• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Keynes

Dalam dokumen pengaruh pdrb per kapita, pendapatan asli (Halaman 44-50)

Jhingan menjelaskan bahwa teori Keynes tidak menganalisis masalah-masalah Negara terbelakang, sebaliknya teori ini berkaitan dengan negara kapitalis maju. Beberapa teori yang dikemukakan oleh Keynes antara lain secara ringkas bahwa pendapatan total dalam suatu merupakan fungsi dari pekerjaan total dalam suatu negara. Semakin besar pendapatan nasional, semakin besar volume pekerjaan tergantung pada permintaan efektif. Permintaan efektif menentukan tingkat keseimbangan pekerjaan dan pendapatan.

Permintaan efektif ditemukan pada titik saat harga permintaan agregat sama dengan penawaran agregat. Permintaan agregat terdiri dari permintaan konsumsi dan permintaan investasi dimana permintaan konsumsi tergantung pada kecenderungan untuk mengkonsumsi.

Dalam karangannya yang berjudul “Economic Possibilities For Our Grand Children”, Keynes mengemukakan beberapa syarat kemajuan ekonomi yaitu:28

a. Kemampuan kita mengendalikan penduduk (dengan mengendalikan jumlah penduduk maka akan memperluas pasar

27Samuelson, Mak roek onomi, 258.

28Ibid, 100.

serta tercipta tenaga kerja yang dapat meningkatkan tingkat spesialisasi)

b. Kebulatan tekad menghindari perang dan perselisihan sipil (damai merupakan hal yang sangat diinginkan oleh setiap masyarakat, khususnya dalam suatu Negara, jika Negara damai dan tidak terjadi perselisihan dengan Negara lain, maka Negara tersebut akan mudah dipercayai oleh Negara lain, hal tersebut dapat membawa indikator yang sangat baik terhadap suatu Negara suapaya Negara lain tidak takut untuk menanamkan investasi ke Negara tersebut)

c. Kemauan untuk mempercayai ilmu pengetahuan, memedomani hal yang benar-benar sesuai dengan ilmu pengetahuan (dengan mempercayai ilmu pengetahuan maka akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga dapat mengurangi angka putus sekolah dan dapat mengurangi angka kemiskinan).

d. Tingkat akumulasi yang ditemukan oleh margin anatara produk dan konsumsi (dalam hal ini jika tingkat produksi dan konsumsi bertambah maka dapat dikatakan pendapatan per kapita masyarakat juga bertambah).

Teori keyness merupakan salah satu teori yang dapat mewakili variabel yang ada dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini terdapat empat variabel yaitu PDRB per kapita,

Pendapatan Asli Daerah (PAD), Jumlah Tenaga Kerja dan Angka Kemiskinan.

1.2.2 Produk Domestic Regional Bruto(PDRB ) per kapita

Produk Domestic Regional Bruto (PDRB) menurut Badan Pusat statistik (BPS) didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu wilayah, atau merupakan nilai jumlah seluruh barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi di suatu tertentu. Dalam menghitung PDRB sebetulnya identik dengan menghitung Nilai Tambah Bruto disetiap sektor ekonomi. Nilai tambah Bruto yang dihitung tersebut selalu dibedakan atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan.29

PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) adalah menghitung nilai tambah bruto berdasarkan harga persatuan unit dari data produksi yang berlaku pada saat tahun perhitungan PDRB. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) adalah menghitung nilai tambah bruto berdasarkan persatuan unit dari data produksi yang dinilai pada saat perhitungan tahun dasar PDRB. Untuk menghitung nilai seluruh produksi yang dihasilkan suatu perekonomian dalam waktu satu tahun tertentu dapat digunakan tiga pendekatan yaitu:

1. Pendekatan Pengeluaran (expenditure approach)

Pendekatan pengeluaran adalah suatu pendekatan dimana pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai pasar

29Badan Pusat Statistik Banyuwangi, 2013, 29.

dari seluruh permintaan akhir atas output yang dihasilkan di dalam perekonomian, diukur pada harga pasar yang berlaku.

Perhitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran membedakan pengeluaran ke atasbarang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian kepada empat komponen, yaitu: konsumsi tenaga kerja, pengeluaran pemerintah, pembentukan modal sektor swasta(investasi), dan ekspor neto (ekspor dikurangi impor).

2. Pendekatan Pendapatan

Pendekatan pendapatan adalah suatu pendekatan dimana pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan dari berbagai faktor produksi yang menyumbang terhadap proses produksi. Dalam hubungan ini pendapatan nasional adalah merupakan penjumlahan dari unsur-unsur atau jenis-jenis pendapatan sebagai berikut:30

a. Kompensasi untuk pekerja, yang terdiri dari atas dan gaji plus terhadap upah dan gaji misalnya kontribusi-kontribusi pengusaha untuk rencana-rencana pensiun dan sistem jaminan sosial.

b. Keuntungan perusahaan yang merupakan kompensasi kepada pemilik perusahaan, dimana sebagian daripadanya digunakan untuk membayar pajak keuntungan perusahaan, sabagaian kepada pemegang saham sebagai deviden dan sebagian lagi ditabung oleh perusahaan sebagai laba perusahaan yang tak dibagikan.

30 Sukirno, Mak roek onomi, 45.

c. Pendapatan usaha perorangan, yang merupakan kompensasi untuk penggunaan tenaga kerja dan sumber-sumber dari self employed person misalnnya, petani.

d. Pendapatan sewa, yang merupakan kompensasi untuk para pemilik tanah. Termasuk di dalam pendapatan sewa adalah pendapatan sewa dari mereka yang pada dasarnya tidak terikat dalam bisnis real estate; pendapatan sewa dihitung untuk rumah-rumah yang dihuni sendiri.

e. Bunga neto, yaitu seluruh nilai pembayaran bunga yang dilakukan dikurangi bunga ke atas pinjaman konsumsi dan bunga ke atas pinjaman pemerintah.

3. Pendekatan produksi atau cara produk neto

Produk neto berarti nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses produksi. Dengan cara ini pendapatan nasional diperoleh dengan menjumlahkan nilai pasar dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai sektor dalam perekonomian. Dengan kata lain, pendapatan nasional diperoleh dengan menjumlah nilai tambah (value added) yang dihasilkan oleh berbagai sektor perekonomian.31Adapun manfaat dari perhitungan PDRB riil adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui dan menelaah struktur atau susunan perekonomian.

Dari perhitungan PDRB kita dapat mengetahui apakah suatu daerah

31 Mauna Nanga, Mak roek onomi,( Jakarta: PT RajaGarfindo Persada, 2005), 23.

termasuk daerah industri, pertanian, atau jasa dan seberapa besar sumbangan masing- masing sektor.

2. Membandingkan perekonomian dari waktu ke waktu. Oleh karena PDRB riil dicatat pertahun sehingga dapat mengetahui catatan angka dari tahun ketahun. Dengan demikian, diharapakan dapat memperoleh keterangan kenaikan atau penurunan suatu kemakmuran.

PDRB per kapita merupakan pendapatan yang di dapat dari nilai bagi antara PDRB dengan jumlah pendududk pertengahan tahun yang tinggal disuatu wilayah tertentu:32

PDRB per kapita: x 100

1.2.3 Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Pendapatn Asli Daerah (PAD) adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan perundang-undangan. Sesuai dengan Undang-undang Otonomi Daerah Bab II Pasal 3 tentang Prinsip Kebijakan Perimbangan Keuangan bahwa:33

1. PAD bertujuan memberikan kewenagan kepada pemerintah daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah sesuai dengan potensi daerah sebagai perwujudan Desentralisasi.

32Badan Pusat Statistik, 2011, 32.

33Undang-undang Otonomi Daerah, (Bandung: FOKUSMEDIA, 2012), 248.

2. Dana Perimbangan bertujuan mengurangi kesenjangan fiskal antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

3. Pinjaman Daerah bertujuan memperoleh sumber pembiayaan dalam rangka penyelenggaraan pemerintah daerah.

4. Lain-lain Pendapatan bertujuan memberi peluang kepada daerah untuk memperoleh pendapatan selain pendapatan sebagaimanadimaksud pada ayat 1, ayat 2 dan ayat 3.

Pendapatan Asli Daerah merupakan pendapatan yang bersumber dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan pendapatan lain asli daerah yang sah, yang bertujuan untuk memberikan keleluasaan kepada daerah dalam menggali pendapatan dalam pelaksanaan otonomi daerah sebagai perwujudaan asas desentralisasi.34 Sumber pendapatan asli daerah bersumber dari:

Dalam dokumen pengaruh pdrb per kapita, pendapatan asli (Halaman 44-50)

Dokumen terkait