Kinerja Pembiayaan Keuangan Berkelanjutan
Uraian Satuan 2022 2021 2020
Jumlah produk yang memenuhi kategori kegiatan usaha berkelanjutan
1. Penghimpunan dana Jumlah Produk - - -
2. Penyaluran dana*) Jumlah Produk 2 3 1
Total aset produktif kegiatan usaha berkelanjutan 3. Total Pembiayaan Kategori Kegiatan usaha
Berkelanjutan Rp miliar 183.225 159.486 127.626
4. Total Pembiayaan Kategori Non-Kegiatan
Usaha Berkelanjutan Rp miliar 536.906 484.856 446.964
Total Portofolio Kredit & Obligasi Korporasi Rp miliar 720.131 644.342 574.590 Persentase total kredit/pembiayaan
kegiatan usaha berkelanjutan terhadap total kredit/pembiayaan bank
% 25,4 24,8 22,2
Keterangan:
Portofolio pembiayaan KKUB per 31 Desember 2020 dan 2021 disajikan kembali untuk menyesuaikan dengan hasil identifikasi portofolio pembiayaan KKUB per 31 Desember 2022. Aset produktif terdiri dari pembiayaan pada Kredit dan Obligasi Korporasi (Induk Perusahaan)
*) Produk yang digunakan untuk penyaluran dana KKUB diintegrasikan dengan produk kredit yang sudah ada di BCA.
Komposisi Outstanding Portofolio Kredit KKUB berdasarkan Segmen Usaha [FS6]
Uraian 2022 2021 2020
Rp miliar % Rp miliar % Rp miliar %
Portofolio KUBL 80.909 44,2 71.280 44,7 50.452 39,5
- Korporasi 78.903 43,1 70.052 43,9 49.431 38,7
- Komersial 1.354 0,7 1.208 0,8 1.020 0,8
- Konsumer 274 0,2 20 0,0 0 0,0
- Obligasi Hijau 379 0,2 0 0,0 0 0,0
Portofolio kredit UMKM 102.316 55,8 88.206 55,3 77.174 60,5
Total Portofolio KKUB 183.225 100,0 159.486 100,0 127.626 100,0
Keterangan:
Portofolio pembiayaan KKUB per 31 Desember 2020 dan 2021 disajikan kembali untuk menyesuaikan dengan hasil identifikasi portofolio pembiayaan KKUB per 31 Desember 2022. Aset produktif terdiri dari pembiayaan pada Kredit dan Obligasi Korporasi (Induk Perusahaan) Produk yang digunakan untuk penyaluran dana KKUB diintegrasikan dengan produk kredit yang sudah ada di BCA.
KKUB = Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan KUBL = Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan
Portofolio KKUB tahun 2022 sebesar Rp183,2 triliun atau meningkat 14,9% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp159,5 triliun. Portofolio kredit KKUB terdiri atas KUBL sebesar 44,2%. Total portofolio kredit KKUB setara dengan 25,4% dari total portofolio tahun 2022. Persentase tersebut melebihi dari target pertumbuhan pembiayaan KKUB pada 2022 yang sebesar 7%. [FS10]
59
Laporan Keberlanjutan 2022
Sekilas tentang Laporan Keberlanjutan
Dampak
Budaya Keberlanjutan Berkarya Memberi Nilai
Penjelasan terkait portofolio kredit secara keseluruhan yang dibagi berdasarkan sektor usaha, dan segmen (korporasi, komersial & UKM, dan konsumer) dapat dilihat secara lengkap pada Laporan Tahunan 2022.
[FN-CB410A.1, FN-CB-000.B]
Portofolio Kredit KUBL Berdasarkan Sektor Usaha (Rp miliar) [FS6, FS8]
Jenis Usaha Berwawasan lingkungan 2022 2021 2020
Energi Terbarukan 2.094 2.334 4.643
Efisiensi Energi - 182 441
Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan
yang Berkelanjutan 66.146 57.910 31.761
Transportasi Ramah Lingkungan 6.948 5.987 8.589
Pengelolaan Air dan Air Limbah yang Berkelanjutan 818 885 1.014
Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber Daya dan
Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi (Eco-efficient) 4.448 3.901 3.925
Bangunan Berwawasan Lingkungan yang Memenuhi Standar atau
Sertifikasi yang Diakui Secara Nasional, Regional, atau Internasional 77 81 77 Kegiatan Usaha dan/atau Kegiatan yang Berwawasan Lingkungan
Lainnya 379 - -
Total 80.909 71.280 50.452
Keterangan:
Portofolio pembiayaan KUBL 31 Desember 2021 disajikan kembali untuk menyesuaikan dengan hasil identifikasi portofolio pembiayaan KKUB per 31 Desember 2022.
Pembiayaan Energi Terbarukan
BCA aktif dalam membiayai sektor energi terbarukan, antara lain proyek pembangkit listrik tenaga surya, air, minihidro, biogas, dan biomassa. Sebagai upaya untuk mendukung usaha pemerintah dalam penggunaan energi alternatif ramah lingkungan agar target penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23%
di tahun 2025 tercapai, BCA turut serta dalam pembiayaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target pemasangan photovoltaic (PV) berkapasitas sekurang-kurangnya 200 MWp. Adapun proyek tersebut berada di Pulau Jawa dan Kepulauan Riau (Batam).
BCA senantiasa mendukung pengembangan energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan.
PT Bank Central Asia Tbk
60
Keberlanjutan di BCA
Ikhtisar Aspek Keberlanjutan Perbankan yang
Bertanggung Jawab
Pembiayaan Sektor Sumber Daya Alam Hayati Berkelanjutan
BCA memiliki cukup banyak debitur dengan jenis usaha pengelolaan sumber daya alam hayati. KUBL didominasi oleh sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan. Pada 2022, total pembiayaan ke sektor ini mencapai Rp66,2 triliun. Debitur yang termasuk dalam kategori ini salah satunya adalah usaha perkebunan kelapa sawit yang telah memiliki sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). BCA juga sudah memiliki kebijakan untuk mengawasi dan mengelola portofolio kredit di sektor kelapa sawit, yaitu Surat Keputusan Direksi No. 268/SK/DIR/2021 tanggal 31 Desember 2021 perihal Kebijakan Pembiayaan Perkebunan dan Industri Kelapa Sawit untuk mencegah pemberian pembiayaan untuk calon debitur yang melakukan deforestasi dan pelanggaran HAM. Selain perkebunan kelapa sawit, BCA juga mengklasifikasikan usaha debitur di sektor perkebunan kayu yang memiliki sertifikat usaha berkelanjutan.
Pembiayaan pada Perusahaan Industri Kelapa Sawit yang Bersertifikasi [FS10, FS11]
Status Sertifikasi ISPO & RSPO
2022 2021 2020
Jumlah
Perusahaan Outstanding
(Rp miliar) Jumlah
Perusahaan Outstanding
(Rp miliar) Jumlah
Perusahaan Outstanding (Rp miliar)
Tersertifikasi ISPO 30 11.846 25 9.659 28 7.749
Tersertifikasi RSPO 16 19.848 15 19.624 12 8.208
Tersertifikasi ISPO dan RSPO 13 7.728 13 6.088 8 5.810
TOTAL 59 39.422 53 35.371 48 21.767
Keterangan:
Seluruh perusahaan yang memperoleh sertifikasi merupakan debitur korporasi, berjumlah 59 perusahaan atau sekitar 65,6% dari total debitur korporasi dengan outstanding 68,1% dari total outstanding yang bergerak di sektor Perkebunan Kelapa Sawit dan Industri Minyak Kelapa Sawit.
1 Perusahaan pengolahan kopi/
coklat berserifikat UTZ
1
perusahaan3 Perusahaan kelapa sawit bersertifikat ISPO dan/atau RSPO
59
perusahaan2 Perusahaan pengolahan kayu/
hutan bersertifikat FSC
3
perusahaanPembiayaan Infrastruktur [203-1, 203-2]
BCA berkontribusi untuk memberikan dampak ekonomi tidak langsung kepada masyarakat, salah satunya melalui pembiayaan infrastruktur di Indonesia. BCA memberikan pembiayaan untuk proyek jalan tol, kelistrikan, kereta api, menara telekomunikasi, bandara dan pelabuhan, serta air minum dan sanitasi yang bersifat komersial. Pada 2022, total penyaluran kredit untuk infrastruktur, termasuk kredit nontunai, mencapai Rp56,2 triliun atau meningkat 2,4% dari tahun 2021.
61
Laporan Keberlanjutan 2022
Sekilas tentang Laporan Keberlanjutan
Dampak
Budaya Keberlanjutan Berkarya Memberi Nilai
Pembiayaan Infrastruktur (Rp miliar) [FS6]
Uraian 2022 2021 2020
Jalan Tol 1.248 889 3.780
Kelistrikan 2.019 1.945 1.690
Kereta Api 2.667 2.318 1.955
Bandara dan Pelabuhan Eksekutif 2.759 2.760 2.855
Air dan Sanitasi 818 892 1.014
Total 9.510 8.804 11.295
Keterangan:
Data per 31 Desember 2020 dan 2021 disajikan kembali untuk menyesuaikan dengan hasil identifikasi portofolio 31 Desember 2022
Pembiayaan Infrastruktur (termasuk Kredit NonTunai)
Sektor 2022 2021 2020
Rp miliar % Rp miliar % Rp miliar %
- Jalan Tol 28.955 51,5 24.171 44,0 17.293 38,0
- Kelistrikan 10.510 18,7 10.170 18,5 14.498 31,9
- Kereta Api 3.365 6,0 4.067 7,4 3.353 7,4
- Menara Telekomunikasi 9.553 17,0 12.591 22,9 6.408 14,1
- Bandara dan Pelabuhan 2.890 5,1 2.897 5,3 2.904 6,4
- Air Minum dan Sanitasi 906 1,6 986 1,8 1.014 2,2
Portofolio Pembiayaan Infrastruktur (termasuk Kredit Nontunai)
56.179 100,0 54.882 100,0 45.470 100,0
Portofolio Pembiayaan Sektor Kelistrikan Berwawasan LST Berdasarkan Wilayah (Rp miliar) [FS6]
Uraian 2022 2021 2020
Sumatera 1.085 1.141 1.103
Jawa 494 546 353
Nusa Tenggara 45 73 49
Sulawesi 53 81 54
Kalimantan 92 104 131
Total 1.769 1.945 1.690
Keterangan:
Total pembiayaan 2022 tidak termasuk obligasi sebesar Rp250 miliar