• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 2 Peranan Persepsi dalam Komunikasi

2. Persepsi Terhadap Manusia

Persepsiterhadap manusia atau persepai sosial adalah proses menangkap arti objek-objek sosial dan kejadian-kejadian yang kita alami dalam lingkungan kita. Setiap orang memilki gambaran yang berbeda mengenai realitas di sekelilingnya. Dengan kata lain, setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda terhadap lingkungan sosialnya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Terdapat sejumlah faktor dalam membentuk dan kadang memutarbalikan persepsi. Faktor-faktor tersebut dapat berada, bergantung pihak pelaku persepsi yang bersangkutan, dalam objek atau target yang dipersepsikan, atau dalam konteks situasi dimana persepsi itu dibuat. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Stephen P. Robbins (2002:170) a number of factor operate to shape and sometimes distort perception. These factor can reside in the perceiver, in the object or target being perceived, or in the contecxt of the situation in which the perception is mode. Robbins memperjelas faktor-faktor pendukung dari persepsi tersebut pada

gambar berikut:

Gambar 2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Ketika individu memandang ke objek tertentu dan mencoba menafsirkan apa yang disaksikannya, penafsiran tersebut akan

sangat dipengaruhi oleh katakteristik pribadi individu pelaku persepsi tersebut. Diantara karakteristik pribadi yang mempengaruhi pesepsi adalah sikap, kepribadian, motif, kepentingan, minat, pengalaman masa lalu serta harapan. misalnya kita berfikir bahwa semua pejabat adalah koruptor, wanita itu lebih lemah dari pada laki-laki atau misalnya semua tentara itu keras, maka mungkin kita mempersepsikan mereka dengan cara ini, tanpa memperdulikan ciri-ciri mereka yang sebenarnya.

Karakteristik-karakteristik pada target yang akan diamati akan mempengaruhi apa yang dipersepsikan. Orang yang banyak bicara berkemungkinan mendapatkan perhatian lebih dalam kelompok tertentu dari pada mereka yang pendiam. Di mana target tidak dipandang dalam keadaan terisolasi, hubungan target tertentu dengan latar belakangnya mem-pengaruhi persepsi, seperti kecenderungan kita untuk mengelompokan benda-benda yang berdekatan atau yang mirip.

Menurut Cook (1971); Rubin (1973); dan MCNeil (1985) yang dikutif oleh Joseph A. Devito (1977: 77) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang dalam komunikasi yang berupa proses psikologis penting, yaitu: (1) teori kepribadian implisit (implicit personality theory); (2) ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya (self-fulfilling prophecy); (3) aksentuasi perseptual (perceptual accentuation);(4) primasi-resensi (primacy- recency); (5) konsintensi (consistency), dan (6) stereotiving (stereotyping). Proses-proses psikologis tersebut sangat berperan dalam mengartikan apa yang kita lihat dan apa yang tidak kita lihat, apa yang kita simpulkan dan apa yang tidak kita simpulkan tentang apa orang atau sesuatu yang lain. Proses-proses psikologis ini juga sangat membantu kita dalam menjelaskan mengapa kita membuat perkiraan dan tidak membuat perkiraan tertentu tentang suatu

objek yang kita amati.Tetapi pada pihak lain proses-proses psikologis ini memiliki kelemahan yaitu bisa menjadi faktor-faktor penghambat yang potensial terhadap persepsi yang tepat.

Gambar: 2.3 Beberapa Proses Psikologis yang Mempengaruhi Persepsi

Secara rinci masing-masing proses psikologisdapat diuraikan sebagai berikut:

a. Teori kepribadian implisit (implicit personality theory).

b. Ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya (self-fulfilling prophecy).

c. Aksentuasi perseptual (perceptual accentuation).

d. Primasi-resensi (primacy-recency).

e. Konsintensi (consistency).

f. Stereotiving (stereotyping).

1. Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Persepsi Seseorang

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan persepsi seseorang, menurut para ahli komunikasi dapat diuraikan seperti berikut:

a. Psikologi

Persepsi seseorang mengenai segala sesuatu di alam dunia ini sangat dipengaruhi oleh keadaan psikologi. Contoh terbenamnya matahari di waktu senja yang indah temaram, akan dirasakan sebagai baying-bayang yang kelabu bagi seorang yang buta warna.

b. Family(keluarga)

Pengaruh yang paling besar terhadap anak-anak adalah familinya. Orang tua yang telah mengembangkan suatu cara yang khusus di dsalam memahami dan melihat kenyataan di dunia ini, banyak sikap dan persepsi-persepsi mereka yan diturunkan kepada anaknya. Contoh orang tua yang Muhammadiyah akan mempunyai anak-anak yang Muhammadiyah juga.

c. Kebudayaan

Kebudayaan dan lingkungan masyarakat tertentu juga merupakan salah satu faktor kuat didalam mempengaruhi sikap,

nilai, dan cara seseorang memandang dan memahami keadaan di dunia ini. Contoh Orang Amerika yang bebas makan daging babi, tidak begitu halnya bagi masyarakat Indonesia.

2. Faktor dari Dalam dan Luar

Selain faktor yang mempengaruhi pengembangan persepsi, ada pula faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan persepsi.

a. Faktor-faktor Perhatian dari Luar

Faktor-faktor perhatian dari luar ini terdiri dari pengaruh- pengaruh lingkungan luar antara lain : intensitas, ukuran, keberlawanan, pengulangan, gerakan, dan hal-hal baru berikut ketidakasingan.

1) Intensitas

Prinsip intensitas dari suatu perhatian dapat dinyatakan bahwa semakin besar intensitas stimulus dari luar, layaknya semakin besar pulahal-hal itu dapat dipahami.

2) Ukuran

Faktor ini sangat dekat dengan prinsip intensitas. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besar ukuran sesuatu objek, maka semakinmudah untuk bisa diketahui atau dipahami

3) Keberlawanan atau Kontras

Prinsip keberlawanan ini menyatakan bahwa stimuli luar yang penampilannya berlawanan dengan latar belakangnya yang sama sekali di luar sangkaan orang banyak, akan menarik banyakperhatian.

4) Pengulangan (Repetition)

Prinsip ini dikemukakan bahwa stimulus dari luar yang di ulang akan memberikan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan yang sekali dilihat.

5) Gerakan (Moving)

Prinsip gerakan ini antaranya menyatakan bahwa orang akan memberikan banyak perhatian terhadap obyek yang bergerak dalam jangkauan pandangannya dibandingkan dengan obyek yang diam.

6) Baru dan Familier

Prinsip ini menyatakan bahwa baik situasi eksternal yang baru maupun yang sudah dikenal dapat dipergunakan sebagai penarik perhatian.

b. Faktor-faktor dari dalam (Internal Set Factors)

1) Belajar atau pemahaman learning dan persepsi, semua faktor-faktor daridalam yang membentuk adanya perhatian kepada sesuatu objek sehingga menimbulkan adanya persepsi adlah didasarkan dari kekomplekan kejiwaan seperti yang diuraikan di muka.

2) Motivasi dan persepsi, selain proses belajar dapat membentuk persepsi,faktor dari dalam lainnya yang juga menentukan terjadinya persepsi antara lain motivasi dan kepribadian.

3) Kepribadian dan persepsi dalam membentuk persepsi unsur ini amat erat hubungannya dengan proses belajar dan motivasi, yang mempunyai akibat tentang apa yang dihadirkan dalam menghadiri suatu situasi.

Sifat Persepsi

Beberapa hal yang patut kita pelajari menyangkut persoalan dalam persepsi ini. Mulyana (2000: 176-196) mengungkapkan sifat-sifat persepsi.