• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

C. Pertumbuhan Ekonomi

Laju pertumbuhan ekonomi ialah salah satu indikator keberhasilan pembangunan pada suatu daerah. Sukirno (2010:9) mengartikan pertumbuhan ekonomi sebagai perkembangan kegiatan pada perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang di produksikan pada masyarakat bertambah. Todaro (2000:137) menyatakan proses perkembangan pertumbuhan ekonomi mempunyai tiga komponen utama yaitu :

a) Akumulasi modal, yang meliputi seluruh bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik serta sumber daya manusia.

b) Pertumbuhan penduduk, yang beberapa tahun selanjutnya akan memperbanyak jumlah angkatan kerja.

c) Kemajuan teknologi, teori Schumpeter menekankan perihal pentingnya peranan pengusaha dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto rii atau pendapatan nasioanal riel atau dapat diartikan bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi jika terdapat kenaikan output perkapita. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan pertanda keberhasilan pembangunan ekonomi. Perkembangan ekonomi yang berkualitas mendukung peningkatan produktivitas tenaga kerja. Disisi lain produktivitas tenaga kerja memainkan peranan yang sangat penting dalam membentuk daya saing sektor tertentu serta seluruh perekonomian, dan membantu membentuk kondisi yang diperkukan untuk pembangunan ekonomi. Peningkatan tenaga kerja artinya bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan sumber daya manusia.

Dunia saat ini sudah diperhadapkan pada perubahan teknologi yang sangat cepat pada era digital. Pemanfaatan teknologi memungkinkan perluasan marketing, ekspansi kesempatan kerja serta fleksibel didalam bekerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan efesiensi. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital bisa meningkatkan kecepatan proses pemulihan bisnis dengan membentuk mata rantai pasokan, komunikasi dan budaya, serta menggunakan teknologi digital untuk transaksi.

D. Pemulihan Ekonomi Nasioanal (PEN)

Berdasarkan PP No.23 Tahun 2020 yang menyatakan bahwa program PEN

merupakan ragkaian kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional yang termasuk bagian dari kebijakan keuangan negara yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi dampak covid-19 terhadapa perekonomian. Selain penanganan krisis kesehatan, pemerintah juga menjalankan program PEN menjadi respon atas penurunan kegiatan masyarakat yang berdampak di ekonomi, khususnya sektor informal atau UMKM. Program PEN bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, serta menaikan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya.

Program ini dijalankan menggunakan beberapa asas yaitu sebagai berikut : 1) Asas keasilan sosial

2) Sebesar-besarnya kemakmuran rakyat 3) Mendukung perlaku usaha

4) Menerapkan kaidah-kaidah kebijakan yang penuh kehati-hatian, dan tata kelolah yang baik, transparan, akseleratif, adil, serta akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

18

5) Tidak menimbulkan moral hazard

6) Adanya pembagian biaya serta risiko antar pemangku kepentingan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Dalam melaksakan program PEN, pemerintah pusat memfokuskan kebijakannya pada para pelaku usaha termasuk UMKM dan masyarakat.

Kedua unsur tersebut dinilai berperan penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasioan RI. Pemulihan ekonomi nasional dilakukan dengan mengambil kebijakan fiskal dan moneter yang komprehensif. Pemulihan ekonomi diharapkan bisa berjalan dengan baik. Untuk itu, pemerintah mengeluarkan setidaknya tiga sasaran, yaitu meningkatkan konsumsi dalam negeri, peningkatan aktivitas dunia usaha, serta menjaga stabilitas ekonomi dan ekpansi moneter (Kemenkeu.go.id).

E. Tinjauan Empiris

Tabel 2.1 Tinjauan empiris No Nama Peneliti

( Tahun )

Judul penelitian Alat analisis Hasil penelitian 1. Lili Marlina ( 2021 ) Memanfaatkan

insentif pajak UMKM dalam upaya

mendorong pemulihan

ekonomi nasional

Metode yang di gunakan pada

penelitian ini yaitu metode deskriptif

Dalam upaya

mendorong program pemulihan ekonomo nasioanl di tengah pandemi covid-19, pemerintah Republik Indonesia melalui kementrian keuangan telah memberikan insentif pajak kepada wajib pajak khususnya pelaku UMKM ( usaha mikro kecil menengah ).

Pemberian insentif pajak ini sebagai dukungan dan

respon dari pemerintah yang bermanfaat bagi UMKM, karena menurunya produktifitas para pelaku usaha khususnya UMKM secara otomatis telah mempengaruhi stabilitas ekonomi dan menurunnya jumblah penerimaan negara.

2. Nursa Fitri,

Junaiddin Zakaria, Hasbi (2021)

Analisis pertumbuhan ekonomi dan disparitas pendapatan terhadap kesejahteraan antar daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2005-2019

Menggunaka n data sekunder

(1.) Beberapa kabupaten/kota memiliki potensi sebagai daerah maju dan tumbuh cepat, daerah maju tapi tertekan, daerah berkembang cepat dan daerah relatif tertinggal. (2.) ketimpangan pendapatan antar daerah

kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan berada pada kondisi rendah. (3.) pertumbuhan ekonomi dan disparitas pendapatan

berpengaruh negatif dan signifikan terhadap

kesejahteraan antar daerah

kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

3. Wahyu Puji Lestari, Ruslam (2021)

Identifikasi industri unggulan untuk akselerasi pemulihan ekonomi di Sulawesi Selatan

Data inter regional input-output (IRIO)

Ada dua industri unggulan di Sulawesi Selatan, yaitu penggandaan listrik dan gas dan industri pengolahan.

20

dan dampaknya pada wilayah lain di Indonesia.

Selanjutnya, analisis antara wilayah menunjukan bahwa shock

permintaan akhir di Provinsi Sulawesi Selatan berdampak besar terhadap perekonomian Provinsi-Provinsi di pulau Jawa

khususnya DKI Jakarta. Disisi lain perekonomian Sulawesi Selatan sangat dipengaruhi oleh shock

permintaan akhir di Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu Provinsi unggulan peluang untuk akselerasi seperti industri pengolahan.

4. Diana Rapitasari (2021)

Stretegi pemulihan

ekonomi nasional di Jawa Timur melalui Jatim bangkit.

Kualitatif Strategi pemulihan ekonomi nasional di Jawa Timur di antaranya adalah pemulihan aktivitas perdagangan dan industri, mengatasi hambatan

perdagangan baik bes masuk maupun regulasi ekspor impor, anggaran mayoritas

dialokasikan pada kesehattan dan pendidikan agar dapat meringankan bebas masyarakat, meningkatkan disposable income melalui usaha kreatif, mendorong konsumsi rumah tangga yang merupakan

penyumbang aggregate expenditure, melanjutkan program subsiidi industri kecil dan koperasi serta optimisme pertumbuhan ekonomi Jatim.

5 Noor Safrina, Akhmad

Soehartono, Aura Asrina Savitri ( 2020 )

“Menjaga

Marwah” Insentif perpajakan yang berdampak pada penerimaan pajak Indonesia tahun 2019.

Metode studi literatur

Insentif pajak temporer memiliki dampak jangka pendek yang lebih besar daripada kebijakan permanen.

Insentif pajak merupakan

persyaratan yang di perlukan untuk memacu investasi tetapi tidak cukup untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

6. Murniati Tobing ( 2020 )

Analisis kebijakan Pemulihan

Ekonomi Nasioanal pada masa wabah pandemi ( Covid- 19 ) terhadap industri

parawisata sektor perhotelan.

Metode kualitatif

Pandemi Covid-19 berdampak negatif terhadap tingkat hunian hotel dan tenaga kerja. Wabah pandemi

meningkatkan risiko kesehatan,

menimbulkan gangguan parawisata dan tingkat hunian, meningkatkan beban pengeluaran

kesehatan serta mengurangi akses pendidikan dan pelatihan yang dapat menurunkan

produktivitas dan tingkat hunian hotel.

Program PEN mendukung para pengusaha dan

22

produktivitas tenaga kerja sektor

perhotelan dan restauran melalui pemberian bantuan dana hibah

menggunakan penyaluran bantuan sosial ( Bansos ) dan tambahan alokasi pengurangan beban pajak dan bantuan pemerintah melalui Kmenetrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menggelontorkan Dana Hibah

Pariwisata sebesar 3,3 triliun bagi pelaku usaha hotel, restoran, dan pemerintah daerah.

Dana tersebut tentu menjadi angi segar bagi para pelaku pariwisata, walaupun saat wabah merebak banyak hotel dan restauran tutup.

7. Yulia Puspitasari Gobel (2020)

Pemulihan ekonomi

indonesia pasca pandemi covid-19 dengan

mengkombinasik an model

filantropi islam dan ndeas model.

Metode library research

Gabungan antara filantropi islam dengan NDEAS Model yang

memberikan model keberlanjutan berupa kebangkitan ekonomi yang ditandai dengan adanya kenaikan pendapatan dan Negara Indonesia menjadi lebih hemat pengeluaran

sehingga

produktifitas lebih tinggi maka pendapatan dan tabungan juga dapat

meningkat secara bersamaan, hal inilah yang dapat menekan biaya produksi karena investasi sama dengan tabungan, menghasilkan lapangan pekerjaan dan menarik investor domestik dan

internasional, ketahanan pangan dan identitas negara serta berkurangnya pencemaran

lingkungan.

F. Kerangka Pikir

Kerangka pikir adalah model konseptual dari teori yang saling terkait dari berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai isu penting. Penelitian ini menjelaskan mengenai analisis insentif perpajakan program PEN 2020.

Berdasarkan latar belakang dan tinjauan pustaka yang telah dipaparkan, maka dapat digambarkan kerangka pikir sebagai berikut :

24

Gambar 2.1 Kerangka Pikir

Adapun kerangka berfikir dalam penelitian ini yaitu peneliti melakukan analisis mengenai insentif perpajakan di Kab. Barru untuk mengetahui proses pelaporan insentif pajak yang diberlakukan oleh pemerintah. Kemudian kita melihat pelaporan insentif pajaknya sudah sesuai dengan PMK 23 Tahun 2020 atau tidak, selanjutnya peneliti akan menentukan hasil penelitiannya.

KPP Pratama Pare-Pare

Analisis insentif perpajakan program PEN 2020 di

Kab.Barru

Pihak Pelaksana Pihak Yang

Bertanggung Jawab

Hasil Analisis

25

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Peneliitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, dimana teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berupaya untuk mendeskripsikan secara lengkap dan akurat dari suatu peristiwa, tidak untuk melihat hubungan atau juga membandingkan (Prandara, 2020). Dimana penelitian ini akan menggambarkan penerapan insentif perpajakan program PEN 2020 di Kab.Barru.

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang sekarang berdasarkan data-data. Jenis penelitian deskriptif kualitatif yang digunakan pada penelitian ini dimaksud untuk memperoleh informasi mengenai bagaimana penerapan insentif perpajakan program PEN 2020 di Kab.Barru. Selain itu, dengan pendekatan kualitatif diharapkan dapat diungkapkan situasi dan permasalahan yang dihadapi.

B. Fokus Penelitian

Pusat penelitian ini berfokus pada bagaimana analisis insentif perpajakan program PEN 2020 di Kab. Barru pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pare-Pare.

26

C. Tempat Dan Waktu Penelitian

Adapun tempat penelitian yang diajukan peneliti sebagai subjek adalah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pare-Pare, sedangkan jangka waktu penelitian yang dilakukan selama dua bulan dari bulan Mei – Juni 2022.

D. Jenis Dan Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder.

1. Data primer adalah sebuah data yang langsung di dapatkan dan di berikan pada pengumpul data atau peneliti, dalam penelitian ini di peroleh melalui wawancara langsung dengan subjek penelitian baik secara observasi ataupun pengamatan langsung ( Sugiyono, 2016 ).

2. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dengan cara membaca, mempelajari, dan memahami melalui media yang bersumber dari literatur buku-buku serta meminta dokumen-dokumen dari pihak kantor KPP Pratama Pare-pare tentang penerapan insentif perpajakan program PEN 2020 di Kab. Barru.

E. Informan

Informan penelitian adalah narasumber yang merujuk pada seseorang yang paham terkait dengan objek penelitian dan bisa menyampaikan penjabaran tentang topik penelitian yang diangkat (Sugiyono, 2010). Maka informan penelitian dalam peneliti ini adalah staff maupun karyawan KPP Pratama Pare-Pare.

F. Metode Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang menunjang dalam penelitian ini maka digunakan metode penelitian sebagai berikut :

1. Penelitian keputusan (library research), yaitu penelitian dengan membaca buku-buku, literature, laporan-laporan tertulis, dan tulisan ilmiah yang ada kaitannya dengan masalah yang dibahas.

2. Penelitian lapangan (flead research), yaitu pengumpulan data dengan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti dengan menempuh cara sebagai berikut :

a) Observasi, cara pengumpulan data dengan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti.

b) Wawancara, yaitu melakukan tanya jawab dengan pihak kantor KPP baik staf maupun karyawan untuk kompeten.

G. Metode Analisis Data

Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif deskriptif, yang dimana dalam menghimpun data digunakan teknik pengamatan, tanya jawab serta perlu adanya dokumtasi, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif karena ingin menggunakan, mengetahui, menggambarkan, mengumpulkam, serta menganalisis insentif perpajakan program PEN 2020 di Kab.Barru.

Dengan mengumpulkan data secara kualitatif yang telah di peroleh dengan wawancara dan pengamatan kemudian diuraikan dalam bentuk deskriptif secara pragmatis sesuai dengan apa yang tejadi di lapangan,

28

sehingga dapat ditarik kesimpulan untuk mencapai tujuan penelitian yang di inginkan.

29

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah Umum KPP Pratama Pare-Pare

Kantor pelayanan pajak (KPP) Pratama Parepare adalah unit kerja Direktorat Jendral Pajak (DJP) yang melaksankan seluruh pelayanan perpajakan kepada masyarakat. Sebagai instansi Direktorat Jendral Pajak (DJP), maka KPP Paratama Parepare langsung berhubungan langsung dengan wajib pajak. KPP Pratama Parepare merupakan unsur pelaksana atau instansi vertikal di bawah kantor Direktorat Jendral Pajak Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara yang merupakan instansi di bawah Kementrian Keuangan.

Pada tahun 2006 KPP Parepare bergabung dengan KP PBB Parepare dan berubah nama menjadi KPP Pratama Parepare. KPP Pratama Parepare berada dibawah naungan kantor wilayah DJP Sulawesi Selatan, Barat ,Dan Tenggara yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 49 Kota Parepare, dan pada tahun 2019 KPP Pratama Parepare menempati gedung kantor baru yang berada di Jalan Chalik No. 4 Kota Parepare yang di resmikan oleh Kepala Kanwil DJP Silawesi Selatan, Barat Dan Tenggara, Bapak Wansepta Nirwanda Pada Hari Senin Tanggal 2 September 2020.

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, KPP Pratama Parepare memiliki tugas pokok yaitu melaksanakan pelayanan, penyuluhan, pengawasan dan penegasan hukum wajib pajak dibidang penghasilan, pajak

30

pertambahan nilai, pajak pejualan atas barang mewah, pajak tidak langsung lainnya, dan pajak bumi dan bangunan dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan berdasarkan peraturan menteri keuangan No.210/PMK.01/2017, KPP Pratama terdiri atas 11 subbagian atau seksi yang mana aturan ini dikeluarkan guna meningkatkan evektifitas kierja pengawasan serta penggalian potensi pajak.

Sehingga berdasarkan peraturan menteri keuangan tersebut kinerja KPP Pratama Parepare akan difokuskan untuk melakukan ekstensifikasi berbasis kewilyahan dan penggalian potensi pajak untuk wajib pajak strategis.

Dengan kedua fokus kerja tersebut, sehingga dapat dikatakan bahwa KPP Pratama Parepare merupakan ujung tombak bagi DJP untuk menambah rasio perpajakan.

KPP Pratama Parepare juga diberikan amanah untuk mengumpulkan penerimaan Negara dari sektor perpajakan di wilayah kota Parepare, Kabupaten Barru, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidrap, dan Kabupaten Enrekang yang memiliki luas wilayah kurang lebih 194.830 km.

2. Visi Dan Misi KPP Pratama Parepare

Visi : “ Menjadi mitra terpercaya pembangunan bangsa dan menghimpun penerimaan Negara melalui penyelenggaraan administrasi perpajakan yang efisien, efektif, berintegritas, dan berkeadilan di wilayah kerja KPP Pratama Parepare”.

Misi :

1. Meningkatkan kepatuhan pajak melalui pelayanan berkualitas dan berstandarisasi, edukasi dan pengawasan yang efektiv, serta penegakan hukum yang adil.

2. Mendukung pengembangan proses bisnis inti berbasis digital dengan budaya organisasi yang adaptif dan kolaboratif serta aparatur pajak yang berintegritas, professional, dan bermotivasi.

3. Tugas Dan Fungsi KPP Pratama Parepare

Tugas KPP Pratama Parepare sesuai amanat peraturan menteri keuangan No. 210/PMK.01/2017 tentang organisasi dan tatakerja instansi vertikal direktorat jendral pajak adalah melaksanakan pelayanan, penyuluhan, pengawasan, dan penegakan hukum wajib pajak di bidang pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pajak penjualan atas barang mewah, pajak tidak langsung lainnya, dan pajak bumi dan bangunan dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Dalam pengemban tugas tersebut, KPP Pratama Parepare menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

1) Pelayanan pajak 2) Penyuluhan pajak

3) Pendaftaran wajib pajak dan/atau pengukuhan pengusaha wajib kena pajak

4) Penatausahaan dan penyimpanan dokumen perpajakan, penerimaan dan pengolahan surat pemberitahuan, serta penerimaan surat lainnya

32

5) Pengawasan kepatuhan wajib pajak 6) Pelaksanaan konsultasi perpajakan

7) Pencarian, pegumpulan, pengolahan, dan penyajian data dan informasi perpajakan serta pengamtan potensi perpajakan

8) Pendataan, pemetaan wajib pajak dan objek pajak, penilaian, dan pengenaan

9) Pemberian dan/atau pencabutan pengusaha kena pajak

10) Pemberian dan/atau penghapusan nomor objek pajak secara jabatan 11) Pemeriksaan pajak

12) Penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan 13) Penyelesaian permohonan konfirmasi status wajib pajak 14) Penatausahaan piutang pajak dan penagihan pajak

15) Pengurangan pajak bumi dan bangunan dan pembetulan ketepatan pajak 16) Penghapusan sanksi administrasi secara jabatan dalam rangka

pengampunan pajak

17) Pengawasan dan pemantauan tindak lanjutan pengampunan pajak 18) Pengelolaan kinerja dan pengelolaan risiko

19) Pelaksanaan dan pemantauan kepatuhan internal 20) Pelaksanaan tindak lanjut kerja sama perpajakn 21) Pelaksanaan administrasi kantor.

4. Struktur Organisasi KPP Pratama Parepare

Gambar 4.1. Struktur Organisasi KPP Pratama Pare-Pare

5. Tugas Dan Tanggung Jawab

a. Fungsional Pemeriksaan Pajak

Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kelompok jabatan fungsional terdiri atas

Kepala Kantor

Fungsional KP2KP

Pinrang

Seksi Waskon

III

Seksi Wikson II Subbang

Umum dan KI

Seksi Waskon

IV

Seksi Pelayanan

Seksi PDI

Seksi Ekstensifikasi

dan Penyuluhan

Seksi Penagihan

KP2PK Enrekang

Seksi Pemeriksaan KP2PK Sidrap

Seksi wikson I

34

sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan jenjang dan bidang keahliannya yang diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

b. KP2KP Sidrap

Kantor pelayanan, penyuluhan, dan konsultasi perpajakan (KP2KP), mempunyai tugas melakukan pelayanan, melakukan penyuluhan, dan konsultasi perpajakan, melakukan pengamatan dan pembuatan profil potensi perpajakan, melakukan pemberian dan/atau penghapusan Nomor pokok wajib pajak, melakukan pegukuhan dan/atau pencabutan pengusaha kena pajak, melakukan pemberian dan/atau penghapusan Nomor Objek Pajak secara jabatan, serta mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi KPP Pratama. KP2KP sidrap melaksanakan tugasnya di wilayah kerja Kabupaten Sidrap.

c. KP2KP Pinrang

Sebagaimana KP2KP Sidrap, KP2KP Pinrang juga mempunyai tugas melakukan pelayanan, penyuluhan, dan konsultasi perpajakan, melakukan pengamatan dan pembuatan profil potensi perpajakan, melakukan pemberian dan/atau penghapusan nomor pokok wajib pajak, melakukan pengukuhan dan/atau pencabutan pengusaha kena pajak, melakukan pemberian dan/atau nomor objek pajak secara jabatan, serta mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi KPP Pratama. KP2KP Pinrang melaksanakan tugasnya di wilayah kerja Kabupaten Pinrang.

d. KP2KP Enrekang

Dengan tugas yang sama dengan KP2KP Sidrap dan Pinrang, KP2KP Enrekang melaksanakan tugas diwilayah kerja di Kabupaten

Enrekang berupa melakukan pelayanan, penyuluhan, dan konsultasi perpajakan, melakukan penamatan dan pembuatan profil potensi perpajakan, melakukan pemberian dan/atau penghapusan nomor pokok wajib pajak, melakukan pengukuhan dan/atau pencabutan pengusaha kena pajak, melakukan pemberian dan/atau penghapusan nomor objek pajak secara jabatan, serta mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi KPP Pratama.

e. Subbidang Umum dan Kepatuhan Internal

Subbagian umum dan kepatuhan internal mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, dan pengelolaan kinerja pegawai, melakukan pemantaun pengendalian intern, pemantauan pengeolaan risiko, pemantauan kepatuhan terhadap kode etik dan disiplin, dan melakukan memantauan tindak lanjut hasil pengawasan, dan melakukan menyusunan rekondasi perbaikan proses bisnis.

f. Seksi Pelayanan

Seksi pelayanan mempunyai tugas melakukan penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan, melakukan penatausahaan dan menyimpan dokumen perpajakan, melakukan penerimaan dan pengelolaan surat pemberitahuan, melakukan penerimaan surat lainnya, melakukan penyelesaian permohonan konfirmsistatus wajib pajak, serta melaksanakan pendaftaran wajib pajak dan objek pajak dan/atau pegukuhan pengusaha kena pajak.

g. Seksi Pengelolaan Data dan Informasi

36

Seksi pengelolaan data dan informasi mempunya tugas melakukan pencarian, pengumpulan, pengelolaan, penyajian dan informasi perpajakan, melakukan perekaman dokumen perpajakan, melakukan tata usaha penenerimaan perpajakan, melakukan pengelokasian pajak bumi dan bangunan, melakukan dokumen teknis computer, melakukan pemantauan aplikasi perpajakan, melakukan pengelolaan organisasi dan pengelolaan risiko, serta ,elakuka tindak lanjut kerja sama perpajakan.

h. Seksi Ekstensifikasi

Seksi eksentifikasi dan penyuluhan mempunyai tugas melakukan pemberian dan/atau penghapusan nomor pajak, pengukuhan dan/atau pencabutan pengusaha kena pajak, dan pemberian dan/atau penghapusan nomor objek pajak secara jabatan, melakukan pengawasan kepatuhan wajib pajak baru dan pajak yang belum pernah setor dan lapor pajak sejak pertama kali terdaftar di Direktorat Jendral pajak, melakukan penyuluhan pajak, melakukan potensi perpajakan, melakukan pendataan dan pemetaan wajib pajak.

i. Seksi Pengawasan dan Konsultasi I

Seksi pengawasan dan konsultasi I mempunyai tugas melakukan proses penyelesian tindak lanjut pengajuan/pecabutan permohonan wajib pajak maupun masyarakat, melakukan usulan pembetulan ketetapan hasil pemeriksaan atau penelitian, dan melakukan pemberian bimbingan dan konsultasi teknis perpajakankepada wajib pajak maupun masyarakt,serta melakukan tindak lanjut permohonan pengurangan pajak bumi dan bangunan.

j. Seksi Pengawasan dan Konsultasi II

Seksi pengawasan dan konsultasi II mempunyai tugas nelakukan pengawasan kepatuhan wajib pajak, melakukan penyusunan dan pemukhtakhiran profil wajib pajak, melaukan analisis kinerja wajib pajak, melakukan rekonsoliasi data wajib pajak dalam rangka melakukan intensifikasi, melakukan imbauan dan konseling kepadawajib pajak, serta melakukan pengawasan dan pemantauan tindaklanjut pengampunan pajak. Seksi pengawasan dan konsultasi II melaksanakan tugasnya khususnya kepada wajib pajak strategis diseluruh wilayah kerja KPP Pratama Parepare.

k. Seksi Pengawasan dan Konsultasi III

Seksi pengawasan dan konsultasi III mempunyai tugas melakukan pengawasan kepatuhan waji pajak, melakukan penyususan dan pemutakhiran profil wajib pajak, melakukan analisis kinerja wajib pajak, melakukan imbauan dan konseling kepada wajib pajak, seksi pengawasan dan konselin III melaksanakn tugasnya di wilayah kerja Kabupaten Sidrap dan Barru.

l. Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV

Seksi pengawasan dan konsultasi IV mempunyai tugas melakukan penyusunan dan pemutakhitan profil wajib pajak, melakukan analisis kinerja wajib pajak, melakukan rekonsiliasi data wajib pajak dalam rangka melakukan intensifikasi, melakukan imbauan dan konseling kepada wajib pajak, serta melakukan pengawasan dan pemantauan tindak lanjut pengampunan wajib pajak. Seksi pengawasan dan konultasi IV melakukan tugasny adi wilayah kerja Kota Parepare.

m. Seksi Penagihan

Dokumen terkait