• Tidak ada hasil yang ditemukan

I. PENDAHULUAN

2.5 Pola Tanam

18 b. Biaya variabel, yaitu biaya yang tergantung pada jumlah produksi, seperti biaya pupuk, herbisida, upah langsung petani, dan alat-alat pertanian. (Daniel, Moehar,2004).

19 lingkungan sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang mempengaruhi pola tanam (Sectisaint dalam Suryanto, 2019).

Adapun pola tanam yang diusahatanikan di Desa Pakkabba Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar dengan komoditi sayur kangkung dan kacang panjang dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1. Pola Tanam Usahatani Sayur Kangkung dan Kacang Panjang

2.6 Hasil Penelitian Terdahulu Tabel 3. Hasil Penelitian Terdahulu

No Judul Penelitian

Metode Penelitian

Hasil Penelitian 1 Analisis

Komparatif Usahatani Kentang Atlantik Dan Kentang Granola Di Kecamatan Sempol

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan metode komparatif.

1. Ada perbedaan biaya produksi antara usahatani kentang atlantik dan kentang granola namun secara statistik tidak berbeda nyata pada taraf kepercayaan 90%. Biaya produksi kentang granola lebih tinggi yaitu sebesar Rp22.500.279 sedang kentang atlantik lebih rendah yang sebesarRp22.146.941.

Sayur Kangkung Sayur Kacang Panjang

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sept Okt Nov Des

20

2. Ada perbedaan produktivitas

lahan antara usahatani kentang, namun secara statistik tidak signifikan pada taraf kerpcayaan 90%. Produktivitas lahan kentang atlantik lebih rendah yaitu sebesar 9.462kg/ha dibandingkan dengan kentang granola yang sebesar 9.666kg/ha. Ada perbedaan produktivitas tenaga kerja antar usahatani kentang dan secara statistik berbeda nyata pada taraf kepercayaan 90%. Produktivitas tenaga kerja kentang atlantik lebih tinggi yaitu sebesar 73,00kg/JHK dibanding dengan kentang granola yang sebesar 59,34kg/JHK.

3. Ada perbedaan keuntungan

antara usahatani kentang atlantik dan kentang granola, secara statistik berbeda nyata pada taraf kepercayaan 99%. Keuntungan usahatani kentang granola lebih tinggi yaitu sebesar

Rp37.027.999/ha dibandingkan kentang atlantik yang sebesar Rp15.700.553/ha.

4. Faktor faktor yang berpengaruh

dan signifikan terhadap produksi usahatani kentang adalah bibit, pupuk, tenaga kerja dan varietas, sedangkan faktor luas lahan dan pestisida berpengaruh positif tetapi secara statistik tidak signifikan terhadap produksi usahatani kentang di

Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso.

21 2 Analisis

Komparatif Pendapatan Usahatani Sayuran Di Desa Tanjung Kari

Kecamatan Pulau Beringin Kabupaten Oku Selatan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penentuan sampel

dilakukan dengan cara sampling jenuh.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka dapat

disimpulkan bahwa pendapatan petani sayuran pada pola I sebesar Rp 4.326.950 per musim tanam lebih besar dibandingkan dengan pendapatan pola II sebesar Rp 2.533.112.5 per musim tanam dan pola III sebesar Rp

3.852.256.25 per musim tanam.

3 Studi Komparatif Pendapatan Petani Sayuran Di Desa Karangkamiri Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif.

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survei.

1. Besar biaya usahatani sayuran berdasar pola tanam mentimun - cabai Rp. 51.938.445,97,- ,biaya usahatani pola tanam cabai – cabai rawit Rp. 55.181.960, 63,-, dan biaya usahatani pola tanam mentimun cabai rawit

Rp.46.360.192,1. Besar

pendapatan usahatani dengan pola tanam mentimun – cabai Rp.

112.452.757,6,-,, cabai – cabai rawit Rp. 472.409.279,7dan menitmun – cabai rawit dan Rp.

161,897,668,-. Dapat disimpulkan bahwa biaya paling tinggi

dikeluarkan pada usahatani polatanam cabai – cabai rawit yang disebabkan lebih tinggi nya biaya pupuk, pestisida dan tenaga kerja. Pendapatan usahatani beradasar pola tanam adalah polatanam cabai – cabai rawit sebesar Rp.472.409.279,-. Hal ini disebabkan karena harga

penjualan cabai rawit yang tinggi sehingga mengakibatkan

pendapatan yang diperoleh lebih tinggi dibanding dengan

usahatani lainnya.

22

2. Hasil analisis uji perbandingan

dengan menggunakan uji Kruskal Wallis menunjukan bahwa biaya, penerimaan dan pendapatan antara pola tanam mentimun – cabai, cabai – cabai rawit dan mentimun – cabai rawit tidak berbeda secara signifikan (nyata).

Hasil Uji Kruskal Wallis pada total biaya pola tanam

menunjukan nilai sig 0.211 >

0.05, hasil uji pada penerimaan pola tanam menunjukan nilai sig 0.275 > 0.05 dan hasil uji

pendapatan pola tanam menunjukan nilai sig 0.296 >

0.05, maka dapat disimpulkan tidak tedapat perbedaan yang signifikan antara usahatani sayuran berdasar pola tanam.

4 Komparasi Pendapatan Usahatani Kacang Panjang Organik Dan Anorganik Di Desa Sei Asam Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas.

Dalam penelitian ini metode yang akan digunakan adalah metode survey. Teknik penetapan responden menggunakan stratified random sampling.

1. Dari hasil penelitian tentang teknik usahatani organik dan anorganik ternyata terdapat perbedaan yang signifikan yaitu ditunjukan oleh indikator perbedaan keduanya sebagai berikut : a) yaitu perbedaan pada pemupukan bila organik

menggunakan pupuk kandang dan organik cair sedangkan anorganik menggunakan pupuk kimia yaiut NPK. b) cara

penanganan OPT, untuk organik menggunaan pestisida nabati sedangkan anorganik

menggunakan pestisida kimia.

2. Besar biaya rata-rata usahatani

organik untuk penerimaan sebesar Rp 4.907.666 dan pendapatan sebesar Rp

3.863.933. Sedangkan rata-rata usahatani anorganik

penerimaannya sebesar Rp 4.250.000 dan pendapatan sebesar Rp 2.775.516.

23

3. R/C ratio pada usahatani

kacang panjang organik adalah 1,87 sedangkan untuk usahatani Kacang panjang anorganik memiliki R/C ratio hanya sebesar 1,35. Artinya Usahatani kacang panjang organik lebih layah diusahakan dari pada anorganik di Desa Sei Asam.

5 Analisis Komparatif Pendapatan Usahatani Sayuran Pakcoy di Kampung Liman Benawi Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah

Teknik penentuan sampel pada penelitian ini adalah nonprobaliti sampling dengan sampling jenuh.

1. Pendapatan usahatani pakcoy sehat sebesar Rp.82.351,76 dengan R/C 1,60 sedangkan petani pakcoy anorganik sebesar Rp. 23.569,90 dengan R/C 1,24, artinya bahwa pendapatan usahatani pakcoy sehat lebih menguntungkan dibandingkan dengan pendapatan usahatani pakcoy anorganik.

2. Secara statistik pendapatan

usahatani pakcoy sehat lebih besar di bandingkan dengan pendapatan usahatani pakcoy anorganik, diperoleh angka probabilitas 0,196 lebih besar dari 0,05, artinya ada perbedaan yang signifikan antara pendapatan usahatani pakcoy sehat dan pendapatan usahatani anorganik.

24 2.7 Kerangka Pikir Penelitian

Usahatani adalah suatu bentuk penentuan, pengorganisasian dan pengkoordinasian penggunaan faktor-faktor produksi secara efektif, efisien dan efektif. Secara berkelanjutan menghasilkan hasil dan pendapatan pertanian yang tinggi. Usahatani yang dimaksud dalam penelitian ini adalah budidaya sayuran kangkung dan budidaya sayuran kacang panjang. Kedua peternakan dirancang untuk menghasilkan pendapatan bagi keluarga petani, yang kemudian mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pendapatan dari kegiatan bertani dapat digunakan untuk menilai seberapa berhasil petani mengelola usaha taninya.

Besarnya pendapatan yang diterima petani dari kegiatan pertanian dipengaruhi oleh besarnya biaya yang dikeluarkan atau dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu dan pendapatan petani.

Biaya-biaya yang disebutkan dalam penelitian ini adalah biaya-biaya yang diasumsikan. Biaya operasional mengacu pada biaya pembelian peralatan eksternal seperti benih, pupuk, bahan kimia, pajak, biaya irigasi, biaya operasi pompa, depresiasi, upah pekerja migran dan upah pekerja wiraswasta, dihitung dengan upah. Dibayarkan kepada pekerja luar.

Penerimaan adalah nilai total produk yang diperoleh petani dari menanam sayur kangkung dan dan kacang panjang. Besarnya penerimaan yang diperoleh oleh petani dapat ditentukan dengan mengalikan jumlah produksi sayuran kangkung dan kacang panjang (Ikat) dengan harga jual produk per ikat (Rp/ikat).

25 Pendapatan adalah selisih antara pendapatan dan biaya. Pendapatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendapatan bersih dari pertanian.

Pendapatan bersih adalah selisih antara pendapatan yang diperoleh petani selama musim tanam dengan biaya yang dikeluarkan petani dalam kegiatan bertani.

Berdasarkan uraian di atas dapat disusun skema kerangka pikir sebagai berikut:

Gambar 2. Skema Kerangka Pemikiran Penelitian

Dokumen terkait