Menurut Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 beban pencemaran adalah jumlah suatu pencemar yang terkandung di dalam air atau air limbah.Menurut Djabu (1999) beban pencemaran adalah bahan pencemar dikalikankapasitas aliran air yang mengandung bahan pencemar, artinya adalah jumlah berat pencemar dalam satuan waktu tertentu, misalnya kg/hari. Istilah beban pencemaran dikaitkan dengan jumlah total pencemar atau campuran pencemar yang masuk ke dalam lingkungan (langsung atau tidak langsung) oleh suatu industri atau kelompok industri pada areal tertentu dalam periode waktu tertentu. Pada kasus limbah rumah tangga dan kota, istilah beban pencemaran berkaitan dengan jumlah total limbah yang masuk ke dalam lingkungan (langsung atau tidak langsung dari komunitas kota selama periode waktu tertentu (Djajadiningrat dan Amir, 1991).
Beban pencemaran di wilayah kajian yang mempengaruhi kondisi sungai Cikaranggelam didekati melalui perhitungan potensi beban pencemaran (PBP) yang di inventarisasi dan diidentifikasi dari sumber-sumber pencemar baik point source dan non point source.
Gambar 4. 1. Peta Daerah aliran sungai Cikaranggelam Kabupaten Karawang
Dari ilustrasi Gamar 4.1 Selanjutnya Tabel 4.1 menjelaskan pembagian Sub Daerah Aliran Sungai Cikaranggelam.
Tabel 4. 1 Sub Daerah Aliran Sungai Cikaranggelam
Subdas Luas(Ha) Aliran Sungai
Cikaranggelam A 3.072,89 S. Cikaranggelam, K.Waringin, K. Bawah, S. Cijalu Cikaranggelam B 878,18 K.Pagadungan
Cikaranggelam C 1.499,59 S.Cigelam
Cikaranggelam D 1.937,95 Wilayah Pengaliran Drainase kec. Cikampek Sub Daerah Aliran Sungai Cikaranggelam Cikaranggelam terbagi menjadi 4 sub DAS atau anak sungai yang meliputi sub DAS Cikaranggelam, Kali Waringin, Kali Bawah dan Cijalu yang memiliki luas 3.072,89 ha dan melintasi 4 kecamatan antara lain Cikampek (9 desa), Kotabaru(2 desa), Purwasari (2 desa) dan Tirtamulya (4 desa), sub DAS kedua adalah sub DAS Pagadungan yang mempunyai luas 878,18 ha dan melintasi 2 kecamatan yaitu Cikampek dan Purwasari, selanjutnya adalah sub DAS Cikaranggelam yang mempunyai luas 1.499,59 ha dan melintasi 1 kecamatan saja yaitu Cikampek dan sub DAS terakhir adalah sub DAS wilayah pengaliran Drainase kecamatan Cikampek yang memiliki luas 1.937 ha dan melintasi 1 desa saja yaitu Kamojing.
Hasil perhitungan total Potensi Beban Pencemaran di wilayah kajian menggambarkan besaran beban pencemar BOD, COD dan TSS. Dalam kajian ini potensi beban pencemar yang diinvrntarisasi meliputi sumber pencemar yang berasal dari rumah tangga, industri, pertanian, peternakan dan sampah. Berikut adalah hasil rekapitulasi perhitungan potensi beban pencemaran yang berada di wilayah kajian, selengkapnya disajikan dalam Tabel 4.2 dan Tabel 4.3.
Tabel 4.2. Total Potensi Beban Pencemaar DAS Cikaranggelam
Sumber: Hasil Perhitungan, 2016.
Berdasarkan data tabel di atas, diketahui bahwa sumber beban pencemaran BOD, COD dan TSS yang besar di DAS Cikaranggelam berasal dari sektor industri dan rumah tangga, yang ke tiga adalah pertanian. Beban pencemaran rumah tangga parameter BOD sebesar 2.416,09 Kg/hari, COD sebesar 5.883,55 kg/hari dan TSS 2.837,74 kg/hari, sedangkan di sektor industri pada DAS Cikaranggelam nilai BOD sebesar 1.190,63 kg/hari, COD sebesar 4.146,48 kg/hari dan TSS sebesar 2.014,79 kg/hari . Kontribusi beban pencemar dari peternakan dan rumah sakit tergolong kecil yaitu < 1% untuk parameter kunci BOD, COD dan TSS.
Para meter (kg/hari)
Potensi Beban Pencemaar (kg/hari) Industri Rumah
Sakit Rumah
Tangga Sampah Pertani
an Lahan
Terbangun Peternak
an Total
BOD 1.190,63 1,86 854,14 10,80 210,61 144,10 3,95 2.416,09
COD 4.146,48 2,18 1.174,44 14,85 315,92 216,16 13,52 5.883,55
TSS 2.014,79 0,68 811,43 10,26 0,57 0,00 0,00 2.837,74
Tabel 4. 3 Potensi Beban Pencemar di Daerah Aliran Sungai Cikaranggelam
Industri Rumah Sakit
Rumah
Tangga Sampah Pertanian Lahan
Terbangun Peternakan
BOD 1.101,08 1,86 700,18 8,89 184,38 100,08 3,38 2.099,85
COD 3.959,43 2,18 962,75 12,22 276,58 150,12 11,42 5.374,69
TSS 1.972,54 0,68 665,17 8,44 0,46 2.647,30
BOD 153,96 1,91 25,48 34,94 0,56 216,86
COD 211,70 2,63 38,22 52,40 2,10 307,06
TSS 146,26 1,82 0,09 148,18
BOD 0,47 0,00 0,00 0,47
COD 0,70 0,00 0,00 0,70
TSS 0,00 0,00
BOD 89,55 0,28 9,09 0,00 98,91
COD 187,05 0,41 13,63 0,00 201,10
TSS 42,25 0,01 42,26
(A) Cikaranggelam, Kali Waringin, Bawah dan
Cijalu (B) Kali Pagadungan
[C] Cikaranggelam
(D) Wilayah Pengaliran Drainase Kec.
Cikampek
Parameter
(kg/hari) Total
Sub DAS
Potensi Beban Pencemaar (kg/hari)
Tabel 4.2, menjelaskan bahwa Sub DAS A merupakan wilayah yang menjadi fokus analisis perhitungan beban pencemaran untuk mengtahui daya tampung dan alokasi beban. Dan secara umum sektor rumah tangga mempunyai kontribusi yang nyata dam menyumbangkan potensi beban pencemar sungai Cikaranggelam. Berikut adal persentase potensi beban pencemar BOD, COD dan TSS secara umum dihitung berdasarkan wilayah Sub daerah aliran sungai, selengkapnya disajikan pada Gambar 4.2, Gambar 4.3 dan Gambar 4.4.
Gambar 4. 2. Potensi Beban Pencemar BOD di Daerah Aliran Sungai Cikaranggelam Potensi beban pencemar untuk parameter BOD sektor rumah tangga mempunyai persentase beban pencemarannya yaitu sebasar 35%, dan sektor industri yaitu sebesar 49% dan sektor pertanian adalah 9 %.
49%
0%
35%
1% 9% 6% 0%
Total Potensi Beban Pencemar BOD
Industri Rumah Sakit Rumah Tangga Sampah Pertanian Lahan Terbangun Peternakan
Gambar 4. 3 Potensi Beban Pencemar COD di Daerah Aliran Sungai Cikaranggelam Tidak jauh berbeda dengan Potensi beban pencemar untuk parameter COD sektor rumah tangga mempunyai persentase tertinggi dalam memberikan beban pencemarannya yaitu sebasar 71%, selanjutnya adalah industri yaitu sebasar 20% dan sektor pertanian adalah 5%.
Gambar 4. 4 Potensi Beban Pencemar TSS di Daerah Aliran Sungai Cikaranggelam Potensi beban pencemar untuk parameter TSS tidak jauh berbeda dengan Potensi beban pencemar BOD dan COD. sektor industri mempunyai persentase tertinggi dalam memberikan beban pencemarannya yaitu sebasar 71%, selanjutnya adalah rumah tangga yaitu sebasar 29%.
71%
0%
20%
0% 5% 4% 0%
Total Potensi Beban Pencemar COD
Industri Rumah Sakit Rumah Tangga Sampah Pertanian Lahan Terbangun Peternakan
0% 71%
29%
0% 0% 0% 0%
Total Potensi Beban Pencemar TSS
Industri Rumah Sakit Rumah Tangga Sampah Pertanian Lahan Terbangun Peternakan
Segmentasi sungai Cikaranggelam
Pada kajian ini pemilihan segmen atau segmen yang akan dihitung daya tampung dan alokasi beban pencemar adalah berdasarkan pertimbangan keberadaan potensi sumber pencemar dari sektor Industri dan keterbatasan sumberdaya dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
Pada sungai Cikaranggelam terbagi 4 segmen dimana pada segmen 1 memiliki panjang segmen 2,9 km yang melintasi 2 kecamatan yaitu Cikampek yang mencakup 3 desa dan Kotabari mencakup desa Sarimulya, segmen 2 memiliki panjang 2,71 melintasi kecamatan Cikampek mencakup 4 desa yaitu Cikampek Kota, Cikampek Selatan, Cikampek Timur dan Dawuan Tengah, segmen 3 mempunyai panjang 7,12 km melintasi 4 kecamatan yaitu Cikampek (6 desa), Kotabaru (1 desa), Purwasari (1 desa) dan Tirtamulya (2 desa) dan segmen 4 memiliki panjang 3,07 km dan melintasi 2 kecamatan yaitu Purwasari mencakup 2 desa dan Tirtamulya mencakup 3 desa.
Gambar 4. 5 Peta segmen sungai Cikaranggelam Kabupaten Karawang
Gambar 4. 6 Sketsa Segmen Sungai dan sebaran point source
Selanjutnya, berikut penjelasan kondisi dan pemanfaatan lahan eksisting di segmen sungai Cikaranggelam, (Tabel 4.4)
Tabel 4. 4. Karakteristik Segmentasi sungai Cikaranggelam Kabupaten Karawang Segmen Panjang
sungai (Km)
Titik Pantau
Wilayah administrasi
Pemanfatan lahan eksisting 1 2,90 1 Sarimulya, Kamojing Pemukiman, pertanian lahan
kering, sawah, perdagangan.
2 2,72 1 Cikampek Pusaka,
Cikampek Timur, Cikampek Kota dan cikampek Selatan
Pemukiman, Pertanian dan sawah, dagang dan jasa, Industri.
3 7,12 2 Dawuan Tengah,
Dawuan Timur dan Dawuan Barat
Pemukiman, Pertanian dan sawah, Industri, perdagangan.
4 3.01 1 Tirta Mulya, Purwasari Pertanian, Pemukiman Jumlah 15,81 5
Sumber: Analisis spasial, 2016.
Segmen 3 Segmen 2 Segmen 1
3,01Km 2,72 Km 2,90 Km
Segmen 4
7,12 Km
BOD COD TSS
1 PT Asietex Sinar Indopratama 15000 202,50 1.522,50 157,50
2 PT Asri Pancawarna 400 0,00 0,00 11,60
3 PT Bukit Indah Tirta Alam 5800 34,80 78,30 14,50
4 PT Clariant Kujang Catalyst 50 0,35 2,25 1,30
5 PT Graha Cemerlang Paper Utama 400 9,20 28,40 538,80
6 PT Indoraya Kimia 250 6,50 23,85 14,13
7 PT Indotaisei Indah Development 80.000 860 2.320 1.200
8 PT Knauff Gypsum Indonesia 5 1,56 4,37 0,35
9 PT Multi Nitrotama Kimia 480 0,00 15,96 23,36
10 PT Peroksida Indonesia 250 11,38 17,75 2,44
11 PT Pulau Intan Lestari 250 5,82 14,53 4,85
12 PT Pupuk Kujang 180,74 2,83 7,14 11,93
13 PT Selim Textile 3000 54,75 108,75 27,75
Total 1.189,69 4.143,80 2.008,50
Rumah Sakit
14 RS Karya Husada 5 0,11 0,10 0,07
15 RS Kujang 10 0,05 0,20 0,08
Total 0,16 0,30 0,15
Debit IPALASA
(m3/hari) Beban Pencemaran (kg/hari) No. Nama Lokasi (Point Source)
Segmen 1
BOD COD TSS
1 PT Chang Sin 20 0,83 2,43 6,08
2 RS Titian Bunda 15 1,15 1,51 0,08
Total 1,98 3,94 6,15
Debit IPALASA (m3/hari)
Beban Pencemaran (kg/hari) No. Nama Lokasi (Point Source)
Segmen 2
BOD COD TSS
1 PT Mega Karya Perkasa 8 0,11 0,25 0,22
2 RS Saraswati 9,6 0,48 0,36 0,42
Total 0,59 0,61 0,64
Nama Lokasi (Point Source)
No. Debit IPALASA
(m3/hari) Beban Pencemaran (kg/hari) Tidak ada Industri
Head Water Hilir
0 Km
Berdasarkan pembagian segmen tersebut, diperoleh hasil perhitungan beban pencemaran yang termasuk wilayah kajian teridentifikasi bahwa sektor rumah tangga dan sektor industri berkontribusi secara dominan dalam mempengaruhi kondisi sungai Cikaranggelam. Hasil selengkapnya disajikan pada Tabel 4.5 dan Gambar 4.7.
Tabel 4. 5 Total Potensi Beben pencemar di segmen sungai Cikaranggelam
Industri Rumah Sakit
Rumah
Tangga Sampah Pertanian Lahan
Terbangun Peternakan
BOD 0,83 1,15 118,13 1,50 28,83 20,54 3,02 174,01
COD 2,43 1,51 162,43 2,06 43,24 30,82 7,70 250,20
TSS 6,08 0,08 112,23 1,42 0,12 119,92
BOD 0,11 0,48 139,48 1,77 10,22 20,26 0,00 172,31
COD 2,43 0,36 191,79 2,43 15,33 30,38 0,00 242,73
TSS 0,22 0,42 132,51 1,68 0,03 134,85
BOD 1.189,69 0,16 291,81 3,70 38,67 30,94 0,06 1.555,03
COD 4.143,80 0,30 401,24 5,09 58,00 46,41 0,16 4.655,01
TSS 2.008,50 0,15 277,22 3,52 0,09 2.289,48
BOD 36,83 0,47 33,65 7,65 0,44 79,03
COD 50,64 0,64 50,47 11,47 1,08 114,30
TSS 34,99 0,44 0,07 35,50
1
2
3
4
Parameter (kg/hari)
Potensi Beban Pencemaar (kg/hari)
Total Segmen
Keterangan: TSS lahan terbangun dan peternakan tidak dihitung
Berdasarkan pada tabel di atas, dapat dilihat pada segmen 1 kontribusi tertinggi berada pada sektor Rumah Tangga dengan nilai BOD sebesar 118,13 kg/hari (67,89 %), COD sebesar 162,43 kg/hari (64,92 %) dan TSS sebesar 112,23 kg/hari (93,58 %), diurutan kedua ditempati sektor pertanian dan lahan terbangun dengan nilai BOD sebesar 28,83 kg/hari (16,57 %) dan 20,54 kg/hari (11,81 %).
Pada segmen 2 sektor Rumah Tangga masih menjadi kontributor tertinggi dengan nilai BOD sebesar 139,48 kg/hari (80,95 %), COD sebesar 191,79 kg//hari (79,01 %) dan TSS sebesar 132,51 kg/hari (98,26 %) dan sektor Lahan terbangun menempati urutan kedua dengan nilai BOD sebesar 20,26 kg/hari (11,76 %), COD sebesar 30,38 kg/hari (12,52 %).
Berbeda dengan segmen 1 dan 2, pada segmen 3, kegiatan Industri memberi kontribusi yang tinggi. Adapun PBP Industri pada segmen 3 yaitu BOD sebesar 1.189,69 kg/hari (76,51 %), COD sebesar 4.143,80 kg/hari (89,02 %) dan TSS sebesar 2.008,50 kg/hari (87,73 %) disusul oleh kegiatan Rumah Tangga dengan nilai BOD sebesar 291,81 kg/hari (18,77 %), COD sebesar 401,24 kg/hari (8,62 %) dan TSS sebesar 277,22 kg/hari (12,11 %).
Pada segmen 4, tidak terdapat kegiatan industri maupun rumah sakit, hal ini menjadikan kegiatan Rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan nilai BOD sebesar 36,83 kg/hari (46,60 %), COD 50,64 kg/hari (44,31 %) dan TSS sebesar 34,99 kg/hari (98,55 %).
Secara grafik Total Potensi Beben pencemar di segmen sungai Cikaranggelam disajikan pada Gambar 4.7.
Gambar 4. 7 Rekapitulasi Potensi Beban Pencemar di Sungai Cikaranggelam 4.1. Potensi Beban Pencemar Industri dan Rumah Sakit
Keberadaan sektor industri terkonsentarsi pada segmen Cikampek. Pada segmen ini terdapat satu kawasan industri yang disebut Kawasan Industri Kujang Cikampek (KIKC), dalam kawasan industri tersebut terdapat 15 industri. Industri tersebut membuang air limbahnya ke Sungai Cikaranggelam. Akan tetapi masih ada industri yang berada diluar kawasan ini. Inidustri yang berada di luar kawasan KIKC adalah PT. Asiatex Sinar Indopratama dan PT. Pulau Intan.
Berikut adalah hasil perhitungan potensi beban pencemaran yang berasal dari sektor industri dan rumah sakit (point source), selengkapnya disajikan dalam Tabel 4.6.
Industri Rumah Sakit Rumah
Tangga Sampah Pertanian Lahan
Terbangun Peternakan
BOD 1.190,63 1,79 586,26 7,44 111,36 79,39 3,53
COD 4.148,66 2,18 806,11 10,23 167,04 119,08 8,94
TSS 2.014,79 0,64 521,96 6,62 0,24
- 500,00 1.000,00 1.500,00 2.000,00 2.500,00 3.000,00 3.500,00 4.000,00 4.500,00
Kg/hari
Rekapitulasi Potensi Beban Pencemaran
Tabel 4. 6. Potensi beban pencemaran sektor industri dan rumah sakit per segmen Segmen 1
BOD COD TSS BOD COD TSS
1 PT Chang Sin Industri Aksesoris Sepatu Olahraga 42 122 304 20 0,83 2,43 6,08
2 RS Titian Bunda Pelayanan Kesehatan 77 101 5 15 1,15 1,51 0,08
Total 1,98 3,94 6,15
Segmen 2
BOD COD TSS BOD COD TSS
1 PT Mega Karya Perkasa Trafo Transformer 13 31 27 8 0,11 0,25 0,22
2 RS Saraswati Pelayanan Kesehatan 50 38 44 9,6 0,48 0,36 0,42
Total 0,59 0,61 0,64
Segmen 3
BOD COD TSS BOD COD TSS
1 PT Asietex Sinar Indopratama Tekstil 14 101,50 10,50 15000 202,50 1.522,50 157,50
2 PT Asri Pancawarna Keramik 29,00 400 0,00 0,00 11,60
3 PT Bukit Indah Tirta Alam Kawasan Industri 6 13,50 2,50 5800 34,80 78,30 14,50
4 PT Clariant Kujang Catalyst Katalis 7 45,00 26,00 50 0,35 2,25 1,30
5 PT Graha Cemerlang Paper Utama Kertas 23 71,00 1.347,00 400 9,20 28,40 538,80
6 PT Indoraya Kimia Kimia 26 95,42 56,50 250 6,50 23,85 14,13
7 PT Indotaisei Indah Development Kawasan Industri 11 29,00 15,00 80.000 860 2.320 1.200
8 PT Knauff Gypsum Indonesia Gipsum 312 873,25 69,75 5 1,56 4,37 0,35
9 PT Multi Nitrotama Kimia Asam Nitrat dan Amonium Nitrat 33,25 48,67 480 0,00 15,96 23,36 10 PT Peroksida Indonesia Kimia/Hidrogen Peroksida 46 71,00 9,75 250 11,38 17,75 2,44
11 PT Pulau Intan Lestari Tekstil 23 58,12 19,40 250 5,82 14,53 4,85
12 PT Pupuk Kujang Pupuk 16 39,51 66,00 180,74 2,83 7,14 11,93
13 PT Selim Textile Tekstil 18,25 36,25 9,25 3000 54,75 108,75 27,75
Total 1.189,69 4.143,80 2.008,50
Rumah Sakit
14 RS Karya Husada Pelayanan Kesehatan 22 21 13 5 0,11 0,10 0,07
15 RS Kujang Pelayanan Kesehatan 5 20 8 10 0,05 0,20 0,08
Total 0,16 0,30 0,15
Grand Total 1.192,41 4.150,84 2.015,44
Konsentrasi (mg/l) Debit IPALASA (m3/hari)
BP (kg/hari)
No. Debit IPALASA
(m3/hari)
BP (kg/hari) No. Nama Lokasi (Point Source) Jenis
No. Nama Lokasi (Point Source) Jenis Debit IPALASA
(m3/hari)
BP (kg/hari) Nama Lokasi (Point Source) Jenis Konsentrasi (mg/l)
Konsentrasi (mg/l)
Sebaran potensi beban pencemaran dari point source (industri dan rumah sakit) terkonsentarsi berada di segmen 3 yaitu BOD sebesar 1.189,85 kg/hari dan COD sebesar 4.144,11 kg/hari TSS sebesar 2.008,65 kg/hari. Berdasarkan tabel perhitungan di atas menunjukkan bahwa Industri pada segmen 1 dan memberikan kontribusi yang masih tergolong rendah karena pada segmen 1 dan 2 masing-masing terdapat hanya dua sumber pencemar tertentu yaitu pada segmen 1 dikontribusi oleh PT Chang Shin dan RS Titian Bunda dengan total beban pencemar parameter BOD sebesar 1,89 kg/hari, COD 3,94 kg/hari dan TSS 6,15 kg/hari. Sedangkan pada segmen 2 dikontribusi oleh PT Mega Karya Perkasa dan RS Saraswati dengan total beban pencemar BOD sebesar 0,59 kg/hari, nilai COD 0,61 kg/hari dan TSS 0,64 kg/hari.
Berbeda dengan ketiga segmen tersebut, pada segmen 4 tidak diidentifikasi adanya industri.
4.2. Potensi Beban Pencemar Rumah Tangga
Pencemaran air dari kegiatan domestik dan penggunaan barang konsumsi umumnya digolongkan sebagai sumber pencemar air tak tentu. Hal ini karena dari kegiatan domestik dan penggunaan barang konsumsi dapat menjadi sumber pencemar air khususnya pada tingkat lokal. Akan tetapi, sumber-sumber individual terlalu kecil atau terlalu banyak untuk diidentifikasi dan diukur sebagai sumber pencemar air tertentu yang terpisah dalam inventarisasi. Dengan demikian, dari kegiatan domestik dan penggunaan barang konsumsi yang secara khusus berasal dari sekumpulan kegiatan individu dalam suatu daerah, secara umum digolongkan sebagai sumber pencemar air tak tentu (diffused sources) dalam inventarisasi sumber pencemar air. Penduduk yang bermukim di daerah aliran sungai Cikaranggelam termasuk kawasan perkotaan yang menghasilkan polutan beban pencemar BOD, COD dan TSS.
Hasil perhitungan total potensi beban pencemaran di wilayah kajian menggambarkan besaran beban pencemar parameter BOD, COD dan TSS. Perhitungan potensi beban pencemaran yang bersumber dari sektor rumah tangga dilakukan dengan menggunakan data jumlah penduduk yang bersumber BPS dan peta penggunaan lahan.Berikut adalah hasil perhitungan potensi beban pencemaran yang beradal dari sektor rumah tangga, selengkapnya disajikan dalam Tabel 4.7.
Tabel 4. 7 Potensi beban pencemaran sektor rumah tangga
Segmen Kecamatan Desa Potensi Beban Pencemar (kg/hari)
BOD COD TSS
1 Cikampek
Cikampek Timur 25,42 34,95 24,15
Cikampekpusaka 37,70 51,84 35,82
Kamojing 31,98 43,97 30,38
Kotabaru Sarimulya 23,04 31,67 21,88
Total Seg 1 118,13 162,43 112,23
2 Cikampek
Cikampek Kota 8,07 11,09 7,66
Cikampek Selatan 83,51 114,83 79,34
Cikampek Timur 31,12 42,79 29,56
Dawuan Tengah 16,78 23,08 15,94
Total Seg 2 139,48 191,79 132,51
3 Cikampek
Cikampek Barat 53,18 73,12 50,52
Cikampek Kota 33,27 45,74 31,60
Cikampek Selatan 13,21 18,16 12,55
Dawuan Barat 1,95 2,69 1,86
Dawuan Tengah 131,99 181,48 125,39
Dawuan Timur 55,18 75,87 52,42
Kotabaru Cikampek Utara 3,04 4,18 2,89
Total Seg 3 291,81 401,24 277,22
4
Cikampek Dawuan Timur 0,30 0,42 0,29
Purwasari Tegalsari 8,12 11,16 7,71
Karangjaya 1,81 2,48 1,71
Karangsinom 26,61 36,58 25,28
Total Seg 4 36,83 50,64 34,99
Pada tabel di atas menunjukkan pada segmen 1 total potensi beban pencemar kegiatan Rumah Tangga untuk parameter BOD sebesar 118,13 kg/hari, pada segmen 2 nilai BOD sebesar 139,48 kg/hari, pada segmen 3 nilai BOD tertinggi sebesar 291,81 kg/hari dan pada segmen 4 nilai BOD sebesar 36,83 kg/hari. Nilai PBP tertinggi berada pada segmen 3.
4.3. Potensi Beban Pencemar Sampah
Berikut adalah hasil perhitungan potensi beban pencemaran yang berasal dari sektor sampah, selengkapnya disajikan dalam Tabel 4.8.
Hasil inventarisasi sektor sampah disajikanpada tabel sebagai berikut:
Tabel 4. 8 Potensi Beban Pencemaran per segmen sektor Sampah
Segmen Kecamatan Desa Potensi Beban Pencemaran (kg/hari)
BOD COD TSS
1 Cikampek
Cikampek Timur 0,32 0,44 0,31
Cikampekpusaka 0,48 0,66 0,45
Kamojing 0,41 0,56 0,39
Kotabaru Sarimulya 0,29 0,40 0,28
Total Seg 1 1,50 2,06 1,42
2 Cikampek
Cikampek Kota 0,10 0,14 0,10
Cikampek Selatan 1,06 1,46 1,01
Cikampek Timur 0,39 0,54 0,38
Dawuan Tengah 0,21 0,29 0,20
Total Seg 2 1,77 2,43 1,68
3 Cikampek
Cikampek Barat 0,67 0,93 0,64
Cikampek Kota 0,42 0,58 0,40
Cikampek Selatan 0,17 0,23 0,16
Dawuan Barat 0,02 0,03 0,02
Dawuan Tengah 1,67 2,30 1,59
Dawuan Timur 0,70 0,96 0,67
Kotabaru Cikampek Utara 0,04 0,05 0,04
Total Seg 3 3,70 5,09 3,52
4
Cikampek Dawuan Timur 0,00 0,01 0,00
Purwasari Tegalsari 0,10 0,14 0,10
Karangjaya 0,02 0,03 0,02
Karangsinom 0,34 0,46 0,32
Total Seg 4 0,22 0,31 0,21
Sumber: Hasil Perhitungan, 2016.
Pada tabel di atas menunjukkan pada segmen 1 total potensi beban pencemar kegiatan Sampah untuk parameter BOD sebesar 1,50 kg/hari, COD sebesar 2,06 kg/hari dan TSS 1,42 kg/hari, pada segmen 2 nilai BOD sebesar 1,77 kg/hari, COD sebesar 2,43 kg/hari dan TSS 1,68 kg/hari, pada segmen 3 nilai BOD tertinggi sebesar 3,70 kg/hari, COD sebesar 5,09 kg/hari dan TSS sebesar 3,52 kg/hari dan pada segmen 4 nilai BOD sebesar 0,22 kg/hari, COD sebesar 0,31 kg/hari dan TSS sebesar 0,21 kg/hari. Nilai PBP tertinggi berada pada segmen 3.
4.4. Potensi Beban Pencemar Pertanian
Berikut adalah hasil perhitungan potensi beban pencemaran yang beradal dari sektor pertanian , selengkapnya disajikan dalam Tabel 4.9.
Tabel 4. 9 Potensi Beban Pencemar kegiatan Pertanian per segmen di sungai Cikaranggelam
Segmen Kecamatan Desa
Potensi Beban Pencemar Pertanian kg/hari)
BOD COD TSS
1
Cikampek
Cikampek Selatan 0,00 0,00 0,00
Cikampek Timur 0,62 0,94 0,00
Cikampekpusaka 13,55 20,32 0,03
Dawuan Tengah 0,33 0,50 0,00
Kalihurip 0,41 0,61 0,02
Kamojing 10,95 16,42 0,05
Kotabaru Sarimulya 2,96 4,47 0,01
TOTAL 28,83 43,27 0,12
2 Cikampek
Cikampek Kota 0,00 0,00 0,00
Cikampek Selatan 2,76 4,15 0,01
Cikampek Timur 0,22 0,34 0,00
Cikampekpusaka 2,91 4,37 0,01
Dawuan Tengah 4,26 6,39 0,01
Kalihurip 0,06 0,09 0,00
TOTAL 10,22 15,33 0,03
3
Cikampek
Cikampek Barat 0,95 1,43 0,00
Cikampek Kota 0,00 0,00 0,00
Cikampek Selatan 0,25 0,37 0,00
Dawuan Barat 4,17 6,25 0,01
Dawuan Tengah 14,74 22,11 0,03
Dawuan Timur 16,91 25,36 0,04
Kotabaru Cikampek Utara 0,00 0,00 0,00
Purwasari Tegalsari 0,34 0,51 0,00
Tirtamulya Karangsinom 1,31 1,97 0,00
TOTAL 38,67 58,00 0,09
4
Cikampek Dawuan Timur 0,32 0,48 0,00
Purwasari Tegalsari 9,09 13,64 0,02
Tirtamulya Karangjaya 3,93 5,90 0,01
Karangsinom 20,30 30,45 0,04
TOTAL 33,65 50,47 0,07
Sumber : Hasil Perhitungan, 2016.
Hasil potensi beban pencemaran untuk kegiatan pertanian menunjukkanpada masing-masing segmen mempunyai nilai yang bervariasai. Pada segmen 1 nilai total PBP untuk parameter BOD sebesar 28,83 kg/hari, COD sebesar 43,27 kg/hari dan TSS 0,12 kg/hari, kecamatan Cikampek desa Cikampek Pusaka menyumbang BOD sebesar 13,55 kg/hari, pada segmen 2 menunjukkan nilai BOD sebesar 10,22 kg/hari, COD sebesar 15,33 kg/hari da TSS sebesar 0,03 kg/hari, sedangkan pada segmen 3 nilai PBP tertinggi dibandingkan segmen lainnya dengan nilai BOD sebesar 38,67 kg/hari, COD 58,00 kg/hari dan 0,09 kg/hari sementara nilai PBP pada segmen 4 untuk BOD sebesar 33,65 kg/hari, COD 50,47 kg/hari dan TSS sebesar 0,07 kg/hari.
4.5. Potensi Beban Pencemar Lahan Terbangun
Hasil inventarisasi dan identifikasi untuk kegiatan lahan terbangun disajikan pada tabel berikut.
Tabel 4.10 Potensi Beban Pencemaran Per Segmen Lahan Terbangun
Segmen Kecamatan Desa
Potensi Beban Pencemaran Lahan Terbangun (kg/hari)
BOD COD
1
Cikampek
Cikampek Selatan 0,00 0,00
Cikampek Timur 2,29 3,44
Cikampekpusaka 1,86 2,79
Dawuan Tengah 0,00 0,00
Kalihurip 4,58 6,87
Kamojing 8,00 12,00
Kotabaru Sarimulya 3,82 5,72
TOTAL 20,54 30,82
2 Cikampek
Cikampek Kota 1,29 1,94
Cikampek Selatan 6,38 9,57
Cikampek Timur 3,01 4,52
Cikampekpusaka 0,00 0,00
Dawuan Tengah 7,73 11,60
Kalihurip 1,84 2,76
TOTAL 20,26 30,38
3
Cikampek
Cikampek Barat 4,83 7,24
Cikampek Kota 5,26 7,89
Cikampek Selatan 1,14 1,71
Dawuan Barat 0,15 0,23
Dawuan Tengah 12,83 19,25
Dawuan Timur 6,42 9,63
Kotabaru Cikampek Utara 0,31 0,47
Purwasari Tegalsari 0,00 0,00
Tirtamulya Karangsinom 0,00 0,00
TOTAL 30,94 46,41
4
Cikampek Dawuan Timur 0,04 0,05
Purwasari Tegalsari 1,21 1,82
Tirtamulya Karangjaya 0,58 0,87
Karangsinom 5,82 8,73
TOTAL 7,65 11,47
Sumber: Hasil Perhitungan, 2016.
Pada tabel di atas menunjukkan pada segmen 1 total potensi beban pencemar Lahan terbangun untuk parameter BOD sebesar 20,54 kg/hari dan COD sebesar 30,82 kg/hari, pada segmen 2 nilai BOD sebesar 20,26 kg/hari dan COD sebesar 30,38 kg/hari, pada segmen 3 nilai BOD sebesar 30,94 kg/hari dan COD sebesar 46,41 kg/hari dan pada segmen 4 nilai BOD sebesar 7,65 kg/hari dan COD sebesar 11,47 kg/hari. Nilai Potensi Beban Pencemaran tertinggi berada pada segmen 3.
4.6. Potensi Beban Pencemar Peternakan
Berikut adalah hasil perhitungan potensi beban pencemaran yang beradal dari sektor peternakan , selengkapnya disajikan dalam Tabel 4.11.
Tabel 4. 11 Potensi Beban Pencemar per segmen di sungai Cikaranggelam
Segmen Kecamatan Desa
Potensi Beban Pencemar Peternakan (kg/hari)
BOD COD
1
Cikampek
Cikampek Selatan 0,00 0,00
Cikampek Timur 0,00 0,00
Cikampekpusaka 0,00 0,00
Dawuan Tengah 0,00 0,00
Kalihurip 0,00 0,00
Kamojing 0,00 0,00
Kotabaru Sarimulya 3,02 7,70
TOTAL 3,02 7,70
2 Cikampek
Cikampek Kota 0,00 0,00
Cikampek Selatan 0,00 0,00
Cikampek Timur 0,00 0,00
Cikampekpusaka 0,00 0,00
Dawuan Tengah 0,00 0,00
Kalihurip 0,00 0,00
TOTAL 0,00 0,00
3
Cikampek
Cikampek Barat 0,00 0,00
Cikampek Kota 0,00 0,00
Cikampek Selatan 0,00 0,00
Dawuan Barat 0,00 0,00
Dawuan Tengah 0,00 0,00
Dawuan Timur 0,00 0,00
Kotabaru Cikampek Utara 0,05 0,11
Purwasari Tegalsari 0,02 1,19
Tirtamulya Karangsinom 0,00 0,00
TOTAL 0,06 1,30
4
Cikampek Dawuan Timur 0,02 0,00
Purwasari Tegalsari 0,00 1,08
Tirtamulya Karangjaya 0,00 0,00
Karangsinom 0,00 0,00
TOTAL 0,02 1,08
Sumber: Hasil Perhitungan, 2016.
Hasil potensi beban pencemaran untuk kegiatan peternakan menunjukkanpada masing-masing segmen mempunyai nilai yang bervariasi. Pada segmen 1 nilai total PBP untuk parameter BOD sebesar 3,02 kg/hari dan COD sebesar 7,70 kg/hari, pada segmen 2 tidak dapat dianalisa sebab data ternak pada kecamatan Cikampek belum tersedia sedangkan pada segmen 3 nilai PBP nilai BOD sebesar 0,06 kg/hari dan COD 1,30 kg/hari sementara nilai PBP pada segmen 4 untuk BOD sebesar 0,02 kg/hari dan COD sebesar 1,08 kg/hari.