BAB I PENDAHULUAN
B. Kajian teori
3. Perkembangan Bahasa
e) Dapat mengembangkan keterampilan berbicara.
2) Kelemahan Media Gambar Seri
a) Jika salah satu seri gambar hilang, maka gambar seri tidak dapat digunakan lagi.
b) Menuntut pembawa cerita melakukan penguasaan bahasa yang lebih.
dihasilakn dari pergaulan dengan masyarakat sekitar akan memberi ciri khusus dalam masyarakat luas anak mengikuti proses belajar disekolah.35
Kegiatan-kegiatan yang disarankan dalam perkrmbangan bahasa adalah anak harus terlibat dalam kegiatan pembelajaran karena anak taman kanak-kanak sedang berada pada tingkat kognitif, social, dan kematangan emosional yang lebih tinggi di bandingkan ketika mereka masih di usia prasekolah dan karena pengetahuan bahasa mereka lebih berkembang.36
b. Fungsi perkembangan bahasa anak usia dini
Adapun fungsi bahasa pada anak usia dini adalah sebagai berikut:
1) Sebagai alat untuk berkomunikasi dengan lingkungan.
2) Sebagai alat untuk mengembangkan intelektual.
3) Sebagai alat untuk mengembangkan ekspresi anak.
4) Sebagai alat untuk menyatakan perasaan dan buah pikiran.37 c. Tahapan perkembangan bahasa anak usia dini
Perkembangan bahasa terbagi atas dua periode besar yaitu:
periode preliguistik (0-1 tahun) dan linguistik (1-5 tahun), mulai periode linguistik inilah mulai hasrat anak mengucapkan kata-kata yang pertama, yang merupakan saat paling menakjubkan bagi orang tua.
35 Susanto, 36.
36 Baverly Otto. Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini, (Jakarta : Prenada, 2015), 318
37 Wiwik Puspitasari, Pintar Bercerita (Surakarta: Cv Kekata Group, 2019), 1.
Tahapan perkembangan bahasa sebagai berikut:
1) Tahapan pralinguistik (masa meraban)
Pada tahapan ini, bunyi-bunyi bahsa yang dihasilkan anak belum bermakna. Bunyi-bunyi itu memang telah menyerupai vocal atau konsonan tertentu. Akan tetapi secara keseluruhan bunyi tersebut tidak mengacu pada kata dan makna tertentu.tahapan praliguistik merupakan tahapan perkembangan bahasa anak yang dialami oleh anak yang berusia 0-1 tahun. Tahapan praliguistik dibagi lagi kedalam dua tahapan yaitu:
a) Tahapan merabah pertama
Tahapan meraba pertama ini di alami oleh anak usia 0-6 bulan
b) Tahapan merabah kedua
Usia 6-12 bulan anak mulai memperhatikan intonasi dan ritme dalam ucapan.
c) Tahapan perkembangan linguistic
Tahapan perkembangan linguistik adalah tahapan perkembangan bahasa anak usia 1-5 tahun. Pada tahapan ini anak mulai bisa mengucapkan bahasa orang dewasa. Tahapan linguistik terbagi kedalam 3 tahapan yaitu seperti berikut:
(1) Tahapan holofrasis satu kata (2) Ucapan dua kata
(3) Pengembangan tata usaha
2) Tahap linguistic
Tahapan-tahapan mulai berkembnag pula penguasaan kata mereka. Atas sistem bahas yang dipelajarinya. Sistem bahasa itu, terdiri sebagai berikut:
a) Fonologi
Fonologi merupakan kajian bunyi bahasa yang berkaitan dengan satu fenom atau lambang bunyi bahasa oleh perangkat alat ucap manusia.
b) Morfologi
Kajian morfologi kajian lanjutan setelah fologi. Objek kajian morfologi ada dua, yaitu kajian besarnya adalah kata dan kajian kecilnya adalah morfem (bebas, dan terikat).
c) Gramatika (tata bahasa)
Gramatika adalah sesuai dengan tata bahasa, jadi dapat ditarik kesimpulan yakni makan yang sesuai dengan tata bahasa.
d) Semantik
Kajian semantik adalah kajian yang berkaitan dengan makna. Semantik dapat mencakup bidang ilmu yang lebih luas, baik dari struktur dan fungsi bahasa maupun interdisiplin bidang ilmu.
e) Tanda dan lambang (simbol)
Cara manusia untuk berkomunikasi, ada dua tanda yaitu:
tanda verbal dan tanda non-verbal.38
38 Alfitriani Siregar, Metode Pengajaran Bahasa Inggris Anak Usia Dini, (Medan: Lembaga Penelitian Dan Penulisan Aqli, 2018), 36-38.
Indikator Perkembangan Bahasa Anak Sesuai dengan (STPPA) usia 4-5 tahun sebagai berikut:39
Lingkup Perkembangan Tingkat Pencapaian perkembangan Anak Usia 4-5
tahun
A. Memahami Bahasa 1. Menyimak perkataan orang lain (bahasa ibu atau bahasa
lainnya).
2. Mengerti dua perintah yang diberikan bersama
3. Memahami cerita yang dibacakan.
4. Mengenal perbendaharaan kata mengenal kata sifat (nakal, pelit, baik hati, berani, baik, jelek, dsb)
5. Mendengar dan membedakan bunyi-bunyian dalam bahasa Indonesia (contoh, bunyi dan ucapan harus sama).
B. Pengungkapan Bahasa 1. Mengulang kalimat sederhana 2. Bertanya dengan kalimat yang
benar
3. Menjawab pertanyaan sesuai pertanyaan
4. Mengungkapkan perasaan dengan kata sifat (baik, senang, nakal, pelit, berani, jelek dsb) 5. Menyebutkan kata-kata yang di
kenal
6. Mengutarakan pendapat pada orang lain
7. Menyatakan alasan terhadap sesuatu yang diinginkan 8. Menceritakan kembali
cerita/dongeng yang pernah di dengar
9. Memperkaya perbendaharaan kata
10. Berpartisipasi dalam percakapan
39 Peraturann Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesai, Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Nomor 137, tahun 2014 lampiran I
d. Faktor yang mepengaruhi perkembangan bahasa anak usia dini Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa yaitu sebagai berikut :
1) Kesehatan
Anak yang sehat lebih cepat belajar berbicara dari pada anak yang tidak sehat, karna motivasinya lebih kuan untuk menjadi anggota kelompok sosial dan berkomunikasi dengan anggota kelompok tersebut.
2) Intelegensi
Anak yang memiliki kecerdasan tinggi belajar berbicara lebih dan memperlihatkan penguasaan bahasa yang lebih unggul dari pada anak yang tingkat kecerdasannya rendah.
3) Setatus sosial ekonomi keluarga
Beberapa studi tentang hubungan antara perkembangan bahasa dengan hal ini menunjukkan bahwa anak yang berasal dari keluarga rendah mengalami kelambatan dalam perkembangan bahasanya dibandingkan anak yang berasal dari keluarga yang lebih baik.
4) Jenis kelamin
Pada tahun pertama usia anak, tidak ada perbedaan vokalisasi antara laki-laki dan perempuan. Namun mulai usia dua tahun, anak perempuan menunjukkan perkembangan yang lebih cepat dari pada anak pria.
5) Hubungan keluarga
Hubungan yang sehat antara orang tua dan anak menfasilitasi perkembangan bahas anak, sedangkan hubungan yang tidak sehat mengakibatkan anak akan mengalami kesulitan atau kelambatan dalam perkembangan bahasnya.
6) Keinginan berkomunikasi
Semakin kuat keinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain, semakin kuat motivasi anak untuk belajar berbicara.
7) Dorongan
Semakin banyak anak didorong untuk berbicara, dengan mengajaknya bicara didorong menanggapinya, akan semakin awal belajar berbicara dan semakin baik kualitas bicaranya.
8) Metode pelatihan anak
Anak yang dilatih secara otoriter yang menekankan bahwa
“ anak harus dilihat dan didengar” merupakan hambatan belajar.
Sedangkan pelatihan yang memberikan keleluasan dan demokratis akan mendorong anak untuk belajar.
9) Kelahiran kembar
Anak yang lahirnya kembar umumnya terlambat dalam perkembangan bicaranya terutama karena mereka lebih banyak bergaul dengan saudara kembarnyadan hanya memahami logat khusus yang mereka miliki.
10) Hubungan dengan teman sebaya
Semakin banyak hubungan anak dengan teman sebayanya, dan semakin besar keinginan mereka untuk diterima sebagai anggota kelompok sebenarnya akan semakin kuat motivasi mereka untuk belajar berbicara.
11) Kepribadian
Anak yang bisa menyesuaikan diri dengan baik cenderung kemampuan berbicaranya lebih banyak. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif.40
40 Muhammad Usman, Perkembangan Bahasa dalam Bermain dan Permainan (Yogyakarta:
Grub Cv Budi Utama, 2015), 19.
BAB III
METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah cara atau langkah dalam mencari, merumuskan, menggali data, menganalisis, membahas dan menyimpulkan masalah dalam penelitian. Metode yang dimaksud ini adalah metode yang lebih bersifat praktis dan aplikasi.41 Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: