• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertumbuhan Ekonomi

Dalam dokumen pengaruh pdrb per kapita, pendapatan asli (Halaman 37-42)

a. Pengertian Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Pembangunan ekonomi (economic development) adalah pembangunan kemakmuran ekonomi negara atau daerah guna kesejahteraan penduduknya.20 Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses transformasi yang dalam perjalanan waktu ditandai dengan perubahan struktural, yaitu perubahan pada landasan kegiatan ekonomi maupun pada kerangka susunan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.21 Menurut Suparmoko, pembangunan ekonomi adalah usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang sering kali diukur dengan pendapatan riil perkapita. Jadi dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan terkait pengertian pembangunan ekonomi, yaitu suatu proses perbaikan dari segala aspek baik itu ekonomi maupun sosial yang bertujuan untuk meningkatkan

19Nurul Huda, Ekonomi Pembangunan Islam, (Jakarta: Kencana, 2015), 20-21.

20Ibid., 1.

21 Bachrawi Sanusi, Pengantar Ek onomi Pembangunan, (Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 2004),8.

kesejahteraan ekonomi masyarakat. Pembangunan ekonomi ini memiliki tiga sifat penting yaitu:

1. Suatu proses yang berarti merupakan perubahan yang terjadi terus menerus.

2. Suatu usaha untuk menaikkan pendapatan per jiwa/ income per kapita.

3. Kenaikan income per kapita itu harus terus menerus dan pembangunan itu dilakukan sepanjang masa dan berkesinambungan.

Pertumbuhan ekonomi dipandang oleh para ekonom sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai proses perubahan kondisi perekonomian suatu Negara secara berkesinambungan menuju keadaan lebih baik selama periode tertentu.22

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi. Menurut Sukirno, pertumbuhan ekonomi sebagai suatu ukuran kuantitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perkembangan tersebut selalu dinyatakan

22Ali Ibrahim Hasyim, Ekonomi Makro, (Jakarta: KENCANA Prenadamedia Group, 2016) 231.

dalam bentuk persentase perubahan pendapatan nasional pada suatu tahun tertentu dibandingkan dengan tahun sebelumnya.23

Kuznets mendefinisikan pertumbuhan ekonomi suatu negara sebagai kenaikan kapasitas dalam jangka panjang untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya.24 Kenaikan kapasitas tersebut dimungkinkan oleh adanya kemajuan tekhnologi, kelembagaan dan perubahan ideologi.

Dengan demikian,untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi akan selalu digunakan formula berikut:

g =

Dalam persamaan tersebut, arti setiap unsur dinyatakan di bawah ini:

g = tingkat (persentase) pertumbuhan ekonomi.

= pendapatan nasional riil yang dihitung pada harga tetap yang dicapai dalam satu tahun.

= pendapatan nasional riil pada tahun sebelumnya.

Jika pertumbuhan ekonomi menggambarkan tentang kenaikan riil dari produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam suatu tahun tertentu.Pertumbuhan ekonomi yang berlaku walaupun terjadi secara berlanjut dalam jangka panjang belum tentu melahirkan pembangunan ekonomi dan peningkatan dalam kesejahteraan

23 Sadono, Ek onomi Pembangunan, 2010, 11.

24 Michael P. Todaro, Pembangunan Ek onomi di Dunia Ketiga, (Jakarta: Erlangga, 1994), 121.

(pendapatan) masyarakat. Hal tersebut disebabkan karena bersamaan dengan terjadinya pertumbuhan ekonomi akan berlaku pula pertambahan penduduk. Apabila tingkat pertumbuhan ekonomi selalu rendah dan tidak melebihi tingkat pertambahan penduduk, pendapatan rata-rata masyarakat (pendapatn per kapita ) akan mengalami penurunan.

b. Faktor-faktor Pertumbuhan Ekonomi

Ada empat faktor yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi.

pertama, sumber daya manusia maksudnya kualitas input tenaga kerja, atau sumber daya manusia merupakan faktor tertenting bagi keberhasilan ekonomi. Hampir semua faktor produksi yang lainnya, yakni barang modal, bahan mentah serta tekhnologi, bisa dibeli atau dipinjam dari negara lain. Tetapi penerapan teknik-teknik produktivitas tinggi atas kondisi-kondisi lokal hampir selalu menuntut tersedianya manajemen, keterampilan produksi, dan keahlian yang hanya bisa diperoleh melalui angkatan kerja terampil yang terdidik. Kedua, sumber daya alam dengan faktor produksi adalah tanah. Tanah yang dapat ditanami merupakan faktor yang paling berharga. Selain tanah, sumber daya alam yang penting adalah minyak-minyak gas, hutan, air, dan bahan-bahan mineral lainnya. Ketiga, pembentukan modal. Untuk pembentukan modal, diperlukan pengorbanan berupa pengurangan konsumsi, yang mungkin berlangsung selama beberapa puluh tahun.

Pembentukan modal dan investasi ini sebenarnya sangat dibutuhkan

untuk kemajuan di bidang ekonomi. Keempat, adalah perubahan teknologi dan inovasi. Salah satu tugas atau kunci dari pembangunan ekonomi adalah memacu semangat kewiraswastaan. Perekonomian akan sulit maju apabila tidak memiliki para wiraswastawan yang bersedia menanggung risiko usaha dengan mendirikan berbagai pabrik atau fasilitas produksi, menerapkan tekhnologi baru, menghadapi hambatan usaha, hingga mengimpor berbagai cara dan teknik usaha yang lebih maju.25

c. Model Pertumbuhan Ekonomi 1. Teori Adam Smith dan Malthus

Adam Smith ternyata bukan saja terkenal sebabai pelopor ilmu ekonomi dan ahli ekonomi yang pertama kali mengemukakan pentingnya kebijakan laissez-faire, yaitu kebijakan yang sifatnya memberikan kebebasan yang maksimal kepada pelaku dalam perekonomian untuk melakukan kegiatan yang disukainya dan meminimalkan campur tangan pemerintah dalam perekonomian, tetapi juga merupakan ahli ekoomi yang banyak menumpahkan perhatianya kepada masalah pembangunan, seperti dapat dilihat dari judul bukunya, An Inquiri into the Nature and Causes Of the Wealth of Nations. Tulisan ini terutama menganalisis sebab-sebab berkembangnya ekonomi suatu negara.

25 Paula A. Samuelson, Ilmu Mak roek onomi, (Jakarta: PT Media Global, 2004), 249.

Adapun faktor yang menentukan pembangunan, menurut Smith yaitu perkembangan penduduk akan mendorong pembangunan ekonomi. Penduduk yang bertambah akan memperluas pasar dan perluasan pasar akan meningkatkan tingkat spesialisasi dalam perekonomian tersebut. Sedangkan menurut Malthus, diantara faktor-faktor ekonomi yang paling berpengaruh yaitu faktor akumulasi modal. Tanpa penambahan modal (peningkatan investasi), proses produksi akan berhenti dan berarti pendapatan domestik bruto potensial akan berkurang atau hilang. Sumber akumulasi modal merupakan keuntungan dari pengusaha, bukan penghematan konsumsi atau tabungan masyarakat. Adam Smith membagi tahapan pertumbuhan ekonomi menjadi lima tahap yaitu dimulai dari masa perburuan, masa berternak, masa bercocok tanam, perdagangan, dan yang terakhir perindustrian. Menurut teori ini, masyarakat bergerak dari masyarakat tradisioanal ke masyarakat modern kapitalis. Dalam prosesnya, pertumbuhan ekonomi akan semakin terpacu dengan adanya pembagian kerja antarpelaku ekonomi.26

Dalam dokumen pengaruh pdrb per kapita, pendapatan asli (Halaman 37-42)

Dokumen terkait