• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertanyaan Penelitian

BAB II. KAJIAN TEORITIS

C. Pertanyaan Penelitian

2. Seberapa baikkah sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes di SMP 4 Pariaman?

3. Seberapa baikkah modifikasi pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes di SMPN 4 Pariaman?

4. Seberapa baikkah kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes di SMPN 4 Pariaman?

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian, Waktu dan Tempat Penelitian 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode Deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pencegahan pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan / melukiskan keadaan subjek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagai mana adanya (Hadari Nawawi, 1991 : 63). Dalam penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengetahui pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMPN 4 Pariaman.

2. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini bertempat di SMPN 4 Pariaman, sedangkan waktu penelitian adalah bulan Maret s/d April 2013.

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah sisiwa kelas VII SMPN 4 Pariaman yang terdiri dari VII.1,VII.2,VII.3,VII.4,VII.5,VII.6,VII.7,VII.8

28

Tabel 1. Jumlah Populasi Siswa kelas VII.1-VII.8 SMPN 4 Pariaman Nama Sekolah Kelas Jumlah siswa

SMPN 4 Pariaman Putra Putri

VII.1 17 13

VII.2 17 13

VII.3 17 14

VII.4 18 13

VII.5 18 12

VII.6 17 13

VII.7 18 12

VII.8 17 15

Jumlah 139 105

Jumlah Total Siswa 224 orang Sumber : Data diambil dari Tata Usaha SMPN 4 Pariaman

Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII.1 s.d VII.8 SMP Negeri 4 Pariaman yang berjumlah 224 orang.

2. Sampel

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah “Proposive Sampling”. Dimana pengambilan sampel ini menggunakan tiga teknik yaitu strata, proporsi dan acak (Arikunto, 2006:139). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2 berikut :

Tabel 2. Sampel Penelitian Pada SMPN 4 Pariaman

Nama Sekolah Kelas Jumlah Siswa

SMPN 4 Pariaman Putra Putri

VII.7 18 12

VII.8 17 15

Jumlah 35 27

Total Jumlah Siswa 6 2

C. Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Data primer, yakni data yang diambil / diperoleh dari responden, yang merupakan data pokok dalam penelitian ini.

b. Data skunder, yakni data yang penulis peroleh dan bahan-bahan penelitian yang berkenaan dengan penelitian.

2. Sumber Data

a. Penyebaran angket kepada responden.

b. Dokumentasi yang diperoleh dari SMPN 4 Pariaman.

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Sesuai dengan data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka teknik dan alat pengumpulan data yaitu menggunakan angket penelitian sesuai dengan indikator masalah, yang disebarkan kepada seluruh responden.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam pengambilan data yaitu:

1. Membuat kisi-kisi angket.

2. Membuat angket berupa pertanyaan berdasarkan kisi-kisi angket.

3. Menyebarkan angket kepada responden dan langsung diisi.

4. Pengolahan data.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket yang disebarkan pada responden. Angket yang akan dibuat tersusun berdasarkan

Skala Guttman yang dikemukakan oleh Riduwan (2003 : 16 ) dimana setiap jawaban memiliki alternatif jawaban “ya” atau “tidak”.

Angket yang digunakan adalah angket tertutup yaitu angket yang telah memiliki alternatif jawaban sehingga responden tinggal mengisi sesuai dengan kenyataan yang ada, untuk jawaban responden “Ya” bernilai 1 (satu) dan jawaban responden tidak “Tidak” bernilai 0 (Nol).

E. Teknik Analisis Data

Sesuai dengan tujuan penelitian, maka data yang diperoleh untuk pengolahan selanjutnya digunakan Analisa Deskriptif, dengan menggunakan Tabel Distribusi Frekuensi Relatif atau Persentase dengan rumus.

P = x 100%

Keterangan :

P = Persentase yang akan dicari F = Frekuensi atau jumlah skor N = Jumlah responden

( Winarno Surocmand, 1990 : 139 )

Kemudian hasil yang diperoleh dikelompokkan atas Rank Order sebagai berikut :

81 – 100% ( Sangat Baik ) 51 – 80% (Baik)

26 – 50% ( Cukup )

0 – 25% (Rendah ) ( Arikunto, 1992:155)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Penelitian

Sebelum dilakukan analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif, maka terlebih dahulu dilakukan verifikasi data dan uji instrumen penelitian.

Verifikasi data bertujuan untuk mengetahui kelengkapan data, sehingga dapat ditetapkan data bisa diolah lebih lanjut atau tidak. Data yang bisa diolah adalah bila responden mengikuti petunjuk pengisian angket dan mengisi semua butir angket yang dinyatakan. Berdasarkan hasil verifikasi data dari jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 62 orang yang diberikan angket, setelah diperiksa angket dapat dikembalikan seluruhnya. Artinya dari 62 responden penelitian semua data dapat diolah lebih lanjut.

Uji instrumen penelitian dimaksudkan untuk mengetahui validitas dan reliabelitas data penelitian. Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel (Arikunto, 1998:160). Suatu angket dikatakan valid apabila item pernyataan pada angket tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh angket tersebut sedangkan suatu angket dikatakan reliabel bila jawaban terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Santoso, 2004 : 270).

Instrumen penelitian ini menggunakan uji coba terpakai, yaitu langsung diberikan pada sampel yang telah ditetapkan, dengan mengikuti ketentuan, bahwa setiap indikator variabel yang dituangkan dalam bentuk pernyataan diwajibkan lolos 80% memenuhi persyaratan uji validitas (Arikunto, 1986).

33

Berdasarkan analisis yang dilakukan dari 30 (tiga puluh) item pernyataan mewakili setiap indikator, telah terbukti sebanyak 28 butir (93.33%) memenuhi persyaratan uji validitas. Artinya item pernyataan dimaksud dapat digunakan langsung sebagai instrumentasi pada responden yang telah ditetapkan.

1. Uji Validitas Butir Instrumen.

Validitas instrumen dihitung menggunakan analisis statistik point biserial correlation, dengan cara mengkorelasikan antara skor setiap butir instrumen dengan skor total setiap subjek. Hasil perhitungan uji validitas 30 item pernyataan, diperoleh korelasi butir-butir pernyataan yang memenuhi persyaratan untuk dianalisis sebagai data penelitian, adalah pernyataan yang mempunyai korelasi (r) > 0.254 pada taraf signifikansi α 0.05, sedangkan pernyataan yang mempunyai korelasi < 0.254, tidak digunakan dalam analisis data penelitian (Hadi, 1986:360). Berdasarkan analisis diperoleh butir pernyataan yang dapat digunakan sebanyak 28 butir, sedangkan butir pernyataan yang dibuang sebanyak 2 butir ( r < 0.254), karena butir dimaksud dianggap tidak memenuhi persyaratan. Hasil perhitungan masing-masing butir pernyataan dapat dilihat pada lampiran.

2. Reliabilitas Instrumen Penelitian.

Untuk memperoleh reliabelitas instrumen penelitian, digunakan rumus KR-21 (Arikunto, 1998:183). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa hasil r (koefisien korelasi) adalah sebesar 0.767, yaitu lebih besar dari r tabel 0.254. Artinya instrumen yang digunakan dalam penelitian ini cukup reliabel. Hasil lengkap perhitungan dapat dilihat pada lampiran.

B. Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara umum distribusi frekuensi masing- masing variabel penelitian. Dalam deskripsi ini disajikan distribusi variabel motivasi siswa, sarana dan prasarana, modifikasi pembelajaran dan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 kota Pariaman. Jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3. Penyebaran Jawaban Berdasarkan Tingkat Klasifikasi dan Distribusi Data Penelitian

Statistik Analisis

Motivasi Siswa

Sarana dan

Prasarana Modifikasi Pembelajaran

Kemampuan Guru

f % F % f % F %

Tidak 122 17.9 63 20.3 75 17.3 23 7.4

Ya 560 82.1 247 79.7 359 83.7 287 92.6

Responden 62 62 62 62

Jumlah Item 11 5 7 5

Mean 0.82 0.80 0.83 0.93

Median 1.00 1.00 1.00 1.00

Std Dev 0.38 0.40 0.38 0.26

Min 0 0 0 0

Max 1 1 1 1

Untuk lebih jelasnya berikut disajikan secara berurutan ; 1. Motivasi Siswa

Penyajian data atas jawaban responden terhadap variabel motivasi siswa dalam bentuk distribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 1 di atas, dimana masing-masing responden memberikan penilaian jawaban terhadap pernyataan sesuai dengan pendapatnya. Jumlah item pernyataan pada

variabel motivasi siswa sebanyak 11 butir pernyataan valid. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa frekuensi Tidak = 122 atau 17.9% sedangkan frekuensi Ya = 560 atau 82.1%. Rerata hitung (mean) = 0.82, standar deviasi = 0.38, median = 1.00, nilai minimum = 0 dan nilai maksimum = 1. Berikut ini digambarkan histogram frekuensi variabel motivasi siswa dalam bentuk persentase ;

Gambar 2. Histogram Distribusi Frekuensi Variabel Motivasi Siswa

2. Sarana dan Prasarana

Penyajian data atas jawaban responden terhadap variabel sarana dan prasarana dalam bentuk distribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 1 di atas, dimana masing-masing responden memberikan penilaian jawaban terhadap pernyataan sesuai dengan pendapatnya. Jumlah item pernyataan pada variabel sarana dan prasarana sebanyak 5 butir pernyataan valid.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa frekuensi Tidak = 63 atau 20.3%

sedangkan frekuensi Ya = 247 atau 79.7%. Rerata hitung (mean) = 0.80,

standar deviasi = 0.40, median = 1.00, nilai minimum = 0 dan nilai maksimum

= 1. Berikut ini digambarkan histogram frekuensi variabel sarana dan prasarana dalam bentuk persentase ;

Gambar 3. Histogram Distribusi Frekuensi Variabel Sarana dan Prasarana

3. Modifikasi Pembelajaran

Penyajian data atas jawaban responden terhadap variabel modifikasi pembelajaran dalam bentuk distribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 1 di atas, dimana masing-masing responden memberikan penilaian jawaban terhadap pernyataan sesuai dengan pendapatnya. Jumlah item pernyataan pada variabel modifikasi pembelajaran sebanyak 7 butir pernyataan valid.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa frekuensi Tidak = 75 atau 17.3%

sedangkan frekuensi Ya = 357 atau 83.7%. Rerata hitung (mean) = 0.83, standar deviasi = 0.38, median = 1.00, nilai minimum = 0 dan nilai maksimum

= 1. Berikut ini digambarkan histogram frekuensi variabel modifikasi pembelajaran dalam bentuk persentase ;

Gambar 4. Histogram Distribusi Frekuensi Variabel Modifikasi Pembelajaran

4. Kemampuan Guru

Penyajian data atas jawaban responden terhadap variabel kemampuan guru dalam bentuk distribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 1 di atas, dimana masing-masing responden memberikan penilaian jawaban terhadap pernyataan sesuai dengan pendapatnya. Jumlah item pernyataan pada variabel kemampuan guru sebanyak 5 butir pernyataan valid. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa frekuensi Tidak = 23 atau 7.4% sedangkan frekuensi Ya = 287 atau 92.6%. Rerata hitung (mean) = 0.93, standar deviasi = 0.26, median = 1.00, nilai minimum = 0 dan nilai maksimum = 1. Berikut ini digambarkan histogram frekuensi variabel kemampuan guru dalam bentuk persentase ;

Gambar 5. Histogram Distribusi Frekuensi Variabel Kemampuan Guru

C. Jawaban Pertanyaan Penelitian

1. Seberapa baikkah Motivasi Siswa dalam Pelaksanaan Pembelajaran Penjasorkes di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman

Sesuai data yang dikumpulkan dari 11 item pernyataan mewakili indikator motivasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes masing- masing responden diperoleh penyebaran jawaban berdasarkan tingkat klasifikasi sebagai berikut, klasifikasi Tidak frekuensi 122 atau 17.9%

sedangkan klasifikasi Ya frekuensi 560 atau 82.1%. Berdasarkan data di atas, maka persentase ketercapaian skor untuk indikator motivasi siswa adalah sebesar 82.1%. Artinya kriteria interpretasi skor yang diperoleh berada pada klasifikasi sangat baik (Arikunto, 1992:155).

2. Seberapa baikkah Sarana dan Prasarana dalam Pelaksanaan Pembelajaran Penjasorkes di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman

Sesuai data yang dikumpulkan dari 5 item pernyataan mewakili

indikator sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes masing-masing responden diperoleh penyebaran jawaban berdasarkan tingkat klasifikasi sebagai berikut, klasifikasi Tidak frekuensi 63 atau 20.3%

sedangkan klasifikasi Ya frekuensi 247 atau 79.7%. Berdasarkan data di atas, maka persentase ketercapaian skor untuk indikator sarana dan prasarana adalah sebesar 79.7%. Artinya kriteria interpretasi skor yang diperoleh berada pada klasifikasi baik (Arikunto, 1992:155).

3. Seberapa baikkah Modifikasi Pembelajaran dalam Pelaksanaan Pembelajaran Penjasorkes di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman

Sesuai data yang dikumpulkan dari 7 item pernyataan mewakili indikator modifiksi pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes masing-masing responden diperoleh penyebaran jawaban berdasarkan tingkat klasifikasi sebagai berikut, klasifikasi Tidak frekuensi 75 atau 17.3%

sedangkan klasifikasi Ya frekuensi 359 atau 83.7%. Berdasarkan data di atas, maka persentase ketercapaian skor untuk indikator modifikasi pembelajaran adalah sebesar 83.7%. Artinya kriteria interpretasi skor yang diperoleh berada pada klasifikasi Sangat baik (Arikunto, 1992:155).

4. Seberapa baikkah Kemampuan Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran Penjasorkes di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman

Sesuai data yang dikumpulkan dari 5 item pernyataan mewakili indikator kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes masing-masing responden diperoleh penyebaran jawaban berdasarkan tingkat klasifikasi sebagai berikut, klasifikasi Tidak frekuensi 23 atau 7.4%

sedangkan klasifikasi Ya frekuensi 287 atau 92.6%. Berdasarkan data di atas, maka persentase ketercapaian skor untuk indikator kemampuan guru adalah sebesar 92.6%. Artinya kriteria interpretasi skor yang diperoleh berada pada klasifikasi Sangat baik (Arikunto, 1992:155).

D. Pembahasan

Dari data yang diperoleh pada analisis deskriptif terdapat beberapa hal yang berpengaruh kepada pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman. Oleh karena itu perlu adanya pembahasan yang mempengaruhi terhadap faktor pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes yang akan dijelaskan dengan sub-sub variabel sebagai berikut:

1. Motivasi Siswa

Hasil Penyebaran angket terhadap 62 orang responden diketahui Jumlah item pernyataan pada variabel motivasi siswa sebanyak 11 butir pernyataan valid. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa frekuensi Tidak = 122 atau 17.9% sedangkan frekuensi Ya = 560 atau 82.1%. Rerata hitung (mean) = 0.82, standar deviasi = 0.38, median = 1.00, nilai minimum = 0 dan nilai maksimum = 1. Jadi bila dilihat dari hasil analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa ”Motivasi siswa yang dimiliki Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman pada pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan” tingkat pencapaian responden 82.1% berada pada kategori Sangat Baik.

Berdasarkan hasil pembahasan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian di atas bertolak belakang dari observasi awal disebabkan karena tidak semua yang di identifikasi diteliti hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu dan dana penelitian sehingga penulis tidak dapat meneliti semua permasalahan yang telah di identifikasi.

Dari hasil pengolahan data di atas bila dilihat motivasi siswa sangat baik. Hal ini berarti keinginan siswa untuk mengikuti pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sangat besar dimana di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman Guru penjasorkesnya berhasil dalam melaksanakan pembelajaran penjasorkes sehingga menimbulkan motivasi bagi siswa untuk mengikutinya. Motivasi merupakan suatu dorongan yang diperlukan seseorang dalam proses pembelajaran, dengan adanya motivasi ,semangat dan kegairahan seseorang dalam proses pembelajaran akan menjadi baik.

2. Sarana dan Prasarana

Hasil Penyebaran angket terhadap 62 orang responden diketahui Jumlah item pernyataan pada variabel sarana dan prasarana sebanyak 5 butir pernyataan valid. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa frekuensi Tidak = 63 atau 20.3% sedangkan frekuensi Ya = 247 atau 79.7%. Rerata hitung (mean) = 0.80, standar deviasi = 0.40, median = 1.00, nilai minimum = 0 dan nilai maksimum = 1. Jadi bila dilihat dari hasil analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa ”Sarana dan Prasarana yang dimiliki Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman pada pelaksanaan pembelajaran pendidikan

jasmani olahraga dan kesehatan” tingkat pencapaian responden 79.7% berada pada kategori Baik.

Berdasarkan hasil pembahasan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian di atas bertolak belakang dari observasi awal disebabkan karena tidak semua yang di identifikasi diteliti hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu dan dana penelitian sehingga penulis tidak dapat meneliti semua permasalahan yang telah di identifikasi.

Dari hasil pengolahan data di atas bila dilihat Sarana dan prasarana di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman sudah berada pada kategori baik. Hal ini berarti ketersedian sarana dan prasarana yang ada di SMPN4 Pariaman sudah dapat memenuhi kebutuhan para siswa dalam berolahraga berdasarkan hasil dari pernyataan tadi menunjukan betapa pentingnya sarana dan prasarana untuk membantu kelancaran siswa dalam berolahraga dan untuk kedepannya pada pihak sekolah diharapkan agar fasilitas seperti saranan dan prasarana dapat ditingkatkan jauh lebih baik lagi supaya pelaksanaan pembelajaran terutama pada mata pelajaran Penjasorkes dapat meningkatkan kualitas belajar siswa untuk lebih baik lagi.

3. Modifikasi Pembelajaran

Hasil Penyebaran angket terhadap 62 orang responden dimana masing-masing responden memberikan penilaian jawaban terhadap pernyataan sesuai dengan pendapatnya diketahui Jumlah item pernyataan pada variabel modifikasi pembelajaran sebanyak 7 butir pernyataan valid.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa frekuensi Tidak = 75 atau 17.3%

sedangkan frekuensi Ya = 357 atau 83.7%. Rerata hitung (mean) = 0.83, standar deviasi = 0.38, median = 1.00, nilai minimum = 0 dan nilai maksimum = 1. Jadi bila dilihat dari hasil analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa ”Modifikasi Pembelajaran pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan” tingkat pencapaian responden 83.7% berada pada kategori Sangat Baik.

Berdasarkan hasil pembahasan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian di atas bertolak belakang dari observasi awal disebabkan karena tidak semua yang di identifikasi diteliti hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu dan dana penelitian sehingga penulis tidak dapat meneliti semua permasalahan yang telah di identifikasi.

Dari hasil pengolahan data di atas bila dilihat modifikasi pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman sudah sangat baik. Hal ini berarti memodifikasi suatu kegiatan pembelajaran tentu sangat diperlukan untuk mencapai tujuan dari kegiatan pembelajaran, untuk memotivasi siswa dalam proses belajar mengajar adalah dengan jalan memodifikasi olahraga kedalam pendidikan jasmani sebab secara fisik dan kemampuan satiap siswa berbeda antara satu dengan lainya tututan terhadap fisik mereka dapat dikurangi dengan memodifikasi olahraga dengan menggunakan alat-alat dan peraturan yang memungkinkan siswa secara tepat mengembangkan keterampilan dalam pembelajaran Penjasorkes.

4. Kemampuan Guru

Hasil Penyebaran angket terhadap 62 orang responden dimana masing-masing responden memberikan penilaian jawaban terhadap pernyataan sesuai dengan pendapatnya diketahui Jumlah item pernyataan pada variabel kemampuan guru sebanyak 5 butir pernyataan valid. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa frekuensi Tidak = 23 atau 7.4% sedangkan frekuensi Ya = 287 atau 92.6%. Rerata hitung (mean) = 0.93, standar deviasi = 0.26, median = 1.00, nilai minimum = 0 dan nilai maksimum = 1. Jadi bila dilihat dari hasil analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa ”Kemampuan Guru pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan” tingkat pencapaian responden 92.6% berada pada kategori Sangat Baik.

Berdasarkan hasil pembahasan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian di atas bertolak belakang dari observasi awal disebabkan karena tidak semua yang di identifikasi diteliti hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu dan dana penelitian sehingga penulis tidak dapat meneliti semua permasalahan yang telah di identifikasi.

Dari hasil pengolahan data di atas bila dilihat dari kemampuan guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman sudah sangat baik. Hal ini berarti berdasarkan hasil tersebut di atas jelas tanpa adanya kemampuan guru sebagai sumberdaya manusia (SDM) yang memadai baik dari segi kuantitas maupun kualitas, hal ini berpengaruh terhadap kelancaran dalam proses belajar mengajar maupun pengembangan diri siswa.

BAB V PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan dan beberapa saran dalam penelitian.

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengolahan data dalam penelitian ini maka dapat di simpulkan bahwa Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pariaman sebagai berikut:

1. Motivasi siswa

Pencapaian kategori jawaban responden pada indikator Motivasi Siswa dapat disimpulkan berada pada kategori Sangat Baik.

2. Sarana dan Prasarana

Pencapaian kategori jawaban responden pada indikator Sarana dan Prasarana dapat disimpulkan berada pada kategori Baik.

3. Modifikasi Pembelajaran

Pencapaian kategori jawaban responden pada indikator Modifikasi Pembelajaran dapat disimpulkan berada pada kategori Sangat Baik.

4. Kemampuan Guru

Pencapaian kategori jawaban responden pada indikator Kemampuan Guru dapat disimpulkan berada pada kategori Sangat Baik.

46

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan penelitian di atas penulis menyarankan beberapa hal :

1. Bagi guru Penjasorkes diharapkan agar dapat menciptakan pembelajaran Penjasorkes yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa agar pelaksanaan pembelajaran penjasorkes bisa berjalan dengan baik.

2. Kepala sekolah untuk dapat melengkapi sarana prasarana yang diperlukan khususnya dalam pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes agar siswa termotivasi untuk dapat mengikuti pembelajaran Penjasorkes.

3. Diharapkan bagi seluruh siswa agar meningkatkan motivasi belajarnya sehingga belajar dengan serius disekolah, tanpa adanya paksaan dari pihak lain.

4. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan penelitian ini dan mengungkap permasalahan pada penelitian ini berdasarkan identifikasi permasalahan yang belum dibahas pada penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. (1992). Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakatra : Rineka Cipta.

Aussie Sport. (1993). Roll Ball. Australia : Aussie Sport.

Buku Panduan Penulisan Tugas Akhir/Skripsi Universitas Negeri Padang 2009.

Pandang : UNP.

Depdiknas. 2003. UU RI No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Jakarta : Depdiknas.

Depdiknas. 2006. UU RI No 22 Tahun 2006 Peraturan Mentri Pendidikan Nasional.

Jakarta : Depdiknas.

Diknas. (2006). Kurikulum Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta : Depdiknas.

Dimiyati, Mujiono. (1999). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Hendri. (1985). Pengaruh Motivasi dalam Pendidikan Jasmani. Jakarta : Bumi Aksara.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (2006). Jakarta : Depdiknas.

Nasrun Azhar. (1993). Prasarana dan Sarana Olahraga Dalam Sistem Pembinaan Olahraga pada PELITA VI. Makalah : Jakarta.

Nawawi, Hadari. (1991). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta : Gajah mada Universitas Perss.

Riduwan. (2003). Metode Penelitian. Jakarta : Balai pustaka.

Sadarwan Danin. (2004). Metode Penelitian Untuk Ilmu-ilmu Prilaku. Jakarta : Bumi Aksara.

Sagala, Syaiful. (2003). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.

Sardiman. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Suparman, Eddy. (1996). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Bandung : Angkasa.

Surakhmad, Winarno. (1990). Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik.

Bandung : Transito.

Supartono dalam Winarno. (2006). Prespektif Pendidikan Jasmani dan Olahraga.

Malang : Universitas Malang.

Suryosubroto. (1997). Proses Belajar Mengajar di sekolah. Jakarta : Rineka Cipta.

Lampiran 1

KISI-KISI ANGKET PENELITIAN

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4

KOTA PARIAMAN

Variabel Sub Variabel Indikator Butir

Pertanyaan Pelaksanaan 1. Motivasi siswa

Pembelajaran - Motivasi Intrinsik - Disiplin 1-2

Penjasorkes - Kesenangan 3-4

di SMPN 4 - Perhatian 5-6

Pariaman - Motivasi Ektrinsik - Pujian 7

- Hukuman 8

- Ikut serta 9

- Perhatian 10-11

- Dorongan 12

2. Sarana dan Prasarana - Ukuran 13-14

- Jumlah 15-17

3. Mmodifikasi - Alat 18

Pembelajaran - Peraturan 19-20

- Waktu 21

- Lapangan 22-24

4. Kemampuan Guru - Membuka/Pemanasan 25-26 - Pelaksanaan/Inti 27-28 - Penutup/Evaluasi 29-30

Lampiran 2 ANGKET PENELITIAN I. Identifikasi Responden

Nama : ………..

Kelas : ………..

Nama sekolah : SMP Negeri 4 Pariaman II. Petunjuk Pengisian Angket

1. Jawablah dengan keadaan yang sebenarnya dan yang saudara ketahui.

2. Berilah tanda ( √ ) pada kolom yang telah disediakan di bawah ini !

NO PERTANYAAN JAWABAN

YA TIDAK 1 Apakah kamu tidak pernah absen dalam

pembelajaran Penjasorkes ?

2 Apakah sebelum pelajaran dimulai kamu dan teman- teman sudah siap dengan pakaian olahraga lengkap untuk praktek lapangan?

3 Apakah kamu sangat senang mengikuti pembelajaran Penjasorkes?

4

Apakah kamu senang ketika guru kamu melakukan modifikasi dalam pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes?

5

Apakah kamu selalu memperhatikan setiap gerakan yang diajarkan gurumu dalam pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes?

6

Apakah kamu selalu memperhatikan gurumu pada saat menjelaskan materi dalam pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes?

7

Apakah guru olahraga kamu selalu memberikan pujian jika kamu disiplin dan tidak pernah absen ? 8

Apakah guru olahraga kamu selalu memberikan hukuman bila kamu tidak serius dalam pembelajaran Penjasorkes?

Dokumen terkait