BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Populasi dan Sampel
Populasi menurut S. Margono adalah “Seluruh data yang menjadi perhatian kita dan suatu lingkup serta waktu yang telah ditentukan.”6
Menurut Sugiyono, “Populasi adalah wilayah generelisasi yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan”.7
Sedangkan Menurut Suharsimi populasi adalah
“Keseluruhan subjek penelitian.”8
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.”9
6 S. Margono, Metode Penelitian, (Jakarta: Rireka Cipta, 2004), h.121
7 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta 2003), h.80
8 Suharsimi Arikunto, Prosedur Suatu Penekitian Suatu Pendekatan, (Jakarta: Rireka cipta, 1994), h. 97
37 Sulistyaningsih dalam bukunya Metode penelitian kebidanan: Kuantitatif-Kualitatif, menyatakan bahwa: “Jika populasi kurang dari 100 dapat digunakan 50% nya, dan jika populasi lebih dari 100 dapat digunakan 15% nya.”10
Sedangkan menurut Suharsimi< “jika subjeknya lebih dari 100 dapat diambil 10%-15% atau 20%-25% nya.”11
Berdasarkan hal tersebut dalam penelitian ini penulis menggunakan petunjuk sampel sesuai buku Suharsimi yaitu mengambil sampel sebanyak 25% dari jumlah populasi keseluruhan sebanyak 25% x 132= 33 siswa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan yang digunakan peneliti untuk memperoleh data yang diperlukan adalah sebagai berikut:
1. Angket
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk
9 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2008), h. 81
10 Sulistyaningsih, Metodologi Kebidanan: Kuantittatif-Kualitatif, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), h. 81
11 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan, (Jakarta: Rireka Cipta, 2013), h. 117
38
dijawab.12Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang pengaruh program kegiatan Muhadharah dalam Ketrampilan berbahasa Arab.
2. Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu, wawancara ini dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara (interview) yang mengajukan pertanyaan dan (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.13 Oleh karena itu penulis tidak hanya menggunakan angket dalam penelitian ini, akan tetapi peneliti juga melakukan teknik wawancara secara langsung kepada responden.
3. Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode yang dilakukan untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, agenda dan sebagainya. Metode ini digunakan untuk menghimpun data yang berkaitan dengan keadaan Pondok Modern Al-Islam Nganjuk Jawa Timur.
12Sugiyono, Metode Pnelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R & D), h. 199
13 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 1994), cet. XVI, h.200
39 4. Metode Observasi
Observasi adalah metode pengumpulan data dengan cara pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki baik langsung maupun tidak langsung. Metode ini penulis gunakan untuk mengetahui secara langsung aktivitas Kegiatan Muhadharah santriwati Pondok Modern Al- Islam Nganjuk.
F. Teknik Analisi Data
Teknik metode analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan menganalisis data dari berbagai sumber baik data primer maupun sekunder secara utuh dan terus menerus.
Berdasarkan sifat dan jenis data dalam penelitian ini maka peneliti menganalisis dengan menggunakan Product Moment, guna mengetahui hasil antara dua variabel yaitu variabel X (Program kegiatan Muhadharah) dan variabel Y (Keterampilan berbahasa Arab).
Dalam teknik analisis data, penulis menggunakan rumus sebagai berikut:
P= F/N x 100%
Keterangan:
40
P= Prosentase F=Frekuensi
N=Jumlah Responden
Untuk menarik kesimpulan, peneliti menggunakan cara pengujian hipotesis yaitu penarik kesimpulan tentang suatu karakteristik populasi dengan menggunakan informasi dari sampel yang diambil dari populasi tersebut melalui pengujian hipotesis.14
Adapun cara statistik yang digunakan adalah teknik korelasi Product Moment. Berikut tahapan dalam teknik korelasi Product Moment:
1. Mencari angka indek korelasi “r” Product Moment
( ) ( )
√[ ( ) ] [ ( ) ]
Keterangan:
rxy : Angka Indeks korelasi antara Variabel X dan Y N : Number of cases (Jumlah Responden)
14 Sulistyaningsih, Metodologi Penelitian Kebidanan: Kuantitatif- Kualitatif, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), Cet. II, h.155
41
∑XY : Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y
∑X : Jumlah keseluruhan X
∑Y : Jumlah keseluruhan Y
2. Memberikan Interprestasi terhadap (rxy), yaitu:
a. Merumuskan Hipotesis Alternatif (Ha) dan Hipotesis Nihil (Ho)
Ha: Terdapat pengaruh yang signifikan antara program kegiatan Muhadharah terhadap keterampilan berbahasa Arab (Studi kasus Santriwati Pondok Modern Al-Islam Nganjuk).
Ho: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara program kegiatan Muhadharah terhadap keterampilan berbahasa Arab (Studi kasus Santriwati Pondok Modern Al-Islam Nganjuk).
b. Menguji kebenaran dari hipotesis yang telah dirumuskan dengan jalan membandingkan besarnya
“r” Product Moment dengan “t” yang tercantum dalam tabel nilai (rt), dengan terlebih dahulu mencari derajat bebasnya (db) atau degres of fredomnya (df) dengan menggunakan rumus:
42
Df- N- nr Keterangan:
Df : degres of freedom N : number of cases
Nr : banyaknya variabel yang dikorelasikan kemudian hasilnya dikorelasikan pada tabel nilai “r” Product Moment untuk df taraf signifikan 1% dan taraf signifikan 5%.
43 BAB IV
HASIL PENELITIAN A. Gambaran Objek Penelitian
1. Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Modern Al-Islam Pondok Modern Al-Islam Nganjuk merupakan lembaga pendidikan Islam yang beraqidah Ahlusunnah Wal Jama’ah. Berdiri Sejak Tahun 1992 dalam rangka mencerdaskan bangsa dan memberi bekal keagamaan sesuai dengan fungsi dasar nilai dan karakteristik Pondok Pesantren yang Profesional.
Status lembaga Pondok Modern Al-Islam Nganjuk
telah bersertifikat dengan Nomor
Kd.13/18/5PP.00.7/403A/2012. Sedangkan lembaga pendidikan yang bernaung dibawahnya adalah Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah (Terakreditasi B) dan Madrasah Aliyah (Terakreditasi B).
Badan Pendiri Pondok Modern Al-Islam Nganjuk adalah KH.Nur Hamid Iskandar dari Banyuwangi, KH.Zainal Arifin, Lc dari Nganjuk, KH.Zainuddin dari Nganjuk, dan Irhamni Dahlan, BA dari Ponorogo.
44
2. Lokasi Pondok
Berada di desa Kapas, Kecamatan Sukomoro, pada kilometer 1 sebelah utara Kecamatan Pace. Secara geografis lingkungan Pondok dikelilingi lahan pertanian dan persawahan. Dari realitas kondisi geografis tersebut, amat mendukung aktifitas pembelajaran yang tenang, dan jauh dari suara bising. Sedangkan lingkungan ekstern berdekatan dengan SMP Tauladan Plus Sukomoro- Nganjuk dan PonPes Al-Afif Kapas, Sukomoro, Nganjuk.
3. Panca Jiwa Pondok Modern Al-Islam Nganjuk
Dikutip dari prasaran KH. Imam Zarkasyi dalam Seminar Pondok Pesantren Seluruh Indonesia di Yogyakarta, pada Tgl. 4 s.d. 7 Juli 1965. Kehidupan dalam pondok pesantren dijiwai oleh suasana-suasana yang dapat di simpulkan dalam panca jiwa sebagai berikut:
a. Jiwa Keikhlasan
Sepi ing pamrih (tidak karena didorong oleh keinginan memperoleh keuntungan-keuntungan tertentu) semata-mata karena untuk “ibadah”. Hal ini meliputi segenap suasana kehidupan di pondok pesantren kyai ikhlas dalam mengajar, para santri
45 ikhlas dalam belajar, lurah pondok pesantren ikhlas dalam membantu (asistensi).
Segala gerak-gerik dalam pondok pesantren berjalan dalam suasana keikhlasan yang mendalam.
Dengan demikian, terdapatlah suasana hidup yang harmonis antara kyai yang disegani dan santri yang taat dan penuh cinta serta hormat.
Dengan demikian, maka seorang atau setiap santri mengerti dan menyadari arti LILLAH arti berasal dari taqwa dan arti ikhlas.
Sebagai seorang muslim tentunya dimana saja akan berdakwah. Maka santri dengan jiwa keikhlasannya, merupakan persiapan ke arah itu, dimana ada kesempatan. Maka mudah dikatakan bahwa pondok pesantren adalah obor yang akan membawa cahaya penerangan islam sepanjang zaman.
b. Jiwa Kesederhanaan
Kehidupan dalam pondok pesantren diliputi suasana kesederhanaan, tetapi agung. Sederhana bukan berarti pasif (bahasa jawa: narimo) dan bukanlah artinya itu karena kemelaratan atau kemiskinan, bukan tetapi mengandung unsur kekuatan dan ketabahan hati, penguasaan diri, penguasaan diri
46
dalam menghadapi perjuangan hidup dengan segala kesulitan.
Maka di balik kesederhanaan itu terpancarlah jiwa besar berarti maju terus dalam menghadapi perjuangan hidup, pantang mundur dalam segala keadaan. Bahkan di sinilah hidup tumbuhnya mental karakter yang kuat yang menjadi syarat bagi suksesnya perjuangan dalam segala segi kehidupan.
c. Jiwa Kesanggupan Menolong Diri Sendiri (Zelp Help) atau Berdikari (berdiri di atas kaki sendiri)
Didikan inilah yang menjadi didikan yang sangat ampuh, berdikari bukan saja dalam arti santri selalu belajar dan berlatih mengurus segala kepentingannya sendiri, tetapi juga pondok pesantren itu sendiri sebagai lembaga pendidikan tidak pernah menyandarkan kehidupannya kepada bantuan dan belas kasihan orang lain. Itulah zelp help berdruiping system (sama-sama memberi sama-sama memakai) dalam pada itu tidak bersifat kaku sehingga menolak orang-orang yang hendak membantu pondok.
47 d. Jiwa Ukhuwah Islamiyah yang Demokratis Antara
Santri
Kehidupan di pondok pesantren diliputi suasana persaudaraan yang akrab, sehingga segala kesenangan dirasakan bersama dengan jalinan perasaan keagamaan. Ukhuwah (persaudaraan) ini, bukan saja selama di dalam pondok pesantren itu sendiri, tetapi juga mempengaruhi ke arah persatuan umat dalam masyarakat sepulangnya para santri dari pondok.
e. Jiwa Bebas
Bebas dalam berfikir dan berbuat, bebas dalam menentukan masa depannya, dalam memilih jalan hidup di dalam masyarakat kelak bagi para santri, dengan berjiwa besar dan optimis dalam mengahadapi kehidupan. Kebebasan itu bahkan sampai kepada bebas dari pengaruh asing. (di sinilah harus dicari sejarah pondok pesantren yang mengisolisir diri dari kehidupan al barat yang dibawa oleh penjajah).
Hanya saja dalam kebebasan sering kali kita temui unsur-unsur negatif yaitu apabila kebebasan disalahgunakan, sehingga terlalu bebas (liberal) sehingga kehilangan arah dan tujuan atau prinsip.
48
Sebaliknya ada pula yang terlalu bebas (untuk tidak dipengaruhi), berpegang teguh pada tradisi yang dianggap paling baik sendiri, yang pernah menguntungkan pada zamannya, sehingga tidak hendak menoleh ke arah keadaan sekitarnya dengan perubahan zaman nya dan tidak memperhitungkan masa depannya. Akhirnya tidak bebas lagi, karena mengkaitkan diri kepada yang diketahui itu saja.
Maka kebebasan ini harus dikembalikan kepada aslinya yaitu di dalam garis-garis disiplin yang positif, dengan penuh tanggung jawab, baik di dalam kehidupan pondok pesantren itu sendiri, maupun dalam kehidupan masyarakat. Jiwa yang menguasai suasana kehidupan pondok pesantren itulah yang dibawa oleh santri sebagai bekal pokok dalam kehidupannya di dalam masyarakat.
Dan jiwa pondok pesantren inilah yang harus senantiasa di hidup-hidupkan, di pelihara dan dikembangkan sebaik-baiknya.
4. Tujuan Pondok Modern Al-Islam a. Tujuan Pengembangan
1) Terwujudnya Pondok Modern Al-Islam yang professional dalam mencerdaskan bangsa dan
49 mempersiapkan manusia yang mutafaqqih fi ad- Din al-‘Amilin dengan sistem manajemen yang profesional
2) Meningkatkan peran aktif Pondok Modern dalam proses pembangunan kualitas sumber daya manusia b. Bidang Pengembangan
1) Peningkatan Kualitas Pendidikan
a) Pengembangan skill dasar kecerdasan siswa dengan IQ, EQ dan SQ
b) Pengembangan kurikulum serta metode pengajaran yang berorientasi pada kurikulum berbasis kompetensi (KBK), manajemen berbasis sekolah (MBS), dan kurikulum berbasis kontekstual
c) Peningkatan kualitas tenaga edukatif dan administrasi serta kualitas disiplin pengawasan.
2) Pengembangan Sarana dan Prasarana
a) Pengembangan dan perluasan ruang belajar mengajar
b) Penyediaan sarana dan prasarana perkantoran c) Pengembangan laboratorium bahasa arab dan
inggris serta perpustakaan
50
d) Pengembangan alat-alat binaan minat dan bakat santri baik seni, bahasa maupun olahraga
5. Keadaan Asatidz dan Karyawan
Pondok Modern Al-Islam Nganjuk pada perkembangannya memiliki 51 Asatidz dan Ustaadzat.
Berdasarkan hasil interview dan observasi yang peneliti lakukan, keadaan Asatidz dapat dilihat dari segi pendidikan yang mereka miliki sangat menunjang proses pendidikan di Pondok Modern Al-Islam Nganjuk.
Menurut mereka pengabdian mereka sebagai Asatidz/ustadzat adalah pekerjaan yang sangat mulia dan mereka dalam mengajar sesuai dengan latar belakang.
Pendidikan mereka sebelumnya, ini sangat menunjang upaya mencapai tujuan pendidikan di Pondok Modern Al-Islam Nganjuk.
6. Keadaan Santri Putri
Selalu berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dalam hal ini lembaga memperhatikan keadaan santri.
Untuk mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, maka dalam penerimaan santri baru Pondok Modern Al-Islam dilakukan dengan cara selektif.
Dalam penerimaan santri baru pihak pondok mengadakan seleksi bagi calon santri baru yang akan masuk dalam
51 sekolah tersebut. Hal ini dilakukan agar kualitas dari tiap lulusan baik.
Sedangkan mendisiplinkan santri dalam proses belajar mengajar, setiap hari melakukan pencatatan kehadiran santri yang dilakukan oleh ustadz/ustadzah yang mengajar pertama kali setiap masuk kelas. Sehingga apabila ada santri yang tidak mengikuti pelajaran dapat diketahui.
Selain itu juga adanya pembinaan tata tertib santri harus menaati dan memenuhi tata tertib tersebut yang telah ditetapkan pondok. Pada Tahun ajaran 2016/2017 santri putri yang belajar di pondok Modern Al-Islam Nganjuk dan mengikuti kegiatan keagamaan secara aktif berdasarkan rekapitulasi berjumlah 141 santri putri.
7. Sarana dan Prasarana
Kondisi sebenarnya mengenai sarana dan prasaran adalah sebagai berikut:
a. Sarana pembelajaran yang sudah ada dapat digunakan secara maksimal
b. Lab Bahasa belum bisa dimanfaatkan secara maksimal karena peralatannya yang kurang lengkap
c. Buku-buku paket dari pemerintah baik dan Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama sudah
52
dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa meskipun jumlahnya belum mencukupi
d. Masjid/sarana ibadah sudah ada dan sudah dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan antara lain untuk sholat jama’ah, membaca al-Qur’an, Muhadlarah dan kegiatan keagamaan lainnya.
8. Sistem Pendidikan
1. Full day School untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI)
2. Lembaga ini berbentuk pesantren dengan pengawasan 24 Jam
3. Lama pendidikan 6 tahun bagi lulusan SD/MI dan 3 bagi lulusan SMP/Mts
4. Pondok Modern AL-ISLAM mempergunakan kurikulum perpaduan antara kurikulum pondok modern, Pondok Salafiyah, DIKNAS/KEMENAG.
9. Kegiatan Ekstrakulikuler
Kegiatan yang Wajib diikuti Santri :
a. Program wajib berbahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa percakapan di dalam dan luar Pondok
b. Muhadharah (kegiatan pelatihan berpidato, bercerita dan puisi dengan berbahasa)
c. Organisasi Pelajar Pondok Modern AL-ISLAM
53 d. Kepramukaan dan PMR (Palang Merah Remaja) e. Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi calon Pembina
Pramuka
f. Brigade Penolong (BP) g. Enterpreneurship Study h. Kursus Komputer
i. Diklat Pers dan Jurnalistik
j. Olahraga yang meliputi sepak bola, bola voli, tenis meja, bulu tangkis, dll
k. Praktik Mengajar bagi kelas enam.
10. Kegiatan Muhadhrah
Muhadharah merupakan salah satu kegiatan pondok yang memiliki beragam kegiatan, antara lain:
kegiatan berpidato, kegiatan qiro’at, kegiatan Muthala’ah dan lain-lain, semua kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali potensi para santri yang terpendam, menambah wawasan, melatih mental, serta meningkatkan kemampuan berbahasa.
Di dalam kegiatan Muhadlarah ada beberapa kegiatan pilihan yaitu:
54
a. Kegiatan berpidato
Banyak definisi atau pengertian yang dilontarkan oleh berbagai pemikir tentang Rhetorika.
Salah satu diantaranya adalah arti Rhetorika versi De Vinne berkata: “Rhetorika merupakan study tentang unsur-unsur, seperti susunan atau gaya bahasa, yang digunakan dalam tulisan dan pembicaraan;…. Seni pengungkapan maksud efektif dan penggunaan bahasa yang persuasif”.
Sedang pidato menurut pengertian Vinne adalah
“seni atau proses melakukan pembicaraan di hadapan kelompok pendengar”.
Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pidato merupakan pengetahuan teramat canggih dalam hal berbicara di hadapan khalayak ramai dengan maksud dan tujuan tertentu.
Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pidato adalah suatu kegiatan mengungkapkan dan membicarakan pesan atau pemikiran tertentu di muka umum dengan maksud dan tujuan tertentu.
55 b. Kegiatan qiro’atul qur’an dan tarjamahnya
Qiro’ah (seni baca al-Qur’an) adalah bacaan al- Qur’an yang bertajwid diperindah oleh irama dan lagu. Sedangkan tarjamah berasal dari bahasa Arab, Tarjamah atau turjumah, yang berarti: menyampaikan perkataan kepada orang yang belum mengetahuinya, menjelaskan perkataan dengan bahasa aslinya, menjelaskan perkataan dengan bahasa lain, mengalihkan bahasa satu kepada bahasa lain. Tetapi secara kebiasaan tarjamah biasa dipahami dengan makna yang ke-empat yakni mengalihkan bahasa satu ke bahasa lain. Dengan demikian, tarjamah secara terminologi dapat didefinisikan dengan, mengungkapkan makna sebuah perkataan dari bahasa asal ke bahasa lain dengan tetap memerhatikan semua makna dan maksud yang terkandung dalam bahasa asalnya.
c. Kegiatan bercerita
Bercerita adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang secara lisan kepada orang lain dengan alat atau tanpa alat tentang apa yang harus disampaikan dalam bentuk pesan, informasi atau hanya sebuah dongeng yang untuk didengarkan dengan rasa
56
menyenangkan oleh karena orang yang menyajikan cerita tersebut menyampaikan dengan menarik.
Bercerita adalah penyampaian atau penyajian materi pembelajaran secara lisan dalam bentuk cerita dari guru kepada anak didik Taman Kanak-kanak.
Oleh karena itu materi yang disampaikan berbentuk cerita yang awal dan akhirnya hubungan erat dalam kesatuan yang utuh, maka cerita tersebut harus dipersiapkan terlebih dahulu. Pada dasarnya, metode bercerita ini padanan dari metode ceramah, dengan kata lain untuk anak usia dini Taman Kanak-kanak dipergunakan istilah metode cerita sedangkan untuk anak usia sekolah dan orang dewasa menggunakan istilah metode ceramah.
d. Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu jenis sastra yang bahsa di dalamnya terikat oleh irama, serta penyusunan larik dan bait. Ketika seorang akan membawakan sebuah puisi yang bagus maka harus di mengerti terlebih dahulu tentang isinnya. Di pondok Modern al-Islam tersebut membaca puisi dengan berbagai bahasa di antaranya bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahasa unggris dan bahasa Jawa. Membaca puisi ini adalah
57 bagian menarik di dalam kegiatan Muhadhrah karena menggunakan berbagai bahasa dan gerakan serta intonasi yang sangat menarik.
B. Deskripsi Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan angket yang disebarkan pada responden berdasarkn sampel. Kemudian data yang diperoleh itu diolah dalam bentuk tabel deksripsi prosentase dengan menggunakan rumus:
P : x 100%
Keterangan:
P : Prosentase F : Frekuensi
N : Jumlah Responden
Hasil angket dimasukkan dalam tabulasi yang merupakan proses mengubah data instrument pengumpulan data (angket) menjadi tabel angka prosentase.
58
1. Deskripsi Varibel program kegiatan Muhadharah Tabel 1
Senang dengan adanya program kegiatan Muhadharah
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dengan penyebaran angket frekuensi jawaban 55% responden menjawab sangat setuju, 45% responden menjawab setuju, 0% responden menjawab tidak setuju dan 0%
responden menjawab sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar santriwati pndok modern Al-Islam senang dengan adanya program kegiatan Muhadharah.
No Kategori F Prosentasi %
1.
2.
3.
4.
Sangat Setuju Setuju
Tidak Setuju Sangat tidak setuju
18 15 0 0
55%
45%
0 0
Jumlah 33 100%
59 Tabel 2
Kegiatan Muhadharah adalah kegiatan yang sangat penting
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dengan penyebaran angket frekuensi jawaban 79% responden menjawab sangat setuju, 21% responden menjawab setuju, 0% responden menjawab tidak setuju dan 0%
responden menjawab sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat setuju dengan pernyataan tersebut.
No Kategori F Prosentasi %
1.
2.
3.
4.
Sangat Setuju Setuju
Tidak Setuju Sangat tidak setuju
26 7 0 0
79%
21%
0 0
Jumlah 33 100%
60
Tabel 3
Program kegiatan Muhadharah melatih mental Santriwati dalam berbicara di depan umum
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dengan penyebaran angket frekuensi jawaban 85% responden menjawab sangat setuju, 15% responden menjawab setuju, 0% responden menjawab tidak setuju dan 0%
responden menjawab sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat setuju dengan pernyataan tersebut.
No Kategori F Prosentasi %
1.
2.
3.
4.
Sangat Setuju Setuju
Tidak Setuju Sangat tidak setuju
28 5 0 0
85%
15%
0 0
Jumlah 33 100%
61 Tabel 4
Pelatihan kegiatan Muhadharah yang di adakan Pondok sangat membantu Santriwati dalam berbicara bahasa
Arab
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dengan penyebaran angket frekuensi jawaban 76% responden menjawab sangat setuju, 24% responden menjawab setuju, 0% responden menjawab tidak setuju dan 0%
responden menjawab sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat setuju dengan pernyataan tersebut.
No Kategori F Prosentasi %
1.
2.
3.
4.
Sangat Setuju Setuju
Tidak Setuju Sangat tidak setuju
25 8 0 0
76%
24%
0 0
Jumlah 33 100%
62
Tabel 5
Muhadharah menambah banyak kosa-kata baru dalam berbicara Bahasa Arab
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dengan penyebaran angket frekuensi jawaban 48% responden menjawab sangat setuju, 52% responden menjawab setuju, 0% responden menjawab tidak setuju dan 0%
responden menjawab setuju. Hal ini menunjukkkan bahwa sebagian besar responden setuju dengan pernyataan tersebut.
No Kategori F Prosentasi % 1.
2.
3.
4.
Sangat Setuju Setuju
Tidak Setuju Sangat tidak setuju
16 17 0 0
48%
52%
0 0
Jumlah 33 100%
63 Tabel 6
Kegiatan Muhadharah melatih Santruwati untuk menyusun teks pidato Bahasa Arab dengan baik dan
benar.
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dengan penyebaran angket frekuensi jawaban 52% responden menjawab sangat setuju, 45% responden menjawab setuju, 0% responden menjawab tidak setuju dan 0%
responden menjawab setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat setuju dengan pernyataan tersebut.
No Kategori F Prosentasi %
1.
2.
3.
4.
Sangat Setuju Setuju
Tidak Setuju Sangat tidak setuju
17 15 0 0
52%
45%
0 0
Jumlah 33 100%
64
Tabel 7
Kegiatan Muhadharah membuat Santriwati senang dengan Bahasa Arab.
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dengan penyebaran angket frekuensi jawaban 67% responden menjawab sangat setuju, 27% responden menjawab setuju, 0% responden menjawab tidak setuju dan 0%
responden menjawab setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat setuju dengan pernyataan tersebut.
No Kategori F Prosentasi %
1.
2.
3.
4.
Sangat Setuju Setuju
Tidak Setuju Sangat tidak setuju
22 9 0 0
67%
27%
0 0
Jumlah 33 100%
65 Tabel 8
Nilai Bahasa Arab menjadi Bagus karena adanya kegiatan Muhadharah
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dengan penyebaran angket frekuensi jawaban 18% responden menjawab sangat setuju, 70% responden menjawab setuju, 4% responden menjawab tidak setuju dan 0%
responden menjawab setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden setuju dengan pernyataan tersebut.
No Kategori F Prosentasi %
1.
2.
3.
4.
Sangat Setuju Setuju
Tidak Setuju Sangat tidak setuju
6 23
4 0
18%
70%
12%
0
Jumlah 33 100%