• Tidak ada hasil yang ditemukan

Permasalahan yang dihadapi Anak Jalanan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

D. Permasalahan yang dihadapi Anak Jalanan

Dari hasil survei di lapangan dapat diketahui bahwa permasalahan yang di hadapi anak jalanan bukan hanya bermaslah dengan pihak aparat saja akan tetapi mereka juga tidak memahami ilmu-ilmu agama dan bentuk permasalahan yang dihadapi anak jalanan bisa dilihat lebih lanjut dari hasil peneliitan ini sebagai berikut:

1. Anak jalanan tdak memahami ilmu Agama

Anak jalan yang identik dengan kebiasaan melakukan kegiatan atau pekerjaan di jalanan mengakibatkan kurangnya pengetahuan dan pendidikan ilmu agama karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu mereka dijalanan untuk bekerja segingga mengakibatkan minimnya pengeatahuan agama karena mereka tidak ada waktu untuk belajar dan mengkaji ilmu-ilmu agama tersebut.

2. Pihak yang Bermasalah dengan Anak Jalanan

Adapun yang dimaksud dengan pihak-pihak yang menjadi penyebab anakanak jalanan mengalami masalah adalah dengan pihak mana saja anak jalanan tersebut mengalami masalah. Anak-anak jalanan sering mengalami masalah dengan berbagai masalah saat mereka melakukan aktifitasnya. Pada umumnya anak jalanan dalam menjalankan usahanya selalu berlokasi di berbagai fasilitas umum kota yang strategis dan kehadiran mereka cenderung mengganggu ketertiban di tempat tersebut,

sehingga hal ini memungkinkan mengalami masalah dengan pihak-pihak yang bertugas menjaga ketertiban tempat itu.40

Di sisi lain, sasaran penelitian ini adalah anak-anak jalanan yang masih terikat dengan keluarga, maka mereka dalam menjalankan usahanya berangkat dan pulang ke rumah orang tua mereka masing- masing. Dengan demikan diperkirakan mereka mengalami masalah dengan pihak keluarga di rumah, atau bahkan kemungkinan ada dari sebagian mereka tidak mengalami masalah baik dilapangan maupun dengan pihak keluarga

Untuk mengetahui pihak-pihak mana saja yang bermasalah dengan anak jalanan yaitu dapat dilihat sebagai berikut:

a). Pihak aparat b). Dinas sosial c). Preman d). Satpol PP

3. Bentuk Permasalahan yang Dihadapi Anak jalanan

Bentuk permasalahan pada penelitian ini adalah berbagai bentuk atau jenis permasalahan yang dihadapi anak jalanan dalam rnenjalankan aktifitasnya. Beberapa bentuk permasalahan yang sering mereka alami, adalah diusir aparatdan di kejar sama Satpol PP untuk di bawa ke dinas social. Namun sebagian anak jalanan rnengaku tidak bermasalah baik di lokasi kegiatan maupun di rumah.

40Wawancar bersama anak jalanan, Tanggal 30 desember 2018

E. Peran Da’i Dalam Mengatasi Problematika Anak Jalanan

Peran seorang da’i dalam mengatasi problemmatika anak jalalanan yaitu mempadukan antara profesi dengan dakwah, sebagaimana yang dikatakan oleh salah satu ustad yaitu uastad Muzakkir Ahlisan, Lc yang berprofesi sebagai salah satu dosen di Ma’had Al-birr dan juga sebagai ketua pengurus mesjid Al-Mujahidin di Desa Pattallassang, menyatakan bahwa:

“Dengan melihat kondisi anak jalanan yang sudah terbisa turun ke jalanan maka tidak bisa serta merta memberhentikan mereka dari pekerjaan yang sudah mereka jalani, akan tetapi mencari selah-selah waktu yang kosong untuk mendakwahi mereka dan mengajak mererka secara perlahahan-lahan untuk meninggalkan kebiasaan mereka. Karena dengan langsung menyuruh untuk meninggalkan profesinya maka akan sulit bagi mereka untuk menerimah dakwah kita sebab dengan turun ke jalanan mereka memiliki alasan masing-masing baik dari faktor ekonomi maupaun faktor paksaan dari oknum tertentu, maka harus perlahan-lahan, mendekati mereka, dan mengambil hatinya ketika mereka sudah menyatu dengan kita pastinya akan mudah untuk didakwahi dan apapun yang kita katakan akan mudah untuk diterima. Kita juga harus memberikan solusi terhadap mereka dengan mencarikan tempat yang layak bagi mereka seperti temapat tinggal (rumah singgah) atau tempat belajar, pondok pasantren dan lain-lain”.41

Dari hasil survei di lapangan terdapat mahasiswa Unismuh yang tergabung dalam ikatan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengadakan kegiatan dakwah dan pembinaan terhadap anak jalanan di Dusun Lambengi Desa Bantoala Kecamatan palangga kabupaten gowa ustad ahmad menceritakan awal mulanya mereka melakukan kegiatan di Desa Bontoala sebagai berikut:

41Hasil wawancarai, bersama Ustad Muzakkir Ahlisan,Lc. Tanggal 18 Februari 2019

‘’Kegiatan ini awalnya sudah berjalan selama tiga periode, periode pertama pada tahun 2016 -2017 dan periode kedua pada tahun 2017-2018 kemudian dilanjutkan periode ke tiga 2018-2019 hingga saat ini dan tidak akan terputus sampai periode-periode berikutnya. Dengan memilih anak jalanan sebagai subjek utama untuk mengadakan program atau kegiatan ini tent sangat beralasan. Anak jalanan yang identik dengan kebiasaan memilih menghabiskan waktunya untuk bekerja di jalanaan rata-rata memiliki ekonomi yang rendah dan pendidikan yang standar dan bahkan ada yang tidak sekolah karena faktor ekonomi yang tida memadai sehingga membatasi mereka dalam hal itu, maka kami berinisiatif memilih anak jalanan untuk di berikan pembinaan dan pendididkan khususnya dalam pembinaan Agama islam. Karena hidup di dunia ini bukan hanya semata-mata harta dan masalah duniawi yang di cari akan tetapi masalah akhirat juga perlu di siapkan, dengan cara memeberikan ilmu yang bermanfaat kepada mereka maka akan menjadi amal jariah bagi kita semua”.42 Dalam kegiatan ini ada struktur organisasi HMJ dan pembentukan bidang atau pembagian kelompok agar kegiatan Himpunana Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat berjalan dengan efektif, berikut adalah penyusunan struktur dapat dilihat sebagai berukut:

42 Hasil wawancara, bersama Ustad Ahmad. Pada tanggal 8 Maret 2019

STRUKTUR ORGANISASI HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN

( HMJ)

Ketua Umum Akbar Sekretaris Umum

Mustakim

Bendahara Umum Qalbi

Wakil Ketua Umum Ichsan

Wakil Bendahara Umum Ichsan

Bidang Organisasi Kabid : Wahyu Sekbid : Erwin

Bidang Keilmuan Kabid : Umar Sekbid : Rahma

Bidang Keagamaan Kabid : Ahmad Sekbid : Kasmawati

Bidang Sosial Ekonomi Kabid : Fadly Sekbid : Riska

Dari pembentukan bidang atau pembagian kelompok ini saya lebihbanyak membahas tentang bidang keagamaan karena di bidang ini lebih banyak perannya dalam melakukan pembinaan dan pendekatan terhadap anak jalanan sedangkan yang di bidang organisasi, keilmuan dan sosial lebih banyak kegiatannya ke masyarakat setempat misalnya membantu warga dalam pembangunan mesjid, pembersihan lingkungan dan lain-lain. Berikut adalah Program Kerja yang diberikan bidang keagamaan untuk anak jalanan sebagai berikut:

a. Materi yang diberikan da’i dan da’iyah

Dalam berdakwah khususnya terhadap anak jalanan terdapat materi yang disampaikan oleh da’i dan daiyah. Materi adalah elemen yang sangat penting dalam dakwah, karena materi adalah pokok atau isi yang ingin disampaikan. Materi dakwah yang di ajarkan adalah tauhid, ilmu fiqih, Al-qur’an, dan juga ilmu akhlak.43

1. Tauhid

Dalam pemberian materi tentang tauhid untuk memperbaiki keimanan mereka sesuai dengan syari’at, dan untuk memperbaiki ibadah mereka, dan untuk ajaran Al-Qur’an agar mereka bisa mengaji dengan baik dan yang terpenting adalah ilmu akhlak supaya mereka tertata dalam pergaulannya.

Keempat hal itulah yang harus diberikan oleh da’I kepada juga anak jalanan. Materi yang diberikan juga tidak terlampau sulit karena

43 Hasil wawancara, bersama Ustad Ahmad. Pada tanggal 8 Maret 2019

pengetahuan mereka tentang keislaman masih awam. Misalnya tauhid, yang diajarkan adalah tentang rukun Islam, rukun Iman dan juga rukun Ihsan.

2. Fiqih dan Al-qur’an

Sedangkan Ilmu fiqih seperti bagaimana caranya bersuci, sholat, zakat, dan sebagainya. Begitupun denganIlmu Al-qur’an yaitu seperti makharijul huruf dan tajwid. Sedangkan Ilmu akhlak seperti bagaimana mereka harus bergaul dengan sesama dan orang yang lebih tua. Serta akhlak mereka terhadap sang pencipta yaitu Allah SWT.

Materi tentang fiqih dan Ilmu Al-quran biasanya lebih dikedepankan karena memang da’i igin memperbaiki kualitas ibadah mereka dan juga memperbaiki cara membaca ayat suci Al-qur’an terlebih dahulu. Karena dengan mengedepankan keduanya diharapkan juga menambah ketauhidan mereka kepada sang pencipta yaitu Allah SWT. Dan menambah kecintaan mereka terhadap rasulullah SAW. 44

3. Ahklak

Materi tentang ilmu akhlak dianggap sebagai penyempurna dalam kehidupan keseharian mereka, tanpa ilmu akhlak cara bergaul mereka yang biasanya memang kurang beradab bisa lebih diperbaiki. Sehingga mereka mengetahui caranya bergaul dengan baik sesuai dengan tuntunan baginda nabi muhammad SAW untuk selalu bergaul dengan baik kepada sesama manusia, sebagaimana hadits nabi Muhammad SAW:

44 Hasil wawancarai, bersama Ustad Ahmad. Pada tanggal 8 Maret 2019

نسح قلبخ سانلا قلاخو ،اهحتم ةنسلْا ةئيسلا عبتأو ، تنك امثيح الله قتا

Artinya;

Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, dan iringilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik karena perbuatan baik akan 1menghapus perbuatan jelek, dan pergaulilah manusia dengan pergaulan yang baik” (HR.

Bukhari dan Muslim).45

Hadits ini mengungkapkan bahwasanya kita harus mengiringi perbuatan buruk kita dengan perbuatan yang baik, karena sebenarnya perbuatan yang baik akan menghapus perbuatan perbuatan buruk yang kita lakukan. Dan juga dalam bergaul kepada manusia kita harus menunjukkan akhlak yang baik. Dengan akhlak yang baik maka manusia disekitar kita akan mengahargai kita.

Sebelum proses belajar mengajar di mulai ada susunan kegiatan yang telah di siapakan yaitu : sebelum belajar ada bacaan do’a belajar, hafalan ayat-ayat pendek dan setelah itu masuk pada pelajaran intinya tentang fiqih, Al-qur’an, tauhid dan ahklak. Dengan demikian materi dakwah sangatlah penting dalam penyampaian dakwah, waktu tempat dan retorika da’I sangatlah diperlukan agar materi yang disampaikan dapat diterima dan berjalan dengan efektif. Dengan pemberian materi yang seperti di atas kepada mereka secara terus menerus sehingga materi yang disampaikan akan selalu melekat pada diri mereka dan juga kehidupannya.

45Barmawy Umar, Azas-Azas Ilmu dakwah, hal 57

Sebelum mereka di berikan pelajaran-pelajaran seperti di atas mereka masih belum tau bagaimana cara membaca Al-qur’an dengan baik, melakukan shalat yang sesuai dengan syari’at, cara berbicara dengan baik dan sopan tapi setelah mereka mendapatkan pelajaran- pelajaran yang di ajarkan oleh para da’i dan da’iyah, mereka sudah bisa menerapkan apa yang mereka dapatkan, dan ada perubahan yang sudah terlihat pada diri mereka. Dengan melihat perubahan ini kami sangat bersyukur karena kami merasa program atau kegiatan kami bisa dikatan berhasil karena anak-anak jalanan bisa menerima dan mengaplikasikan apa yang telah kami ajarkan.

b. Waktu dan tempat belajar

Kegiatan da’i dan daiyah di lakukan di Mushallah Ukhuwah Birtal yang masih sementara di bangun dan kondisi Mushallah Ukhuwah Birtal masih sangat tidak layak untuk di jadikan tempat belajar tapi dengan keterbatasan fasilitas di lokasi yang tidak memadai maka kegiatan tetap di lansung di dalam mesjid tersebut yang masi sementara dalam tahapan pembangunan, kegiatan belajar biasanya di lakukan setiap hari minggu pagi dan sore yang sudah di tetapkan sesuai dengan jadwal. 46

c. Nama-nama da’i dan daiyah

Dari hasil penelitian ini terdapat beberapa nama-nama da’i dan da’iyah yang turut partisipasi dalam mengajarkan anak-anak jalanan yaitu sebagai berikut:

46Hasil wawancara, bersama Ustad Ahmad. Pada tanggal 8 Maret 2019

a) Ustad Ahmad b) Ustajah Kasmawati c) Ustad Umar

d) Ustajah Rahma e) Ustad Wahyu f) Ustad Erwin

63 PENUTUP A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian tentang problematika yang di hadapi anak jalanan dan bagaimana peran da’i dalam mengatasi problematika anak jalanan di kabupaten gowa dapat dihat sebagai berikut:

1. Problematika yang di hadapai anak jalanan di kabupaten gowa yaitu;

Tidak memahami ilmu agama, bermasalah dengan pihak aparat bermasalah dengan preman, bermasalah dengan satpol PP, bermasalah dengan dinas sosial.

2. Peran da’i dalam mengatasi problematika anak jalanan di Kabupaten Gowa yaitu:

Da’i melakukan pendekatan persuasif sebagai pembinaan terhadap anak jalanan dengan cara memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait ilmu-ilmu agama misalkan: Fiqih, Al-qur’an, Tauhid dan juga ilmu ahlak. Misalnya: ilmu fiqih seperti bagaimana caranya bersuci, sholat, zakat, dan sebagainya. Begitupun dengan Ilmu Al-qur’an yaitu seperti makharijul huruf dan tajwid. Dan ilmu tauhid untuk memperbaiki keimanan mereka, sesuai dengat syaria’t. Sedangkan ilmu ahlak sebagai penyempurna dalam kehidupan keseharian mereka, tanpa ilmu akhlak cara bergaul mereka yang biasanya memang kurang beradab bisa lebih diperbaiki.

Adapun solusi dan yang di berikan oleh da’i ketika anak- anak jalanan sedang mengalami masalah dengan pihak aparat, satpol PP, preman dan dinas social, pada saat bekerja maka da’i memberikan pemahaman kepada mereka bahwa dengan memilih bekerja di jalanan itu sangat tidak baik dan bisa mengancam keselamatan mereka dan di usia yang terlihat masih sangat mudah seharusnya lebih banyak belajar dan melakukan aktifitas-aktifitas yang bermanfaat lainnya, di bandingkan bekerja di jalanan.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan di atas, maka disarankan kepada lembaga social dan para da’i yang terkait, untuk lebih memperhatikan penanganan anak jalanan. Penanganan ini mencakup pembinaan pendidikan agama dan ketrampilan yang berguna bagi mereka. Untuk mengatasi maslah-masalah anak jalan. Dalam hal ini, ada tiga hal yang dapat disarankan, yaitu pendidikan agama, pendekatan, perlindungan, yaitu melakukan perlindungan atas hak–hak mereka dan juga melakukan pemberdayaan dan pendidikan agama islam sehingga mereka dapat hidup mandiri secara sosial dan ekonomi.

65

Depertemen Agama RI , AL-Qur’an dan Terjemahannya, (Bandung:

Syaamil Cipta Media, 1987)

Drs.Samsul Munir Amin, M. (2014). Sejarah Dakwah. Jakarta: Imprint Bumi Aksar.

Halim, M. (2003). Anak Shaleh Dambaan Keluarga. Yogyakarta: Mitra Pustaka.

Jahaj, Y. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kecana Preneda media Group.

Jahja, Y. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana Prenada Media.

jurnalis, M. (2012). Ayat-Ayat Dan Hadis tentang Kewajiban Dakwah.

https;// Maulanjurnalis: Wordpress:com.

Maarif, A. S. (2005). Dakwah Kolaboratif Tarmizi Taher. Jakarta Selatan:

Grafindo khazanah Ilmu.

Martono, N. (2012). Sosisologi Perubahan Sosisal. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Nurul Badruttamam, S. A. (2005). Dakwah Kolaboratif. Jakarta Selatan:

Grafindo Khazanah Ilmu.

Pawitri, R. (2011). Pesan Rasulullah Tentang Tata Cara Mendidik Anak.

https: // www. google.co.id/amp/s/id: theasianparent.com.

Prof. H.M. Arifin, M. (2000). Psikologi Dakwah. Jakarta: Bumi Aksar.

Rehabilitas, D. J. (Jakarta). Petunjuk Pelaksana Pelayanan Sosial Anak.

Dinas sosial Kabupaten Gowa: 2001-2010.

Sanituti, S. &. (Surabaya). Masalah dan Upaya Penanganan Anak Jalanan. 1999: Airlangga Universitas Press.

shadily, H. (1993). Sosisologi ukatntuk masyarakat Indonesia. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Syahroni siregar. (2003). Tanggung jawab Orang Tua Terhadap Anak Menurut Konsep Al-Qur'an. Htt:// Syahronisiregar 140: Blogspot.

com/.

L

A

M

P

I

R

A

N

Bersama Anak jalanan, Da’i dan Da’iyah di kabupaten Gowa 8 Maret 2019

Bersama anak-anak jalanan, Tanggal 30 Desember 2018

Bersama UstadMuzakkirAhlisan,Lc. (wawancara), Tanggal 18 Februari 2019

Mengajar iqro ibu-majelis ta’lim di mesjid Diklat Muhammadiyah

Mengisi pengajian ibu-ibu Majelis Ta’lim di mesjid Al-mujahidin

Dokumen terkait