• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peta Perdagangan Internasional

Dalam dokumen Isi BRIK Rumput Laut (Halaman 80-89)

DAFTAR PUSTAKA

5.4 Peta Perdagangan Internasional

Tentu saja jika transaksi tersebut dicatat akan meningkatkan kinerja ekspor rumput laut nasional.

Tabel 5.7 Negara Asal Impor Karaginan (HS 1302391000), 2010- 2014

Sumber: BPS (2015), diolah

Sama halnya dengan Gracilaria, rumput laut jenis Eucheuma cottonii dunia juga paling banyak dipasok dari Indonesia. Eucheuma cottoni merupakan bahan dasar untuk membuat produk olahan karaginan. Tahun 2013 Indonesia memasok sekitar 58% kebutuhan Eucheuma cottonii dunia, disusul oleh Filipina yang memasok 26%

Eucheuma cottonii dunia (Gambar 5.3). Menurut pengamat rumput laut dunia, posisi Indonesia yang berada di kawasan coral triangel menjadikan Indonesia sebagai pemasok utama Eucheuma cottonii kering dunia yang tidak akan dapat dikalahkan negara manapun.

Produksi Eucheuma cottonii Indonesia saat ini masih dapat ditingkatkan karena potensi kawasan timur Indonesia yang sangat tinggi dan belum dikembangkan secara optimal (KKP, 2014). Sebelumnya di tahun 2005 produksi Eucheuma cottonii Indonesia masih mencapai 80.000 ton, sedangkan Filipina sudah menghasilkan 110.000 ton (McHugh, 2006).

Gambar 5.3 Negara Utama Penghasil Eucheuma cottonii, 2013.

Sumber: ASTRULI (2014), diolah

Jika dilihat dari perkembangan impor rumput laut dunia, jenis rumput laut olahan yaitu karaginan (HS 130239) yang memiliki pangsa dan pertumbuhan volume impor paling tinggi, artinya kebutuhan dunia terhadap karaginan masih sangat tinggi di masa yang akan datang.

Pada tahun 2014 karaginan memberikan kontribusi lebih dari 58%

terhadap total impor rumput laut dunia, sedangkan peningkatan impornya pada periode 2012-2014 rata-rata 4,4% per tahun.Sementara itu, agar-agar (HS 130231) dan rumput laut untuk konsumsi manusia (HS 121221) juga terus meningkat permintaannya, terlihat dari impor dunia untuk kedua rumput laut ini rata-rata naik 15,2% dan 16,7% per tahun pada periode 2012-2014. Pangsa keduanya masing-masing

Indonesia 58%

Filipina 26%

Vietnam, Malaysia, Tanzania

16%

sebesar 13,8% dan 13,7% per tahun terhadap total impor rumput laut dunia pada tahun 2014 (Tabel 5.8).

Tabel 5.8 Perkembangan Impor Rumput Laut Dunia (ton)

Sumber: ITC (2015), diolah

Keterangan: *) data tahun 2014 masih banyak yang belum tersedia

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari data Intenational Trade Center (ITC), pasar impor rumput laut dunia (HS 121220) tahun 2013 tersebar ke banyak negara dimana konsentrasi pasar terjadi pada 10 negara yang menyerap 99% dari total impor dunia. Filipina menjadi negara pengimpor terbesar dengan pangsa tahun 2013 mencapai 79%

lebih dan pertumbuhan rata-rata per tahun naik 4% selama periode 2010-2013. Indonesia sendiri menduduki urutan ke-49 sebagai negara yang mengimpor rumput laut HS 121220. Namun sejak tahun 2012, permintaan Indonesia terhadap impor rumput laut HS 121220 sudah tidak ada. Demikian juga dengan pertumbuhan impor rumput laut dunia HS 121220 juga mengalami penurunan, dimana selama periode 2010 hingga 2013 turun 73,7% per tahun (Tabel 5.9).

Tabel 5.9 Pasar Impor Rumput Laut (HS 121220) Dunia (ton)

Sumber: ITC (2015), diolah

Keterangan: *) data tahun 2014 masih banyak yang belum tersedia

HS Deskripsi 2012 2013 2014 Tren 12-14

(%) Pangsa '14 (%) 121220 Rumput laut dan alga lain, segar atau dikeringkan 30.822 10.572 10.030 (-42,95) 1,48 121221 Rumput laut dan alga lain : Layak untuk konsumsi manusia 189.522 225.686 258.002 16,68 38,13 121229 Rumput laut dan alga lain : Tidak layak untuk konsumsi manusia 252.078 296.425 255.078 0,59 37,69 130231 Agar-agar 11.809 13.806 12.486 2,83 1,85

130239 Karaginan 135.728 14.944 141.125 1,97 20,85

619.959

561.433 676.721 4,48 100,00 Total

No Importir 2010 2011 2012 2013 2014* Tren 10-13 (%) Pangsa '13 (%)

Dunia 370.531 474.546 30.762 10.802 8.313 (73,66) 100,0 1 Filipina 9.698 5.445 11.681 8.563 8.313 3,98 79,27 2 Ukraina 704 814 503 995 5,72 9,21 3 Maroko 38 74 448 778 196,19 7,20

4 Vietnam - - - 217 - 2,01

5 Hong Kong 1.089 1.291 - 125 - 1,16

6 Kirgizstan 1 2 14 34 249,91 0,31 7 Venezuela 96 2 39 28 (7,00) 0,26

8 Korea Selatan - 4 499 22 - 0,20

9 Aruba 12 8 10 11 (0,38) 0,10 10 Jamaika 7 10 26 10 22,45 0,09 Subtotal 11.645 7.650 13.220 10.783 8.313 3,21 99,82 49 Indonesia 779 682 - - - -

Dari sisi negara pemasok rumput laut HS 121220 di pasar dunia, ternyata selain sebagai pengimpor utama, Filipina juga merupakan negara pemasok utama HS rumput laut yang sama dengan pangsa mencapai 89,5% tahun 2013. Posisi ini disusul Maroko di urutan kedua dengan pangsa ekspor sebesar 10,4%. Sementara Indonesia sejak tahun 2012 sudah tidak mengekspor rumput laut jenis tersebut.

Tren ekspor dunia untuk rumput laut jenis ini turun 57,8% per tahun selama tahun 2010 hingga 2013. Sedangkan ekspor Filipina, Maroko dan Senegal masih mengalami peningkatan masing-masing sebesar 24,9%, 1,6% dan 20,2% per tahun di periode yang sama (Tabel 5.10).

Tabel 5.10 Pemasok Rumput Laut (HS 121220) di Pasar Dunia (ton)

Sumber: ITC (2015), diolah

Keterangan: *) data tahun 2014 masih banyak yang belum tersedia

No Eksportir 2010 2011 2012 2013 2014* Tren 10-13 (%) Pangsa '13 (%) Dunia 344.920 409.469 41.976 41.432 18.493 (57,83) 100,00 1 Filipina 17.404 27.141 26.053 37.063 18.493 24,94 89,46

2 Maroko 4.769 2.333 3.692 4.309 1,56 10,40

3 Senegal 26 19 45 36 20,18 0,09

4 Vietnam - - - 10 - 0,02

5 Mesir 56 81 - 7 - 0,02

6 Ukraina 5 2 1 7 3,21 0,02 7 Tanzania 12.182 14.773 9.815 - - - 8 India - 733 1.129 - - - 9 Malaysia 857 1.321 502 - - -

10 Tonga - 107 323 - -

Subtotal 22.260 29.576 29.791 41.432 18.493 20,58 100,00 56 Indonesia 123 159 - - - -

Impor rumput laut dunia (HS 121221) tahun 2013 sebagian besar (90%) terkonsentrasi pada 10 pasar negara-negara maju seperti RRT, Jepang, Irlandia, Perancis, Korea Selatan, Amerika Serikat, Norwegia, Chili, Rusia dan Thailand. Indonesia sebagai negara importir rumput laut (HS 12122) menduduki urutan ke-33. Secara total impor dunia terhadap rumput laut jenis ini meningkat 14,7% per tahun selama periode 2012-2014. RRT sebagai pengimpor utama rumput laut jenis ini dengan pangsa pasar hampir 50% dari total impor dunia. Dari sepuluh negara pengimpor utama, RRT juga mengalami pertumbuhan

Tabel 5.11 Pasar Impor Rumput Laut (HS 121221) di Pasar Dunia (ton)

Sumber: ITC (2015), diolah

Keterangan: *) data tahun 2014 masih banyak yang belum tersedia

Data ITC menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pemasok utama dunia untuk rumput laut (kode HS 121221), dengan pangsa pasar Indonesia di dunia mencapai sekitar 41% atau volumenya mencapai 101 ribu ton tahun 2013. Pasokan rumput laut (HS 121221) di pasar dunia masih didominasi oleh Indonesia dan Madagaskar.

Sepuluh negara eksportir utama memasok hampir 97% dari total permintaan dunia pada tahun 2013. Madagaskar menguasai lebih dari 34% pangsa pasar dunia, dengan tren pertumbuhan selama 2012- 2014 tumbuh 21% per tahun. Amerika Serikat dan Inggris di periode yang sama juga mengalami pertumbuhan cukup baik dimana ekspor rumput laut kedua negara tersebut masing-masing tumbuh 15% dan 12% (Gambar 5.4).

rata-rata impor tertinggi yakni 37,4% per tahun. Sementara itu, Jepang sebagai negara pengimpor rumput laut HS 121221 terbesar kedua dengan pangsa 14% di tahun 2013, mengalami tren pertumbuhan impor yang menurun pada periode 2012-2014 yaitu sebesar 7,24%

per tahun (Tabel 5.11).

No Importir 2010 2011 2012 2013 2014* Tren 12-14 (%) Pangsa '13 (%)

Dunia 188.425 228.122 247.787 14,68 100,00

1 RRT 0 0 68.810 113.651 129.909 37,40 49,82

2 Jepang 0 0 38.245 31.999 32.910 (7,24) 14,03

3 Irlandia 0 0 13.706 13.706 - - 6,01

4 Perancis 0 0 16.055 13.066 11.013 (17,18) 5,73

5 Korea Selatan 0 0 17.625 12.665 14.325 (9,85) 5,55

6 Amerika Serikat 0 0 7.711 6.439 7.187 (3,46) 2,82

7 Norwegia 0 0 7.693 6.318 6.402 (8,78) 2,77

8 Chili 0 0 2.710 3.510 4.484 28,63 1,54

9 Rusia 0 0 2.835 2.978 4.383 24,34 1,31

10 Thailand 0 0 2.121 2.759 3.408 26,76 1,21

Subtotal - - 177.511 207.091 214.021 9,80 90,78

33 Indonesia 0 0 130 172 - 0,08

Gambar 5.4 Pemasok Rumput Laut (HS 121221) di Pasar Dunia (ton).

Sumber: ITC (2015), diolah

Keterangan: *) data tahun 2014 masih banyak yang belum tersedia

Chili merupakan pemasok Rumput Laut (HS 121229) terbesar di dunia selama kurun waktu 2012-2014. Negara ini memasok lebih dari 27% bahan rumput laut (HS 121229) dunia tahun 2013. Posisi Indonesia sebagai salah satu negara pemasok bahan rumput laut (HS 121229)di pasar dunia berada pada urutan ke dua, dengan pangsa sekitar 27%. Sementara itu, Madagaskar mengalami peningkatan ekspor yang tinggi dimana selama 2012-2014 tumbuh rata-rata 82%

per tahun. Sedangkan ekspor Islandia pada periode yang sama tumbuh 53% per tahun (Tabel 5.12).

Tabel 5.12 Pemasok Rumput Laut (HS 121229) di Pasar Dunia (ton)

Sumber: ITC (2015), diolah

Keterangan: *) data tahun 2014 masih banyak yang belum tersedia 30.00

20.00 10.00 0.00 -10.00 -20,00 -30.00 -40.00

(20,000) - 20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000

Tren ekspor ‘12-14(%)

Nilai Ekspor Tahun 2013 (USD Juta) AS

Inggris Jepang Tanzania Perancis Korea

Chili RRT

Madagaskar

Indonesia

Pasar impor rumput laut (HS 121229) dunia tumbuh fluktuatif, untuk data tahun 2010 dan 2011 tidak tersedia, sementara data tahun 2014 belum tersedia secara lengkap, sehingga dari perhitungan sementara rumput laut (HS 121229) turun 1,8% per tahun, terkonsentrasi pada 10 negara yang menyerap lebih dari 94% dari total impor dunia. Indonesia sebagai negara importir rumput laut (HS 121229) menempati urutan ke-42. RRT sebagai importir utama mengalami penurunan permintaan impor rata-rata 9,7% per tahun periode 2012-2014. Tahun 2013, RRT menyerap lebih dari 50% rumput laut (HS 121229) dunia. Sementara itu permintaan Inggris untuk rumput laut jenis tersebut meningkat tajam dengan tren pertumbuhan 138% per tahun di periode 2012-2014 (Tabel 5.13).

Tabel 5.13 Pasar Impor Rumput Laut (HS 121229) Dunia (ton)

Sumber: ITC (2015), diolah

Keterangan: *) data tahun 2014 masih banyak yang belum tersedia

Dari sisi pemasok agar-agar (HS 130231) di pasar dunia, RRT ternyata pemasok utama agar-agar dunia dengan pangsa mencapai 40% lebih. Chili berada di urutan kedua negara pemasok utama agar-agar dengan pangsa mencapai 13% tahun 2014. Disusul oleh Spanyol di urutan ketiga dengan pangsa ekspor hampir mencapai 10%. Sementara Indonesia menempati peringkat keempat sebagai pemasok agar-agar dunia dengan pangsa 7%, namun trennya mengalami penurunan 16,4% per tahun pada periode 2010-2014. Tren ekspor dunia untuk agar-agar meningkat 0,4% per tahun selama tahun 2010 hingga 2014 (Tabel 5.14).

No Importir 2010 2011 2012 2013 2014* Tren 12-

14 (%) Pangsa '13 (%)

Dunia - - 252.076 332.902 243.211 (1,77) 100,00

1 RRT - - 151.155 168.411 123.368 (9,66) 50,59

2 Chili - - 4.382 37.338 6.095 17,94 11,22

3 Inggris - - 849 23.845 4.807 137,95 7,16

4 Amerika Serikat - - 19.539 23.652 18.030 (3,94) 7,10

5 Irlandia - - 21.505 21.505 34.140 26,00 6,46

6 Jepang - - 15.114 14.548 15.138 0,08 4,37

7 Australia - - 8.527 6.900 7.848 (4,06) 2,07

8 Denmark - - 6.897 6.828 5.525 (10,50) 2,05

9 Arab Saudi - - 1.902 6.600 - - 1,98

10 Spanyol - - 5.897 5.656 6.312 3,46 1,70

Subtotal - - 235.767 315.283 221.263 (3,1) 94,71

42 Indonesia - - 81 44 - 0,01

Tabel 5.14 Pemasok Agar-Agar (HS 130231) di Pasar Dunia (ton)

Secara total, impor agar-agar dunia (HS 130231) meningkat sekitar 5% per tahun selama periode 2010-2014. Jepang sebagai negara pengimpor utama agar-agar dengan pangsa pasar hampir 15% dari total impor dunia. Sementara itu, Amerika Serikat sebagai negara pengimpor agar-agar terbesar kedua dengan pangsa 11% di tahun 2014, dan Jerman sebagai pengimpor terbesar ketiga dengan pangsa 7%, mengalami tren pertumbuhan impor yang menurun pada periode 2010-2014 yaitu turun sebesar 8,8% per tahun. Indonesia sebagai negara importir agar-agar (HS 130231) menempati peringkat ke-17 dengan pangsa 1,3%. Dari sepuluh negara pengimpor utama agar-agar, RRT mengalami pertumbuhan rata-rata tertinggi yaitu 48%

per tahun (Tabel 5.15).

No Eksportir 2010 2011 2012 2013 2014 Tren 10-

14 (%) Pangsa '14 (%)

Dunia 12.770 12.777 11.494 12.223 13.317 0,40 100,00

1 RRT 3.980 3.714 4.146 4.488 5.465 8,58 41,04

2 Chili 2.170 2.057 1.925 1.771 1.78 (5,31) 13,37

3 Spanyol 1.060 933 1.044 1.153 1.309 6,54 9,83

4 Indonesia 1.721 1.873 1.292 1.056 933 (16,45) 7,01

5 Maroko 1.005 842 937 1.066 925 0,70 6,95

6 Jerman 862 634 410 525 609 (8,46) 4,57

7 Korea Selatan 348 386 380 478 465 8,26 3,49

8 Taipei 26 39 66 114 201 67,58 1,51

9 Amerika Serikat 264 279 213 270 197 (6,00) 1,48

10 Perancis 141 158 151 188 170 5,63 1,28

Subtotal 11.577 10.915 10.564 11.109 12.054 0,99 90,52

Sumber: ITC (2015), diolah

Tabel 5.15 Pasar Impor Agar-Agar (HS 130231) Dunia (Ton)

Sumber: ITC (2015), diolah

No Importir 2010 2011 2012 2013 2014 Tren 10-14

(%) Pangsa

'14 (%)

Dunia 10.858 11.259 11.993 14.498 12.360 5,25 100,00

1 Jepang 1.546 1.535 1.706 1.785 1.850 5,23 14,97

2 Amerika Serikat 1.312 1.368 1.429 1.420 1.413 1,87 11,43

3 Jerman 1.181 942 618 697 867 (8,78) 7,01

4 Thailand 730 616 724 695 818 3,54 6,62

5 Spanyol 585 346 446 1.859 780 25,32 6,31

6 Malaysia 622 680 765 869 680 4,33 5,50

7 Rusia 469 494 269 273 577 (1,77) 4,67

8 Perancis 373 557 1.106 370 393 (3,00) 3,18

9 RRT 89 134 227 348 392 47,99 3,17

10 Inggris 210 222 184 580 357 22,40 2,89

Subtotal 7.117 6.894 7.474 8.896 8.127 5,34 65,75 17 Indonesia 750 904 714 382 163 (32,4) 1,32

Dari sisi negara pemasok karaginan (HS 130239) di pasar dunia, ternyata selain sebagai pemasok agar-agar terbesar, RRT juga sebagai pemasok karaginan terbesar di dunia dengan pangsa mencapai 30,4% tahun 2014. Disusul oleh Filipina di peringkat kedua dengan pangsa ekspor sebesar 16,6%. Sementara Indonesia berada di posisi ke sembilan dengan pangsa mencapai 3% tahun 2014. Tren ekspor dunia untuk karaginan meningkat 9,7% per tahun pada periode 2010-2014. Dari sepuluh negara pemasok karaginan dunia, Perancis yang mengalami tren pertumbuhan paling rendah yaitu turun 4,6%

per tahun selama 2010-2014. Sedangkan ekspor karaginan Indonesia mengalami peningkatan 47%per tahun di periode yang sama (Tabel 5.16).

Tabel 5.16 Pemasok Karaginan (HS 130239) di Pasar Dunia (ton)

Sumber: ITC (2015), diolah

Tabel 5.17 Pasar Impor Karaginan (HS 130239) Dunia (Ton)

Sumber: ITC (2015), diolah

No Importir 2010 2011 2012 2013 2014 Tren 10-

14 (%) Pangsa '14 (%)

Dunia 114.968 119.423 135.302 148.530 139.644 6,26 100,00

1 Jerman 13.325 13.918 18.217 23.200 19.797 13,91 14,18

2 Amerika Serikat 10.912 11.353 12.046 10.152 11.453 (0,15) 8,20

3 Perancis 5.677 6.314 5.454 6.629 6.810 4,21 4,88

4 Meksiko 4.716 4.681 5.596 5.555 5.693 5,63 4,08

5 Belgia 6.085 5.299 7.741 7.152 5.557 1,19 3,98

6 Inggris 5.202 5.434 4.851 5.122 5.380 0,08 3,85

7 Spanyol 4.907 3.799 4.169 4.510 4.908 1,73 3,51

8 Italia 4.069 3.765 5.234 5.170 4.745 6,44 3,40

9 Denmark 3.876 4.139 4.648 5.311 4.722 6,65 3,38

10 Bangladesh 911.000 772.000 3.926 4.031 4.338 61,19 3,11

Subtotal 59.680 59.474 71.882 76.832 73.403 6,93 52,56 20 Indonesia 1.955 2.396 1.725 1.735 2.055 (2,2) 1,47

Pasar impor karaginan dunia (HS 130239) tahun 2014 tersebar ke banyak negara dimana impor 10 negara hanya menyerap 53%

dari total impor dunia. Jerman merupakan negara pengimpor utama dengan pangsa tahun 2014 mencapai 14% lebih dan pertumbuhan rata-rata per tahun naik 13,9% selama periode 2010-2014. Indonesia menempati posisi ke-20 sebagai negara pengimpor karaginan dengan pangsa 1,5% tahun 2014 dan tren yang mengalami penurunan 2,2%

per tahun selama 2010-2014. Dari sepuluh negara pengimpor utama karaginan, Bangladesh mengalami tren pertumbuhan paling tinggi yakni mencapai sebesar 61% per tahun selama 2010-2014. Sementara pertumbuhan impor karaginan dunia mengalami peningkatan 6,3% per tahun di periode yang sama (Tabel 5.17).

Dalam dokumen Isi BRIK Rumput Laut (Halaman 80-89)