BAB I PENDUHULUAN
E. Pinjaman Kepada Asosiasi
Tujuan dibentuknya Asosiasi Pedagang Pagutan Bersyariah adalah membantu para anggotanya untuk mendapatkan tambahan modal usaha yang berkonsep syariah, agar para anggotanya tidak lagi meminjam modal kepada bank atau koprasi kovensional yang notabene tidak menerapkan konsep syariah.
Penerapan akad musyarakah (kerja sama dalam permodalan) di Asosiasi Pedagang Pagutan Bersyariah dapat dijumpai pada kasus peminjaman modal oleh anggota kepada asosiasi. Musyarakah biasanya diaplikasikan untuk pembiayaan modal usaha dimana asosiasi menyediakan dana untuk membiayai usaha tersebut, dan setelah jangka waktu tertentu anggota mengembalikan dana tersebut bersama bagi hasil yang telah disepakati untuk asosiasi.
Alur peminjaman dapat digambarkan dengan bagan berikut ini:
Gambar 4: Alur peminjaman modal kepada asosiasi
Anggota asosiasi mengajukan permohonan kepada asosiasi untuk memohon dana kemudian asosiasi melakukan verval (verevikasi dan validasi) kepada anggota asosiasi sejauh mana dana asosiasi dibutuhkan.
54 Setelah tahap verval maka langkah selanjutnya adalah mengeluarkan dana yang diminta oleh anggota asosiasi. Setelah dana yang dikeluarkan kemudian dimamfaatkan untuk keperluan usaha dalam hal ini sebagai suntikan modal dari usaha yang telah berjalan. Jangka waktu pengembalian modal yang dipinjam tergantung kesepakatannya. Setelah itu modal yang dipinjam bisa dikembalikan dengan cara dicicil kemudian keuntungannya dibagi bersama antara anggota dan asosiasi.
Tabel 2
Pinjaman modal asosiasi tahun 2020.40
NO NAMA
JENIS USAHA/NAMA
TOKO
JUMLAH PINJAMAN
JANGKA WAKTU (BULAN) 1 H. Ahmad
Syukron Lapak Rp 1,000,000 5
2 H. Wajdi Anwar Lapak Rp 1,200,000 3
3 Imam Mujahidin Lapak Rp 800,000 4
4 Fatimah Lapak Rp 1,800,000 6
5 Abdul Hamid Azkho fashion Rp 1,250,000 4
6 Supyan Hadi Lapak Rp 500,000 2
7 H. Hasan Saleh Lima Bersaudara Rp 1,000,000 5
8 Rukiyah Mustika Grouf Rp 1,500,000 5
9 Dian Dian Fashion Rp 1,500,000 5
10 Siti Rohana Ikhwanussofa Rp 1,300,000 6
JUMLAH Rp 11,850,000
H. Muhammad Yusuf (Ketua) mengatakan “saat ini semua pedagang yang ada di Dusun Pagutan telah menjadi anggota asosiasi”41. pedagang yang telah tergabung yaitu pedagang yang telah memiliki toko, ada juga pedagang yang hanya melapak di pasar dan juga pedagang online yang hanya berjualan dari rumah.
40Buku Kas Asosiasi Pedagang Pagutan Bersyariah. (data 2020).
41H. M. Yusuf (Ketua), wawancara Desember 2021.
55 Ibu Fatimah dalam wawancaranya telah mengatakan “untung saja ada terbentuk asosiasi ini yang bisa membantu meringankan beban kita ketika membutuhkan modal”42. Sebagai contoh kasus kita ambil dari Ibu Fatimah yang berjualan pakaian. Ibu Fatimah meminjam dana kepada asosiasi untuk keperluan usaha pakaiannya sebesar Rp.1.800.000 dengan jangka waktu pengembalian adalah 6 (enam) bulan. Disini Ibu Fatimah diberikan dua pilihan dalam hal pengembalian modal, yaitu dengan cara cash maupun dengan cara kredit setiap bulannya. Ibu Fatimah lebih memilih mengembalikan dengan cara kredit. Artinya setiap bulan Ibu Ftimah mengembalikan uang modal kepada asosiasi sebesar Rp.300.000. Pada bulan pertama dan kedua Ibu Fatimah mengembalikan dana kepada asosiasi sebesar Rp.300.000 (bulan satu) dan Ibu Fatimah memberikan uang sukarela sebesar Rp.30.000 dan Rp.300.000 pada bulan kedua dengan uang sukarela yang sama juga. Pada bulan ketiga penjualan tidak sesuai dengan harapan dan Ibu Fatimah hanya bisa mengembalikan modalnya saja, asosiasi dalam hal ini tidak memberatkan kepada Ibu Fatimah tentang tidak adanyan uang sukarela yang diberikan. Pada bulan keempat penjualan kembali meningkat dan Ibu Fatimah memberikan uang sukarela kepada asosiasi seperti biasanya. Pada bulan kelima dan keenam penjualan kembali meningkat akan tetapi Ibu Fatimah tidak membayar uang modal pada bulan kelima tapi digabung langsung pada bulan keenam sebesar Rp.600.000 dan Ibu Fatimah memberikan uang sekarela sebesar 70 ribu dan asosiasi tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sejak awal memang asosiasi tidak
42Fatimah. Anggota Asosiasi (wawancara) Desa Pagutan 20 Juni 2021.
56 mempermasalahkan jika Ibu Fatimah tidak memberikan uang sukarela dari hasil penjualan usaha pakaian Ibu Fatimah karna komitmen awal asosiasi ini dibentuk adalah untuk membantu para anggotanya untuk mendapatkan modal.43
Dari permasalahan di atas dapat kita analisis pengembalian modal dari Ibu Fatimah dari hasil penjualan pakaian kepada asosiasi selama enam bulan sebesar Rp.1.800.000 dan uang sukarelanya sebesar Rp.160.000.
Ibu Rukiyah (anggota) mengatakan “ketika meminjam kepada asosiasi kami menandatangani perjanjian yang isinya jumlah pinjaman, identitas, dan peruntukan uang pinjaman”44. Ibu Rukiyah meminjam kepada asosiasi selama 5 (lima) bulan sejumlah Rp.1.500.000, pada bulan pertama cicilan sejumlah Rp.300.000 dan Ibu Rukiyah memberikan uang sukarela sejumlah Rp.20.000. Pada bulan kedua Ibu Rukyah memberikan setoran atau cicilan kepada asosiasi sebesar Rp.300.000 dan memberikan uang sukarela sebesar Rp.25.000. Pada bulan ketiga Ibu Rukyah memberikan setoran atau cicilan kepada asosiasi sebesar Rp.250.000 saja dan tidak ada uang sukarela yang diberikan kepada asosiasi. Pada bulan keempat Ibu Rukiyah memberikan setoran atau cicilan kepada asosiasi sebesar Rp.300.000 saja dan tidak ada uang sukarela yang diberikan kepada asosiasi, adaupun pada bulan kelima Ibu Rukyah memberikan setoran atau cicilan kepada asosiasi sebesar Rp.350.000 saja dan tidak ada uang sukarela yang diberikan kepada asosiasi.45
43Fatimah. Anggota Asosiasi (wawancara) Desa Pagutan 20 Juni 2021.
44Rukiyah. Anggota Asosiasi (wawancara) Desa Pagutan 20 Juni 2021.
45Rukiyah. Anggota Asosiasi (wawancara) Desa Pagutan 20 Juni 2021.
57 Dari permasalahan di atas dapat kita analisis pengembalian modal dari Ibu Rukiyah dari hasil penjualan pakaian kepada asosiasi selama enam bulan sebesar Rp.1.500.000 dan uang sukarelanya sebesar Rp.45.000.
Pak Supyan Hadi sebagai penjual yang tidak memiliki toko namun berjualan lapak dipinggir jalan pernah mengalami kesulitan untuk mendapatkan modal usaha, sebagaimana yang telah kami wawancarai pada tanggal 20 Juni 2021 dimana beliau meminjam kepada asosiasi sebesar Rp.500.000 dengan jangka waktu pengembalian selama 2 (dua) bulan, artinya perbulan Pak Supyan Hadi harus mengembalikan Rp.250.000. Pak Supyan Hadi mengembalikan modalnya langsung pada bulan pertama sebesar Rp.500.000 tanpa uang sukarela.46
Ibu Dian sebagai salah seorang anggota asosiasi juga berkata “saya pernah kepada asosiasi sebesar Rp.1.500.000 dengan jangka waktu pengembalian 5 (lima) bulan”47, setelah pengembalian modal kembali kepada asosiasi Ibu Dian memberikan uang sukarela sebesar Rp.100.000.
modal yang dipinjam tersebut sepenuhnya digunakan untuk menambah modal usaha yang dimiliki oleh Ibu Dian.
Abdul Hamid meminjam modal kepada asosiasi sebesar Rp.1.250.000 untuk membuat usaha akan tetapi uang yang Abdul Hamid pnjam itu untuk keperluan lain dan membuat usaha, kemudian uang yang Rp. 1.250.000 itu digunakan Rp.635.000 untuk setoran motor dan sisanya itu dibuat usaha. Asosiasi mengetahui hal ini dari pengakuan Abdul Hamid sendiri yang kami wawancarai akan tetapi modal yang Rp. 1.250.000 itu
46Supyan Hadi. (wawancara) Desa Pagutan 20 Juni 2021.
47Dian. (wawancara) Desa Pagutan 20 Juni 2021.
58 telah dikembalikan semua kepada asosiasi dalam jangka waktu 4 (empat) bulan sesuai dengan kesepakatan dengan rincian pada bulan pertama dan kedua tidak ada setoran kemudian pada bulan keempat langsung Rp.615.000 pada bulan keempat karena pada bulan ketiga tidak membayar cicilan kepada asosiasi tanpa membayar uang sukarela.48
Ada satu kasus yang terjadi ketika pinjaman tidak dibayar tepat waktu yaitu pinjaman oleh H. Wajdi Anwar, ketika itu H. Wajdi Anwar meminjam pada asosiasi selama 3 (tiga) bulan dalam akad sejumlah Rp.1.200.000 akan tetapi dibayarnya (pelunasannya) setelah bulan ke 4 (empat). Penyebabnya adalah pendemi covid-19 namun dalam hal ini asosiasi memaklumi hal tersebut. 49
Dari permasalahan di atas juga dapat dilihat akad yang digunakan adalah akad musyarakah (kerja sama dalam permodalan) antara asosiasi dan anggotanya. Kita bisa mengetahui hal tersebut karna adanya kerjasama dalam hal modal dari asosiasi berupa uang dan dari anggota yang berupa kemampun meskipun dalam praktiknya modal itu tidak sepenuhnya tidak digunakan untuk usaha.
48Abdul Hamid. (wawancara) Desa Pagutan 20 Juni 2021.
49Ahmad Jupri. (wawancara) Desa Pagutan 16 September 2021.
59