8%
11%
81%
Kendaraan Pribadi Truk Angkutan Barang Bis
Tabel 43 Sarana Transportasi antar Kelurahan di Kecamatan Ulujadi
Kelurahan Jenis Transportasi Keberadaan Angkutan Umum
Donggal Kodi Darat Ada, dengan treyek tetap
Kabonena Darat Ada, dengan treyek tetap
Silae Darat Ada, dengan treyek tetap
Tipo Darat Ada, dengan treyek tetap
Buluri Darat dan Laut Ada, dengan treyek tetap Watusampu Darat dan Laut Ada, dengan treyek tetap Sumber : BPS Kecamatan Ulujadi 2020
Tabel 44 Kondisi Jumlah Jenis Sistem Sarana Jaringan Transportasi antar Kelurahan di Kecamatan Ulujadi
NO. Kelurahan
Jumlah Jenis Sistem Sarana Jaringan Transportasi Terminal Bis Pelabuhan Laut
1 Donggala Kodi 0 0
2 Kabonena 0 0
3 Silae 0 0
4 Tipo 1 0
5 Buluri 0 0
6 Watusampu 0 1
Sumber: Kantor Kecamatan Ulujadi 2020
Sistem Pergerakan
Sistem pergerakan ditimbulkan Sistem pergerakan ditimbulkan karena interaksi antara sistem kegiatan dan sistem jaringan Sistem kegiatan dan sistem jaringan. Sistem pergerakan yang ada merupakan sistem pergerakan orang dan sistem pergerakan orang dan manusia.
Pergerakan manusia atau barang memerlukan sarana atau prasarana transportasi.
Perangkat keras (hardware) sebagai sarana transportasi yang diperlukan adalah jaringan jalan yang telah ditetapkan pada masing-masing ruas jalan antara lain; bahu jalan, lebar jalan, tempat parkir, trotoar, tempat penyebrangan, halte dan terminal angkutan umum.
Sedangkan perangkat lunak (software) sebagai sarana yang diperlukan adalah undang- undang dan peraturan lalu lintas yang terkait dengan lalu lintas. Keberadaan sarana
empat, bus dan armada angkutan umum. Perangkat penunjang lainnya adalah jembatan, median, lampu lalu lintas, marka serta rambu jalan. Berikut adalah jumlah banyaknya jembatan di Kecamatan Ulujadi.
Tabel 45 Jumlah Jembatan di Kecamatan Ulujadi
NO. Nama Kelurahan Jumlah Jembatan yang ada di Kecamatan Ulujadi
Permanen Panjang (m)
1. Donggala Kodi 1 10
2. Kabonena 2 10
3. Silae 5 80
4. Tipo 2 20
5. Buluri 3 144
6. Watusampu 3 15
Sumber: BPS dan Kantor Kecamatan Ulujadi
Namun, jaringan jalan penghubung antar Kelurahan Silae seperti Jalan Cumi-cumi sudah tidak dimanfaatkan secara optimal dikarenakan jalan tersebut merupakan jalan yang terputus diakibatkan pasca bencana tsunami yang terjadi pada tahun 2018 silam.
Sehingga seluruh pergerakan lalu lintas di pindahkan ke Jalan Diponegoro – Jalan Trans Palu-Donggala dimana masih melewati di Kelurahan Silae sehingga seringkali terjadi kepadatan lalu lintas dan menimbulkan kemacetan di ruas-ruas jalan di Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi.
Sistem Kelembagaan
Sesuai dengan GBHN 1993, dalam usaha untuk menjamin terwujudnya sistem pergerakan yang aman, nyaman, lancar, murah, handal, dan sesuai dengan lingkungan, maka dalam sistem transportasi makro terdapat sistem mikro tambahan lainnya yang disebut sistem kelembagaan yang meliputi kelompok, lembaga, dan instalasi pemerintah serta swasta.Di Indonesia sistem kelembagaan yang berkaitan dengan masalah transportasi secara umum dalah sebagai berikut:
1. Sistem kegiatan
Badan yang terlibat adalah Bappenas, Bappeda Tingkat I dan II, Bangda, dan Pemda. Sistem ini berhubungan dengan rencana tata guna lahan yang baik (lokasi toko, sekolah, perumahan, tempat kerja, dan lain-lain yang benar) sehingga dapat mengurangi kebutuhan akan perjalanan yang panjang dan interaksi menjadi lebih mudah.
2. Sistem jaringan dan pergerakan
Badan yang terlibat adalah Departemen Perhubungan (Darat, Laut, Udara) dan Bina Marga. Hal yang dapat dilakukan misalnya meningkatkan kapasitas pelayanan prasarana yang ada.
Dalam Analisis Transportasi ini memiliki 2 faktor kualitas dalam pelayanan, yaitu:
- Pemilihan moda transportasi , yaitu:
a. Keselamatan b. Hemat c. Keandalan d. Fleksibilitas e. Kenyamanan f. Kecepatan
g.
Ramah Lingkungan - Pemilihan Rutea. Terpendek b. Aman c. Nyaman
Aspek Prasarana dan Sarana
Analisis Prediksi Kebutuhan Sarana
Analisis Proyeksi sarana merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui apakah masyarakat yang ada saat ini sudah terlayani atau belum dan merencanakan kebutuhan jenis sarana yang belum ada. Analisis ini juga memperhitungkan proyeksi jumlah penduduk 20 tahun kedepan untuk membandingkan sarana yang telah tersedia saat ini dengan jumlah penduduk hingga 20 tahun ke depan untuk perencanaan. Analisis Kebutuhan sarana dilakukan atas pertimbangan antara analisis jangkauan sistem pelayanan sarana dan analisis kapasitas sarana. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi pembangunan sarana yang berlebih. Pada tahap ini, sarana yang dianalisis meliputi sarana Pendidikan, sarana kesehatan, sarana peribadatan, serta sarana perdagangan dan jasa.
Sebelum melakukan analisis proyeksi kebutuhan sarana, dilakukan proyeksi penduduk setiap 5 tahun untuk proyeksi 20 tahun perencanaan, berikut hasil proyeksi penduduknya :
Tabel 46 Proyeksi Penduduk Kecamatan Ulujadi
No. Kecamatan
Tahun
2024 2029 2034 2039 1. Kecamatan
Ulujadi 30800 32974 35149 7323 Sumber: Hasil Analisis 2021
Tabel 47 Proyeksi Penduduk Tiap Kelurahan No Kelurahan Proyeksi Penduduk (Jiwa)
2024 2029 2034 2039 1 Donggala Kodi 11150 11938 12725 13513
2 Kabonena 4211 4507 4804 5100
3 Silae 5602 6000 6398 6796
4 Tipo 3709 3964 4219 4474
5 Buluri 3749 4018 4287 4556
6 Watusampu 2378 2547 2715 2884
Sumber: Hasil Analisis 2021
Setelah mengetahui hasil proyeksi penduduk maka kemudian dilakukan prediksi kebutuhan sarana untuk 20 tahun mendatang dengan menggunakan acuan
SNI 03-1733-1989 Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota. Berikut hasil proyeksi kebutuhan sarana :
Sarana Pendidikan
Dari hasil Proyeksi penduduk tadi, didapatkan pula hasil proyeksi kebutuhan sarana pendidikan secara keselurahan untuk Kecamatan Ulujadi, yaitu sebagai berikut :
Tabel 48 Proyeksi Fasilitas Pendidikan Kecamatan Ulujadi
No. Fasilitas Pendidikan
Tahun
2024 2029 2034 2039
1. SD 19 20 21 23
2. SMP 6 6 7 7
3. SMA 6 6 7 7
Sumber: Hasil Analisis 2021
Berdasarkan tabel prediksi fasilitas pendidikan pada Kecamatan Ulujadi kebutuhan sarana pendidikan untuk 20 tahun yang akan datang meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk pada Kecamatan Ulujadi. Pada pendidikan SD dibutuhkan total 23 unit, SMP dan SMA 7 unit yang tersebar di tiap kelurahan.
Sarana Kesehatan
Sesuai dengan data yang ada pada BPS dan data hasil survei kelompok bahwa Kecamatan Ulujadi antara lain meiliki empat sarana kesehatan sesuai dengan jangkauan yaitu Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes dan posyandu.
Tabel 49 Proyeksi Fasilitas Kesehatan Kecamatan Ulujadi No. Fasilitas Kesehatan Tahun
2024 2029 2034 2039
1. Puskesmas 0 0 0 0
2. Puskesmas Pembantu 1 1 1 1
3. Polindes 12 13 14 15
4. Posyandu 25 26 28 30
Sumber: Hasil Analisis 2021
Dari tabel diatas kebutuhan sarana kesehatan bertambah untuk Puskesmas Pembantu, Polindes dan Posyandu. Sedangkan untuk puskesmas sendiri tidak bertambah, karena berdasarkan Prediksi penduduk 20 tahun mendatang jumlah
peduduk pendukung untuk penyediaan puskesmas yaitu 120.00 jiwa sedangkan hasil proyeksi penduduk 2021-2039 hanya 37323 jiwa.
Sarana Peribadatan
Tabel 50 Proyeksi Fasilitas Peribadatan Kecamatan Ulujadi
No. Fasilitas Peribadatan Tahun
2024 2029 2034 2039
1 Mesjid 123 132 141 149
2 Mushollah 1 1 1 1
Sumber: Hasil Analisis 2021
Berdasarkan tabel diatas, bahwa Kecamatan Ulujadi memiliki sarana peribadatan Mesjid dan Mushollah yang dimana masing-masing akan mengadakan penambahan unit pada 20 tahun yang akan datang dimana Mesjid bertambah 1 unit sedangkan mushollah akan mengadakan penambahan yang sangat signifikan sebanyak 149 unit dan tersebar di tiap kelurahan. Hal ini dikarenakan pertumbuhan penduduk.
Sarana Perdagangan dan Jasa
Tabel 51 Proyeksi Fasilitas Perdagangan dan Jasa Kecamatan Ulujadi
No. Fasilitas Perdagangan &
Jasa
Tahun
2024 2029 2034 2039
1 Toko / Warung 123 132 141 149
2 Pertokoan 5 5 6 6
3 Pusat Pertokoan 1 1 1 1
Sumber: Hasil Analisis 2021
Dengan bertambah penduduk kebutuhan pun ikut bertambah sehingga pada hasil proyeksi kebutuhan akan saran perdagangan dan jasa meningkat untuk toko/warung sebanyak 149 yang tersebar di tiap kelurahan, pertokoan 6, dan pusat pertokoan 1. Fasilitas bisa saja bertambah secara berkala mengikuti pertumbuhan perkonomian masyarakat.
Analisis Kebutuhan Prasarana Jaringan Telekomunikasi
Di Kecamatan Ulujadi telah tersedia dan tersebar beberapa BTS baik GSM maupun CDMA. Pelayanan jaringan telepon nirkabel dipenuhi melalui penyediaan menara Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar hampir di seluruh wilayah.
Dengan berkembangnya teknologi telekomunikasi tersebut, kini seluruh wilayah di Kecamatan Ulujadi telah terjangkau jaringan telekomunikasi.
Berdasarkan standar SNI 03-17-33-1989 Tentang Tata cara Perencanaan Kawasan Perumahan Perkotaan, maka proyeksi kebutuhan telekomunikasi pada Kelurahan di Kecamatan Ulujadi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 52 Proyeksi Kebutuhan Telekomunikasi
Tahun Kelurahan
Jumlah Penduduk
(Jiwa)
Kebutuhan Unit
Saluran Rumah Tangga
Telepon
Umum Wartel
2024
Donggala Kodi 11150 223 55 11
Kabonena 4211 84 21 4
Silae 5602 112 28 5
Tipo 3709 74 18 3
Buluri 3749 74 18 3
Watusampu 2378 47 11 2
2029
Donggala Kodi 11938 238 59 11
Kabonena 4507 90 22 4
Silae 6000 120 30 6
Tipo 3964 79 19 4
Buluri 4018 80 20 4
Watusampu 2547 50 12 2
2034
Donggala Kodi 12725 254 63 12
Kabonena 4804 96 24 5
Silae 6398 127 31 6
Tipo 4219 84 21 4
Buluri 4287 85 21 4
Watusampu 2715 54 13 2
2039
Donggala Kodi 13513 270 67 13
Kabonena 5100 102 25 5
Silae 6796 135 33 6
Tipo 4474 89 22 4
Buluri 4556 91 22 4
Watusampu 2884 57 14 3
Jumlah 136544 2715 313 127
Sumber : Hasil Analisis 2021
Berdasarkan analisis proyeksi diatas, maka penyediaan telekomunikasi di Kelurahan pada Kecamatan Ulujadi tahun 2039 untuk kebutuhan saluran rumah tangga sebanyak 744 unit, telepon umum 183 unit, dan wartel sebanyak 35 unit.
Jaringan Persampahan
Pelayanan jaringan persampahan pada Kecamatan Ulujadi telah disediakan, sarana persampahan berupa truk sampah, kontainer, TPS, hingga TPA. Walaupun sudah ada TPS dan TPA yang berskala regional dan berkapasitas besar, pada kenyataannya jumlah yang tersedia belum mampu melayani seluruh sampah yang dihasilkan penduduk dan beberapa masih dilakukan secara mandiri. Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakan kedepannya diperlukan proyeksi produksi sampah sehingga dapat disesuaikan dengan penyediaan sarana persampahan
Berdasarkan standar Kepmen PU No.21 Tahun 2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Bidang Persampahan, maka diproyeksikan produksi sampah pada Kelurahan di Kecamatan Ulujadi dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 53 Proyeksi Produksi Sampah
Tahun Kelurahan
Jumlah Penduduk
(jiwa)
Domestik (L/Hari)
Pasar (L/Hari)
Komersial (L/Hari)
Industri (L/Hari)
Jalan dan taman
Total
2024
Donggala Kodi 11150 22300 3345.0 669.0 1338 892 39694 Kabonena 4211 8422 1263.3 252.7 505.32 336.88 14991.2 Silae 5602 11204 1680.6 336.1 672.24 448.16 19943.1 Tipo 3709 7418 1112.7 222.5 445.08 296.72 13204 Buluri 3749 7498 1124.7 224.9 449.88 299.92 13346.4 Watusampu 2378 4756 713.4 142.7 285.36 190.24 8465.68
Total 30799 61598 9239.7 1847.9 3695.88 2463.92 109644
2029
Donggala Kodi 11938 23876 3581.4 716.3 1432.56 955.04 42499.3 Kabonena 4507 9014 1352.1 270.4 540.84 360.56 16044.9 Silae 6000 12000 1800.0 360.0 720 480 21360 Tipo 3964 7928 1189.2 237.8 475.68 317.12 14111.8 Buluri 4018 8036 1205.4 241.1 482.16 321.44 14304.1 Watusampu 2547 5094 764.1 152.8 305.64 203.76 9067.32 Total 32974 65948 9892.2 1978.4 3956.88 2637.92 117387
2034
Donggala Kodi 12725 25450 3817.5 763.5 1527 1018 45301 Kabonena 4804 9608 1441.2 288.2 576.48 384.32 17102.2 Silae 6398 12796 1919.4 383.9 767.76 511.84 22776.9 Tipo 4219 8438 1265.7 253.1 506.28 337.52 15019.6 Buluri 4287 8574 1286.1 257.2 514.44 342.96 15261.7 Watusampu 2715 5430 814.5 162.9 325.8 217.2 9665.4 Total 35148 70296 10544.4 2108.9 4217.76 2811.84 125127
2039
Donggala Kodi 13513 27026 4053.9 810.8 1621.56 1081.04 48106.3 Kabonena 5100 10200 1530.0 306.0 612 408 18156 Silae 6796 13592 2038.8 407.8 815.52 543.68 24193.8 Tipo 4474 8948 1342.2 268.4 536.88 357.92 15927.4 Buluri 4556 9112 1366.8 273.4 546.72 364.48 16219.4 Watusampu 2884 5768 865.2 173.0 346.08 230.72 10267 Total 37323 74646 11196.9 2239.4 4478.76 2985.84 132870
Sumber : Hasil Analisis 2021
Berdasarkan asumsi perhitungan standar diaitas maka produksi sampah pada Kelurahan di Kecamatan Ulujadi pada tahun 2039 adalah sebesar 132870 yang terdiri dari sampah domestik sebanyak 74646, sampah pasar 11196.9., sampah komersial 2239.4, sampah industri 4478.76 dan sampah jalan dan taman 2985.84..
Jaringan Air Bersih
Jaringan air bersih di Kecamatan Ulujadi sebagian besar bersumber dari tenaga listrik mesin dinamo dan PDAM yang di distribusikan melalui pipa-pipa kesetiap rumah tangga. Selain dari sumber PDAM pada Kecamatan Ulujadi mendapatkan kebutuhan air yang berasal dari sungai.
Berdasarkan acuan Kepmen Kimpraswil No. 534/KPTS/M/2001 tentang Penentuan Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang, maka proyeksi kebutuhan air bersih pada Kelurahan di Kecamatan Ulujadi dapaat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 54 Proyeksi Kebutuhan Air
Tahun Kelurahan
Jumlah Penduduk
(jiwa)
RT
(liter/hari) komersial Badan Sosial
fasilitas
umum Industri Total
2024
Donggala Kodi 11150 1338000 267600 29971 4147.8 166447 1806166
Kabonena 4211 505320 101064 11319 1566.5 62861.8 682131
Silae 5602 672240 134448 15058 2083.9 83626.7 907457
Tipo 3709 445080 89016 9969.8 1379.7 55368 600813
Buluri 3749 449880 89976 10077 1394.6 55965.1 607293
Watusampu 2378 285360 57072 6392.1 884.6 35498.8 385207
Total 30799 3695880 739176 82788 11457.2 459767 4989068
2029
Donggala Kodi 11938 1432560 286512 32089 4440.9 178210 1933813
Kabonena 4507 540840 108168 12115 1676.6 67280.5 730080
Silae 6000 720000 144000 16128 2232.0 89568 971928
Tipo 3964 475680 95136 10655 1474.6 59174.6 642120
Buluri 4018 482160 96432 10800 1494.7 59980.7 650868
Watusampu 2547 305640 61128 6846.3 947.5 38021.6 412583
Total 32974 3956880 791376 88634 12266.3 492236 5341392
2034
Donggala Kodi 12725 1527000 305400 34205 4733.7 189959 2061297
Kabonena 4804 576480 115296 12913 1787.1 71714.1 778190
Silae 6398 767760 153552 17198 2380.1 95509.3 1036399
Tipo 4219 506280 101256 11341 1569.5 62981.2 683427
Buluri 4287 514440 102888 11523 1594.8 63996.3 694443
Watusampu 2715 325800 65160 7297.9 1010.0 40529.5 439797
Total 35148 4217760 843552 94478 13075.1 524689 5693554
2039
Donggala Kodi 13513 1621560 324312 36323 5026.8 201722 2188944
Kabonena 5100 612000 122400 13709 1897.2 76132.8 826139
Silae 6796 815520 163104 18268 2528.1 101451 1100870
Tipo 4474 536880 107376 12026 1664.3 66787.9 724734
Buluri 4556 546720 109344 12247 1694.8 68012 738017
Watusampu 2884 346080 69216 7752.2 1072.8 43052.4 467173
Total 37323 4478760 895752 100324 13884.2 557158 6045878
Sumber : Hasil Analisis,2021
Berdasarkan tabel diatas, maka diketahui bahwa kebutuhan air bersih pada Kelurahan di Kecamatan Ulujadi pada tahun 2039 adalah sebesar 6.045.878 Liter/hari yang terbagi menjadi 4.478.760 Liter/hari untuk kebutuhan rumah tangga, 895.752 Liter/hari untuk Komersial,100.324 Liter/hari untuk badan sosial, 13884.2 Liter/hari untuk fasilitas sosial dan 557.158 Liter/hari untuk Industri. Dari penjelasan tersebut dapat dikethaui juga kebutuhan air tiap tahunnya selalu meningakat.
Jaringan Drainase
Sistem drainase adalah rangkaian kegiatan yang membentuk upaya pengaliran air, baik air permukaan (limpasan/run off), maupun air tanah (underground water) dari suatu daerah atau kawasan. Sistem drainase merupakan bagian penting pada suatu kawasan perumahan.Suatu kawasan perumahan yang tertata dengan baik haruslah juga diikuti dengan penataan sistem drainase yang berfungsi untuk mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan sehingga tidak menimbulkan genangan air yang dapat menganggu aktivitas masyarakat dan bahkan dapat menimbulkan kerugian sosial ekonomi terutama yang menyangkut aspekaspek kesehatan lingkungan permukiman.
Adapun sistem drainase di wilayah perencanaan Kecamatan Ulujadi saat ini sedang dalam tahap pembangunan dan terbagi atas drainase terbuka dan tertutup.
Jaringan Listrik
Fasilitas penerangan di Kecamatan Ulujadi berasal dari aliran listrik PLN dan Non PLN. Keberadaan tenaga listrik sebagai sarana penerangan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Akan tetapi, masih terdapat pula beberapa penduduk di Kecamatan Ulujadi yang belum menjadi pengguna listrik yakni sebanyak 17 keluarga.
Berdasarkan asumsi Kepmen Kimpraswil No.534/KPTS/M/2001 tentang Penentuan Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang, maka proyeksi kebutuhan listrik pada kelurahan di Kecamatan Ulujadi adalah sebagai berikut: