Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Tata Kelola Perusahaan Data Perusahaan
Dengan strategi penyaluran dana yang
tepat dan serangkaian upaya antisipatif,
di Divisi Perbankan Komersial yang mengalami peningkatan dari 1,9% di tahun 2013 menjadi 3,3% di akhir tahun 2014. Sebagian besar NPL yang telah diakui berasal dari pembiayaan yang disalurkan ke sektor-sektor pendukung industri batubara. Peningkatan NPL dari sektor-sektor pendukung industri batubara sendiri mencapai hampir 50%.
Namun Divisi Perbankan Komersial tetap mampu mengidentifikasi peluang-peluang pembiayaan di sektor- sektor lain yang dianggap memiliki potensi untuk terus tumbuh. Meskipun tidak sepenuhnya mencapai target yang ditetapkan, pembiayaan komersial secara keseluruhan tetap tumbuh sebesar 5,7% sebesar Rp36,1 triliun. Tentunya penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor yang menunjukkan potensi penurunan dilakukan dengan secara lebih hati-hati dan lebih fokus terhadap nasabah yang ada.
Inisiatif Strategis
Sebagai upaya untuk meredam dampak lebih jauh dari pelemahan beberapa sektor pembiayaan komersial, Divisi Perbankan Komersial telah membentuk unit Asset Quality Management (AQM), yaitu suatu fungsi yang bertugas mengidentifikasi secara dini potensi risiko kredit serta secara independen memonitor dan menganalisa hal-hal terkait kualitas kredit yang dikelola oleh Unit Usaha, memberikan update informasi mengenai industri outlook dan hal-hal terkait regulasi kualitas kredit (internal dan eksternal) baik kepada Manajemen maupun Unit Usaha, dan membantu Unit Usaha dalam menjaga dan memonitor status account debitur yang mengalami penurunan kualitas kredit maupun nilai kredit (Loan Impairment) secara berkesinambungan.
Fungsi AQM diperkuat dengan ditugaskannya staf senior dan berpengalaman dari setiap unit bisnis di dalam Unit ini dan bekerja secara independen dari unit bisnis.
Di sepanjang tahun 2014, fungsi ini telah mampu mengurangi eksposur pembiayaan terhadap kredit bermasalah dengan melakukan serangkaian upaya antisipatif, sehingga tingkat NPL mampu dipertahankan di level seperti disebutkan di atas.
Inisiatif Strategis Lain
Dalam rangka mempersiapkan diri terkait diberlakukannya pasar bebas ASEAN, Perbankan Komersial telah melakukan inisiatif strategis lain seperti:
Asean Business Solution merupakan Regional Desk yang dirancang khusus untuk meningkatkan dukungan kepada para nasabah yang akan mengembangkan usaha ke negara- negara Asean. Regional Desk ini didukung dengan program BQM Knowledge Enrichment yaitu program yang didisain untuk memberikan nilai tambah kepada unit bisnis dengan menyediakan informasi yang dibutuhkan melalui email:
Dalam pembentukan Regional Desk ini, setiap unit bisnis bersinergi dengan Divisi Human Resource dalam merencanakan dan mengembangkan program-program peningkatan kompetensi melalui training-training Managerial Skill, Technical Skill dan Personal Development.
Langkah strategis lain adalah pemisahan Usaha Syariah dipisahkan dari Divisi Perbankan Komersial dalam rangka mempertajam fokus dari dua segmen bisnis tersebut yang meskipun saling terkait, namun berbeda secara fundamental sehingga memerlukan pengelolaan secara terpisah.
Penghimpunan Dana
Situasi ekonomi yang terjadi juga telah memberikan tekanan pada sisi penghimpunan dana di Divisi Perbankan Komersial.
Persaingan untuk memperoleh dana terutama dana murah menjadi semakin ketat. Di sisi lain, biaya perolehan dana pun menjadi lebih mahal menyusul diberlakukannya kebijakan BI untuk kembali meningkatkan suku bunga acuannya di tahun ini.
Mengantisipasi hal ini, Divisi Perbankan Komersial menggiatkan upaya yang telah sukses dilakukan di tahun- tahun sebelumnya, yakni penghimpunan dana murah melalui bundling product CASA dengan Payroll, Biz Channel, Value Chain, EDC, serta pengaktifan Operating Account.
Dana yang terhimpun di Divisi Perbankan Komersial tercatat sebesar Rp24,5 triliun per akhir tahun 2014, atau menurun/
meningkat 12,0% dari tahun sebelumnya.
Fokus 2015
Meskipun perekonomian Indonesia diperkirakan akan kembali membaik dari beberapa tahun terakhir, kondisi global diperkirakan akan tetap diwarnai dengan ketidakpastian terutama terkait pelaksanaaan rencana peningkatan suku bunga the Fed di April 2015.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Tata Kelola Perusahaan Data Perusahaan
Untuk itu, Perbankan Komersial akan terus mencermati perkembangan yang terjadi dalam beberapa sektor yang menjadi target pembiayaan di tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu strategi yang akan dilaksanakan adalah dengan fokus pada nasabah yang ada. Dari segi jenis pembiayaan yang disalurkan, pembiayaan modal kerja akan terus ditingkatkan untuk mengimbangi pembiyaan investasi yang telah dilakukan secara agresif di tahun-tahun sebelumnya.
Perbankan Komersial juga telah menganalisa sebaran pembiayaan selama ini. Berdasarkan temuan yang didapat, secara cakupan geografis, pembiayaan komersial akan mulai meningkatkan penetrasi ke area-area yang dianggap potensial di wilayah Indonesia bagian timur.
Strategi lain yang telah ditetapkan adalah meningkatkan pendanaan. Strategi ini akan mencakup upaya peningkatan dana murah dan peningkatan pendapatan berbasis fee.
Sejak bekerjasama dari tahun 2012, CIMB Niaga telah mendampingi kami dalam pengembangan bisnis automotive dengan menyediakan produk dan fasilitas perbankan yang mendukung pertumbuhan usaha PT Hyundai Indonesia Motor. Demikian pula layanan yang prima dari seluruh jajaran karyawan dan manajemen CIMB Niaga telah menjadi kunci keberhasilan dan kemitraan usaha. Hubungan kami dengan CIMB Niaga tidak hanya sebatas nasabah dan bank tetapi menjadikan kami sebagai partner bisnis untuk tumbuh kembang bersama.
Kami bangga menjadi nasabah CIMB Niaga dan berharap agar CIMB Niaga dapat terus menerus melakukan inovasi baru, guna memenuhi kebutuhan pelaku bisnis yang semakin berkembang sejalan perkembangan teknologi serta meningkatkan kualitas maupun jaminan kualitas produk perbankan agar dapat menjadi bank yang terdepan di Indonesia.
Jongkie Sugianto President Director
PT Hyundai Indonesia Motor
2014 3,3
2013 1,9
2012 1,7
Rasio Kredit Bermasalah (%)
2014 574
2013 754
2012 973
Laba Sebelum Pajak (Rp miliar)
2014 3,57
2013 3,50
2012 4,27
Marjin Bunga Bersih (%)
2014 36,1
2013 34,1
2012 30,3
Kredit (Rp triliun)
2014 24,5
2013 21,8
2012 22,0
DPK (Rp triliun)
2014 1,2
2013 1,1
2012 1,1
Penghasilan Bunga Bersih (Rp triliun)