• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perdagangan Manusia di Perbatasan Meksiko-Amerika Serikat

BAB III GAMBARAN UMUM

A. Perdagangan Manusia di Perbatasan Meksiko-Amerika Serikat

Selama dekade terakhir isu perdagangan manusia menjadi isu fenomenal di dunia internasional.Setiap tahun, jutaan orang di seluruh dunia bermigrasi dari negara mereka ke negara-negara yang memiliki prospek yang lebih menarik untuk pekerjaan dan kehidupan yang lebih layak.Umumnya mereka mencari negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dengan harapanmendapatkan kesempatan yang lebih baik.Kebanyakan korban dari perdagangan manusia adalah para migran yang tidak memiliki dokumen resmi, mereka adalah target sistematis diskriminasi dari para pelaku kejahatan terorganisir dan para korban biasanya dieksploitasi.(Padilah, 2016)

33 Di berbagai negara kasus kejahatan perdagangan manusia menjadi fenomena gunung es.Kasus kejahatan perdagangan manusia kini tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga marak terjadi di negara-negara maju. Di dalam kasus kejahatan perdagangan manusia terdapat 3 jenis negara dalam operasinya yaitu negara tujuan, negara transit dan negara asal. Dalam kasus ini, Amerika Serikat merupakan negara tujuan para migran tak berdokumentasi dan Meksiko sebagai negara transit, Meksiko dijadikan sebagai negara transit karena Meksiko merupakan tempat yang aman dan memiliki jalur strategis untuk ke negara tujuan yaitu Amerika Serikat.Jalur perbatasan Meksiko Amerika Serikat inilah yang dijadikan jalur untuk para migran tak berdokumentasi menyeberang ke Amerika Serikat.Jalur perbatasan Meksiko Amerika Serikatdimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan terorganisir untuk memperdagangkan para migran tak terdokumentasi ini.(Laporan Tahunan Kedutaan Besar RI-Mexico 2001, h.28-29).

Gambar 3.Jalur Perdagangan Manusia di Perbatasan Meksiko-Amerika Serikat

Sumber: fmcsa.dot.gov

34 Perbatasan wilayah antar negara memiliki potensi interaksi kejahatan yang sangat besar. Wilayah perbatasan yang kumuh dan tidak tersentuh pembangunan menimbulkan banyak tindak kejahatan, salah satunya adalah tindak kejahatan perdagangan manusia. Perbatasan Meksiko sebelah utara yang berseberangan dengan Amerika Serikat merupakan jalur strategis, sehingga hal tersebut dijadikan peluang besar bagi para kejahatan terorganisir.Wilayah perbatasan Meksiko sebelah utara yang berseberangan dengan Amerika Serikat di negara bagian California, Arizona, New Mexico, dan Texas.(Rebecca, 2016)

Korban yang rentanakan perdagangan manusia umumnya adalah perempuan dan anak-anak, namun juga tidak menutup kemungkinan laki-laki sebagai korban tindak kejahatan peradagangan manusia. Menurut US Departement of State’s TIP Report sebagian besar korban perdagangan manusia adalah wanita (77%).Dari jumlah tersebut diperkirakan 87% dilakukan untuk tujuan-tujuan eksploitasi seksual.(Editor, 2005)

Para korban dari perdagangan manusia direkrut oleh para pelaku tindak kejahatan terorganisir. Para korban menjalani proses eksploitasi, biasanya perempuan dan anak perempuan dipaksa untuk dijadikan pelacur, dan korban lainnya biasanya dijual untuk dijadikan buruh dengan upah rendahataupun kerja paksa. Para Korban ini umumnya merupakan para migran yang ingin hijrah ke Amerika Serikat, namun karena tidak mempunyai dokumentasi yang sah dan lengkap, maka para tindak kejahatan terorganisir memanfaatkan hal tersebut.Rentanya jalur perbatasan sebagai jalur tindak kejahatan terorganisir sehingga terjadinya peningkatan aktivitas perdagangan manusia di wilayah

35 perbatasan Meksiko Amerika Serikat. (Hanifah, 2017)Dalam hal ini penulis akan menjelaskan terjadinya perdagangan manusia di perbatasan Meksiko Amerika Serikat dari tahun 2000 hingga 2006 yang dituangkan dalam bentuk grafik.

Grafik 1.

Human Trafficking in United States-Mexico Border Visas H-2 from 2000-2006

Sumber: US Departement of Homeland Security

Dilihat pada grafik diatas terjadi peningkatan aktivitas perdagangan manusia di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat setiap tahunnya.Pada tahun 2000 pemerintah Amerika Serikat mulai menyadari bahwa negaranya bermasalah dengan perdagangan manusia. Dapat dilihat dari data di atas terjadi sekitar 27.755 para migran tak berdokumen yang diperdagangkan di perbatasan Meksiko Amerika Serikat, mereka berhasil ditangkap oleh petugas keamanan jalur perbatasaan dalam upaya menyeberang ke Amerika Serikat.

27.75 41.85

52.97 65.87

56.28

89.18 92.18

0 0

0 0

0

0 0

0 0

0 0

0

0 0

0 0

0 0

0

0 0

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

25 40 55 70 85 100 115

Imigran Ilegal yang diperdagangkan

36 Pada tahun 2001 terjadi peningkatan perdagangan manusia, menurut data yang diperoleh sekitar 41.850 para migran tak berdokumen tertangkap dijalur perbatasan. Pada tahun ini pemerintah Amerika Serikat memperketat pemeriksaan seluruh akses terutama jalur perbatasan yang sangat rentan akan tindakan kejahatan, hal ini dilakukan akibat peristiwa 11 September 2001, sehingga pemerintah Amerika Serikat memperketat seluruh akses atau pintu keluar masuk para migran serta meningkatkan penjagaan di seluruh wilayah perbatasan.

Pada Tahun 2002 terdapat sekitar 52.972 migran tak berdokumen yang siap untuk diperdagangkan berhasil ditangkap oleh petugas keamanan perbatasan yang dilaporkan ke Dewan Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat.Peningkatan terjadi setiap tahunnya.Perempuan, anak-anak, pria telah dibeli, dijual diangkut untuk dijadikan budak oleh para tindak kejahatan terorganisir.Para korban awalnya diberikan janji-janji palsu, diiming-imingin sesuatu hal yang berhubungan dengan kemewahan agar mereka tertarik, namun setelah berhasil para pelaku kejahatan ini mengancam, mengintimidasi atau bahkan memberikan perlakuan kasar terhadap korban.(Justice, 2002)

Pada tahun 2003 petugas patroli perbatasan berhasil menangkap 65.878 para migran tak berdokumen yang hendak menyebrang ke Amerika Serikat.Peningkatan sekitar 13.000 dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2004 terjadi penurunan angka perdagangan manusia,namun tidak terlalu signifikan.Hal ini dikarenakan pemerintah Amerika Serikat mulai membenahi wilayah perbatasannya dan melakukan upaya-upaya lainnya untuk memerangi masalah perdagangan manusia ini.(Dea, 2018)

37 Pada Tahun 2005 terjadi lonjakan tajam, terdapat selisih sekitar 33.000 dari tahun sebelumnya, sehinggapemerintah Amerika Serikat merasa perlu untuk melakukan kampanyemengatasi kejahatan perdagangan manusia dan pada tahun 2006 pemerintah Amerika Serikat menggerakan seluruh lembaga atau institusi terkait dalam memerangi masalah perdagangan manusia ini.Terjadinya peningkatan aktivitas di jalur perbatasan Meksiko Amerika Serikat, karena masih lemahnya peraturan keimigrasian dan penjagaan wilayah sehingga Meksiko dijadikan tempat transit yang aman untuk mencapai negara tujuan. Wilayah Meksiko sebagian besar belum tersentuh dalam kerangka hukum dan kurangnya kesadaran pemerintah dalam memerangi kejahatan dalam ruang lingkup dan efektivitas.(Justice, 2002)

Meskipun baru-baru ini Meksiko mengadopsi protokol internasional untuk memerangi perdagangan manusia dan kerjasama penegakan hukum meningkat, sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi yang tidak memadai di wilayah Amerika Latin dan negara asal lainnya ditambah dengan sejarah pola imigrasi sehingga meningkatkan aktivitas tindak kejahatan perdagangan manusia.

Maka terjadi peningkatan aktivitas perdagangan manusia di perbatasan Meksiko Amerika Serikat yang mengancam kedaulatan Amerika Serikat. Amerika Serikat bertindaktegas untuk memerangi permasalahan ini yaitu dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan serta melakukan upaya-upayauntuk menangani permasalahan ini.(Harkrisnowo, 2003)

38

Dokumen terkait