BAB V DESAIN TANGGA
5.4 Perhitungan Penulangan
Ln = 536.66 cm
Sn = 145 cm
= ln
Sn
= 536.66cm
145cm
= 3,70 > 2 ( Tulangan 1 arah )
Momen Tumpuan = 0 kNm
Momen Lapangan = 390 kgm
f’c = 25 Mpa 1 = 0,85
balance
=
0,85xfy1x f ’cx
(600+600fy)balance
=
0,85x3900,85mpax25Mpax
600Mpa
(600Mpa+390Mpa)
=
0,028
maks=
0,75x P
balance=
0,75 x 0,0281 = 0,021
min=
1,4fyMpa=
3901,4MpaMpa=
0,0036 m =
0,85fyx f ’c=
0,85390x25MpaMpa=
18,3529
Penulangan LenturData-Data :
T
ebal Pelat Tangga (h) : 120 mm Panjang (b) : 1000 mm
Direncanakan Tulangan : diameter 16 mm
Tebal Selimut beton (d’) : 40 mm dx = 120 – 40 – 12
¿
x 16) = 72 mm
Perhitungan Penulangan : Mn = Mu
φ = 3975,515kNm x1000
0,9 = 4417238,8 kgm
Rn = Mn
∅x b x d2 =
m 72m¿ 0,9x1000¿ mm x¿
4417238,8
¿
= 0,95 N/mm2
perlu = 1
m 1 –
√
1−2m × Rnfy= 1
18,3529 1 –
√
1−2×18,3529390 ×0.95 = 0,0025perlu >maks = 0,0025 > 0,021
pakai = 0,0211
ASperlu = x b x d = 0,0211 x 1000 mm x 72 mm = 1516 mm2
Smaks = 2 x tebal pelat = 2 x 120mm = 240 mm
AsD16 1/ 4 2 1/ 4 3,14 (16 mm)2 200,96 mm2 Spasi, S = AsD16x b
AS perlu = 200,96m m2x1000mm
1516m m2 = 133 mm Dari hasil nilai S dipakai jarak 120 mm
n = AS perlu
A = 1516mm2
200,96mm2 = 7,54 ≈ 8
AS
aktual=
n x AsD16 = 8 x 200,96 mm2 = 1607,68 mm2 Maka dipasang tulangan 8 D16-120 ( 1607,68 mm2 ) Untuk Tulangan Pembagi Digunakan
As perlu = 0,2 x
AS
perlu=
0,2 x1516 mm2 = 303.1 mm2 AsD8 1/ 42 1/ 4 3,14 (8 mm)2 = 50,24mm2 Spasi, S = AsD108x bAS perlu
=
50,24mm2x1000mm303,1mm2
=
166 mm Dari hasil nilai S dipakai jarak 150 mmn = AS perlu
A
=
303,1mm250,24mm2
=
6,03 ≈ 7AS
aktual=
n x AsD8 = 6 x 50,24 mm2 = 351,68 mm2 Maka dipasang tulangan 7 D8-150 ( 351,68 mm2 )5.4.2 Pelat Bordes
Ln = 300 cm
Sn = 150 cm
= ln
Sn
= 300cm
150cm
= 2 ≥ 2 ( Tulangan 1 arah )
Momen Tumpuan = 0 kNm
Momen Lapangan = 28,1812 kNm
f’c = 25 Mpa 1 = 0,85
balance
=
0,85xfy1x f ’cx
(600+600fy)
balance
=
0,85x3900,85mpax25Mpax
600Mpa
(600Mpa+390Mpa)
=
0,0281
maks=
0,75x P
balance=
0,75 x 0,0281 = 0,0211
min=
1,4fyMpa=
3901,4MpaMpa=
0,0036 m =
0,85fyx f ’c=
0,85390x25MpaMpa=
18,3529
Penulangan Lentur Data-Data :
T
ebal Pelat Tangga (h) : 120 mm Panjang (b) : 1000 mm
Direncanakan Tulangan : diameter 16 mm
Tebal Selimut beton (d’) : 40 mm dx = 120 – 40 – 12
¿
x 16) = 72 mm
Perhitungan Penulangan : Mn = Mu
φ
=
28,18120,9kNm=
31,3124 kNmRn = Mn
∅x b x d2
=
m 72m¿ 0,9x1000¿ mm x¿ 31,3124x106Nmm
¿
=
6,7113N/mm2
perlu = 1
m
1 –
√
1−2m × Rnfy= 1
18,3529
1 –
√
1−2×18,3529390×6,7113 =0,0214
perlu>
maks = 0,0214 > 0,0211
pakai = 0,0211AS
perlu=
x b x d = 0,0211 x 1000 mm x 72 mm = 1519,2 mm2S
maks=
2 x tebal pelat = 2 x 120mm = 240 mmAsD16 1/ 4 2 1/ 4 3,14 (16 mm)2 200,96 mm2 Spasi, S = AsD16x b
AS perlu
=
200,96m m2x1000mm1519,2mm2
=
132 mm Dari hasil nilai S dipakai jarak 120 mmn = AS perlu
A
=
1519,2mm2200,96mm2
=
7,56 ≈ 8AS
aktual=
n x AsD16 = 8 x 200,96 mm2 = 1607,68 mm2 Maka dipasang tulangan 8 D16-120 ( 1607,68 mm2 ) Untuk Tulangan Pembagi Digunakan
As perlu = 0,2 x
AS
perlu=
0,2 x1519,2 mm2 = 303,84 mm2 AsD8 1/ 42 1/ 4 3,14 (8 mm)2 = 50,24mm2 Spasi, S = AsD108x bAS perlu
=
50,24mm2x1000mm303,84m m2
=
165 mmDari hasil nilai S dipakai jarak 150 mm n = AS perlu
A
=
303,84mm2
50,24mm2
=
6,05 ≈ 6AS
aktual=
n x AsD8 = 6 x 50,24 mm2 = 301,44 mm2 Maka dipasang tulangan 6 D8-150 ( 301,44 mm2 )6BAB VI
ANALISI STRUKTUR 6.1 Pemodelan Struktur
6.1.1 Model Struktur
Model struktur yang digunakan dalam tugas laporan ini adalah struktur beton bertulang dengan 3 lantai gedung. Data ketinggian antar lantai dan tinggi masing-masing lantai dapat dilihat pada tabel berikut
Gambar 6.1 Model Struktur Tabel 6.1 Story Data
Lantai Tinggi ( m ) Ketinggian ( m )
Atap 4 12
Lantai 3 4 8
Lantai 2 4 4
Base 4 0
6.1.2 Dimensi Struktur
Dimensi struktur pada tugas besar ini memakai dimensi pada software Etabs.
Dimensi struktur dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 6.2 Dimensi Kolom yang digunakan
Tabel 6.3 Dimensi Balok yang
digun akan
No Kode Dimensi
b (mm) h (mm)
1 B1 250 400
2 B2 200 300
3 B3 200 300
6.1.3 Input Material Pada Etabs
Secara umum beton yang digunakan fc’ 25 MPa sedangkan mutu Baja tulangan polos fy = 240 MPa d ≤ 12 mm dan Baja tulangan deform dengan mutu fy = 390 MPa d > 12 mm. Nilai modulus elastisitas beton ditentukan seperti dalam peraturan SNI 2847-2019 pasal 19.2.2.1 yaitu 4700
√
fc= 23500 MPa.
No Kode Dimensi
b (mm) h (mm)
1 K1 400 400
Gambar 6.2 Material Beton Bertulang fc’
= 25 Mpa
Gambar 6.3 Mutu Beton fc’ = 25 Mpa
6.1.4 Balok dan Kolom
Dimensi balok dan kolom pada ETABS dibuat seperti pada gambar dibawah:
Gambar 6.4 Dimensi Penampang Balok
Gambar 6.5 Design Balok
Gambar 6.6 Dimensi Penampang Kolom
Gambar 6.7 Design Kolom 6.1.5 Pelat Lantai
Pelat Lantai yang digunakan dalam perencanaan ini seperti gambar dibawah ini:
Gambar 6.8 Model pelat lantai
6.1.6 Mass Source
Mass Source yang digunakan dalam perencanaan ini seperti gambar dibawah ini:
Gambar 6.9 Mass Source
6.2 Analisa Gempa 6.2.1 SDS dan SD1
Nilai SDS dan SD1 ditentukan berdasarkan web desain spectra, dan didapat nilai SDS dan SD1 wilayah manokwari :
SDS ( parameter respon percepatan pada periode pendek ) = 1 g SD1 ( parameter respon percepatan pada periode 1 detik ) = 0,7 g 6.2.2 Kategori Resiko
Untuk berbagai kategori risiko struktur bangunan Gedung dan non Gedung diambil sesuai table 1 dengan jenis pemanfaatan sebagai Gedung Perkantoran dengan kategori risiko II.
6.2.3 Kategori Desain Seismik
Berdasarkan table 8 kategori desain seismic berdasarkan parameter respons percepatan pada periode pendek dengan nilai SDS = 1 g, didapat KDS = C.
Berdasarkan table 9 kategori desain seismik berdasarkan parameter respons percepatan pada periode pendek dengan nilai SD1 = 0,4 g, didapat KDS = C jadi, KDS yang terpakai adalah KDS = C
6.2.4 Sistem Struktur dan Parameter Struktur
Berdasarkan Tabel 12, SNI 1726:2019 halaman 49-51 dengan KDS C dan Sistem penahan beban lateral berupa system rangka pemikul momen khusu maka didapat nilai :
R = 8 Ω0 = 3
Cd = 5 1 2
6.2.5 Faktor Keutamaan Gempa
Berdasarkan table 4 dengan kategori risiko II, maka factor keutamaan gempa Ie = 1.
6.2.6 Desain Respon Spektrum
Nilai To dan Ts ditentukan sebagai berikut : To = 0.2 SD1
SD s
To = 0.2 0,4
1 = 0.9 Detik TS = SD1
SD s TS = 0,4
1 = 0.4 Detik
Tabel 6.4 Desain Respon Spektrum
Gambar 6.10 Grafik Respon Spektrum Sesuai SNI 1726:2012 pasal 11.1.4, disebutkan bahwa parameter respon spektrum harus dikalikan dengan factor pembesar sebesar Ie / R , dengan nilai Ie = 1 dan R = 8. Pada dasarnya ETABS mengasumsikan fungsi respon Spektrum
sebagai unitless, sehingga dibutuhkan konversi m/sec2 dengan mengalikan faktor pembesar dengan gravitasi sebesar 9,81 m/sec2.
6.3 Perencanaan Balok dan Kolom beserta Gaya – gayanya 6.3.1 Balok
Gambar 6.11 Perencanaan Balok 35 x 40
Tabel 6.5 Gayanya – gaya Perencanaan Balok
6.3.2 Kolom
Gambar 6.12 Perencanaan Kolom
Tabel 6.6 Gaya – gaya Perencanaan Kolom
7BAB VII
DESAIN BALOK INDUK
Untuk data hasil analisis struktur balok (B2 250x400) (B27) digunakan data terbesar pada lantai yang di tinjau. Material yang akan digunakan pada perhitungan balok adalah sebagai berikut:
Mutu Beton ( fc’ ) = 25 MPa
Mutu Tulangan Deform (fy ) = 420 MPa
Diameter Tulangan Deform = 16 mm (200,96 mm2) Mutu Tulangan Polos (fy ) = 240 MPa
Diameter Tulangan Polos = 10 mm (78,5 mm2) Berikut adalah konfigurasi balok (B2 250x400) di Lantai 2
Bentang total (l) = 4 m Bentang bersih ( ln ) = 3,75 m Lebar balok ( bw ) = 350 mm Tinggi balok (h) = 400 mm
Selimut Beton = 40 mm
defektif =400 - 20 - ( 0,5.19 ) - 10 = 362 mm 7.1 Tulangan Longitudinal
Dari hasil analisis struktur menggunakan ETABS diperoleh hasil sesuai dengan tabel 7.1
Tabel 7.1 Gaya geser dan Momen Balok (B2 250x400) (B27, B25) Lantai 2
Berdasarkan pasal 18.6.1 SNI 2847:2019 komponen struktur lentur rangka pemikul momen khusus harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
¿Pu<Ag× fc❑ 10
15.3702 kN < 350×400×25 10 15.3702N < 350kN (OK)
*Ln > 4 × defektif
37500mm > 1448mm(OK)
* bw > 0,3.h dan 250 mm 350 mm > 120 mm dan 350 mm = 250 mm (OK)
Perhitungan rasio penulangan minimum
Ρmin = 1,4
fy ; ρmin =
√
fc4× fy
Ρmin = 0,0033 ; Ρmin = 0,0029
Diambil ρmin = 0,0033
Sesuai dengan SNI 2847:2019 Pasal 18.6.3.1, nilai ρ tidak boleh lebih besar dari maks ρmaks = 0,025
Posisi Momen Vu (kN) Mu (kNm)
Tumpuan Positif
97.9963
53.1965
Negatif -87.9705
Lapangan Positif 55.1613
Negatif -75.7386
7.1.1 Penulangan Negatif Tumpuan ϕasumsi = 0,9 ,dianggap terkendali tarik
Rn = Mu ϕ. bw. defektif2❑
Rn = 87.9705×106
0,9×350×131044 = 2,131127 Mpa
Ρperlu = 0,85× fc
fy
(
1−√
1−0,852R× fcn)
Pperlu = 0,85×25
490
(
1−√
1−2×0,85×2,37625)
= 0,00535779 ρmin < ρperlu < ρmaksDari hasil perhitungan kebutuhan rasio penulangan, diperoleh hasil bahwa tulangan menggunakan rasio penulangan ρperlu = 0,00535779
Asperlu = ρperlu × bw × d = 0,00535779 × 350 × 362 = 679.833 mm2
Asmin 1 =
√
fc4× fy × bw × d =
√
254×420 × 350× 362 = 377.08 mm2
Asmin 2 = 1,4
fy
× b
w× d =
1,4420 × 350× 362 = 422.33 mm2 Asmaks = 0,025
×
bw×
defektif = 0,025×
350×
362 = 3168 m2 Maka digunakan As = 678,83 mm²Jumlah tulangan : n = 678.83
0,25× π ×162 = 3,3779 ≈ 4 buah
Digunakan 6D19 (As = 803,84 mm² > Asperlu ) OK
Sesuai dengan SNI 2847:2019 pasal 25.2.1 jarak bersih antar tulangan sejajar harus lebih besar dari 25 mm.
x = 350−2×40−2×10−4×16
(4−1) = 62.000 mm
Jarak bersih memenuhi syarat, maka untuk tulangan negatif tumpuan disusun 1 lapis Periksa momen nominal :
a = As× fy
0,85× fc × b = 803,84×420
0,85×25×350 = 45,3933 mm
β1 = 0,85 – 0,05
(
fc−287)
= 0,85 – 0,05(
25−287)
= 0,871c = a β1 =
45,3933
0,871
=
52.090692 mm εt = d−cc
×
0,003= 362−67,75167,751 × 0,003
=
0,018 εt = 0,018 > 0,005Sesuai dengan SNI 2847:2013 Pasal 10.3.4, penampang merupakan terkendali tarik dengan faktor reduksi sebesar 0,9.
Mn = As × fy
(
d−a2)
= 803,84 × 390(
362−59,0112)
= 114,553 kNmϕMn = 0,9 × 114,553 = 103.097836 kNm
ϕMn (103.098 kNm) ≥ Mu (87.971 kNm) ; tulangan yang dirancang aman
7.1.2 Penulangan Positif Tumpuan
Sesuai dengan SNI 2847:2019 pasal 18.6.3.2, bahwa kekuatan momen positif pada muka joint harus tidak kurang dari setengah kekuatan momen negatif yang disediakan pada muka joint tersebut, sehingga dapat dihitung:
M −¿
u¿ = 87.9705 kNm +¿
Mu¿ 0,5 × M −¿
u¿ +¿
Mu¿ ≥ 0,5 × 87.9705 = 43.98525 kNm
Nilai +¿
Mu¿ pada bagian tumpuan hasil analisis struktur adalah sebesar 53.1965 kNm, sehingga digunakan +¿
Mu¿ 43.98525 kNm sebagai momen positif desain pada tumpuan.
ϕasumsi = 0,9 , dianggap terkendali Tarik Rn = Mu
ϕ. bw. defektif2❑ Rn = 53.1965×106
0,9×350×3622 = 1.2887105 Mpa
Ρperlu = 0,85× fc
fy
(
1−√
1−0,852R× fcn)
Pperlu = 0,85×25
420
(
1−√
1−20,85×1,7704×25)
= 0,0031675 ρmin < ρperlu < ρmaksDari hasil perhitungan kebutuhan rasio penulangan, diperoleh hasil bahwa tulangan menggunakan rasio penulangan ρperlu = 0,003167550
Asperlu = ρperlu × bw × d = 0,003167509 × 350 × 362 = 401,3234014 mm2
Asmin 1 =
√
fc4× fy × bw × d =
√
254×420 × 350× 362 = 377.0833 mm2
Asmin 2 = 1,4
fy
× b
w× d =
1,4420 × 350× 362 = 422.3333 mm2 Asmaks = 0,025
×
bw×
defektif = 0,025×
350×
362 = 3167.5 mm2 Maka digunakan As = 401.323 mm²Jumlah tulangan : n = 401.323
0,25× π ×162 = 1.997031 ≈ 2 buah Digunakan 3D19 (As = 401.92 mm² > Asperlu ) OK
Sesuai dengan SNI 2847:2019 pasal 25.2.1 jarak bersih antar tulangan sejajar harus lebih besar dari 25 mm.
x = 350−2×40−2×10−2×16
(2−1) = 218.00 mm
Jarak bersih memenuhi syarat, maka untuk tulangan positif tumpuan disusun 1 lapis Periksa momen nominal :
a = As× fy
0,85× fc × b =
401.92×420
0,85×25×350 = 22.6966 mm β1 = 0,85 – 0,05
(
fc−287)
= 0,85 – 0,05(
25−287)
= 0,871c = a β1 =
22.6967
0,871
= 26.0453462
mm
εt = d−c
c
×
0,003= 362−26.04534626.04534 × 0,003
=
0,0387 εt = 0,039 > 0,005Sesuai dengan SNI 2847:2013 Pasal 10.3.4, penampang merupakan terkendali tarik dengan faktor reduksi sebesar 0,9.
Mn = As × fy
(
d−a2)
= 401,92 × 420(
362−22.6966592)
= 5919,2246 mm = 59.1922ϕMn = 0,9 × 59.1922 = 53.2730215 kNm
ϕMn (53.273) ≥ Mu (53,197 kNm) ; tulangan yang dirancang aman
7.1.3 Penulangan Negatif dan Positif Lapangan
Sesuai dengan SNI 2847:2019 pasal 18.6.3.2, bahwa kekuatan momen negatif atau positif yang disediakan pada sebarang penampang sepanjang komponen struktur tidak boleh kurang dari seperempat kekuatan momen maksimum yang disediakan pada muka salah satu dari joint tersebut, sehingga dapat dihitung:
M −¿
u¿ = -87,9705 kNm Mu lapangan ≥ 0,25 M −¿
u¿
Mu lapangan ≥ 0,25 × -87.9705 = -21.992625 kNm Nilai +¿
Mu¿ pada bagian lapangan hasil analisis struktur adalah sebesar 55.1613 kNm dan M −¿
u¿ pada bagian lapangan sebesar 75.7386 kNm, sehingga digunakan +¿ Mu¿
= 55,1613 kNm sebagai momen desain pada bagian lapangan.
ϕasumsi = 0,9 , dianggap terkendali Tarik Rn =
Mu ϕ. bw. defektif2❑
Rn = 75.7386×106 0,9×350×3622 = 1.834803 Mpa
Ρperlu = 0,85× fc
fy
(
1−√
1−0,852R× fcn)
Pperlu = 0,85×25
420
(
1−√
1−20,85××1,21225)
= 0.004575466 ρmin < ρperlu < ρmaksDari hasil perhitungan kebutuhan rasio penulangan, diperoleh hasil bahwa tulangan menggunakan rasio penulangan ρperlu = 0,00333
Asperlu = ρperlu × bw × d = 0,00333 × 350 × 362 =422.3333 mm2
Asmin 1 =
√
fc4× fy × bw × d =
√
254×420 × 350× 362 =377.083 mm2
Asmin 2 = 1,4
fy
× b
w× d =
1,4420 × 350× 362 =422.333 mm2 Asmaks = 0,025
×
bw×
defektif = 0,025×
360×
362 = 3167.5Maka digunakan As
=422.333 mm²
Jumlah tulangan : n = 422.333
0,25× π ×162 =2.10158 ≈ 2 buah
Digunakan 2D16 (As = 981.75 mm² > Asperlu ) OK
Sesuai dengan SNI 2847:2019 pasal 25.2.1 jarak bersih antar tulangan sejajar harus lebih besar dari 25 mm.
x = 350−2×40−2×10−2×16
(2−1) = 218mm
Jarak bersih memenuhi syarat, maka untuk tulangan negatif dan positif lapangan disusun 1 lapis
Periksa momen nominal :
a = As× fy
0,85× fc × b = 918.748×420
0,85×25×350 = 55.43987 mm
β1 = 0,85 – 0,05
(
fc−287)
= 0,85 – 0,05(
25−287)
= 0,871c = a β1 =
55.43987
0,871
= 63.61952
mm εt = d−cc
×
0,003= 362−63.61952 63.6195× 0,003
=
0,01407 εt = 0,0141 > 0,0050Sesuai dengan SNI 2847:2013 Pasal 10.3.4, penampang merupakan terkendali tarik dengan faktor reduksi sebesar 0,9.
Mn = As × fy
(
d−a2)
= 981.747704 × 420(
362−55.439872)
= 137.835 kNmϕMn = 0,9 × 137.835 = 124.051543 kNm
ϕMn (124.052 ≥ Mu (55.161 kNm) ; tulangan yang dirancang aman
7.2 Tulangan Transversal
SNI 2847:2019 pasal 18.6.5.1 menyebutkan, bahwa geser rencana akibat beban- baban gempa harus ditentukan dengan mengasumsikan tegangan tarik tulangan longitudinal pada ujung-ujung balok memiliki tegangan lentur minimal sebesar 1,25 fy dan faktor reduksi sebesar 1.
Menghitung momen kapasitas negatif :
M−¿¿pr ditinjau dari tumpuan yang mengalami tarik dengan tulangan atas 4D16
−¿a¿pr = 1,25× As × fy 0,85× fc × bw
−¿a¿pr
=
1,250,85×803,84×25×350×420 = 55.7416 mmM−¿¿pr = 1,25 × As × fy ×
a−¿pr 2 d−¿
¿
M−¿¿pr = 1,25 × 803,84 × 4220 ×
(
362−56.74162)
= 140.797 kNmMenghitung momen kapasitas positif : +¿
M¿pr ditinjau dari tumpuan yang mengalami tarik dengan tulangan atas 3D16 +¿
a¿pr = 1,25× As × fy 0,85× fc × bw +¿
a¿pr
=
1,250,85××401.9225×350×420 = 28.3708 mm+¿
M¿pr = 1,25 × As × fy ×
a+¿pr 2 d−¿
¿ +¿
M¿pr = 1,25 × 401.92 × 420 ×
(
362−28.37082)
=73.3917 kNmPerhitungan gaya geser akibat gempa :
Ve =
−¿+M+pr¿ ln M¿pr
¿
=
140.797+73.39166063,75 = 57.116936
Gunakan Vu = 97.9963 kN
Pada pasal 18.6.5.2 SNI 2847:2019 nilai Vc harus diabaikan apabila 2 persyaratan berikut terpenuhi:
Gaya geser yang ditimbulkan gempa mewakili setengah atau lebih dari kekuatan geser perlu maksimum dalam panjang tersebut.
Gaya tekan aksial terfaktor ( PU ), termasuk pengaruh gempa < Ag . fc 20 Ve ≥ 0,5Vu
57.1169 kN ≥48.998 kN (memenuhi syarat) Maka Vc = 0
ϕgeser = 0,75 (SNI 2847:2013 Pasal 9.3.2.3)
Vs = Vu ϕ =
97.9963
0,75
=130.662
kNCek Vs-maks (SNI 2847:2013 Pasal 11.4.7.9) Vs-maks = 0,66 ×
√
fc × bw × dVs-maks = 0,66 ×
√
25 × 350 × 362 =418.11 kNDicoba menggunakan tulangan 3P10 Av = 3 × 0,25 × π × 102 = 235.5 mm²
S = Av × fy × d
Vs
;
(SNI 2847:2019 Pasal 22.5.10.5.3) S = 235.5×240×362130.6617
=156
589.381 m = 156.589381 mmSNI 2847:2019 Pasal 18.6.4.4 menyebutkan bahwa spasi sengkang tertutup tidak boleh melebihi 3 persyaratan berikut, diambil yang terkecil:
d
4 = 90,5 mm
6 × Dlongitudinal = 6 × 16 = 96 mm
150
mm
Maka diambil sengkang tumpuan 2P10-80
Berdasarkan Pasal 18.4.2.5 SNI 2847:2019 diluar sendi plastis spasi tidak boleh melebihi:
d
2 = 181mm
Maka diambil sengkang lapangan 2P10-150
Keterangan Balok (350x400) (B27, B25) Lantai 2
Gambar Tumpuan Kiri/Kanan Lapangan
Tulangan Atas 4D16 2D16
Tulangan Pinggang
2P10 2P10
Tulangan Bawah
3D16 2D16
Sengkang 2P10-80 2P10-150
Gambar 7.1 Penulangan Balok 250 × 400 Lantai 2 (B27, B25)
8BAB VIII DESAIN KOLOM
Dalam penulisan laporan Tugas Besar Struktur Beton ini, mengingat perhitungan yang cukup panjang akan dipaparkan hasil perhitungan kolom sebanyak 1 buah yaitu kolom dengan kode (K1 400x400) (C32) di Lantai 2.
Untuk data hasil analisis struktur kolom (K1 400x400) (C23) digunakan data terbesar pada lantai yang di tinjau. Material yang akan digunakan pada perhitungan kolom adalah sebagai berikut:
Mutu Beton (fc`) =25 Mpa β=0.88−878
(
fc−287)
❑ =Mutu tulangan Deform (fy) = 420 Mpa
Diameter Tulangan Deform =16 mm = 200,96 mm2 Mutu Tulangan Ssengkang (fy) =240
Diamter Tulangan sengkang =13 mm = 132.6652
Beikut adalah konfigurasi Kolom (K1 400x 400) di Lantai 2 Bentang total (I) = 4 m
Bentang Bersih (In) = 3.6 m Lebar kolom (b) = 400 mm Tinggi Kolom (h) = 600 mm Selimut Beton = 40 mm
defektif = 400-(2 x 20)-(0.5 x 16)-13 =339 mm 8.1 Tulangan logitudinal
Tabel 8.1 Output ETABS Kolom K1 (400x400)(C24) dan(C15) Lantai 2 Pu-maks
kN
Pu-min
kN
Mu-maks
kN
Mu-min
kN
Vu
kN
-80.3111 1345.3115 35.0426 -34.9555 16.4978
Berdasarkan analisis struktur Nod-min = P u−min
f'c⋅b−h = 1345.3115x103
25x400x600 = 0.224218583
M od-min = M u−min
f'c⋅b−h = 34.9555x106
25x400x360000 = 0.009709861
Diagram interaksi ρ1 = 0,01
Nod-max = P u−max
f'c⋅b−h = −80.3111x103
25x400x600=¿ - 0.013385183
Nod-max = M u−max
f'c⋅b−h = 34.3613x162
25x400x400=¿ 0.009734056 Diagram interaksi
ρ1 = 0,01
Gambar 8.1 Diagram ∅𝑀� − ∅𝑃n Gunakan : ρ1 = 0,01
Ast = ρx b x h = 0.01 x 400 x 600 = 2400 mm2 Jumlah Tulangan ,n == A st
0,25x π x d2 dimana d adalah diameter tulangan n= 1600
0,25x π x d2=¿ 2400
0,25x3.14x256 = 11.94267516 ≈ 12
Tulangan kolom harus kelipatan 4, sehingga digunakan tulangan D16 Sebanyak 12 buah. Sama seperti perhitungan balok, besar spasi antara tulangan yang sejajar harus dicek sesuai dengan SNI 2847:2019 Pasal 25.2.3.
x =
400−2x40−2x13−
(
124 +1)
x1x16(
124)
= 76.67 mmx (76.67 mm ) > 40 mm (memenuhi syarat) ρaktual = n x0,25x π x d2
b x h = 12x0,25x3,14x256
400x600 =¿ 0.010048
Pasal 18.7.4.1 SNI 2847:2019 Menyatakan bahwa luas tulangan memanjang tidak boleh kurang dari 0,01 Ag atau lebih dari 0,06 Ag.
0,01 < 0.010048 < 0.06 (OK)
8.2 Kuat Kolom
Agar kolom dapat memenuhi syarat “Strong Column Weak Beams”, diperlukan pemeriksaan kekuatan kolom dan kekuatan balok yang merangkai pada titik pertemuan yang ditinjau. Kuat kolom yang ditinjau terdapat pada pertemuan kolom K1 dilaintai 2.
∑ 𝑀�� ≥ (1,2) ∑ 𝑀�b Mencari ∑ 𝑀�c
Kolom K1 (400×600) lantai 1 (Pu =-80.3111 kN)
Dari diagram interaksi pada aplikasi SPColumn didapat : ∅𝑀� = 398.89 𝑘�. � ; 𝑀� = 443.211 𝑘�.m
∑ 𝑀�c – 1 = 443.211 𝑘�.m
Gambar Diagram Interaksi KL Lantai 2
∑ 𝑀��−1 = 204.91 𝑘�. �
Dari perancangan Balok (250 x 400) dalam perhitungan sebelumnya di dapat :
∑ 𝑀�� = 138.53 𝑘�. � , sehingga
∑ 𝑀��′ ≥ (1,2) ∑ 𝑀��
443.211 kN. m ≥ (1.2) × 166.239 kNm
433.211 kNm ≥ 166.239 kNm (memenuhi syarat)
8.3 Penulangan Tranversal
Penulangan geser menurut SNI 2847:2019 Pasal 18.7.5.1, terdiri dari 2 bagian yaitu bagian di daerah 𝐼� dan diluar daerah 𝐼�, dimana 𝐼� dapat ditentukan dari persyaratan berikut, diambil yang paling besar :
• Tinggi elemen kolom = 600 m
• 1/6 tinggi bersih kolom ¿1
6 x 3600 = 600 mm
• 450 mm
Sesuai dengan persyaratan berlaku, maka daerah I0 diambil sebesar 400 mm dari ujung kolom. Penulangan geser daerah I0 : Mengenai spasi tulangan pada SNI 2847:2019 Pasal 18.7.5.3, dimana spasi tulangan geser maksimum diambil yang terkecil dari persyaratan berikut.
• ¼ dimensi terkecil komponen struktur = ¼ × 400 = 100 mm • 6 kali diameter tulangan longitudinal = 6 × 16 = 96 mm
• S0 dimana S0 tidak boleh lebih dari 150 mm dan tidak perlu kurang dari 100 mm Luas Tulangan Minimum : Sesuai SNI 2847:2019 Pasal 18.7.5.4, luas sengkang minimum daerah 𝐼� , harus dihitung dengan persamaan berikut dan diambil yang terbesar.
Ash-1 = 0, 3 x S . b . c . f'c fy❑ ⦋ A g
Ach−1⦌ Ash-2 = 0,09S . bc . f'c
fy
Dimana nilai �� ditentukan seperti pada gambar 8.2 berikut :
Gambar Contoh penulangan Geser Kolom
𝐴� = 400 × 600 = 24000 ��2
��−1 = 400 – 2 × 40 = 320 mm
��−2 = 600 – 2 × 40 = 520 mm 𝐴�ℎ = (320 x 520 = 166400 ��2
Ash-1 = 0, 3 x bc−1x f'c fy ( A g
Ach−1) A sh−I
S pasi = 0, 3 x 320x25
420 (240000
166400−1) = 2.527472527 ��2 / ��
A sh−2
S pasi = 0,09x bc−1x f'c fy
A sh−2
S pasi = 0,09x320x25
420 = 1.714285714 ��2 / ��
A sh−11
S pasi = 0, 3 x bc−2x f'c fy ( A g
Ach−1) A sh−11
S pasi = 0, 3 x 520x25
420 (240000
166400−1) = 4.107142857 ��2 / ��
A sh−22
S pasi = 0, 9 x bc−2x f'c fy A sh−22
S pasi = 0, 9 x 520x25
420 =2.78571428 ��2 / ��
Berdasarkan analisa struktur.
Ρaktual = 8× π x0,25x162
400x600 = 8×3,14x0,25x256
240000 = 0.006698667 Diagram interaksi
𝑃𝑝� = 2075.9 kN 𝑀𝑝� = 671.87 kN
Gambar Diagram Mpr - Ppr
Gaya geser berhubungan dengan sendi plastis di kedua ujung kolom nilai 𝑀𝑝�
untuk kolom ditentukan dengan menganggap kuat tarik pada tulangan memanjang sebesar minimum 1,25 fy dan faktor reduksi ∅ = 1. Dari diagram interaksi yang dihitung dari SPColumn, didapat kN.m
Ve-kol= ¿∑ Mpr−kol
I = 2x571.87
4 = 335.935 kN Hasil Ve-kol = Tidak perlu melebihi Ve dari kapasitas balok : Perhitungan faktor distribusi momen join atas
Arah x
Ik-tinjauan = 0,7 x b x h2
12 = 0,7 x 400x21600000
12 = 504000000 mm4 EIk-tinjauan = 47000 x
√
f ' y x Ik-tinjauanEIk-tinjauan = 47000 x
√
25 x 5040000000 = 1.1844E+14 N.mm3EIk-tinjauan = EIk-atas = EIk-bawah
DFatas = EI k−tinjauan
EI k−tinjauan+EI k−atas = 1.1844E+14
1.1844E+14+1.1844E+14 = 0.5
DFbawah = EI k−tinjauan
EI k−tinjauan+EI k−bawah = 1.1844E+14
1.1844E+14+1.1844E+14 = 0.5
Arah y
Ik-tinjauan = 0,7 x b x h2
12 = 0,7 x 6400000x600❑
12 = 2345624
EIk-tinjauan = 47000 x
√
f ' y x Ik-tinjauanEIk-tinjauan = 47000 x
√
25 x 224000000 = 5.264E+13 N.mm^3EIk-tinjauan = EIk-atas = EIk-bawah
DFatas = EI k−tinjauan
EI k−tinjauan+EI k−atas = 5.264E+13
5.264E+13+5.264E+13 = 0.5
DFbawah = EI k−tinjauan
EI k−tinjauan+EI k−bawah = 5.264E+13
5.264E+13+5.264E+13 = 0.5
Dari Perhitungan perancangan balok sebelumnya didapat :
Mpr-balok = 111.488 𝑘�.m
Sehingga, Ve = M pr−balok X DF atas+M pr−balok X DF bawah I
Ve = 111.488078X0.5X111.488078x0.5
4 = 27.87201951 kN
Ve Untuk arah x dan y sama
Dari hasil perhitungan, dapat dilihat bahwa nilai 𝑉� lebih kecil dari nilai gaya geser hasil analisis struktur 𝑉� = 16.4978, sehingga yang digunakan adalah 𝑉�
dalam perancangan tulangan transversal.
Menentukan Tulangan Geser
Dari perhitungan luasan minimum diambil yang terbesar : A sh−1
S pasi = 0, 3 x 320x25
420 (240000
166400−1) = 2.527472527 ��2 / ��
Penulangan daerah I0
Spasi = 100 m
Ash-1 = 100 x 2.527472527 = 252.7472527 mm^2
Digunakan D13 = 132.665 mm^2 Jumlah kaki :
n = A sh
Av = 252.7472527
132.665 = 1.90515398 ≈ 2 Sehingga di gunakan 2D13-100
Penulangan luar daerah Io
Dari perhitungan luasan minimun diambil yang terbesar : A sh−11
S pasi = 0, 3 x 520x25
420 ( 24000
166400−1) = 4.10714285 ��2 / ��
Penulangan daerah I0
Spasi = 100 m
Ash-1 = 100 x 4.10714285 = 410.7142857 ��2 / ��
Digunakan D13 = 132.665 mm^2 Jumlah kaki :
n = A sh
Av = 410.7142857
132.665 = 3.095875217 ≈ 3 Sehingga di gunakan :3D13-100
Pengecekan kemampuan layan kolom Cek kuat Geser minimum Ash
Untuk daerah Io : Ash = 252.7472527 mm^2 Vs = A sh fy . d
s
Vs = 252.7472527X420X339
100 = 359861.5385 = 359.8615385 kN
Nilai geser terbesar yang terjadi , yaitu Vu =16.4978 kN maka beban geser yang harus ditanggung kolom adalah :
Vu-terfaktor = Vu
∅geser = Vu
∅geser = 16.4978
0,65 = 25.38123077 kN
Vs-tumpu 359.862 kN ≥ Vs-terfaktor 25.381 kN(ok) Vs-lapangan 584.775 kN ≥ Vs-terfaktor 25.381 kN (ok)
Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa penulangan kolom menggunakan syarat minimum struktur tahan gempa SNI 2847:2019 Pasal 18.7.5.4 sudah mencukupi untuk menahan beban geser terfaktor.
Gamba Penulangan Kolom K1 400 x 400 Lantai 2 (C19)
9BAB IX
KONTROL HUBUNGAN BALOK – KOLOM
9.1 HUBUNGAN BALOK - KOLOM MELINTANG
Dalam perhitungan hubungan balok kolom ini digunakan join tepi sesuai dengan kolom dan balok yang dirancang Vu = 98734 kN.
Nilai Mpr-balok
Tulangan terpasang 4D16 (As =8987 mm2 ) α = A s x(1,34x fy)
0,85x f c'x b = 3472482748247 0,85x f c'x b = Mpr = As (1.25 x fy) x (d - a
2 )
Mpr =1342 1.25 x 420 (3472482748247 0,85x f c'x b ) = Mu = M pr
2 = 4231434
2 =
Balok atas menggunakan tulangan 4D16 sehingga di peroleh gaya tarik sebesar . Ti = As x 1,25 x fy =
Ti =Ci
Ti =Ci
Ti =C2 = 0 Vn = Ti + Ci – Vu =
Sesuai dengan SNI 2847:2019 pasal 18.8.4.1 kuat geser pada joint untuk balok yang terkekang pada 3 atau 2 memiliki nilai.
Vn = 1,2 x
√
f ' c x Ag =ϕ Vn =
ϕ Vn >
720 kN >
9.2 Hubungan Balok- kolom Memanjang
Dalam perhitungan hubungan balok kolom ini digunakan joint tepi sesui dengan kolom dan baloik yang dirancang Vn = 123232 kN
Nilai Mpr- balok
Tulangan terpasang 3D16 (As= 602.88 ��2) α = A g x(1,34x fy)
0,85x f c'x b = 3472482748247 0,85x f c'x b = Mpr = As (1.25 x fy) x (d - a
2 )
Mpr = 1342 (1.25 x 420) x
(
242−34724827482472
)
=¿ Nmm = kNmMu = M pr
2 = 4231434 2
Bagian atas balok menggunakan tulangan 4D16 sehingga diperoleh gaya tarik sebesar.
Ti = As x 1,25 x fy = Ti =Ci
Ti =Ci
Ti =C2 = 0 Vn = Ti + Ci – Vu =
Sesuai dengan SNI 2847:2019 pasal 18.8.4.1 kuat geser pada joint untuk balok yang terkekang pada 3 atau 2 memiliki nilai.
Vn = 1,2 x
√
f ' c x Ag =ϕ Vn =
ϕ Vn >
720 kN >
Gambar Detail Tulangan Hubungan Balok-Kolom B2 (B19) dan Kolom K1 (C19) Joint Tepi.
10X PENUTUP 10.1 KESIMPULAN
Pada perencanaan Gedung Apartemen 4 lantai di Makassar, Sulawesi Selatan. Komponen struktur atas yang ditinjau yaitu pelat, balok, kolom, dan hubungan anatar balok kolom. Dalam perencanaan ini dimensi yang digunakan ialah dimensi hasil trial dan eror. Setelah melakan perhitungan gempa, analisis struktur serta perhitungan elemen struktur didapati beberapa kesimpulan yaitu :
1. Pelat atap yang dirancang menggunakan pelat 2 arah. Tebal pelat 120 mm, dengan tulangan pokok arah x digunakan ∅12−250 dan tulangan pokok arah y digunakan ∅12−250.
2. Pelat lantai yang dirancang menggunakan pelat 2 arah. Tebal pelat 120 mm, dengan tulangan pokok arah x digunakan ∅12−250 dan tulangan pokok arah y digunakan ∅12−200.
3. Balok anak yang dirancang yaitu
DAFTAR PUSTAKA