka pada tekanan diferensial di bak mesin yang tidak lebih dari 0,2 bar.

4.1.6 Katup pembebas harus dilengkapi dengan penangkal api yang memungkinkan pelepasan tekanan bak mesin dan mencegah lewatnya api saat terjadi ledakan bak mesin.

4.1.7 Perangkat keselamatan harus disediakan dengan tanda yang sesuai yang mencakup informasi berikut:

- Nama dan alamat produsen - Tujuan penggunaan dan ukuran - Area pelepasan

- Bulan/tahun pembuatan

- Orientasi instalasi yang disetujui

4.1.8 Perangkat keselamatan harus dilengkapi dengan manual instalasi dan pemeliharaan produsen yang berhubungan dengan ukuran dan jenis perangkat serta instalasi pada mesin. Sebuah salinan panduan ini harus disimpan di atas kapal.

4.1.9 Rencana yang menunjukkan rincian dan pengaturan perangkat keselamatan harus disampaikan untuk persetujuan.

4.2 Pintu bak mesin dan lubang pengamatan

4.2.1 Pintu bak mesin dan perlengkapannya harus mempunyai dimensi sedemikian sehingga tidak mengalami deformasi permanen karena tekanan berlebih yang terjadi selama respon dari peralatan keselamatan.

4.2.2 Pintu bak mesin dan port inspeksi berengsel harus dilengkapi dengan kait yang tepat sehingga secara efektif dapat mencegah penutupan yang tidak diinginkan.

4.2.3 Sebuah peringatan harus dipasang baik di kursi kontrol atau, sebaiknya, pada pintu bak mesin di setiap sisi mesin. Pemberitahuan peringatan harus menjelaskan bahwa pintu bak mesin atau lubang pengamatan tidak boleh dibuka sebelum waktu yang tepat, cukup untuk memungkinkan pendinginan yang memadai setelah penyetopan mesin.

4.3 Deteksi/pemantauan dan sistem alarm kabut minyak (detektor kabut minyak)

4.3.1 Mesin dengan diameter silinder > 300 mm atau nilai daya 2250 kW keatas harus dilengkapi dengan detektor kabut minyak bak mesin atau sistem alternatif lainnya.

Untuk mesin kepala silang 2-langkah metode alternatif tidak dapat menggantikan detektor kabut minyak.

detektor kabut minyak ini harus dipasang.

4.3.2 Untuk instalasi dengan beberapa mesin, setiap mesin harus dilengkapi dengan detektor dan alarm kabut minyak terpisah yang terpercaya.

4.3.3 Detektor kabut minyak harus mempunyai tipe yang disetujui. Persyaratan mekanik didefinisikan dalam Peraturan untuk Persetujuan Tipe - Persyaratan uji Komponen dan Sistem, bagian elektrik harus mempunyai tipe yang disetujui sesuai dengan Bagian 2 - Uji Persyaratan untuk Peralatan Elektrik/Elektronik, Komputer dan Perlengkapannya.

4.3.4 Detektor kabut minyak harus dipasang sesuai dengan instruksi dan rekomendasi desainer mesin dan produsen sistem.

4.3.5 Uji Fungsi harus dilakukan di lantai pengujian mesin pada bengkel produsen dan di atas kapal pada kondisi "mesin terhenti" dan "mesin berjalan pada kondisi operasi normal" sesuai dengan prosedur pengujian yang harus disepakati dengan BKI.

4.3.6 Alarm dan penyetop untuk detektor harus sesuai dengan Tabel 2.7.

4.3.7 Kegagalan fungsional pada perangkat dan peralatan harus diawasi dengan alarm.

4.3.8 Detektor kabut minyak harus menunjukkan bahwa lensa yang terpasang, yang digunakan dalam penentuan konsentrasi kabut minyak, telah sebagian tertutup ke level yang akan mempengaruhi keandalan informasi dan indikasi alarm.

4.3.9 Jika detektor termasuk penggunaan sistem elektronik yang dapat diprogram, pengaturan yang sesuai dengan persyaratan Bagian-8, Kapal Samudra, Vol.IV, Peraturan untuk Instalasi Listrik, Bab 10.

4.3.10 Jika pengaturan deteksi/pemantauan kabut minyak yang berurutan disediakan, frekuensi dan waktu sampling harus sesingkat mungkin secara praktis.

4.3.11 Rencana yang menunjukkan rincian dan pengaturan dari detektor kabut minyak harus diajukan untuk disetujui. Keterangan berikut ini harus dimasukkan dalam dokumentasi:

- Skema tata letak detektor kabut oli mesin yang menunjukkan lokasi dari titik sampel mesin bak mesin dan pengaturan pipa bersama-sama dengan dimensi pipa ke detektor/monitor.

- Bukti penelitian untuk membenarkan lokasi yang dipilih dari titik sampel dan tingkat ekstraksi sampel (jika ada) dengan pertimbangan susunan dan geometri dan prediksi atmosfir bak mesin di mana kabut minyak dapat menumpuk.

- Manual pemeliharaan dan pengujian

- Informasi tentang persetujuan tipe sistem deteksi/pemantauan atau tes fungsi pada mesin tertentu.

Tabel 2.7 Alarm dan indikator

Deskripsi Mesin

propulsi Mesin bantu Mesin darurat

Kecepatan/arah rotasi I

Kecepatan berlebih mesin 5) A, S A, S A, S

Tekanan minyak pelumas di inlet mesin I, L, S 5) I, L, H 5) I, L

Suhu minyak pelumas pada inlet mesin I, H I, H I, H

Tekanan bakan bakar minyak di inlet mesin I I

Temperatur bahan bakar minyak di inlet mesin 1) I I Kebocoran bahan bakar minyak dari pipa bertekanan

tinggi A A A

Tekanan air pendingin silinder pada inlet mesin I, L 1 4), L 4) I 4), L 4) Suhu air pendingin silinder di outlet mesin I, H I, H I, H Tekanan pendingin piston di inlet mesin I, L

Suhu pendingin piston di outlet mesin I, H Tekanan udara pengisian pada inlet silinder I Suhu udara pengisian outlet pendingin udara pengisian I, H

Tekanan udara awal I, L

Tekanan udara kontrol I, L

Temperatur gas buang I 2), H 3)

Konsentrasi kabut minyak di bak mesin atau sistem

pemantauan alternatif 6), 7) I, H, S 8) I, H, S 8) I, H, S 8)

1)

2) 3)

4) 5) 6)

Hanya untuk mesin yang bekerja dengan menggunakan bahan bakar minyak

Kapanpun dimensi mengizinkan, disetiap outlet silinder

Kapanpun dimensi mengizinkan, di inlet turbocharger, jika tidak di outlet

Tekanan atau aliran air pendingin Hanya untuk outlet mesin ≥ 220 kW

Untuk mesin yang memiliki output > 2250 kW atau bore silinder

> 300 mm

I : Indikator A : Alarm

H : Alarm untuk batas atas L : Alarm untuk batas bawah S : Shutdown

7) 8)

Metode alternatif pemantauan dapat disetujui oleh BKI

Memperlambat untuk mesin yang memiliki nilai kecepatan kurang dari 300 Rpm

4.3.12 Sebuah salinan dokumentasi yang dipasok dengan sistem seperti manual pemeliharaan dan pengujian harus disediakan di kapal.

4.3.13 Pembacaan dan informasi alarm dari detektor kabut minyak harus mampu dibaca dari lokasi yang cukup jauh dari mesin.

4.3.14 Jika metode alternatif disediakan untuk pencegahan penambahan kondisi potensi ledakan dalam bak mesin (terlepas dari alasannya, misalnya minyak kabut, gas, mesin panas, dan lain-lain), rincian harus diajukan untuk pertimbangan BKI. Informasi berikut harus dimasukkan dalam rincian yang akan diajukan untuk disetujui:

- Ukuran utama mesin - Jenis, kekuatan, kecepatan, langkah, bore dan volume bak mesin

- Rincian pengaturan pencegahan penumpukan kondisi potensi ledakan dalam bak mesin, misalnya pemantauan suhu bantalan, temperatur percikan minyak, pemantauan tekanan bak mesin, pengaturan resirkulasi, pemantauan atmosfer bak mesin.

- Bukti bahwa pengaturan efektif dalam mencegah penambahan kondisi yang berpotensi meledak bersama dengan rincian dalam pengalaman pelayanan.

- Instruksi pengoperasian dan instruksi pemeliharaan dan pengujian 4.4 Langkah-langkah keselamatan aktif

Ketika diusulkan untuk menggunakan teknologi alternatif aktif untuk meminimalkan risiko potensial ledakan bak mesin, rincian pengaturan dan deskripsi fungsi harus diserahkan ke BKI untuk persetujuan.