i
PEMBELAJARAN MEDIA GAMBAR SERI UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK A
DI RA AR-RIDLWAN AJUNG JEMBER TAHUN AJARAN 2021/2022
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Oleh : Sri Wahyuni NIM.T200185053
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
SEPTEMBER 2022
ii
PEMBELAJARAN MEDIA GAMBAR SERI UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK A
DI RA AR-RIDLWAN AJUNG JEMBER TAHUN AJARAN 2021/2022
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Oleh : Sri Wahyuni NIM : T20185053
Disetujui Pembimbing
Dr. Mohammad Zaini S.Pd.I., M.Pd.I NUP : 20160366
iii
PEMBELAJARAN MEDIA GAMBAR SERI UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK A
DI RA AR-RIDLWAN AJUNG JEMBER TAHUN AJARAN 2021/2022
SKRIPSI
Telah diuji dan terima untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Hari : Jumat
Tanggal : 30 September 2022
Tim Penguji
Ketua Sekretaris
As’ari, M.Pd.I Farah Dianita Rahman, S.S.T., M.Kes.
NIP: 197609152005011004 NUP : 20160368 Anggota :
1. Dr. Hj. Umi Farihah, M.M, M.Pd. ( )
2. Dr. Mohammad Zaini, M.Pd. ( )
Menyetujui
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I NIP : 196405111999032001
iv
MOTTO
Artinya : Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang di iringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Alloh maha kaya lagi maha penyantun. (QS. Al-Baqarah : 263).1
1 Al-Quran Surat AL-Baqarah ayat 263;al-Quran dan Terjemahanya, Departemen Agama RI, Jamanatul „Ali Art (J-Art), (Bandung, 2004).
v
PERSEMBAHAN
Skripsi ini ku persembahkan teruntuk:
Bapak Ibu : Bapak H. Sunardi dan ibu Hj. Siti Munawaroh, Kakek : Simbah Rohmi Miyati, simbah Ginem,
Kakak : Fatmawati, S.Tr.Keb., Nur Baiti, S.H., Mas ipar Dwi Surawan serta keponakan Amara Qaila Mahreen,
Adik : Hafizatun Khoirun Nisa
Bapak ibu guru dan Bapak ibu dosen yang telah ihklas memberikan saya ilmu yang barokah,
Teman-teman seperjuangan PIAUD Angkatan 2018 yang selalu kompak dan saling membantu.
vi
ABSTRAK
Sri Wahyuni, 2022:
Pembelajaran Media Gambar Seri Untuk Melatih Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Pada Kelompok A di RA Ar-Ridlwan Ajung Jember Tahun Ajaran 2021/2022Kata Kunci : Media Gambar Seri, Kemampuan Bahasa.
Perkembangan bahasa merupakan kemampuan anak yang di ekspresikan melalui pikiran anak dengan menggunakan kata-kata yang di ucapkan melalui lisan dan dapat dilihat melalui peningkatan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembanganya.
Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana perencanaan pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini pada keloompok A di RA AR-Ridlwan Ajung Jember Tahun ajaran 2021/2022?. (2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini pada keloompok A di RA AR-Ridlwan Ajung Jember Tahun ajaran 2021/2022?. (3) Bagaimana evaluasi pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini pada keloompok A di RA AR-Ridlwan Ajung Jember Tahun ajaran 2021/2022?
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini pada keloompok A di RA AR-Ridlwan Ajung Jember Tahun ajaran 2021/2022. (2) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini pada keloompok A di RA AR-Ridlwan Ajung Jember Tahun ajaran 2021/2022. (3) Mendeskripsikan evaluasi pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini pada keloompok A di RA AR-Ridlwan Ajung Jember Tahun ajaran 2021/2022.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan tiga teknik, yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan datanya menggunakan triangulasi yaitu triangulasi sumber dan teknik. Tehnik Analisis data menggunakan Kondensasi data (data condensation), Penyajian Data (data display) dan Penarikan Kesimpulan (Conclusions drawing).
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan (1) perencanaan pembelajaran media gambar seri untuk meningkatkan perkembangan bahasa pada kelompok A dengan mengadakan Rapat Kerja (RAKER) yang sudah diprogramkan diawal sebelum pembelajaran berlangsung untuk membahas PROTA,PROSEM,RPPM, dan RPPH, dan tema, model, media apa yang tepat untuk dilakukan dalam pembelajaran. 2) pelaksanaan pembelajaran media gambar seri untuk meningkatkan perkembangan bahasa, guru melakukan tiga pelaksanaan yaitu pembukaan, inti, penutup. 3) evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan, ceklis, dan hasil karya , dengan melihat perkembangan dan kemajuan yang dicapai individual siswa dikelas.
vii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat, taufiq serta hidayah-Nya. Sholawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi agung Muhammad SAW, sehingga dapat terselesaikan penelitian yang berjudul “ Pembelajaran Media Gambar Seri Untuk Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini pada Kelompok A Di RA AR-Ridlwan Ajung Jember Tahun Ajaran 2021/2022”.
Kelancaran dalam menyelesaikan skripsi ini dapat penulis peroleh karena dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis sampaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya dan penghargaan yang tulus kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., MM., selaku Rektor UIN KHAS Jember yang selalu memberikan fasilitas yang memadai selama kami menuntut ilmu di UIN KHAS Jember.
2. Ibu Prof. Dr. Hj. Mukni‟a h, M.Pd.I., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang telah mengizinkan penulis melakukan penelitian ini.
3. Bapak Dr. Rif‟an Humaidi, M.Pd.I. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang telah memberikan fasilitas dan pengarahan pada skripsi ini.
4. Ibu Dr. Istifadah, S.Pd., M..Pd.I., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN KHAS Jember sekaligus dosen pembimbing yang selalu memberikan arahannya dalam program perkuliahan yang kami tempuh dan membimbing penulis dalam penyusunan skripsi ini.
5. Bapak Dr. Mohammad Zaini S.Pd.I., M.Pd.i. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan masukan yang membangun sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
6. Bunda Etik Ruaida Zulfa, Sp.d. selaku Kepala RA AR-Ridlwan yang telah berkenan memberikan waktunya demi kelancaran dalam penyusunan tugas akhir ini.
7. Seluruh dewan guru, wali murid, dan peserta didik RA AR-Ridlwan Ajung Jember.
8. Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung yang telah membantu
viii
menyelesaikan skripsi ini, yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih terdapat beberapa kesalahan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk memperbaiki dalam penulisan skripsi ini. Akhirnya, semoga Allah SWT.
memberikan rahmat dan taufik-Nya sehingga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat dipergunakan sebagimana mestinya dan semoga amal baik yang Bapak/Ibu berikan kepada penulis mendapat balasan dari Allah SWT. Aamiin.
Jember, 30 September 2022 Penulis
SRI WAHYUNI
NIM.T200185053
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
ABSTRAK ... vi
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Fokus Penelitian ... 6
C. Tujuan Penelitian ... 7
D. Manfaat Penelitian ... 7
E. Devinisi Istilah ... 9
F. Sistematika Pembahasan ... 11
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 13
A. Penelitian Terdahulu ... 13
B. Kajian Teori ... 17
x
BAB III METODE PENELITIAN ... 35
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 35
B. Lokasi Penelitian ... 35
C. Subjek Penelitian ... 36
D. Tehnik Pengumpulan Data ... 36
E. Analisis Data ... 39
F. Keabsahan Data ... 41
G. Tahap-Tahap Penelitian ... 42
BAB IV PENAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 44
A. Gambaran Obyek Penelitian ... 44
B. Penyajian Data dan Analisis ... 49
C. Pembahasan Temuan ... 64
BAB V PENUTUP ... 69
A. Kesimpulan ... 69
B. Saran ... 70
DAFTAR PUSTAKA ... 72 LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Pernyataan Keaslian Tulisan 2. Matrik Penelitian
3. Surat Izin Penelitian
4. Surat Keterangan Selesai Penelitian 5. Jurnal Penelitian
6. Penilaian 7. RPPH
8. Sertivikat Akreditasi
9. Foto-foto Kegiatan Penelitian 10. Hasil Karya
11. Biodata Penulis
xi DAFTAR TABEL
No Uraian Hal
2.1 Kajian Terdahulu ... 16
4.1 Data Jumlah Siswa Kelompok A RA AR-Ridlwan Periode 2021/2022 ... 47
4.2 Data Kepegawaian ... 48
4.3 Data Gedung RA AR-Ridlwan ... 48
4.4 Sarana Pendukung Pembelajaran ... 49
xii DAFTAR GAMBAR
No Uraian Hal
Gambar 2.1 Media Gambar Seri ... 25
Gambar 4.1 Wawancara kepada ibu Etik selaku kepala sekolah ... 54
Gambar 4.2 Wawancara kepada ibu Ayu selaku guru kelas A ... 54
Gambar 4.7 Buku kegiatan satu semester ... 55
Gambar 4.8 Senam Bersama ... 56
Gambar 4.9 Kegiatan awal sebelum pembelajaran di mulai anak di biasakan untuk membaca iqro‟ ... 60
Gambar 4.10 Awal pembukaan pukul 08:15 dengan mengucapkan salam do‟a dan bernyanyi agar anak dapat besemangat untuk memulai pembelajaran ... 60
Gambar 4.11Inti pembelajaran menggunakan media gambar seri guru menjelaskan dan menceritakan isi gambar mulai dari uratan yang pertama sampai terakhir secara urut agar anak dapat dengan mudah memahami isi cerita media gambar seri. ... 61
Gambar 4.12Pelaksanaan Kegiatan inti pembelajaran media gambar seri, guru memberikan kesempatan anak untuk berani menceritakan atau menjelaskan ulang isi gambar tersebut agar guru dapat menilai secara langsung apakah anak dapat memahami apa yang di sampaikan oleh gurunya. ... 61
Gambar 4.13Keunikan media gambar seri ini tidak hanya di gunakan ketika pembelajaran di mulai namun media gambar seri juga di letakan di dinding- dinding agar anak dapat belajar dengan sendirinya. ... 61
BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian
Pendidikan anak usia dini merupakan upaya untuk membantu anak usia dini agar tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembanganya. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya ialah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk menfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepr ibadian anak. Oleh karna itu pendidikan anak usia dini memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kepribadian dan potensi secara maksimal.2
Perkembangan ialah bertambahnya kopetensi (skill), struktur dan fungsi anggota badan yang lebih kompleks dalam pola yang sistematis dan dapat juga disebut hasil pengamatan. Perkembangan merupakan proses menyeluruh ketika individu beradaptasi dengan lingkungannya.
Perkembangan terjadi sepanjang kehidupan manusia dengan tahapan-tahapan tertentu. Dari masa bayi sampai usia lanjut. Perkembangan ialah perubahan- perubahan yang dialami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan baik menyangkut fisik maupun pesikis.3
Perkembangan anak usia dini berdasarkan Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 Bab 4, Pasal 10, Ayat 5 adalah:
2 Suyadi dan Maulidiya Ulfa, Konsep Dasar Paud, (Bandung : Pt Remaja Rosdakarya, 2015), 17.
3 Khodijah dan Nurul Amelia, Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini Teori Dan Praktik, (Jakarta: Kencana, 2020), 2.
1
“Perkembangan bahasa anak usia dini adalah memahami bahasa reseptif, mencakup kemampu an memahami cerita, perintah, aturan, menyenangi dan meng hargai bacaan mengekspresikan bahasa, mencakup kemampuan bertanya, menjawab pertanyaan, berkomunikasi secara lisan, menceritakan kembali yang diketahui, mengekspresikan perasaan, ide, keaksaraan, mencakup pemahaman terhadap hubungan bentuk dan bunyi huruf, meniru bentuk huruf, serta memahami kata dalam cerita”4
Pada anak usia dini, anak sering sekali mengalami kesulitan untuk mengungkapkan sesuatu yang di inginkannya. Kesulitan tersebut tidaklah lain dikarnakan aspek perkembangan bahasa pada anak belum berkembang dengan baik dan kosakata yang dimiliki oleh anak masih rendah. Pada saat anak sulit untuk mengemukakan sesuatu dengan kata, maka anak akan menunjukkan keinginan melalui bahasa tubuh. Melatih potensi anak yang begitu besar atas kemampuannya dalam mengembangkan bahasa, maka anak pun dilatih untuk belajar berkomunikasi dan berbicara dengan baik. Agar anak dapat merangkai suatu kalimat dengan lebih baik dan menambah kosakata.5
Allah berfirman di dalam Al-Qur‟an surat ke 55 yaitu Ar-Rohman ayat 3-4 yang berbunyi :
Artinya: “Dia menciptakan manusia, mangajarkan pandai berbicara”
Berdasarkan penjelasan surat diatas bahwasannya, kita melihat
4 Peraturan Mentri Pendidikan Nasional (Permendikbud) Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014
5 Amalia Fitriani, Hakikat Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini, (Yogyakarta: Cv Budi Utama,2013), 7-8.
manusia dapat bertutur, mengungkapkan, menjelaskan, saling memahami dan berdialong dengan orang lain. Karna terlampau biasa kita merupakan anugerah yang besar dan keluar biasaan ini.6
Bahasa merupakan suatu system symbol untuk berkomunikasi dengan orang lain, meliputi daya cipta dan aturan. Dengan daya cipta tersebut manusia dapat menciptakan berbagai macam kalimat yang bermakna dengan menggunakan seperangkat kata dan aturan yang terbatas. Dengan demikian, Bahasa pada manusia merupakan upaya kreatif yang tidak pernah berhenti. Bahasa adalah aspek perkembangan penting pada anak usia dini.
Anak belajar menyimak, berbicara, membaca, dan menulis sesuai dengan tahapan perkembangannya. Antara satu teori dengan teori yang lainnya mempunya pandangan yang berbeda tentang proses perkembangan bahasa pada anak.7
Media adalah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan.
Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan dapat digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah proses komunikasi antara pembelajaran, pengajar, dan bahan ajar.8 Pemahaman tentang media sebagai salah satu komponen yang disusun untuk memberikan kemudahan kepada seseorang dalam memahami sesuatu. Media digunakan sebagai perantara dalam menyampaikan sesuatu dengan menggunakan alat tertentu yang sesuai dengan konsep tahapan apa yang akan disampaikan.
Adapun media pembelajaran diharapkan dapat merangsang siswa agar terus belajar dan mengembangkan apa yang telah didapatkan dalam peroses
6 Sayyid Quthb, Fi Zhilalil-Qur’an, (Jakarta: Gema Insani, 2008), 119.
7 Aisyah Isna, Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini, Jurnal AL-Athfal, ( Desember, 2019), 62.
8 Hujair, Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif (Yogyakarta: Kaukaba Dipantara, 2013), 3.
pembelajaran yang telah dijalaninya.9
Media pembelajaran adalah sarana atau alat bantu pendidikan yang dapat digunakan sebagai perantara dalam peroses pembelajaran untuk mempertinggi efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pengajaran.
Dalam pengertian yang lebih luas media pembelajaran adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengaktifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar dan pembelajar dalam proses pembelajaran di kelas.10 Dalam mempertajam otak dan meningkatkan daya ingat, tidak serta merta dilakukan begitu saja. Namun, banyak ragam latihan yang dilakukan dengan menggunakan sejumlah media. Salah satunya yang menarik dan layak dikaji adalah media gambar seri. Media gambar adalah media yang berfungsi untuk menyampaikan pesan melalui gambar yang menyangkut indra penglihatan.11 Melalui media gambar seri anak dapat berinteraksi langsung dengan kegiatan yang diberikan oleh guru dan membuat anak berani mengungkapkan pendapatnya melalui apa yang mereka lihat dari gambar yang sudah di sediakan oleh guru, dan tentu mendukung ketrampilan-ketrampilan anak dalam bidang bahasa. Media gambar seri merupakan salah satu media yang mampu mengembangkan seluruh kemampuan peserta didik. Antara lain, kemampuan berbahasa, kemampuan sosial emosional, kemampuan kognitif, serta kemampuan daya kreativitas anak usia dini. Melalui gambar seri ini kemampuan berbahasa anak berkembang pada saat anak menceritakan gambar seri secara urut dan
9 Zaiful Rosyid dan Halimatus Sa‟diyah, Ragam Media Pembelajaran, (Malang: Literasi Nusantara, 2019), 3.
10 Hujair, 4.
11 Cecep Kusnandi, Media Pembelajaran Manual Digital, (bogor : Ghalia Indonesia. 2013), 41-42.
benar.
Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan perkembangan bahsa anak usia dini di RA AR-Ridlwan Ajung Jember adalah kegiatan pembelajaran yang menggunakan media gambar seri, Melalui media pembelajaran ini dapat menarik perhatian dan mendorong anak untuk menyukai kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan, terdapat sebuah keunikan tersendiri di dalam kelas setiap dinding di beri media gambar berseri yang menggambarkan kehidupan sehari-hari contohnya seperti kegiatan setelah bangun tidur guna untuk memberikan pembelajaran untuk anak usia dini agar mencontoh kegiatan yang sudah tersusun di gambar berseri tersebut.
Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah kemampuan bahasa anak yang masih kurang. Terlihat dari cara anak bercakap-cakap dan bercerita, masih banyak anak kesulitan dalam mengartikan sebuah gambar dan menjelaskan isi gambar. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak usia dini di RA AR-Ridlwan Ajung Jember melalui kegiatan pembelajaran media gambar seri. Meskipun guru sudah melakukan berbagai upaya melalui beberapa kegiatan. Namun upaya tersebut belum mampu mengembangkan bahasa anak secara menyeluruh, karena masih terlihat keengganan siswa mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan demikian peneliti akan melakukan penelitian dengan judul “Pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini pada kelompok A di RA AR-Ridlwan Ajung Jember Tahun Pelajaran 2021/2022”. Melalui kegiatan pembelajaran media gambar
seri tersebut diharapkan dapat melatih kemampuan bahasa anak dengan baik, anak dapat mengeksplorasikan dengan baik setelah melalui kegiatan pembelajaran ini anak dapat melakukan, menirukan dan mendevinisikan isi gambar atau menceritakan isi gambar sesuai dengan pengalaman sehari-hari.
B. Fokus Penelitian
Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan istilah fokus penelitian. Fokus penelitian berisi semua faktor permasalahan yang akan di cari jawabanya melalui proses penelitian. Fokus penelitian harus di susun secara singkat, spesifik, operasional, jelas, tegas yang di tuangkan dalam bentuk kalimat tanya.12 Adapun dari latar belakang diatas dapat dirinci fokus penelitian sebagai berikut :
1. Bagaimana perencanaan pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini pada keloompok A di RA AR- Ridlwan Ajung Jember Tahun ajaran 2021/2022?.
2. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini pada keloompok A di RA AR- Ridlwan Ajung Jember Tahun ajaran 2021/2022?
3. Bagaimana evaluasi pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini pada keloompok A di RA AR- Ridlwan Ajung Jember Tahun ajaran 2021/2022?.
12 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember : UIN KHAS Jember, 2021), 45.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang akan di tuju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian harus mengacu kepada masalah-masalah yang telah di rumuskan sebelumnya.13 Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini pada keloompok A di RA AR-Ridlwan Ajung Jember Tahun ajaran 2021/2022
2. Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini pada keloompok A di RA AR-Ridlwan Ajung Jember Tahun ajaran 2021/2022
3. Mendeskripsikan evaluasi pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini pada keloompok A di RA AR-Ridlwan Ajung Jember Tahun ajaran 2021/2022
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisi tentang konstribusi apa yang akan diberikan setelah melakukan penelitian. Kegunaan dapat berupa kegunaan yang bersifat teoritis dan kegunaan praktis, seperti kegunaan bagi penulis, instansi dan masyarakat secara keseluruhan. Kegunaan peneliti harus realitas.14
Manfaat yang diharapkan dari peneliti adalah sebagai berikut:
1. Manfaat teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan dijadikan sebuah acuan dalam mengembangkan pendidikan terutama tentang
13 Tim Penyusun, 45.
14 Tim Penyusun, 45.
perkembangan bahasa serta dapat di jadikan refrensi mahasiswa dan para ilmuan untuk meneliti dan mengkaji lebih dalam tentang konsep atau paradigma apa yang releven dalam mengembangkan bahasa anak usia dini dengan pembelajaran media gamabar seri.
2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
Penelitian ini di harapkan dapat memberikan pengalaman dalam melakukan penelitian secara langsung, menambah pengetahuan tentang melatih kemampuan bahasa anak usia dini melalui media gambar seri yang di lakukan di lembaga khususnya RA AR-Ridlwan Ajung Jember.
b. Bagi RA AR-Ridlwan Ajung Jember
Penelitian dapat memberikan kontribusi pemikiran untuk dijadikan refrensi atau acuan didalam mendidik siswa sehingga terbentuk dan menjadi siswa yang memiliki kecerdasan bahasa yang baik. Penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi lembaga yang diteliti untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran media gambar seri dalam meningkatkan perkembangan bahasa anak.
c. Bagi UIN KHAS Jember
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan refrensi kurikulum pembelajaran dan pendidikan anak usia dini supaya evaluasi pengembangan lebih lanjut. Serta dapat juga dijadikan suatu karya yang dapat perhatian terhadap pendidikan
dalam membangun bangsa ini.
d. Bagi Lembaga RA AR-Ridlwan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran untuk di jadikan referensi atau acuan dalam mendidik peserta didik dan menjadi bahan evaluasi pembelajaran sehingga jika ada kekurangan nantinya bisa diperbaiki.
E. Definisi Istilah
Definisi istilah berisi tentang pengertian istilah-istilah penting yang menjadi titik perhatian peneliti di dalam judul penelitian tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap makna istilah sebagaimana dimaksud oleh peneliti.15 Dalam hal ini penulis menuliskan beberapa definisi istilah yang menjelaskan tentang maksut dari judul peneliti yaitu sebagai berikut :
1. Media Pembelajaran
Media adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau indormasi, sedangkan pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara guru dengan siswa, baik interaksi secara langsung maupun tidak langsung. Jadi dapat di simpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu seperti alat, benda, lingkungan, dan lain-lain yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan khususna bahan pelajaran.
Dengan media juga dapat mempermudah proses pembelajaran Sehingga proses pembelajaran (di dalam atau diluar kelas) menjadi lebih efektif.
15 Tim Penyusun, 45-46.
2. Media Gambar Seri
Media gambar seri adalah urutan gambar yang mengikuti suatu percakapan dalam hal memperkenalkan atau menyajikan arti yang terdapat pada gambar. Dikatan gambar seri karena gambar satu dengan gambar lainya memiliki keruntutan peristiwa, dapat pula dikatakan bahwa gambar seri adalah rangkaian gambar yang menceritakan suatu peristiwa.
Bercerita melalui media gambar seri memberikan pengalaman belajar untuk berlatih mendengarkan, memperjelas pesan-pesan yang dituturkan, Juga untuk mengikat perhatian anak pada jalannya cerita sehingga anak nantinya dapat memperoleh berbagai informasi tentang pengetahuan, nilai dan sikap untuk dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan media visual yang tidak diproyeksikan yaitu menggunakan media gambar seri diam dalam upaya untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak, gambar diam yang di ambil dari gambar guru sendiri dan hasil mendownload dari internet.
3. Perkembangan Bahasa
Perkembangan bahasa adalah perkembangan anak yang diekspresikan melalui pemikiran anak dengan menggunakan kata-kata yang dapat dilihat melalui peningkatan kemampuan dan kreativitas anak susuai dengan tahap perkembangannya. Bahasa sendiri merupakan alat untuk berkomunikasi, dapat digunakan untuk berfikir, mengekspresikan perasaan dan melalui bahasa dapat menerima pikiran dan perasaan orang lain. Perkembangan bahasa ini dapat dimulai sejak bayi dan mengandalkan
perannya pada pengalaman, penguasaan, dan pertumbuhan.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa adalah kegiatan yang dapat menstimulasi kemampuan mendengarkan, berbicara dan menulis. Bahasa adalah suatu bentuk komunikasi entah itu lisan, tertulis atau isyarat symbol-symbol.
Melalui Bahasa anak dapat mengekspresikan pikiran pikiran, sehingga orang lain memahaminya dan menciptakan suatu hubungan social. Jadi, tidak heran jika Bahasa merupakan salah satu indicator dalam keberhasilan dan kesuksesan seorang anak. Anak yang di anggap aktif dalam berbicara, terkadang merupakan cerminan anak yang cerdas.
F. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi atau pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup. Format penulisan sistematika pembahasan adalah dalam bentuk deskriptif naratif, bukan seperti daftar isi.16 Adapun uraian sistematika pembahasan sebagai berikut:
Bab satu, merupakan bagian pendahuluan yang meliputi tentang latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah dan diahiri dengan sistematika pembahasan.
Bab dua, merupakan kajian kepustakaan. Bab ini membahas tentang kajian terdahulu yang terkait dengan peneltian yang akan dilakukan dan kajian teori yang dijadikan sebagai pijakan dalam melakukan penelitian
Bab tiga, merupakan bab yang membahas tentang metode penelitian.
16 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 93.
Bab ini membahasa tentang metode penelitian yang meliputi pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data, serta tahap-tahaap penelitian.
Bab empat, merupakan bab yang membahas penyajian data. Bab ini membahas tentang gambaran obyek penelitian, penyajian data, analisis, serta pembahasan temuan.
Bab lima, merupakan bab yang membahas tentang penutup. Yang meliputi kesimpulan dan saran-saran. Fungsi bab ini adalah memperoleh suatu gambaran dari hasil penelitian, sedangkan saran-saran dapat membantu memberikan saran yang bersifat konstruktif yang terkait dengan penelitian.
BAB II
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian pustaka memiliki dua bagian yaitu peneliti terdahulu dan kajian teori. Adapun rincianya sebagai berikut :
A. Penelitian Terdahulu
Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang hendak di lakukan, kemudian membuat ringkasannya baik penelitian yang terpublikasikan atau belum terpublikasikan (skripsi, tesis, disertasi, artikel yang di muat pada jurnal ilmiah, dan sebagainya). Dengan melakukan langkah ini, maka orisinalitas dan posisi penelitian yang hendak di lakukan.17 Adapun penelitian terdahulu tersebut di antaranya :
Terdapat penelitian terdahulu dalam penelitian ini guna untuk mengetahui penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Chiara Dinda 2017, Judul penelitian: “Mengembangkan bahasa anak usia dini melalui media audio visual di taman kanak-kanak assalam 1 sukarame Bandar Lampung”. Penelitian ini bertujuan untuk menggetahui bagaimana mengembangkan bahasa anak ini melalui audio visual ini. Skripsi ini memfokuskan pada cara penggunaan media audio visual ini untuk menggembangkan bahasa anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif Hasil dari penelitian ini kemampuan bahasa anak dapat berkembang dengan baik. Terdapat 20 anak yang
17 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 46.
13
diteliti dalam mengembangkan bahasa. Anak yang mampu menyebutkan kelompok gambar yang memiliki suara yang sama, terdapat 6 anak yang berkembang sangat baik, dan 14 anak sudah berkembang sesuai harapan, berkembang dengan baik. Terdapat 20 anak yang diteliti dalam mengembangkan bahasa. Anak yang mampu menyebutkan kelompok gambar yang memiliki suara yang sama, terdapat 6 anak yang sudah berkembang sangat baik, dan 14 anak sudah berkembang sesuai harapan. Anak mampu berkomunikasi secara lisan terdapat 4 anak ayang berkembang sangat baik, 10 anak berkembang sesuai harapan, 6 anak mulai berkembang.18
2. Penelitian yang ditulis oleh Anita Maryani tahun 2018/2019 yang berjudul “Perkembangan kemampuan Bahasa anak melalui penggunaan media flash card di TK IT AL- Kauutsar kota Bengkulu” penelitian program studi pendidikan anak usia dini fakultas tarbiah dan tadris institute agama islam negri IAIN Bengkul u tahun 2018/2019.
Hasil penelitian menunjukan 1.bahwa perkembangan kemampuan Bahasa anak melalui penggunaan media flash card di TK IT Al-Kautsar kota Bengkulu berjalan dengan baik. Kemampuan bahasa anak yang diberikan oleh guru berjalan sesuai dengan harapan dan pencapaian perkembangan, yang di jadikan sebagai indicator pelaksanaan pengenalan bahasa pada anak.Persamaan dalam penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan adalah sama-sama menggunakan pendekatan kualitatif dan membahas tentang
18 Chiara Dinda, Mengembangkan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Media Audio Visual Di Taman Kanak Kanak Assalam 1 Sukarame Bandara Lampung (Skripsi, Universitas Islam Negeri (Uin) Raden Intan Lampung. Lmpung, 2017), 1.
perkembangan bahasa melalui media flash card dan sama-sama meneliti anak usia dini.19
3. Penelitian yang ditulis oleh Rosmiyati Tahun 2017 yang berjudul
“Upaya meningkatkan kemampuan Bahasa pada anak usia dini (3-4 tahun) melalui metode bercerita di PAUD Khadijah Sukarame Bandar Lampung” penelitian program studi pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri IAIN RADEN INTAN Lampung.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: Latar belakang kemampuan Bahasa di PAUD Khadijah kemampuan Bahasa anak didik usia 3-4 tahun masih kurang berkembang karena peran orangtua dan lingkungan keluarga dalam menstimulasi kemampuan Bahasa anak belum maksimal. Kurang berkembangnya kemampuan Bahasa anak usia 3-4 tahun di PAUD Khodijah ini di sebabkan oleh pengaruh yang bersifat internal dan eksternal.
Dalam mengembangkan kemampuan Bahasa dengan menggunakan media bercerita seperti yang dilakukan di PAUD Khadijah Bandar Lampung adalah pertama, mengembangkan kemampuan Bahasa dengan membaca langsung dari buku cerita, kedua, bercerita menggunakan ilustrasi gambar dari buku, ketiga, meceritakan dongeng Persamaan dalam penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan adalah sama-sama menggunakan penelitian kualitatif dan membahas tentang perkembangan bahasa anak usiadini dan sama-sama
19 Anita Mariyani, Perkembangan Kemampuan Bahasa Anak Melalui Penggunaan Media Flash Card di TK IT Al-Kautsar Kota Bengkulu, (Skripsi, IAIN Bengkulu 2018/2019)
meneliti anak usia dini sedangkan perbedaannya adalah mengembangkan perkembangan Bahasa menggunakan metode bercerita, usia anak usia dini 3-4 tahun20
Tabel 2.1
Persamaan dan Perbedaan Peneliti Terdahulu dengan Peneliti
No Nama, tahun Judul Persamaan Perbedaan
1 2 3 4 5
1 Chiara Dinda 2017.
Mengembangkan bahasa anak usia dini melalui media audio visual di taman kanak- kanak assalam 1 sukarame Bandar lampung
2017/2018
a. Penelitian menggunakan pendekatn kualitatif.
a. menggunakan media audio visual
b. pada penelitian ini
memfokuskan pada peran guru dalam
meningkatkan perkembangan bahasa anak.
sedangkan penelitian ini memfokuskan pada
perencanaan, penggunaan dan evaluasi untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun kelompok A melalui media audio visual di Raudhatul Athfal Al Ma‟ruf ajung, jember 2020/2021.
2 Anita
Maryani
Perkembangan kemampuan Bahasa anak melalui
a. Meneliti tentang perkemban
a.menggunakan flash card b.tempat
penelitian
20 Rosmiyati, Upaya Mengembangkan Kemampuan Bahasa Pada Anak Usia Dini (3-4 Tahun) Melalui metode bercerita di PAUD Khadijah sukarame bandar lampung, (Skripsi, IAIN RADEN INTAN Lampung, 2017).
penggunaan media Flash card di TK IT Al-Kautsar kota Bengkulu
2018/2019
gan Bahasa b. Pendekatan
kualitatif
3 Rosmiyati Upaya
mengembangkan kemampuan Bahasa pada anak usia dini (3-4 tahun) melalui metode bercerita di PAUD Khadijah sukarame Bandar Lampung
2017/2018
a. meneliti tentang keampuan berbahasa b. pendekatan
kualitatif
a. menggunakan metode bercerita b. usia 3-4 tahun c. Tempat
penelitian
B. Kajian teori
Bagian ini berisi tentang pembahasan teori yang dijadikan sebagai perspektif dalam melakukan penelitian. Pembahasan teori lebih luas dan mendalam akan semakin memperdalam wawasan peneliti dalam mengkaji permasalahan yang hendak di pecahkan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Berbeda dengan penlitian kuantitatif, posisi teori penelitian kualitatif diletakan sebagai perspektif atau pisau analisis, bukan untuk diuji.21
1. Media Pembelajaran
a. Pengertian media pembelajaran
Media memiliki konotasi yang luas dan kompleks. Istilah media sangat sering digunakan secara sinonim dengan teknologi pembelajaran. Pembelajaran juga dipahami sebagai upaya yang disengaja untuk mengelolah kejadian atau peristiwa belajar dalam menfasilitasi peserta didik sehingga memperoleh tujuan yang dipelajari.
21 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah, 46.
Media pembelajaran adalah semua bentuk fisik yang digunakan pendidik untuk penyajian pesan dan menfasilitasi peserta didik agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran dapat berupa bahan bersifat tradisional seperti kapus tulis, gambar, slide, ohp, objek langsung, vidiotape, atau film begitu pula dengan bahan dan metode terbaru seperti komputer, dvd, cd-rom, internet, dan konferensi vidio interaktif.
Media pembelajaran adalah semua bentuk peralatan fisisk yang didesain secara terencana agar dapat berguna untuk menyampaikan sebuah informasi dan membangun interaksi antara siswa dan murid. Istilah lain yang sering dikaitkan dengan media pembelajaran adalah sumber belajar dan alat peraga.22
b. Jenis Media Pembelajaran
Dilihat dari bahan buku dan alat pembuatannya, cara pembuatan dan cara pemanfaatannya, media pembelajarannya secara umum dapat dikelompokkan menjadi:
1) Media pembelajaran sederhana yaitu media pembelajaran yang bahan baku untuk pemuatannya mudah dan bermanfaat dalam pembelajaran mudah digunakan tidak sulit.
2) Media pembelajaran moderen bersifat elektronik dan kompleks yaitu media yang bahan baku dan alat pembuatannya sulit diperoleh dan mahal harganya, dalam pembuatan dan pemanfaatan memerlukan keahlian khusus yang memadai.23
22Mhammad Yaumi, Media & Teknologi Pembelajaran, (Jakarta : Prenada Media Group, 2018), 7
23 Usep Kustiawan, Pengembangan Media Pembelajaran Anak Usia Dini, (Malang : Gunung
c. Perangkat Media Pembelajaran
1) Materials adalah bahan yang digunakan untuk menyimpan materi pelajaran contohnya: kertas, plastik, film, cd, pita kaset, flashdisk.
2) Equipment adalah berupa peralatan khusus yang digunakan untuk memperjelas penampilan materi pelajaran yang terdapat pada bahan, contohnya: ohp, tape recorder, kamera, televisis, laptop, computer, vcd player, lcd proyektor dll.
3) Hardware yaitu perangkat keras berupa peralatan yang digunakan untuk menampilkan pesan (materi) yang terdapat pada bahan..
contohnya sama dengan contoh benda equipment
4) Software yaitu perangkat lunak berupa isi pesan yang terdapat pada bahan yang akan disampaikan kepada murid. Contohnya:
tulisan, gambar, warna, suara, simbol, visual dan lain-lain.24 d. Fungsi dan Tujuan Media Pembelajaran
Dalam bidang pendidikan, media pembelajaran berfungsi sebagai sarana fisik untuk menyampaikan materi kepada siswa. Media pembelajaran adalah suatu alat untuk melakukan pengajaran yang berfungsi untuk menyampaikan materi pelajaran pada sidswa dalam proses belajar mengajar. Fungsi dari media pembelajaran ini adalah agar tujuan utama dari pembelajaran dapat tercapai.
Media pembelajaran juga berfungsi sebagai alat untuk membangkitkan minat atau motivasi siswa, menarik perhatian siswa dalam belajar, dengan media yang menarik akan menumbuhkan rasa Samudra, 2016), 12
24 Kustiawan,12
semangat siswa dalam belajar.
Tujuan dari media pembelajaran ini secara umum adalah untuk membantu guru menyampaikan materi atau pesan yang akan diberikan kepada siswa, agar pembelajara bisa berjalan dengan lancar, menyenangkan, menarik bagi siswa. Tujuan utama dari media pembelajaran ini adalah untuk menjadi proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan dapat menumbuhkan minat siswa dalam belajar.25
2. Media Gambar Seri
a. Pengertian media gambar seri
Media merupakan alat atau tehnik yang digunakan oleh guru dalam proses kegiatan belajar mengajar untuk mendapatkan proses belajar yang lebih efektif. Media pembelajaran yang digunakan untuk anak usia dini harus disesuaikan dengan kebutuhan tingkat perkembangan anak, isinya menarik dan mudah di pahami.
peningkatan kemampuan berbahasa anak dapat dilakukan dengan media gambar baik dengan media gambar buatan guru yang dibuat menarik dan kreatif.
Gambar seri diambil dari kata gambar dan seri. Menurut kamus besar bahasa Indonesia gambar adalah tiruan benda, orang, binatang atau pandangan yang dihasilkan pada permukaan yang rata.
Sedangkan seri adalah rangkaian yang berturut-turut baik itu cerita,
25 Siti Maemunawati dan Muhammad Alif, Peran Guru Orang Tua Metode dan Media Pembelajaran Strategi Kbm Dimasa Pandemi Covid-19, (Banten : 3m Media Karya Serang, 2020), 72
buku, peristiwa, dan sebagainya.26
Gambar seri, menurut Suparno dan Komariyah disebut juga flow Chart atau gambar susun. Media ini terbuat dari kertas lebar yang berisi beberapa buah gambar. Gambar-gambar tersebut berhubungan satu sama lain sehingga merupakan satu rangkaian cerita. Setiap gambar diberi nomor urut sesuaidengan urutan jalannya cerita.27
Menurut Madyawati media gambar seri cocok untuk melatih keterampilan berbahasa serta keterampilan ekspresi (berbicara, bercerita). Dengan mengamati sebuah gambar seri anak diharapkan dapat memperoleh konsep tentang sebuah cerita dengan topik tertentu. Gambar seri dengan rangkaian gambar ini menceritakan suatu peristiwa serta berguna untuk menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan menanamkan sikap kepada anak usia dini.28
Media gambar seri merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk memotivasi anak dalam kegiatan bercerita, sehingga anak akan tertarik dan ingin mengikuti cerita sampai tuntas, serta anak mampu bercerita secara urut ketika guru menyuruh anak untuk menceritakan kembali isi cerita.29 Metode bercerita berbantuan media gambar seri merupakan penyampaian pesan secara lisan yang
26 Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan, Loc. Cit, 250.
27 Himatull Farihah, Penggunaan Metode Bercerita Dengan Media Gambar Seri Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Verbal Anak Di Kelompok A TK Plus AT Taqwa Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, 1.2 (2015).
28 Lilis Madyawati, Strategi Pengembangan Bahasa Pada Anak, (Jakarta : Kenvcana, 2017), 208
29 Sri Joeda Andajani Luluk Indah Laily, Pengaruh Metode Cerita Bermedia Gambar Seri Terhadap Kemampuan Berbicara Anak Kelompok B Di TK Muslimat Nu 38, Jurnal Paud Teratai, 3.3 (2014).
dilakukan guru kepada anak taman kanakkanak dengan bantuan media gambar yang ceritanya berseri, biasanya terdiri dari empat seri.
Gambar seri satu sampai dengan keempat tersebut saling berkaitan dan merupakan rangkaian sebuah cerita atau informasi. Isi gambar seri tersebut adalah pokok bahasan dalam bercerita dengan menggunakan gambar seri.
b. Proses Bercerita Menggunakan Media Gambar Seri
Adapun prosedur bercerita menggunakan media gambar seri sebagai berikut :
1) Menyiapkan tempat serta mengkondisikan anak agar tenang 2) Orang tua/pendidik menyiapkan diri sebaik mungkin untuk siap
bercerita, menguasai alur, mimik, dan suara yang lantang.
3) Memulai bercerita ketika anak sudah tenang 4) Menyiapkan cerita bagian demi bagian
5) Dalam bercerita pembawa cerita dapat sesekali terbantu dengan membaca sipnopsis
6) Mengakhiri cerita dengan menyimpulkan dan mengadakan Tanya jawab dengan anak serta menemukan pesan yang tersirat dalam cerita.30
c. Fungsi dan manfaat media gambar seri
Keberadaan media pembelajaran seperti media gambar seri memiliki fungsi dan manfaat tertentu sehingga dapat mendukung proses pembelajaran yang berkualitas. Fungsi dan manfaat media
30 Lilis Madyawati, 212.
pembelajaran akan sangat terkait dengan bentuk dan jenis media pembelajaran yang digunakan, seperti media gambar yang sifatnya berseri atau terdiri dari beberapa gambar yang memiliki keterkaitan antara gambar yang satu dengan gambar yang lainnya.
Adapun fungsi media visual dalam pembelajaran Levi &
Lentz dalam Arsyad yaitu fungsi atensi, fungsi efektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris.
1) Fungsi Atensi
Media gambar seri dapat menarik dan mengarahkan perhatian anak untuk konsentrasi terhadap isi pembelajaran yang akan diberikan.
2) Fungsi Efektif
Media gambar seri yang diperagakan oleh guru untuk menggugah emosi dan sikap anak.
3) Fungsi Kognitif
Media gambar seri akan dapat memperlancar pencapaian tujuan untukmemahami dan mengingatkan informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
4) Fungsi Kompensatoris
Media gambar akan memberikan konteks untuk memahami teks dan membantu anak yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan dapat
mengingatnya kembali.31 d. Penggunaan media gambar seri
Ketentuan bercerita dengan gambar seri menurut Nurbianan Dhieni, terdapat beberapa ketentuan untuk bercerita dengan menggunakan gambar seri :
1) Judul cerita singkat dan menarik bagi anak
2) Cerita singkat dan sarat dengan nilai-nilai kehidupan, sosialisasi dan lingkungan anak.
3) Isi cerita berurutan dan berkaitan dari gambar kesatu sampai dengan keempat.
4) Menggunakan gaya bahasa anak.
5) Gambar dibuat berukuran 30 x 25 cm. Sebanyak 4 lembar, antara gambar ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-4 diberi lakban agar mudah membalikan gambar pada saat bercerita.
6) Gambar diberi warna yang menarik dan tidak mengaburkan imajinasi anak.
7) Gambar ke-1 menggambarkan situasi tokoh dalam cerita sedang bereaksi pada awal suatu cerita.
8) Gambar ke-2 menggambarkan situasi tokoh dalam cerita sedang bereaksi pada proses isi cerita.
9) Gambar ke-3 menggambarkan situasi tokoh dalam cerita yang menunjukan menuju ke akhir cerita.
10) Gambar ke-4 menggambarkan situasi tokoh dalam akhir cerita.
31 Bambang Sigit Driyo Handono, Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Dan Keterampilan Membaca Gambar Teknik Menggunakan Metode Diskusi Dengan Gambar Berseri Pada Siswa Kelas X1’, Jurnal Turbo, 4.2 (2015).
11) Isi cerita ditulis pada bagian bawah cover.32
GAMBAR 2.1 MEDIA GAMBAR SERI Gambar ke1
musim hujan telah tiba kita semua merasa senang karena udara sejuk, tapi penduduk yang ada di kota menjadi khawatir.
Karena apa? Karena kalau musim hujan banjir akan dating. Apa yang menyebabkan banjir?
Gambar ke2 :
Banjir terjadi karena ulah manusia. Di antaranya : karena membuang sampah sembarangan ke dalam selokan dan sungai.
Buang sampah sembarangan membuat selokan dan sungai menjadi dangkal sehingga aliran air menjadi terhambat dan air meluap ke permukaan.
32 Nurbiana Dhieni, Metode Perkembangan Bahasa, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2011, 639.
Gambar ke3 :
Selain membuang sampah sembarangan, ada juga yang menebang pohon di hutan. Kalo pohon di tebang maka akar tidak dapat menyerap air kedalam tanah. Tahukah kamu bahaya banjir?
Bisa menghanyutkan orang dan barang, bisa menenggelamkan rumah dan lain-lain.
Gambar ke4 :
Bagaimana supaya tidak banjir? Apa yang harus di lakukan?
Di antaranya tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak tanaman, tidak menebang pohon sembarangan. Rajin membersihkan halaman sekolah dan selokan ya.
e. Kelebihan dan Kelemahan Media Gambar Seri 1) Kelebiham Media Gambar Seri
a) Dapat meningkatkan kemampuan bercerita yang meliputi:
kelengkapan tokoh, peristiwa, dan latar, keruntutan alur cerita, kepaduan antar gambar.
b) Dapat meningkatkan kemampuan anak dalam memahami isi gambar tersebut.
c) Akan lebih menarik dan bervariasi karena menggunakan media gambar dengan berbagai warna.33
d) Lebih Mudah disajikan karena cerita menggunakan gambar seri memiliki hubungan keruntutan peristiwa antar gambar satu dengan lainnya.
33 Liis Madyawati, Strategi Pengembangan Bahasa Pada Anak, (Jakarta:Kencana, 2017), 208.
e) Dapat mengembangkan keterampilan berbicara.
2) Kelemahan Media Gambar Seri
a) Jika salah satu seri gambar hilang, maka gambar seri tidak dapat digunakan lagi.
b) Menuntut pembawa cerita melakukan penguasaan bahasa yang lebih.
3. Perkembangan Bahasa
a. Pengertian perkembanagan bahasa anak usia dini
Salah satu bidang perkembangan dalam pertumbuhan kemampuan dasar di taman kanak-kanak salah satunya adalah kemampuan bahasa. Bahasa memungkin anak untuk menerjemahkan pengalaman kedalam simbol-simbol yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan berfikir. Bahasa adalah alat untuk berpikir, mengekspresikan diri dan berkomunikasi. Keterampilan bahasa juga penting dalam rangka pembentukan konsep, informasi, dan pemecahan masalah. Melalui bahasa pula kita dapat memahami komunikasi pikiran dan perasaan.
Aspek perkembangan bahasa berkembang dengan peniru bunyi dan merabah. Perkembangan selanjutnya berhubungan erat dengan perkembangan kemampuan intelektual dan sosial. Bahasa merupakan alat untuk berfikir.34 Selain itu perkembangan bahasa anak juga diperkaya dan dilengkapi oleh lingkungan masyarakat dimana ia tinggal. Hal ini berarti proses pembentukan kepribadian yang
34 Ahmad Susanto, Perkembangan Anak Usia Dini Pengantar Dalam Berbagai Aspek, (Jakarta:
Kencana, 2019), 73
dihasilakn dari pergaulan dengan masyarakat sekitar akan memberi ciri khusus dalam masyarakat luas anak mengikuti proses belajar disekolah.35
Kegiatan-kegiatan yang disarankan dalam perkrmbangan bahasa adalah anak harus terlibat dalam kegiatan pembelajaran karena anak taman kanak-kanak sedang berada pada tingkat kognitif, social, dan kematangan emosional yang lebih tinggi di bandingkan ketika mereka masih di usia prasekolah dan karena pengetahuan bahasa mereka lebih berkembang.36
b. Fungsi perkembangan bahasa anak usia dini
Adapun fungsi bahasa pada anak usia dini adalah sebagai berikut:
1) Sebagai alat untuk berkomunikasi dengan lingkungan.
2) Sebagai alat untuk mengembangkan intelektual.
3) Sebagai alat untuk mengembangkan ekspresi anak.
4) Sebagai alat untuk menyatakan perasaan dan buah pikiran.37 c. Tahapan perkembangan bahasa anak usia dini
Perkembangan bahasa terbagi atas dua periode besar yaitu:
periode preliguistik (0-1 tahun) dan linguistik (1-5 tahun), mulai periode linguistik inilah mulai hasrat anak mengucapkan kata-kata yang pertama, yang merupakan saat paling menakjubkan bagi orang tua.
35 Susanto, 36.
36 Baverly Otto. Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini, (Jakarta : Prenada, 2015), 318
37 Wiwik Puspitasari, Pintar Bercerita (Surakarta: Cv Kekata Group, 2019), 1.
Tahapan perkembangan bahasa sebagai berikut:
1) Tahapan pralinguistik (masa meraban)
Pada tahapan ini, bunyi-bunyi bahsa yang dihasilkan anak belum bermakna. Bunyi-bunyi itu memang telah menyerupai vocal atau konsonan tertentu. Akan tetapi secara keseluruhan bunyi tersebut tidak mengacu pada kata dan makna tertentu.tahapan praliguistik merupakan tahapan perkembangan bahasa anak yang dialami oleh anak yang berusia 0-1 tahun. Tahapan praliguistik dibagi lagi kedalam dua tahapan yaitu:
a) Tahapan merabah pertama
Tahapan meraba pertama ini di alami oleh anak usia 0-6 bulan
b) Tahapan merabah kedua
Usia 6-12 bulan anak mulai memperhatikan intonasi dan ritme dalam ucapan.
c) Tahapan perkembangan linguistic
Tahapan perkembangan linguistik adalah tahapan perkembangan bahasa anak usia 1-5 tahun. Pada tahapan ini anak mulai bisa mengucapkan bahasa orang dewasa. Tahapan linguistik terbagi kedalam 3 tahapan yaitu seperti berikut:
(1) Tahapan holofrasis satu kata (2) Ucapan dua kata
(3) Pengembangan tata usaha
2) Tahap linguistic
Tahapan-tahapan mulai berkembnag pula penguasaan kata mereka. Atas sistem bahas yang dipelajarinya. Sistem bahasa itu, terdiri sebagai berikut:
a) Fonologi
Fonologi merupakan kajian bunyi bahasa yang berkaitan dengan satu fenom atau lambang bunyi bahasa oleh perangkat alat ucap manusia.
b) Morfologi
Kajian morfologi kajian lanjutan setelah fologi. Objek kajian morfologi ada dua, yaitu kajian besarnya adalah kata dan kajian kecilnya adalah morfem (bebas, dan terikat).
c) Gramatika (tata bahasa)
Gramatika adalah sesuai dengan tata bahasa, jadi dapat ditarik kesimpulan yakni makan yang sesuai dengan tata bahasa.
d) Semantik
Kajian semantik adalah kajian yang berkaitan dengan makna. Semantik dapat mencakup bidang ilmu yang lebih luas, baik dari struktur dan fungsi bahasa maupun interdisiplin bidang ilmu.
e) Tanda dan lambang (simbol)
Cara manusia untuk berkomunikasi, ada dua tanda yaitu:
tanda verbal dan tanda non-verbal.38
38 Alfitriani Siregar, Metode Pengajaran Bahasa Inggris Anak Usia Dini, (Medan: Lembaga Penelitian Dan Penulisan Aqli, 2018), 36-38.
Indikator Perkembangan Bahasa Anak Sesuai dengan (STPPA) usia 4-5 tahun sebagai berikut:39
Lingkup Perkembangan Tingkat Pencapaian perkembangan Anak Usia 4-5
tahun
A. Memahami Bahasa 1. Menyimak perkataan orang lain (bahasa ibu atau bahasa
lainnya).
2. Mengerti dua perintah yang diberikan bersama
3. Memahami cerita yang dibacakan.
4. Mengenal perbendaharaan kata mengenal kata sifat (nakal, pelit, baik hati, berani, baik, jelek, dsb)
5. Mendengar dan membedakan bunyi-bunyian dalam bahasa Indonesia (contoh, bunyi dan ucapan harus sama).
B. Pengungkapan Bahasa 1. Mengulang kalimat sederhana 2. Bertanya dengan kalimat yang
benar
3. Menjawab pertanyaan sesuai pertanyaan
4. Mengungkapkan perasaan dengan kata sifat (baik, senang, nakal, pelit, berani, jelek dsb) 5. Menyebutkan kata-kata yang di
kenal
6. Mengutarakan pendapat pada orang lain
7. Menyatakan alasan terhadap sesuatu yang diinginkan 8. Menceritakan kembali
cerita/dongeng yang pernah di dengar
9. Memperkaya perbendaharaan kata
10. Berpartisipasi dalam percakapan
39 Peraturann Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesai, Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Nomor 137, tahun 2014 lampiran I
d. Faktor yang mepengaruhi perkembangan bahasa anak usia dini Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa yaitu sebagai berikut :
1) Kesehatan
Anak yang sehat lebih cepat belajar berbicara dari pada anak yang tidak sehat, karna motivasinya lebih kuan untuk menjadi anggota kelompok sosial dan berkomunikasi dengan anggota kelompok tersebut.
2) Intelegensi
Anak yang memiliki kecerdasan tinggi belajar berbicara lebih dan memperlihatkan penguasaan bahasa yang lebih unggul dari pada anak yang tingkat kecerdasannya rendah.
3) Setatus sosial ekonomi keluarga
Beberapa studi tentang hubungan antara perkembangan bahasa dengan hal ini menunjukkan bahwa anak yang berasal dari keluarga rendah mengalami kelambatan dalam perkembangan bahasanya dibandingkan anak yang berasal dari keluarga yang lebih baik.
4) Jenis kelamin
Pada tahun pertama usia anak, tidak ada perbedaan vokalisasi antara laki-laki dan perempuan. Namun mulai usia dua tahun, anak perempuan menunjukkan perkembangan yang lebih cepat dari pada anak pria.
5) Hubungan keluarga
Hubungan yang sehat antara orang tua dan anak menfasilitasi perkembangan bahas anak, sedangkan hubungan yang tidak sehat mengakibatkan anak akan mengalami kesulitan atau kelambatan dalam perkembangan bahasnya.
6) Keinginan berkomunikasi
Semakin kuat keinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain, semakin kuat motivasi anak untuk belajar berbicara.
7) Dorongan
Semakin banyak anak didorong untuk berbicara, dengan mengajaknya bicara didorong menanggapinya, akan semakin awal belajar berbicara dan semakin baik kualitas bicaranya.
8) Metode pelatihan anak
Anak yang dilatih secara otoriter yang menekankan bahwa
“ anak harus dilihat dan didengar” merupakan hambatan belajar.
Sedangkan pelatihan yang memberikan keleluasan dan demokratis akan mendorong anak untuk belajar.
9) Kelahiran kembar
Anak yang lahirnya kembar umumnya terlambat dalam perkembangan bicaranya terutama karena mereka lebih banyak bergaul dengan saudara kembarnyadan hanya memahami logat khusus yang mereka miliki.
10) Hubungan dengan teman sebaya
Semakin banyak hubungan anak dengan teman sebayanya, dan semakin besar keinginan mereka untuk diterima sebagai anggota kelompok sebenarnya akan semakin kuat motivasi mereka untuk belajar berbicara.
11) Kepribadian
Anak yang bisa menyesuaikan diri dengan baik cenderung kemampuan berbicaranya lebih banyak. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif.40
40 Muhammad Usman, Perkembangan Bahasa dalam Bermain dan Permainan (Yogyakarta:
Grub Cv Budi Utama, 2015), 19.
BAB III
METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah cara atau langkah dalam mencari, merumuskan, menggali data, menganalisis, membahas dan menyimpulkan masalah dalam penelitian. Metode yang dimaksud ini adalah metode yang lebih bersifat praktis dan aplikasi.41 Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
A. Pendekatan Penelitian dan Jenis Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif jenis pendekatan penelitian studi kasus yaitu yang bersifat menggambarkan, menuturkan dan menafsirkan data yang ada dan menghasilkan dan deskriptif yang berupa data-data tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati dan data tersebut bersifat pernyataan.42
B. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat dimana penelitian tersebut hendak dilakukan.43 Penelitian ini dilakukan di lembaga pendidikan islam yaitu di RA AL-Ridlwan Ajung Jember. Lembaga pendidikan islam ini terletak di jl. Moh Thamrin 140 desa Ajung kecamata Ajung. Penentuan lokasi penelitian ini berdasarkan observasi yang telah calon peneliti lakukan bahwa di RA AR- Ridlwan Ajung merupakan sekolah yang menggunakan media gambar seri untuk memudahkan perkembangan bahasa anak dalam mengingat, menghafal.
41 Musfiqon, Panduan Lengkap Metodelogi Pendidikan, ( jakarta : Prestasi Pustajarya, 2016)
42 Juliansyah Noor, Metodologi penelitian: Skripsi, tesis, Disertai dan karya Ilmiah (Jakarta:
Kencana, 2015), 9-10
43 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan,47.
35
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah responden, yaitu orang yang memberi respon atas suatu perlakuan yang diberikan kepadanyaa. Dikalangan penelitian kualitatif responden atau subjek penelitian disebut dengan istilah informan, yaitu orang yang memberi informasi tentang data yang di inginkan berkaitan dengan penelitian dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.44 Dalam penelitian ini, yang dijadikan informan adalah sebagai berikut :
1. Kepala sekolah RA AR-Ridlwan Ajung Jember Ibu Etik Ruwaida Zulfa S.Pd
2. Waka kurikulum RA AR-Ridlwan Ajung Jember Ibu Laelatur Rofi‟ah 3. Guru kelompok A RA AR-Ridlwan Ajung Jember Ibu Sri Rahayu 4. Siswa-siswi kelompok A RA AR-Ridlwan Ajung Jember
D. Tehnik Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Sedangkan data adalah bahan keterangan tentang sesuatu objek penelitian yang diperoleh dilokasi penelitian. Berbagai cara pengumpulan data untuk penelitian kualitatif trus berkembang.45 Tehnik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Teknik Observasi
Observasi adalah bagian dari pengumpulan data.Observasi berarti pengumpulan data langsung dari lapangan. Observasi sebagai alat evaluasi banyak digunakan untuk menilai tingkah laku individu atau proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati. Observasi yang dapat
44 Abdul Hakim, Penelitian Kualitatif,Tindakan Kelas, & Studi Kasus, (Sukabumi: Cv Jejak, 2017), 152.
45 Mamik, Metode Kualitatif, (Sidoarjo: Zifatama, 2015), 103.
menilai atau mengukur hasil belajar ialah tingkah laku para siswa pada waktu guru mengajar.Observasi dapat dilakukan baik secara partisipatif (participant observation) maupun non partisipasi (non-participant observation). Observasi dapat pula berebentuk observasi eksperimental (experimental observation) yaitu observasi yang dilakukan dalam situasi yang dibuat dan observasi non-eksperimental (non- experimental observation) yaitu observasi yang dilakukan dalam situasi yang wajar.46
Metode observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif dimana dalam penelitian ini peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber dapat penelitian. Adapun data yang di peroleh menggunakan tehnik observasi sebagai berikut :
a. Perencanaan pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini kelompok A di RA AR-Ridlwan Ajung Jember
b. Pelaksanaan pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini kelompok A di RA AR-Ridlwan Ajung Jember
c. Evaluasi pembelajaran media gambar seri untuk melatih kemampuan bahasa anak usia dini kelompok A di RA AR-Ridlwan Ajung Jember
46 Djaali, Puji Muljono, Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan, (Jakarta : PT Grasindo), 16-17.