Bidang UKM, Perempuan Pengusaha, Perempuan Pekerja, Jender &
Urusan Sosial
69
Asosiasi Pengusaha Indonesia
memfasilitasi, menghimpun dan mem- berikan informasi yang terkait dengan penyelenggaraan program pemagangan.
• Pembentukan forum komunikasi jejaring pemagangan diperlukan keberadaannya, menjembatani kepentingan pembinaan kompetensi tenaga kerja, ketersediaan peluang dan infra struktur yang ada di perusahaan untuk pelaksanaan pemagangan dan sudah terselenggara kegiatannya di beberapa propinsi:
- Propinsi Banten : 22 Februari 2012 - Propinsi DKI Jakarta : 21 Maret 2012 - Propinsi Nusa Tenggara Timur : 24-26 Mei 2012
- Propinsi Bangka Belitung : 26-27 Juni 2012 - Propinsi Jawa Bara : 12-14 Juli 2012 - Propinsi Jawa Timur :
14-15 September 2012
- Propinsi Papua : 27-29 September 2012 - Propinsi Jawa Timur : 1-3 November 2012 - Propinsi DI Yogyakarta :
29 November - 1 Desember 2012
tujuan kegiatan :
• Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
• Menyiapkan generasi muda untuk dapat berkompetisi dalam era globalisasi.
• Mendidik generasi muda untuk beretos kerja produktif, disiplin dan sikap mental tinggi.
• Mempunyai keterampilan dan berwawasan luas didunia kerja baik didalam negeri maupun di luar negeri.
• Memiliki modal usaha dan hidup mandiri/
berwirausaha.
13. kerJasaMa international laBor organiZation (ilo) dengan
asosiasi pengusaha indonesia (apindo)
13.1. SUSTAINING COMPETITIVE AND RESPONSIBLE ENTERPRISES (SCORE)
Sampai saat ini SCORE sudah dilaksanakan kegiatannya dibeberapa propinsi seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur dan DKI Jakarta. SeluruhFORUM KOMUNIKASI JEJARING PEMAGANGAN (FKJP)
Bidang UKM, Perempuan Pengusaha, Perempuan Pekerja, Jender &
Urusan Sosial
70 Laporan Tahunan 2012
modul SCORE telah ditranslasi kedalam bahasa Indonesia yaitu SCORE Modul 1 Kerjasama di Tempat Kerja, SCORE Modul 2 Manajemen Kualitas, SCORE Modul 3 Produktifitas dan Produksi yang Lebih Bersih, SCORE Modul 4 Manajemen Tenaga Kerja dan SCORE Modul 5 Kesehatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Konstituen khususnya APINDO terlibat cukup aktif dalam mengimplementasikan program SCORE baik di DKI Jakarta maupun di propinsi−propinsi terpilih dalam bentuk menyeleksi peserta pelatihan dan mengikut sertakan para trainer APINDO untuk mengikuti pelatihan ToT modul-modul SCORE yaitu:
• Propinsi DKI Jakarta : 17-18 Januari 2012
• Propinsi Lampung : 5-6 Maret 2012
• Propinsi Jawa Barat : 7-8 Maret 2012
• Propinsi DKI Jakarta : 18-19 Oktober 2012
• Propinsi DKI Jakarta : 1 November 2012
• Propinsi Sulawesi Selatan : 6 November 2012
hasil yang dicapai :
Sampai saat ini sudah 51 (lima puluh satu) UKM/IKM yang mengikuti program SCORE sebagai pilot project. Para UKM/IKM yang menjadi pilot project SCORE telah membuktikan bahwa produktivitas mereka meningkat, adanya perbaikan ditempat kerja dan meningkatkan komunikasi antara pekerja dengan pengusaha.
Para UKM/IKM juga dapat mencapai efisiensi berupa pengulangan pekerjaan yang minimal dan tingkat reject yang turun. Bahkan 3 (tiga) dari 51 (lima puluh satu) UKM/IKM yang menjadi pilot project SCORE yaitu Lestari Dini Tunggul (Jakarta), Mubaroqfood (Kudus) dan Baruasa Mandiri (Kendari) mendapatkan penghargaan produktivitas “Parama Work” dari pemerintah; dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
13.2. BETTER WORK INDONESIA (BWI)
• Better Work Indonesia adalah program kemitraan yang unik antara APINDO, ILO dan IFC (International Finance Corporation).
Program ini dimulai pada tahun 2010 dengan tujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar ketenagakerjaan dan daya
saing dalam rantai pasokan global.
• Tujuan program BWI untuk meningkatkan produktivitas dan kondisi kerja dalam rangka memperkuat daya saing dalam sektor industri padat karya.
• Better Work telah diimplementasikan di Kamboja, Vietnam, Yordania, Haiti, Lesotho dan saat ini diperluas sampai ke Nikaragua dan Indonesia.
• Fokus sektor pertama di Indonesia: industri garmen di JABODETABEK dengan potensi dikembangkan ke wilayah lainnya.
• APINDO terlibat aktif dalam mengimplemen- tasikan program BWI (Better Work Indonesia) di propinsi DKI Jakarta sebagai berikut:
- tanggal 7 Mei 2012 - tanggal 19 Juni 2012 - tanggal 25 Juni 2012 - tanggal 28 Juni 2012 - tanggal 8 November 2012 - tanggal 14 November 2012 hasil yang dicapai :
• Pembentukan Komite Penasehat Program Better Work Indonesia untuk memandu pelaksanaan program, memberikan saran
kebijakan sektor yang akan diperluas dan memberi arahan umum program.
• Pelaksanaan kegiatan “Buyers Forum”
sebagai ajang penyamaan standard persepsi antara “Buyers” dengan “Factory”.
14. keselaMatan dan kesehatan kerJa (k3)
Setiap tenaga kerja berhak atas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Bila seorang pengusaha merekrut seorang pekerja, dan mendapat imbalan upah, maka upah yang diberikan hanyalah imbalan atas jasa yang diberikan oleh tenaga kerja tersebut. Oleh karena itu pengusaha wajib melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja.
Dari aspek kesehatan kerja, setiap tenaga kerja ingin agar tetap sehat sejak memulai kariernya sampai mencapai masa
Bidang UKM, Perempuan Pengusaha, Perempuan Pekerja, Jender &
Urusan Sosial
71
Asosiasi Pengusaha Indonesia
pensiun, terhindar dari berbagai gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pekerjaan maupun lingkungan kerjanya. Untuk itu setiap pengusaha/manajemen perusahaan harus melaksanakan upaya kesehatan kerja di tempat kerja.
Upaya kesehatan kerja adalah upaya di bidang kesehatan yang ditujukan pada komunitas tenaga kerja, yang meliputi:
• upaya kesehatan promotional
• upaya preventif
• upaya kuratif
• upaya rehabilitasi
TOT K3 untuk 30 UKM dengan metode PAOT dilaksanakan di Yogyakarta 11-13 April 2012 kerjasama APINDO dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Implementasi SMK3 oleh Kemenakertrans dilakukan melalui pendekatan sebagai “Labor Inspector” untuk pengusaha besar, sedangkan untuk UKM/
IKM dilakukan pendekatan partisipatif untuk implementasi isu-isu K3.
15. prograM keMitraan Bina lingkungan (pkBl) pt. angkasa pura i (persero) - apindo
APINDO telah menjalin kerjasama dengan PT. Angkasa Pura I (Persero) untuk membantu UKM/IKM binaan APINDO sebagai salah satu bentuk kemitraan antara perusahaan besar dengan UKM/IKM di seluruh Indonesia.
Kerjasama ini tertuang dalam MoU pada tanggal 11 September 2012 berlaku effektif untuk masing−masing wilayah yang sudah ada perwakilan PT. Angkasa Pura I (Persero):
• Propinsi DKI Jakarta
• Propinsi Bali
• Propinsi Jawa Timur
• Propinsi Sulawesi Selatan
• Propinsi Kalimantan Timur
• Propinsi Papua Barat
• Propinsi Kalimantan Selatan
• Propinsi Sulawesi Utara
• Propinsi DI Yogyakarta
• Propinsi Nusa Tenggara Timur
• Propinsi Jawa Tengah
• Propinsi Nusa Tenggara Barat
• Propinsi Maluku
Kerjasama pengelolaan PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) Perum Angkasa Pura I dengan APINDO untuk UKM/IKM binaan APINDO dengan ketentuan maksimal pinjaman Rp 50.000.000,- dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun dan tingkat suku bunga 6%/tahun.
16. FoCus group disCussion (Fgd) tentang survey pereMpuan pengusaha
Studi yang berjudul “Survey Perempuan Pengusaha” kerjasama CSIS (Centre for Strategic and International Studies) dengan APEC dan Asia Foundation serta APINDO dengan melibatkan perempuan pengusaha yang memiliki 10 - 200 pekerja dan yang melakukan ekspor, dilaksanakan pada tanggal 13 November 2012, di APINDO Training Center ATC Jakarta. FGD membahas tantangan perempuan pengusaha pada waktu pertama sekali menjalankan usaha termasuk didalamnya masalah keuangan, pengalaman menjalankan usaha, pengetahuan teknis, akses kepada informasi dan support dari keluarga.
Bidang UKM, Perempuan Pengusaha, Perempuan Pekerja, Jender &
Urusan Sosial
72 Laporan Tahunan 2012
Hasil dari FGD akan dijadikan bahan studi dan masukan pengembangan program yang berhubungan untuk meningkatkan capacity building perempuan pengusaha di Indonesia, karena selama ini dirasakan banyak hambatan bagi perempuan untuk mulai melakukan usaha di Indonesia.
17. gp2sp (gerakan pekerJa pereMpuan sehat produktiF) kerJasaMa dengan keMenterian kesehatan
Pembinaan dan pemberian pelayanan yang sebaik-baiknya kepada pekerja sangat bergantung atas kemauan baik dan kesungguhan (goodwill dan commitment) pengusaha yang berhubungan langsung dan ikut bertanggungjawab atas kesejahteraan perempuan pekerja yang bekerja pada unit usahanya. Dalam rangka menunjang keberhasilan pembangunan nasional, perlu diupayakan peningkatan kualitas tenaga kerja, baik dari segi ketangguhan fisik maupun keterampilan kerja. Bersamaan dengan itu dalam rangka menghadapi era perdagangan bebas, dunia usaha harus dipacu dalam melakukan efisiensi, memupuk produktivitas dan memenuhi norma keselamatan dan kesehatan kerja.
Kegiatan GP2SP tersebut diadakan di 2 (dua) propinsi yaitu:
• Propinsi DKI Jakarta : 28 November 2012
• Propinsi Jawa Timur : 3 Desember 2012
18. seMinar nasional “Bisnis hiJau ukM/ikM indonesia” kerJasaMa apindo dengan prasetiya Mulya Business sChool
Prasetiya Mulya Business School (PMBS) bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyelenggarakan seminar nasional dengan tajuk “Bisnis Hijau UKM/
IKM Indonesia” pada tanggal 13 Desember 2012, di kampus Prasetiya Mulya Business
School. Seminar nasional ini diselenggarakan untuk merespon tuntutan praktek bisnis hijau sebagai keberlanjutan bisnis masa depan, khususnya dalam sektor UKM/IKM.
tujuan kegiatan:
Untuk melakukan desiminasi praktek bisnis hijau yang telah dilakukan oleh pelaku UKM/
IKM dalam berbagai sektor kepada para pelaku UKM/IKM lainnya. Dengan desiminasi praktek bisnis hijau tersebut diharapkan para pelaku UKM/IKM memetik manfaat praktek bisnis hijau dalam penghematan biaya operasional UKM/IKM dan peningkatan kualitas sosial berupa:
• penghematan pemakaian energi listrik
• penghematan pemakaian bahan bakar
• daur ulang bahan baku atau produk lainnya
• penghematan penggunaan air
• pengurangan emisi CO2
• desain produk hijau
19. FoCus group disCussion (Fgd) paJak ukM/ikM kerJasaMa apindo dengan international FinanCe Corporation
FGD bertujuan untuk dapat memahami latar belakang penyederhanaan pajak UKM/IKM di APINDO Training Center (ATC) pada tanggal 9 Agustus 2012. Selain itu dari FGD dapat diketahui tantangan-tantangan dan kesulitan- kesulitan yang dialami oleh sektor UKM/
IKM di Indonesia, khususnya dalam bidang pajak; mendiskusikan sistem administrasi perpajakan yang paling tepat untuk sektor UKM/IKM di Indonesia dan masukan-masukan untuk perbaikan kebijakan dan administrasi perpajakan sektor UKM/IKM di Indonesia.
Pembina UKM/IKM dari kementerian dan lembaga meminta agar UKM/IKM diberi keringanan dan bahkan untuk UKM/IKM mikro dibebaskan dari pengenaan pajak. Pada revisi UU PPh Nomor 36/2008, ada keringanan tarif pajak bagi UKM/IKM sektor badan, dimana untuk omset atau peredaran usaha kurang dari Rp. 4,8 milyar setahun, mendapatkan
Bidang UKM, Perempuan Pengusaha, Perempuan Pekerja, Jender &
Urusan Sosial
73
Asosiasi Pengusaha Indonesia
keringanan tarif PPh sebesar 50 persen dari tarif normal sebesar 25 persen, atau tarif efektif 12,5 persen. Namun demikian, pajak dinilai masih berkutat di “hilir” dengan hanya memberi keringanan tarif pajak penghasilan, sehingga dituding sebagai penghambat kemajuan UKM/IKM yang berjuang sejak dari
“hulu”.
UKM/IKM keberatan dengan pajak final atas omset bulanan. Opsi pajak final diambil DJP karena lebih mudah untuk mengenakan pajak atas omset daripada pajak atas laba bersih. Sulitnya menghitung laba bersih UKM/
IKM dikarenakan pencatatan keuangan UKM belum tertata rapi. Pembebasan pajak UKM/
IKM justru akan memperberat sektor keuangan negara pada sisi lain. Perlu diingat bahwa tax ratio saat ini berkisar 13 persen dari PDB. Jika
sektor UKM/IKM yang menyumbang 57 persen PDB, dibebaskan dari pajak, maka secara riil angka tax ratio akan sulit ditingkatkan.
20. kerJasaMa the international allianCe For WoMen (kedutaan Besar Canada) dengan asosiasi pengusaha indonesia (apindo) Salah seorang UKM/IKM binaan APINDO yaitu Ibu Lusia Efriani berkesempatan mendapatkan penghargaan “The International Alliance For Women 100 World Differences” untuk kategori “Sosial Entrepreneur” pada tanggal 18 Oktober 2012. Penghargaan diberikan di Kedutaan Canada yang ada di Washington, DC. Penghargaan ini diberikan kepada 100 wanita dari seluruh Indonesia yang melakukan perbedaan dalam m e n i n g k a t k a n p e r e ko n o m i a n k h u s u s n y a dalam konteks pemberdayaan perempuan.
Penerima penghargaan harus